You are currently browsing the category archive for the ‘motor klassik’ category.

20170409_114112

Bro yang doyan kendaraan klassik pasti sudah kenal atau pernah dengar tentang BMW Isetta, sebuah kendaraan yang agak sulit dikaetgorikan, mobil atau motor haha.. Namun, ikuti saja lah istilahnya: micro car!

20170409_114129

Oh ya, ternyata doi bukan original Jerman, doi asalnya dari Italia. Pantas saja namanya Isetta! Nah, yang di Italia dibuat oleh Iso. Bedanya, yang di Italia bermesin 236cc 2 tak, sedangkan yang dibuat BMW bermesin 250cc 4 tak yang merupakan mesin yang juga dipakai motor BMW yang banyak berseliweran di Indonesia, yakni BMW R25.

20170409_114033

Iso Isetta, meskipun bermesin 2 tak, powernya malah hanya 9,5 HP, justru lebih besar tenaga mesin 4 tak BMW yang mampu menghasilkan 12 HP. Cukup unik ya.. Mungkin karena mesin 2taknya masih setara teknologi Vespa di zaman itu hihi.. Memang mengincar kehandalan dan simplisitas saja, belum mengincar tenaga besar, apalagi untuk keperluan balap. Bisa jadi juga karena memang mesin 2 tak itu pertama kali dipakai Isetta tahun 1953, sedangkan mesin R25 dipakai tahun 1955.

20170409_114005

Isetta sendiri diproduksi di berbagai negara, tak hanya di Italia dan Jerman, tetapi juga di Brazil, Prancis, Belgia, Spanyol dan Inggris.

Gimana Bro? Keren ya.. Dan memang micro car ini laku keras! BMW Isetta saja yang juga ada versi 300 ccnya dan diproduksi tahun 1956-1962 laku sampai 161 ribu unit lebih!

20170409_114018

Sebenarnya wajar bisa laris, desainnya sangat menarik dengan bentuknya yang seperti balon dan konsumsi bahan bakar yang perlu 3 liter saja untuk menempuh 100 Km! Maklum, selain mesinnya kecil, bobot kendaraan tak sampai 500 Kg.

20170409_113954

Gimana, setuju ga kalau ada micro car lagi yang punya kelas dan bergaya klassik macam BMW Isetta? Lumayan, bisa digeber sampai 85 Km/jam lho!

20170409_113938

Hmmm.. tapi kalau dijual di zaman sekarang dan harganya terjangkau, berabe juga.. Bisa dipakai Kids zaman now untuk yang tidak-tidak, apalagi kalau sudah dipasangi kaca film super gelap wkwk…

Iklan

IMG-20170919-WA0000

Di sebuah Group Whatsapp, ada seorang teman yang mengunggah gambar ini. Lucu juga sih, ada 3 macam Tiger ada di sana , ada yang untuk masa muda, masa senang-senang dan untuk masa tua…

Ngomongin Tiger, ya saya teringat pada Tiger Hitam saya yang merupakan motor pertama saya. Dan kalau di gambar itu butuh 3 macam Tiger untuk 3 masa berbeda, maka dalam menghadapi 3 masa itu, saya hanya butuh 1 Tiger:

IMG-20170529-WA0019

Inilah sekarang sosok Tiger Hitam edisi pertama logo timbul yang dikeluarkan Honda pada pertengahan tahun 1997. Tiger Hitam ini mulai menemani saya masa ke masa sejak Januari 1998 hihi…. Tak terasa, 19 tahun umurnya. Jadi, pelan-pelan mulai layak dikategorikan motor klassik kan haha…

Alhamdulillah kami masih bersama hihi….

Ini dia matic BMW yang bisa dibilang tiada duanya. Bisa dibilang, rasanya tak ada motor mirip dengan BMW C1. Kalau sekedar matic roda 3, pilihannya ada beberapa, Vespa punya, Yamaha punya, Peugeot punya, dan masih ada Spyder. Namun, kalau yang bercanopi, ribet deh cari saingannya yang benar-benar bawaan pabrik.

20170904_114823

Motor yang lahir tahun 2000 ini setelah sebelumnya dihadirkan dalam konsep-konsep ditawarkan dalam 2 kapasitas mesin, yakni 125 cc dan 200cc. Soal tenaga, terbilang lumayan. Yang 125 cc diklaim bertenaga 15PS dan top speednya bisa 100 Km/jam lebih, sedangkan yang 200cc mampu menghasilkan 17,7 PS.

20170904_114837

Mesin 4 tak 125 cc bisa bertenaga sebesar 15 PS (Bandingkan dengan Thunder 125 yang 12 PS kalau tak salah, bahkan bebek 125cc macam Shogun 125 dan Karisma pun masih di 9PS) karena kompresinya tinggi, 13,0: 1 Bro!

20170904_114757

Tahun 2001, BMW mengeluarkan C1 200, yang sebenarnya kapasitasnya hanya 176cc. Tenaga pun melunjak hingga 17,7 PS dan dengan keawetan mesin yang lebih baik, sebab kompresi diturunkan jadi 11,5:1. Torsi pun meningkat dari 12 Nm menjadi 17 Nm. Akselerasi otomatis meningkat. Untuk mencapai 0-50 Km/jam, yang 125 cc butuh 5,9 detik, sedangkan yang C1 200 butuh 3,9 detik saja. Untuk top speed, nyaris tak berbeda, yang 125 ada yang bilang tembus 110 Km/jam, sedangkan yang C200 112 Km/ jam. Jadi, bisa dibilang tenaganya cuma bermanfaat untuk akselerasi dan kemampuan bawa beban saja.

20170904_114847

Konsumsi bahan bakar tak terlalu irit. Diklaim 1 liter bisa dapat lebih dari 30 Km, tetapi pada kenyataannya katanya sih lebih boros.. ya maklum lah, bobot kosong motor ini kan 185 Kg.

20170904_114909

Melihat langsung motor ini dari dekat, saya penuh tanda tanya. Maklum, lebih mirip mobil sih dasboardnya. Ya sesuai konsep, motor yang berusaha menyamai kenyamanan dan keamanan mobil. Makanya tak wajib helm, tapi wajib seat belt wkwk..

20170904_114927Yang bikin bingung misalnya itu yang di tengah kaya mike buat apaan haha.. Firasat saya sih sekedar untuk pegangan saja kalau mau mendorong motor atau memegang motor saat mau diparkir-parkir.

Lalu tombol yang di tengah buat apaan saya juga tak ada ide. Mungkin yang punya mobil tahu itu simbol apa?

Kawasaki tahun 2018 nanti akan meluncurkan Kawasaki Z900 RS. Memang trend retro sedang mewabah, tetapi retronya lebih banyak ke modern bikenya sih. Ya luamyanlah, paling tidak Kawasaki tahun depan akan punya moge bergaya retro setelah tahun ini Kawasaki W800 stop karena tak mau mengikuti EURO4.

20170304_132137

Boomingnya gaya retro bisa dilihat beberapa tahun belakangan ini. Honda Thailand cukup jeli dengan meluncurkan CB150R ExMotion yang dinilai Blog Sesat punya peluang bagus, meskipun ga bakal sebooming Scoopy hihi.. Bukan apa-apa Bro, secara desain, motor ini cuma ngandalin lampu depan bulat doang kan untuk bisa dibilang retro? Secara siluet, bodi, kaki-kaki, apalagi mesin, jelas ga ada retro2nya..

20170304_132144

Kembali ke Kawasaki Z900RS! Menurut Blog Sesat, Kawasaki Z900 RS tampak mengincar pasar Yamaha XSR dan Ducati Scrambler. Dan tentu mereka tak mau sembarang meniru, mereka kembali menggunakan motor legendaris mereka di tahun 70an, yakni Kawasaki Z1 alias Kawasaki Z900 untuk dijadikan panutan desain. Ciri khasnya bisa dilihat di body belakangnya yang punya desain buntut bebek!

20170304_132218

Kawasaki Z1 dan Z900 sendiri sudah pernah kita bahas ya. Yang saya tampilakn di sini Kawasaki Z1000, penerusnya Z900. Ya desainnya masih mirip lah..masih kentara di buntut bebeknya.

20170304_132154

Yang manteb sih sebenarnya mesinnya yang angkuh menuliskan DOHC di sisi kiri, bukan ditulisi Kawasaki hihi..

Maklum, memang ini motor ditugaskan untuk menumbangkan Honda CB750 Honda yang memang dikenal terlebih dahulu dan menjadi the first superbike! Untuk mengalahkan the first superbike 750cc, Kawasaki Z1 yang tadinya kapasitasnya ga segede gini pun dibore up hihi.. Ga pede cuma ngandalin DOHC rupanya.. Padahal, Kawasaki Z1 adalah motor jalanan pertama bermesin 4 silinder inline yang menggunakan teknologi DOHC lho..

20170304_132207

20170304_132148

20170304_132249

20170304_132228

20170304_133923

20170903_135706-1

Naik Vespa klassik itu emang seru, salah satunya gara-gara faktor brotherhoodnya. Semboyan 1 Vespa 1000 Brothers memang sudah saya rasakan sendiri… Seru dan ga bisa didapati di semua roda dua pastinya…

Namun, ada faktor ga enaknya juga, terutama buat orang kaya saya yang istilahnya make doang hihi.. Kalau ada yang mogok, saya ga bisa bantuin hihi.. Ya, meskipun sebenarnya dengan berhenti dan memberikan dukungan moral saja cukup sih, syukur-syukur bisa bantuin. Makanya, paling nggak sedia busi cadangan dan kunci busi yang merangkap kunci roda selalu di Excell Rose hehe.. Namun, kalau lagi buru-buru, saya menghindar naik Excell Rose.. Bukan masalah kalah speed atau remnya yang Asal Berhenti Syukur, tapi karena faktor persaudaraan Vespa ini. Ga enak kan, kalau lagi buru-buru, terus ketemu Bro yang lagi masalah motornya, terus kita ga bantuin.

20170903_115812

Lagi bersesat-sesat ria di Youtube dan melihat-lihat razia wajib pajak yang telat membayar pajak, saya ketemu dengan tayangan TV yang menampilkan nama-nama artis dan bahkan pengacara tenar yang belum membayar pajak kendaraan mereka. Di sana bisa Bro cek sendiri, sekedar info saja, kendaraan artis dan pengacara itu ada Alphard, Ferrari dan Lamborgini yang di Indonesia fungsinya bukan cuma sebagai kendaraan untuk lalu lalang di jalan, tetapi untuk menuju kelas sosial B aja ke kelas sosial Jetzet!

Yang bikin terhenyak, komedian Tukul Arwana juga menunggak pajak motor Honda GL 125 K. Dan itu satu-satunya kendaraan doi yang pajaknya belum terbayar. Hm.. kalau berprasangka baik, mungkin lupa atau BPKBnya masih terselip entah ke mana, bukan karena tak mau bayar.

Dan, siaran ini membuktikan, Honda GL 125 K, bahkan satu-satunya roda dua di dalam siaran itu, setara dengan kuda jingkrak dan banteng mo ngamuk! Hebat.. Bagaimanapun juga, Honda memang lebih tukul unggul!

Jadi kangen nih sama Honda GL 100 K Termurtad se-Jakarta Selatan yang Pajaknya juga mangkrak 1 tahunan karena motornya mangkrak dan saya belum sempat urus hihi..

IMG-20160530-WA0044

Jangan-jangan, GL 200 lebih tinggi stratanya dibandingkan kuda jingkrak dan banteng mo ngamuk ya.. Kan stratanya masih di atas GL 125 K wkwk…

https://motorklassikku.files.wordpress.com/2011/07/dsc08019.jpg?w=513&h=385

Motor keren itu banyak… Motor dibuat lucu juga bisa.. Namun, kalau motor keren sekaligus lucu itu susah, suka ga ketemu konsepnya. Nah, yang keren sekaligus lucu bisa dilihat di motor berikut ini:

Gimana Bro? Ini motor balap beneran lho.. bahkan berjaya numero uno di di ajang Bol d’Or 1972 dan 1973.

Tuh penampakannya saat masih dipakai balap! Jadi ingat Desmosedici ya yang fairingnya dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan downforce di sisi depan motor.

Gimana Bro? keren kan… Tapi Bro pikir lucunya di mana ya?

Baiklah, coba lihat yang lebih jelas nih..

Japauto-Seeley-Honda 970

Lucu kan…wkwkwk….

sumber:

http://www.motorradonline.de/motorraeder/motorrad-klassiker-japauto-seeley-honda-970.827484.html?backlink=mrd-811703#gallery-1

 

20170304_132500

Kebayang kalau rumah sampeyan disamperin petugas pajak? Ya tentu tak seheboh rumah artis saat disamperin ya, ga sebanyak itu yang datang, bukan petingginya, tanpa ditemani petugas kepolisian dan tentu tanpa wartawan, kecuali sampeyan juga artis wkwk…

Saya rasa, sebelum petugas datang, penunggak pajak akan disamperin surat tagihannya terlebih dahulu. Saya pernah ada pengalaman kedatangan surat tagihan ini. Yang ditagih adalah mobil VW kodok 1300 yang sebenarnya sudah terjual lama, lah dijual kan karena harus siap-siap uang karena adik saya mau masuk kuliah. Sekarang bahkan dia sudah lulus dari tahun lalu.

Rupanya tagihan datang karena VW kodok yang terjual lebih dari 4 tahun itu tak dibayarkan pajaknya. Hmmm, aneh juga, sebab mobilnya masih dipakai beredar, ketahuan dari teman saya yang mengirimkan foto mobil itu saat dia temui di salah satu RS di timur Jakarta.

Surat itu baik menurut saya karena memang menanyakan dan mengingatkan pembayaran pajak. Di surat itu juga ditanyakan kemungkinan lainnya, misalnya kendaraan sudah berpindah tangan atau sudah rusak berat. Kita tinggal kirim balik kok konfirmasi ini, sangat mudah lah prosesnya.

Nah, bagaimana kalau statusnya motor koleksi yang hampir tak pernah dipakai lagi ya? Tentu berat kalau semua harus dibayarkan pajaknya. Biasanya sih motor koleksian yang jarang sekali dipakai tak dibayarkan lagi pajaknya. Hmm, bagaimana kalau pemilik kendaraan macam ini didatangi petugas pajak ya… Kalau motornya hanya dua-tiga, masih bisa kebayar lah.. Ya, kecuali mati pajaknya dari tahun 90an, wah repot juga..dompet pasti tersakiti wkwkwk…

Ini merek motor yang seng ada lawan kata orang Inggris sana: Matchless hihihi…

20170409_133101

Tongkrongannya memang gagah, ga heran sih motor ini terjual alias verkauft! Yang doyan motor Inggris, doyan motor klassik, doyan tampilan nyerempet scrambler, pasti jatuh hati sama motor ini. Sebenarnya CSR adalah varian kencang Matchless G12. Matchless G12 sendiri diproduksi dari tahun 1958 – 1966. Unit yang terpampang ini produksi tahun 1965.

20170409_133127

Kita fokus ke mesinnya dulu. Bentuknya memang unyu-unyu, kaya ingin mengatakan I herat you wkwk… Mesin 4 tak twin 646 cc berpendingin udara ini punya tenaga lumayan di zamannya. Ya, dibawa ke zaman sekarang masih sanggup meladeni motor-motor 250cc twin lah. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga 35 BHP @ 6500 rpm. Lumayan lah untuk membawa motor 4 tingkat percepatan berbobot kering 180 Kg ini. Lumayan berat ya, maklum, besi semua Bro..

20170409_133134

Nama CSR sendiri singkatan dari Competition-Sprung-Roadster, tetapi sering ditebak salah menjadi Competition-Sport-Road dan Coffee-Shop-Racer hihi… Doi memang dikembangkan dari Matchless G12 standar. Motor yang dijuluki “Monach” ini dinaikkan kompresinya. G12 standar berkompresi 7,5:1, sedangkan CSR berkompresi 8,5:1, masih cocok minum premium Bro wkwk.. Tenaganya melonjak jadi 39 PS @6200 rpm. Kalau belum puas, ada race kitnya juga Bro.

20170409_133248

Karburator Amal monoblock dilengserkan dengan 2 buah karburator, jadi satu silindernya disuplai 1 karburator. Tenaga pun melonjak ke 48PS, ya jauh deh tuh motor 250cc twin modern hihi..

20170409_133118

Gimana Bro? Kayanya nyaman ni motor ya, asik buat touring dan menggetarkan jiwa hihi.. Mau punya Matchless G12 CSR dan benar-benar jadi cafe racer tulen? Dompet sampeyan harus cukup buat modal bikin cafe dulu, baru deh berburu motor seng ada lawan ini…

Ducati sekarang memang sempat berkomitmen untuk tidak akan membuat motor kapasitas kecil lagi. Ya meskipun dengan boomingnya Ducati Scrambler mereka mungkin mulai galau juga haha.. Padahal, dulunya motor-motor single silinder Ducati cukup terkenal kencang dan diminati. Salah satunya adalah Ducati Desmo 350 ini.

20170304_141615

Gimana tampangnya Bro? Simple sih, tapi jadi pingin punya kan? Atau jadi pingin modifikasi motor? Secara bentuk memang sebenarnya biasa saja, tetapi ada pesona tersendiri yang dihadirkan..mungkin karena merknya Ducati dan warnanya kuning ya?

20170304_141901

Motor ini terbit tahun 1974-1978, kapasitas mesinnya 340cc. Mesin 1 silinder 4 tak Desmo SOHC ini disuplai pengabutan bahan bakar produksi Dell’Orto VHB 29mm. Tenaga yang dihasilkan sampai 24 HP. Ya, lumayan seru lah buat melesatkan motor 5 tingkat percepatan ini, apalagi bobot masih  tergolong ringan, yakni 128 Kg.

20170304_141624

Untuk menghidupkan mesinnya, pengendara harus menyelahnya karena memang belum dilengkapi kick starter. Kayanya berat ya, sebab kompresi mesin 10:1, dan itu untuk menyelah mesin 340cc.

20170304_141746

Gimana Bro? Tertarik? Kalau minat, ada versi 250cc dan 450ccnya juga lho..Sayang ya, dengar-dengar kita tak boleh memasukkan kendaraan bekas..ya kecuali punya hubungan kekuasaan dengan pihak-pihak terkait. Hmm atau sekarang sudah boleh? Harus googling2 lagi dan cari tahu tentang ini sih…(*males ah)

tersesat muter-muter

  • 1,828,110 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com