Kemarin Blog Sesat bersesat ria ke kota Cologne.. Bukan buat nostalgia, tapi sedang menjalankan misi rahasia yang sudah tertunda dua bulanan ini karena malas hehe..

Alhamdulillah dua hari ini matahari bersinar. Tentu banyak bikers yang senang akhirnya bisa mengendarai lagi si roda dua tanpa harus gemeteran kedinginan atau takut risiko jatuh karena jalanan becek yang sangat dingin.

Salah satu motor yang kami jumpai adalah si CB750 ini:

20190214_120830

Soal aliran modifikasi, hmmm entahlah. Gabungan cafe racer dan jap-style ya.. KAlau dikasih ban tahu jadi scrambler.. entahlah, batasan kadang kabur hehe..

Modifikasi motor yang moyangnya di tahun 1969 menjadi the first superbike dengan mesin 4 silinder 736ccnya bisa dibilang sangat sederhana. Modal main livery saja dan modif minimalis sana-sini. Cukup copot spatbor belakang, ganti lampu belakang-belakang, jok, spatbor depan, silincer, setang, spidometer dan livery…jadilah motor ini.

20190214_120830-1

Kalau di Indonesia, termasuk modif ringan dan murah karena bisa pasang sendiri dan memang di Indonesia harga parts modifikasi itu sangat murah. Serius Bro, murah banget.. Kalau pakai parts bikinan Eropa juga, wah tau sendiri kan parts macam Rhizoma, Gilles, Domino, Brembo dkk..

20190214_120837-1

Di motor ini sih termasuk modifikasi irit. Namun, di situ justru serunya. Kalau paduannya tepat, gaya minimalis ini asik.. Wah saya jadi suka hehe.. maklum, lama ga liat motor berkeliaran sih ya.. CB Sevenfifty ini memang sekarang secara tenaga ga ada apa-apanya, tetapi motor yang di tahun 1969-1978 dan direborn di 1992-2002 tetap punya daya pikat tersendiri. Mungkin karena jumlahnya yang banyak ya. Produksi yang sampai tahun 1978 saja jumlahnya lebih dari 550 ribu unit.

20190214_121126