You are currently browsing the category archive for the ‘motor klassik’ category.

Judul yang berlebihan.. sebab sampai sekarang pun, Royal Enfield masih terus diproduksi dan jarang orang memodif motornya agar mirip Royal Enfield.

Di Hamburg, saya sempat menemui sesosok motor yang saya juluki the Real Royal Enfield.. bukan apa-apa, tapi karena ini sepertinya memang Royal Enfield aselih djaman doeloe.. Ya, ga dalam kondisi full original sih dan tampaknya sudah direstorasi dengan sedikit modifikasi.. Ini penampakannya:

20180512_190906

20180512_190851

Nampak modifikasi di spionnya yang “BMW banget”. Spion ini sih di sini dijuluki spion “mata sapi” hihi..

Jok pun terlalu mulus untuk dibilang original..dan bentuknya mengingatkan ke jok sambung Denfeld yang juga bisa banyak ditemui di motor-motor BMW-BMW klassik, terutama yang kapasitas besar..

20180512_190830-1

Kaca spidometer masih bening, chrome-chrome pun masih terbilang dalam kondisi baik. Ya, sepertinya sih memang sudah dibangun ulang ini motor dan dibuat lebih layak untuk dipakai harian.

20180512_190824

Bantalan tanki bertuliskan “Enfield India” pun terhitung tidak dalam kondisi aus. Sayang pengabelannya tidak rapih. Apalagi di belakang batok lampu depan..ngeri lihatnya hihi.. Kalau dirapihkan dan kabel busi dipilih kabel berwarna hitam saja, tentu akan lebih sreg dipandang..

20180512_190816

Kalau melihat gir belakang pakai gir buta, hmmm bisa jadi si pemiliknya tergolong yang doyan bongkar-bongkar motor.. Ya atau memang tidak tersedia parts original Royal Enfield tua ini. Kalau ini motor sehari-harinya parkir di sini, tampaknya ini motor fit juga..ga ada bekas oli mesin netes berlebihan di situ..

Bagi yang berminat, motor ini nampaknya tidak digembok wkwk… Ngapain coba, sebelahnya ada Mini Cooper yang lebih menarik.. Menarik buat foto-foto Bro.. bukan buat dipinjam ga pake kunci dan ga pake izin ya…

Iklan

Salah satu motor idaman juga (gara-gara tampilan sama persis dengan Ducati 916) adalah Ducati 748. Motor yang diluncurkan tahun 1995, setahun setelah diluncurkannya Ducati 916 ini memang tak setenar 916.

20170625_155908

Kenapa tak tenar? Ya bisa jadi karena performanya tak sedahsyat 916 dan prestasinya tak selegendaris 916. Ya, meskipun begitu, motor inilah yang mencatatkan diri sebagai motor juara dunia pertama WSS di tahun 1997 di tangan Paolo Casoli, pembalap asal Italia.. Hmmm setelahnya, motor yang diproduksi hingga 2002 ini gagal mengulangi prestasinya.

20170625_155853

Mesin L-Twin 2 silinder bertenaga 87-106 HP ini (tergantung tipe dan tahun) tak cukup perkasa untuk melayani mesin-mesin 4 silinder Jepang yang bertenaga lebih besar, bahkan di atas 120 PS.

Beda dengan 916 yang meskipun tenaganya lebih kecil dibandingkan motor 750cc 4 silinder Jepang yang jadi pesaingnya, untuk memaksimalkan tenaga moge superbike di zaman itu tentu jauh lebih sulit ketimbang menggeber mesin kelas supersport. Makanya prestasi 748 sulit untuk diulang. Handling yang katanya sih lebih baik dari 916 tak cukup menolong.

Hingga saat ini pun, kalau disuruh memilih, pencinta Ducati rata-rata menyarankan 916 saja karena status legend dan torsi mesin yang melimpah. Buat harian tentu lebih seru 916 juga, sebab 748 butuh rpm tinggi untuk mengeluarkan potensinya…

Yang namanya sudah lama ga naik motor dan di Jerman juga ga banyak motor, kalau ketemu satu motor yang bukan skutik, rasanya jadi seperti ada hiburan.

Contohnya waktu ketemu motor yang mesinnya familiar bagi bikers Indonesia yang sudah jadi bikers di tahun 2000an. Ini dia penampilan Suzuki GN250:

20180426_140616-1

Lumayan ya Bro.. aura klassiknya kental dengan desain soft choppernya.. spatbor chrome depan belakang dari bahan pelat besi, spion dari besi, tutup rantai besi di chrome dan handel boncenger chrome, lampu belakang dan spion rumahnya besi.. ini memang kuda besi.

20180426_141804-1

Melihat setang tinggi, jok roti super tebal dan suspensi belakang seukuran yang biasa ada di motor macam HD, kebayang nyamannya keluyuran dengan Suzuki GN 250. Dan ini motor dengan simplisitasnya memang lumayan bikin ngiler. Soal mesin, simple deh..

20180426_141759-1

Oh yya, maksudnya familiar tentu bukan dengan tampang GN250, tetapi familiar dengan mesin Suzuki GN250 ini. Pemilik Thunder 250 pasti familiar dengan mesin gagah ini. Biarpun 1 silinder, gaya twinportnya membuat mesin terlihat gagah. Gearbox pun terlihat besar dengan warna murni logamnya, bukan dicat hitam biasa yang justru sekarang malah membuat motor berkesan murah..

Oh ya, pernah ada yang tau yahudnya Torsi Thunder 250 dikasih knalpot free flow dan setting karburator? Percayalah, lari 0-120 Km/jamnya masih sedikit lebih laju dibandingkan Ninja 150 standar..

Modifikasi hemat dana yang terlihat gagal bisa dibilang banyak.. Gagal dalam artian dilihat tak enak, tampak tak proporsional dan terlihat asal-asalan dibuat. Soal fungsi, modifikasi gagal bisa dibilang lebih buruk performanya dibandingkan standar.

Nah, kalau dana yang keluar banyak, tetapi gagal, nah ini agak keterlaluan sih.. Namun, bukan berarti tidak mungkin terjadi.. Bahkan dengan kualitas parts yang terbilang mahal, kalau konsepnya tidak jelas dan tidak dilihat proporsionalitas dan segi tematisnya, motor akan terlihat gagal!

Nah, contohnya begini:

  1. Anggap saja bahannya moge 80an dengan mesin 6 silinder inline! Sebatas ini saja, sudah kebayang mudahnya memodifikasi motor ini, toh secara mesin sudah sangar.
  2. Kaki-kaki pakai parts lebih modern, lengan ayun kekar ditopang suspensi dobel dilengkapi tabung gas. Di depan suspensi teleskopik yang memegang velg bercakram ganda berdiameter besar.
  3. Buritan dibuat single seater dengan gaya motor GP di zamannya.
  4. Lampu single bulat diganti lampu bulat dobel yang dilengkapi dengan tudung dan windshield.
  5. Motor dicat wet look merah marun.
  6. Knalpot bergaya titanium 4 in one.

Nah, sebatas gini, kebayang motornya bakal keren kan.. Pada kenyataannya, beginilah hasilnya:

20180304_135736

20180304_135804

Gimana Bro? Gagal atau berhasil? wkwk…

Jangan memandang sebelah mata dulu Bro.. Coba pikirkan:

  1. Barangkali memang desain nyeleneh ini yang diinginkan.. Buat apa naik motor yang dibilang orang keren, tapi buat yang punya sendiri ga menyenangkan seleranya.
  2. Kita tidak tau kan kondisi motor ini awalnya seperti apa.. Jadi belum tentu ini motor klassik utuh yang diacak-acak.. Jadi tidak bisa dihakimi sebagai modifikasi yang “bodoh” dan “melecehkan”.
  3. Siapa tau dinaikinnya enak wkwk.. Kalau melihat ergonomi dan ubahan sih, jelas performa motor ini naik dibandingkan standar..
  4. Kalau tujuan dimodif untuk cari perhatian, jelas motor ini sudah berhasil mencuri perhatian..
  5. Kalau parts yang dipakai adalah apa yang ngejogrok di gudang, artinya ini modifikasi yang ramah lingkungan, ya mengurangi limbah toh..

Kalau ada motor yang paling dinantikan penampakannya di berbagai pameran di awal tahun ini, inilah dia motornya: Panigale V4.

Apa kesannya melihat motor ini untuk pertama kali? Jujur, Blog Sesat lebih menilai Panigale V2 lebih elegan, lebih dewasa desainnya, sedangkan Panigale V4 terlihat agak extrem sehingga lebih terlihat seperti modifan. Paling tak nyaman dilihat adalah di bagian samping atas fairing yang seperti malah mengingatkan ke variasi fairing samping modif yang biasa dijual bebas di Indonesia hihi..

Namun, Panigale V4 bisa dibilang lebih mengobati kerinduan, terutama fans Ducati untuk punya motor identik dengan MotoGPnya. Toh Honda punya RCV-213S, Yamaha dengan R1-M… Kedua motor itu bisa dibilang identik..bedanya R1-M versi downgrade jauh M1, sedangkan RCVnya Honda ya memang downgrade juga, tapi ya itu dia motornya kan.. Aprilia pun punya motor RSV 4 RF yang mirip dengan Aprilia RS-GP. Kalau Suzuki sih, hmmm Gixxer bisa dibilang downgrade GSX-RR ga ya??

Intinya, akhirnya ada lagi motor V4 yang dijual Ducati, dengan harga sekitar 27000 Euroan saja.. Jelas lebih murah dibanding Desmosedici yang 55000 Euro dulu! Dibanding RCV yang 180.000 Euro, jelas Ducati V4 merupakan V4 yang “kebeli”. Soal tenaga pun dahsyat, lebih joss dibanding RCV dan Desmosedici RR yang dijual bebas dekade lalu.

Di satu sisi, bisa dipandang wow banget nih motor yang ditawarkan, tetapi di sisi lain, ini superbike V4 yang biasa saja. Agak berlebihan dipuja-puja sih sebenarnya, apalagi kalau melirik Aprilia RSV4 RF yang ditawarkan jauh lebih murah, lumayan beda 5000 Euro! Meskipun secara tenaga memang kalah belasan PS dibandingkan Panigale V4! Ya, paling tidak sih, pilihan makin banyak ya… Pencinta V4 ang tidak sanggup beli Honda RCV dan Norton V4, sekarang bisa lirik produk Ducati di samping produk Aprilia.

Oke, ini dia galerinya:

20180304_112800

20180304_113231

20180304_112930

20180304_113216

20180304_112834

20180304_113048

20180304_113102

20180304_112900

20180304_112849

20180304_112741

20180304_112940

20180304_112732

20180304_113129

20180304_112957

20180304_113117

20180304_113020

Lambretta di Indonesia bisa dibilang statusnya di atas Vespa. Memang Vespa mahal juga banyak dan ga logis harganya, tetapi mencari Lambretta murah itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami, susaaaah… Kalaupun ada, semurah-murahnya masih bisa bikin nyengir kuda tanda tak mampu..

Bagi yang kesengsem sama Lambretta, ada kabar gembira.. Lambretta hidup lagi! Entah mulai kapan sih..saya malas google hihi, maklum, sedang sibuk. Namun, bukti nyatanya saya temukan sendiri waktu pameran di Dortmund, ini dia:

IMG-20161009-WA0000

Eh.. salah.. ini mah Lambretta beneran.. Maksud saya yang beneran tua dan jelas-jelas ke-Italia-annya. Nah, yang baru pun punya karakter desain Lambretta yang relatif memanjang, langsing dan kaku dibandingkan Vespa:

20180304_105847

Gimana Bro? Tergoda ga? Saya sih lumayan tergoda, tetapi kesan pertama tak se-wow saat saya melihat Peugeot Django waktu awal diluncurkan di Jakarta. Hanya saja, saya tak jadi meminang Djanggo karena pas saya ketok-ketok, bodinya plastik hehe.. Sayangnya saya lupa ketok-ketok Lambretta baru ini.

Nah, apakah di Indonesia Lambretta baru ini sudah ditawarkan?

Menarik juga untuk cari tahu lebih lanjut asal usulnya kan.. Masih Italia asli???  Atau seperti Vespa yang meskipun sudah dibuat di Vietnam masih dianggap motor Italia??? Atau seperti Benelli yang hanya dianggap merknya saja yang Italia, tetapi buatan suatu negara Asia wkwkwk.. Tunggu saja kelanjutan penelusuran wartawan Blog Sesat selanjutnya..

Norton bisa dibilang pabrikan Inggris yang elit. Kalau dibandingkan dengan motor klassik Inggris lainnya, image Norton ada di lapisan atas.. YA agak susah juga sih mengatakan mana lapisan atas dan mana lapisan bawah, tergantung tipe juga. Namun, dengan motor produksinya macam Norton Manx dan Norton Commando, nama Norton jelas terangkat.Kalau posisinya dibandingkan Triumph, hmm, saya rasa posisi Norton sebagai produsen motor klassik masih di atasnya.. Ya perlu dicermati lebih lanjut tentunya dengan studi motor klassiknya dihargai berapa di pasaran. Prestasi di lomba balap motor tentu juga perlu diperhitungkan.

Saat ini sih, Triumph jelas lebih merupakan pabrikan besar. Line up Triumph jelas lebih lengkap, bahkan sepintas tak kalah lah dengan BMW dan Ducati. Norton yang agak megap-megap dalam penjualan. Mereka terlalu konsen ke motor spek atas.. Belum habis ngiler dengan hadirnya Norton Commando 961, Norton hadirkan Norton V4RRnya..

Nah, yang berikut ini edisi dibuang sayang.. Saya sudah foto-foto, tapi lupa mendokumentasikan ini tepatnya Norton apa.. Ya daripada dibuang, mending didokumentasikan di Blog Sesat. Barangkali ada yang tau?

20170304_135829

20170304_135749

20170304_135702

20170304_135710

20170304_135812

20170304_135647

Entah ini Norton apa. Kemungkinan besar sih Norton Commando, tetapi entah tahun berapa. Yang pasti, segenap karyawan Blog Sesat sepakat, ini bukan Norton Antivirus!

Salah satu motor legendaris Yamaha adalah SR-series.. Bukan karena performanya, tapi lebih karena puritasnya sebagai motor. Motor yang aslinya memang motor jadul ini seperti Honda Tiger lah di zamannya.. Tiger sempat dibully dengan kejadulan teknologinya, padahal Yamaha sebenarnya punya motor yang lebih layak dibully dengan kejadulannya.. Maklum, umurnya jauh lebih panjang dibandingkan Tiger!

Nah, kalau dulu kejadulan jadi bahan bullying, kini kejadulan jadi dirindukan. Bukan dalam hal negatif ya, tapi dalam hal desain dan simplisitas teknologi. Kesalahan di Tiger adalah, desainnya yang dibuat futuristis, padahal teknologinya jadul.. Beda dengan SR series yang tergolong sukses, karena tampangnya ga dibuat modern! Tetap mempertahankan desai klassik dan teknologi klassik membuat SR series berjaya.

Kesalahan Tiger pun diikuti Scorpio.. Jujur saja ya, kalau ada pemilihan motor dengan desain ga banget, Blog Sesat akan melirik Scorpio sebagai salah satu kandidat utama.. Maklum, makin ke sini, desainnya makin bikin geleng-geleng.. Tak heran sih akhirnya kena suntik mati juga.. Meskipun sebenarnya punya potensi diolah kembali..

Kebayang ga kalau kapasitasnya diperbesar dan dibuat jadi model SR? Ya biar kebayang, monggo cermati SR500 berikut ini: Desain klassik dapet, mesin bandel, nyaman dapet, yang doyan modif pun dijamin tersentuh gairah customnya..

20170304_134921

20170304_135856

20170304_135917

20170304_135926

20170304_140013

20170304_140018

20170304_135917

20170304_135903

20170304_140000

Gimana Bro? Pingin custom Scorpio jadi model begini? Awalnya memang Yamaha SR ga bikin mata berbinar-binar dan bilang wow… tapi percaya deh, ini motor lama-lama bikin kesengsem..cocok jadi motor harian dan touring untuk jangka panjang..

20180304_103147

Jujur saja, di mata Blog Sesat, motor Amerika yang identik dengan Harley Davidson dan Indian bukan motor favorit. Bukan apa-apa, selain identik dengan arogansi, harganya juga arogan wkwk.. Identik juga dengan berat dan panas.. Plus Blog Sesat tidak termasuk yang suka terlalu jadi pusat perhatian dan terlihat gagah-gagahan.. Ya walaupun jujur, lihat beberapa desain motor-motor mereka belakangan ini lumayan kesengsem juga..

Dengan pengetahuan minim tentang motor Amerika, tampaknya sih Indian itu lebih berkelas ya hihi..entah benar atau tidak, tapi saya dapat image begitu tentang Indian. Kalau ada HD yang agak cupu, apalagi habis terbitnya HD 500cc asal indihe, maka Indian masih tetap terlihat cukup angkuh mempertahankan imagenya.

Oh ya, Indian pun sekarang sudah bangkit. Mereka cukup punya banyak line up yang bikin penggemar HD yang mau sedikit lebih eksklusif lagi melirik produk selevel dan senegaranya HD ini. Dan yang cukup mengesankan Blog Sesat adalah:

20180304_103409

Kebaca Bro tulisan yang kaya gantungan kamar hotel itu? Yup, 5 Years Warranty! Mereka sepemantauan saya yang berani kasih jaminan 5 tahun! Pede banget ya wkwk..

Oh ya, soal jaminan, di sini memang biasanya jauh lebih panjang dibandingkan di Indonesia. Dan yang menarik, banyak yang tak memberi batasan Km! Jadi anggaplah 3 tahun, tapi tanpa batasan jarak tempuh! Sebenarnya bukan nekad sih.. toh di sini motor itu barang hobi, lalu lintas pun lancar dan ga makan mesin. Makanya seakan-akan garansinya gila.. Padahal ya aman juga pastinya buat produsen..

Motor yang bakal disebut namanya pertama kali ketika harus dijadikan pertanyaan dalam angket: Sebutkan 1 motor 6 silinder, tergolong motor klassik yang lumayan harganya. Sebenarnya harganya bisa dibilang murah sih kalau dibandingkan dengan BMW klassik single silinder. Harga BMW R25 bisa lebih tinggi Bro!

Blog Sesat melihatanya bukan cuma masalah kelangkaan dan tuanya tahun, tetapi juga masalah originalitas. Jumlah CBX tidak original kemungkinan lebih banyak ketimbang R25 tak original. Belum lagi kalau diingat biaya perawatan yang jelas bakal berlipat-lipat. Coba, R25 klepnya 2, CBX 1000 kelpnya 24 haha.. Dan kalau kenapa-kenapa, betulinnya ke bengkel lah.. Beda dengan BMW single klassik yang sederhana dan banyak yang bisa mengerjakan sendiri.

Kembali ke masalah modif. Ini contoh modifikasi CBX 1000:

20180304_135658

20180304_135726

Gimana Bro? Keren? Atau malah ngerusak?

Mungkin awalnya pas dimodifikasi keren ya, membuat motor terlihat lebih segar.. Namun, sekarang motor-motor yang kena sentuhan modif malah jatuh nilainya.. Ya memang sih kaki-kakinya jadi lebih kekar, tapi unsur klassiknya hilang.. Lagipula moge diganti kaki moge modern buat orang sini mah ibarat kita ngelihat Thunder 250 diganti kaki GSX 150! Malah rusak konsep dan keklassikannya..

Tak heran, Booth yang penuh CBX 1000 modif ini hanya dilewati saja dan nyaris tak ada yang berhenti lama dan foto-foto di sini…

tersesat muter-muter

  • 2,004,492 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan