Buat umat muslim yang sudah mulai peduli pada agamanya dan mulai banyak memikirkan kehidupan di akherat kelak, ada sebuah mimpi yang diimpikan. Ya, ketika orang-orang memimpikan sesuatu yang ada di kenyataan dan ingin di raih, nah ini yang diimpikan justru mimpi. Yup, bisa mimpi tentang yang ini saja menjadi sesuatu yang diimpikan, sesuatu yang ditunggu-tunggu, sebuah rezeki yang tak terbeli dengan materi. Ya, apalagi kalau bukan mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

20180909_180148

Buat saya pribadi, keinginan ini baru mulai muncul dua tahun belakangan ini. Katanya, kecintaan itu harus begitu kuat dan begitu tinggi, harus menjalankan sunnah-sunnah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Namun, sampai saat ini masih belum mendapatkan anugerah itu. Ya, artinya harus berusaha lebih keras menjalankan sunnah Beliau. Yup, ga boleh putus asa kan sampai nafas terakhir..

Namun, ada hal yang lucu juga yang terjadi pada saya berhubungan dengan mimpi. Yang pertama mungkin sudah hampir setahun lalu. Saya dipersilahkan masuk ke ruangan, Nabi ada di situ. Saya pun melangkah masuk ke ruangan yang pencahayaannya kurang. Ya serba tidak jelas, namanya mimpi..

Dan ada seseorang yang sedang duduk, mungkin di atas kasur. Sepintas saja saya memandang orang itu. Wah, inikah Nabi? Saya pun mencoba membandingkan dengan ciri-ciri Nabi yang saya kenal. Sebagian terpenuhi, tapi tetap saya merasa itu bukan Nabi.. ya karena saya tak merasakan kebahagiaan luar biasa, mata saya tak menangis gembira, saya tidak mendapatkan gambaran Nabi yang penuh karisma, gagah dan sangat tampan..

Dan mimpinya segitu saja…

Dan mimpi ini juga tidak jelas-jelas amat… Sampai di bulan Oktober 2018 dunia heboh, ada pertandingan Khabib Nurmagomedov VS. Conor McGregor. Bukan apa-apa Bro.. wajahnya Khabib mengingatkan saya pada sosok yang saya lihat di mimpi saya..

Kebetulan? Entahlah.. Sebelumnya pun saya merasa tak pernah lihat Khabib.. Berhubung mimpinya ga jelas dan tak ada percakapan apa-apa dengan orang yang saya lihat di mimpi itu, ya biarlah ini hilang dalam tabir mimpi..

Waktu berlalu, saya pun masih menginginkan mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Kadang saya masih berdoa meminta mimpi ini..

Sampai Senin dua hari lalu… Sayangnya bukan mimpi bertemu Nabi… tapi ketemu cucu Nabi… yup, ketemu seorang Habib.. Habib ini kalau saya sebut namanya, rasanya semua tau orangnya. Saya bukan orang yang mengidolakan habib yang ini, bahkan dulu cenderung melihatnya dengan kurang baik akibat info-info yang ada di media massa ya begitu. Berkat adanya Youtube, ya saya coba melihat pemikiran pribadi ini secara utuh dan kesaksian orang-orang terdekatnya. Perspektif saya pun berubah terhadap beliau… Kini jadi positif, tetapi belum masuk kategori mengidolakan… Biasa aja, cenderung positif.

Nah, ketemulah saya dengan habib di mimpi di Senin pagi lalu. Namanya mimpi, tentu ada kemungkinan aneh dan tidak sesuai kenyataan.

Jadi latar belakangnya sepertinya di Indonesia dan di luar ruangan dengan kondisi langit biru, cerah, dan bebukitan hijau penuh rumput, seperti bukit-bukit di Jerman, bukan bukit Indonesia (aneh ya, ya namanya mimpi…)

Habib muncul dengan pakaian biasa, bukan baju muslim dan tidak bersorban. Awalnya saya tak mengenali habib. Saya berdiri di kirinya dan saya melihat ke habib yang tampil seperti pria berumur 30an-40an tahun yang berbadan gagah. Yup, kelihatan lah dada bidang dengan bahu kekar meskipun dia menggunakan kemeja. Rambutnya kelimis tersisir lurus ke belakang, kaya pakai pomed hehe.. Auranya dan karismanya okelah…

Saya berusaha mengenalinya dan kok saya rasa, saya kenal. Lucunya, saya main tanya saja: “Bib.. kok bisa nyampe di sini???” (Saya merasa itu di Indonesia)

Pria itu menjawab sambil tertawa kecil: “emangnya mereka saja yang punya siasat? Saya juga punya hehe…”

Ya, sudah..mimpinya gitu doang Bro.. Wah, kebawa suasana politik di Indonesia kali ya..

Saya pribadi berharab sih, yang pertama mimpi Khabib, lalu mimpi Habib, mudah-mudahan ALLAH kasih saya rejeki mimpi bertemu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam