You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

20180304_112800

Motor paling menggemparkan tahun ini, Ducati Panigale V4, kena recall juga..

Di manakah letak ketidaksempurnaan motor V4 dengan harga “ekonomis” ini?

Rupanya ada di tankinya Bro.. bocor.. bukan tankinya sih yang bocor, tetapi ada bagian sil/paking di bagian sirkulasi udara tanki yang harus diganti. Bagian ini diduga berisiko rusak saat pemasangan. Akibatnya, ada risiko bensin mengalir keluar.

Bukan sebatas itu juga, departemen yang bertugas untuk keselamatan lalu lintas dan memantau kelayakan kendaraan untuk dijual di pasar USA menemukan kelemahan lainnya pada motor bertenaga 213 PS ini. Menurut mereka, pada kondisi panas dan tanki bensin dalam penuh tertentu, bensin bisa muncrat keluar karena tekanan udara saat dibuka tutup tankinya. Dan ini berisiko menimbulkan kebakaran.

Hmmm, kalau departemen ini berada di Indonesia, mungkin mereka juga akan memrotes produsen yang membuat DOHC kok bisa dikalahkan SOHC, karena juga berisiko menimbulkan “kebakaran”…

Pihak internal Ducati sendiri membantah recall ini terkait dengan kasus foto Panigale V4 yang terbakar yang disinyalir berada di Kanada… Hmmm, barangkali yang itu karena terbakar api asmara..

Iklan

Memang tahun ini ada Ducati Panigale V4. Namun kalau melihat langsung wujud kedua motor keren bin anyar ini, Blog Sesat dengan suara bulat menjatuhkan pilihan ke Kawasaki Z900 RS Cafe..

20180304_131341

Bagi Bro yang tersesat ke IIMS 2018 tentu juga bisa menyaksikan langsung versi Cafe Racer dari motor retro Kawasaki Z900RS ini. Kalau lihat sendiri, wah, pasti mata jadi hijau..bukan mata duitan, tapi ini hijaunya asli ga bohong bikin agak kalap haha..

20180304_131459

Hijaunya beda dibandingkan di foto Bro..hijau menyala..kalau kata tukang batu cincin, sternya keluar wkwk.. Dan gak heran Kawasaki cukup PD membuat motor ini agak mahal, sebab memang bikinnya niaaaat.. rapih deh..lihat saja dudukan spatbor depannya.. Benar-benar custom pabrikan itu ga bohong..

20180304_131511

Media dan netiyzen yang sempat protes bilang mahal pun karena membandingkan dengan Kawasaki Z900 yang menjadi basis motor ini pun bisa paham.. Memang ini motor berkelas. Lumayan mengobati kerinduan lah bagi yang dulu gagal beli Ducati Paul Smart atau Ducati Sport Classic 1000. Dan ini justru lebih tahan banting! Jepangan gitu lho.. Plus dijamin lebih mudah perawatan dan performa mesin 4 silinder inline menghasilkan 111 PS bisa membuat darah sembalap cukup tersenyum..

20180304_131436

Oh ya, di Jerman motor ini dibatasi 350 unit saja! Asli limited edition kalau begini mah.. Sayang saya bukan orang Jerman..eh..bukan worang kayaaaah…

20180304_131419

Secara umum ngulik-ngulik motor ini, Blog Sesat bisa dibilang puas! Meskipun memang ga sewow kalau dulu PDKT dengan Ducati Sport Classic, tetapi ini motor di pasaran sekarang yang asik punya untuk digebet!

20180304_131424

Ini itunya oke banget Bro.. Ya mungkin ada R NineT yang tak kalah kerennya. Namun, buat pencinta 4 silinder, dan di Indonesia kan bunyi 4 silinder lebih menjual, Z900RS Cafe memang jawabannya. Oh ya, di Jerman doi dilego di 12.195 Euro! Di Indonesia kabarnya dijual dengan harga 288 juta.. Hmmm murah banget Bro dibandingkan R NineT! Di Sini RNineT dijual hampir 15000 Euro, tapi di Indonesia nyaris 2x harga motor Cafe Racer Kawasaki ini kan hihihi..makan tuh merk wkwk… Ya, merk memang mahal sih, tapi kalau bedanya segitunya, ngapain juga ya..

20180304_131655

Oh ya, redaksi Motorrad sempat menduelkan versi Z900RS dengan Honda CB1100 RS dan Yamaha XSR 900. Dan jagoan retro Kawasaki ini dinilai menang karena unggul dalam segi desain dan pembuatan, suspensi oke, power mesin yahud, suara gahar dan remnya handal! Ya ga heran sih, Honda CB1100 RS memang keren tampangnya, tetapi sangat dibatasi performanya oleh Honda dan bobotnya juga berat, sedangkan Yamaha XSR 900 memang lebih murah dan oke buat hepi2, tetapi efek klassik dan show offnya tidak dahsyat.

20180304_131550

Gimana Bro? Ini bocah aja ampe ngayal duduk di atas si klassik nan segar Z900RS Cafe.. Minat? Murah lho.. dibanding R NineT wkwk…

*Sakit hati ga sanggup beli R NineT

Salah satu motor matic andalan Suzuki yang tergolong produk global adalah Suzuki Address 110 yang sebenarnya berkapasitas 113cc. Motor matic berkapasitas terkecil di jajaran motor Suzuki Jerman ini bisa dibilang hampir sama dengan yang beredar di Indonesia.

20180426_175355-1

Suzuki menjelaskan, matic ini efisien bertenaga berkat penyempurnaan sudut klep, intake dan noken as plus sepatu klep yang diberi roller. Hasilnya, tenaga 9 PS yang bisa melajukan matic yang sanggup membawa beban hingga 175 Kg ini menggapai top speed 95 Km/jam.

Suzuki Jerman mengklaim, untuk menempuh 100 Km, matic berbagasi besar ini hanya butuh 2, 04 liter saja. Dengan kapasitas tanki 5,2 liter, matic berbobot 100 Kg ini bisa menempuh 255 Km.

Oh ya, bedanya di mana? Kalau dilihat paling mudah ya arahkan pandangan ke bagian buritan. Lampu sen terpisah sehingga terlihat seperti motor sport. Selain itu, di buritan juga dilengkapi dengan mata kucing.

Apa kesan yang saya dapat saat berkunjung ke booth Suzuki di acara Motorraeder Dortmund 2018 lalu? SEdih sebenarnya, bisa dibilang tak ada produk baru.. Teranyar hanya Gixxer 1000, itu pun sudah bisa dibilang bagai bubur ayam yang sudah dingin..

20180304_100655

Yang lebih sedih lagi saat melihat varian motor matic pabrikan asal Hamamatsu ini. Suzuki Jerman hanya menawarkan 4 varian saja: Suzuki Burgman 650, Burgman 400, Burgman 125 dan Address 110.

20180304_100714

Memang 4 varian sih dengan warna-warna pilihan yang elegan. Namun, Burgman series terlihat terlalu mirip hihi..ya meskipun Yamaha di Jerman dengan X-Max seriesnya juga mirip-mirip.. Namun, Yamaha masih ada varian lainnya macam N-Max dan Tricity.

20180304_100732

Bisa jadi sedikitnya varian matic di sini lebih dikarenakan pasarnya tak semelimpahruah seperti di Indonesia.. Toh cari jalan macet di sini susah.. Ya cuma ada di jam pulang kantor sih..itu pun sebatas macet lampu merah saja hihi..

20180304_100646

Bagaimana dengan di Indonesia? Burgman memang wow sih..tapi harga yang wow dan promosi setengah-setengah membuat motor ini kalah pamor. Apalagi sekarang yang bisa dibilang persaingan berdarah-darah. Belum lagi isyu harga pokok yang dulu sempat menyeruak yang membeberkan bahwa motor ini “aslinya” belasan juta saja ditambah lagi isyu peluncuran X-Max..benar-benar membuat perjalanan Burgman 200 terbebani hebat..

Namun, ada sisi menariknya juga. Burgman second ditawarkan dengan harga yang lumayan tinggi.. hmmm..mungkin ini efek barang langka.. Dan memang ini motor big skutik eksklusif banget..

Kemunculan BMW S1000RR sebagai superbike terkuli di tahun 2009 lalu masih saja terasa efeknya hingga kini. Meskipun saat ini S1000RR yang dikembangkan BMW selama 4 tahun sudah tergolong berusia uzur dan secara teknologi sudah biasa saja, motor ini sukses menjadi basis untuk pengembangan lebih lanjut.

20180304_122528

Memang S1000RR bukan motor juara di WSBK, tetapi juara lho di kelas superstock 1000. Dalam keadaan standar, motor ini bisa menjuarai ajang duel superbike di berbagai media. Nah, karena kompetitor juga mengeluarkan produk yang makin canggih, BMW pun berusaha untuk tetap mempertahankan supremasinya. Bahkan dengan cara yang tidak tanggung-tanggung, edisi HP4 Race dikeluarkan!

20180304_122643

Buat yang tersesat ke sini, memang sih, motor yang dijual 2,1 miliar di Indonesia ini bisa dilihat di IIMS 2018 di Jakarta. Sampeyan bisa lihat langsung, meskipun tidak dekat.

20180304_122857

Blog Sesat alhamdulillah bisa melihat dari dekat sambil sedikit menggerayangi, menjamah, dan memperhatikan motor seharga 80.000 Euro ini dari jarak sangat dekat.

20180304_122910

Motor bertenaga 215 PS dengan bobot 171 Kg ini memang luar biasa.. Tenaga melimpah dengan putaran mesin 300rpm lebih tinggi dibandingkan S1000RR standar dan bobot lebih ringan dibandingkan motor WSBK pabrikan!

20180304_122716

Parts terbaik pun tercangkok padanya.. Istilah kata, tak usah protes! Dibawa untuk balap WSBK pun sudah cukup, paling setting yang benar dan power yang perlu dinaikkan lagi sedikit. Dan harga 80.000 Euro memang hitungannya murah untuk membuat motor spek ini. Lha, pegangan knalpotnya saja sampai dari karbon! Ya, walaupun rem tidak sampai karbon ya hihi..Namun, wajar, sebab tak cocok untuk harian dan harganya juga selangit..

20180304_122746

Kalau mau dapat power besar yang menyamai, tetapi lebih murah memang ada sih. Ducati Panigale V4 sudah menawarkan tenaga 215 PS dengan harga 27.990 Euro… Yup, jauh lebih murah, tetapi secara bobot belum bisa melawan HP4 Race, sebab masih 195 Kg.

20180304_122657

Ya, ada yang lebih mahal lagi, Ducati Panigale V4 Race Replica yang juga berbodi karbon, knalpot Akrapovic dan foot step yang adjustable. Entah berapa beratnya, disinyalir sih belum seenteng HP4 Race ya. Oh ya, spek tertinggi Ducati V4 ini dibanderol 39.900 Euro! Kalau lihat harga saja, Ducati jadi murah ya dibandingkan BMW hihi…

20180304_122630

Melihat dari dekat HP4Race memang wow banget. Saya penasaran dengan detailingnya. Coba lihat velgnya. Beda dengan produk dari logam, carpon parts tidak diemboss, tetapi dilabeli dengan sticker.. Coba lihat velg karbonnya..

20180304_123150

Nah, ini motor kelihatannya perfek banget ya… Namun, Blog Sesat berhasil menemukan bagian yang bisa jadi bahan bullying! Membuat bagian rangka dari serat karbon tidak gampang, meskipun bisa! Buktinya jadi kan ini rangka yang beratnya hanya 7,8 Kg! Edan, seenteng itu untuk meredam kekuatan 215 PS!

20180304_122822

Tuh Bro! Bukan masalah nomor rangkanya yang hanya sticker hihi..tetapi kerapihan di bagian twin sparnya memang bisa dibilang buruk! Kelihatan meletat meletot gitu kan.. Namun lurus kok, hanya serat karbonnya saja yang tidak rapih, resinnya sih rapih..ya ibarat ager-agernya rapih cetakannya, tetapi potongan buah-buahan di dalam agar-agarnya itu yang tidak beraturan hihi..

Bagaimana Bro? Kurang jelas? Ini nih yang lebih jelas lagi:

20180304_122927

Gimana Bro? Puas ya PDKT sama BMW HP4Race… Secantik-cantiknya, didekati ada juga bagian kurang indahnya..

 

Blog Sesat dengan operasi intelijennya mendapati, isu Suzuki Bandit 150 seperti memudar. Setelah muncul penampakannya dan dianggap kurang menggugah selera, Suzuki bisa jadi kembali mempertimbangkan desain yang sudah ada. *Ini cerita fiktif Blog Sesat saja hihi..

Dari pantauan membaca komentar-komentar yang ada terhadap tampak belakang Suzuki Bandit 150, tampaknya mayoritas kecewa. Bahkan bukan mayoritas saja, lebih jujurnya: tak ada satupun pujian yang menunjukkan kesukaannya terhadap tampilan belakang Suzuki Bandit 150.

Nah, kalau sudah begini, buat apa merevisi GSX-S 150 kan? Kan sama-sama aja tak banyak yang suka. Apalagi harga GSX mini versi naked lumayan jatuh, gampang mencari secondnya di pasaran, ya wajar saja susah banget untuk jual yang baru. Bandingkan dengan N-Max yang harganya bertahan, maka orang tak segan untuk beli baru.

Suzuki sebenarnya punya moge yang tampilannya bisa diadopsi untuk Bandit 150. Ubahannya pun tak perlu banyak-banyak, cukup jok, rangka belakang, lampu-lampu dan tanki. Tanki sendiri kalau dipertahankan model sekarang pun masih berterima lah..tak ada yang protes desain tanki GSX-S 150  kan?

Moge yang dimaksud Blog Sesat tentu sudah Bro kenali cukup lama, yakni Suzuki SV650. Ini dia tampilan teranyarnya:

20180304_102024

 

20180304_101951

20180304_101909

SV650 bisa dibilang berukuran kecil. Dia hanya sedikit lebih besar dibandingkan Honda Tiger. Duduk di joknya terasa nyaman, koplingnya ringan, kaki-kaki berukuran pas, dan tak sulit untuk memindahkan desain ini ke motor berkapasitas lebih kecil. Memang tidak terlihat wow, tapi sampeyan bakal suka deh… GSX-S 150 dibuat dengan desain SV 150 pasti bikin melirik, apalagi masih banyak bikers yang masih belum mau move on dari desain ala Honda Tiger dan Vixion generasi awal! Lampu bulat di depan kembali punya magnet tersendiri… Dan lampu belakangnya, kenapa tak dipasang lampu belakang Hayate, biar lebih nyerempet moge looknya Gixxer kan..

Kurang keren? Dengan sentuhan minimalis masih bisa dibuat lebih keren lagi dengan menguatkan kesan retronya.. Ganti model tudung lampu, ganti lampu sennya, tambah lampu sorot LED mini, kasih under cowl, pasang Yoshimura dan pilih warna ala 80an, maka lahirlah Suzuki SV 650 X:

20180304_102244

20180304_102142

20180304_102420

20180304_102430

Gimana Bro? Lumayan banget dan aman lah ya kalau Suzuki menjadikan SV 650 X ini jadi kiblat untuk memoles ulang GSX-S 150? Tua muda suka lho..ini buktinya:

20180304_102443

20180304_102311

Di produk-produk pabrikan motor, biasanya ada yang membedakan produk-produk mereka secara garis besar. Nah, di Lambretta yang membedakan simple saja, spatbor depannya.

20180410_114713

Dengan diproduksinya Lambretta 175 TV tahun 1957, Innocenti memperkenalkan untuk pertama kalinya skuter dengan spatbor depan yang kena santet sehingga tidak bisa ikut nengok kanan-kiri sesuai arah roda depan. Nah, model yang spatbor depannya punya pendirian teguh ini disebut yang model fix fender.

Model fix fender inilah yang dikatakan  menjadi ciri khas Lambretta, meskipun mereka masih produksi juga yang spatbor depannya masih ikutan arah roda depan, seperti umumnya motor pabrikan lain.

20180410_114514

Lambretta modern pun masih berusaha mempertahankan tradisi ini. Kalau dilihat dari line upnya dan pilihan warnanya, tampak jelas, bahwa yang model fix fender lebih sedikit variannya.

Bagaimana Bro? Lebih suka yang mana? Blog Sesat pilih yang fix fender saja deh..lebih jarang dan membersihkannya pun tampaknya lebih mudah..

Kita kenalan dengan produk matic Lambretta yang dijuluki Lambretta V200. Wah, pikiran boleh juga nih kalau matic yang secara tampilan elegan minimalis ini dipersenjatai mesin V-twin 200cc. Tampang keren, lari dahsyat, merk pun legendaris, cukup menggiurkan..

20180304_105712

Ternyata mesinnya hanya mesin 4 tak single.. Dan yang membuat kecewa juga, kapasitasnya tak bisa dibilang 200cc, itu hanya pembulatan, tetapi sungguh TERLALU!

Kapasitas aslinya hanya 169cc saja Bro.. Lumayan besar sih untuk matic beginian, tetapi tetap saja, kalau dibulatkan ya 170 saja doooong..

Sayang tidak diterangkan juga, berapa tenaga yang dihasilkan mesin yang dipasok injeksi ini. Kalau berharap bisa ngebut, nggak juga sih kayanya, maklum, rangka baja dari besi 1,2 mm berpadu dengan pipa baja tentu tak bisa dibilang ringan.

20180304_105530

Untungnya sisi lain motor ini lumayan menggoda. Motor ini bisa dibilang cukup fungsional. Bagasinya super luas, muat helm Bro.. Jok pun terlihat lebar dan nyaman.. Dek pun lebar dan banyak memberi ruang bagi kaki pengendara.

Kaki-kaki terlihat pas.. Dan jangan kuatir dengan pengeremannya.. Rem cakram depan belakang dikontrol dengan Bosch-ABS sudah cukup menjanjikan kan?

20180304_105416

Soal cat, hmmm, terlihat wet look banget Bro..pernisnya tebal dan terlihat sedikit seperti kulit jeruk.

Lampu-lampu pun desainnya sederhana. Meskipun sederhana, lampu depan, lampu belakang dan lampu sennya sudah berbekal LED.

Motor pun sudah dilengkapi colokan USB untuk mengisi baterai HP..lumayan ya..20180304_105355

Spidometer bisa dibilang desainnya minimalis. Kemodernan dihadirkan dengan LCD Display yang terkoneksi dengan bluetooth.bagaimana profilnya, sayangnya tak diterangkan lebih lanjut.

20180304_105426

Soal kualitas pengerjaan, rapih Bro.. material yang digunakan juga bisa dibilang oke secara tampilan..entah deh dalam waktu panjang akan bagaimana..yang membedakan material murah dan mahal hari gini di daya tahannya kan?

20180304_105555

Dari belakang penampakannya lumayan yahud… terlihat mewah dan elegan. Sayangnya knalpotnya tak dibuat model chrome ya.. atau minimal silencernya titanium hihi..

20180304_105330

Gimana Bro? Naksir? Saya naksir saja, beli sih nggak hihi.. mending piara Lambretta klassik saja lah kalau ada rezeki dan kesempatan..

Dibandingkan matic-matic kapasitas kecil yang beredar di pasaran, matic Lambretta bisa dibilang cukup memberikan nilai lebih. Kalau lihat rangkanya, motor ini jelas ga bisa dibilang menyasar pengguna matic level akar rumput, tetapi menyasar kelas menengah lah, yakni yang punya duit lebih dan menjadikan motor sebagai hobinya juga. Lihat saja tampilan rangkanya yang terbuat dari baja:

20180404_085224

Asik kan Bro… Bukan rangka pipa semata yang dibungkus bodi plastik menggembung.. Tulang belulang Lambretta modern bisa dibilang gagah dan mahal.

Kesan mahal yang ingin ditampilkan Lambretta pun mereka sodorkan lagi lewat parts afterarket official Lambretta. Kalau Vespa lebih main di winshield, karpet, dan box, Lambretta lebih main di body partsnya. Bukan sebatas ganti warna, mereka menawarkan dasi, rumah lampu dan tepong dari bahan serat karbon! Sayang tak ada keterangan harganya..

20180330_105029

Di bawah pun tertera: Handmade in Europe..

Hmm, mencurigakan juga sebenarnya.. Mungkin yang dimaksud hanmade sebatas carbon partsnya saja ya..

Lambretta yang kini dikelola grup perusahaan yang juga menjual merk Brixton dan Benelli ini menutup rapat matic ini dibuat di mana sebenarnya. Di brosur sih pemakaian bahasanya masih banyak menggunakan istilah-istilah Italia yang bisa ditebak artinya karena bentuknya mirip bahasa Inggris: Passione, tradizione, innovazione.. Mereka pun menerangkan asal usul Lambretta klassik dulu dan menyertakan produk-produk klassik mereka di masa jayanya..

Yup, mereka mencegah sebisa mungkin ke-Italia-annya tak lepas dari Lambretta modern ini..

Pemirsa…

Mari kita coba menguak misteri, Lambretta modern buatan mana..

Kalau kita katakan Lambretta merk Italia, benar adanya.. seperti Vespa, Aprilia, Ducati…dan jangan lupa: Benelli hihi..

Vespa modern yang sudah banyak diproduksi di Vietnam membuat produk produsen skuter legendaris yang tadinya harganya bikin nyengir kuda menjadi sebuah produk yang secara harga sudah hampir sebersaing motor Jepang.. Meskipun tak bisa dibilang ekonomis.. Ya, beli Vespa kan beli desain dan nama besar..lifestyle itu memang biasanya butuh kerelaan mengorek-ngorek dompet lebih dalam.

20180304_105847

Vespa bisa terbilang sukses membuka pabrik di Vietnam. Mereka bisa buat produk dengan harga bersaing tanpa banyak mengorbankan nama besar. Yang nyinyir ya hanya terdengar di awal saja..makin ke sini, makin ga dianggap lah.. Yang beli Vespa buatan Vietnam pun tak perlu merasa naik Vespa kelas dua.

Yang suksesnya mirip-mirip Vespa ya KTM yang joinan dengan Bajaj. Berkat bersekutunya KTM dengan Bajaj, mereka sanggup membuat motor kapasitas kecil mereka punya harga bersaing untuk menggempur pasar Asia. Cibiran untuk langkah ini juga bisa terbilang miniiiiim.. Bahkan mayoritas bersorak dengan langkah KTM ini. Yang rugi ya paling yang sudah punya duluan hihi.. tapi mereka sudah puas dong sebelumnya tampil beda!

Lain lagi dengan Ducati! Buka pabrik di Thailand bisa dibilang tak menggoyang kedudukannya sebagai motor Italia kelas atas! Bisa jadi karena yang diproduksi tetap motor besar! Masih terlalu jauh dari penghasilan biker jelata..

Nah, bagaimana dengan Lambretta? Apakah seperti Vespa, seperti Ducati, atau justru seperti Benelli? Ya tau sendiri kan, Benelli sudah tak dilirik sebagai motor Italia lagi karena dianggap motor buatan Cina. Agak aneh memang, kenapa tidak senasib dengan Vespa yang ga papa aja motornya buatan Vietnam. Apakah sebatas masalah desain? Bisa jadi..

Namun, Blog Sesat lebih menilai ini masalah kepemilikan saham! Jadi tanda tanya juga kan..kalau Benelli itu mayoritas sahamnya masih Italia, atau masih ada produk-produknya yang buatan asli Italia, beda cerita dong..

Kembali ke Lambretta. Bikinan mana ya?? Waktu Peugeot di Jakarta diluncurkan, salesnya dengan pedenya bilang buatan Prancis.. Meskipun akhirnya terbongkar juga wkwk.. ga papa aja sih, cuma rasanya ada percoban penipuan di situ, bikin KZL aja (beli juga nggak padahal wkwkwk). Nah, si Lambretta di brosurnya sih tertulis:

20180330_105035

Handmade in Europe! Bukan cuma made in Europe! Handmade Bro..

Entah Europe sebelah mana ya atau benar tidaknya, Blog Sesat gagal memperoleh kepastian dari brosur yang dibuat keren layaknya majalah berkelas yang Lambretta sebarkan. Di halaman akhir sih tertera:

20180330_105058

Yup.. Lambrettanya memang masih Lambretta yang dulu..tapi kini kedudukannya di Austria, hmm atau ada yang di Lugano Swiss ya? Ya masih dekat-dekat dengan Italia sih..

Namun…. mereka ini menurut pengamatan Blog Sesat masih satu perusahaan yang sama dengan yang membuat merk Brixton! Boothnya saja disatukan gitu..masih kelihatan kan motor Brixton di latar belakang foto paling atas?

Ada yang bisa kasih info tambahan?

tersesat muter-muter

  • 2,004,492 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan