Gonjang-ganjing Honda akan menurunkan kembali RVF untuk mengembalikan kehormatannya di ajang WSBK sudah berhembus sejak lebih dari 2 tahun lalu. Namun, itu sampai kini belum terjadi. Honda malah memutuskan tetap mengandalkan CBR 1000 RR yang diberi ilmu meringankan tubuh dan sisi elektronik riding assistances yang dimutakhirkan. Hasilnya..lumayan untuk moge yang baru keluar pabrikan, tetapi di lintasan balap ompong.. Kelas superstock ompong, di lomba ketahanan juga belum terdengar kiprahnya, di WSBK bahkan terkesan makin terpuruk. Nama Nicky Hayden dan Bradl gagal menyelamatkan muka Honda di ajang yang sempat dikuasainya dulu..dulunya pun sudah lama sekali.. Sejak James Toseland, tiada lagi gelar juara dunia untuk pabrikan yang bagaimanapun juga lebih unggul ini wkwk..

20180422_104927

Ada yang mengatakan, penggantinya RCV 213S yang didowngrade lagi..hmmm, Nampaknya tak bisa, sebab harganya sama sekali jauh dari kata ekonomis… Mengembangkan dari mesin VFR-800, wah, jauh banget dari tenaga superbike sekarang.. Namun, apa sih susahnya bikin mesin V4 buat Honda…

Nah, bagaimana prediksi Blog Sesat?

  1. Buat apa menggunakan V4 di WSBK? Jika sebatas mengandalkan mesin V4 saja, tak ada jaminan kemenangan. Aprilia saja sejak lengsernya Biaggi belum kembali memperoleh gelar juara dunia WSBK.
  2. Terakhir Honda turun dengan V4 di WSBK adalah dengan RC45 alias RVF 750 R. Dari semua pembalap top, hanya sekali saja Honda sukses dengan pembalap asal USA John Kocinski.
  3. Mesin V4 itu mahal jenderal… Bisa jadi sih jadi motor juara, tetapi untuk dijual, bisa jadi jual rugi wkwk..
  4. Buat apa khusus membuat motor dengan konstruksi mesin berbeda? Jangan disamakan dengan saat Honda membuat VTR-SP 1 dan SP2 untuk menggempur kedigdayaan Ducati dengan mesin L-Twinnya. Masalahnya, sekarang kan juaranya pakai mesin 4 inline juga!

Hmmm.. bingung ga Bro? Blog sesat yang mengamati performa Fireblade di Assen melihat, ini motor memang masih sulit untuk kompetitif. Terlihat selepas tikungan, motor berakselerasi tidak tenang.. Suara mesin bisa dibilang paling melengking dan enteng (seperti settingnya lebih kering) dibandingkan mesin-mesin 4 silinder inline lainnya macam ZX-10R, R1M dan S 1000 RR,  tetapi terlihat kurang laju. Sepertinya lebih diakibatkan ketidakstabilan saat berakselerasi keluar tikungan. Sisi setting suspensi dan power output Fireblade masih perlu diasah minimal semusim lagi…

Iklan

Kalau nonton MotoGP, tentu terbatas kesempatan untuk memilih lokasi menonton balap. Harga tempat di panggung-panggung yang bernomor di tempat duduknya pun tak bisa ditukar-tukar. Yup, ketat..

20180422_130327

Mau ambil kelas festival di rumput-rumput pun sama terbatasnya. Lokasinya biasanya lebih jauh dibandingkan lokasi panggung-panggung bertempatduduk ini. Selain itu, posisi-posisi favorit tentu sudah dibangun panggung wkwk.. Jadi tak banyak pilihan.

20180422_130329

Tak sebatas itu saja. Memang kita bisa pindah-pindah, tetapi saking banyaknya penonton lain yang sudah duluan mangkal di situ, ya susah juga hihi.. Enaknya sih, penonton MotoGP itu lumayan toleran, dan ga perlu takut gontok-gontokan terbuka, meskipun sampeyan satu-satunya pemegang panji MM93 di lautan VR46 atau sebaliknya hihi.. Ya kalau kena juga, anggap saja kejadian luar biasa wkwk..

20180422_130330

Oh ya, foto-foto di atas tak mungkin diperoleh kalau nonoton MotoGP dengan tiket festival.. Akses seperti ini bisa diperoleh kalau ambil tiket-tiket yang di panggung-panggung itu.

Nah, kalau punya kebebasan pindah-pindah tempat, beginilah saran Blog Sesat:

Pas sebelum start, paling seru ya ambil posisi di dekat garis start. Di situ kita bisa mengamati bagaimana suasana menjelang start, mulai dari pembalap menempati lintasan, melayani wartawan, warm up, hingga start. Lap pertama kedua pun menarik disaksikan dari sini, apalagi kalau local hero ikut balap..  Namun, selepas jarak antar pembalap merenggang, ya jadi kurang seru…

20180422_132108

Pindah ke ujung straight atau lintasan yang menuntut pembalap mengerem habis-habisan adalah pilihan terbaik. Di sini kita bisa menikmati “ketidakmungkinan” wkwk..

Kenapa tidak mungkin? Karena sungguh luar biasa menyaksikan pembalap menjinakkan kendaraan yang sampai 280 250 Km/jam lebih  turun ke mungkin sekitar 60-80 100 Km/jam di tikungan pertama. Kita bisa menyaksikan sendiri betapa “tidak mungkinnya” kalau kita sendiri yang harus melakukan itu… Kalau cuma ngegas dan motor melesat kencang, itu biasa.. kalah deh sensasinya dibandingkan menyaksikan motor ngerem habis-habisan dan harus menggunting tikungan.

20180422_131945

Menariknya lagi, di tikungan pertama ini, pembalap harus membuka gas penuh dengan posisi motor masih miring. Di sini kita bisa menyaksikan karakter motor, mana yang “mateng” dan mana yang masih belum sempurna settingnya. Bisa terdengar dari racing line, suara, goyangan dan laju motornya sendiri..

Honda CBR 1000 RR anyar di atas kertas memang bukan yang paling besar tenaganya. NAmun, pembaruan elektronik dan peringanan tubuh membuat motor ini dinilai sebagai superbike terbaik di berbagai media.

Sayangnya, klaim ini tak diikuti prestasi di WSBK. Memang sepeninggalan Bradl dan Hayden, tim Honda di WSBK seperti tak punya superstar. Memang Leon Camier dan Fireblade membuat kemajuan signifikan tahun ini, tetapi tetap saja masih jauh dari posisi yang dulu biasa ditempati Honda. Ya memang tak bisa menyalahkan rider, Honda sendiri tampaknya memang sedang lebih fokus di MotoGPnya..

Blog Sesat tak ingin banyak komentar, hanya ingin menyajikan tampilan andalan Honda di WSBK ini. Buat Blog Sesat, ya ke-2 terkeren lah setelah Ducati Panigale … Yang keren sih tetap di bagian twinsparnya..bisa dibilang yang salah satu yang terkekar di jajaran WSBK saat ini..

20180422_104854

20180422_104927

20180422_104947

20180422_105001

20180422_105035

20180422_105028

20180422_104835

20180422_104905

20180304_112800

Motor paling menggemparkan tahun ini, Ducati Panigale V4, kena recall juga..

Di manakah letak ketidaksempurnaan motor V4 dengan harga “ekonomis” ini?

Rupanya ada di tankinya Bro.. bocor.. bukan tankinya sih yang bocor, tetapi ada bagian sil/paking di bagian sirkulasi udara tanki yang harus diganti. Bagian ini diduga berisiko rusak saat pemasangan. Akibatnya, ada risiko bensin mengalir keluar.

Bukan sebatas itu juga, departemen yang bertugas untuk keselamatan lalu lintas dan memantau kelayakan kendaraan untuk dijual di pasar USA menemukan kelemahan lainnya pada motor bertenaga 213 PS ini. Menurut mereka, pada kondisi panas dan tanki bensin dalam penuh tertentu, bensin bisa muncrat keluar karena tekanan udara saat dibuka tutup tankinya. Dan ini berisiko menimbulkan kebakaran.

Hmmm, kalau departemen ini berada di Indonesia, mungkin mereka juga akan memrotes produsen yang membuat DOHC kok bisa dikalahkan SOHC, karena juga berisiko menimbulkan “kebakaran”…

Pihak internal Ducati sendiri membantah recall ini terkait dengan kasus foto Panigale V4 yang terbakar yang disinyalir berada di Kanada… Hmmm, barangkali yang itu karena terbakar api asmara..

Semua sudah tau lah ya hasil balapan WSBK Assen race 2.. Tom Sykes berhasil merajai race yang diselenggarakan setelah WSS ini. Nah, Blog Sesat coba memberikan sedikit oleh-oleh foto situasi dari dekat..

20180422_122819

Selepas selebrasi podium WSS, lintasan sudah disiapkan lagi. Grid dipasangi nomor start pembalap yang akan mengisinya..

20180422_124245

Motor pun meluncur keluar dari pit melakukan satu putaran, sementara itu crew balap, umbrella girl, teknisi dari suplier ban maupun suspensi, jurnalis dan tentunya panitia balap membanjiri grid.

20180422_124418

Motor sampai di ujung keramaian dimatikan dan didorong ke tempatnya masing-masing.. Nah, di setelah berada di starting grid masing-masing, para jurnalis pun menghampiri pembalap yang ingin mereka wawancara.

20180422_124627-1

Sementara wawancara berjalan, teknisi ada yang melakukan penyesuaian terakhir. Yang bikin tercengang, Tom Sykes mengganti ban depannya! Tentu sepaket dengan velg dan cakram.. Hmmm, kalau saya yang balapan sudah deg-degan kalau menjelang start masih diganti-ganti begitu. Namun, doi kan sudah pengalaman, doi santai saja melayani wartawan dan sesekali stretching melakukan pemanasan..

Kenapa saya bilang deg-degan? Kan kompon ban dingin lagi ya..cuma yang lebih kepikiran sih rem depan..takut ngebagel wkwk.. Namun, masalah ini tampaknya tak hadir di level parts kelas wahid.. Ga perlu buang angin palsu segala hehe..

20180422_124627-1-2-1

Tuh Bro.. masih sempat-sempatnya ganti ban depan kan..

20180422_125513

Sekitar 10 menit, alarm pun berbunyi.. langsung wartawan dan orang-orang lain yang tak berkepentingan meninggalkan lintasan tanpa perlu dipanggilkan satpol pp wkwk..

20180422_125540

Yang tinggal tinggal crew balap, umbrella girl dan pembalap tentunya..

20180422_125628

20180422_125648

Tak lama pun, alarm kembali berbunyi.. Kini yang tinggal hanya pembalap dan kuda besinya yang bertenaga 230 PS lebih..

20180422_125723

Tak lama, warm up lap pun dimulai.. Meskipun warm up, ga ada ceritanya geber-geber santai.. tak menunggu lama, pembalap langsung menempati grid masing-masing..

20180422_125735

Dan ga ada hitungan semenit setelah semua pembalap mengisi gridnya masing-masing, lampu hijau pun menyala..

20180422_125740

Wow… kebisingan yang cukup luar biasa..sebab saya benar-benar dalam jarak tak sampai 5 meter dari motor-motor superbike yang harganya 80 ribu Euroan lebih hehe..

20180422_125742

Saya merasakan deru mesin superbike tak sedahsyat mesin MotoGP. Terbukti saat start saya tak perlu tutup kuping.. Bahkan saat motor melewati straight dalam keadaan full throttel, saya tak perlu tutup kuping.. Masih kuenceng bunyinya, tetapi masih bisa diterima kuping tanpa tedeng aling-aling..

20180422_125747

Mungkin ada faktor lainnya juga..sebab saya masih baru sembuh dari flu..masih budek dikit haha…

20180422_130325

Oh ya, dari sisi di bawah start-finish ini, saya tak banyak bisa membaca karakter motor..

20180422_130330

Saya pun menuju ke ujung straight.. Di sinilah justru tontonan yang jauh lebih menarik bisa disaksikan. Seperti apa ceritanya? Kita lanjutkan nanti ya..

Selepas perhelatan WSBK Assen 2018, saya bergegas meninggalkan sirkuit menuju pelataran depan sirkuit dan menunggu bus. Lumayan menguji kesabaran juga sih menunggu bus yang datang 1 jam sekali itu. Untungnya masih ada hiburan dengan motor-motor besar berbagai tipe yang berlalu lalang.

Nah, ada juga sekelompok yang berhenti dan diam di trotoar menunggu teman-temannya. Motornya keren-keren Bro, ada yang pakai CBR 1000 RR gress tahun 2017/2018, ada yang pakai CBR 1000 RR generasi sebelumnya, ada BMW S1000RR, ada KTM 1290 dan ada Aprilia RSV 1000 Mille.

20180422_134949-1

Pas buka helm, wah bukan geng anak jalanan, tapi bapak-bapak jalanan, bahkan sebagian rambutnya sudah memutih dan ada yang rambutnya ala professor hihi… Ya lucu juga sih, dan memang justru di Belanda dan Jerman ini yang normal. Susah untuk cari anak jalanan beneran yang naik motor. Anak jalanan paling naik skuter atau motor trail/ supermoto cc kecil.. Ya tak lepas juga dari aturan penjenjangan SIM kan..

Lama mereka berhenti, temannya pun berdatangan.. dan lumayan lah, ada yang bawa Kawasaki ZX-10R dan Ducati 996. Dan yang terakhir datang sedikit merusak reputasi geng, sebab “hanya” membawa Ninja 250R generasi pertama berknalpot Yoshimura hihi.. Mungkin si bapak ini lagi ingin mengulang masa remajanya 10 tahun lalu..

Memang tahun ini ada Ducati Panigale V4. Namun kalau melihat langsung wujud kedua motor keren bin anyar ini, Blog Sesat dengan suara bulat menjatuhkan pilihan ke Kawasaki Z900 RS Cafe..

20180304_131341

Bagi Bro yang tersesat ke IIMS 2018 tentu juga bisa menyaksikan langsung versi Cafe Racer dari motor retro Kawasaki Z900RS ini. Kalau lihat sendiri, wah, pasti mata jadi hijau..bukan mata duitan, tapi ini hijaunya asli ga bohong bikin agak kalap haha..

20180304_131459

Hijaunya beda dibandingkan di foto Bro..hijau menyala..kalau kata tukang batu cincin, sternya keluar wkwk.. Dan gak heran Kawasaki cukup PD membuat motor ini agak mahal, sebab memang bikinnya niaaaat.. rapih deh..lihat saja dudukan spatbor depannya.. Benar-benar custom pabrikan itu ga bohong..

20180304_131511

Media dan netiyzen yang sempat protes bilang mahal pun karena membandingkan dengan Kawasaki Z900 yang menjadi basis motor ini pun bisa paham.. Memang ini motor berkelas. Lumayan mengobati kerinduan lah bagi yang dulu gagal beli Ducati Paul Smart atau Ducati Sport Classic 1000. Dan ini justru lebih tahan banting! Jepangan gitu lho.. Plus dijamin lebih mudah perawatan dan performa mesin 4 silinder inline menghasilkan 111 PS bisa membuat darah sembalap cukup tersenyum..

20180304_131436

Oh ya, di Jerman motor ini dibatasi 350 unit saja! Asli limited edition kalau begini mah.. Sayang saya bukan orang Jerman..eh..bukan worang kayaaaah…

20180304_131419

Secara umum ngulik-ngulik motor ini, Blog Sesat bisa dibilang puas! Meskipun memang ga sewow kalau dulu PDKT dengan Ducati Sport Classic, tetapi ini motor di pasaran sekarang yang asik punya untuk digebet!

20180304_131424

Ini itunya oke banget Bro.. Ya mungkin ada R NineT yang tak kalah kerennya. Namun, buat pencinta 4 silinder, dan di Indonesia kan bunyi 4 silinder lebih menjual, Z900RS Cafe memang jawabannya. Oh ya, di Jerman doi dilego di 12.195 Euro! Di Indonesia kabarnya dijual dengan harga 288 juta.. Hmmm murah banget Bro dibandingkan R NineT! Di Sini RNineT dijual hampir 15000 Euro, tapi di Indonesia nyaris 2x harga motor Cafe Racer Kawasaki ini kan hihihi..makan tuh merk wkwk… Ya, merk memang mahal sih, tapi kalau bedanya segitunya, ngapain juga ya..

20180304_131655

Oh ya, redaksi Motorrad sempat menduelkan versi Z900RS dengan Honda CB1100 RS dan Yamaha XSR 900. Dan jagoan retro Kawasaki ini dinilai menang karena unggul dalam segi desain dan pembuatan, suspensi oke, power mesin yahud, suara gahar dan remnya handal! Ya ga heran sih, Honda CB1100 RS memang keren tampangnya, tetapi sangat dibatasi performanya oleh Honda dan bobotnya juga berat, sedangkan Yamaha XSR 900 memang lebih murah dan oke buat hepi2, tetapi efek klassik dan show offnya tidak dahsyat.

20180304_131550

Gimana Bro? Ini bocah aja ampe ngayal duduk di atas si klassik nan segar Z900RS Cafe.. Minat? Murah lho.. dibanding R NineT wkwk…

*Sakit hati ga sanggup beli R NineT

Salah satu motor matic andalan Suzuki yang tergolong produk global adalah Suzuki Address 110 yang sebenarnya berkapasitas 113cc. Motor matic berkapasitas terkecil di jajaran motor Suzuki Jerman ini bisa dibilang hampir sama dengan yang beredar di Indonesia.

20180426_175355-1

Suzuki menjelaskan, matic ini efisien bertenaga berkat penyempurnaan sudut klep, intake dan noken as plus sepatu klep yang diberi roller. Hasilnya, tenaga 9 PS yang bisa melajukan matic yang sanggup membawa beban hingga 175 Kg ini menggapai top speed 95 Km/jam.

Suzuki Jerman mengklaim, untuk menempuh 100 Km, matic berbagasi besar ini hanya butuh 2, 04 liter saja. Dengan kapasitas tanki 5,2 liter, matic berbobot 100 Kg ini bisa menempuh 255 Km.

Oh ya, bedanya di mana? Kalau dilihat paling mudah ya arahkan pandangan ke bagian buritan. Lampu sen terpisah sehingga terlihat seperti motor sport. Selain itu, di buritan juga dilengkapi dengan mata kucing.

Yang namanya sudah lama ga naik motor dan di Jerman juga ga banyak motor, kalau ketemu satu motor yang bukan skutik, rasanya jadi seperti ada hiburan.

Contohnya waktu ketemu motor yang mesinnya familiar bagi bikers Indonesia yang sudah jadi bikers di tahun 2000an. Ini dia penampilan Suzuki GN250:

20180426_140616-1

Lumayan ya Bro.. aura klassiknya kental dengan desain soft choppernya.. spatbor chrome depan belakang dari bahan pelat besi, spion dari besi, tutup rantai besi di chrome dan handel boncenger chrome, lampu belakang dan spion rumahnya besi.. ini memang kuda besi.

20180426_141804-1

Melihat setang tinggi, jok roti super tebal dan suspensi belakang seukuran yang biasa ada di motor macam HD, kebayang nyamannya keluyuran dengan Suzuki GN 250. Dan ini motor dengan simplisitasnya memang lumayan bikin ngiler. Soal mesin, simple deh..

20180426_141759-1

Oh yya, maksudnya familiar tentu bukan dengan tampang GN250, tetapi familiar dengan mesin Suzuki GN250 ini. Pemilik Thunder 250 pasti familiar dengan mesin gagah ini. Biarpun 1 silinder, gaya twinportnya membuat mesin terlihat gagah. Gearbox pun terlihat besar dengan warna murni logamnya, bukan dicat hitam biasa yang justru sekarang malah membuat motor berkesan murah..

Oh ya, pernah ada yang tau yahudnya Torsi Thunder 250 dikasih knalpot free flow dan setting karburator? Percayalah, lari 0-120 Km/jamnya masih sedikit lebih laju dibandingkan Ninja 150 standar..

Bro yang berada di Indonesia, kalau masih di dalam hatinya takut menghadapi puasa Ramadhan atau merasa puasa itu berat, tentu harus berusaha mengatasi hal itu.

Kalau secara mental sudah kalah duluan, semuanya akan terasa berat… Ya pengalaman hidup kita tentu sudah bisa merasakan itu kan.. Yang menentukan berhasil atau tidaknya kita dalam banyak hal adalah mentalitas kita sendiri.

Nah, kalau merasa puasa di Indonesia dari sekitar jam 4an sampai jam 6 sorean itu berat, coba nih cek jadwal puasa tahun ini di Jerman. Seorang teman di Bremen menunjukkan jadwal puasa di kota yang terletak di utara Jerman itu:

IMG-20180430-WA0003

Yang bikin gentar, hari terakhir puasanya Bro.. Kebayang ga, imsaknya pukul 01.25, dan isya hari sebelumnya pukul 00.33. Kebayang seberapa lama harus berpuasa di Bremen? Ya di kota-kota lain di Jerman juga ga jauh-jauh dari itu sih. Cuma seingat saya, di Bochum tak sedrastis itu juga. Kelar terawih tahun lalu sekitar jam 12an malam, dan jam 3 sudah puasa. Hmm, entah di kota saya tahun ini bagaimana..

Makanya Bro, puasa jangan di Jerman, berat…di Indonesia saja wkwkwk…

tersesat muter-muter

  • 2,004,492 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan