انا لله وانا اليه راجعون

“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). (Al-Baqarah 2:156)

IMG-20181201-WA0003

Sebagai manusia biasa, melihat kejadian di Christchurch merupakan sebuah kengerian dan kesedihan yang luar biasa… Ada yang trauma, ada yang kesakitan, ada yang sedih luar biasa, ada duka yang mendalam, ada kecemasan yang menyelimuti, ada amarah yang tersulut dengan kebiadaban teroris rasis yang susah digambarkan dengan kata-kata kekejiannya itu..

Bagi yang rasis, mereka tentu tak senang dengan apa yang ada di mesjid-mesjid. Salah satu tempat paling mudah menemukan manusia berbagai ras yang bercampur baur penuh ketundukan di depan Tuhannya ya di mesjid. Kaum rasis yang dibelakangnya banyak setannya tentu panas hatinya melihat fenomena ini..

20190201_130916

Bagi kaum rasis, mereka senang melihat pembantaian biadab itu…

Bagi orang Islam dan Muslim yang taat dan berilmu, di balik segala duka itu, sungguh ada kegembiraan jauh lebih besar yang akan abadi sampai di kehidupan mendatang yang tak kenal lagi sedih dan kematian. Dipanggil ke hadapan Allah untuk hidup di sisi Allah, apa lagi yang bisa lebih diinginkan seorang Mukmin daripada itu?

Allah memuliakan mereka dengan akhir hidup ketika mereka mendekat kepada Penciptanya dan banyak-banyak mengingat Penciptanya.. Di hari Jumat yang mulia di dalam ibadah puncak di hari mulia itu. Apa yang terlihat ngeri di mata orang awam, justru banyak yang merasa ingin di posisi para syuhada.. ya berat, butuh keimanan, butuh ilmu dan butuh kemudahan dari Allah untuk memahami ini..

Sebagai hamba Allah, kita harus berprasangka baik kepada Allah. Apa yang terjadi kemarin, sungguh akan menjadi kebaikan yang luar biasa bagi Muslim yang bersabar.. Tak ada lagi yang bisa memisahkan kata Christchurch dari aksi teror rasisme ini.. Sungguh sudah ada bukti nyata tambahan yang bisa membuka banyak mata, dan semoga membuka banyak hati..

Ada sedikit kebahagiaan bagi saya pribadi melihat pemberitaan-pemberitaan.. Banyak media mulai lebih adil dengan mengatakan ini sebagai aksis terorisme.. bukan sebatas aksi penembakan atau sekedar mengatakan ego shooter.

Semoga yang ditinggalkan bersabar dan dibahagiakan dengan dimuliakannya orang-orang yang meninggalkan mereka untuk “sebentar saja”. Semoga ketabahan dan kebersamaan mereka membuat mereka lebih dekat kepada Penciptanya. Dan yang menyaksikan ingin mengenal apa yang sebenarnya membuat mereka begitu tegar dan bisa tersenyum menghadapi ketentuan ini……