You are currently browsing the category archive for the ‘Uncategorized’ category.

  1. DSC00684

 

DSC00686

 


Picture

 

Andrea Dovizioso und Marco Simoncelli könnten 2012 ohne Honda-Werksmaschine dastehen

Bagaikan petir di siang bolong tentunya bagi kedua pembalap ini mendengarkan kabar dari Shuhei Nakamoto, sang wapres HRC, bahwa tahun depan mereka sangat mungkin tidak mendapatkan motor pabrikan Honda. Ini dikarenakan Honda yang memangkas budget mereka tahun depan akibat masa krisis ekonomi yang katanya masih jauh dari kata berakhir. Ditambah lagi dengan membengkaknya biaya untuk perbaikan plus lebih minimnya produksi akibat gempa Jepang lalu.

Jadi, Tahun depan hanya akan ada dua pembalap di Repsol, yakni Pedrosa dan Stoner! Di lintasan nantinya, bahkan kemungkinan besar juga Honda hanya akan menurunkan 4 buah motor 1000 cc, yakni 2 untuk pabrikan dan 2 unit lagi untuk tim satelit. Artinya, akan ada dua pembalap Honda saat ini yang akan terdepak dan harus cari merk lain, itupun kalau tim masih mau mempertahankan mereka.

Nakamoto sendiri sudah meminta Simoncelli dan Dovi untuk bersabar, semua ini sebenarnya lebih kepada urusan duit. Honda dipastikan memotong budget mereka untuk MotoGP, tetapi belum tahu berapa besarannya. Pertengahan Agustus ini mudah-mudahan ada kejelasan….

Wah, kalau sampai kejadian, berabe nih, bisa semakin membosankan balap MotoGP, sebab, kedua pembalap ini plus Ben Spies lah yang mengisi jarak yang begitu jauh antara Alien dengan pembalap non Alien, apalagi sesekali mereka punya kemampuan dan potensi untuk jadi juara. Kalau duo Italiano ini naik motor kurang kompetitif, ya, berabe lah…. Ki Gede Anue menyarankan keduanya untuk melirik pabrikan lain, asyiknya sih lirik-lirik ke Ducati!

Fans von Valentino Rossi mit einer ganz speziellen Endtopf-Konstruktion.

Bro Sekalian, ada yang tau lokasi penjual Tamiya dengan harga murah di Jakarta dan sekitarnya tidak? Atau toko-toko n pusat perbelanjaan terakhir yang masih menyelenggarakan balap Tamiya..Butuh Tamiya dan akesesoris-aksesorisnya nih… Kasih tau ane ya…Info kecilpun begitu berharga…

 Vielen vielen Dank im voraus…

Xiexie………..

Arigato………

merci beaucoup……….

Syukron………….

Grazie…………

Gracias………

Kemampuan mesin V4 Ducati Desmosedici menjadi jaminan mutu dalam soal power dan kecepatan. Tidak heran banyak yang bergidik ngeri kalau-kalau Ducati sampai mengeluarkan mesin V8, barangkali langsung banyak yang menduga, Ducati ingin ikutan F1.

Sebenarnya mesin V8 ini bukan bikinan Ducati. Secara teknologi juga terlihat konvensional, hanya seperti mesin Ducati biasa, hanya saja jumlah silindernya 4 kali lebih banyak dari biasanya.  Mesin Ducati V8 ini hanyalah mesin Ducati biasa yang diotak-atik oleh Dieter Hartmann-Wirthwein. Mesin ini dikerjakan doi di rumahnya, basisnya mesin twin Ducati umum, mesin yang ternyata berkapasitas total 868cc  itu pun hanya dikawinkan dengan rangka Ducati 900 SS edisi 1992. Untuk Dieter, ini bukan pertamakalinya ia menarik perhatian. Sebelumnya, ia pernah menciptakan mesin 125 cc 4 silinder untuk Honda Monkey. Barangkali AHM mau mempekerjakan doi supaya honda Tiger bisa ikutan punya 4 silinder? Suara sopran mesin 4 silinder dijamin punya daya pelet extra hebat bagi bikers tanah air…

Ducati kembali memanfaatkan nama besar motor sejuta umat mereka, yakni Ducati Monster. Ducati meluncurkan monster ganteng mereka yang bisi mengisi kelas menengah yang menjadi kompromi antara Monster 696 dan Monster 1100 yang saat ini dipasarkan, ya kira-kira mirip dengan Suzuki yang masih menyediakan Gixxer 750 yang menjembatani Gixxer 600 dan Gixxer 1000.

Secara fitur sendiri tidak ada yang terlalu istimewa. Velg dan lengan ayun Alumunium bukanlah sesuatu yang eksotis. Model pun tidak berbeda dengan yang sudah beredar. Ducati pun flexibel saja dan tidak banyak keluar biaya untuk menerbitkan monster yang ini, sebab mereka hanya menggunakan mesin yang sudah ada, yakni milik Supermotard yang berkapasitas 803 cc. Mesin V-twin 90 derajat bertenaga maksimum 87 PS @ 8250 rpm dan bertorsi maksimum 78 Nm @ 6250 berpendingin udara ini cukuplah untuk hepi-hepi, dan tentunya melanjutkan karier Ducati Monster sebagai motor sejuta umatnya Ducati. Sayang juga sebenarnya, kalau yang dikeluarkan 250 cc, rasanya biker Indonesia banyak yang siap-siap daftar jadi anggota DDOCI xixixixi…

Pole Position yang diraih Stoner di sirkuit Aragon sebenarnya sudah bisa diprediksi oleh Ki Gede Anue. Sirkuit hasil rancangan arsitek tenar Jerman, Hermann Tilke, adalah sirkuit baru yang memang ditugaskan sebagai cadangan, kalau ada penyelenggaraan GP di tempat lain yang batal. Kali ini Aragon kelimpahan rejeki akibat ketidaksiapan Balatonring di Hungaria.

Pole position Stoner tak lepas dari talentanya sebagai pembalap yang punya kemampuan paling cepat dalam beradaptasi dengan sirkuit. Ketika sakit tahun lalu, Stoner membuktikan kemampuan ini, doi hanya mengitari sirkuit dengan jumlah lap paling sedikit, tapi hasilnya bisa langsung jadi yang tercepat. Tidak heran, dia bisa tampil terdepan di sirkuit yang baru. Padahal sebelumnya doi menggunakan skuter saja untuk mengelilingi trek yang punya karakter naik turun plus tikungan cepat dan punya trek lurus cukup panjang. Doi menolak menggunakan motor Superbike untuk mengelilingi lintasan, tidak membawa keuntungan buat dirinya, kata Stoner. Ini berbeda dengan Rossi dan Lorenzo yang sudah mencoba dengan R1. Rossi yang tadinya cuma niat memutari 15-20 lap bahkan nambah hingga 50 lap, ketagihan kata the Doctor yang tampil kurang kompetitif akibat menahan cidera bahunya sejak April lalu. Akhir musim ini cidera ini akan dioperasi, karena segala macam latihan dan terapi fisik ternyata gagal maning!

Kemampuan adaptasi kilat Stoner didukung juga dengan berhasilnya eksperimen radikal Stoner pada tunggangannya. Memang sudah dimulai sejak beberapa seri lalu, tetapi baru di Aragon membuahkan hasil manis. Stoner meminta geometri sedikit diubah, titik berat motor pun ikut diubah. Di buritan, jarak main lengan ayun diperkecil, sebaliknya di sektor depan, garpu diset-up bisa memiliki ruang main lebih besar. Garpu versi 2011 yang sudah digunakan sejak 2 race pun dilengserkan dengan garpu versi 2009. Bagi Stoner, dari segi feedback, garpu USD 2009 memberikan feeling lebih baik untuk trek bergelombang. Di sisi riding position pun juga mendapat ubahan lho…pokoknya senyaman mungkin untuk Stoner. Bagaimana dengan mesin? tenyata tetap dengan settingan favorit Stoner. Hanya saja, mesin motor yang satunya yang sedikit diotak atik, ya untuk experiment lah..

Bagaimana dengan Hayden? Ternyata doi juga bisa tampil mengejutkan. Bahkan posisi start ke-4 berhasil diraihnya! Ini tidak lepas juga dari karakter trek yang memiliki trek lurus cukup panjang, menurun lagi! Hayden sendiri sebenarnya banyak membocorkan cerita ke media. Menurutnya, setelah melihat sendiri dapurnya Ducati, ia menyampaikan bahwa Ducati tidak akan berhenti mengembangkan motor 800 cc mereka. Menurutnya Rossi dan Ducati bukanlah kombinasi pecundang yang race hanya ikutan, mereka mau menang! Pastinya akan ada perubahan di motor 800 cc mereka tahun depan, hanya saja memang tidak radikal. Berbeda dengan untuk tahun 2012 nanti. Hayden menyaksikan, sudah ada ahli-ahli dan mekanik Ducati yang sedang membuat motor baru 1000 cc untuk MotoGP 2012 nanti. Hayden bilang, motor benar-benar dibuat dari nol! Harapannya untuk bisa juara lagi di kelas 1000 cc lebih besar, mengingat 2006 lalu ia juara terakhir 990 cc, tetapi semua akan percuma kalau elektronik tidak dibatasi. Penggunaan traction control,  start control, wheelie control dsb hanya akan mengurangi action aka tontonan seru!

Kembali ke Aragon! Bagaimana kira-kira jalannya race besok? Tampaknya cukup menjanjikan dan bisa menghadirkan pertempuran sengit di sektor depan dengan kembalinya Stoner. Kemungkinan besar Pedrosa akan melesat ke depan, sebab ia memang mampu mencetak best lap, sebelum ia melakukan kesalahan di putaran kualifikasi terakhir akibat kelewatan titik pengereman. Namun, hadirnya Stoner kali ini bisa jadi batu tembok sandungan, mengingat Stoner bisa tampil dengan best lap yang lebih konsisten.

Bagaimana dengan Lorenzo? Spies? Rossi? Memang sirkuit ini punya tikungan-tikungan cepat yang jadi makanan empuk M1, tetapi di straight, M1 mulai tidak bisa mengimbangi motornya pabrikan Honda dan Ducati. Inikah akibat mengesampingkan Rossi dan juga Burgess? Tidak heran kalau om Burgess tidak mau pusing-pusing lagi mengupgrade power M1. Rossi sendiri ketika ditanya, apakah ia mau membantu Lorenzo menjadi juara dunia, menyatakan bersedia, kalau Yamaha memang menintanya. Rossi menambahkan, hubungannya dengan Pedrosa semakin membaik, dan sebenarnya buat dia sama saja, mau Lorenzo ataupun Pedrosa yang jadi juara dunia.

Lorenzo sendiri mengatakan, ia menemukan set-up yang oke untuk menaklukkan Aragon dan merebut podium teratas, hanya saja, M1 kedodoran di straight, dan inilah titik lemah M1! Menurut kepala mekaniknya sendiri, Lorenzo bukanlah pembalap yang mau pusing-pusing soal teknik, ia hanya bilang, kurang ini, kurang itu, bagaimana masalah bisa diatasi, itu doi serahkan dan dibereskan para mekanik. Wah gimana mau bangun motor kalau doi enggan memperdalam ilmu teknik motornya???

Kita lihat saja race esok hari, mudah-mudahan Pedrosa bisa finish di depan Lorenzo untuk membuat drama  MotoGP lebih menarik. Pedrosa sendiri tampaknya membawa ilmu dan semangat tambahan selepas pulang dari kunjungannya ke Indonesia. Tak salah lagi, pertemuannya dengan Ki Gede Anue memberikan suntikan power tersendiri di pembalap yang mirip Steve Emanuel ini. Kita hentikan saja sebelum Ente semua semakin tersesat……….

Tampaknya niatan cerai baik-baik antara Yamaha dan Rossi mulai terusik. Yamaha tampaknya semakin pede dengan M1 setelah uji cobanya dengan Spies bisa dibilang produktif. Catatan waktu Spies dengan M1 hanya sedikit lebih lambat dibandingkan catatan Qualifikasinya, tetapi menurut Spies tujuannya test memang bukan untuk mencari best time, tetapi untuk memberikan input. Spies sendiri menyatakan sangat puas dan berangkat dengan penuh kepercayaan diri untuk meraih hasil terbaik di Indianapolis nanti.

Bagaimana dengan Rossi? Bukan hanya dilarang mendekati apalagi menunggangi M1 2011, di sisa seri ini pun dia harus menanggung sakit hati. Rossi bertekad memberikan 110 % kemampuannya untuk memenangkan balapan bersama M1 dan ia minta Yamaha pun juga demikian, maksudnya membantunya untuk memenangkan balapan. Namun, tampaknya niat Rossi bertepuk sebelah tangan. Ia mengaku tidak diberikan kesempatan mengetest suspensi USD Oehlins terbaru oleh Yamaha. Rossi mengaku kecewa. Menurutnya, ia dan Yamaha masih punya 8 seri lagi, bukan cuma 2 atau tiga seri.

Dari keterangan yang didapatnya, Yamaha tidak akan menggunakan garpu itu di sisa tahun ini, tetapi baru di 2011 nanti. Rossi yang menerima jawaban ini berkata: lihat saja nanti, apakah itu bohong atau memang kenyataan, sebab secara tampilan luar, garpu gress Ohlins beda dengan yang sekarang!

Diperbolehkannya Rossi untuk segera membangun Desmosedici selepas seri Valencia nanti pun menjadi tanda tanya setelah Furusawa menyatakan, hal itu akan sulit terwujud jika membaca kontrak Rossi dan Yamaha! Nah lo… cerai baik-baik, atau penuh dendam nih????

 Diantara motor-motor masa kini yang banyak mengandalkan bodi plastik, jenis bebek adalah jenis yang dari dulu paling mengandalkan jurus ini untuk membuatnya terlihat lebih gagah sekaligus cantik plus melindungi si pengendaranya dari cipratan air. Di satu sisi, plastik memang ringan dan murah sebagai bahan baku produksi, tetapi kelemahannya adalah mudah pecah, terlebih jika dudukannya dirancang tidak kokoh ataupun kurang presisi.

Si Smash 110 tahun 2002 di rumah keluarga Sesat adalah salah satu contohnya. Suatu hari si pemilik bilang ke saya, kalau bodi sampingya pecah sehabis saya pakai. Padahal itu motor saya pakai seharian dan tidak ditinggal-tinggal di parkiran ataupun kena benturan lain.

Setelah melihat artikel Blog Semprul Lek Djie, ternyata pecah bodi Smash sebelah kiri memang sudah jadi seperti penyakit bawaan. Menurut analisis saya, ini diakibatkan getaran yang berlebihan ketika melalui jalanan rusak, lubang, atau melalui polisi tidur terlalu cepat. Masalahnya, kunci jok ada di sebelah kiri bodi dan membebani bodi kiri Smash, sehingga pada masa jenuhnya, terbelah lah bodi kiri belakang Smash secara vertikal!

Adik saya, si pemilik motor minta dibelikan lem besi campur ataupun lem seperti power glue. Namun, saya teringat pada kehandalan Solder of Fortune. Menurut pengalaman, lem-lem tersebut tidak akan ampuh untuk jangka waktu yang panjang. Oleh karena itulah, Solder of Fortune saya paksa turun tangan.

Bodi belakang sebelah kiri yang hendak di solder dibersihkan terlebih dahulu, lalu berbekal cable ties ukuran besar, atau biar lebih hemat, pakai bekas potongannya saja, retakan ini bisa disambung hingga benar-benar kuat. Jadi, sebagai pengganti timah, saya gunakan cable ties yang saya pasang melintang layaknya jahitan. Dengan bantuan solder, potongan cable ties dilumerkan hingga menyatu dengan plastik bodi Smash. Setelah “jahitan melintang”, saya timpa lagi dengan cable ties yang saya pasang sepanjang retakan, kemudian saya lumerkan lagi hingga menyatu dengan bodi. Dari luar, tampak lumayan rapi dan seharusnya bisa lebih rapat. Di Smash ini terlihat kurang rapih, karena sempat didiamkan selama 2 minggu dan motor dipakai terus, akibatnya kerusakan bertambah parah.

Sudah 3 minggu sejak perbaikan, bodi hasil penanganan Solder of Fortune tetap kuat, walaupun Smash ini sering dipakai melewati jalanan rusak. Jadi, kalau bodi motor Bro mengalami masalah yang sama, gunakanlah cara ini! Waktu pengerjaannya relatif cepat (sekitar 10 menit) dan tidak perlu menunggu lama layaknya kalau menggunakan jasa lem.

Kesaksian Blog Semprul:

http://lekdjie.wordpress.com/2010/07/02/bebek-babak-belurdab/

Foto: HP-Klassikku

Tidak tahan lama-lama tidak menggeber motor powerful, Valentino Rossi pun dijadwalkan menggeber Yamaha R1 tim pabrikan Streilgarda Yamaha yang berkecimpung di WSBK! Tadinya, Rossi dijadwalkan menggeber R1 pada Kamis besok, tetapi tampaknya rencana itu dipercepat menjadi hari ini.

Ini tidak lain menggambarkan keinginan Rossi yang begitu besar untuk segera mewarnai kembali ajang MotoGP. Ketika tragedi terjadi di Mugello lalu, tersiar kabar, bahwa Rossi akan kembali di seri Brno selepas liburan musim panas ini. Namun, kasak-kusuk menyebutkan, Rossi sudah ingin tampil pada 18 Juli nanti di Sachsenring…(oh..memory…). Bagaimana tidak, setahun lalu doi menjadi juara disini setelah berduel dengan Jorge Lorenzo.

Dr. Costa yang merupakan dukunnya para rider GP sebenarnya tidak akan mengizinkan Rossi balap, jika doi belum fit. Dokter beken ini mengatakan, bahwa dirinya bukan mengambil risiko melepas Rossi balapan, tetapi membiarkannya sembuh sesegera mungkin.

Doi menjelaskan, Rossi dioperasi dengan teknologi terkini. Ada sebuah paku berukuran besar (pasak kali ya…) yang menyambungkan tulang Rossi yang patah. Paku ini disambungkan hanya dengan 4 buah baut khusus . Pasak yang menjaga tulang kaki Rossi dijelaskan dr. Costa sebagai pasak khusus yang biasa digunakan untuk tentara supaya mereka bisa lekas kembali dikirim ke medan perang!

Dalam test yang diselenggarakan di “depan pintu rumah” Rossi di Tavullia, yakni di  Misano Adriatico World Circuit, para dokter akan memantau keadaan fisik Rossi, jadi yang di test bukan R1nya Bro, tapi si Rossinya! Tim dokter nantinya akan memastikan, apakah Rossi layak turun secepat mungkin, yakni di Sachsenring! Mereka juga akan merancang program rehabilitasi, supaya the Doctor bisa sesegera mungkin beraksi.

Dr. Costa mengingatkan, jika sampai terjadi kecelakaan lagi risikonya semakin berat. Namun, doi menggaransi, pasak yang menyangga tulang patah Rossi itu cukup besar, dan bautnya hanya akan rusak, kalau ada cacat dalam proses produksi! Ayo Rossi, Lorenzo aja berani!!!!!!!

Sumber:

http://www.motorradonline.de/de/sport/motogp/rossi-faehrt-heute-in-misano-superbike-test-zur-ueberpruefung-der-fitness/312211

http://www.motorradonline.de/de/sport/motogp/rossi-denkt-ernsthaft-an-sachsenring-comeback-donnerstag-wird-getestet/312180

tersesat muter-muter

  • 2.481.181 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com