You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

Buat saya pribadi, produk-produk yang paling menarik dari merek motor tertua dunia yang kini diproduksi di chennai, India, adalah model cafe racernya, yakni Continental GT. Maklum, aura cafe racer dengan nama pabrikan berasal-usul pabrikan Inggris, punya nilai emosional gimana gitu.. Nah, gimana motor impian asal India ini jadinya bagi saya setelah ketemu langsung?

20170304_111815

Kesan pertama adalah, biasa sajaaaa..haha..seneng sih Bro, tapi motor ini dengan foto tak beda lah, jadi tak ada kesan takajuik… Di foto terlihat keren, di lihat langsung pun keren, meskipun kerennya tak nampol-nampol amat.

20170304_111735

Yang saya suka, ukurannya pas.. Kalau Triumph bongsor, Continental GT pas deh, ga beda jauh lah sama Tiger.. Bagian paling keren ya tentu saja tetap di mesinnya yang gagah. Yang lain-lainnya, hmmm dia kurang keluar auranya.. tapi masih bisa dibilang bagus dan halus materialnya secara umum.

20170304_111445

Bagaimana ketika coba saya semplakin dalam keadaan diam? Hmmm.. sama seperti pendapat dua bule ini..something wrong wkwk… ya nggak wrong sih, cuma ada yang ga pas! Posisi duduk enak, tak terlalu nunduk. Posisi setang pun ketika dijangkau tangan juga enak, tak terlalu rendah karena tinggi joknya juga rendah. Mungkin yang membuatnya ga enak adalah lutut terlalu tertekuk. Yang bagi saya jelas-jelas ga enak sih joknya… Bentuk joknya agak ngeganjel gimana gitu… Soal keempukannya sih ga masalah, tapi mungkin karena bentuk jok yang terlalu rata dan kurang tebal, jadinya ya kaya naik di papan berlapis jok saja.. bagian paha sebelah dalam kurang enak dan tulang p****t terasa keras kena dasar jok. Hmmm, agak kecewa di sini sih, meskipun saya ga masalah dengan motor membungkuk, tapi di bagian ininya kurang cermat desainnya… tak terasa seperti motor pabrikan..

20170304_111647

Bagaimana tankinya? Keren Bro, desainnya manis..tapi kok stickernya gimanaaaaa yaaa.. Kurang elegan, kurang “kekar”..kaya sticker bukan bawaan motor..ngerti kan maksud ane…

20170304_111640

Bagaimana daerah segitiga setang? Keren, rapih.. Speedometer pun bagus, ada ornamen chromenya. Sayang background speedometer dan tachometernya tidak klassik.

20170304_111830

Nah,pas ngelongok ke bawah tanki, saya makin ilfeel. Hmmm gimana ya kalau melihat kabel kayanya keluar dan ringkih begitu.. Kebayang kalo ditinggal parkir Jumatan terus diotak-atik bocah-bocah iseng.. Blum lagi kalau dicuci..jadi ngeri korslet..Ya kesannya doang sih, siapa tahu disteam pun di bagian ini memang ga kenapa-kenapa dan kedap air.

20170304_111854Pas lihat leher knalpot, wah..kecewa Bro.. Bukan masalah menguningnya, itu sih dibatu ijo hilang dan biasanya sih kalo di Tiger setelah dipoles akan susah muncul lagi tuh kuning begini.. Tapi warna abu-abu las-lasannya itu lho..kaya dikepet pakai kuas hikshiks..

20170304_111525

Dan ini yang paling bikin kecewa, daerah knalpot belakang yang.. Lihat sendiri deh.. Ngapain ya ada kaya cat silver di situ??? Di Tiger ga ada, di Thunder ga ada, di Smash pun ga ada tuh knalpot chromenya digiinin..aku tuh ga bisa diginiin hihihi…

20170304_111927

Lucu ga di wadah minyak remnya ada quality certified, Royal Enfield since 1901. Kalau kualitas masih tahun 1901, ya ini sih keren banget… Masalahnya, hari gini…

Oh ya, sayang bagian rumah saklarnya bukan dari bahan logam, klassiknya jadi berkurang.

20170304_164212

Mari bandingkan dengan brosurnya… Beda ya knalpotnya dengan kenyataan wkwkwk…

Bagaimana Bro? Masih jadi motor impian ga? Buat saya sih, tidak lagi… Meskipun getarannya tak sekencang motor Royal Enfield lainnya berkat double down tubenya dan rem dijejali Brembo plus suspensi belakang Paioli, saya anggap doi kurang menggiurkan.. Bukan semata motornya sih, tapi karena kapasitasnya 535 cc, doi jadi kena PPnBM 125% karena sudah di atas 500cc. Tak heran, harga on the roadnya jadi 172 juta. Mending lirik Royal Enfield yang 350 atau 500cc yang klassik lah.. Mereka masih dijual dengan harga off the road 54 juta sampai 80 jutaan karena pajaknya juga masih kena 75%. Toh Continental GT dengan 35cc lebihnya itu tak jauh lebih kencang dibandingkan versi 500cc macam Bullet, atau bisa lirik Rumbler 500 yang 98 juta on the road.

Thunder 125 di Indonesia memang sudah disuntik mati, tetapi total disuntik mati sebenarnya tidak. Perhatikan Suzuki GN125-2F yang diluncurkan Suzuki di Vietnam seharga super ekonomis ini: Hanya sekitar 23,4 juta rupiah saja… Hmm kalau dijual di Indonesia, peluangnya memang tanda tanya sih, maklum, pasar Indonesia kan maunya yang racing-racingan terus.

Suzuki Luncurkan Motor Bergaya Retro Bermesin 'Kecil'

Jika diperhatikan sosoknya, memang banyak banget ya parts Thunder 125 nongrong di motor ini. Kalau Suzuki sampai menjualnya, bisa-bisa justru yang dibeli malah bodi-bodinya untuk memodif Thunder 125. Keren Bro.. Bahkan mungkin di wilayah Jawa Timur bisa laku keras.. Maklum, ini motor ada gaya Herexnya hahaha…

Yang butuh motor irit, nyaman dan gaya, ini motor layak banget dilirik. Dengan mesin 124 cc tampaknya sih sama dengan mesin Thunder 125 ya. Tenaganya 10,4 PS @ 9000 rpm, lumayan lah untuk membawa motor berbobot kering 110 Kg ini.

Buat blusukan juga tak perlu kuatir, soalnya doi masih karburator kok, cocok lah dengan konsep retronya hehe..

Bagaimana Bro? Sayang juga ya kalau tak dijual juga di Indonesia. Gregetan ih, pingin bikin Thunder 125 diginiin haha…80annya dapet banget Bro..

Sumber:

https://www.otosia.com/berita/suzuki-luncurkan-motor-bergaya-retro-bermesin-kecil.html

 

Yang gemar motor klassik kelas capung pasti tak asing dengan nama Kreidler. Produsen ini sempat jaya dengan motor-motor kecil 2 taknya, bahkan pemegang rekord kecepatan kelas 50cc 2 tak di zamannya.

Nah, entah ini masih Kreidler yang dulu atau Kreidler yang statusnya sudah seperti Benelli (tau maksud saya kan..), Kreidler di tahun 2017 ini kembali hadir. Yang agak aneh sih, motor ini tak digembar-gemborkan, ya karena motor kecil dan ga ada duitnya juga kali ya.. Atau ya itu tadi, bukan Kreidler yang dulu. Saya pun menemukannya di iklan jualan, bukan di artikel. Yang jual bilang sih, motor asal Sachsen-Anhalt. Hmmm Jerman dong.. Namun secara harga, menarik banget Bro..setara motor bebek lah.. Hanya dibanderol 2999 Euro!

Angebot Kreidler Dice CR 125

Harga yang “mencurigakan” kalau benar-benar motor Eropa. Namun, melihat fisiknya, saya jatuh hati. Mesinnya mengingatkan pada Thunder 125 malah hehe…Mirip banget kan Bro??? Bedanya, fisik motor ini tak neo classic, lebih ke neo, tapi lebih ke classic. Yang menggiurkan banget sih USD dan desain tanki 18 liter plus tudung lampunya yang simple, tapi pas…asli pas! Saya ga protes… Ukuran ban pun sudah lumayan tebal, 110 di depan dan 130 di belakang, lebih sterk dibandingkan Thunder 125.

Berbekal mesin 125cc 4 tak berpendingin udara yang dipasok injeksi, motor ini bertenaga 11,4 PS, lebih besar dibandingkan Thunder 125. Soal top speed, 101 Km/jam saja.. kalau 101 Km/jam diukur pakai GPS, kenceng Bro…

Oh ya, spidometer desainnya klassik, dilengkapi dengan petunjuk gigi dan lampu belakang sudah LED. Soal rem, manteb juga cakramnya depan belakang ya..tak bisa diremehkan juga, karena sudah CBS! Aman lah menghentikan motor 112 Kg ini.

Hmmm kalau saya punya duit, saya import dan jual di Indonesia ini hehe…kalau perlu, buat di Indonesia.. Heran, coba motor India macam TVS di Indonesia buat motor dengan desain seperti ini… Atau Viar mau duluan???

 

Oke, sebelum kita lanjutkan, mungkin bukan Versys 250. tetapi Versys 300 hehe… Tidak ada tulisannya sih, tetapi memang lumrah yang diedarkan di Eropa barat ya yang 300cc, sebut saja Yamaha R3 dan Ninja 300, meskipun versi 250cc juga ada..

20170625_143459-1

Melihat penampilan Versys mini ini, saya jadi suka haha..padahal awalnya ini motor biasa banget. Namun, kalau lihat langsung dan ditinjau kemampuan serta kebutuhan saya, ini motor layak dipertimbangkan.. Ya kalau beli pun nanti paling second..tapi kayanya ga jadi beli deh, udah keburu habis buat bangun motor-motor Blog Sesat yang selama ini masih kurang perhatian.

20170625_143602

Oh ya, motor ini dipakai untuk menjemput pembalap yang terjatuh dalam keadaan sehat tentunya. Kalau dalam keadaan cedera ya tentu harus lebih berhati-hati dan menggunakan mobil.

Nah, pas terjadi kecelakaan di kelas Moto2, saya langsung bergegas mendekat..kapan lagi bisa melihat motor dan pembalap dari jarak dekat. Yang terlibat kecelakaan ternyata 2 pembalap masa depan Italia, Simone Corsi dan Luca Marini.

Ini dia penampakan Luca Marini yang terluca harapannya meraih poin maksimal di MotoGP Assen:

IMG_20170625_230649

Eh, kesensor pager wkwk…..

Buat para penggemar Rossi, ini dia lho adiknya Rossi… Cukup menarik saat memperhatikan doi begitu kecewa dan memandang ke lintasan setelah berdebat dengan Corsi pasca insiden. Nah, begitu dibonceng, doi masih sempat melambaikan tangan dan menyapa langsung penonton yang juga memberinya tepuk tangan…

Sebenarnya Bro hampir bisa dipastikan kenal dengan motor matic yang satu ini. Ini bisa dibilang merupakan motor matic yang bisa bikin benar-benar panas dingin! Memang Honda Africa 1000 juga sudah seperti motor enduro dengan matic sih, tapi pasti masih banyak yang keburu takut karena mengira tingginya bisa bikin yang di bawah 175cm keder…Meskipun pabrikan sekarang sudah paham ini masalah sensitif, bahkan untuk pabrikan Eropa sekalipun. Maklum, mereka memang mau memperluas pasar ke Asia dan Amerika latin.. Dan mereka juga mau menggaet bikerwati..

Nah, kalau yang dihadirkan AHM Honda X-ADV, bisa ramai jagad permotoran Indonesia. Asli ini motor benar-benar bikin kesengsem Bro..

Untung saja doi masuk golongan moge.. 745cc Bro.. Harganya yang 11000 Euroan tentu sudah hampir setara dengan moge supersport. Yup, kalau dijual di Indonesia, ya bakal 300 jutaan Bro. Bayangkan kalau tersedia versi 250ccnya! Dijual 70 jutaan saya yakin laku! Bisa menyingkirkan Kawasaki Versys 250, KLX250, Yamaha X-Max, dan BMW GS310 pun kalau dijual akan habis masa depannya wkwk..

Oh ya, dijual sebagai moge pun, BMW bakal terancam… Lihat nih warna yang silvernya, benar-benar mengingatkan pada BMW GS, kalau dari belakang, bakal dapat aura BMW GS banget:

Gimana Bro? Masih kurang mirip GS ya? Hehehe..memang sih, tapi coba dilihat kalau pakai box :

Gimana Bro? Puyeng lihatnya? Modif aja Varionya wkwkwk…

sumber

 

Meskipun sering juara F1, Mercedes Benz bukan dikenal sebagai produsen mobil supercar. Nah, image itu perlahan tergusur dengan kehadiran Mercedes Benz Black Series. Namanya doang black, aslinya mah warnanya tidak black. Ada beberapa jenis Mercedes Benz Black Series, tetapi kali ini yang ada hanya SLS AMG Coupe Black Series C197.

20170409_132015

Soal desain, wah, bisa memadukan bentuk modern dan gaya klasik. Terbukti, tanpa harus mengedepankan desain serba meruncing, mobil ini juga bisa menaklukkan hati penggemar supercar modern. Di mata penggemar mobil bergaya klasik, doi pun tidak terlihat sok futuristis. Doi masih mewarisi desain Mercedes Benz 300 SLR terbitan tahun 1955.

20170409_132059

Citra Mercedes yang bukan dikenal sebagai mobil buat tarik-tarikan sirna ditepis Black Series. Jangan main-main, mobil ini selevel dengan supercar Porsche, Lamborghini dan Ferrari. Melihat spesifikasi mesin V8 berkapasitas 6208cc, sedan-sedan yang cuma 3000cc ke bawah harap minggir. Berani berurusan dengan mobil bertenaga 631 PS dan bobot hanya 1550 Kg?

20170409_132001

Mobil balap legal untuk jalan raya ini dilengkapi dengan rem keramik dan velg tempa ringan yang dikembangkan AMG. Bannya pun khusus dikembangkan. Untuk lebih merendahkan titik berat mobil agal mobil lebih mantab menerabas tikungan, posisi gir box balap 7 tingkat percepatan diletakkan lebih turun 10mm dari versi sebelumnya.

20170409_132044

Bro naik moge 500cc atau 650cc 2 silinder? Itu tak cukup untuk kabur dari mobil terbitan 2013-2014 ini. Sebab dari 0-100 Km/jam, doi hanya butuh 3,6 detik! Jadi, kalau mau bisa menang drag, ya minimal banget bawa supersport 600cc yang sehat. Amannya ya bawa motor superbike… Namun, ga semua juga jago menggeber motor 0-100Km/jam dalam waktu di bawah 3,5 detik kan????

Mau lihat tampilan langsungnya? Ga usah jauh-jauh ke Jerman.. Di Jakarta sudah ada yang punya kok..

Jangankan Black Series, Koenigsegg aja kebeli.. Kan Indonesia banyak wuorang kayaaah….

BMW tercoreng imagenya dengan kehadiran G310R. Produk yang sudah tersebar 250 unit, 99 di antaranya terjual di Jerman, kena recall! Permasalahannya ada getaran yang mengganggu di produk yang diproduksi di Chennay, India, ini. Motor yang diproduksi di pabrik TVS ini mengalami getaran-getaran itu akibat baut yang dipasang untuk memegang setang tak sesuai kriteria dan disinyalir juga tingkat pengencangannya kurang. Akibatnya, setang lekas mengendur dan salah-salah berputar. Selain itu, masalah juga ada di baut kaliper cakram depan. Ini juga perlu ditindaklanjuti.

20160903_195749

Sebenarnya yang bikin malu adalah ini bukan yang pertama untuk BMW G310R yang dijual lumayan murah untuk ukuran BMW. Motor ini dilego 4750 Euro saja, masih lebih mahal Yamaha R125 yang dijual lebih dari 5000 Euro lho Bro! ┬áPadahal kapasitas hanya 125cc hehe… (Bisa jadi pertimbangan kalau mau beli motor ini, ga worthed kalau harganya lebih tinggi dibandingkan Yamaha R125 yang dilego oleh importir umum. Ya, risiko lah kalau motor diproduksi di India. Ini tentu jadi pelajaran buat BMW untuk meningkatkan kualitas mitranya, yakni TVS.

Kejadian pertama yang memalukan adalah penundaan penjualan yang harusnya Oktober 2016. Tanpa ada alasan resmi, BMW menundanya. Hal ini menimbulkan gosip, bahwa kualitas yang ada bermasalah dan mesin motor terimbas hingga mengalami kerusakan. Ingat, gosip ya…dari BMWnya tak ada keterangan resmi.

Kabarnya sih langkah perbaikan ini sudah dilakukan di sisa dari 4000 unit yang sudah terproduksi. Bagi 250 unit yang sudah terjual, ya harus ke bengkel BMW terdekat.

Sumber:

http://www.motorradonline.de/motorraeder/rueckruf-bmw-g-310-r.822754.html#mrd-822752

 

Kemunculan BMW G310R yang diikuti BMW GS 310 membawa angin segar bagi yang memimpikan BMW, tetapi rejekinya belum rejeki pemilik perusahaan migas dan tambang. Bagi mereka yang tinggi badannya kurang untuk ukuran orang Eropa, kedua motor ini jelas layak dilirik. Belum lagi konsumsi bahan bakar yang lebih irit, ya sesuai dengan pasar yang diincar BMW juga, yakni untuk pasar Asia dan Amerika Selatan.

Nah, kalau BMW G310R dijual 4750 Euro, maka versi GSnya diperkirakan di 5000 Euroan. Yup, sampai saat ini memang belum ada harga resmi dari BMW.

20170304_120627

Menurut Blog Sesat, versi GS ini lebih layak dibidik, lebih ketara BMWnya dibandingkan G310R. Memang sih intinya motor yang sama, tetapi aura GS lebih BMW banget dan lebih siap untuk diajak touring melewati medan menengah lah… Ga terlalu takut becek dan jalan tak rata.

20170304_120823

Sayang saja velgnya bukan jari-jari, jadi gregetnya buat saya agak kurang, masih berasa “motor mainan”. Namun, untuk gengsi, dapetnya kurang.. Meskipun kalau dijual di Indonesia kabarnya sih bakalan mahal.

20170304_120802

Sempat ada rumor, BMW G310R akan dilego 150 juta di Indonesia. Nah, apakah harga segitu oke? Hmmm.. Kalau untuk versi G310R, Blog Sesat sama sekali tidak menganjurkan. Namun, kalau 150 juta untuk versi GSnya, ya boleh dipertimbangkan, meskipun Blog Sesat tetap bilang terlalu mahal untuk motor hanya 1 silinder kapasitas masih di bawah 400cc.

20170304_120910

Soal tampang, memang keren. Soal kualitas, BMW, aman lah… Dijamin ga kalah dibandingkan KTM. Nah, kalau mau tahu kemahalan atau tidak, coba lihat harganya KTM hehe… Hmm baiklah, saya kasih perbandingan motor yang lebih sekelas ya, sama-sama kita bulatkan 300cc.

20170304_120956

Buat Blog Sesat, penting untuk membandingkan harga motor dengan harga di luar negeri, maklum, keluar duit juga perlu pertimbangan bijak. Nah, perbandingan dengan Kawasaki Ninja 300 bisa cukup representatif. Ninja 300 kan harganya tidak sampai 90 juta rupiah. Nah, di Jerman, motor itu dilego 5595 Euro! Itupun harga tahun lalu, karena 2017 Ninja 300 tak bisa dijual lagi akibat tak tembus Euro 4!

20170304_120936

Kalau di Jerman Ninja 300 yang dijual seharga 5595 Euro di Indonesia bisa diperoleh seharga di bawah 90 juta, GS 310 harusnya-kalau mau dibilang worthed alias layak beli- harusnya masih dijual di bawah 100 juta rupiah.

Aktor pemeran Top GAAAAnn, Tom Ciyus terdeteksi telah melaksanakan syuting Mission Impossible 6 di kota Paris. Meskipun usianya sudah 54 tahun, Tom tetap pede melakukan adegan-adegan bermotor sendiri tanpa digantikan stuntman. Ini dia penampakannya:

20170416_082158

Motor yang digeber kali ini bukan S1000RR, tetapi motor terlaris ke-2 di jajaran BMW Jerman di bawah R1200GS, yakni BMW R NineT. Seperti biasa, tetap saja naik motornya ga pake helm wkwk…

20170416_082130

Yang menarik adalah, hadrinya mobil BMW yang sudah terhitung klasik. Memang sepengamatan saya, BMW mulai menyusul langkah Mercedes Benz yang mensupport penggemar mobil klasiknya dengan parts original pabrikan. Ini jelas banget di ajang Essen Techno Classica 2017. Jadi, pemilik motor dan mobil BMW tua aka klasik memang sudah dibidik oleh BMW.

20170416_082105

Salah satu motor terbaru Ducati tahun 2017 adalah SuperSport. Meskipun namanya supersport, doi bukan motor supersport sejati, hanya bentuknya dan tenaga mesinnya saja yang setara motor supersport yang sekarang memang sudah lewat masanya. Ducati SuperSport bermesin Testrastretta L Twin 4 klep desmodromic per silinder berkapasitas 937cc.

20170304_113458

Tenaga yang dihasilkan dicukupkan 110 PS @ 9000rpm dengan torsi maksimum 96,7 Nm @ 6500rpm. Yup, tenaganya bisa dibilang kecil untuk ukuran Ducati dan rpmnya rendah. Memang namanya saja yang supersport, tetapi sebenarnya ini motor touring yang berwujud motor balap!

20170304_112801

Sangat terasa konsep ini ketika kita nyemplak di atasnya. Rasanya saya rasa sih santai, mirip CBR 250 lah.. Posisi memang merunduk, tetapi masih terhitung santai. Orientasi santai juga terasa dari tinggi jok yang rendah. Ini sebenarnya karakter motor touring yang tidak butuh keagresivitasan dalam menikung atau berganti arah secara cepat. Posisi rider lebih in the bike dibandingkan motor balap yang on the bike. Kedua kaki saya dengan tinggi 170cm bisa menapak mantap. Ga berasa naik moge sih kalau memejamkan mata dan motor dalam keadaan dimatikan.

20170304_113045

Secara fisik, orientasi motor touring bisa terlihat. Pertama jelas di joknya yang nyambung dan pastinya Biposto alias bisa menambal amal dengan membawa boncenger. Ciri fisik lainnya tentu langsung terlihat dari posisi setang yang tinggi karena bentuknya pun ada raiser yang terintegrasi dengan setang. Rangka pun menggunakan tipe teralis konvensional Ducati, beda dengan Panigale.

20170304_113323

Selain itu, wind shield tingginya bisa disesuaikan Bro… Jadi kalau mau tetap bergaya balap ya direndahkan saja. Namun, kalau butuh proteksi lebih, wind shield bisa dinaikkan, meskipun sedikit.

20170304_112711

20170304_112622

Ducati sepemahaman saya menawarkan dua versi. Supersport S dan tanpa S. Dari ciri fisiknya yang terlihat, versi S dilengkapi suspensi Oehlins di depan dan buritan, sedangkan yang biasa (warna merah) diperlengkapi USD Marzocchi dan suspensi belakang buatan Sachs. Untuk yang merah, Ducati membanderolnya seharga 12.990 Euro, jadi jelas lebih mahal Yamaha R6 yang tenaganya pun sama (tapi suspensi R6 sudah Oehlins kan). Untuk versi S, tidak saya dapati di lokasi, berapa harganya.

20170304_113535

20170304_112702

Untuk konsumsi bensin, motor berbobot kosong 184 Kg (siap tempurnya berbobot 210 Kg), Ducati menerangkan 5,9 liter/ 100 Km. Dengan tanki 16 liter, motor ini aman banget untuk menempuh lebih dari 200 Km tanpa harus ketemu pom bensin. Wajar, karena memang disiapkan juga buat mereka yang senang sport-touring.

20170304_113525

Buat mereka yang ingin lebih berasa sport, motor ini juga disiapkan Ducati untuk bisa dipasangi DQS alias Ducati Quick Shifter. Kalau standarnya sih belum dipasang, cuma diperlengkapi riding modes, power modes, ABS Bosch, ride by wire, LCD display, DRL, Ducati multimedia system dan proteksi antimaling.

20170304_113447

Buat yang sudah termakan usia, tetapi ingin terlihat gaya dengan Ducati yang riding positionnya tidak menyiksa, Ducati SuperSport 937 jawabannya! Selain itu sih tidak ada yang spesial hehehe (sirik.de)

tersesat muter-muter

  • 1,786,402 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com