You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2018.

20180304_134306

 

20180304_134229

#abaikan…..

Ini bukan Kawasaki Serpico Bro hihi, tapi Kawasaki GPX 600 R. Doi mulai diproduksi Kawasaki sejak 1987 untuk menggantikan Kawasaki GPZ 600 R.

IMG_20180810_173840

Di zaman itu tentu sudah ada tuntutan untuk membuat motor lebih kompetitif dibandingkan pendahulunya dan motor kompetitor. Kawasaki tetap membekalinya dengan mesin GPZ, tetapi tentu kena sentuhan tuning. Tenaga yang dihasilkan mesin 4 silinder inline berpendingin air pun melonjak. Ya lumayan dari 75 PS naik jadi 85 PS menggunakan mesin yang sebenarnya basisnya masih sama.

IMG_20180810_174828

Mesin 593cc itu tentu tak maksimal kalau bobot motornya tak diperhatikan. Kawasaki pun membuat motor lebih singset dan sanggup diet hingga 10 Kg lebih ringan. Meskipun 10 Kg lebih ringan, beratnya masih sedikit lebih berat dibanding motor 1000cc superbike terkini, ya masih di 206 Kg.

IMG_20180810_174708

Lumayan lah untuk ukuran zaman itu. Akselerasi 0-100 bisa 3,9 detik. Ya ga malu-maluin dibandingkan motor supersport zaman sekarang kan.. Soal bensin, ya wajar lah. Sanggup menempuh 100 Km dengan 5,8 liter bensin..

20180810_164207

Yang lucu di motor ini desain fairingnya yang rapat dan kaku. Ya memang zaman itu ya gitu kan. Yang lucu juga kedua velgnya yang 16 inchi. Terlihat imut, tapi sekali lagi, zaman itu banyak yang masih menggunakan ring 16 demi mengejar kelincahan. Risikonya tentu jadi tak stabil dan di tikungan kurang presisi. Namun, GPZ dianggap tak sestabil GPX…artinya Kawasaki berhasil di produk barunya ini.

Ban imut ini lucu juga, lebarnya seperti motor 150cc sekarang. Ban depan 100/16 dan belakang 130/16 hihi.. Repot kalau hari gini disuruh cari ukuran segitu ya..

20180810_164218

Spidometernya besar, seperti spidometer mobil, tapi Blog Sesat suka haha.. Dan ajaib..kaca spidometernya terlihat masih layaknya motor baru datang dari dealer kemarin sore.. bening Bro…

IMG_20180810_173857

Yang Blog Sesat kangenin dari zaman ini tak hanya desainnya, tetapi liverynya.. Lucu ya, lumayan centil dan hidup.. PErmainan warna yang hilang dari Kawasaki sekarang…

Motor yang disuka pecinta klassik dan sekaligus pencinta racing tentu tak banyak. Nah, Thriumph Thruxton 1200 R ini salah satunya. Harga yang 14.800 Euro BLogSesat anggap murah untuk sebuah motor yang menyajikan konsep istimewa, pengerjaan extra rapi, detailing oke plus punya performa balap. Harga ini masih di bawah harga motor superbike 1000cc lho.. Ya hitungannya murah.. Apalagi kalau lihat parts yang terpasang.. Ini motor keren dijadikan pajangan, punya potensi dijadikan investasi, kencang di sirkuit, dan bisa bebas dari boncenger hihihi.. Selamat menikmati…

20180304_111812

20180304_111955

20180304_111227

20180304_111623

20180304_111632

20180304_111221

20180304_111644

20180304_111655

20180304_11173620180304_11172820180304_111716

20180304_111851

20180304_111754

20180304_112059

20180304_111706

20180304_112111

20180304_111837

20180304_111204

Paham kan Bro..kenapa Blog Sesat bilang Royal Enfield (RE) keren, tapi pas lihat Triumph langsung lupa tuh RE hihi…. Dan Thruxton 1200 R bisa dibilang salah satu motor klassik retro terbaik yang ada di pasaran.. Ya ada Norton memang, tapi Triumph bisa menawarkan dengan harga yang lebih ekonomis.. Namun, seekonomis-ekonomisnya, soal detail dan kualitas tidak ada yang perlu dipermasalahkan.. dream bike nih…

Di Jerman, naik kereta kalau beli tiketnya satuan mahal. Makanya orang-orang beli tiket yang bulanan, atau kalau seperti mahasiswa punya KTM yang biasanya berlaku juga untuk kereta karena pihak kampus bekerjasama dengan Deutsche Bahn.

Bagaimana solusinya kalau mau bepergian dengan harga murah? Ada beberapa aplikasi untuk numpang misalnya (Mitfahrtgelegenheit). Kita bisa cari pada tanggal berapa ada yang menyediakan tumpangan ke kota yang kita tuju. Cara seperti ini sebenarnya yang paling irit, bisa juga sekalian dapat teman baru.. Kan nebeng hihi.. Ya ga gratis juga, tapi pasti lebih murah. Namun, tawaran tak selalu “jodoh”, ya untung-untungan. Dan tak semua orang merasa nyaman nebeng mobil orang.. Bisa jadi orangnya tak suka ngobrol, atau cara menyetirnya bikin deg-degan haha..

Nah, cara yang termurah dan stabil (maksudnya rutenya jelas dan ada jadwal teraturnya) ya naik bis. Yang lagi booming ya Flixbus ini. Harganya bervariasi, tergantung di jam berapa kita mau menuju kota tertentu. Dibanding kereta, jauh lebih murah. Namun dibandingkan pesawat, lucunya kadang lebih murah naik pesawat untuk tujuan tertentu.. Namun, naik pesawat lebih makan waktu..apalagi dalam keadaan seperti 2 pekan lalu karena keos di bandara di München.. Bisa telat belasan jam tentu ga lucu lagi..

20180511_062545

Naik bus ini terbilang nyaman. Ada toilet juga di dalam Bus..yang ga ada telolet…

Namun, bukan berarti tanpa hal minus. Minusnya dibandingkan kereta, naik bus lebih membosankan, lebih ga bisa gerak-gerak. Di kereta lebih luas dan memungkinkan kita pindah-pindah gerbong haha.. Ini penting kalau perjalanan jauh dan kalau ada penumpang lain yang berbau atau bertingkah tak mengenakkan..

Sehabis melihat-lihat Royal Enfield Continental GT 650 dan Interceptor Twin 650, Blog Sesat berjumpa dengan Triumph Thruxton 1200 yang membuat Crew Blog Sesat lupa pada kedua motor tersebut di atas wkwk.. Ya biarkan foto berbicara:

20180304_111318

20180304_111011

20180304_111050

20180304_111453

20180304_111507

20180304_111326

20180304_111345

20180304_111523

Ini motor dipakai harian bakalan asik banget.. tapi duitnya huhuhu…Harganya yang sekitar 2x kedua motor tersebut di atas membuat saya berpikir: tapi ku bukan raja..ku hanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki para sang raja… Baiklah, daripada dengar RIF, kita dengar kata Bondan feat fade2black: Ya sudahlah…….

20180304_111031

Dulu kita sempat bahas motor pendahulu Continental GT 650 Twin ini, yakni Continental GT, sebuah motor cafe racer keren dengan harga terjangkau.. Ya meskipun terjangkau,pemerhati motor menganggapnya terlalu mahal setelah melihat langsung dan menjajal motornya. Blog Sesat yang melihat langsung dari dekat dan mencoba riding positionnya pun menemukan banyak kekurangan yang membuat ilfeel, monggo dicek:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/08/04/ketemu-royal-enfield-continental-gt-impian-yang-tak-lagi-jadi-impian/

20180304_103707

Nah, kini RE mengeluarkan Continental GT 650 Twin.. Tentu makin mendekati Triumph sebagai motor impian banyak bikers.. Nah, impian itu jadi lebih mudah terwujud tentunya dengan harga yang jauh di bawah Triumph.

Soal permasalahan harga, terutama di pasar Indonesia, coba cek lagi ke sini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/11/10/continental-gt-650-dan-interceptor-int-650-dalam-kacamata-blog-sesat/

20180304_103738

Bagaimana sekarang kesannya setelah melihat dari dekat motor bermesin  4 tak twin 648cc ini? Ada kemajuan Bro! Secara kualitas pembuatan ada peningkatan signifikan. Tak hanya lebih keren saja dengan mesin lebih besar yang bisa menghasilkan  tenaga 47 BHP @7100 rpm ini, tetapi kualitas pengerjaan motor berbobot 198 Kg ini jelas terlihat lebih rapih.

20180304_103758

Daya tarik uramanya tentu di mesinnya yang jadi Twin.. Tak lagi big single yang terkenal menggetarkan sendi-sendi itu haha..lihat spionnya getar pas digeber saja sudah kebayang kan betapa gelinya naik Royal Enfield. Entah tapi yang twin ini bagaimana getarannya.. Yang pasti secara tampilan, sudah gahar.. Cat pun terlihat lebih tebal dan mengkilat dengan sticker yang lebih terlihat tak murah..

20180304_103810

Kemajuan pesat ada di knalpotnya, part yang sangat bikin ilfeel di generasi sebelumnya. Kali ini knalpot mengambil dari vendor S&S, rapih, tak ada lagi bekas las-lasan yang ditutup dengan cat dengan cara dikuas wkwk…

20180304_103823

Kabel-kabel pun terlihat lebih rapih.. Meskipun masih agak deg-degan melihat soketnya.. Ya jangan coba-coba semprot steam ke arah situ lah..bisa-bisa injeksi ngadat dan sang pemilik hanya bisa teriak NEHIIIII…

20180304_103840

Bagian komstir.. Hmmm masih kurang enak dilihat, tapi okelah…

20180304_103914

Nah, bagian tanki terlihat jauh lebih elegan dibanding versi pendahulunya. Tanki berkapasitas 12,5 liter ini makin terlihat tebal pernisnya dengan sticker yang lebih oke secara estetika. Kesan sticker abang-abang di versi sebelumnya berhasil dihapus.

Oh ya, dibandingkan versi Interceptor 650, versi Cafe racer ini lebih ringan 4 Kg! Lumayan ya untuk basis motor yang sama. Yang lucu, posisi duduknya malah dibuat lebih rendah, hanya 790 mm, padahal versi Interceptor yang naked touring bike sampai 804 mm. Mungkin ini cara Royal Enfield membuat rider lebih relax posisi duduknya meskipun setang posisinya lebih rendah. Toh keagresifan untuk bisa menikung motor lebih cepat dengan posisi tinggi jok yang tinggi tak diperlukan di sini. Ini kan hanya Cafe Racer buat gaya-gayaan hehe.. Ya Kencang sih kalau bandingannya motor 250cc di Indonesia..

Untuk pengereman, tentu sudah ABS demi menggapai standar Euro4. Rem kerjasama Brembo yang diproduksi di India pun dipercaya, apalagi kalau bukan Bybre alias By Brembo.. Ya semerk lah dengan master rem Suzuki GSX 150 series di Indonesia hihi…

Untuk memenuhi tuntutan kualitas pasar Eropa dan menaikkan kualitas handling, Royal Enfield mempercayakan velg ring 18 dibungkus Pirelli, produsen ban yang menyediakan ban bagi motor-motor yang berlaha di WSBK.

Di Indonesia berapa harganya ya? Menarik juga nih diincar secondnya hehe…

Kabar gembira bagi penggemar Royal Enfield dan penggemar Triumph dengan dana terbatas, Royal Enfield menyediakan motor yang semakin mendekati sosok Triumph, maklum kini flag ship mereka dibekali mesin 4 tak twin juga…

20180304_103443

Soal bunyi, ya mesin 648cc bertenaga 47 BHP @7100 rpm ini boleh diadu lah.. Namun jangan diadu soal tarikan ya..kan Triumph Thruxton sekarang sudah 1200cc, jelas bukan lawannya hihi.. Ya tenaga juga hanya setengahnya… Soal riding quality, entahlah. Yang jelas, Triumph modern terkenal dengan kehalusannya.. Sedangkan Royal Enfield selama ini terkenal bergetaaaarrr.. Bodo teuing..yang penting keren dan klassiknya dapet banget!

20180304_103623

Soal kualitas, bisa dibilang lumayan.. Ga ada yang terlalu negatif lah.. Ya kalau lihat Triumph, terus lihat Interceptor 650 tentu terlihat bedanya, namun kalau tak dibandingkan, ini motor cukup untuk membuat jatuh hati..

20180304_103548

 

20180304_103529

Soal kaki-kaki, okelah..Velg 18 di belakang dibalut ban selebar 130 dan di depan selebar 100 produksi Pirelli. Soal rem, tenag saja..Motor-motor sekarang wajib Euro 4 yang salah satu syaratnya adalah ABS hihi…

20180304_103511

Satu-satunya hal yang Blog Sesat tak sukai di motor ini adalah penggunaan mika lampu sennya yang gimanaaaa gitu.. Entah apakah ini lagi trend atau tidak, tapi warnanya terlalu mengingatkan sama plastik-plasti mainan anak-anak yang dijual abang-abang di depan SD hehe…

20180304_104051

Selain itu, ini motor yang menarik untuk dimiliki. Ya memang tak akan semewah dan sebergengsi Triumph, apalagi senyaman Triumph… Tapi harganya yang sekitar setengahnya tentu membuat senyum kembali berkembang..

 

Apa yang terjadi di Indonesia kalau ada dua mobil bertabrakan cukup keras di perempatan jalan? Yang biasanya kita alami, banyak orang ingin nonton ya, sedangkan jumlah petugasnya tak banyak.

Nah, di musim dingin yang lalu, saya melihat sebuah kecelakaan terjadi di sebuah perempatan. Dua mobil bertabrakan lumayan keras, seperti yang bisa dilihat di foto berikut ini:

20180303_201724

Apa kontrasnya dengan di Indonesia: Mudah dilihat kan.. Beberapa mobil polisi langsung mengamankan lokasi dan merekonstruksi kejadian. Ada ambulan juga yang datang mengevakuasi korban. Lucunya sih, sampai ada 3 mobil damkar ikut mengamankan lokasi hihi..

Daaaan, ga ada kerumunan masa yang nonton..

Jelas foto di bawah bukan sesuatu yang spesial. Buat mayoritas Bro pasti tak ada artinya..

IMG-20160726-WA0040

Namun, buat saya ini spesial.. bisa naik motor saja sudah ngangenin banget haha.. Apalagi di Indonesia, banyak teman, banyak tempat makan yang bisa dikunjungi di segala waktu…

Jadi ingat, dulu nilai matematika pernah merah.. Nyokap larang saya naik motor 1 bulan sebagai hukumannya haha… Itu berat rasanya brader…Nah, sekarang setahun lebih ga naik motor..jangan heran bapernya tak terkira.. Lihat foto beginian saja bikin kangen maksimal

#bapergapenting

IMG-20180805-WA0008

Excel Rose yang terparkir manis dan hampir tak pernah dipakai tiba-tiba melakukan sesuatu yang biasa dilakukan motor-motor klassik asal Inggris atau Harley-harley tua.. Ngompol oli hihihi…

Mendadak oli menetes dalam jumlah banyak dari knalpotnya.. Entah tepatnya dari mana… Saya belum pernah mengalami hal ini.. Ada yang punya pengalaman dengan masalah ini?

Ya, paling kalau nanti saya balik ke Indonesia baru bisa ada yang mengurus si Vespa kelahiran 1988 ini..

tersesat muter-muter

  • 2.451.033 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
arieslight pada Tidur Terlalu Lama……
Poleng pada Tidur Terlalu Lama……

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Top Clicks

  • Tidak ada
Follow Motorklassikku on WordPress.com