Salah satu ciri khas motor klassik itu adalah banyaknya unsur logam yang digunakan untuk body dan lampu-lampu motor. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan ekonomi, material plastik makin digemari. Selain harganya murah, material ini tahan karat, lebih ringan, mudah diproduksi. Ya bisa dibilang menguntungkan konsumen juga sih ujung-ujungnya.

Pabrikan jarang yang sepenuhnya mempertahankan material logam. Ini bahkan juga terjadi di pabrikan yang memproduksi motor level premium. Mereka pun sebenarnya tak lepas dari tuntutan untuk membuat produk yang terjangkau. “Keterpaksaan” ini bisa kita lihat di Triumph. Coba lihat foto ini:

20170304_114102

Yang sekelas Triumph pun akhirnya tak bisa menolak kehadiran plastik sebagai bahan utama untuk membuat lampu-lampu mereka. Kalau di motor keluaran pabrikan Asia, wah, kita bisa protes nih hadirnya plastik-plastik ini di motor yang tergolong premium. Namun, Triumph pun kini juga begitu.. Lihat rumah lampu rem dan rumah lampu sen yang tak lebih keren dibandingkan motor batangan 150cc di Indonesia hihi..

Untuk spatbor, menarik.. Triumph mengombinasikan logam dan plastik di sini. Di bagian pangkalnya masih menggunakan logam dan berdesain motor klassik, bagian belakangnya yang dipasangi mata kucing dan tempat plat nomor sudah dibuat dari plastik.

Untung aja merknya Triumph hihi.. Itu knalpotnya dan joknya keren..bisa jadi kompensasi untuk parts plastik yang menghiasi buritan motor Triumph Scrambler ini.