Hingga saat artikel ini ditulis, Alvaro Bautista sudah menjuarai 7 races dengan finishnya pembalap pesaing berat almarhum Marco Simoncelli ini di posisi 1 pada race di Aragon. Dan lagi-lagi, pembalap lain ditinggal tak lagi sekebon, tetapi sekelurahan! Maklum, 15 detik Bro! Rea ga bisa diharepin ngejar.. Pembalap setim Bautista pun juga tak bisa mengimbangi, masih di belakang Rea tipis malah.

Okelah faktor pembalap sampai sejauh ini bisa dikatakan yang paling menentukan. Namun Ducati Panigale V4R yang diperkenalkan di Milan Motorshow 2018 lalu juga bisa dibilang motor luar biasa. Tenaganya bahkan lebih besar dibandingkan V4 Panigale biasa yang berkapasitas 1103cc meskipun kapasitasnya tturun tak lebih dari 1000cc supaya bisa berlaga di WSBK. Ini sudah bisa diduga sih.. sebab memang sudah tradisi Ducati mengeluarkan varian R. Dan sungguh sudah lama banget kan Ducati tak juara dunia WSBK. Seri Panigale selalu gagale sampai hari ini! Terakhir Juara dengan 1098R dengan Charlos Checa di 2011!

20190303_154628

Mendapatkan power lebih besar dengan kapasitas lebih kecil bukan hal mudah. Namun, itu bukannya tak diperhitungkan. Ducati bukan mengurangi diameter piston alias bore yang tetap 81 mm, tetapi memperpendek langkah alias strokenya menjadi 84,4 mm. Hasilnya, mesin V4R jadi berkapasitas 998cc saja. Rpm pun meningkat 2250 rpm dibandingkan V4 standar yang mentok di 13000 rpm saja.

20190303_154358

Mesin V4R dengan putaran maksimal 15.250rpm ini sanggup menghasilkan 221 PS dengan torsi maksimum 112 Nm di 11500 rpm. Komponen mesin yang dipakai pun lebih ringan dibandingkan V4 biasa. Setang seher 100 gramm lebih ringan, materialnya yang terbuat dari titan tentu lebih ringan daripada setang seher V4 yang dari baja. Roda gila alias roda gendeng aka fly wheel aka kruk as pun lebih ringan 1100 gramm. Piston alumunium pun hanya dibekali satu ring piston untuk kompresinya.

Dengan racing kit plus knalpot Akrapovic yang ditawarkan extra, tenaga 234 PS di 15500 rpm membuat pembelinya benar-benar tak perlu pusing-pusing lagi mendongkrak tenaga Panigale V4R!

20190303_154303

Lihat tampilan V4R, wah dijamin langsung terpana. Fairing terlihat lebih minimalis desainnya, jadi lebih keren dibandingkan V4 biasa. Memang terlihat lebih gemuk, inilah justru yang jelas-jelas jebolan Ducati Corse dari MotoGP. Winglet jelas-jelas jadi ciri V4R, bisa dibilang ini motor superbike modern yang punya winglet carbon bawaan.

Lubang di samping fairing lebih mengalirkan udara untuk pendinginan mesin. Buat pembalap, wind shield V4R pasti lebih disukai karena lebih tinggi dan bisa lebih efektif menepis angin ke atas helm pembalap.

20190303_154335

Soal suspensi, wah sudah Öhlins yang jelas-jelas memang sudah untuk keperluan balap, mekanis dan bisa disetting sesuka jidat: Die NPX 25/30 di depan dan TTX36 di buritan. Lengan ayun alumunium pun punya 4 posisi ketinggian dengan masing-masing perbedaan hingga 2mm! Rangka pun dibuat lebih kaku dibandingkan V4. Tanki V4R dibuat dari alumunium, sengaja banget ga dicat malah hihi..

Soal velg, pastinya tetap Marchesini yang dibuat dari alumunium yang diwarnai hitam.

20190303_154214

Soal elektronik, ya Ducati salah satu yang terdepan lah: Bosch–ABS yang bisa aktif sekalipun menikung, Wheelie- und Tractionscontrol, Slide Control, Power Launch, Quickshifter (naik-turun) dan engine brake control. Riding mode pun ada 3, Race, Sport dan Street.  Di Cockpit ada TFT-Display 5 inci. Motor pun sudah dilengkapi pit limiter dan lap timer.

20190303_154222

Soal handling, karakteristik dalam menikung dan mengerem, motor berbobot full tank 193 Kg full tank ini dipuji-puji. RUAAAAR BIASAAA. Bagi penggemar Ducati sendiri, V4R mengobati kerinduan pada kopling kering yang lama menjadi ciri khas Ducati. Keunggulannya ya minimal oli lebih bersih karena tak terkontaminasi kanvas kopling hihihi..

20190303_154205 Soal feedback, motor ini dikatakan yahud. Di kecepatan tinggi, winglet pun jelas bukan untuk gaya-gayaan. Tekanan ke bawah alias down force di 200 Km/jam bisa mencapai 16 Kg, di 270 Km/jam bahkan setara 30 Kg! Tak heran, pembalap bisa lebih pede karena roda depan lebih betah di aspal yang otomatis membuat handlingnya lebih ada di kecepatan tinggi.

Masih banyak sih keunggulannya.. tetapi Blog Sesat sudah ngantuk wkwk…tetap sesat, tetap semangat!

sumber:

https://www.motorradonline.de/supersportler/ducati-v4-r-2019-im-fahrbericht-sensationelle-superbike-basis/