You are currently browsing the category archive for the ‘motor klassik’ category.

Ducati sekarang memang sempat berkomitmen untuk tidak akan membuat motor kapasitas kecil lagi. Ya meskipun dengan boomingnya Ducati Scrambler mereka mungkin mulai galau juga haha.. Padahal, dulunya motor-motor single silinder Ducati cukup terkenal kencang dan diminati. Salah satunya adalah Ducati Desmo 350 ini.

20170304_141615

Gimana tampangnya Bro? Simple sih, tapi jadi pingin punya kan? Atau jadi pingin modifikasi motor? Secara bentuk memang sebenarnya biasa saja, tetapi ada pesona tersendiri yang dihadirkan..mungkin karena merknya Ducati dan warnanya kuning ya?

20170304_141901

Motor ini terbit tahun 1974-1978, kapasitas mesinnya 340cc. Mesin 1 silinder 4 tak Desmo SOHC ini disuplai pengabutan bahan bakar produksi Dell’Orto VHB 29mm. Tenaga yang dihasilkan sampai 24 HP. Ya, lumayan seru lah buat melesatkan motor 5 tingkat percepatan ini, apalagi bobot masih  tergolong ringan, yakni 128 Kg.

20170304_141624

Untuk menghidupkan mesinnya, pengendara harus menyelahnya karena memang belum dilengkapi kick starter. Kayanya berat ya, sebab kompresi mesin 10:1, dan itu untuk menyelah mesin 340cc.

20170304_141746

Gimana Bro? Tertarik? Kalau minat, ada versi 250cc dan 450ccnya juga lho..Sayang ya, dengar-dengar kita tak boleh memasukkan kendaraan bekas..ya kecuali punya hubungan kekuasaan dengan pihak-pihak terkait. Hmm atau sekarang sudah boleh? Harus googling2 lagi dan cari tahu tentang ini sih…(*males ah)

Ada sebuah metafora di dalam bahasa Indonesia yang mengumpamakan kehidupan itu seperti sebuah roda. Seiring waktu, kehidupan berjalan, roda pun berputar. Namanya berputar, tentu ada masanya di atas dan ada masanya di bawah.

20170304_132618

Saat ada isyu penghapusan motor 2 tak demi kelestarian lingkungan, para pencinta 2 tak tentu hanya bisa menentang. Namun, semenentang-menentangnya, yang menentukan ya pemilik modal yang mengatur produk yang diproduksi. Singkatnya, pelan-pelan produk 2 tak pun dihapuskan, meskipun sampai sekarang masih ada, tetapi jumlahnya sangat-sangat sedikit. Biasanya ya hanya berupa skuter 50cc hihi..sedangkan motor 2 tak yang memang untuk balap harganya ga kebeli.. Sanggup beli Suter MMX 500???

20170304_132812

Yang bisa mayoritas lakukan ya merawat 2 tak yang sudah ada saja. Untungnya merawat 2 tak jauh lebih ekonomis dibandingkan merawat motor 4 tak. Buat dipakai balap pun masih banyak yang mengandalkan 2tak, murah meriah Bro.. Ga banyak keluar dana, motor langsung kencang.. Ketara banget sih kalau di Vespa, ngorek Vespa 2 tak dan bikin kencang Vespa 4 tak itu biayanya bisa 5x lipat bahkan lebih.. Ya, terkait sistem injeksi juga sih wkwk…

20170304_133729

Namun, semurah-murahnya, karena jumlah parts original yang langka akibat stop produksi membuat motor-motor 2 tak makin langka. Kalau untuk motor 2 tak yang bukan orientasi balap, biasanya harganya mandek sih, susah untuk jadi motor klassik. Meskipun bisa, harganya tak semelonjak harga motor 4 tak sezamannya. Bisa diamati dari harga motor macam GT 250, GT 185 VS CB 175 dan CB200. Kalau motor Eropa, motor Jawa dan Puch 2 tak juga tak mampu mengimbangi kenaikan harga BMW atau motor-motor Inggris bermesin 4 tak.

20170304_132912

Beda dengan motor 2 tak yang memang berDNA balap. Penggemarnya tetap ada dan berdasarkan terawang gaib Blog Sesat, banyaknya penggemar ini membuat harga mereka bisa ikutan naik. Tak lepas dari jumlah generasi yang mengidolakan motor ini juga sih… Makanya dibanding motor 2 tak zaman dulu banget dan tak berDNA racing, motor 2 tak tahun 80an ke atas yang berDNA racing harganya ogah ikut roda kehidupan berputar ke bawah! Meski sempat bergerak ke bawah, terutama di Indonesia saat isyu motor 2 tak akan dilarang, motor-motor 2 tak berhasil naik kembali sebelum roda kehidupan benar-benar berada di bawah. Yang beruntung tentu yang masih menyimpan motor-motor ini atau justru berani membelinya saat orang-orang ketakutan motor 2 tak mereka hanya menjadi kuda besi terlarang yang sulit dijual.

20170409_113600

Stop..jangan ngiler Bro hihi…

Gimana tampilan BMW R 100 GS Paris Dakar ini? Gagah pastinya, dan warna merah putihnya klop banget dengan hari kemerdekaan Indonesia ya.. Dipakai menjelajah tanah air pasti keren, tangguh dan tematisnya dapet banget.

20170409_113512

Soal Paris-Dakar mah tak perlu dijelaskan lagi ya.. Balapan extra keras yang banyak makan korban dan butuh pembalap-pembalap tahan banting yang ngerti bongkar-bongkar motor memang menuntut kendaraan tahan banting juga. BMW pun menjawabnya dengan BMW R 80 GS dan R 100 GS pada tahun 1987 yang menjadi suksesor G/S. Dengan kapasitas dibulatkan 1000cc, BMW R 100 GS menjadi motor enduro terkuat di tahun itu!

20170409_113431

Motor ini disambut meriah dan diapresiasi sangat baik oleh pencinta enduro, maklum, BMW dinilai sukses memperbaiki handling motor dengan berbagai pemutakhiran dan perbaikan mendasar. BMW memberikan motor gagah ini dengan paralever baru dan velg jari-jari meyilang..hmm apa ya namanya.. Beda deh, lihat jari-jarinya, jatuhnya di velg tidak di tengah, tetapi mendekati bibir velg. Desain velg jari-jari ini memang khas BMW Bro..tak aka ditemukan di motor produsen lain karena memang desain ini dipatenkan BMW.

20170409_113438

Dengan segala kemodernan dan kehandalan, kenyamanan dan handlingnya, GS menjadi motor yang juara dalam hal penjualan! Oh ya, motor yang selalu juara di Jerman dalam penjualan justru BMW GS 1200 lho..meskipun terhitung salah satu motor termahal di pasaran, doi adalah motor terbanyak yang terjual di Jerman tiap tahunnya!

20170409_113412

Motor yang Bro lihat di sini merupakan edisi khusus Paris-Dakar keluaran tahun 1989. Mesinnya boxer berpendingin udara dengan kapasitas  980cc (bore 94 x stroke 70,6). Tenaga yang dihasilkan 60 PS @6500 rpm. Kecil sih untuk ukuran sekarang..tapi di masa itu yang paling besar untuk kelas enduro. Motor 5 tingkat percepatan berbobot 236 Kg ini bisa digeber maksimal hingga 180 Km/jam.

20170409_113541

Kalau melihat jumlah produksi, motor seharga 12.950 DM ini cukup banyak, 11.914 unit! Ya banyak lah..kan memang paling laris!

Gimana Bro? Tertarik berburu GS tahun tua? Saya sih nyerah dulu deh.. ga jadi murah juga soalnya wkwk….

Benelli punya satu motor yang menggoda banget. Dan motor itu muncul di masa jayanya pabrikan Italia yang kini sudah diragukan keitaliaannya karena sudah berada di bawah Qianjiang Group hehe… (Makanya, gabung manis manja group…,eh, group apa itu ya??)

Lumayan susah sih cari informasi tentang motor ini, ya ada sih, tapi saya sedang fakir waktu, jadi harap maklum hehe.. Dari yang tertera di fairingnya, terpapar kapasitasnya yang 500cc. Kapasitas 500cc mah biasa, yang bikin asik tentu konfigurasi mesin 4 silinder inlinenya. Kebayang Bro, ini tahun 69 kalau tak salah… GP banget deh.. Makanya dunia gempar ketika Honda membuat mesin ala GP turun ke jalan dengan CB750 yang memang layak dijuluki the first Superbike itu.

Saya agak kesulitan menemukan, ini motor nama sebenarnya Benelli apa, ya dari hasil googling dengan metode terbirit-birit, sebut saja namanya Benelli 500 Pasolini GP Replica ya…Ini dia sosoknya dalam livery kebanggaan pabrikan motor tertua asal Italia yang lahir tahun 1911 :

20170409_124902

20170409_124815

20170409_124821

20170409_124828

20170409_124933

20170409_124959

20170409_124851

20170409_124837

20170409_125049

20170409_124910

20170409_125114

20170409_124923

Buat yang lebih penasaran dengan bunyi dan informasi tambahan, di Youtube ada beberapa videonya kok..ciao…

Ada satu sosok motor Inggris yang secara perawakan the real cafe racer banget.. Maklum, motor balap Inggris tahun 60an! Memang inilah racernya di zamannya cafe racer pertama nongol di Inggris.

20170409_124652

Gimana Bro? Maaf ngambil gambarnya jauh, dipagerin! Masalahnya yang jual memang spesialis jual mobil klassik mewah dan si AJS7R ini nyempil di antara mobil-mobil eksotis lainnya.

20170409_124632

Bikin ngiler ya Bro? Memang keren sih perawakannya motor ini, Dan di keterangan, tertera doi hanya ada 10 unit! Yang agak aneh sih tertulis 1949-1962. Hmmm.. perlu googling lebih lanjut sih tentang motor ini, sebab si penjual sebatas memberikan keterangan segitu saja.

20170409_124511

Kalau dari perawakan sih, motor ini 1 silinder, kapasitas biasanya tahun segitu ya kalau tak 350cc ya 500cc hihi.. Gagah dengan tanki besar dan kedua velg ring 19 menurut taksiran saya.

Setelah saya googling lagi, tak mungkinlah jumlahnya cuma 10 hihi.. yang dimaksud, si showroom ini (Bernhard Guerin) hanya punya 10 unit yang mereka koleksi…

Sesuai tebakan saya, ternyata memang kapasitasnya 350cc, meskipun nantinya dibuat versi 500ccnya! Soal tenaga, standar “cuma” 32 Bhp, itu versi awal Bro..makin muda tahunnya tentu ada perbaikan.Versi tahun 1963 kabarnya sampai 41 Hp!

Sudahlah, nikmati saja sosok motor yang keren banget dan sangat eksklusif ini:

20170409_124325

20170409_124337

20170409_124248

20170409_124036

20170409_124257

Minat Bro? Sayang tak tertera harganya sih. Namun dari penelitian tim Sesat Djaya Maya, peminat harus sedia kira-kira 30 ribu Euro lah.. Hmmm kalau masuk ke Indonesia plus pajak ya akan sentuh 1 miliar lebih.

20170409_124358-1

Rugi Bro..bisa disalip CBR250RR tune up, ga dapat lampu-lampu, ga dapat spion, ga bisa bonceng, velg masih jari-jari, belom cakram, belom monoshock, belom DOHC, belom injection, belom radiator, belom USD, wkwkwk….

Kalau sekarang ada Honda RC213V-S dan sebelumnya ada Desmosedici yang merupakan motor jalanan yang bisa dibeli khalayak umum yang borju, dulu ada 3 pilihan. Yang fans berat Yamaha bisa beli Yamaha RD500, fansnya Honda bisa beli NSR400 dan fans berat Suzuki bisa gebet Suzuki RG500!

20170304_132513

RG500 sendiri aslinya bukan untuk pasar Asia, terutama Jepang. Motor yang jadi dambaan penggemar motor balap ini tahun 80an hingga masuk 90an ini dibuat untuk mereka yang memang mendambakan motor yang habitatnya di GP500. Dibandingkan dengan Yamaha RD500 dan Honda NSR400, RG 500 paling digemari.

20170304_132929

Bukan tanpa alasan sebenarnya, tetapi karena dibanding kedua kompetitornya itu, RG500 yang paling menyerupai motor GP500 dan konstruksi mesinnya memang seperti motor GP500, beda dengan saingannya yang memberikan motor dengan mesin “turunan” atau “DNA” saja, tetapi tidak sama. Dibandingkan kedua rivalnya ini, RG500 pun yang standard powernya paling besar dan ketika sudah dikorek pun, doi tetap yang jadi juaranya…Sebagai catatan, Yamaha RD 500 LC V4 punya power maksimal 88PS saja, sedangkan NSR 400 hanya 72PS, masih lumayan jauh di bawah RG500.

20170304_132922

RG500 untuk ukuran sekarang memang powernya cupu, hanya setara motor 600cc 4 silinder tahun 90an Bro.. Power puncaknya hanya 97 PS, tetapi itu sudah menjanjikan jambakan setan sih, kan bobotnya kering hanya 154 Kg. Ya tentu harus jago lah bawa 2 tak, karena kalau lihat spek standarnya power bandnya sempiiit, power maksimal ada di 9500 rpm dengan 97 PS, sedangkan torsi maksimumnya ada di 71,3 NM di 9000rpm, yup..kalau mau balap, berati harus jago mempertahankan putaran mesin di 9000-9500rpm!

20170304_132834

Motor ini secara dimensi tak terlalu besar. Sayang sih tidak boleh disentuh atau dinaikin. Namun, tampaknya sih memang kalau baca seat height yang cuma 770 mm, wah pendek banget ya..  Suspensi pun masih konvensional..toh tahun 80an kan memang belum pakai USD Bro..

20170304_133014

20170304_132543

Di depan, roda dikawal double disc beriameter imut, hanya 260 mm, sedangkan di buritan cukup 1 cakram berdiameter 210 mm, ya mini lah dibandingkan ukuran motor-motor sekarang.

20170304_132534

20170304_132528

20170304_133021

20170304_132524

20170304_132941

20170304_132604

Dari segi penjualan, makin lama kalau kita lihat data dari Wikipedia, RG500 makin menyedihkan… Apa sebenarnya yang terjadi pada motor V4 2 tak 498cc ini?

20170304_132553

Model 1985 1986 1987 Total
RG500 7340 1412 532 9284
RG400 5002 863 348 6213

20170304_132713

Kalau dilihat data penjualannya, tentu menyedihkan sih. Ya pasti ada faktor yang membuat penjualannya nungsep ya.. Bisa jadi memang pasarnya jenuh, harga saat itu cukup tinggi atau ada produk saingan.. Atau bisa-bisa karena kelemahan RG500.

Kelemahan pertama dikatakan di gearboxnya yang dianggap terlalu lemah. Dianggap lemah karena Suzuki menggunakan gearbox yang sama dengan yang dicangkokkan ke RG400 yang memang powernya lebih lemah. Ketika dipakaikan ke RG500, dan terlebih kalau mesin kena tuning, ya bagian ini yang rawan rusak.

Kelemahan lainnya ada di bagian katup buluhnya. Di bagian ini, lapisan pertinaksnya dikatakan bisterkelupas dan masuk ke ruang bakar. Kalau sudah kejadian, tentu silinder bakal baret-baret dan minta zakat bengkel hihi…

Semoga yang ke Indonesian Motorcycle History yang kurang puas melihat RG terondol bisa sedikit terobati dengan galeri RG500 ini…

Buat saya pribadi, produk-produk yang paling menarik dari merek motor tertua dunia yang kini diproduksi di chennai, India, adalah model cafe racernya, yakni Continental GT. Maklum, aura cafe racer dengan nama pabrikan berasal-usul pabrikan Inggris, punya nilai emosional gimana gitu.. Nah, gimana motor impian asal India ini jadinya bagi saya setelah ketemu langsung?

20170304_111815

Kesan pertama adalah, biasa sajaaaa..haha..seneng sih Bro, tapi motor ini dengan foto tak beda lah, jadi tak ada kesan takajuik… Di foto terlihat keren, di lihat langsung pun keren, meskipun kerennya tak nampol-nampol amat.

20170304_111735

Yang saya suka, ukurannya pas.. Kalau Triumph bongsor, Continental GT pas deh, ga beda jauh lah sama Tiger.. Bagian paling keren ya tentu saja tetap di mesinnya yang gagah. Yang lain-lainnya, hmmm dia kurang keluar auranya.. tapi masih bisa dibilang bagus dan halus materialnya secara umum.

20170304_111445

Bagaimana ketika coba saya semplakin dalam keadaan diam? Hmmm.. sama seperti pendapat dua bule ini..something wrong wkwk… ya nggak wrong sih, cuma ada yang ga pas! Posisi duduk enak, tak terlalu nunduk. Posisi setang pun ketika dijangkau tangan juga enak, tak terlalu rendah karena tinggi joknya juga rendah. Mungkin yang membuatnya ga enak adalah lutut terlalu tertekuk. Yang bagi saya jelas-jelas ga enak sih joknya… Bentuk joknya agak ngeganjel gimana gitu… Soal keempukannya sih ga masalah, tapi mungkin karena bentuk jok yang terlalu rata dan kurang tebal, jadinya ya kaya naik di papan berlapis jok saja.. bagian paha sebelah dalam kurang enak dan tulang p****t terasa keras kena dasar jok. Hmmm, agak kecewa di sini sih, meskipun saya ga masalah dengan motor membungkuk, tapi di bagian ininya kurang cermat desainnya… tak terasa seperti motor pabrikan..

20170304_111647

Bagaimana tankinya? Keren Bro, desainnya manis..tapi kok stickernya gimanaaaaa yaaa.. Kurang elegan, kurang “kekar”..kaya sticker bukan bawaan motor..ngerti kan maksud ane…

20170304_111640

Bagaimana daerah segitiga setang? Keren, rapih.. Speedometer pun bagus, ada ornamen chromenya. Sayang background speedometer dan tachometernya tidak klassik.

20170304_111830

Nah,pas ngelongok ke bawah tanki, saya makin ilfeel. Hmmm gimana ya kalau melihat kabel kayanya keluar dan ringkih begitu.. Kebayang kalo ditinggal parkir Jumatan terus diotak-atik bocah-bocah iseng.. Blum lagi kalau dicuci..jadi ngeri korslet..Ya kesannya doang sih, siapa tahu disteam pun di bagian ini memang ga kenapa-kenapa dan kedap air.

20170304_111854Pas lihat leher knalpot, wah..kecewa Bro.. Bukan masalah menguningnya, itu sih dibatu ijo hilang dan biasanya sih kalo di Tiger setelah dipoles akan susah muncul lagi tuh kuning begini.. Tapi warna abu-abu las-lasannya itu lho..kaya dikepet pakai kuas hikshiks..

20170304_111525

Dan ini yang paling bikin kecewa, daerah knalpot belakang yang.. Lihat sendiri deh.. Ngapain ya ada kaya cat silver di situ??? Di Tiger ga ada, di Thunder ga ada, di Smash pun ga ada tuh knalpot chromenya digiinin..aku tuh ga bisa diginiin hihihi…

20170304_111927

Lucu ga di wadah minyak remnya ada quality certified, Royal Enfield since 1901. Kalau kualitas masih tahun 1901, ya ini sih keren banget… Masalahnya, hari gini…

Oh ya, sayang bagian rumah saklarnya bukan dari bahan logam, klassiknya jadi berkurang.

20170304_164212

Mari bandingkan dengan brosurnya… Beda ya knalpotnya dengan kenyataan wkwkwk…

Bagaimana Bro? Masih jadi motor impian ga? Buat saya sih, tidak lagi… Meskipun getarannya tak sekencang motor Royal Enfield lainnya berkat double down tubenya dan rem dijejali Brembo plus suspensi belakang Paioli, saya anggap doi kurang menggiurkan.. Bukan semata motornya sih, tapi karena kapasitasnya 535 cc, doi jadi kena PPnBM 125% karena sudah di atas 500cc. Tak heran, harga on the roadnya jadi 172 juta. Mending lirik Royal Enfield yang 350 atau 500cc yang klassik lah.. Mereka masih dijual dengan harga off the road 54 juta sampai 80 jutaan karena pajaknya juga masih kena 75%. Toh Continental GT dengan 35cc lebihnya itu tak jauh lebih kencang dibandingkan versi 500cc macam Bullet, atau bisa lirik Rumbler 500 yang 98 juta on the road.

Kegemaran otomotif, dalam hal ini kita bicarakan lebih ke roda dua, tak bisa hanya diwujudkan di garasi, bengkel, jalanan dan tempat nongkrong. Rumah pun bisa dijadikan tempat berekspresi, apalagi kalau si penggemar itu punya dana lebih dan memang juga doyan mendandani rumah. Cara paling mudah tentu dengan memasang poster. Ini paling mudah dan murah.. Kalau ada duit lebih, ada juga foto-foto artsy karya fotografer spesialis kendaraan. Hasil karya mereka akan terlihat berkelas, ya makulum, ada teknik. ilmu dan pengalaman di sini. Kita bisa ikuti dikit-dikit lah, berangkat dari idenya, misalnya dari angle tertentu atau selera editingnya. Berikut contohnya:

20170409_131003.jpg

20170409_130953

Gimana Bro? Lumayan artsy ya.. terkesan mahal..ya mahal sih aslinya, karena ini dia yang namanya seni fotografi..

Cara lain yang paling gampang untuk membuat ruang tamu semakin bernuansa otomotif tentunya dengan memajang kendaraan koleksi di ruang tamu. Sebaiknya sih kendaraan yang dipajang bukan yang sering dipakai, sebab baunya akan mengganggu dan dikhawatirkan mengganggu kesehatan. Ini contohnya: (Maaf, contohnya bikin baper)

20170409_130538

20170409_130626

20170409_130511

20170409_130445

Eh, ini mah lebih kelihatan seperti gudang ya wkwkwk…

Oh ya, untuk meja tamu, bisa juga kakinya memanfaatkan komponen kendaraan yang bisa dimanfaatkan. Sudah banyak yang buat sih, dengan teknik las, banyak komponen kendaraan yang bisa dijadikan perabotan rumah tangga yang artsy, unik dan punya nilai jual. Berikut contoh blok mesin mobil yang bentuknya cocok untuk dijadikan meja hihi:

20170409_130456

Gimana Bro? Mau coba di rumah sendiri?

Saya sih ogah.. malah kelihatan sumpek hihihi…

*sirikberat.de

Byson memang sempat menggemparkan dengan desainnya yang sangat moge look. Meskipun banyak yang kecewa karena Yamaha hanya memberinya mesin yang buat jalan pelan-pelan dan awet-awetan. Namun, kalau dipikir-pikir, Byson aslinya juga begitu kok, slow dan santai Bro haha…

20170318_115327

Di kebun binatang gratisan Olderdissen, Byson jadi satu dari sekian sedikit hewan yang boleh diberi makan. Dengan modal 50cent atau sekitar 7000an, kita bisa dapat sekitar 500 gramm pelet yang jadi makanannya.

20170318_114808

Apa kesannya kasih makan hewan yang bergerak lambat dan sama sekali tak bersuara ini??? Yoi, ga bersuara dia..bunyi nafasnya aja yang ada..

Ternyata seru juga, Byson yang terkesan cuek dan sangar (karena gondrong, badannya besar dan sepertinya cuek tak melihat ke pengunjung), menjadi jinak dan datang mendekat. Ya, memang jinak sih…tapi hati-hati… Ketika dua Byson berdekatan dan tanduk mereka beradu, ngeri juga dengar suara bletak kencang.. lumayan kalo ketanduk Bro, minimal biru deh..

IMG-20170318-WA0008-1

Sebenarnya lucu sih lidahnya menjulur keluar… Byson yang kesannya sangar dan cuek bebek Byson langsung berubah jinak-jinak merpati Byson. Belom pernah kan lihat Byson melet-melet? Hahhaha..  Cuma.karena saya agak geli, saya jadi jaga jarak dengan mulutnya. Hmm..mungkin karena habis terkena hujan ya, jadi agak geli ngelihat moncongnya basah hehe.. Ada yang mau dicium dan dijilat Byson? Noooh..

20170318_115232

Kalau Ducati sekarang mengangkat gengsi Italia di ajang balap roda dua, zaman dulu justru ada pabrikan lainnya yang lebih meramaikan dan bahkan merajai arena balap dengan motor 2 taknya. Hmm kalau tak salah, Ducati memang tak punya motor 2 tak ya…

20170409_131735

Contohnya MotoGuzzi di atas, entah apa namanya, saya tak menemukan keterangan. Motor-motor balap 2 tak tahun segini yang sebenarnya dulu ingin saya jadikan acuan modifikasi, seandainya saya punya RX-King hehe..

Kenapa RX-King? Karena doi hitungannya klassik, masih pendingin udara dan rangkanya pun masih pipa. Belum lagi parts yang melimpah ruah dan memang dulu sih RX-King murah..Ya sekarang juga yang gak original terjangkau kok…seru deh kalau dimodif jadi motor balap jadul berfairing dan mesinnya kena sentuhan full korek haha.. Motor kecil nan kencang itu memang punya daya tarik tersendiri sih..

Okelah, segitu dulu mengkhayalnya.. ini Blog isinya memang ga penting, ngayal terus.. biar pol ngayalnya, lihat nih motor 2 taknya Benelli yang masih Italia asli dan juara balap! Entah motor 2 tak 2 silinder ini namanya apa.. pokoknya 2 tak, 2 silinder, kapasitas diduga keras 250cc.

Gimana Bro? Seru lho RX-King dibuat seperti ini… Kalau ada duit lebih dan mau lebih ribet, ya ambil 2 tak 2 silinder macam Suzuki GT185 atau GT250 bahan. Ya, walaupun untuk dikorek-korek, saya sangat merekomendasikan RX-King.. soalnya, suara 2 tak 1 silinder dan 2 silinder ga signifikan bedanya.

20170409_131814

20170409_131719

20170409_131758

20170409_131748

20170409_131708

Gimana Bro? Ngiler kan? Bikin dari RX-King ampe jadi begini ya paling nggak siapin 15 juta lah..Ada dana extra: korek jadi 180cc, kasih kepala belimbing, karbu power jet 30mm, pengapian YZ. Aiiih… bisa diajak drag 8-9 detikan

tersesat muter-muter

  • 1,786,402 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com