Di Essen Techno Classica, akhirnya saya bertemu dengan sosok motor yang membuat saya jatuh hati pada motor klassik, yakni Norton Manx. Doi seperti bersembunyi tertutupi mobil-mobil sebuah showroom mobil klassik di situ. Di dekatnya ada meja si pemilik showroom, tapi saya tak peduli hehe..ga pake segan, sok minat saja memelototi idola saya ini.

Sebenarnya saya sudah duga ini bukan Norton Manx original karena memang model buritannya dan tanki Manx tidak begitu. Saya pikir ini Triton alias Triumph plus Norton yang juga memang sangat dikenal di kancah balap motor Inggris sana, tapiiii.. Lho, kok mesinnya Norton.. Kalau Triton kan mesinnya Triumph, rangkanya baru pakai rangka featherbed Norton Manx. Nah ini mesinnya Norton..Udah gitu twin pula, sedangkan Norton Manx kan big single…Hmmm.. Fix, ini bukan Norton Manx, disebut Triton pun juga tak memenuhi syarat. Ya, tapi ini Norton lah, dan benar-benar cafe racer.. Pelototi saja keindahannya:

20170409_125654

20170409_125500

20170409_125618

20170409_125548

20170409_125539

20170409_125531

20170409_125521

20170409_125634

Suka Bro? Sama wkwkwk….

Ketika mengunjungi Essen Techno classica 2017 lalu, saya ketemu sesosok mobil yang tidak asing bagi saya, sebuah Porsche 356 Speedster. Kenapa saya tidak asing dengan mobil eksotis yang elegan ini? Karena saya pernah memilikinya selama sekitar 3 bulanan. Ini dia:

20170409_120011

Tenang, maksud saya yang saya miliki mainannya hehe… Eh, ini bukan ya? Atau punya saya dulu ada atapnya, entahlah, bukan ahli mobil…

20170409_115902

Porsche 356 bukan Porsche yang tipikal balap. Mobil kelahiran tahun 1955 yang dipajang untuk dijual ini hanya berbekal mesin boxer 4 silinder berkapasitas 1571 cc saja.

20170409_115911

Tenaga yang dihasilkan pun cukup 60 PS saja. Yup, mobil yang mulai diproduksi Porsche sejak 1950 ini memang buat santai. Buat apa ngebut, ini mobil terlalu cantik untuk tak bisa dilihat orang-orang di pinggir jalan.

20170409_115922

Bagaimana Bro? Biarpun jadul, jatuhnya desainnya oke banget ya? Bentuk dashboard dan jok begitu mengundang untuk menikmati sore hari bersamanya. Oh ya, Porsche 356 diterangkan memang dirancang sesuai permintaan pasar di USA. Mereka menghendaki mobil Porsche yang ringan, lincah dan ekonomis harganya.

20170409_115938

Si penjualnya mengatakan, hingga hari gini pun mobil ini tetap terbilang lincah dan ringan. Hanya harganya saja yang jelas tak ekonomis lagi. Mobil yang ditawarkan ini mesinnya dikatakan sudah diganti dengan mesin 912 sih, tapi dijamin dengan sertifikat. Harga yang tidak ekonomis tercermin dari keterangan si penjual: “Minat? Hubungi gan…” Yup, beda dengan mobil-mobil mayoritas yang pasang harga terang-terangan.

20170602_181029-1

Ini motor biasa saja, tidak ada keistimewaannya. Namun, entah kenapa saya senang memandanginya hehe.. Kok kayanya nyaman ya, gayanya pun simple dan kelihatannya cukup tahan banting.

Entah Yamaha apa ini.. Dari gayanya sih mirip dragstar ukuran mini, tetapi ada unsur Yamaha SR juga sih. Kalau sebatas melihat mesin, mesin pasti 4 tak SOHC, kapasitas paling 125cc, paling besar 250cc lah. Yang paling manteb sih joknya wkwk..ga kalah nyaman kayanya dibandingkan Suzuki VanVan. Apalagi ban belakangnya berprofil tebal, benar-benar mengincar kenyamanan… Gaya klassiknya juga keren, ukuran tankinya pas, lampu bulat chrome, spatbor depan belakang pun chrome.

20170602_181040-1-1

Maaf, ini artikel memang ga penting..saya lagi kangen main motor haha..jadi lihat motor beginian saja sudah girang ga jelas…

Beroda empat..

Bermesin kapasitas besar..

Warnanya disukai anak-anak…

Beroda empat..

Kalo Ente naik ini, dijamin yang lain malas kalo sodok-sodokan lawan Ente..

Ini dia:

20170603_142223

Judulnya kaya lampu merah ya Bro? Hehe.., tapi sampeyan tahu kan saya tidak suka bohong wkwk.. Oke, no picture hoax, ini picturenya:

20170602_142843(1)-1-1-1

Maaf fotonya buram.. Karena diambil dalam keadaan bergerak dan memang si bocah ini jauh. Dia sedang belajar sepeda didampingi ayahnya. Eitsss..serius, lagi belajar sepeda! Memang si bocah belum bisa seimbang sepenuhnya mengayuh sepeda sendiri, jadi perlu bantuan ayahnya, dan tentu butuh alat. Oh ya, ayahnya bukan yang di foto di atas, itu mah orang lain yang juga bersepeda. Ini foto ayahnya:

20170602_142843(1)-1

Haha..saya juga baru lihat ada yang model begini.. Jadi sepeda si anak disambungkan dengan sepeda ayahnya. Anak tetap bisa mengayuh sepedanya juga tanpa harus mengemudikan sepeda. Cara ini tentu lebih aman buat anak yang belum sepenuhnya tahu cara mengendarai sepeda.

20170602_142844-1

Cara ini efektif juga untuk bisa mengajak anak bersepeda dengan aman. Maklum, kalau di lalu lintas perkotaan, anak harus paham juga peraturan lalu lintas, kapan harus berhenti dan di mana lajurnya sepeda. Di Jerman, melanggar aturan sepeda pun bisa berurusan dengan polisi. Bersepeda di malam hari tanpa lampu belakang ataupun ketahuan kadar alkohol terlalu tinggi saat bersepeda, bisa berurusan dengan Polizei lho..

Kalau zaman sekarang kesempatan untuk memiliki motor yang berlaga di MotoGP sangat sulit dan mahal, zaman dulu bisa dibilang jauh lebih mudah dan murah. Ya, meskipun motornya tidak sama sih wkwk.. Ya, mungkin kita sekarang lebih beruntung, sebab motor superbike sudah sangat mirip dengan motor MotoGP, bisa dibeli dengan harga “terjangkau”.

Bagi penggemar GP500, Yamaha menjadi pabrikan yang pertama kali menjual motor 2 tak 500cc yang mendekati motor GP500cc mereka yakni YZR500. Tahun 1984-1986/1987, Yamaha mengeluarkan Yamaha RD500LC yang terinspirasi YZR Kenny Roberts.

20170304_132618

RD500LC dibekali mesin berkapasitas 499cc dengan konstruksi V4 50 derajat berpendingin air Tiap silinder diladeni sebuah karburator Mikuni 26mm. Mesin berteknologi YPVS berkompresi 6,6:1 ini bisa menghasilkan 88PS @9500rpm dengan torsi maksimum 67 Nm @ 5400 rpm. Tenaga segini terhitung kecil untuk ukuran motor sekarang. Motor 600cc supersport jelas jauh lebih bertenaga. Namun, itu tahun 80an Bro.. tenaga 88PS ini merupakan tenaga terbesar yang bisa dihasilkan motor massal jika dibandingkan dengan kapasitas mesinnya. Jadi, memang ada motor yang powernya lebih besar, tapi kapasitasnya ya tidak 500cc.

20170304_132755

Soal top speed, motor dengan 6 tingkat percepatan yang berbobot full tank 216 Kg ini hanya 223 Km/jam saja. Memang rendah sih, tapi balik lagi, itu masih di awal tahun 80an ya dan memang tampaknya memang RD series tidak dibuat berlebihan tenaganya.

20170304_132628

Oh ya, kenapa RD500 LC ini terlihat keren? Karena ini memang bukan standar lagi. RD500LC standar cakram depannya memang dobel, tetapi diameternya lebih kecil dibandingkan standar cakram depan Honda Tiger. Nah, ini sudah lebar kan…

20170304_132650

Soal ban, percayalah, New R15 masih lebih lebar hehe… RD500LC di depan memang lebarnya 120, tetapi di buritan hanya berbekal ban ukuran 130 saja.

Cat pun jelas bukan original. Pemilik RD500 LC ini mengatakan, livery ini bukan dicat, tetapi cutting sticker. Rapi banget ya, dapet banget aura GP500nya, apalagi ini livery legendarisnya Yamaha yang dipopulerkan Kenny Roberts yang 3x juara dunia GP500 menggeber YZR500.

20170304_132635

20170304_132748

20170304_132703

20170304_132734

Gimana Bro? Ada yang minat mendatangkan RD500LC dari luar negeri? Di Indonesia rasanya belum ada yang punya. Kalau RGV500 sih sudah ada hehe…

Salah satu jenis binatang yang ada di kebun binatang Olderdissen adalah kelinci. Sebenarnya setahu saya di Jerman ada dua hewan yang kita kenal dengan istilah kelinci, yakni Hase dan Kaninchen. Hase adalah kelinci liar, yup, bisa dijumpai di Jerman dengan mudah di lapangan rumput yang ada semak-semaknya. Bahkan dulu kalau malam hari saya melihat ke luar kamar, di halaman kadang ada kelinci liar yang mencari makan. Kaninchen adalah kelinci yang sebenarnya ada yang liar juga, tetapi lebih banyak yang jadi peliharaan karena dibandingkan Hase, Kaninchen geraknya lambat. Untuk tahu bedanya, coba google gambarnya hehe..Di Indonesia mungkin ada istilahnya sendiri, tetapi saya tidak tahu.

20170318_112022

Nah, di kebun binatang ini, ada satu bagian yang berisi Kaninchen. Lucunya, kok awalnya sedikit, tapi tanpa disadari semakin bertambah, seperti sulap..eh tak tahunya di bagian tepi kiri rumah ada lubang tempat kelinci keluar masuk hehe..

20170318_112539

Lucu juga sih lihat kelinci-kelinci ini berkeliaran, bahkan beberapa cukup jinak dan senang dielus… Lucu juga sih, tak perlu pelihara hewan-hewan eksotis, tetapi sudah bisa jadi kebun binatang. Di bagian lain, domba, keledai, dan berbagai ayam bisa dijumpai. Memang kelihatannya ga penting ya, tapi dengan cara inilah anak-anak diperkenalkan dengan hewan, bisa dekat, menyentuh dan diharapkan muncul kepedulian pada hewan.

20170318_112201

20170318_112421

20170318_112341

20170318_112123

Lucu kan Bro…Gemezzzzzzzzz……hihihi…

 

2017-05-30-13-56-25-1.pngNovember 2016 lalu saya memesan tiket MotoGP Assen 2017 yang akan diselenggarakan tanggal 25 Juni 2017. Nah, pekan lalu, Global Tickets yang berkedudukan di Groningen, Belanda, mengemail bahwa mereka mengirimkan tiket MotoGP itu dan akan sampai dalam beberapa hari.

Daaaaaan, akhirnya tiket itu datang juga. Ga nyangka karena kemasannya cukup terlindung di dalam amplop karton dan tercatat. Agak heran juga sebenarnya, kok tebal, padahal yang dulu vouchernya dikirim dengan amplop biasa, rupanya di dalamnya tak hanya tiket, coba lihat:

20170530_140017

Selain tiket, ada bungkus plastik untuk tiket, gantungan kunci dan juga penyumbat telinga haha…Jadi tersentuh juga sih, si penyelenggara memikirkan sampai ke situ juga. Pengalaman Sachsenring 2009 lalu, memang hampir tak mungkin kita berada di tepi lintasan MotoGP, terutama di bagian motor berakselerasi full, tanpa menggunakan penyumbat telinga..asli sakit di kuping! Kaya dicolok-colok cotton bud Bro…

Wah, saya semangat nih…tapi………

25 Juni adalah pas hari raya Idul Fitri! Sebenarnya saya sudah merencanakan menginap Sabtunya di Groningen dan paginya bisa sholat Ied di mesjid di kota yang bertetangga dengan Assen ini, tapi penginapan sudah pada full! Hanya satu hotel yang ada di Groningen, tapi semalamnya 220 Euro lebih hikshiks…. Padahal ongkos bis atau kereta saja sudah lebih mahal dibandingkan tiketnya… Galau..terlalu mahal kalau diladenin.. Diladenin pun, tak ada tempat menginap hikshiks…Artinya, siap-siap keluyuran di Groningen menunggu subuh dan sholat Ied…siap ga ya…sanggup ga ya…

Merpati bisa dibilang jenis burung yang sangat populer di berbagai negara. Entah bagaimana melatihnya, Salah satu kegunaannya zaman dulu adalah sebagai pembawa pesan. Karena itu di dalam Bahasa Indonesia ada istilah merpati pos. Dan tak heran, Pos Indonesia juga mengambil merpati sebagai lambangnya.

Namun, ada juga orang-orang yang mulai menyalahgunakan merpati. Contohnya ini:

Folie 1 von 27: 30.05.2017 – Zollbeamten in Kuweit ging ein ganz besonderer Fang ins Netz: Eine Brieftaube aus dem Irak landete auf dem Dach der Zollstation von Abdali. Auf ihrem Rücken trug sie einen kleinen selbstgenähten Rucksack, in dem sich 178 Pillen befanden. Es handelte sich dabei um Methamphetamin – besser bekannt als Ice oder Crystal Meth. Das ist nicht der erste Fall, bei dem Tauben als Kuriere missbraucht werden. Im letzten Jahr wurde eine Taube erwischt, die ein Handy in ein kolumbianisches Gefängnis schmuggeln sollte.

Burung merpati ini tertangkap mendarat di Kantor bea cukai di Kuwait. Katanya sih asalnya dari Irak. Jangan tanya saya bagaimana caranya burung itu tersesat ke Kantor bea cukai dan dari mana bisa diketahui asalnya dari Irak. Yang kasihan, merpati ini ditempel tas yang berisi hingga 178 butir pil metamphethamin. Dan katanya cara ini sudah pernah digunakan sebelumnya. Memprihatinkan ya…

Sumber:

http://www.msn.com/de-de/nachrichten/panorama/kurz-notiert/ss-AAmrMTt?ocid=ientp#image=1

Pernah dengar istilah analisis wacana kritis atau dalam Bahasa Inggrisnya dikenal sebagai critical discourse analysis (CDA)? Ilmu macam apakah ini? Saya yakin yang tersesat ke sini sebenarnya sudah dibekali kemampuan CDA ini, apalagi mengamati maraknya demokrasi, politik dan kasus-kasus di Indonesia belakangan ini. Ilmu CDA ini penting untuk kita ketahui supaya kita tak mudah dipengaruhi oleh pemberitaan-pemberitaan di media massa. Yup, berita di media massa bisa dibilang hampir pasti punya tujuan tertentu! Apalagi jika menyangkut politik dan kekuasaan. Di era demokrasi di mana ada kebebasan berpendapat dan kekuasaan ditentukan suara mayoritas, peran media untuk mempengaruhi pendapat dan cara berpikir masyarakat tentu sangat penting. Makanya, jangan heran kekuatan-kekuatan politik itu harus didukung dengan media massa. Media massa bisa membuat berita yang mengangkat seseorang atau lembaga atau hal, bisa juga menjatuhkannya. Berita yang dibuat bisa menjadi kritik, tetapi bisa juga jadi pembenaran. Selain itu, bisa saja suatu hal diberitakan, tetapi fokusnya dialihkan sehingga esensi yang harusnya diterima justru tak sampai.

Cara-cara ini tentu dengan mudah diketahui aka terbongkar jika menggunakan kebohongan/hoax/fitnah. Belum lagi tuduhan subjektivitas yang harus dihindari media. Nah, biar tetap terlihat objektif, tetapi bisa tetap mempengaruhi resipiennya, tentu harus bisa main cantik alias halus! Jadi, harus bisa mempengaruhi pola pikir penerima berita tanpa mereka merasa sedang dipengaruhi. Semakin paham wartawan dan redaksi dalam menggunakan ilmu CDA, makin pintarlah mereka menyampaikan pesan tanpa terkesan subjektif, tanpa terkesan berpihak, tanpa terkesan ingin meninggikan atau menjatuhkan.

Coba ya kita kasih contoh..misalnya demonstrasi… Ketika sebuah media memberitakan efek negatif demo, tetapi tidak memberitakan tuntutan atau bagaimana tuntutan itu bisa muncul, artinya media ini menentang demonstrasi. Tau kan ya kasus tanaman rusak yang jadi fokus pemberitaan oleh sebuah TV swasta?

Contoh lainnya, dalam sebuah demo buruh, yang diberitakan bukan tuntutan demonya atau kenapa pengunjuk rasa bersusah payah turun ke jalan, melainkan kemacetan yang ditimbulkan, bentrokan yang terjadi, sampah selepas demo, atau justru melah menayangkan pendapat masyarakat yang merasa terganggu akibat kemacetan saat demonstrasi.

Atau, dan ini justru berhasil menjebak blogger motor juga untuk “menghujat” buruh, yang diliput adalah motor yang dipakai buruh. Masih ingat saat demo buruh, lalu ada buruh yang dikatakan ikut demo menggunakan Kawasaki Ninja 250? Saat itu Ninja 250 masih hot sebagai simbol status, belum ada Yamaha R25 apalagi Honda CBR250RR. Banyak kan yang akhirnya malah menganggap pendemo sebagai kumpulan buruh yang mau gaji gede saja untuk bayar cicilan Ninjanya??? Akhirnya, yang jadi “penjahat” adalah buruhnya, bukan pengusahanya (kita tak bicara siapa yang benar lho ya…).

Contoh lain… Di Indonesia ada media-media yang menjatuhkan nama Arab Saudi. Tentu ada kepentingan untuk menjatuhkan nama negara yang jadi tempat asal Islam ini, ada usaha untuk menjauhkan umat Islam di Indonesia dari negara sumbernya. Kelihatan jelas dari cara media-media ini menggunakan tiap kesempatan untuk menjatuhkan nama Arab Saudi, tentu dengan cara sehalus mungkin, ya supaya media itu tak kehilangan kredibilitasnya karena tak dianggap objektiv. Cara yang agak “kasar” misalnya menyebut Arab Saudi sebagai agresor karena menyerang Yaman..dan ini disampaikan tanpa merinci sebabnya, hanya berfokus ke penyerangan. Cara “kasar” ini tentu membuat media macam ini mudah dikenali ideologi dan kepentingannya.

Ada cara halus Bro..Misalnya, ketika Raja Salman datang, pemberitaannya berkonsentrasi ke kekayaan atau fasilitas saja! Kesannya, raja ya foya-foya. Secara tak langsung, ada tujuan untuk mengangkat isu: raja dan keluarganya foya-foya, kok tidak bergaya sederhana? Kok tidak nyumbang? Dan bersamanya bisa muncul pikiran negatif lainnya dengan pemberitaan yang hanya berorientasi pada kekayaan dan fasilitas raja dan keluarganya. Betul tidak? Tak ada atau hampir tak ada media yang menampilkan kenegarawanan sang raja kan? Atau memberitakan prestasi dan jasa beliau?

Ada cara lain yang sering dipakai untuk menghancurkan nama Arab Saudi di Indonesia. Misalnya kalau Arab Saudi menghukum mati seseorang, pasti diangkat dan pemberitaannya tentu dengan menyembunyikan hal tertentu dan menonjolkan hal lainnya demi tercapainya tujuan pemberitaan. Coba, lihat contoh berikut:

20170528_115719 (1)

Ada di MSN yang merujuk pada sebuah artikel di Kompas.com. Kalau Bro sudah kuasai CDA, maka lumayan mudah mengenali kecenderungan dan misi media itu terhadap Arab Saudi hanya dengan membaca artikel ini.

Ya, kira-kira begitulah Bro.. Kalau sudah kenal CDA, pasti jadi lain dalam membaca teks.

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com