Hari gini di kalangan pemoge kalau belum mainan bodi karbon, khalayak belum mengakuinya sebagai Sultan… Belum hedon lah..padahal sudah moge.. Nah motor kecil pun tak mau ketinggalan, hanya saja mayoritas main sticker karbon saja..

20190303_170018

Bodi bahan karbon memang tak hana sangar dan keren dilihat. Keentengannya plus kekuatannya membuat material ini jadi sesuatu yang tak bisa dilepaskan dari dunia balap level tinggi.

Buat pemakaian di jalanan, tenu tak ada larangan. Larangan hanya akan datang dari istri yang merasa kebutuhan hura-huranyapun masih perlu perhatian lebih.

Bagi mereka yang berduit dan bisa beli moge seratus jutaan, bodi karbon asli pun masih tergolong mahal. Artinya, kalau memang belum benar-benar sultan, melangkah ke modifikasi ini mempertaruhkan stabilitas keuangan negara.

20190303_170035

Tuh, untuk part karbon sekecil itu saja, perlu keluar duit 149 Euro! Ya boleh lah dibeli, toh bagian ini masih kebeli dan jarang rusak.

Beda dengan fairing kan.. Ga mungkin masang parts karbon ketengan doang, bisa-bisa diketawain kalau jadi sultan setengah-setengah. Namun, untuk dapat predikat sultan itu tidak mudah.. Okelah kebeli itu satu set full fairing. Terus suatu hari dipakai riding dan terjatuh menghindari keajaiban di jalanan ibukota. Berapa kira-kira biayanya? Perhatikan foto berikut ini di bodi Ducati Panigale V4S:

20190303_170025

Nah, anggap saja sisi kanan fairing karbon perlu diganti semuanya.. Untungnya, main karbon bisa beli ketengan.. Namun, harganya membuat calon sultan pun bisa ketawa meringis.. 279+569+599+369= 1816 Euro. Nah, Kalau 1 Euro 16000 rupiah, kita hitung jadi 1816 x 16000= 29.056.000, 00.

Itu baru harga barang, belum ongkos kirim, belum pajak, dan belum juga handel, footstep dan mungkin knalpot yang ikut kena imbas crash…