Sebagai pencinta motor klassik, ada kalanya gelora merestorasi begitu bergejplak melihat motor-motor tergolong klassik yang sebenarnya punya nilai hisoris dan ekonomis tergeletak begitu saja dan habis termakan oksigen alias teroksidasi alias mengarat. Gimana gitu ngeliatnya.. Ada rasa tertantang, ada rasa iba, ada juga rasa ingin menambah pengalaman dan menulis cerita baru.

Namun, memutuskan begitu saja untuk membangun atau merestorasi sebuah kendaraan perlu perhitungan matang. Jangan sampai tujuan tak tercapai, deritanya saja yang didapat. Maksudnya, keluar duit sih pasti, keluar waktu apalagi.. Makan hati pun bagian dari proses restorasi, tetapi kalau tujuan tak didapat, ya ruginya ga ketulungan… Kecuali kalau tujuannya murni menyelamatkan sebuah motor tanpa peduli itu motor punya siapa.. Itu namanya malaikat penyelamat motor haha.. Malaikat juga tau, yang kaya begini sedunia paling sangat segelintir. Nah, buat orang-orang awam, ya ga bisa ikut-ikutan sembarangan.

Blog Sesat sendiri sempat ada niat membangun sebuah motor Austria 2 tak 250cc single silinder bermerk PUCH. Motor adalah punya almarhum om yang waktu itu masih hidup. Kondisi motor masih lebih menyedihkan dibanding Suzuki A100 yang ada di foto. Namun, ada satu hal yang mencegahnya.. si motor itu statusnya hadiah buat om saya, tetapi dia pun ragu, itu hadiah atau bukan.. sebab antara dipinjamkan dan dikasihnya juga ga jelas akadnya hihi.. Makanya tak bisa juga dijual oleh om saya.

Nah, kalau statusnya begini, tak mungkin juga itu motor dibangun.. Kalau jadi juga buat siapa juga tak jelas.. dan megang barang yang tak jelas statusnya tentu cari tambahan pikiran juga.

20181002_110031

Oke, kita ke kasus awam saja. Ada beberapa pertimbangan, kapan sebuah motor layak dibangun kembali.

  1. Duit! Jangan ngebangun motor kalau tak ada dananya, ini namanya cari penyakit dengan nambah-nambah pikiran.
  2. Jangan membangun motor kalau motornya tidak kita sukai. Kalau harus keluar duit, itu rasanya menyuramkan kehidupan!
  3. Kalau motornya bukan motor langka dan kondisinya parah, mending cari bahan lain! Kecuali ada nilai historis itu motor!
  4. Jangan membangun motor kalau kita tak paham di mana dapat partsnya dan berapa harga partsnya. Percuma kalau nantinya tak selesai dibangun, itu motor tetap akan dilihat seperti bahan! Kecuali ini motor klassik berkelas!
  5. Jangan lupa menghitung juga berapa lama pajak itu motor mati! Meskipun motor kecil kapasitasnya dan sudah berumur, kalau harus bayar pajak 5 tahun misalnya dan harus balik nama, siapkan dana di atas 2 jutaan untuk surat-suratnya saja. Nah, kalau itu motor yang pasarannya 4 jutaan, mending cari yang suratnya hidup dan taat pajak.

Nah, dari 5 point yang sudah disebutkan, bisa disimpulkan, Suzuki A100 ini tak layak bangun! Kondisinya parah, pajak mati entah berapa lama dan partsnya tentu tak semudah kalau mau bangun CB100 atau C70 yang banyak parts KWnya dan bahkan ada originalnya. Satu-satunya yang membuat motor ini layak bangun ya hanya nilai historis, itu pun kalau ada…