You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

Triumph Thruxton 1200 memang bisa dibilang motor idaman pencinta gaya klassik-racing. Ini motor real cafe racer dengan kemampuan yang ga bakal malu-maluin. Naik ini motor, kelas sosial di jalan dijamin naik. Untuk jalan raya, motor 600cc 4 silinder bakal dibuat keteteran… Kalau 650cc 2 silinder sih ditinggal jauh…

20180304_111318

Kurang keren? Masih ada Norton Thructon 1200R. Intinya ini versi lebih racynya Thruxton 1200. Menang di garpu depan USD Showa, kaliper monoblock, cakram dan master rem Brembo plus knalpot Vance & Hines. Secara tampilan, pakai bikini fairing dan sabuk tanki plus polesan-polesan lainnya…

20180304_111204

Masih kurang elit? Ada Norton Commando 961. Secara merk jelas lebih keren. Secara desain, ya bisa diperdebatkan. Buat yang cinta cafe racer, ini bisa dibilang yang topnya di pasaran saat ini. Ya walaupun menangnya secara kasar dibandingkan Thruxton R mungkin hanya di suspensi depan yang berani pakai Öhlins, sementara Thruxton R berpuas diri dengan Showa. Sisi lainnya ya selevel lah..

20180304_114519

Norton bisa dibilang desainnya lebih racy, lebih unik, lebih radikal.. Spatbor depan pun menjual carbon look..ya bukan sebatas look, itu carbon beneran..

Memang sih kelihatan lebih racy, tetapi mesinnya bisa dibilang lebih baik Triumph yang kapasitasnya lebih besar dengan 1200cc. Norton hanya membekali Commando dengan mesin 4 tak twin berkapasitas 961cc. Sesuai kapasitas juga, tenaganya hanya 78PS, bakal tertinggal dengan Triumph yang punya tenaga 97 PS.

20180304_114541

Oh ya, Blog Sesat sarankan ambil Triumph saja.. Sebab dengan 14.800 Euro sudah dapat Triumph Thruxton 1200R. Kalau mau lebih murah lagi tentu yang tanpa R di belakang 1200nya hihi.. Bukan kenapa-kenapa, sebab Norton Commando 961 dilego di 22.300 Euro! Jauh benar bedanya…

Mending sisa duit hampir 8000 Euronya dibelikan banyak computer dan dilengkapi Norton Antivirus, sewa ruangan di dekat kampus, buka rental komputer, fotokopian dan jilid hehe…

Iklan

Motor yang disuka pecinta klassik dan sekaligus pencinta racing tentu tak banyak. Nah, Thriumph Thruxton 1200 R ini salah satunya. Harga yang 14.800 Euro BLogSesat anggap murah untuk sebuah motor yang menyajikan konsep istimewa, pengerjaan extra rapi, detailing oke plus punya performa balap. Harga ini masih di bawah harga motor superbike 1000cc lho.. Ya hitungannya murah.. Apalagi kalau lihat parts yang terpasang.. Ini motor keren dijadikan pajangan, punya potensi dijadikan investasi, kencang di sirkuit, dan bisa bebas dari boncenger hihihi.. Selamat menikmati…

20180304_111812

20180304_111955

20180304_111227

20180304_111623

20180304_111632

20180304_111221

20180304_111644

20180304_111655

20180304_11173620180304_11172820180304_111716

20180304_111851

20180304_111754

20180304_112059

20180304_111706

20180304_112111

20180304_111837

20180304_111204

Paham kan Bro..kenapa Blog Sesat bilang Royal Enfield (RE) keren, tapi pas lihat Triumph langsung lupa tuh RE hihi…. Dan Thruxton 1200 R bisa dibilang salah satu motor klassik retro terbaik yang ada di pasaran.. Ya ada Norton memang, tapi Triumph bisa menawarkan dengan harga yang lebih ekonomis.. Namun, seekonomis-ekonomisnya, soal detail dan kualitas tidak ada yang perlu dipermasalahkan.. dream bike nih…

Sehabis melihat-lihat Royal Enfield Continental GT 650 dan Interceptor Twin 650, Blog Sesat berjumpa dengan Triumph Thruxton 1200 yang membuat Crew Blog Sesat lupa pada kedua motor tersebut di atas wkwk.. Ya biarkan foto berbicara:

20180304_111318

20180304_111011

20180304_111050

20180304_111453

20180304_111507

20180304_111326

20180304_111345

20180304_111523

Ini motor dipakai harian bakalan asik banget.. tapi duitnya huhuhu…Harganya yang sekitar 2x kedua motor tersebut di atas membuat saya berpikir: tapi ku bukan raja..ku hanya orang biasa yang selalu dijadikan alas kaki para sang raja… Baiklah, daripada dengar RIF, kita dengar kata Bondan feat fade2black: Ya sudahlah…….

20180304_111031

Dulu kita sempat bahas motor pendahulu Continental GT 650 Twin ini, yakni Continental GT, sebuah motor cafe racer keren dengan harga terjangkau.. Ya meskipun terjangkau,pemerhati motor menganggapnya terlalu mahal setelah melihat langsung dan menjajal motornya. Blog Sesat yang melihat langsung dari dekat dan mencoba riding positionnya pun menemukan banyak kekurangan yang membuat ilfeel, monggo dicek:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/08/04/ketemu-royal-enfield-continental-gt-impian-yang-tak-lagi-jadi-impian/

20180304_103707

Nah, kini RE mengeluarkan Continental GT 650 Twin.. Tentu makin mendekati Triumph sebagai motor impian banyak bikers.. Nah, impian itu jadi lebih mudah terwujud tentunya dengan harga yang jauh di bawah Triumph.

Soal permasalahan harga, terutama di pasar Indonesia, coba cek lagi ke sini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/11/10/continental-gt-650-dan-interceptor-int-650-dalam-kacamata-blog-sesat/

20180304_103738

Bagaimana sekarang kesannya setelah melihat dari dekat motor bermesin  4 tak twin 648cc ini? Ada kemajuan Bro! Secara kualitas pembuatan ada peningkatan signifikan. Tak hanya lebih keren saja dengan mesin lebih besar yang bisa menghasilkan  tenaga 47 BHP @7100 rpm ini, tetapi kualitas pengerjaan motor berbobot 198 Kg ini jelas terlihat lebih rapih.

20180304_103758

Daya tarik uramanya tentu di mesinnya yang jadi Twin.. Tak lagi big single yang terkenal menggetarkan sendi-sendi itu haha..lihat spionnya getar pas digeber saja sudah kebayang kan betapa gelinya naik Royal Enfield. Entah tapi yang twin ini bagaimana getarannya.. Yang pasti secara tampilan, sudah gahar.. Cat pun terlihat lebih tebal dan mengkilat dengan sticker yang lebih terlihat tak murah..

20180304_103810

Kemajuan pesat ada di knalpotnya, part yang sangat bikin ilfeel di generasi sebelumnya. Kali ini knalpot mengambil dari vendor S&S, rapih, tak ada lagi bekas las-lasan yang ditutup dengan cat dengan cara dikuas wkwk…

20180304_103823

Kabel-kabel pun terlihat lebih rapih.. Meskipun masih agak deg-degan melihat soketnya.. Ya jangan coba-coba semprot steam ke arah situ lah..bisa-bisa injeksi ngadat dan sang pemilik hanya bisa teriak NEHIIIII…

20180304_103840

Bagian komstir.. Hmmm masih kurang enak dilihat, tapi okelah…

20180304_103914

Nah, bagian tanki terlihat jauh lebih elegan dibanding versi pendahulunya. Tanki berkapasitas 12,5 liter ini makin terlihat tebal pernisnya dengan sticker yang lebih oke secara estetika. Kesan sticker abang-abang di versi sebelumnya berhasil dihapus.

Oh ya, dibandingkan versi Interceptor 650, versi Cafe racer ini lebih ringan 4 Kg! Lumayan ya untuk basis motor yang sama. Yang lucu, posisi duduknya malah dibuat lebih rendah, hanya 790 mm, padahal versi Interceptor yang naked touring bike sampai 804 mm. Mungkin ini cara Royal Enfield membuat rider lebih relax posisi duduknya meskipun setang posisinya lebih rendah. Toh keagresifan untuk bisa menikung motor lebih cepat dengan posisi tinggi jok yang tinggi tak diperlukan di sini. Ini kan hanya Cafe Racer buat gaya-gayaan hehe.. Ya Kencang sih kalau bandingannya motor 250cc di Indonesia..

Untuk pengereman, tentu sudah ABS demi menggapai standar Euro4. Rem kerjasama Brembo yang diproduksi di India pun dipercaya, apalagi kalau bukan Bybre alias By Brembo.. Ya semerk lah dengan master rem Suzuki GSX 150 series di Indonesia hihi…

Untuk memenuhi tuntutan kualitas pasar Eropa dan menaikkan kualitas handling, Royal Enfield mempercayakan velg ring 18 dibungkus Pirelli, produsen ban yang menyediakan ban bagi motor-motor yang berlaha di WSBK.

Di Indonesia berapa harganya ya? Menarik juga nih diincar secondnya hehe…

Kabar gembira bagi penggemar Royal Enfield dan penggemar Triumph dengan dana terbatas, Royal Enfield menyediakan motor yang semakin mendekati sosok Triumph, maklum kini flag ship mereka dibekali mesin 4 tak twin juga…

20180304_103443

Soal bunyi, ya mesin 648cc bertenaga 47 BHP @7100 rpm ini boleh diadu lah.. Namun jangan diadu soal tarikan ya..kan Triumph Thruxton sekarang sudah 1200cc, jelas bukan lawannya hihi.. Ya tenaga juga hanya setengahnya… Soal riding quality, entahlah. Yang jelas, Triumph modern terkenal dengan kehalusannya.. Sedangkan Royal Enfield selama ini terkenal bergetaaaarrr.. Bodo teuing..yang penting keren dan klassiknya dapet banget!

20180304_103623

Soal kualitas, bisa dibilang lumayan.. Ga ada yang terlalu negatif lah.. Ya kalau lihat Triumph, terus lihat Interceptor 650 tentu terlihat bedanya, namun kalau tak dibandingkan, ini motor cukup untuk membuat jatuh hati..

20180304_103548

 

20180304_103529

Soal kaki-kaki, okelah..Velg 18 di belakang dibalut ban selebar 130 dan di depan selebar 100 produksi Pirelli. Soal rem, tenag saja..Motor-motor sekarang wajib Euro 4 yang salah satu syaratnya adalah ABS hihi…

20180304_103511

Satu-satunya hal yang Blog Sesat tak sukai di motor ini adalah penggunaan mika lampu sennya yang gimanaaaa gitu.. Entah apakah ini lagi trend atau tidak, tapi warnanya terlalu mengingatkan sama plastik-plasti mainan anak-anak yang dijual abang-abang di depan SD hehe…

20180304_104051

Selain itu, ini motor yang menarik untuk dimiliki. Ya memang tak akan semewah dan sebergengsi Triumph, apalagi senyaman Triumph… Tapi harganya yang sekitar setengahnya tentu membuat senyum kembali berkembang..

 

Semua yang melihat motor ini di Indonesia, pasti bilang ini Vespa! 100% dijamin menyebutnya Vespa… Padahal salah haha.. Ya ada benarnya kok, tak sepenuhnya salah, sebab memang ini motor Vespa PX yang dibuat oleh perusahaan India. Ya susah juga ya mau bilang apa, sebab hanya wujudnya yang Vespa, tetapi pembuatnya asal India.

20180728_141434-1

Bukan Bajaj Bro..pembuatnya LML, Lohia Machinery Limited. LML mendapatkan lisensi untuk membuat scooter ini di India. Nama scooter yang kita kenal sebagai PX150 ini berbeda-beda di berbagai negara. Kalau di Jerman dan di negara-negara Eropa lainnya ya seperti yang Bro lihat: Star. Ya disebut LML Star…

20180728_142420-1

Kalau di Amerika Utara dan di Thailand, scooter ini dikenal dengan nama LML Stella. Di New Sealand doi disebut LML Bella Donna, sedangkan di negara persemakmuran Inggris dikenal dengan nama LML Via Toscana. Di Delhi sendiri, scooter yang mayoritas dibekali mesin 4 tak ini dikenal dengan nama LML Speedy.

LML Star bisa dibilang menarik dengan tampilan pengerjaannya yang rapiiih. Bagus Bro! Mesin ada dari 125cc dan 150cc 2 tak, dan 125cc, 150cc dan 200cc 4 tak. Oh ya, itu yang manual. Mereka juga punya yang versi maticnya, hanya saja pilihan mesinnya hanya yang 125cc dan 150cc 4 tak.

20180728_142353-1

Kabarnya, mereka sedang mempertimbangkan membuat mesin 250cc 4 tak… Hmm menarik ini.. Masuk ke Indonesia, Blog Sesat jamin ada pasarnya! Jangan tanggung-tanggung, yang 250ccnya tentu lebih menjanjikan!

Jika Ducati ingin banyak menggaet konsumen dengan Ducati Scramblernya, Triumph dengan Triumph Tigernya, nah Suzuki di Jerman mengandalkan Suzuki V-Strom 1000. Ini terlihat dari banyaknya varian motor ini yang dipamerkan dan dikedepankan di pameran.

20180304_101327

Segmen ini sendiri bisa dibilang besar pasarnya, bahkan di Jerman bisa dibilang yang terbesar. Kalau kita melihat, motor apa yang paling laku di Jerman, percaya deh, motor sport touring enduro itu merajai penjualan di sini.. Bukan seperti di Indonesia yang paling larisnya motor matic kapasitas kecil. Oh ya, BMW GS 1200 juara bertahun-tahun dan bertahan dalam penjualan di Jerman…. Lucu ya, padahal termasuk motor muahaaaal.. Tak heran, Suzuki pun ingin kebagian kue penjualan di segemen ini.

20180304_101522

Suzuki V-Strom 1000 sebenarnya bukan barang baru. Doi awalnya hadir di 2002. Soal mesin tak perlu diragukan, mesinnya berbasis Suzuki TL1000 berkapasitas 996 cc yang terkenal ganas, tetapi tak diimbangi handlingnya.. Makanya gagal mengikuti dominasi Ducati dengan L-Twinnya dan Honda dengan VTR 1000nya.

Oh ya, nama Strom sendiri ternyata diambil dari bahasa Jerman yang dalam bahasa Inggrisnya stream alias current. Nah, motor ini terus mengalami revisi. Yang diperkenalkan tahun 2018 ini sudah berkapasitas 1037cc bertenaga 101 PS. Torsi maksimumnya 101 Nm di 4000 rpm saja.

20180304_101542

 

 

20180304_101553

Suzuki menawarkan V-Strom 1000 dengan 2 varian velg. Mau yang palang 10 ada, yang jari-jari pun ada. Menurut Blog Sesat, velg jari-jarinya jauh lebih keren. Lihat saja fotonya…. Lumayan unik juga sih konstruksinya, walaupun velg BMW masih lebih unik dan terlihat lebih kokoh..

Untuk keamanan berkendara, Suzuki memasang STCS alias Suzuki Traction Control System. Penting bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga bagi kenyamanan dan membuat touring jauh tak terlalu melelahkan akibat konsentrasi berlebihan mengontrol traksi motor. STCS tergolong simple, hanya ada 2 pilihan. Mode pertama untuk traction control yang minimalis, mode ke-2 yang dirancang untuk jalan basah ataupun licin.

STCS penting tentunya bagi motor V-twin 90 derajat ini. Maklum, Suzuki menjanjikan torsi maksimal di berbagai situasi. Katanya, nyalip ga perlu turun gigi dulu, tinggal pelintir gas lebih dalam. Maklum, torsi maksimumnya ada di 4000 rpm saja. Itu sudah cukup bagi motor yang tembus Euro 4 ini untuk berakselerasi tanpa kesan kedodoran.

20180304_101044

Soal starter, ya sama lah dengan GSX di Indonesia. Sudah pakai Suzuki Easy Start System. Tekan sekali dan sebentar saja, maka mesin akan menyala. Hmm, fitur ini buat Blog Sesat tak penting haha… Yang lucu kalau ada kick starternya wkwk..

Suzuki juga membekali motor berbobot kosong lebih dari 230 Kg ini dengan Suzuki Clutch Assist System (SCAS). Fungsi SCAS ada dua, yang pertama seperti slipper clutch, jadi kalau turun gigi menghindari ban belakang mengunci. Penting banget nih buat motor enduro, apalagi kalau lagi di jalanan menurun yang super licin, bertanah dan berbatu.. Fungsi ke-dua adalah untuk memperingan tuas kopling. Hmm, ini berguna banget..apalagi buat macet-macetan ya..

 

20180304_101004

Untuk mempermudah akselerasi dari keadaan diam, Suzuki juga memberikan low rpm assist. Gunanya untuk mencegah mesin mendadak mati saat di putaran rendah..Penting tentunya ketika motor harus melaju dalam keadaan sangat pelan pada permukaan jalan yang rusak. Fitur ini juga membantu akselerasi supaya lembut dan lebih mudah mengontrol motor dalam kondisi stop and go… Wah, makin cocok nih buat dipakai di Jakarta yang ada kombinasi stop and go dan jalan rusak wkwk..

20180304_100951

Oh ya, yang di bawah itu versi modifnya.. Keren juga ya, asik banget buat jadi moge harian.. Apalagi moge ini dibilang irit!

Suzuki mengkalim beberapa hal berikut di website mereka:

  • V-Strom ist motor teringan di segmennya!
  • Masuk bengkel pertama setelah 1.000km dan setelah itu tiap 12.000km atau tiap 12 bulan! Seru kan buat jadi moge harian!
  • Mesinnya baru, torsi melimpah di tiap putaran mesin.
  • Handling serasa motor 800cc!
  • traction control bawaan..yang begini biasanya baru diperoleh di kelas 1200cc!
  • Suzuki dengan sadar tak menaikan kapasitas hingga 1200cm³. Mesin V2-1037cm³ sudah menyajikan kombinasi bobot-ukuran dan tenaga yang optimal.
  • Mesinnya super irit. Dengan 20 Liter di tanki. bisa mencapai jarak lebih dari 400 Kilometer.
  •  Suzuki sedia banyak aksesorisnya…

Gimana Bro? Menarik banget ya.. Blog Sesat pun pilih V-Strom 1000 dibandingkan Triumph Tiger dan BMW GS! Kalah gengsi memang, tetapi kalau yang jadi tujuan kemampuan, ekonomis bensin dan perawatan plus ukuran yang tidak terlalu besar, ini pilihan optimal!

*Memilih-milih dahulu, membelinya entah kapan

 

Yup, memang itu Ducati Scrambler… Sengaja kami tunjukkan karena dia punya kesamaan dengan Triumph Tiger. Ada yang tau? Banyak tentunya persamaannya… Namun, yang dimaksud di sini adalah kesamaan fungsinya sebagai produk yang jadi andalan penjualan kedua pabrikan Eropa ini. Ducati memang sudah tak semata mengandalkan penjualan Monster -Series saja, mereka sudah fokus ke Scrambler. Motor yang tadinya bermesin kecil berharga terjangkau ini dibuat semakin variatif. Dan kalau tak salah, jenis Scrambler ini yang paling variatif sekarang di pabrikan asal Bologna.

20180304_112456

Nah begitu juga dengan Triumph Tiger. Tahun ini Blog Sesat perhatikan, variannya banyak.. Bahkan yang paling banyak di antara varian Triumph lainnya.

20180304_110301

Dari penampakan, jelas BMW GS terancam. Bahkan dengan adanya yang hanya 800cc berharga tak sampai 11.000 Euro, jelas BMW F-Series pun terancam.

20180304_110323

Lihat tampilannya, gahar Bro.. Motor petualang banget yang siap diajak melahap daerah tak beraspal.. Triumph pun sudah mempersiapkan banyak aksesorisnya.

20180304_110136

Soal ketinggian, ada yang versi low juga.. Soal medan yang siap dilahap, ada yang velg palang, ada juga yang velg jari-jari…

20180304_110350

Berpenggerak rantai ada, berpenggerak gardan pun ada…

Soal teknologi, tak kalah juga. Motor 3 slinder ini sudah tak pakai kabel gas konvensional. Riding mode pun sudah tersedia.

20180304_110213

Mau apa saja, Triumph coba menghadirkannya. Pertama-tama, untuk kapasitas saja ada dua pilihan. Mau Triumph 1200 atau mau yang Triumph 800?

20180304_110622

Tak sebatas kapasitas.. Pilihannya juga banyak. Bayangkan, untuk Triumph 800 saja ada 8 varian wkwk…

20180304_110754

Makanya, Blog Sesat malas membahasnya, terlalu banyak hihi..

20180304_110808

Mesin CBR 250RR dipindah ke Tiger, lalu dikasih kaki-kaki CRF, Hmmm mungkin akan jadi New Tiger yang bisa gaya ala Triumph Tiger…

Motor 2 tak 500cc memang wow banget. Memang secara power dan top speed apalagi lap time tak bisa menyaingi motor MotoGP sekarang. Lah, yang di tahun 2002 saja sudah tak sanggup meladeni ketika turun di satu lintasan. Meskipun begitu, secara entertaining, ini motor lebih asik disaksikan.

20180304_134723

Soal suara memang selera ya. Ada yang lebih suka 2 tak, ada yang doyan 4 tak. Namun, dari segi power band, teknologi di zamannya yang masih bisa dibilang puritan aka bebas riding assist, kita bisa banyak menyaksikan wheelie-wheelie di era GP500. Belum lagi power slide dan banyaknya rear wheel slide yang salah-salah berujung highsider, fenomena rider terpelanting karena ban belakang yang slide tiba-tiba mendapatkan traksi dan membuat jok motor jadi seperti pelontar. Ya bahaya sih, tapi di situlah deg-degannya.. beda dengan masa adanya traction control yang membuat mayoritas racer terjatuh karena lowsider yang diakibatkan ban kehilangan cengkraman saat menikung.

20180304_134731

Nah, ini motor entah motor apa.. Tertulis hanya MRG 500..gurihnya ya kaya pakai MSG wkwk.. Yang bikin ga nahan ya ngelihat 4 knalpot menjulur itu. Beda memang dengan 4 tak, knalpot 2 tak tak bisa dibuat jadi 4-2-1 atau 4-2 tanpa membuat tenaganya ngempos.

20180304_134743

Oh ya, fairing dikatakan sisa dari era GP 500. entah motor apa, kemungkinan sih NSR. Sedangkan rangka comot punya Suzuki, tapi tak diperjelas lagi Suzuki apa.

Mesin motor dari apa basisnya pun tak jelas. Si pemilik hanya menerangkan, kabanyakan dibuat Sefan Teuber…entah siapa ini orang, yang pasti jago modif, jago ngilik hihi… Silahkan cek di bawah tuh apa saja yang dia kilik..

20180304_134830

Betapa gado-gadonya ini motor, silahkan baca sendiri speknya Bro..saya sibuk wkwk…

Yang pasti, ini gado-gado bisa dibilang salah satu yang terenak sedunia…

20180304_134901-1

Awal mula kemunculan Honda X-ADV, wow banget… Tampilan big matic berkolaborasi gaya BMW GS yang bergenre adventure-touring ini bikin kesengsem banget. Nah, kebetulan ketemu dengan motor ini di Dortmund beberapa bulan lalu.

20180304_104437

Bisa dibilang, doi yang paling mencolok di booth Honda, buat saya lho.. sebab motor lainnya tergolong biasa saja.. Demam menyambut kehadiran Honda CBR1000RR pun sudah berlalu..Makanya, X-ADV ini yang dipedekete oleh Blog Sesat.

20180304_104710

Setelah melihat langsung..hmmm..hmmm..ya wow sih, tapi ga pake banget haha… Proporsinya terlihat aneh..lengan ayun terlihat terlalu panjang..spatbor belakang pun turut melar tak terkira wkwk.. Ya buat yang doyan cari perhatian, ini motor bisa diandalkan, meskipun efek wownya tak akan sedahsyat Honda Vultus.

20180304_104517

Tampilanya gagah dan kekar.. Jok diduduki nyaman banget. Kaki saya pun masih menapak mantap. Posisi riding relax banget..dijamin nyaman nih buat touring jauh.. Ya, bahaya juga sih, motornya terlalu enak, risiko cepet ngantuk wkwk…

20180304_104622-1

Tak sebatas warnanya saja yang mengigatkan ke BMW GS, tetapi yang bikin GS banget itu desain velg jari-jarinya. Setau saya, desain Velg ini sudah dipatenkan BMW, makanya hanya ada di motor-motor BMW. Nah, apakah Honda membayar paten ke BMW untuk mengambil desain velg jari-jari yang jari-jarinya mekar ke bibir velg dan lebih kokoh, Blog Sesat tak bisa jawab hihi.. Btw, di Indonesia belum ada yang coba buat velg jari-jari macam ini ya??? Yang pasti, velg selebar 3,5 inchi berdiameter 17 inchi berbalut ban 120 di depan dan velg belakang selebar 4,5 inchi ring 15 berbalut ban 160 dibelakang terlihat kekar.. Ya harus kekar lah..sebab ini motor berat Bro..berat kosongnya 238 Kg! Dan dengan bensin pelus penumpang dan barang dijanjikan sanggup hingga 415 Kg!

20180304_104446

Kalau untuk akselerasi, bukan bidangnya lah ya dengan bobot segitu. Meskipun dibekali mesin twin 2 silinder sejajar 4 tak berkapasitas 745cc, tenaga yang dihasilkan mesin SOHC 4 klep per silinder ini hanya 55PS @6250rpm. Untung torsi mesin berkompresi 10,7:1 ini lumayan, ada di 68 NM @4750 rpm. Hasilnya, tentu karakter mesin bertenaga yang “menyenangkan”, dan tak intimidatif tentunya.. itu pun untuk 2018 sudah ditingkatkan lho performanya. Honda menaikkan rpm maksimalnya dari 6800 rpm ke 7500 rpm.

 

20180304_104535

Selain itu, untuk versi 2018, Honda memberikan X-ADV traction control 2 level yang bisa dimatikan. Untuk pencinta offroad, Honda memanjakannya dengan mode-G untuk gear box DCTnya yang disetting untuk kebutuhan off-road. Ya, bisa banget dipakai blusukan..tapi blusukan beneran ya, kalau dipakai buat blusukan biar kelihatan merakyat, haha..itu namanya menyiapkan diri jadi target bullying.. maklum, ini moge Bro..

20180304_104758

Nah, ini tampilan cockpit motor bersuspensi depan USD 41mm. terhitung minimalis dan kesan adventurenya kuat banget. Wind shield seingat saya bisa naik turun secara otomatis..fitur yang terlihat keren..padahal biasa aja, kan power window di mobil aja sudah sejak dulu kala wkwk…

20180304_104802

Oh ya, motor ini tak bisa untuk bawa galon, repot, karena deknya berpunuk..

Ada yang minat membeli motor bertanki 13 literan ini? Harganya harusnya sih setara Kawasaki Z900 RS bahkan lebih murah, sebab motor ini dijual Honda seharga mulai dari 11,385 Euro.

Untuk X-ADV yang dipamerkan ini, harganya sudah 13.570 Euro.. 820 Euro untuk knalpot Akrapovic, 423 Euro untuk box dan dudukan boxnya saja 337 Euro.. Mahal bener ya wkwk.. Bahagialah penggemar box touring di tanah air..

tersesat muter-muter

  • 2.076.708 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan