You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

Yang mengikuti proses pembuatan telor asin tanpa pengalaman dan ilmu yang jelas di Blog Sesat mungkin gemez, kesannya kok buang-buang waktu ya hihi.. Sebenarnya saya tak buang-buang waktu, apalagi waktu untuk menunggunya jadi.. ya tau-tau jadi haha..

Yang generasi pertama, rasa asinnya setipis halusinasi..sulit untuk mengatakan kalau telur benar-benar asin. Generasi ke-dua, jelas ada perbaikan. Asinnya berasa setelah jumlah garam saya lebihkan dan waktu tunggu sedikit lebih lama. Namun, asinnya belum seperti telor asin di level pedagang.

Nah, bagaimana generasi ke-tiga yang pakai digosok dulu kulit telornya dengan spon cuci piring, ditambahkan lagi garamnya, diganjal spon hingga memastikan telor benar-benar terendam air dan ditunggu kira-kira 4 minggu. Ini dia hasilnya:

20171020_224431-1

Jelas asinnya haha..yes.. lumayan, kalau-kalau dipetjat, saya bisa iseng-iseng bikin dan jualan telor asin ya.. Apalagi kalau saya labeli TÜV, ISO N90N0, Ariesesat Industries, Cutting Edge German Technology wkwk…

*Ga bisa bikin roket, bisanya bikin telor asin (hiks…)

Iklan

Wacana motor listrik memang masih hangat, tetapi nampaknya masih belum jadi sesuatu yang massiv ya.. Bukan apa-apa, karena memang masih dilihat sebagai alternatif saja dan sebuah keadaan yang mendesak. Keunggulan dalam soal biaya sebenarnya cukup menggiurkan, tetapi belum cukup kuat untuk menjadikannya sebagai alasan sepenuhnya meninggalkan motor konvensional.

Blog Sesat dengan metode terawang gaib memandang konsep yang ditawarkan perlu dibedakan! Jangan dibenturkan langsung dengan motor konvensional. Justru diperlukan kejelian untuk mentjiptaken pasar…pasar bisa diciptakan jendral hihi…

Dan Blog Sesat memandang E-Bike sebagai pasar! Sebuah jembatan antara sepeda dan motor! Apa keunggulan E-Bike? Jelas…ringan, mudah dioperasikan, dan bisa tak tergantung sumber energi listrik. Kalau ga nemu colokan, ya dikayuh saja! Dan enaknya lagi, sampai saat ini, E-Bike tak perlu bayar pajak wkwk.. Rasanya, 1 rumah tangga punya 1 E-Bike bukan hal yang sulit. Hanya saat ini satu halangannya:

20171016_153814

Harganya ga ada yang harga mahasiswa! Lebih mahal dibandingkan GSX-R125 atau Yamaha N-Max125 dan X-Max125! Itu bikinan Kreidler Bro..punya nama jaminan mutu lah.. perangkat dinamonya pun buatan Bosch, makanya soal kualitas tak perlu disangsikan.

Namun, ya tetap saja harganya ga banget! Memang saat ini belum terjangkau ya..tapi keadaan bisa berubah kalau industri E-Bike ini semakin besar! Apalagi kalau sampai ada daerah yang tidak boleh dilalui motor, tetapi bisa dilalui sepeda, wah, E-Bike bisa laku keras..

20170304_103438

Gixxer 1000 anyar di atas kertas memang menjanjikan, dan terbukti sudah di berbagai ajang balap superbike nasional dan regional. Prestasi terbaiknya mungkin bisa dibilang tahun ini menjuarai Isle of Man Senior TT di tangan selangkangan Michael Dunlop!

Kalau melihat sejarah, juara Senior TT di Isle of Man jelas sangat bergengsi dan menaikkan pamor sebuah motor dan merk pabrikannya. Dulu, bahkan Honda yang menempuh cara ini. Karena di Jepang sendiri setelah PD II kalah dibandingkan Yamaha yang mengandalkan 2 tak, Honda potong kompas untuk jadi juara. Buat Honda, juara dunia ya juara di Isle of Man, buat apa juara di Jepang saja. Lucu juga ya, logikanya aneh.. Kesannya lebih gampang juara Isle of Man dibandingkan jadi juara nasional. Ya, ini tak lepas dari keinginan Soichiro Honda yang tetap ingin mengandalkan mesin 4 tak. Eiits, kok jadi ngomongin Honda, Kita balik lagi ke pabrikan yang awalnya produksi mesin tenun, Suzuki!

20161008_145413

Nah, juara Isle of Man memang gengsinya tetap edan! Namun, Isle of Man itu imagenya yang menang pembalap jago, bukan motor hebat! (Ini hasil survey Blog Sesat dengan metode lethal counting on the sky).  Kalau mau mendunia dan diakui motornya, ya harus juara WSBK! Kawasaki sedang asik-asiknya di WSBK! Namanya naik daun tidak terkira.. ZX-10RR pun dilabeli motor juara. Pertanyaannya, apakah Jonathan Rea yang sudah juara 3x berturut-turut WSBK dan mencetak sejarah jadi dianggap legend dan skillnya tak terkalahkan??? Rasanya tidak ya..

Nah, kalau kuota banyak, coba tonton video duel motor superbike MCN itu. Hasilnya mungkin mengejutkan haha… Kita fokus ke Gixxer ya. Di video itu, Gixxer hanya di posisi ke-4! Padahal untuk akselerasi 0-100 juara! Satu-satunya yang bisa di bawah 3 detik untuk 0-100Km/jam! Tepatnya hanya butuh 2.99 detik meninggalkan BMW S1000RR di posisi ke-2 dengan 3.10 detik! Untuk drag 402 meter, Gixxer 1000 juga numero uno, bisa di bawah 10 detik! Gixxer 1000 mencatatkan 9.98 detik, dan tempat ke-2 S1000RR dengan 10.10 detik! Artinya, secara akselerasi, Gixxer memang seng ada lawan!

Apa kelemahan Gixxer sehingga tak juara di test itu? Untuk performa, top speednya paling rendah rupanya dibandingkan superbike Jepang lainnya! Untuk power, doi tak sedahsyat klaim pabrikan… R1M dan ZX10RR masih lebih besar! Di sini, Suzuki hutang budi pada Honda yang powernya masih lebih rendah, bahkan terendah dibandingkan semua kontestan! Tapi tetap Honda juara test keseluruhan..memang, bagaimanapun juga, Honda lebih unggul wkwkwk…

Kelemahan Gixxer lainnya adalah pengeremannya yang paling buruk dibandingkan semua kontestan! Hmmm.. padahal sudah Brembo ya hihi.. namun, katanya paling ga gigit! Entahlah, harus dilihat lebih rinci lagi sih speknya, merk sama-sama Brembo, tapi tipe belum tentu sama kan…Gixxer juga ga juara karena dinilai mahal.. Malah CBR1000RR yang dianggap paling ekonomis harganya. Enaknya, lihat sendiri videonya, sekalian latihan bahasa Inggris hihi…

Blog Sesat sendiri merasa gemezz ingin melihat Gixxer 1000 ini turun di WSBK, meskipun ga optimis-optimis amat bisa langsung bertarung di podium sih, ya berkaca dari CBR1000RR dan R1M lah.. Namun, WSBK harus dijajal, apalagi tahun ini di MotoGP bisa dibilang sebagai tim paling mundur! Ianone pun kalau disurvey bisa dibilang pembalap tergagal hihi.. suksesan Lorenzo malah! Benar-benar pupus harapan, apalagi sempat diprediksi lebih buas dari Vinales..

Oke, gitu dulu Bro.. semoga Gixxer bisa turun lagi dan sesukses zamannya Troy Corser, Max Biaggi dan Max Neukirchner geber superbike asal Hamamatsu ini!

Image result for motorklassikku ninja250

Penjualan Kawasaki Ninja 250R dua bulan belakangan ini kembali memuncak. Yamaha R25 dan CBR250RR dengan teknologi yang lebih canggih, power jelas-jelas mempecundangi Ninja 250, handling lebih lincah dibandingkan Ninja 250, harga bahkan terhitung ekonomis dibandingkan Ninja 250, desain lebih modern dan bengkel jauh lebih banyak, semua itu tak bisa menundukkan penjualan Ninja 250 setelah masa-masa bulan madu produk sayap kepak dan garputala berlalu.

Blog Sesat melihat ada banyak faktor, kami kasih 10 sajalah hihi…

1. Desain dan Ukuran!

Jujur, siapa yang paling besar dan memberikan aura moge? Ninja 250 kan? Yamaha R25 dan CBR250RR yang berkiblat ke desain Ducati justru malah terlihat kurang elegan! Yang suka desain modern memang suka, tetapi lebih mengincar anak muda yang agresif. Mereka-mereka yang lebih matang, melirik Ninja 250R. Masalahnya, yang matang itu yang lebih megang duit hihi…

2. Nama Besar

Naik Ninja! Itu jauh lebih menjual dibandingkan “Naik CBR” atau Naik R25″. Hmm mungkin seperti: “Naik Mercy” atau “Naik BMW” dibandingkan “Naik Audi” atau “Naik VW”. Meskipun semuanya asal Jerman dan setara, bahkan Audi punya produk lebih mahal, nama Mercy dan BMW sudah punya nama besar.

3. Karena Bukan Dirakit di Indonesia?

Percaya atau tidak, R25 dan CBR250RR yang dirakit di Indonesia lebih tidak menjual dibandingkan Ninja 250 R karena Ninja rakitan Thailand. Nasionalisme masih nomor sekian kah???

4. Variasi dan Parts

Buat yang doyan modif, faktor ini penting banget Bro… Menggulingkan Ninja tentu sesulit menggulingkan Yamaha Mio hihi..

5. Power Paling Kecil di Kelasnya

Yup, justru karena powernya paling kecil dan sudah terbukti kalah performa standardnya, naik Ninja 250 R tak butuh kebut-kebutan nguber R25 ataupun CBR 250RR. Hidup jadi lebih santai wkwk…

6. Bengkelnya Dikit!

Kesannya, Ninja 250 awet! Jarang ke bengkel!

7. Tidak Dijual Bebas!

Karena dealernya dikit dan tak buka stand di mana saja, kesan eksklusif pun terjaga..

8. Efek Sinetron!

Suka gak suka, jelas ini mempengaruhi demand!

9. Bebas Isu Recall

Dibandingkan R25 da kasus yang belakangan menimpa CBR250R, Kawasaki Ninja 250 terkesan bebas problema..

10. Secondnya Tetap Ludes

Banyak kan kabar tentang ini di berbagai media? Risiko membeli Ninja 250 pun menurun karena potensi dijualnya lebih mudah dan harga relatif bertahan.

Kabar ini buat kita tentu ga ngefek hihi… Kecuali Bro punya R NineT ya. Motor yang tergolong motor bermesin “kuno” BMW , tetapi jitu konsepnya dan didandani plus diberi tampilan wah ini tergolong varian laris manis! Tak heran, mesin yang tadinya ingin dipensiunkan sekarang malah dikembangkan variannya, bahkan bisa dibilang varian R NineT yang variannya paling banyak!

IMG_20160909_192156

Motor yang telah terjual 31.100 unit ini dinilai ada ketidakberesan pada poros lengan ayunnya yang berisiko membuat lengan ayun jadi godek. Ketidakstabilan ini tentu tidak nyaman dan bisa merusak nama baik BMW. BMW akan mengecek bos lengan ayun, membersihkan dan mengganti baut lengan ayunnya.

20160903_201022

Oh ya, recall ini hanya ditujukan ke versi R NineT asli hihi..maksudnya bukan yang turunannya seperti versi Scrambler, Urban GS dan Racer. Versi-versi turunan ini aman karena bagian bermasalahnya bukan diproduksi vendor yang sama dengan yang menyuplai versi R NineT pertama.

Nah, mari kita pedekate dengan Brixton BX 125 R dan varian cafe racernya. Bagaimana tampilan motor 125cc tampilan ala rumah modifikasi, nama british, lampu-lampu LED, injection, tetapi harganya setara bebek ini?

20170304_110839

Jujur pertama melihatnya saya cukup terpukau. Kualitas cat terlihat tebal dan keberanian memakai spatbor depan belakang besi chrome menaikkan harganya di mata saya. Selain itu, knalpotnya juga chrome.. jelas lebih berkelas ketimbang knalpot motor sekarang yang hanya dicat gelap!

20170304_110919

Mesin pun terlihat lebih sangar dengan dicat gelap, lebih ga menonjolkan mesinnya yang sebenarnya kecil dan ga gagah sama sekali hihi..  Knalpot pun untuk versi BX 125R diwrap, kesan custom makin ketara.. Agak-agak Harley gitu kesannya hehe..

20170304_111013

Kaki-kaki pun tak kalah mumpuni. Suspensi terlihat gemuk, tetapi kesan klassik dikeluarkan dengan lengan ayun pipa dan tutup rantai terbuat dari logam. Velg hitam dan ban lebar semi scrambler pun meningkatkan kegagahan motor yang ukurannya sebenarnya mini ini…

Desain lampu, setang dan spion pun tak perlu diprotes, custom banget lah… Jok pun terlihat tebal dan nyaman, masih dilindungi behel pula di bawah hingga ke belakangnya.

Singkat kata, tampilan ga malu-maluin! Keren malah! Dan ingat, semua seharga bebek!

20170304_111346

Di tanki, berani pasang logo timbul Bro… Royal Enfield Continental tankinya jadi kelihatan kikir dibandingkan Brixton. Di sektor logo, jelas Brixton lebih royal..

20170304_110846

Sisi mesin okelah..meskipun tak istimewa.. Tapi kabel-kabelnya masih lebih rapih sih dibandingkan Continental GT yang dipamerkan juga di dekat Brixton. Untuk di Jerman, kayanya sih mereka sama sih distributornya.. Jadi yang mau mesin gede dan punya duit, lirik Royal Enfield, yang mau motor super ekonomis gaya Inggris, lirik Brixton.

20170304_110852

Sektor setang dan dasboard untuk versi cafe racer keren ya… Meskipun catnya saya lihat agak ga rapih..

20170304_110900

Di buritan, sudah cakram Bro.. ga kalah lah sama motor Custom… Rugi juga kan kalau custom sampai puluhan juta, eh ini ada motor standar seharga bebek yang bisa menyajikan semuanya kecuali kapasitas mesin besar hehe…

20170304_111136

Kok kesannya saya muji-muji ya? Ya memang keadaannya begitu Bro… Ini kan hanya yang terlihat, bukan performa dan bukan daya tahan materialnya. Secara konsep, Brixton bisa saya bilang sudah berhasil. Secara harga, masuk kategori ajaib.. Cuma motor asal Cina/ India yang sanggup main di harga segini.. Itu pun juga masih di atas bebek dan matic entry level kan harganya..

20170304_111127

Nah, apa kritiknya? Pas disemplakin, ternyata ga enak wkwk… Joknya kelihatan tebal, tetapi bentuknya tuh kalau didudukin ga pas dengan ergonomi pantato, jadi terasa tidak nyaman. Kenyamanan ke-2 adalah setangnya. Terlalu menekuk ke dalam dan menurut saya terlalu horizontal. Sebaiknya ya agak dikedepankan sedikit dan ujung setang mengarah ke bawah sedikit. Hmmm mungkin malah kena tanki ya.. Namun di posisi standar ini, saya jamin posisi tangannya tidak nyaman karena agak terpuntir di bagian pergelangan tangan.

20170304_110950

Motor Inggris itu memang punya aura yang wah! Kayanya penunggangnya jadi berkelas, cool, cowok banget, maskulin, berduit, tapi ga takut mesin trouble wkwk…

20170824_144546

Nah, ada satu merk pendatang baru yang kesannya Inggris banget! Sebut saja namanya Brixton! Bikin inget Brexit ya wkwk..atau penyanyi Tony Braxton? wkwk…

Namun, Blog Sesat sangat meragukan ke-Inggrisannya. Lihat saja harganya yang main di 2000 Euroan! Itu artinya cuma seharga bebek Jepang 125cc yang dijual di Eropa! Yamaha NMax 125 dijual 3000 Euroan Bro…

Meskipun begitu, kalau lihat desainnya, ngiler deh… Semua sangat seperti motor keluar dari rumah modifikasi!

20170824_144517

Bayangkan, lampu depan daylight, lampu sen pun sudah LED, spidometer digital, rem sudah CBS plus pengabutan sudah injeksi! Menggiurkan banget kan motor bermesin 125cc ini?

Kualitas desain pun terlihat mumpuni dengan parts yang lumayan terlihat berkelas dan sesuai selera modifikasi kekinian.

20170824_144504

Ke depannya bahkan mereka akan mengeluarkan model Scrambler dan Cafe Racer. Hmmm..kalau dijual di Indonesia dan harga masuk motor bebek 125cc, tentu punya harapan juga ya hihi…

Blog Sesat kebetulan ketemu langsung dengan motor ini.. Bagaimana kesannya? Tunggu saja…

Buat saya pribadi, produk-produk yang paling menarik dari merek motor tertua dunia yang kini diproduksi di chennai, India, adalah model cafe racernya, yakni Continental GT. Maklum, aura cafe racer dengan nama pabrikan berasal-usul pabrikan Inggris, punya nilai emosional gimana gitu.. Nah, gimana motor impian asal India ini jadinya bagi saya setelah ketemu langsung?

20170304_111815

Kesan pertama adalah, biasa sajaaaa..haha..seneng sih Bro, tapi motor ini dengan foto tak beda lah, jadi tak ada kesan takajuik… Di foto terlihat keren, di lihat langsung pun keren, meskipun kerennya tak nampol-nampol amat.

20170304_111735

Yang saya suka, ukurannya pas.. Kalau Triumph bongsor, Continental GT pas deh, ga beda jauh lah sama Tiger.. Bagian paling keren ya tentu saja tetap di mesinnya yang gagah. Yang lain-lainnya, hmmm dia kurang keluar auranya.. tapi masih bisa dibilang bagus dan halus materialnya secara umum.

20170304_111445

Bagaimana ketika coba saya semplakin dalam keadaan diam? Hmmm.. sama seperti pendapat dua bule ini..something wrong wkwk… ya nggak wrong sih, cuma ada yang ga pas! Posisi duduk enak, tak terlalu nunduk. Posisi setang pun ketika dijangkau tangan juga enak, tak terlalu rendah karena tinggi joknya juga rendah. Mungkin yang membuatnya ga enak adalah lutut terlalu tertekuk. Yang bagi saya jelas-jelas ga enak sih joknya… Bentuk joknya agak ngeganjel gimana gitu… Soal keempukannya sih ga masalah, tapi mungkin karena bentuk jok yang terlalu rata dan kurang tebal, jadinya ya kaya naik di papan berlapis jok saja.. bagian paha sebelah dalam kurang enak dan tulang p****t terasa keras kena dasar jok. Hmmm, agak kecewa di sini sih, meskipun saya ga masalah dengan motor membungkuk, tapi di bagian ininya kurang cermat desainnya… tak terasa seperti motor pabrikan..

20170304_111647

Bagaimana tankinya? Keren Bro, desainnya manis..tapi kok stickernya gimanaaaaa yaaa.. Kurang elegan, kurang “kekar”..kaya sticker bukan bawaan motor..ngerti kan maksud ane…

20170304_111640

Bagaimana daerah segitiga setang? Keren, rapih.. Speedometer pun bagus, ada ornamen chromenya. Sayang background speedometer dan tachometernya tidak klassik.

20170304_111830

Nah,pas ngelongok ke bawah tanki, saya makin ilfeel. Hmmm gimana ya kalau melihat kabel kayanya keluar dan ringkih begitu.. Kebayang kalo ditinggal parkir Jumatan terus diotak-atik bocah-bocah iseng.. Blum lagi kalau dicuci..jadi ngeri korslet..Ya kesannya doang sih, siapa tahu disteam pun di bagian ini memang ga kenapa-kenapa dan kedap air.

20170304_111854Pas lihat leher knalpot, wah..kecewa Bro.. Bukan masalah menguningnya, itu sih dibatu ijo hilang dan biasanya sih kalo di Tiger setelah dipoles akan susah muncul lagi tuh kuning begini.. Tapi warna abu-abu las-lasannya itu lho..kaya dikepet pakai kuas hikshiks..

20170304_111525

Dan ini yang paling bikin kecewa, daerah knalpot belakang yang.. Lihat sendiri deh.. Ngapain ya ada kaya cat silver di situ??? Di Tiger ga ada, di Thunder ga ada, di Smash pun ga ada tuh knalpot chromenya digiinin..aku tuh ga bisa diginiin hihihi…

20170304_111927

Lucu ga di wadah minyak remnya ada quality certified, Royal Enfield since 1901. Kalau kualitas masih tahun 1901, ya ini sih keren banget… Masalahnya, hari gini…

Oh ya, sayang bagian rumah saklarnya bukan dari bahan logam, klassiknya jadi berkurang.

20170304_164212

Mari bandingkan dengan brosurnya… Beda ya knalpotnya dengan kenyataan wkwkwk…

Bagaimana Bro? Masih jadi motor impian ga? Buat saya sih, tidak lagi… Meskipun getarannya tak sekencang motor Royal Enfield lainnya berkat double down tubenya dan rem dijejali Brembo plus suspensi belakang Paioli, saya anggap doi kurang menggiurkan.. Bukan semata motornya sih, tapi karena kapasitasnya 535 cc, doi jadi kena PPnBM 125% karena sudah di atas 500cc. Tak heran, harga on the roadnya jadi 172 juta. Mending lirik Royal Enfield yang 350 atau 500cc yang klassik lah.. Mereka masih dijual dengan harga off the road 54 juta sampai 80 jutaan karena pajaknya juga masih kena 75%. Toh Continental GT dengan 35cc lebihnya itu tak jauh lebih kencang dibandingkan versi 500cc macam Bullet, atau bisa lirik Rumbler 500 yang 98 juta on the road.

Thunder 125 di Indonesia memang sudah disuntik mati, tetapi total disuntik mati sebenarnya tidak. Perhatikan Suzuki GN125-2F yang diluncurkan Suzuki di Vietnam seharga super ekonomis ini: Hanya sekitar 23,4 juta rupiah saja… Hmm kalau dijual di Indonesia, peluangnya memang tanda tanya sih, maklum, pasar Indonesia kan maunya yang racing-racingan terus.

Suzuki Luncurkan Motor Bergaya Retro Bermesin 'Kecil'

Jika diperhatikan sosoknya, memang banyak banget ya parts Thunder 125 nongrong di motor ini. Kalau Suzuki sampai menjualnya, bisa-bisa justru yang dibeli malah bodi-bodinya untuk memodif Thunder 125. Keren Bro.. Bahkan mungkin di wilayah Jawa Timur bisa laku keras.. Maklum, ini motor ada gaya Herexnya hahaha…

Yang butuh motor irit, nyaman dan gaya, ini motor layak banget dilirik. Dengan mesin 124 cc tampaknya sih sama dengan mesin Thunder 125 ya. Tenaganya 10,4 PS @ 9000 rpm, lumayan lah untuk membawa motor berbobot kering 110 Kg ini.

Buat blusukan juga tak perlu kuatir, soalnya doi masih karburator kok, cocok lah dengan konsep retronya hehe..

Bagaimana Bro? Sayang juga ya kalau tak dijual juga di Indonesia. Gregetan ih, pingin bikin Thunder 125 diginiin haha…80annya dapet banget Bro..

Sumber:

https://www.otosia.com/berita/suzuki-luncurkan-motor-bergaya-retro-bermesin-kecil.html

 

Yang gemar motor klassik kelas capung pasti tak asing dengan nama Kreidler. Produsen ini sempat jaya dengan motor-motor kecil 2 taknya, bahkan pemegang rekord kecepatan kelas 50cc 2 tak di zamannya.

Nah, entah ini masih Kreidler yang dulu atau Kreidler yang statusnya sudah seperti Benelli (tau maksud saya kan..), Kreidler di tahun 2017 ini kembali hadir. Yang agak aneh sih, motor ini tak digembar-gemborkan, ya karena motor kecil dan ga ada duitnya juga kali ya.. Atau ya itu tadi, bukan Kreidler yang dulu. Saya pun menemukannya di iklan jualan, bukan di artikel. Yang jual bilang sih, motor asal Sachsen-Anhalt. Hmmm Jerman dong.. Namun secara harga, menarik banget Bro..setara motor bebek lah.. Hanya dibanderol 2999 Euro!

Angebot Kreidler Dice CR 125

Harga yang “mencurigakan” kalau benar-benar motor Eropa. Namun, melihat fisiknya, saya jatuh hati. Mesinnya mengingatkan pada Thunder 125 malah hehe…Mirip banget kan Bro??? Bedanya, fisik motor ini tak neo classic, lebih ke neo, tapi lebih ke classic. Yang menggiurkan banget sih USD dan desain tanki 18 liter plus tudung lampunya yang simple, tapi pas…asli pas! Saya ga protes… Ukuran ban pun sudah lumayan tebal, 110 di depan dan 130 di belakang, lebih sterk dibandingkan Thunder 125.

Berbekal mesin 125cc 4 tak berpendingin udara yang dipasok injeksi, motor ini bertenaga 11,4 PS, lebih besar dibandingkan Thunder 125. Soal top speed, 101 Km/jam saja.. kalau 101 Km/jam diukur pakai GPS, kenceng Bro…

Oh ya, spidometer desainnya klassik, dilengkapi dengan petunjuk gigi dan lampu belakang sudah LED. Soal rem, manteb juga cakramnya depan belakang ya..tak bisa diremehkan juga, karena sudah CBS! Aman lah menghentikan motor 112 Kg ini.

Hmmm kalau saya punya duit, saya import dan jual di Indonesia ini hehe…kalau perlu, buat di Indonesia.. Heran, coba motor India macam TVS di Indonesia buat motor dengan desain seperti ini… Atau Viar mau duluan???

 

tersesat muter-muter

  • 1,828,110 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com