You are currently browsing the category archive for the ‘Gebetan Baru’ category.

Ini salah satu motor yang ingin Blog Sesat buru di acara motor di Dortmund tahun ini: S1000RR 2019. Dan, kesan pertama bertemu motor ini, agak kecewa haha..

Ternyata kepicekannya yang kami juluki si Picek nan Ganteng cukup kami rindukan hadirnya. Namun, ya begitulah teknologi. Kabarnya, dulu kan desain picek karena BMW ingin meringankan bobot dengan tanpa melanggar faktor keamanan dalam hal penerangan lampu depan.. Dengan satu lampu yang lebih kecil, mereka bisa kurangi 130 gramm.

20190303_145645

Nah, dengan teknologi lampu terkini, penerangan bisa lebih terang dengan rumah lampu yang kecil. Ya berkat LED, kita bisa lihat, beberapa motor sudah memilih memperkecil head lamp mereka, sebut saja R1 dan kini BMW S1000RR pun memilih jalan ini.

20190303_145750

Efeknya, wajah simetris membuatnya lebih luas diterima selera pasar. Meskipun menurut Blog Sesat, ciri khas S1000RR jadi hilang. Tanpa warna khas BMW dan logo BMW, niscaya akan ada yang percaya saja, ini motor TVS 310 yang baru wkwk..

20190303_150156

Kesan pertama ketemu motor yang powernya meningkat 8PS ini ya biasa saja. Namun, biasa saja dalam artian lebih senang ketimbang ketemu superbike-superbika lainnya yang ada di ajang itu. Ya bisa menang karena faktor baru sih..

Desain baru dan warna barunya plus ukurannya yang jelas terlihat mengecil membuat kesan sangar di motor yang tak lagi jadi motor terkuli tenaganya gara-gara Ducati V4R ini hilang… Motor terlihat manis, ceria dan anak muda banget. Anak muda akan berbinar-binar melihat warnanya.. Om-om yang ingin menyaruh jadi anak muda pun akan senang melihat motor ini. Buat yang tinggi badan kurang, S1000RR jadi motor yang makin bersahabat, apalagi jarak jok ke setang makin rapat dengan diperkecilnya tanki.

Di jajaran produk BMW pun, S1000RR ini terlihat yang paling kecil! Ya masih ada 310 series sih, tetapi itu kesan visual yang tertangkap mata. Motor-motor BMW lainnya macam GS, apalagi yang touring-touring dan GT 1600 mah ga kira-kira gedenya…

20190303_150147

Untuk suspensi depan, BMW kini mempercayakan tak lagi ke Sachs, tetapi ke produsen suspensi asal Italia, yakni Marzocchi. Nah, ukurannya yang sebelumnya berdiameter 46mm, ya standard moge-moge lain, justru malah diperkecil jadi 45mm. Ini dikatakan demi memperoleh feedback yang lebih baik, disamping mengejar bobot ringan tentunya.

Rem pun direvisi. Kalau tadinya kita lihat Brembo dan kalipernya dengan bangga nangkring di roda depan S1000RR jadul yang tenaganya masih 199 PS, di dobel R sekarang hanya ada kaliper BMW hehe..

Kata orang BMWnya, ini karena BMW inginkarakter rem yang gigit banget saat dibejek di awal, dan setelah itu sangat terdosis ketika dibejek lebih kuat tuas remnya. Ya makin controlable lah.. Mereka pun meminta produsen rem berlomba-lomba membuat rem dengan karakter itu. Namun, ujung-ujungnya BMW mengombinasikan master rem Nissin, piringan Brembo dan kaliper BMW sendiri.. soal kaliper sepertinya bisa juga buatan Brembo, tapi logonya BMW, demikian menurut bisikan gaib yang kurang jelas kadar kebenarannya.

20190303_150300

Lengan ayun belakang kami nilai lebih keren. Yup, jadi seperti lengan ayun Yamaha R1 jadul.. Ya M1 dan RCV juga begini sih.. Model lengan ayun ini dinilai lebih stabil untuk berakselerasi dalam keadaan menikung dan selepas tikungan. Ya untuk tampilan sih jelas lebih gahar..

d

20190303_150247

Soal velg..wow karbon Bro… tetapi ini bukan bawaan standar ya..ini untuk versi M paket yang tentu harus tambah dana extra lagi dari motor yang dilego 18750 Euro versi standardnya…kalau mau velg dan warna ini, ya harus ambil M Paket senilai 3500 Euro, dapat velg karbon, warna BMW motorsport, tempat duduk, peninggi buritan, aki dan swing fulcrumnya M Paket.

20190303_145932

Soal knalpot, hmm mirip knalpot racing variasi yang sempat beredar banyak juga di indonesia ya..ya model hexagon gitu.. Keren sih, tapi ya terlihat biasa.. Untung materialnya terlihat mahal hihi..

Nah, yang bikin bingung Blog Sesat, kok lampu remnya yang “dicontek” Gixxer 150 tak ada.. Terlihat hitam polos, hanya body buntut saja.. Wah, Blog Sesat ga berani beli motor kaya gini unutuk dipakai di jalanan Ibu Kota..bisa-bisa kena tiga pasal: knalpot racing, tak pasang spatbor belakang dan tak pasang rem belakang hihi.. (buka alasan sesuangguhnya-red).

20190303_145929

Rupanya.. sen dan lampu rem disatukan.. Ya mengingatkan pada Ople Blazer sih.. Bagus juga, karena secara visibilitas di malam hari, si RR ini lebih terlihat dengan 2 lampu rem kan.. Buat balap pun tentu lebih praktis, tak perlu ribet mikir copot lampu rem dan extra beli buntut buta lagi..

20190303_150043

Blog Sesat sebenarnya ingin menyemplak S1000RR ini. Namun apa daya, si om2 berbaju kuning ini termasuk kaum intoleran dan EGP pada pengunjung lainnya…wkwk.. Si tante-tantenya pinter banget menjelaskan ini itunya..setelah Blog Sesat lihat brosur dan googling, ternyata dia bernama nicki Scharf, instruktur balap yang punya sekolah racing juga. Dia kerjasama dengan BMW untuk membuat coaching balap dengan S1000RR terbaru.. ya ga sampai 800 Euro sih… tapi tetap saja terlalu banyak buat dompet mahasiswa macam kami..ya kalau 80 Euro sih kita ikutan wkwk.

20190303_150402

Karena si om-om ini lebih dari 5 menit ga turun-turun, agen spesial kami muter-muter dulu melihat motor BMW lainnya.. Balik-balik, eh dia malah minta si tante jadi boncenger.. dan mereka ngobrol lagi lama…….

yup..lama…..

*sigh….20190303_150000

Intinya udah 10 menit lebih dia ga turun-turun.. betah dia di atas S1000RR 2019 dan dijelaskan ini itunya sama si tante.. Ya karena tak mau sirik dan makin terkena penyakit hati, agen kami pun memutuskan meninggalkan motor yang displaynya keren maksimal ini…

20190303_150432

Kesimpulannya, GSX 150 R lebih keren dan canggih karena sudah Keyless dan bobotnya jauh lebih ringan..

sekian..

jangan kesel ya..cukup agen spesial kami saja yang KZL gagal nyemplak si dobel R…

Ada satu motor di booth Ducati yang di ajang Motorräder Dortmund diberikan tempat tertinggi dibandingkan motor-motor lainnya. Saking tingginya, tak perlu lagi ditulisin: “jangan dinaikin” hihi.. Ya, ini dia Ducati V4S yang pernah dipakai Michele Pirro. Kalau tak salah di ajang Race of the Champion di dalam World Ducati Week tahun lalu dan berhasil menjadi juara 1 mengasapi para pembalap MotoGP Ducati.

20190303_154031

20190303_154048

Sebenarnya Blog Sesat masih hutang janji ingin bahas motor ini, tetapi apa daya kurang motivasi dan waktu hihi.. Kenapa kurang motivasi? Ya gimana ya. toh motornya memang kencang, tapi tak bisa diterjunkan di ajang WSBK juga karena kebesaran kapasitas mesin kan. Ulasan dari beberapa media juga sudah banyak dan lucunya, ternyata untuk akselerasi 0-100 Km/jam pun masih kalah dengan Panigale V2. Dan belum lama berselang, sesuai dugaan, sudah keluar Ducati V4R yang 1000cc dan memenuhi syarat untuk terjun di WSBK. Ya itu sih alasannya kenapa tak kami angkat lebih lanjut kisah Ducati V4 series ini.

Berhubung Michele Pirro juga sedang tak ada kabar yang menariknya, kita beralih ke pembalap Ducati lainnya yang jadi pembalap pabrikan Ducati, yakni Danilo Petrucci ya. Kan belakangan ini ada kabar Ducati ingin mengganti Petrucci dengan Bautista yang berhasil sapu bersih seri WSBK di Australia. Dari berita yang kami terima, dan malas untuk cari tahu lebih lanjut-red- semua itu baru sebatas rencana, bukan benar-benar main tukar guling. Tak mudah tentu tukar guling kontrak pembalap ini, meskipun memungkinkan saja dengan lobi-lobi yang tak murah juga.

Dan buat apa ditukar guling, sudah bagus Bautista di WSBK saja, toh ajang ini pun sudah lama tak mengharumkan nama Ducati. Marco Melandri pun masih kurang sakti kan.. Dan sejak Carlos Checa di tahun 2011 dengan 1098R, Ducati belum pernah Juara Dunia WSBK lagi. Artinya, sudah 7 tahun terbuang! Dan Panigale series yang awalnya terkesan sangar dan super menjanjikan secara hasil bisa dibilang gagal…

20190303_154124

Buat apa mereka menaruh Petrucci di WSBK kalau Bautista sudah punya gelagat bisa memenangkan ajang WSBK bagi Ducati tahun ini..

Dan belum ada jaminan juga performa Bautista di MotoGP sedahsyat performanya di seri pertama WSBK Australia lalu. Kalau jadi tukar guling dan blunder, Ducati bakal habis jadi bulan-bulanan pasca hengkangnya Lorenzo kan..

Dan yakin Petrucci di WSBK bakal punya motivasi tinggi setelah dimutasi dan turun pangkat? Blog Sesat melihat isu ini sebagai cara Ducati juga untuk mengompori Petrucci. Ducati seperti mendesak Petrucci dan mengatakan: Kesempatanlo hanya satu tahun!

Melihat performanya tahun lalu dan fakta Ducati sebagai motor terbaik di MotoGP saat ini, tampaknya Petrucci akan beberapa kali mewarnai podium MotoGP. Menarik dinanti sih.. Meskipun masih agak gelap, tampaknya Marq Marquez, Dovisiozo, Vinales dan Rossi akan sering digerecokin Alex Rins dan Petrucci…dan Lorenzo tentunya. Kalau Lorenzo sudah akrab dengan RC213V, bisa-bisa justru dia kandidat penantang Marquez terdepan dalam peraihan juara dunia MotoGP tahun ini, meskipun tampaknya masih terlalu sulit. Maklum, doi pembalap paling seperti robot, paling bersih dan seperti jam tangan Swiss dalam urusan mencetak fast lap konsisten..

 

Di tengah kesibukan Blog Sesat yang biasa-biasa saja, datang juga akhirnya ajang yang ditunggu-tunggu: Motorrader Dortmund 2019. Sebenarnya ga ngebet-ngebet amat, tetapi karena sudah lama tak lihat banyak motor dan sudah haus sekali dahaga ini akan dunia permotoran, Blog Sesat menugaskan seorang agennya untuk menuju ajang yang seperti campuran motorshow dan tumplek blek ini.

20190303_141917

Sebenarnya kami datang tanpa harapan besar, maklum, paling motor baru yang ingin kami lihat hanya 3, BMW S1000RR anyar, Suzuki Katana anyar dan Ducati V4R. Dan untungnya karena harapan tak ketinggian itu, kami ga kecewa-kecewa amat hehe.. Maklum, sudah 3 kali ke ajang ini, terlalu banyak persamaan yang kami saksikan.

20190303_160910

Kalau disuruh menyebutkan atau menunjuk motor-motor yang pernah ada di tahun sebelumnya, dengan mudah bisa kami tunjukkan hehe.. Ya kesannya dia lagi-dia lagi. Ya ini untuk di bagian booth perorangan atau klub ya.. Di booth produsen motor tentu motornya ya motor baru..

20190303_141941

Namun, tetap saja bosan, sebab posisi booth produsen motor tak berubah dari tahun lalu. Bahkan saya bisa ingat persis di mana Yamaha menaruh Yamaha Niken, Kawasaki menaru H2R dan Motor ZX-10RR Rea..ketiganya di posisi yang sama plek dengan tahun lalu..

20190303_142048

Ada untungnya juga kami masuk lewat pintu berbeda dibanding tahun lalu, sebab kesannya biar beda aja hihi.. Mulai dari pintu motor modif yang juga dijual.. Ya cuci mata bener lah, meskipun bikin baper ingin segera modif motor juga, apa daya, desakan hati ini perlu ditahan-tahan dulu..

20190303_143255

Pas mulai masuk ke booth produsen-produsen motor, ya mulai deh agak membosankan.. sebosan-bosannya tetap senang kok.. Merasa beruntung juga dateng siang dan pengunjung sudah tak terlalu ramai.. Jadi sedikit lebih leluasa untuk mengambil gambar atau coba duduk di motor-motor pameran.

20190303_143214

Di booth Yamaha, tak ada yang spesial ya.. Keren-keren sih motornya, tetapi di bagian motor fairing terkesan monoton karena modelnya mirip-mirip, warnanya pun serupa pula. Ya paling tidak bisa lihat Yamaha R3 produksi Indonesia hehe… Boleh juga ini motor, sekarang kalau berjejer dengan R125, ya sudah sama-sama aja kerennya, tak lagi ketara jomplang seperti ketika belum pakai USD.

Setelah itu saya ke booth pabrikan-pabrikan lainnya macam Kawasaki, BMW, Royal Enfield, Triumph, KTM, Aprilia, Ducati dan terakhir Suzuki.

20190303_155927

Honda mana? Wah, mana ya..saya tak lihat haha… memang lagi kurang asik suasana hati juga kali.. Booth Triumph, KTM, Aprilia pun cuma sekedar lewat saja.. Ya selain terkesan monoton, tak ada produk yang cukup menggoda untuk dipedekate dan memang waktu kami hanya 3 jam saja di sana.

Kami juga punya misi ngumpulin brosur motor sih.. Sayang malah kelupaan ngambil brosur KTM hiks..hiks.. padahal butuh juga buat bahan penelitian.. Mau tak mau ya cari di ebay saja.. lumayan lho, brosur-brosusr ginian dijual bisa sampai 7,5 Euro… Kalau datang ke pameran bisa comot suka-suka..20190303_204139

Alhamdulillah di akhir perburuan Brosur kekumpul lumayan banyak. Dan yang paling elit bikin brosur adalah Suzuki! Paling keren, sudah seperti buku, full colour dan tebal plus ada beberapa. Alhamdulillah juga jadi ada materi extra buat jajanan di Blog Sesat yang sudah makin doyong ini.. Ya materi tahun kemarin saja belum habis sih sebenarnya, maklum, sibuk wkwkwk…

Oke, sekian dulu.. Ke depannya akan kita telaah sedikit-sedikit motor-motor yang menarik untuk dilihat lebih seksama..

Zamannya masih kecil, salah satu kegiatan sekolah yang menarik bagi saya adalah kerajinan tangan. Yang seru sih ketika bermain dengan tanah liat. Bahkan sekolah dulu sampai mengajak siswa-siswi ke daerah Plered untuk melihat kerajinan tanah liat, tembikar dan keramik.. entah apa bedanya.. Kalau ingat keramik, ingetnya pedesaan. Tak sangka sekarang istilah keramik banyak hadir di olahraga balap.. super mahal pula wkwk..

Nah, kita kenalan nih dengan sepeda balap produksi firma Ceramic Speed asal Denmark yang dikenal di bidang sepeda balap dan cabang triathlon. Firma ini beken dengan laher keramik dan sistem perpindahan gigi dari karbonnya yang terkenal super enteng.

Motor yang terlihat cocok dipakai Batman ini meraih perhatian besar dan penghargaan ketika diperkenalkan pertama kalinya di bulan Juli tahun lalu.

Kettenloses Fahrrad von Ceramic Speed: Thema Antrieb mal komplett neu gedacht

Yang menarik bukan sosoknya yang eksotis dan sangar. Sepeda bahan karbon mah bukan hal baru. Sistem penggeraknyalah yang dinilai revolusioner di bidang persepedaan balap, yup, pakai semacam gardan.

Inovasi ini diklaim 49% lebih bebas beban gesekan, tanpa rantai, bebas minyak-minyakin, tak repot perawatan dan tak pakai acara rantai lepas apalagi putus rantai.

Das kettenlose Antriebssystem Driven ... (Bild: Ceramic Speed)

Dengan 13 gigi berbeda, rasio sampai 376% dan masih bisa dikembangkan, sepeda ini menawarkan performa di atas rata-rata. Perpindahan gigi pun tanpa kabel, tapi sudah dengan motor servo, wah kaya NSR nih wkwk..

Masih dikembangkannya sepeda yang teknologinya seperti motor ini membuat produsen belum menentukan harga. Ya Jangan heran seharga motor BMW yang sama-sama pakai gardan ya..

sumber:

https://www.golem.de/news/ceramic-speed-haette-haette-fahrrad-ohne-kette-1902-138986.html

Kalau ada motor baru Suzuki dalam 3 tahun terakhir yang paling tak banyak memancing penasaran, maka malaikat juga tahu bahwa Suzuki Bandit 150 yang jadi juaranya…

Yup, bukan motornya jelek, tapi orang-orang juga sudah tau motor itu akan seperti apa, bahannya apa dan performanya bagaimana. Hal ini membuat euforia motor baru tak hadir di kehadiran motor yang mesinnya punya performa di atas rata-rata motor 150cc di Indonesia ini..

Okelah ini motor akan lebih ramah boncenger, namun buat rider, bisa dibilang biasa saja.. malah desainnya makin biasa, terlalu mirip tetangga sebelah. Nah, disinilah bisa dibilang keinginan modifikasi muncul.. Apalagi yang pada dasarnya memang senang motor..Bandit 150 standar bisa dibilang bertampang terlalu biasa, terlalu seperti motor pekerja..soal eksistensi seperti terkesampingkan.

Blog Sesat melihat, gaya klassik bisa diterapkan ke motor seharga 26 juta itu.

Modif bergaya Suzuki Katana tentu bisa meladeni gejolak modif gaya klassik. Namun, pr tentu terlalu banyak! Yup, mau modif jadi Katana terlalu banyak dana yang dikeluarkan. Perubahan juga banyak! Full body dan dobel shock tentu tak murah. Untuk harga motor selevel itu, hmm rasanya tak ada yang akan menempuh langkah ini.

Satu level yang lebih mudah tentu mengincar gaya Suzuki Katana modern… Namun, ubahan body masih tergolong banyak.. Duit minimal 5 juta harus ada di kantong untuk menguber tampilan Katana modern..

Nah, ini dia solusinya, cukup pakai bikini fairing ala Katana klassik! Lihat saja contohnya di Suzuki SV 650 X berikut ini:

S2 Concept aus Frankreich hat für die Suzuki SV 650X ein Katana-Umbau-Kit entwickelt.

Simple, tetapi kena banget kan? Murni komponen bolt on, tampilan motor langsung berlipat-lipat aura retronya, ya dari depan sih, dari samping nyaris tak terlihat retro, dari belakang jelas tak ada perubahan.

Zu haben ist das Kit für alle aktuellen SV 650-Modelle zu Preisen ab rund 700 Euro.

Ubahan seperti ini terbilang sangat mudah dan tak makan banyak waktu modifikasi dan biaya. Di Jerman saja, ada rumah modif S2 Concept asal Prancis yang menawarkan fairing ala Katana klassik untuk SV 650 X. Harga yang ditawarkan mulai 700 Euro saja. Itu untuk harga fairing plus lampu plus braket-braket lampu dan spidometer.

Zum Paket gehören ein Lampen/Instrumentenhalter, ein neuer Scheinwerfer sowie die Katana-Verkleidung mit Verkleidungsscheibe.

Kalau fairing dicat 1 warna perlu tambah 100 Euro, dan kalau warna disesuaikan dengan warna SV 650 X, tambahnya 200 Euro! Mahal? Catnya mahal sih, tapi untuk fairing plus lampu terhitung menarik tawarannya.

Di Indonesia, bisa banget nih diikuti untuk Bandit 150. Dengan kemampuan dan potensi builder Indonesia, sangat mungkin produk serupa diproduksi untuk Bandit 150. Bahkan harga yang ditawarkan sangat mungkin di kitaran 1 jutaan saja, bahkan tak sampai..

sumber:

https://www.motorradonline.de/zubehoer-teile-werkstatt/s2-concept-suzuki-sv-650x-katana-umbau.1035166.html?backlink=mrd-1035164

Para penggemar motor tentu sudah tak asing dengan motor yang satu ini. Kehadirannya bisa dibilang lumayan menggemparkan. Maklum, Norton yang sudah lama padam semangat balapnya akhirnya kembali meluncurkan sebuah motor yang berani berduel melawan superbike yang ada sekarang, bahkan tak tanggung-tanggung, bisa dibilang material terbaik dengan konsep menawan ada di motor ini. Memang harganya relativ mahal, tetapi kalau dilihat dari apa dia dibuat, Blog Sesat menilai ini motor sebenarnya layak beli… Norton tak banyak ambil untung lah..

20180304_114617

Motor ini dijuluki „all British hypersports model ever“, Norton V4. Lumayan, nambah lagi kan satu pilihan motor V4. Buat yang jenuh dengan 4 silinder inline, konfigurasi V4 memang punya nilai lebih dalam hal torsi dan kelincahan motor. Jangankan untuk mereka, Valentino Rossi saja mulai melihat faktor V4 ini yang jadi pembeda babak belurnya Yamaha melawan Ducati dan Honda di MotoGP.

20180304_114820

Motor ini mulai dipasarkan sejak tahun lalu. Soal performa handling, tak perlu diragukan. Lihat kaki-kaki dan pengeremannya saja sudah jaminan mutu kan..

Soal rangka dan stabilitasnya, tak perlu takut jadi macam beli Norton dalam karung. Motor sensasional ini sudah ikut TT lho dengan pembalap Australia, David Johnson dan meraih tempat ke 7. Memang sih, mesin yang dipakai di TT mesin Aprilia RSV4 hehe.. Namun, mesin Norton V4 72 derajat dengan kubikasi lebih besar, yakni 1200cc, yang dibuat Norton dijamin tak kalah bertenaga. Norton menjanjikan 200 PS @12500 rpm! Bobot kosong motor pun hanya 179 Kg saja! Jelas cukup untuk berkompetisi dengan superbike-superbike terkini…

Mesin V4 1200cc ini dikombinasikan dengan rangka tubular yang dibuat mengikuti langkah moge balap pabrikan saingan senegaranya, yakni Triumph. Kalau kita biasa mendapati bahan rangka pipa tubular adalah besi baja, Norton beda. Mereka pakai pipa alumunium..hmm aneh juga kombinasi ini ya, sebab biasanya yang model alumunium kan model rangka ala deltabox.

Untuk kaki-kaki dan rem, Brembo dan Oehlins nongkrong di situ membuat motor ini tak perlu banyak cingcong untuk menunjukkan kualitasnya. Soal elektronik, Norton tak mau ketinggalan dengan kompetitor. Sistem IMU buatan Bosch mengatur semua perangkat pendukung elektronik motor yang dilahirkan dengan pengalaman 5 tahun belakangan di ajang Isle of Man ini.

20180304_114802

Yang lucu, yang ludes duluan justru versi mahalnya, yakni Norton V4-SS yang dibanderol 44000 Poundsterling. Versi mahal ini memang wow.. handmade, rangka kena poles, lengan ayun dari sebongkah alumunium solid yang kena sentuhan mesin CNC. Soal aroma karbon, ini motor abis-abisan. Tanki saja dibuat dari material yang mahal karena kekuatan dan bobot ringannya itu. Versi ekonomisnya, V4-RR yang dibanderol 28000 Poundsterling lucunya malah tak selaku yang versi SS.

Simon Skinner, sang designer, mengklaim, Norton V4 memang produk Inggris yang punya nama besar yang bisa disetarakan dengan produk luxus otomotif Inggris lainnya macam Aston Martin, Jaguar dan McLaren.

20180304_114837

Motor yang versi murahnya 33000 Euro ini mengincar biker Inggris sebagai konsumen potensialnya. Okelah menurut Blog Sesat. Ini motor performancenya dapat, nama besarnya dapat, handalnya juga dapat. Harga lebih murah dibandingkan Desmosedici, apalagi RC213V-S, tetapi performa di atas kedua motor MotoGP itu. Maintenance pun lebih murah dan eksklusifitas masih dapat, meskipun tak mungkin menyaingi motor MotoGP jalanan sih.. Namun, untuk kelas superbike massal, jelas, ini motor yang punya potensi jadi collector item.

 

20180304_114741

20180304_114733

20180304_114725

Gimana Bro? Puyeng lihat kombinasi carbon dan polesannya?

20180304_114648

Blog Sesat pun puyeng melihatnya langsung. Ini motor ga kalah lah auranya dibanding BMW HP4 Race..ya paling kalah di rangka yang tak pakai carbon.. Toh mesinnya V4, lebih berkelas secara karakter dan bunyi…

20180304_114656.jpg

Lengan ayun Proarm pun punya tampilan lebih oke dibandingkan BMW HP4 Race..

20180304_114440

Yang kurang oke di motor ini menurut Blog Sesat adalah lampu belakangnya yang terlalu sederhana, kaya ga perlu mkiri gitu bikinnya wkwkwk… Livery pun bisa dibilang tak ada.. Keren sih buat yang suka gaya minimalis, tetapi agak kurang berkarakter juga kalau badi full carbon sama sekali tanpa sentuhan warna…

Buat mereka yang ingin tampil beda tentu butuh motor yang mencolok tampilannya di jalan. Salah satu yang sering jadi pilihan adalah motor roda 3, ya tentu bukan yang 2 roda di belakang dan 1 di depan karena sebagian besar yang model gitu motor niaga atau untuk yang difable… Yang roda 2 di depan tentu lebih wow karena tekniknya terlihat canggih dan menawarkan sensasi riding yang tak didapat motor berdesain konvensional. Yamaha Niken bisa dibilang yang terkini dan punya performa mantebs… Namun, harganya tentu tak bisa dijangkau semua orang, apalagi kalau pajak moge sudah naik lagi nanti. Nah, solusinya yang terjangkau ada Yamaha Tricity.

Di Indonesia, Yamaha Tricity 155cclah yang dijual. Motor berteknologi LMW alias Leaning Multi Wheel ini ludes dalam waktu singkat setelah pertama kali ditawarkan di IMOS 2016, padahal jumlah yang ditawarkan 240 unit. Test pasar yang hanya 30 unit langsung ludes ibarat pelet dilempar ke kolam lele wkwk.. Sukses tes pasar pun diikuti lagi dengan mendatangkan 210 unit, itupun ludes.. Mau pesan? Harap sabar indennya, maklum motor CBU dari Jepang…

Nah yang Blog Sesat temui Yamaha Tricity 125cc. Lumayan juga tampilannya.. Motor 1 silinder 4 tak OHC 2 klep berkapasitas 124,8cc ini punya tenaga yang lumayan juga. Meskipun kapasitasnya kecil, tenaganya diklaim sampai 12,2 PS @9000 rpm dengan torsi maksimum 11,7 Nm @7250 rpm. Kenapa lumayan besar? Ya kan biasanya mesin 125cc paling tenaganya ada di kitaran 9 PS.

20180304_125334

Tentulah perlu tenaga extra, sebab rodanya kan di depan ada dua. Tentu beban extra untuk motor dan juga berat lebih sebagai konsekuensi front end depan model begini. Bobot doi pun sudah setara motor 250cc, yakni 164 Kg!

20180304_125429

Yamaha menjual motor roda 3 ini seharga 4495 Euro. Lumayan mahal sih..tapi Yamaha R125 lebih mahal dengan banderol hampir 5200 Euro hihi..

Memang menarik juga ya si Tricity 125. Namun, pas lihat Yamaha Niken, kesan eksklusif dan modern Yamaha Tricity langsung pudar wkwkwk…

20180304_124835

Ini motor yang bersejarah bagi BMW dan bagi Blog Sesat. Sampai hari ini, Blog Sesat mengklaim sebagai orang Indonesia pertama yang duduk di atas jok BMW S 1000 RR wkwkwk…. 19 Juni 2009…

Kedigdayaan mesin BMW S 1000 RR langsung merontokkan para pesaingnya. Motor kategori hyperbike pun dalam kondisi sama-sama standar bukan lawannya. Dengan spek standar, doi sanggup digeber drag 402 meter di kepala 9 detik! Buat kebut lurus, ini motor langsung jadi favorit, bahkan sampai sekarang.

Namun, bisa dibilang selama ini tak ada perubahan berarti. Di WSBK pun jelas tak berkembang semundurnya BMW dari ajang itu. Ajaibnya, masih aja ada yang pakai hihi.. Jordi Torres tahun lalu mengakui, secara mesin, BMW S1000RR top, tak ketinggalan dibandingkan motor-motor yang terus serius dikembangkan pabrikan lainnya, tetapi ini motor punya kelemahan dan karakter yang aneh. Jika mengerem terlalu dini, motor tak tenang masuk tikungan, jika direm sedekat mungkin dan telat, lap time juga tak membaik. Menurut pembalap yang pernah podium dengan Aprilia RSV4 ini, BMW punya karakter yang merugikan.. Motor relatif nyelonong di tikungan..

Pembalap Spanyol yang sempat merasakan MotoGP ini terpaksa harus menikung lebih rebah menggunakan S 1000 RR dibandingkan kompetitor. S 1000 RR pun lebih betah rebah, tak bisa seperti kompetitor yang bisa seminim mungkin rebah, kemudian langsung ditegakkan dan digas.. Ya intinya, masalah rangka adalah masalah utamanya..

Hmmm barangkali kalau sudah ketemu formulasi rangka yang tepat, jangan heran bisa menyusul kesuksesan Kawasaki ZX-10R. Ingat kan, ZX-10R itu diduga keras pakai formula rangka Hayate yang sempat digeber Melandri dan sanggup ada di papan tengah MotoGP. Dan memang Kawasaki bukan dikenal lagi sebagai motor dengan power terbesar, tetapi yang paling matang secara keseluruhan. Tak heran dominasinya sudah berjalan 4 tahun ini.

Bagaimana melihat S 1000 RR baru ini? Lumayan jelasnya, apalagi setelah gambar patennya dari kantor paten di Cina sudah tersebar.

Dari samping masih ada karakter S 1000 RRnya, masih ada sirip hiu yang dipertahankan. Namun, dia tak lagi picek! Filosofi asimetris ditinggalkan BMW di sisi head lamp. Malah menurut Blog Sesat, tampilannya mirip TVS 310 ya haha…

Buntut belakang pun berubah. Ada unsur Yamaha R6, tetapi kental juga desain Ninja 250 lama wkwk… Fairing dan velg juga mengingatkan kepada Yamaha R6. Lengan ayun S 1000 RR 2019 juga mengingatkan pada miliknya Yamaha R1 generasi awal crossplane crankshaft.

MOTORRAD-Redakteur Stefan Kaschel schrieb 2017 noch zur Front, dass sie etwas an die Scheinwerferpartie an die erste Yamaha R1 mit Crossplane-Konzept (2009) erinnere.

Konfigurasi knalpot tetap 4-2-1. Dari bocoran, bunyinya ada perubahan. Muncul dugaan, mesin yang tetap tak sampai 1000cc 4 silinder itu juga menganut crossplane. Untuk tenaga puncak, dikabarkan meraih 200 PS. Ya ga wow lagi untuk zaman sekarang…

Das sind die Renderings, die das chinesische Patentamt veröffentlicht hat.

Rangka yang digunakan dikatakan mirip Ducati yang mengandalkan mesin sebagai bagian terintegrasi dengan rangka. Ya wajar, BMW perlu menghemat bobot. Bobotnya yang sampai 214 Kg perlu diet 14 Kg agar sampai di level motor-motor superbike teranyar…

Gimana Bro? Naksir? Ambil TVS 310 RR aja..ga rugi deh wkwk.. mirip-mirip kok..

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/bmw-s-1000-rr-modelljahr-2019.1027904.html?backlink=mrd-1027914#gallery-1

20180304_123903

Buat penggemar mesin V4, pilihan yang ada di pasaran saat ini lumayan ada, meskipun tak bisa dibilang banyak. Setelah sebelumnya ada RSV4 saja, kini Ducati juga sudah punya V4 juga yang harga jualnya ekonomis. RCV213S mah ga usah diomongin ya, itu kan ga niat untuk dijual benar-benar massal hehe…
Kini kita kenalan dengan RSV4 RF yang sedikit lebih mahal dibandingan Panigale V4!  Motor ini dibekali mesin 65°-V4-Zylinder-4 tak, 4 klep per silinder DOHC berkapasitas 999 cm³ dengan konfigurasi bore dan stroke 78,0 / 52,26 mm.
Mesin berkompresi 13,5 : 1 sanggup mengeluarkan tenaga 148 kW (201 PS) @13.000 rpm dan bertorsi maksimal 114,6 Nm @ 10.500 rpm.
Tenaga ini lebih kecil dibandingkan Ducati V4 yang sampai 214 PS. Namun, ingat, Ducati kan kapasitasnya 104cc lebih besar… curang wkwk…
Bobot si cantik asal Italia yang setia dengan desainnya yang itu-itu aja berbobot 204 Kg. Kapasitas tanki standar lah, 18 liter. Cukup untuk dipakai balap bagi motor yang butuh 7 liter bensin untuk menempuh 100 Km.
20180304_124026
Soal setting, mungkin ini motor masih bisa dibilang rajanya setting. Suspensi depan belakang Oehlins sudah jadi jaminan performa maksimal. Yang doyan setting, tentu paham… Kalau masih seperti RSV4 generasi pertama, ini motor pun bisa diubah-ubah sedikit posisi mesinnya. Pastinya jadi senjata extra untuk mempertajam waktu dibandingkan sebatas mengandalkan setting suspensi dan elektronik.
20180304_124003
Soal pengereman, wah ada Brembo yang tak perlu ditanya lagi kualitasnya. Di depan ada dobel cakram floating berdiameter 330 mm yang dikawal kaliper radial Brembo monoblock M50. Di buritan pun dari merk yang sama yang mengawal cakram 220 mm. Soal kabel rem, sudah pasti yang sudah lapis kawat baja.. Soal rem, tak terbuka ruang untuk mengeluh…
Soal elektronik, ini salah satu motor pionir elektronik canggih. Doi pastinya punya ABS, tetapi yang ini race ABS dengan 3 mode settingan. Kalau mau menikung sambil mengerem, race ABS ini membuat langkah riskan itu jadi aman… Buat yang ga doyan main aman, race ABSnya bisa dimatikan kok..
perangkat lainnya macam multi mapping untuk mode sport, track dan race pun tersedia. Traction control, wheelie control, launch control, cruise control, pit limiter, quick shifter untuk naik dan turun gigi, ada semua…
20180304_124103Yang lucu melihat pelumas rantainya ya.. Saya jadi ingat hama di daun jambu biji haha… putih-putih gengges gitu..
20180304_124144
BAn belakang pun bisa diganti dengan 3 pilihan ukuran.. bisa pakai 190/50, 190/55 dan 200/55 ring 17.
20180304_124213
Knalpotnya dari sananya sudah pakai Akrapovic.. Wah, saya malah jadi ingat kasus si itu tuh…wkwk…
20180304_124040
Gimana Bro? Minat???

Judul yang provokatif? Ya bisa jadi..tapi jujur begitulah yang terlintas di kepala saat melihat Yamaha Niken. Namun, setelah membaca performanya, pendapat ini mulai goyah hehe..

20180304_125136

Yamaha Niken diperkenalkan Yamaha di Eicma 2017 lalu dan bisa dibilang mendapatkan sambutan meriah.

Soal mesin, Yamaha mencangkokkan mesin MT-09 yang dikenal asoy torsinya dan membuat MT-09 jadi fun bike yang laku keras. Yang hobi wheelie, dijamin bahagia kalau memiliki MT09. Tentu ada pembedaan dengan basis mesin MT-09, misalnya flywheel yang lebih berat.. Maklum saja, ini motor roda 3 kan lebih berat, sampai 263 Kg Bro!

Keistimewaan Niken tentu di sektor depannya yang mengandalkan multi leaning wheels. Nikung 45 derajat sampai gasruk footstep depannya terbukti sangat mudah dan tak perlu takut kehilangan grip ban depan..

20180304_124950

Raja nikung! Grip ban depan luar biasa.. Inilah yang menjadi sensasi utama mengendarai Niken. Untuk sampai seenak ini, Yamaha perlu waktu banyak dalam pengembangannya. Buat ngerem dan jalan bumpy pun Niken dinilai stabil..

20180304_125204

Yang istimewa di Niken memang sektor depannya. Menyaksikan sendiri 4 buah suspensi up side down itu memang wow banget ya.. Keren, sangar, tetapi kebayang kalau servis lebih mahal…Dan kalau sampai banbrak, amit-amit pasti biaya perbaikannya.

20180304_124959

Kehebatan Niken yang awalnya saya kira sebatas tampilan saja ternyata salah. Motor ini dinilai lincah, tak berasa beroda tiga dan mudah bagi rider untuk beradaptasi. Pembagian bobot motor yang 50:50 di bagan depan dan belakang saat diduduki rider membuat motor ini menawarkan stabilitas oke. Ya terutama tentu di sektor depan.. Ada rasa percaya diri extra yang diberikan dobel ban di depan ukuran 120/70 ring 15.. Kalau ada kehilangan grip, maka cepat kembali itu grip.. Risiko low sider sangat diminimalisir. Ya wajar gripnya asoy, kan 2 kalinya motor konvensional..

20180304_125101

Di belakang, ini motor yang konvensional.. Hmm kalau dibuat dengan gardan tentu lebih menarik ya.. Tapi rasanya yang sekarang tergolong sudah oke. Sebab pembuatan gardan lebih rumit dan harga motor jadi melejit. Yang sekarang saja harganya sudah nyaris 15000 Euro, ya sudah selevel lah dengan motor-motor superbike.

Riding modus pun sudah ersedia dalam 2 pilihan dan bisa juga dinonaktifkan. Peranti selip kopling pun sudah tercangkok demi stabilitas ketika berdeselerasi menurunkan gigi saat memasuki tikungan.

Meskipun bukan motor bergenre balap, untuk pindah gir ke atas tak perlu mengaktifkan kopling lagi.. Hmmm, lumayan lah untuk kompensasi mesin MT-09 yang dirasakan kurang nendang untuk mendorong motor 263 Kg ini.

 

20180304_125042

 

Gimana Bro? Minat? Menarik juga sih..

20180304_124835

Namun, ya buat Blog Sesat, ini bukan motor impian hihi.. Terlalu mencolok dan desain futuristis memang bukan dambaan Blog Sesat. Lebarnya doi juga bakal menyulitkan untuk penggunaan di jalan macam di Jakarta.

20180304_125141

Ya meskipun kemampuan di tikungan yang katanya sensasional dan lebih baik cukup menggiurkan juga..

tersesat muter-muter

  • 2.445.255 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
Tar pada Kelemahan Thunder 125
arieslight pada Tidur Terlalu Lama……
Poleng pada Tidur Terlalu Lama……

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Top Clicks

Follow Motorklassikku on WordPress.com