Kita lanjutkan cerita Thunder 125 pasang monoshock dan swing arm banana. Hari gini banyak kok yang jual swing arm variasi model beginian. Kebanyakan sih dijual buat motor baru macam Vixion dan CB150. Harganya terpantau mulai dari 750 ribuan sampai 1 jutaan. Untuk Thunder 125, tentu perlu ubahan lagi.

IMG-20190713-WA0009

Secara tampilan, modifikasi swing arm variasi plus monoshock Satria 120R yang totalnya makan duit 1.500.000 rupiah ini termasuk oke. Tampilan Thunder 125 yang jadul jadi terdongkrak modern. Ya dari motor santai jadi terlihat lebih buas, meskipun mesinnya jinak. Ya untungnya Thunder 125 ini sudah bore up jadi 150cc, jadi larinya sudah lumayan lah.

IMG-20190713-WA0014

Lengan ayun variasi ini jelas lebih panjang dibandingkan lengan ayun bawaannya. Tentu itu membawa konsekuensi untuk pemasangannya. Menurut adik saya, mata rantai perlu ditambah 3-4 mata rantai.

IMG-20190713-WA0013

IMG-20190713-WA0012

Dari coakan itu terlihat, memang lengan ayun ini bukan dibuat untuk Thunder 125. Bagian luar rantai tampaknya sedikit mengenai lengan ayunnya juga ya.. Ya perlu diperhatikan juga sih bagian yang tidak tertutup cat itu supaya tidak terkena korosi berlebihan. Ya itu sisi minusnya.

IMG-20190713-WA0010

Motor dengan modifikasi ini pun cenderung bertambah tinggi, ya karena lengan ayunnya lebih panjang. Sebenarnya bisa saja sih tingginya tetap kalau ketemu suspensi yang lebih pendek atau tergantung pengelasan bracketnya di rangka. Ya namanya modifikasi, tentu sesuaikan selera dan kemampuan. Kalau mau lebih jangkung, konsekuensinya standar samping dan tengah pun perlu dibuat lebih tinggi.

IMG-20190713-WA0008

Bagaimana kesannya setelah dipakai? Yang punya sih bilang puas, nurut dan anteng di tikungan. Ya wajar sih, kan monoshock. Apalagi lengan ayunnya lebih rigid dan panjang. Ya di tikungan jadi bisa senyum-senyum dikit merasa Alex Rins lah wkwk…

Ya semoga awet sih dengan performa oke ini. Sebab salah satu alasan modifikasi ini karena lengan ayun Thunder 125 dirasa terlalu mudah goyang akibat bos lengan ayunnya cepat termakan. Setelah beberapa kali ganti, akhirnya banting setir modifikasi monoshock deh..

Hmmm jadi tergoda mau memodif si Tiger Hitam juga nih… Ya sekarang kayanya lebih doyan motor poser haha.. mau ngebut masih seneng juga sih, tapi kadang ngeri.. Dan kepikiran, kalau sudah masuk wajib uji-uji emisi nanti, agak repot juga pelihara motor bermesin tune up ya…