Motor BMW apa yang paling terjangkau saat ini? Pelan-pelan sudah bukan BMW R25 lagi Bro, tapi mulai jadi BMW G310R. Apalagi kalau sudah harga second. Tertarik untuk meminangnya? Memang sih ada TVS Apache 310 RR yang merupakan saudara se-DNA dan satu rahim, tapi tetap saja BMW ya BMW.

Di Jerman sendiri kehadirannya di satu sisi disambut gembira karena akhirnya ada BMW kapasitas kecil lagi yang punya sisi ekonomis yang mampu menggempur pasar Asia dan Amerika Selatan. Bagi biker pemula, G310R tentu jadi angin segar tersendiri. Namun, di sisi lain mendatangkan pandangan skeptis terhadap motor singel silinder 313cc bertenaga 34 PS ini. Kualitasnya dipertanyakan! Maklum, tak lagi dibuat di Jerman, melainkan di India dengan menggunakan tenaga TVS, tentu ada konsekuensi tertentu. Dan terbukti, terutama di serial awal.. Motor yang dijadwalkan hadir awal Oktober 2016 ngaret! BMW dikabarkan menghentikan produksinya karena ada masalah parts dari vendor yang dinilai BMW tak memenuhi tuntutan kualitas mereka. Pertengahan April 2017 bahkan BMW sempat merecall motor karena kesalahan pemilihan 4 baut setang dan perlunya perbaikan dudukan kaliper rem depan.

120_BMW G 310 R Modelljahr 2016 Produktion in Indien.jpg.4588958

Nah, bagaimana performanya? Dipakai untuk touring, ini motor dinilai enak banget. Lincah, tenaga cukup. Jalan konstan 140 Km/jam bukan masalah untuknya. Keiritannya juga dipuji. Dengan tanki bensin berkapasitas 11 liter penuh, jalan 200 Km dijamin aman, bahkan di jalur pegunungan dites aman bisa tempuh 270 Km.

Touring lewat puncak dingin-dingin, tangan biker bisa tetap hangat karena doi seperti motor-motor BMW modern lainnya, dibekali dengan pemanas hand grip. Minusnya, doi terhubung langsung ke aki. Jadi, jangan sampai lupa mematikannya selesai digunakan, salah-salah akinya habis.. Wah berabe juga kalau dipencet-pencet bocah ya..

Redaksi Motorrad yang mengetes motor ini sejak awal hingga puluhan ribu kilometer dan mengupas plus minusnya setelah dipakai lama menyatakan, tenaganya lumayan. Bahkan setelah diukur naik 2 PS dibandingkan tenaga yang dijanjikan, lumayan jadi 36 PS. Tenaga segini dinilai cukup untuk membuat motor berbobot 162 Kg ini bisa diajak bersenang-senang.

Motor yang mesinnya doyong 13 derajat ke belakang dan lubang exhaustnya menghadap ke belakang ini dinilai cocok untuk jadi kendaraan harian dan dipakai di perkotaan. Namun, kopling dinilai kurang halus dan setang dirasa terlalu lebar untuk di perkotaan. Kritik lainnya ada di karakternya yang susah dinyalakan dari keadaan dingin. Bahkan di pagi hari di musim panas, motor ini dinilai agak susah dinyalakan.

Oh ya, yang paling dikeluhkan adalah rem depannya yang mengandalkan Bybre alias By Brembo, perusahaan yang merupakan anak asuh Brembo yang lahir dan berkarya di India. Performa rem depan ini setelah 10.000 Km makin hari dinilai makin nehi nehiiii… Diganti minyak rem pun dinilai tak membantu. Disarankan ganti kaliper dan cakramnya hihi…

Gimana Bro? Ada yang minat meminang BMW entry level ini? Ga gampang juga sih cari secondnya ya.. Namun kalau berharap ini motor akan jadi motor klassik, rasanya sih ga bakalan hehe.. jumlahnya yang banyak, dibuat di India dan imagenya yang tak dianggap motor spesial membuatnya susah untuk suatu hari menjadi motor klassik.

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorrad-dauertest/bmw-g-310-r-im-50000-kilometer-dauertest.851494.html