Ini salah satu motor yang ingin Blog Sesat buru di acara motor di Dortmund tahun ini: S1000RR 2019. Dan, kesan pertama bertemu motor ini, agak kecewa haha..

Ternyata kepicekannya yang kami juluki si Picek nan Ganteng cukup kami rindukan hadirnya. Namun, ya begitulah teknologi. Kabarnya, dulu kan desain picek karena BMW ingin meringankan bobot dengan tanpa melanggar faktor keamanan dalam hal penerangan lampu depan.. Dengan satu lampu yang lebih kecil, mereka bisa kurangi 130 gramm.

20190303_145645

Nah, dengan teknologi lampu terkini, penerangan bisa lebih terang dengan rumah lampu yang kecil. Ya berkat LED, kita bisa lihat, beberapa motor sudah memilih memperkecil head lamp mereka, sebut saja R1 dan kini BMW S1000RR pun memilih jalan ini.

20190303_145750

Efeknya, wajah simetris membuatnya lebih luas diterima selera pasar. Meskipun menurut Blog Sesat, ciri khas S1000RR jadi hilang. Tanpa warna khas BMW dan logo BMW, niscaya akan ada yang percaya saja, ini motor TVS 310 yang baru wkwk..

20190303_150156

Kesan pertama ketemu motor yang powernya meningkat 8PS ini ya biasa saja. Namun, biasa saja dalam artian lebih senang ketimbang ketemu superbike-superbika lainnya yang ada di ajang itu. Ya bisa menang karena faktor baru sih..

Desain baru dan warna barunya plus ukurannya yang jelas terlihat mengecil membuat kesan sangar di motor yang tak lagi jadi motor terkuli tenaganya gara-gara Ducati V4R ini hilang… Motor terlihat manis, ceria dan anak muda banget. Anak muda akan berbinar-binar melihat warnanya.. Om-om yang ingin menyaruh jadi anak muda pun akan senang melihat motor ini. Buat yang tinggi badan kurang, S1000RR jadi motor yang makin bersahabat, apalagi jarak jok ke setang makin rapat dengan diperkecilnya tanki.

Di jajaran produk BMW pun, S1000RR ini terlihat yang paling kecil! Ya masih ada 310 series sih, tetapi itu kesan visual yang tertangkap mata. Motor-motor BMW lainnya macam GS, apalagi yang touring-touring dan GT 1600 mah ga kira-kira gedenya…

20190303_150147

Untuk suspensi depan, BMW kini mempercayakan tak lagi ke Sachs, tetapi ke produsen suspensi asal Italia, yakni Marzocchi. Nah, ukurannya yang sebelumnya berdiameter 46mm, ya standard moge-moge lain, justru malah diperkecil jadi 45mm. Ini dikatakan demi memperoleh feedback yang lebih baik, disamping mengejar bobot ringan tentunya.

Rem pun direvisi. Kalau tadinya kita lihat Brembo dan kalipernya dengan bangga nangkring di roda depan S1000RR jadul yang tenaganya masih 199 PS, di dobel R sekarang hanya ada kaliper BMW hehe..

Kata orang BMWnya, ini karena BMW inginkarakter rem yang gigit banget saat dibejek di awal, dan setelah itu sangat terdosis ketika dibejek lebih kuat tuas remnya. Ya makin controlable lah.. Mereka pun meminta produsen rem berlomba-lomba membuat rem dengan karakter itu. Namun, ujung-ujungnya BMW mengombinasikan master rem Nissin, piringan Brembo dan kaliper BMW sendiri.. soal kaliper sepertinya bisa juga buatan Brembo, tapi logonya BMW, demikian menurut bisikan gaib yang kurang jelas kadar kebenarannya.

20190303_150300

Lengan ayun belakang kami nilai lebih keren. Yup, jadi seperti lengan ayun Yamaha R1 jadul.. Ya M1 dan RCV juga begini sih.. Model lengan ayun ini dinilai lebih stabil untuk berakselerasi dalam keadaan menikung dan selepas tikungan. Ya untuk tampilan sih jelas lebih gahar..

d

20190303_150247

Soal velg..wow karbon Bro… tetapi ini bukan bawaan standar ya..ini untuk versi M paket yang tentu harus tambah dana extra lagi dari motor yang dilego 18750 Euro versi standardnya…kalau mau velg dan warna ini, ya harus ambil M Paket senilai 3500 Euro, dapat velg karbon, warna BMW motorsport, tempat duduk, peninggi buritan, aki dan swing fulcrumnya M Paket.

20190303_145932

Soal knalpot, hmm mirip knalpot racing variasi yang sempat beredar banyak juga di indonesia ya..ya model hexagon gitu.. Keren sih, tapi ya terlihat biasa.. Untung materialnya terlihat mahal hihi..

Nah, yang bikin bingung Blog Sesat, kok lampu remnya yang “dicontek” Gixxer 150 tak ada.. Terlihat hitam polos, hanya body buntut saja.. Wah, Blog Sesat ga berani beli motor kaya gini unutuk dipakai di jalanan Ibu Kota..bisa-bisa kena tiga pasal: knalpot racing, tak pasang spatbor belakang dan tak pasang rem belakang hihi.. (buka alasan sesuangguhnya-red).

20190303_145929

Rupanya.. sen dan lampu rem disatukan.. Ya mengingatkan pada Ople Blazer sih.. Bagus juga, karena secara visibilitas di malam hari, si RR ini lebih terlihat dengan 2 lampu rem kan.. Buat balap pun tentu lebih praktis, tak perlu ribet mikir copot lampu rem dan extra beli buntut buta lagi..

20190303_150043

Blog Sesat sebenarnya ingin menyemplak S1000RR ini. Namun apa daya, si om2 berbaju kuning ini termasuk kaum intoleran dan EGP pada pengunjung lainnya…wkwk.. Si tante-tantenya pinter banget menjelaskan ini itunya..setelah Blog Sesat lihat brosur dan googling, ternyata dia bernama nicki Scharf, instruktur balap yang punya sekolah racing juga. Dia kerjasama dengan BMW untuk membuat coaching balap dengan S1000RR terbaru.. ya ga sampai 800 Euro sih… tapi tetap saja terlalu banyak buat dompet mahasiswa macam kami..ya kalau 80 Euro sih kita ikutan wkwk.

20190303_150402

Karena si om-om ini lebih dari 5 menit ga turun-turun, agen spesial kami muter-muter dulu melihat motor BMW lainnya.. Balik-balik, eh dia malah minta si tante jadi boncenger.. dan mereka ngobrol lagi lama…….

yup..lama…..

*sigh….20190303_150000

Intinya udah 10 menit lebih dia ga turun-turun.. betah dia di atas S1000RR 2019 dan dijelaskan ini itunya sama si tante.. Ya karena tak mau sirik dan makin terkena penyakit hati, agen kami pun memutuskan meninggalkan motor yang displaynya keren maksimal ini…

20190303_150432

Kesimpulannya, GSX 150 R lebih keren dan canggih karena sudah Keyless dan bobotnya jauh lebih ringan..

sekian..

jangan kesel ya..cukup agen spesial kami saja yang KZL gagal nyemplak si dobel R…