20180308_182346

Apa yang terbersit begitu mendengar kata “Halim”? Kebanyakan sepertinya terpikir bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta atau ya daerah Halim ya.

Ada terbersit Halim merupakan salah satu nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . dari 99 Asmaul Husna? Mantebs kalau berpikirnya ke arah situ… Buat saya ini ilmu baru. Mungkin saya pernah dengar, tetapi tak sampai tersimpan dalam ingatan.

Jadi suatu hari saya duduk di mesjid menunggu Isya. Ketika itu, sekumpulan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan jurusan membuat semacam majelis kecil di mesjid. Saya tak bergabung, tetapi saya nguping hihihi… Salah satu tema yang diangkat ya tentang “Halim” ini. Mungkin nama Halim tak terlalu dikenal sebagai nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tetapi mendengar artinya, wah..buat orang banyak dosa seperti saya, saya merasa tersentuh.

Sifat Allahسُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang tertanam di dalam nama “Al Halim” ini dikatakan “tak mudah marah”, “sabar karena saking besarnya kasih sayangnya”, ya kira-kira itulah yang para mahasiswa itu sebutkan.

Dan apa yang mereka bahas mengena banget di saya. Ternyata sifat di dalam nama Halim inilah yang membuat orang yang banyak dosa seperti saya masih bisa hidup dan tak kurang apapun, meskipun ada saja pelanggaran dan setelah itu saya bertobat. Terjadi lagi..tobat lagi..terjadi lagi, tobat lagi…bikin dosa lagi..tobat lagi.. kalau tak ada sifat Halim ini, niscaya sudah hancur ga karu-karuan saya akibat kelakuan saya sendiri.. Kalau Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  tak punya sifat Halim, setiap hamba melakukan dosa, bisa-bisa balasannya langsung dituai ga pake lama..

Semoga ke depannya yang tersesat ke sini bisa semakin memperbaiki diri.. Kalau sampai buat dosa, lekaslah bertobat dan berusaha tak mengulanginya lagi.. dan jangan sekali-kali berhenti karena malas atau terlalu bodoh untuk berhenti minta ampunanNya…