You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

Kalau ada motor baru Suzuki dalam 3 tahun terakhir yang paling tak banyak memancing penasaran, maka malaikat juga tahu bahwa Suzuki Bandit 150 yang jadi juaranya…

Yup, bukan motornya jelek, tapi orang-orang juga sudah tau motor itu akan seperti apa, bahannya apa dan performanya bagaimana. Hal ini membuat euforia motor baru tak hadir di kehadiran motor yang mesinnya punya performa di atas rata-rata motor 150cc di Indonesia ini..

Okelah ini motor akan lebih ramah boncenger, namun buat rider, bisa dibilang biasa saja.. malah desainnya makin biasa, terlalu mirip tetangga sebelah. Nah, disinilah bisa dibilang keinginan modifikasi muncul.. Apalagi yang pada dasarnya memang senang motor..Bandit 150 standar bisa dibilang bertampang terlalu biasa, terlalu seperti motor pekerja..soal eksistensi seperti terkesampingkan.

Blog Sesat melihat, gaya klassik bisa diterapkan ke motor seharga 26 juta itu.

Modif bergaya Suzuki Katana tentu bisa meladeni gejolak modif gaya klassik. Namun, pr tentu terlalu banyak! Yup, mau modif jadi Katana terlalu banyak dana yang dikeluarkan. Perubahan juga banyak! Full body dan dobel shock tentu tak murah. Untuk harga motor selevel itu, hmm rasanya tak ada yang akan menempuh langkah ini.

Satu level yang lebih mudah tentu mengincar gaya Suzuki Katana modern… Namun, ubahan body masih tergolong banyak.. Duit minimal 5 juta harus ada di kantong untuk menguber tampilan Katana modern..

Nah, ini dia solusinya, cukup pakai bikini fairing ala Katana klassik! Lihat saja contohnya di Suzuki SV 650 X berikut ini:

S2 Concept aus Frankreich hat für die Suzuki SV 650X ein Katana-Umbau-Kit entwickelt.

Simple, tetapi kena banget kan? Murni komponen bolt on, tampilan motor langsung berlipat-lipat aura retronya, ya dari depan sih, dari samping nyaris tak terlihat retro, dari belakang jelas tak ada perubahan.

Zu haben ist das Kit für alle aktuellen SV 650-Modelle zu Preisen ab rund 700 Euro.

Ubahan seperti ini terbilang sangat mudah dan tak makan banyak waktu modifikasi dan biaya. Di Jerman saja, ada rumah modif S2 Concept asal Prancis yang menawarkan fairing ala Katana klassik untuk SV 650 X. Harga yang ditawarkan mulai 700 Euro saja. Itu untuk harga fairing plus lampu plus braket-braket lampu dan spidometer.

Zum Paket gehören ein Lampen/Instrumentenhalter, ein neuer Scheinwerfer sowie die Katana-Verkleidung mit Verkleidungsscheibe.

Kalau fairing dicat 1 warna perlu tambah 100 Euro, dan kalau warna disesuaikan dengan warna SV 650 X, tambahnya 200 Euro! Mahal? Catnya mahal sih, tapi untuk fairing plus lampu terhitung menarik tawarannya.

Di Indonesia, bisa banget nih diikuti untuk Bandit 150. Dengan kemampuan dan potensi builder Indonesia, sangat mungkin produk serupa diproduksi untuk Bandit 150. Bahkan harga yang ditawarkan sangat mungkin di kitaran 1 jutaan saja, bahkan tak sampai..

sumber:

https://www.motorradonline.de/zubehoer-teile-werkstatt/s2-concept-suzuki-sv-650x-katana-umbau.1035166.html?backlink=mrd-1035164

Iklan

Para penggemar motor tentu sudah tak asing dengan motor yang satu ini. Kehadirannya bisa dibilang lumayan menggemparkan. Maklum, Norton yang sudah lama padam semangat balapnya akhirnya kembali meluncurkan sebuah motor yang berani berduel melawan superbike yang ada sekarang, bahkan tak tanggung-tanggung, bisa dibilang material terbaik dengan konsep menawan ada di motor ini. Memang harganya relativ mahal, tetapi kalau dilihat dari apa dia dibuat, Blog Sesat menilai ini motor sebenarnya layak beli… Norton tak banyak ambil untung lah..

20180304_114617

Motor ini dijuluki „all British hypersports model ever“, Norton V4. Lumayan, nambah lagi kan satu pilihan motor V4. Buat yang jenuh dengan 4 silinder inline, konfigurasi V4 memang punya nilai lebih dalam hal torsi dan kelincahan motor. Jangankan untuk mereka, Valentino Rossi saja mulai melihat faktor V4 ini yang jadi pembeda babak belurnya Yamaha melawan Ducati dan Honda di MotoGP.

20180304_114820

Motor ini mulai dipasarkan sejak tahun lalu. Soal performa handling, tak perlu diragukan. Lihat kaki-kaki dan pengeremannya saja sudah jaminan mutu kan..

Soal rangka dan stabilitasnya, tak perlu takut jadi macam beli Norton dalam karung. Motor sensasional ini sudah ikut TT lho dengan pembalap Australia, David Johnson dan meraih tempat ke 7. Memang sih, mesin yang dipakai di TT mesin Aprilia RSV4 hehe.. Namun, mesin Norton V4 72 derajat dengan kubikasi lebih besar, yakni 1200cc, yang dibuat Norton dijamin tak kalah bertenaga. Norton menjanjikan 200 PS @12500 rpm! Bobot kosong motor pun hanya 179 Kg saja! Jelas cukup untuk berkompetisi dengan superbike-superbike terkini…

Mesin V4 1200cc ini dikombinasikan dengan rangka tubular yang dibuat mengikuti langkah moge balap pabrikan saingan senegaranya, yakni Triumph. Kalau kita biasa mendapati bahan rangka pipa tubular adalah besi baja, Norton beda. Mereka pakai pipa alumunium..hmm aneh juga kombinasi ini ya, sebab biasanya yang model alumunium kan model rangka ala deltabox.

Untuk kaki-kaki dan rem, Brembo dan Oehlins nongkrong di situ membuat motor ini tak perlu banyak cingcong untuk menunjukkan kualitasnya. Soal elektronik, Norton tak mau ketinggalan dengan kompetitor. Sistem IMU buatan Bosch mengatur semua perangkat pendukung elektronik motor yang dilahirkan dengan pengalaman 5 tahun belakangan di ajang Isle of Man ini.

20180304_114802

Yang lucu, yang ludes duluan justru versi mahalnya, yakni Norton V4-SS yang dibanderol 44000 Poundsterling. Versi mahal ini memang wow.. handmade, rangka kena poles, lengan ayun dari sebongkah alumunium solid yang kena sentuhan mesin CNC. Soal aroma karbon, ini motor abis-abisan. Tanki saja dibuat dari material yang mahal karena kekuatan dan bobot ringannya itu. Versi ekonomisnya, V4-RR yang dibanderol 28000 Poundsterling lucunya malah tak selaku yang versi SS.

Simon Skinner, sang designer, mengklaim, Norton V4 memang produk Inggris yang punya nama besar yang bisa disetarakan dengan produk luxus otomotif Inggris lainnya macam Aston Martin, Jaguar dan McLaren.

20180304_114837

Motor yang versi murahnya 33000 Euro ini mengincar biker Inggris sebagai konsumen potensialnya. Okelah menurut Blog Sesat. Ini motor performancenya dapat, nama besarnya dapat, handalnya juga dapat. Harga lebih murah dibandingkan Desmosedici, apalagi RC213V-S, tetapi performa di atas kedua motor MotoGP itu. Maintenance pun lebih murah dan eksklusifitas masih dapat, meskipun tak mungkin menyaingi motor MotoGP jalanan sih.. Namun, untuk kelas superbike massal, jelas, ini motor yang punya potensi jadi collector item.

 

20180304_114741

20180304_114733

20180304_114725

Gimana Bro? Puyeng lihat kombinasi carbon dan polesannya?

20180304_114648

Blog Sesat pun puyeng melihatnya langsung. Ini motor ga kalah lah auranya dibanding BMW HP4 Race..ya paling kalah di rangka yang tak pakai carbon.. Toh mesinnya V4, lebih berkelas secara karakter dan bunyi…

20180304_114656.jpg

Lengan ayun Proarm pun punya tampilan lebih oke dibandingkan BMW HP4 Race..

20180304_114440

Yang kurang oke di motor ini menurut Blog Sesat adalah lampu belakangnya yang terlalu sederhana, kaya ga perlu mkiri gitu bikinnya wkwkwk… Livery pun bisa dibilang tak ada.. Keren sih buat yang suka gaya minimalis, tetapi agak kurang berkarakter juga kalau badi full carbon sama sekali tanpa sentuhan warna…

Buat mereka yang ingin tampil beda tentu butuh motor yang mencolok tampilannya di jalan. Salah satu yang sering jadi pilihan adalah motor roda 3, ya tentu bukan yang 2 roda di belakang dan 1 di depan karena sebagian besar yang model gitu motor niaga atau untuk yang difable… Yang roda 2 di depan tentu lebih wow karena tekniknya terlihat canggih dan menawarkan sensasi riding yang tak didapat motor berdesain konvensional. Yamaha Niken bisa dibilang yang terkini dan punya performa mantebs… Namun, harganya tentu tak bisa dijangkau semua orang, apalagi kalau pajak moge sudah naik lagi nanti. Nah, solusinya yang terjangkau ada Yamaha Tricity.

Di Indonesia, Yamaha Tricity 155cclah yang dijual. Motor berteknologi LMW alias Leaning Multi Wheel ini ludes dalam waktu singkat setelah pertama kali ditawarkan di IMOS 2016, padahal jumlah yang ditawarkan 240 unit. Test pasar yang hanya 30 unit langsung ludes ibarat pelet dilempar ke kolam lele wkwk.. Sukses tes pasar pun diikuti lagi dengan mendatangkan 210 unit, itupun ludes.. Mau pesan? Harap sabar indennya, maklum motor CBU dari Jepang…

Nah yang Blog Sesat temui Yamaha Tricity 125cc. Lumayan juga tampilannya.. Motor 1 silinder 4 tak OHC 2 klep berkapasitas 124,8cc ini punya tenaga yang lumayan juga. Meskipun kapasitasnya kecil, tenaganya diklaim sampai 12,2 PS @9000 rpm dengan torsi maksimum 11,7 Nm @7250 rpm. Kenapa lumayan besar? Ya kan biasanya mesin 125cc paling tenaganya ada di kitaran 9 PS.

20180304_125334

Tentulah perlu tenaga extra, sebab rodanya kan di depan ada dua. Tentu beban extra untuk motor dan juga berat lebih sebagai konsekuensi front end depan model begini. Bobot doi pun sudah setara motor 250cc, yakni 164 Kg!

20180304_125429

Yamaha menjual motor roda 3 ini seharga 4495 Euro. Lumayan mahal sih..tapi Yamaha R125 lebih mahal dengan banderol hampir 5200 Euro hihi..

Memang menarik juga ya si Tricity 125. Namun, pas lihat Yamaha Niken, kesan eksklusif dan modern Yamaha Tricity langsung pudar wkwkwk…

20180304_124835

Ini motor yang bersejarah bagi BMW dan bagi Blog Sesat. Sampai hari ini, Blog Sesat mengklaim sebagai orang Indonesia pertama yang duduk di atas jok BMW S 1000 RR wkwkwk…. 19 Juni 2009…

Kedigdayaan mesin BMW S 1000 RR langsung merontokkan para pesaingnya. Motor kategori hyperbike pun dalam kondisi sama-sama standar bukan lawannya. Dengan spek standar, doi sanggup digeber drag 402 meter di kepala 9 detik! Buat kebut lurus, ini motor langsung jadi favorit, bahkan sampai sekarang.

Namun, bisa dibilang selama ini tak ada perubahan berarti. Di WSBK pun jelas tak berkembang semundurnya BMW dari ajang itu. Ajaibnya, masih aja ada yang pakai hihi.. Jordi Torres tahun lalu mengakui, secara mesin, BMW S1000RR top, tak ketinggalan dibandingkan motor-motor yang terus serius dikembangkan pabrikan lainnya, tetapi ini motor punya kelemahan dan karakter yang aneh. Jika mengerem terlalu dini, motor tak tenang masuk tikungan, jika direm sedekat mungkin dan telat, lap time juga tak membaik. Menurut pembalap yang pernah podium dengan Aprilia RSV4 ini, BMW punya karakter yang merugikan.. Motor relatif nyelonong di tikungan..

Pembalap Spanyol yang sempat merasakan MotoGP ini terpaksa harus menikung lebih rebah menggunakan S 1000 RR dibandingkan kompetitor. S 1000 RR pun lebih betah rebah, tak bisa seperti kompetitor yang bisa seminim mungkin rebah, kemudian langsung ditegakkan dan digas.. Ya intinya, masalah rangka adalah masalah utamanya..

Hmmm barangkali kalau sudah ketemu formulasi rangka yang tepat, jangan heran bisa menyusul kesuksesan Kawasaki ZX-10R. Ingat kan, ZX-10R itu diduga keras pakai formula rangka Hayate yang sempat digeber Melandri dan sanggup ada di papan tengah MotoGP. Dan memang Kawasaki bukan dikenal lagi sebagai motor dengan power terbesar, tetapi yang paling matang secara keseluruhan. Tak heran dominasinya sudah berjalan 4 tahun ini.

Bagaimana melihat S 1000 RR baru ini? Lumayan jelasnya, apalagi setelah gambar patennya dari kantor paten di Cina sudah tersebar.

Dari samping masih ada karakter S 1000 RRnya, masih ada sirip hiu yang dipertahankan. Namun, dia tak lagi picek! Filosofi asimetris ditinggalkan BMW di sisi head lamp. Malah menurut Blog Sesat, tampilannya mirip TVS 310 ya haha…

Buntut belakang pun berubah. Ada unsur Yamaha R6, tetapi kental juga desain Ninja 250 lama wkwk… Fairing dan velg juga mengingatkan kepada Yamaha R6. Lengan ayun S 1000 RR 2019 juga mengingatkan pada miliknya Yamaha R1 generasi awal crossplane crankshaft.

MOTORRAD-Redakteur Stefan Kaschel schrieb 2017 noch zur Front, dass sie etwas an die Scheinwerferpartie an die erste Yamaha R1 mit Crossplane-Konzept (2009) erinnere.

Konfigurasi knalpot tetap 4-2-1. Dari bocoran, bunyinya ada perubahan. Muncul dugaan, mesin yang tetap tak sampai 1000cc 4 silinder itu juga menganut crossplane. Untuk tenaga puncak, dikabarkan meraih 200 PS. Ya ga wow lagi untuk zaman sekarang…

Das sind die Renderings, die das chinesische Patentamt veröffentlicht hat.

Rangka yang digunakan dikatakan mirip Ducati yang mengandalkan mesin sebagai bagian terintegrasi dengan rangka. Ya wajar, BMW perlu menghemat bobot. Bobotnya yang sampai 214 Kg perlu diet 14 Kg agar sampai di level motor-motor superbike teranyar…

Gimana Bro? Naksir? Ambil TVS 310 RR aja..ga rugi deh wkwk.. mirip-mirip kok..

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/bmw-s-1000-rr-modelljahr-2019.1027904.html?backlink=mrd-1027914#gallery-1

20180304_123903

Buat penggemar mesin V4, pilihan yang ada di pasaran saat ini lumayan ada, meskipun tak bisa dibilang banyak. Setelah sebelumnya ada RSV4 saja, kini Ducati juga sudah punya V4 juga yang harga jualnya ekonomis. RCV213S mah ga usah diomongin ya, itu kan ga niat untuk dijual benar-benar massal hehe…
Kini kita kenalan dengan RSV4 RF yang sedikit lebih mahal dibandingan Panigale V4!  Motor ini dibekali mesin 65°-V4-Zylinder-4 tak, 4 klep per silinder DOHC berkapasitas 999 cm³ dengan konfigurasi bore dan stroke 78,0 / 52,26 mm.
Mesin berkompresi 13,5 : 1 sanggup mengeluarkan tenaga 148 kW (201 PS) @13.000 rpm dan bertorsi maksimal 114,6 Nm @ 10.500 rpm.
Tenaga ini lebih kecil dibandingkan Ducati V4 yang sampai 214 PS. Namun, ingat, Ducati kan kapasitasnya 104cc lebih besar… curang wkwk…
Bobot si cantik asal Italia yang setia dengan desainnya yang itu-itu aja berbobot 204 Kg. Kapasitas tanki standar lah, 18 liter. Cukup untuk dipakai balap bagi motor yang butuh 7 liter bensin untuk menempuh 100 Km.
20180304_124026
Soal setting, mungkin ini motor masih bisa dibilang rajanya setting. Suspensi depan belakang Oehlins sudah jadi jaminan performa maksimal. Yang doyan setting, tentu paham… Kalau masih seperti RSV4 generasi pertama, ini motor pun bisa diubah-ubah sedikit posisi mesinnya. Pastinya jadi senjata extra untuk mempertajam waktu dibandingkan sebatas mengandalkan setting suspensi dan elektronik.
20180304_124003
Soal pengereman, wah ada Brembo yang tak perlu ditanya lagi kualitasnya. Di depan ada dobel cakram floating berdiameter 330 mm yang dikawal kaliper radial Brembo monoblock M50. Di buritan pun dari merk yang sama yang mengawal cakram 220 mm. Soal kabel rem, sudah pasti yang sudah lapis kawat baja.. Soal rem, tak terbuka ruang untuk mengeluh…
Soal elektronik, ini salah satu motor pionir elektronik canggih. Doi pastinya punya ABS, tetapi yang ini race ABS dengan 3 mode settingan. Kalau mau menikung sambil mengerem, race ABS ini membuat langkah riskan itu jadi aman… Buat yang ga doyan main aman, race ABSnya bisa dimatikan kok..
perangkat lainnya macam multi mapping untuk mode sport, track dan race pun tersedia. Traction control, wheelie control, launch control, cruise control, pit limiter, quick shifter untuk naik dan turun gigi, ada semua…
20180304_124103Yang lucu melihat pelumas rantainya ya.. Saya jadi ingat hama di daun jambu biji haha… putih-putih gengges gitu..
20180304_124144
BAn belakang pun bisa diganti dengan 3 pilihan ukuran.. bisa pakai 190/50, 190/55 dan 200/55 ring 17.
20180304_124213
Knalpotnya dari sananya sudah pakai Akrapovic.. Wah, saya malah jadi ingat kasus si itu tuh…wkwk…
20180304_124040
Gimana Bro? Minat???

Judul yang provokatif? Ya bisa jadi..tapi jujur begitulah yang terlintas di kepala saat melihat Yamaha Niken. Namun, setelah membaca performanya, pendapat ini mulai goyah hehe..

20180304_125136

Yamaha Niken diperkenalkan Yamaha di Eicma 2017 lalu dan bisa dibilang mendapatkan sambutan meriah.

Soal mesin, Yamaha mencangkokkan mesin MT-09 yang dikenal asoy torsinya dan membuat MT-09 jadi fun bike yang laku keras. Yang hobi wheelie, dijamin bahagia kalau memiliki MT09. Tentu ada pembedaan dengan basis mesin MT-09, misalnya flywheel yang lebih berat.. Maklum saja, ini motor roda 3 kan lebih berat, sampai 263 Kg Bro!

Keistimewaan Niken tentu di sektor depannya yang mengandalkan multi leaning wheels. Nikung 45 derajat sampai gasruk footstep depannya terbukti sangat mudah dan tak perlu takut kehilangan grip ban depan..

20180304_124950

Raja nikung! Grip ban depan luar biasa.. Inilah yang menjadi sensasi utama mengendarai Niken. Untuk sampai seenak ini, Yamaha perlu waktu banyak dalam pengembangannya. Buat ngerem dan jalan bumpy pun Niken dinilai stabil..

20180304_125204

Yang istimewa di Niken memang sektor depannya. Menyaksikan sendiri 4 buah suspensi up side down itu memang wow banget ya.. Keren, sangar, tetapi kebayang kalau servis lebih mahal…Dan kalau sampai banbrak, amit-amit pasti biaya perbaikannya.

20180304_124959

Kehebatan Niken yang awalnya saya kira sebatas tampilan saja ternyata salah. Motor ini dinilai lincah, tak berasa beroda tiga dan mudah bagi rider untuk beradaptasi. Pembagian bobot motor yang 50:50 di bagan depan dan belakang saat diduduki rider membuat motor ini menawarkan stabilitas oke. Ya terutama tentu di sektor depan.. Ada rasa percaya diri extra yang diberikan dobel ban di depan ukuran 120/70 ring 15.. Kalau ada kehilangan grip, maka cepat kembali itu grip.. Risiko low sider sangat diminimalisir. Ya wajar gripnya asoy, kan 2 kalinya motor konvensional..

20180304_125101

Di belakang, ini motor yang konvensional.. Hmm kalau dibuat dengan gardan tentu lebih menarik ya.. Tapi rasanya yang sekarang tergolong sudah oke. Sebab pembuatan gardan lebih rumit dan harga motor jadi melejit. Yang sekarang saja harganya sudah nyaris 15000 Euro, ya sudah selevel lah dengan motor-motor superbike.

Riding modus pun sudah ersedia dalam 2 pilihan dan bisa juga dinonaktifkan. Peranti selip kopling pun sudah tercangkok demi stabilitas ketika berdeselerasi menurunkan gigi saat memasuki tikungan.

Meskipun bukan motor bergenre balap, untuk pindah gir ke atas tak perlu mengaktifkan kopling lagi.. Hmmm, lumayan lah untuk kompensasi mesin MT-09 yang dirasakan kurang nendang untuk mendorong motor 263 Kg ini.

 

20180304_125042

 

Gimana Bro? Minat? Menarik juga sih..

20180304_124835

Namun, ya buat Blog Sesat, ini bukan motor impian hihi.. Terlalu mencolok dan desain futuristis memang bukan dambaan Blog Sesat. Lebarnya doi juga bakal menyulitkan untuk penggunaan di jalan macam di Jakarta.

20180304_125141

Ya meskipun kemampuan di tikungan yang katanya sensasional dan lebih baik cukup menggiurkan juga..

Triumph Thruxton 1200 memang bisa dibilang motor idaman pencinta gaya klassik-racing. Ini motor real cafe racer dengan kemampuan yang ga bakal malu-maluin. Naik ini motor, kelas sosial di jalan dijamin naik. Untuk jalan raya, motor 600cc 4 silinder bakal dibuat keteteran… Kalau 650cc 2 silinder sih ditinggal jauh…

20180304_111318

Kurang keren? Masih ada Norton Thructon 1200R. Intinya ini versi lebih racynya Thruxton 1200. Menang di garpu depan USD Showa, kaliper monoblock, cakram dan master rem Brembo plus knalpot Vance & Hines. Secara tampilan, pakai bikini fairing dan sabuk tanki plus polesan-polesan lainnya…

20180304_111204

Masih kurang elit? Ada Norton Commando 961. Secara merk jelas lebih keren. Secara desain, ya bisa diperdebatkan. Buat yang cinta cafe racer, ini bisa dibilang yang topnya di pasaran saat ini. Ya walaupun menangnya secara kasar dibandingkan Thruxton R mungkin hanya di suspensi depan yang berani pakai Öhlins, sementara Thruxton R berpuas diri dengan Showa. Sisi lainnya ya selevel lah..

20180304_114519

Norton bisa dibilang desainnya lebih racy, lebih unik, lebih radikal.. Spatbor depan pun menjual carbon look..ya bukan sebatas look, itu carbon beneran..

Memang sih kelihatan lebih racy, tetapi mesinnya bisa dibilang lebih baik Triumph yang kapasitasnya lebih besar dengan 1200cc. Norton hanya membekali Commando dengan mesin 4 tak twin berkapasitas 961cc. Sesuai kapasitas juga, tenaganya hanya 78PS, bakal tertinggal dengan Triumph yang punya tenaga 97 PS.

20180304_114541

Oh ya, Blog Sesat sarankan ambil Triumph saja.. Sebab dengan 14.800 Euro sudah dapat Triumph Thruxton 1200R. Kalau mau lebih murah lagi tentu yang tanpa R di belakang 1200nya hihi.. Bukan kenapa-kenapa, sebab Norton Commando 961 dilego di 22.300 Euro! Jauh benar bedanya…

Mending sisa duit hampir 8000 Euronya dibelikan banyak computer dan dilengkapi Norton Antivirus, sewa ruangan di dekat kampus, buka rental komputer, fotokopian dan jilid hehe…

Motor yang disuka pecinta klassik dan sekaligus pencinta racing tentu tak banyak. Nah, Thriumph Thruxton 1200 R ini salah satunya. Harga yang 14.800 Euro BLogSesat anggap murah untuk sebuah motor yang menyajikan konsep istimewa, pengerjaan extra rapi, detailing oke plus punya performa balap. Harga ini masih di bawah harga motor superbike 1000cc lho.. Ya hitungannya murah.. Apalagi kalau lihat parts yang terpasang.. Ini motor keren dijadikan pajangan, punya potensi dijadikan investasi, kencang di sirkuit, dan bisa bebas dari boncenger hihihi.. Selamat menikmati…

20180304_111812

20180304_111955

20180304_111227

20180304_111623

20180304_111632

20180304_111221

20180304_111644

20180304_111655

20180304_11173620180304_11172820180304_111716

20180304_111851

20180304_111754

20180304_112059

20180304_111706

20180304_112111

20180304_111837

20180304_111204

Paham kan Bro..kenapa Blog Sesat bilang Royal Enfield (RE) keren, tapi pas lihat Triumph langsung lupa tuh RE hihi…. Dan Thruxton 1200 R bisa dibilang salah satu motor klassik retro terbaik yang ada di pasaran.. Ya ada Norton memang, tapi Triumph bisa menawarkan dengan harga yang lebih ekonomis.. Namun, seekonomis-ekonomisnya, soal detail dan kualitas tidak ada yang perlu dipermasalahkan.. dream bike nih…

Sehabis melihat-lihat Royal Enfield Continental GT 650 dan Interceptor Twin 650, Blog Sesat berjumpa dengan Triumph Thruxton 1200 yang membuat Crew Blog Sesat lupa pada kedua motor tersebut di atas wkwk.. Ya biarkan foto berbicara:

20180304_111318

20180304_111011

20180304_111050

20180304_111453

20180304_111507

20180304_111326

20180304_111345

20180304_111523

Ini motor dipakai harian bakalan asik banget.. tapi duitnya huhuhu…Harganya yang sekitar 2x kedua motor tersebut di atas membuat saya berpikir: tapi ku bukan raja..ku hanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki para sang raja… Baiklah, daripada dengar RIF, kita dengar kata Bondan feat fade2black: Ya sudahlah…….

20180304_111031

Dulu kita sempat bahas motor pendahulu Continental GT 650 Twin ini, yakni Continental GT, sebuah motor cafe racer keren dengan harga terjangkau.. Ya meskipun terjangkau,pemerhati motor menganggapnya terlalu mahal setelah melihat langsung dan menjajal motornya. Blog Sesat yang melihat langsung dari dekat dan mencoba riding positionnya pun menemukan banyak kekurangan yang membuat ilfeel, monggo dicek:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/08/04/ketemu-royal-enfield-continental-gt-impian-yang-tak-lagi-jadi-impian/

20180304_103707

Nah, kini RE mengeluarkan Continental GT 650 Twin.. Tentu makin mendekati Triumph sebagai motor impian banyak bikers.. Nah, impian itu jadi lebih mudah terwujud tentunya dengan harga yang jauh di bawah Triumph.

Soal permasalahan harga, terutama di pasar Indonesia, coba cek lagi ke sini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/11/10/continental-gt-650-dan-interceptor-int-650-dalam-kacamata-blog-sesat/

20180304_103738

Bagaimana sekarang kesannya setelah melihat dari dekat motor bermesin  4 tak twin 648cc ini? Ada kemajuan Bro! Secara kualitas pembuatan ada peningkatan signifikan. Tak hanya lebih keren saja dengan mesin lebih besar yang bisa menghasilkan  tenaga 47 BHP @7100 rpm ini, tetapi kualitas pengerjaan motor berbobot 198 Kg ini jelas terlihat lebih rapih.

20180304_103758

Daya tarik uramanya tentu di mesinnya yang jadi Twin.. Tak lagi big single yang terkenal menggetarkan sendi-sendi itu haha..lihat spionnya getar pas digeber saja sudah kebayang kan betapa gelinya naik Royal Enfield. Entah tapi yang twin ini bagaimana getarannya.. Yang pasti secara tampilan, sudah gahar.. Cat pun terlihat lebih tebal dan mengkilat dengan sticker yang lebih terlihat tak murah..

20180304_103810

Kemajuan pesat ada di knalpotnya, part yang sangat bikin ilfeel di generasi sebelumnya. Kali ini knalpot mengambil dari vendor S&S, rapih, tak ada lagi bekas las-lasan yang ditutup dengan cat dengan cara dikuas wkwk…

20180304_103823

Kabel-kabel pun terlihat lebih rapih.. Meskipun masih agak deg-degan melihat soketnya.. Ya jangan coba-coba semprot steam ke arah situ lah..bisa-bisa injeksi ngadat dan sang pemilik hanya bisa teriak NEHIIIII…

20180304_103840

Bagian komstir.. Hmmm masih kurang enak dilihat, tapi okelah…

20180304_103914

Nah, bagian tanki terlihat jauh lebih elegan dibanding versi pendahulunya. Tanki berkapasitas 12,5 liter ini makin terlihat tebal pernisnya dengan sticker yang lebih oke secara estetika. Kesan sticker abang-abang di versi sebelumnya berhasil dihapus.

Oh ya, dibandingkan versi Interceptor 650, versi Cafe racer ini lebih ringan 4 Kg! Lumayan ya untuk basis motor yang sama. Yang lucu, posisi duduknya malah dibuat lebih rendah, hanya 790 mm, padahal versi Interceptor yang naked touring bike sampai 804 mm. Mungkin ini cara Royal Enfield membuat rider lebih relax posisi duduknya meskipun setang posisinya lebih rendah. Toh keagresifan untuk bisa menikung motor lebih cepat dengan posisi tinggi jok yang tinggi tak diperlukan di sini. Ini kan hanya Cafe Racer buat gaya-gayaan hehe.. Ya Kencang sih kalau bandingannya motor 250cc di Indonesia..

Untuk pengereman, tentu sudah ABS demi menggapai standar Euro4. Rem kerjasama Brembo yang diproduksi di India pun dipercaya, apalagi kalau bukan Bybre alias By Brembo.. Ya semerk lah dengan master rem Suzuki GSX 150 series di Indonesia hihi…

Untuk memenuhi tuntutan kualitas pasar Eropa dan menaikkan kualitas handling, Royal Enfield mempercayakan velg ring 18 dibungkus Pirelli, produsen ban yang menyediakan ban bagi motor-motor yang berlaha di WSBK.

Di Indonesia berapa harganya ya? Menarik juga nih diincar secondnya hehe…

tersesat muter-muter

  • 2.113.836 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Keindahan Sayap A380-800
arieslight pada 10 Tahun Blog Sesat
arieslight pada Modifikasi Suzuki Bandit 150 T…
arieslight pada Akhirnya Naik A380-800
Roy pada Keindahan Sayap A380-800

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan