Senang rasanya bisa kembali mengudara lagi. Ada 4 faktor yang membuat Blog Sesat hampir sebulan ini kesulitan untuk menyajikan jajanan di warung yang sudah doyong ini:

  1. Deadline yang makin menekan.
  2. Laptop yang super lemot untuk menulis artikel di WordPress, bayangkan kalau tiap kata hang beberapa detik!
  3. Lab Computer yang sekarang jauh, itu pun kadang dipakai untuk kelas.
  4. Ide dan kuantitas bahan menulis otomatis menurun dengan kendala-kendala di atas.

Namun, ada saja yang datang ke Blog Sesat meskipun tak ada hidangan baru, membuat karyawan Blog Sesat tersentuh. Kami coba mengupdate sedikit-sedikit ya. Alhamdulillah ketemu lokasi baru buat ngetik-ngetik di perpustakaan haha… Jadi, kendala nomor 2 dan 3 otomatis gugur!

2019-07-05-14-38-26

Wacana pembatasan umur kendaraan menjadi kegalauan sebulan belakangan ini. Bagi masyarakat yang tergantung dengan kendaraan yang ekonomis, ini tentu paling merisaukan. Maklum, pengeluaran kita untuk transportasi itu rata-rata terlampau tinggi. Ga mungkin kan kalau kerja, tapi penghasilan malah minus? Ya kalau mau polusi langsung turun drastis, Blog Sesat menyarankan penggratisan angkutan kota selama 1 bulan hihi… Dengan cara ini, masyarakat dibiasakan dulu naik kendaraan umum. Oh ya, kendaraan umumnya tentu harus ramah lingkungan juga ya, hybrid atau full elektrik lah.. kalau tidak sih sama aja bohong…

Cara ke dua, reboisasi besar-besaran. Mungkin 1/3 rooftop gedung-gedung Jakarta bisa diwajibkan tertutup tanaman. Nah, kalau begini, kan bukan rakyat jelata yang makin diperas hidupnya.

Cara ke tiga, pengadaan sepeda kota gratis! Jadi di tiap halte disediakan juga sepeda-sepeda milik pemkot. Jangan ribet pakai aplikasi segala lah… Anggap program amal wkwkwk… Hanya saja memang pengawasannya lumayan PR. Bisa dibuat pos-pos di perbatasan kota untuk mencegah sepeda dipakai meninggalkan kota. Dan tentu perlu biaya untuk menjalankan program ini. Tapi lebih bermanfaat kok untuk jangka panjang dibanding bikin hujan buatan.

Bagaimana dengan uji emisi? Ya boleh saja sih. Namun, di sini banyak kecurangan juga lho hihi.. Jadi jangan terlalu mengandalkan uji emisi. Jangan sampai hanya jadi alat pemerah duit juga. Dan jujur saja, emisi kendaraan tua kan perlu diperlakukan dengan adil. Ga mungkin disamakan dengan standard kendaraan sekarang yang sudah pada injeksi. Nah, ini jangan sampai jadi ladang wani piro?

Blog Sesat sebagai penggemar motor klassik sangat keberatan dengan uji emisi di tiap perpanjangan. Sebab kadang kita punya motor klassik dalam keadaan tidak hidup! Mahal juga lho untuk bisa menjaga kendaraan simpenan ini untuk bisa selalu hidup dan bisa dibawa jalan. Meskipun begitu, tetap taat pajak. Perlu dipikirkan juga untuk kendaraan yang berusia di atas 30 tahun misalnya, tak perlu harus cek ini itu sekompleks kendaraan yang relatif baru dan dipakai harian.

Semoga pemegang kebijakan bisa benar-benar bijak… Kendaraan antik juga bisa dilihat sebagai kebudayaan dan cagar budaya lho.. Perlu dipikirkan juga kelestariannya, dan memang perlu pengistimewaan hihihi…