IMG-20170919-WA0004-1

Belakangan ini dikatakan penjualan Honda Verza semakin menanjak. Kenaikan ini dikaitkan dengan hadirnya Honda CRF 150 yang bermesin sama dan memang punya image yang wow, dianggap keren dan berkelas. Maklum, di kelas ini memang kan motornya terbilang tidak murah dan eksotis.

Blog Sesat memandang kritis hipotesis ini. Sebuah hipotesis lemah jika tidak disertai data. Ya sedikit wawancara misalnya ke 100 pembeli Verza sebagai sampling. Bisa ditanyakan, apakah keputusan mereka membeli Verza karena terpengaruh kehadiran Honda CRF 150? Kalau dari 100 responden itu tak satupun menjawab motiv ini, ya bisa dikesampingkan anggapan itu, bahwa kehadiran CRF 150 mengatrol image Verza. Bukankah harusnya sebaliknya, performa mesin Verza, keekonomisan, ketersediaan partsnya menjadikan CRF 150 lebih mudah dijual???

Yang menarik sekarang sebenarnya melihat performa Kawasaki W175 di pasar. Apakah motor ini akan begitu diminati, atau sebatas membuka pasar saja. Maklum, banyak kritik bermunculan saat W175 diperkenalkan. Kontraproduktif sebenarnya begitu motor ini disandingkan dengan W250, beda jauh.. dan harganya juga tak bisa dibilang murah. Kawasaki yang memutuskan menggunakan karburator malah mengesankan, motor ini memang seperti W-series lainnya yang memang tidak diniatkan untuk dibuat versi Euro 4 nya. Permasalahannya, W175 kan baru nongol sekarang… Apakah motor ini akan secepat itu didiscontinued? Atau ini memang bukti bahwa Kawasaki memang tak mau gegabah berinvestasi besar di sektor retro?

Ke depannya cukup berat juga bagi W175. Seandainya sukses pun, Kawasaki bisa cukup khawatir dengan gerak-gerik AHM yang bisa saja membuat motor retro dengan basis Verza. Bukan tidak mungkin, mesin New Megapro sudah digunakan untuk Verza dan CRF 150. Kalau Verza diberi tampilan ala CB 200, CB 125 atau syukur-syukur ala CB 450, wow… Belum lagi kalau memang ingin dibuat seperti motor hobi, desain Honda Dream 50 bisa dipertimbangkan. Dengan potensi AHM, harga dipastikan di bawah W175 sekarang. Bahkan kalau basisnya Verza, harganya tak jauh dari 20 jutaan. Bahkan sangat mungkin di bawah 22 juta mengingat harga Verza velg jari-jari yang sekarang ada di 18 jutaan saja! Bahayanya bagi kompetitor, AHM tak perlu lagi repot-repot mengiklankan efisiensi bahan bakar, performa dan ketersediaan parts mesin 150cc ini..

Kembali ke perubahan paradigma yang tentunya berpengaruh ke selera konsumen. Gaya-gaya modern dan ban lebar dengan harga terjangkau untuk motor pekerja yang dirintis Yamaha, terutama dengan Byson tampaknya mulai ditinggalkan. Ketika dulu melihat velg palang, apalagi palang lebar terlihat wow, kini hal itu sudah jadi biasa sazaaa… Kini gaya retro yang menghadirkan simplisitas dan keekonomisan tampaknya kembali hadir. Mau buat motor retro yang laku keras, tak cukup hanya mengandalkan gaya retro semata. Faktor ekonomis perlu dikedepankan. Inilah yang menjadi hipotesis Blog Sesat. Karena kami yakin hipotesis ini cukup kuat, meski belum bisa disebut teori, maka Blog Sesat mengganti istilah hipotesis menjadi hipotebro!

Iklan

20170304_132137

Mohon abaikan fotonya hihi.. Sekali lagi, Z1000 pastinya lebih joss dibandingkan W175. Peace ah…

Blog Sesat tergelitik menjawab pertanyaan, W175 diproduksi di mana.. Ki Gede Anue yang biasa melakukan terawang gaib sayangnya sudah tobat, jadi Blog Sesat mencoba sekitar 15 menit melakukan Terawang Gaib sendiri. Dan hasilnya adalah:

  1. Kemungkinan besar tidak ada blog maupun kantor berita online menuliskan W175 diproduksi di mana. Ini setelah diubek-ubek ke sumber-sumber itu dan dirasa tidak luput. Ini tentu mencurigakan, apakah semua narasumber yang sebanyak itu memang setidaksadar itu untuk menanyakan, W175 buatan mana? Maklum, asal sebuah motor juga menentukan daya jualnya kan..
  2. Menyambung ke nomor 1, anehnya, tak ada satupun yang punya akses mendekat ke W175 memfoto bagian komstir yang biasanya ada nomor rangka yang menunjukkan negara tempat motor diproduksi. Hmmm, apakah KMI meminta ini kepada para wartawan dan blogger, atau memang kebetulan yang lucu sekali karena tak satupun ada yang penasaran dengan itu??? Ini tentu menarik mengingat Kawasaki Estrella yang diganti nama jadi W250 (mungkin untuk memudahkan penjualan W175) terkenal berkualitas bagus dan berasal dari Jepang. Hmm demi menyeret image W175 kah supaya dikait-kaitkan seakan diproduksi di Jepang?
  3. Kok tak ada berita tentang TPT. Apakah ini sinyalemen kuat bahwa W175 diproduksi di planet lain alias Bekasi??? Sebenarnya tak papa, toh motor macam KLX 150 S, KLX 150 L, D-Tracker dan Ninja RR Mono dikenal berkualitas baik dan diproduksi di Cikarang Barat, Bekasi seperti yang tertera di artikel ini: https://www.otosia.com/berita/pabrik-kawasaki-indonesia-terbesar-ketiga-di-dunia.html    Jadi, kenapa mesti menutupi W175 asalnya dari mana?
  4. Di Tokyo Motorshow 2017 dan EICMA di Italia tak memamerkan Kawasaki W175. Ini cukup untuk jadi sinyal, W175 jelas bukan buatan Jepang hihi… Dan bisa dicurigai, Kawasaki masih belum mau investasi besar dan menempuh risiko untuk memperkenalkannya menjadi motor global..
  5. W175 punya masa depan??? Ini pertanyaan sensitif sebenarnya. Kenapa??? Bukankah alasan Kawasaki mengganti nama Estrella jadi W250 disertai kabar, ini jadi edisi perpisahan karena tak akan dilanjutkan produksinya? Blog Sesat sih tak kaget, sebab sebelumnya sudah tau kabar W800 yang memang dihentikan produksinya karena Kawasaki tak mau membuatnya tembus Euro 4. Jadi W800 stop di Euro 3 saja dan malas mengikuti regulasi. Hmmm, ternyata ini merambat ke W250 juga ya.. Nah bagaimana dengan W175??? Eng ing eng… Karena itu mungkin saat ini cukup dengan karburator saja. Alasan demi gaya retro tentu tak bisa diterima mengingat rem depannya cakram, bukan tromol berukuran besar (lebih mahal Bro produksinya..) dan tak diberi kick starter hihihi…
  6. Bagi yang ngebet dengan W175, mumpung masih murah ya dibeli.. kabarnya harga akan naik lho. Bisa dicek di sini: https://otomotif.tempo.co/read/1033285/ini-penyebab-kawasaki-w175-lebih-murah-dari-klx  Kalo suka ya dibeli saja, mumpung belum naik hihi…. Yang pasti sih, kalau dibuat panjang umur, W175 akan pakai injeksi nantinya dan jadi satu-satunya W series yang melanjutkan hidup.. Pakai injeksi, pasti harga naik…
  7. Mengingat harganya bisa lebih murah dari KLX 150, kapasitas mesin lebih besar dan kualitas bodi-bodi terlihat oke, masa iya W175 dibuat dan didatangkan dari Thailand???? Kalau Kawasaki punya pabrik di India, ya mungkin saja.. Kalau dari Thailand sih.. masih lebih murah mendatangkannya dari planet lain bukan?

*Sekian analisis dengan metode suudzon. Mohon Blog Sesat jangan dituntut, mau beli sepatu aja mesti tunggu bulan depan huhu…

20170304_133923

Abaikan gambarnya ya.. W175 jelas tak sekeren Z1000 hihi…, tetapi di tengah menggeliatnya segmen retro yang berkualitas dan kebeli, W175 dengan harga kisaran 30 juta menjadi oase di tengah padang gurun motor modern. Meskipun Blog Sesat agak kecewa dengan desain lampu sein, lampu rem dan minimnya peranti yang kena chrome.

Jangan bandingkan dengan kualitas Estrella, sebatas foto sih sudah kelihatan jauuuuh.. Ya wajar juga kalau lihat harganya. Blog Sesat melihat W175 justru bukan seperti motor hobi, dengan harga segitu, doi lebih akan jadi motor harian yang harus bisa handal dan ga takut lecet. Yup, untuk jadi motor hobi, W175 “terlalu murah” dan karena motor massal yang baru beredar, jelas tidak bisa dianggap “limited”. Doi hanya bisa menawarkan style, tapi tak bisa menjanjikan eksklusifitas..

Di sinilah pentingnya Kawasaki untuk segera mendukung ketersediaan parts motor retro ini. Dengan range harga segini, W175 akan jadi motor pekerja! Perlu ditunggu, seberapa nyaman ini motor dan bagaimana konsumsi bahan bakar dan auranya di jalan nanti. Blog Sesat melihat, daya jual desain dan desain retro saja tak cukup untuk kelangsungan hidup W175 secara berkepanjangan. W175 harus bisa punya image motor retro yang tangguh, nyaman, irit, mudah partsnya, sehingga mereka yang mencari motor batangan harian pun bisa melirik W175. Bisa jadi yang jadi korbannya justru mereka-mereka yang sebelumnya membidik Vixion, Byson, CB150 atau Verza. Bosan dengan gaya modern? W175 bisa jadi solusi untuk gaya tanpa mengorbankan pertimbangan ekonomis dan ergonomi. Keren..dan kelihatannya nyaman..Kesannya ukurannya cukup asik untuk dalam kota, tetapi ergonominya tak takut untuk touring jauh dan terkesan tahan banting. Apalagi gaya klassik, cocok untuk jadi kendaraan jangka panjang..

20161008_132949

Istilah Alien yang muncul zamannya masih ada Stoner perlahan mulai hilang. Tahun 2012, masih santer istilah alien untuk menandai 4 pembalap yang seperti punya level sendiri di MotoGP, yakni Stoner, Rossi, Lorenzo dan Pedrosa. Meskipun Rossi gagal dengan Ducati, dia tetap dapat julukan Alien.. ya alien tanpa ufo mungkin hanya jadi jenglot… Dengan Ducati, Rossi bisa dipandang sebelah mata. Reputasinya lah yang membuatnya tetap disebut alien.

Kedatangan Marquez di MotoGP tahun 2013 membuat kartu dikocok ulang. Hilangnya Stoner sebagai kartu AS bernilai 11 dan ditukar dengan kehadiran Marquez yang nilainya masih perlu pembuktian, anggap saja masih berupa jack yang nilainya 10 hihi.. Maklum, masih butuh pembuktian! Tak lama, di USA Marquez langsung juara dan jadi juara kelas para raja termuda! Namun, karena masih muda, Marquez tetap dianggap baby alien.

Loncat ke masa kini!  Marquez sudah menjadi juara dunia MotoGP 2013, 2014, 2016 dan 2017! Istilah baby alien pun mulai memudar! Memang belum ada julukan baru, meskipun keadaannya sudah berubah! 3 Alien yang tersisa sudah tak seperti alien karena mereka sudah tak naik ufo. Boleh dibilang, tahun ini yang punya ufo ya Dovizioso! Namun Dovi belum dijuluki alien hingga sekarang! Rossi, Lorenzo dan Pedrosa sebenarnya masih alien meskipun sudah dikacaukan Dovizioso dan Vinales, tetapi performa Dovi dan Vinales pun terlihat cukup untuk membuat istilah alien pun menghilang.

Baby alien yang sudah dewasa membuat alien lainnya tak lagi terlihat seperti alien. RC213V terbukti tak berkualitas ufo tahun ini, tetapi Marquez dengan teknik ajian dengkul save ndlosornya membuatnya setingkat di atas mantan alien lainnya…

Yang sudah lama tersesat ke sini tentu pernah tau kucing saya yang bernama Bubu. Nama Bubu rupanya sangat pasaran untuk kucing, saya baru nyadarnya pas iseng-iseng cek di youtube hihi.. Ya memang pasaran sih, karena hanya panggilan berdasarkan warnanya saja.

IMG-20170914-WA0003-1

Bubu yang merupakan kucing blasteran 1/4 kucing Persia ini dari dulu rasanya tetap seperti anak kucing saja. Ya, dari kecil hingga besar, tampangnya tak banyak berubah. Ukuran badannya pun kecil dan bisa dibilang lembek. Kalau dipegang terasa ringan dan empuk, entah kenapa tulangnya terasa lunak..

IMG_20171113_012035-1

Kalau lagi sehat dan gemuk, Bubu memang seperti boneka, seperti bola bulu berwarna abu-abu terang. Yang bikin akrab dengan kucing biasanya bukan masalah fisik, tapi sifatnya..

Bubu adalah kucing yang lumayan manja, tapi baperan hihi.. Dia mudah cemburuan kalau pemiliknya ngelus-ngelus kucing lain.. Namun, bentar aja baperannya, kalau baper berkepanjangan, ntar dia kelaperan sendiri kan..

IMG_20170501_080744

Yang bikin betah bermain bersama Bubu adalah sifatnya yang bisa dibilang tahu diri. Dia tau kapan harus manja, kapan harus iseng, kapan harus nemenin, kapan harus menghilang. Enaknya, Bubu termasuk kucing yang aman.. Maksudnya, dipegang bagian mananya maupun diapa-apakan, dia tidak pernah mencakar, apalagi menggigit. Mungkin dia kucing tersabar se-Jakarta Selatan.

Kalau dia berhasil menyelinap masuk kamar, kadang dia tidur di dekat kaki saya menunggu saya bangun. Kalau saya tidur-tiduran saja dalam keadaan sadar, dia setor tampangnya benar-benar ke depan muka saya haha… Ya, kalau ada hal yang sangat saya rindukan di Indonesia, ya si Bubu ini.. kepikiran, kalau nanti bisa balik ke Indonesia, mau nguyek-nguyek dan mainin si Bubu. Untuk pengobat kerinduan, saya suka minta dikirimkan foto si Bubu..

IMG-20171103-WA0016

Seiring waktu, Bubu bertambah tua..Meskipun sudah tua dan fisiknya menurun, Bubu masih harus mempertahankan wilayahnya.. Kucing musuh pun sebenarnya sudah bergantian..tapi yang kali ini bisa membuat Bubu terluka parah..lihat lehernya, sampai segitunya.. Dan namanya luka parah, baru mau sembuh bertarung lagi dan luka lagi..lama-lama dia pun mengurus..

IMG-20171106-WA0000-1

Sedih melihatnya mengurus.. tapi yang penting masih mau makan saja membuat saya tenang dan berharap tahun depan masih bisa jumpa dengan Bubu…

Namun, hari Minggu lalu saya dikabarkan Bubu sudah sangat lemah. Nafasnya sudah tersengal-sengal dan badannya bergetar. Sempat ibu saya telefon dan minta saya memanggil si Bubu.. Saya pun sempat mendengar Bubu menyahut sekali.. ya mungkin kebetulan karena dia sedang sangat kesakitan.. tapi katanya Ibu saya, setelah itu nafasnya jadi lebih tenang..

Esoknya ibu saya menelfon lagi dan mengabarkan, Bubu sudah sekarat. Dia sempat pergi agak lama, lalu kembali. Ya, kucing kalau mau mati üunya kebiasaan gitu ya.. pergi dulu agak lama, bisa dua hari, atau seharian, kembali, dan memilih mati di rumahnya. Dan itu pula yang dilakukan Bubu.. Dia menghilang, dan kemudian pulang. Kalau dulu kucing ibu saya memilih mati di depan kamar ibu saya, Bubu memilih mati di depan kamar saya, di bawah si Tiger Hitam.

IMG-20171113-WA0001

Dan yang sedih juga tentu ibu saya yang harus menyaksikan itu semua…

Yah, tidak ada tahun ke-8 bersama Bubu.. angan-angan untuk bermain bersamanya pun sirna.Tidak mungkin terjadi..

Saya malah teringat waktu kecil dulu, kita disuruh harus jadi orang soleh biar masuk surga. Kalau masuk surga, bisa minta apa saja yang kita mau hihi… Sebagai anak kecil dulu, mungkin kepikirannya bisa minta Nintendo atau Sega…itu zaman saya SD lho, belum keluar Supernintendo, Sega Saturn, apalagi Play Station..

Kalau sekarang, seandainya nanti masuk surga, saya ingiiiin minta Bubu…

IMG_20160902_204725-1

Ini dia mobil BMW klassik terganteng versi Blog Sesat.. Hmm, mungkin ada yang lebih keren lagi, tetapi saat ini BMW 3.0 CSL inilah yang dengan tampilannya yang sebenarnya biasa saja, tapi entah kenapa bisa membuat Blog Sesat dan seisinya jatuh hati…

20170409_112848

Gimana Bro? Apa yang membuatnya begitu berwibawa ya? Desainnya yang minimalis, kotak-kotak dinamis dan gepeng, sporty 2 pintu, livery M series, berhasil menciptakan sinergi yang wow..

20170409_112858

Desain gahar BMW 3.0 CSL sebenarnya sudah membocorkan performanya yang ga bisa dipandang sebelah mata. Namanya sudah mengisyaratkan kapasitas mesin 3000ccnya. Mesin 6 silinder ini warisan dari BMW3.0CS tahun 1971 yang bertenaga sudah cukup besar, yakni 180PS. Buat ukuran zaman sekarang pun, mobil tenaga 180PS sudah bisa dibilang kuenceng kan..

20170409_112927

Mesin lama 6 silinder berkapasitas tepatnya 3003cc ini disuplai oleh karburator. Nah, BMW mengganti pengabutan karburator dengan sistem injeksi! Mobil terbitan tahun 1972 ini pun melonjak tenaganya jadi 200 PS @5500 rpm! Kuenceng Bro.. Mobil berbekal 4 tingkat percepatan ini dikatakan bisa tembus 220 Km/ jam.

20170409_112952

Bahkan versi terakhir di tahun 1973 melonjak lagi tenaganya jadi 206 PS! Tak heran, untuk menghentikan kendaraan berbobot 1165 Kg ini dihentikan cakram yang mengawal semua rodanya.

Memang kegaharan mesinnya bisa memenuhi ambisi BMW untuk menjadi raja balap jalan raya di awal tahun 70an itu. Karena harganya yang tergolong tinggi, yakni 31.245 DM, mobil ini hanya laku 929 unit.

20170409_112850

Gimana Bro? Jadi pingin ngebangun BMW tahun 70an dan 80an ya? Mahal Bro..mending bangun Mercedes lah hihihi… Apalagi kalau injeksinya sudah ga joss, hati-hati jadi pelanggan setia ATM wkwk…

Kehadiran mesin Twin 650 dengan tenaga jauh lebih besar dibandingkan mesin 650cc single yang ada saat ini jelas meningkatkan daya jual Royal Enfield! Motorradonline pun mempredikatinya sebagai motor yang sangat indah, tetapi “kebeli”! Blog Sesat pun menyetujui predikat ini. Untuk Continental GT, seperti hanya di engine swap.. cara aman sih, sebab desainnya memang sudah keren, hanya mesinnya saja yang selama ini dikritik karena terlalu lemah untuk konsep cafe racer. Dan tentu terlalu bergetarrrr… Perbaikan-perbaikan kecil di Continental GT pun membuat motor termahal asal Chennai, India ini semakin punya daya jual..hmm ya tergantung seberapa dijualnya sih.. Kalau masih bisa mempertahankan harga di bawah 7000 Euro, tentu sangat menggoda! Jauh di bawah Triumph yang memang rajanya di kelas dan gaya ini.

Ngomong-ngomong soal Triumph, nah, yang versi Interceptor INT 650 ini sangat Triumph banget tampilannya! Bagi Triumph, ini tentu bikin mereka KZL! Yang senang tentu konsumen yang memimpikan Triumph, tetapi keuangan relativ terbatas! Ini dia tampilannya:

Royal Enfield Continental GT 650 in Schwarz-Rot auf der EICMA 2017.

Gimana Bro? Triumph banget kan.. Kalau tak baca tulisan atau logo, yakin 90% bikers bilang ini Triumph! Negatifnya ya tentu bisa dituduh bahwa Royal Enfield main contek… Positifnya, tentu desain ini mudah dijualnya hihi….

Nah, sekarang, bagaimana peluangnya di Indonesia? Hmmmm tentu lebih besar peluangnya, tetapi karena masalah perpajakan, seperti yang mengganjal Continental GT, motor ini harganya jauh melejit dibandingkan versi 500cc dan 350ccnya. Oleh karena itu, kedepannya, Royal Enfield perlu untuk membuat versi 500 dan 350ccnya. Kebayang kan, karena pajak berdasarkan kapasitas mesin, Continental GT melejit jauh ke atas jadi 200 juta lebih, padahal kalau dibuat sedikiiit saja di bawah 500cc, harganya akan turun di bawah 140 juta. Bahkan mungkin di bawah 130 juta!

Kalau sampai dibuat 350cc twin dengan tampilan Continental GT atau Interceptor, wow banget.. Motor tampilan klassik miriiiip Triumph dengan mesin Twin seharga 70-80 jutaan tentu sangat menjual untuk pasar macam Indonesia!

Soal pajak di Indonesia yang tidak memihak ke motor di atas 500cc dan kualitas Continental GT di depan mata, bisa cek lagi di sini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2017/08/04/ketemu-royal-enfield-continental-gt-impian-yang-tak-lagi-jadi-impian/

sumber foto:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/royal-enfield-continental-gt-650-und-interceptor-int-650.984278.html?backlink=mrd-984276#gallery-2

20171003_132559

Karena Bochum tak terlalu jauh dari Duesseldorf yang memiliki bandara, tentu banyak pesawat yang melintas dengan ketinggian yang masih bisa diamati, itu pesawat apa. Salah satunya pesawat penumpang terbesar yang pernah ada, Airbus A380. Barangkali tak akan lagi yang lebih besar dari doi karena memang kebutuhan airlines adalah pesawat berukuran sedang dan besar, tetapi tak sebesar A380.

Sebagai penggemar dunia dirgantara, rasanya gimana gitu bisa mengamati A380 mengudara.. wow.. ada rasa kagum, tapi tak ada rasa bangga, itu bukan karya kita..

Ngomong-ngomong karya kita, rasanya yang tersesat ke sini sudah tahu rencana pembuatan R80 yang dimotori BJ Habibie dan Ilham Habibie. Saat mendengar ini, wah semangat nasionalisme berkobar.. besar harapan Blog Sesat agar ini bisa terlaksana. Dan menariknya, kita sebagai masyarakat biasa dan bukan siapa-siapa bisa bertindak nyata dengan ikut penggalangan dananya. Coba dicek di sini:

https://kitabisa.com/pesawatr80

Blog Sesat menghimbau yang tersesat ke sini untuk ikut.. Diniatkan sedekah yang tulus dan sebisa mungkin tak diketahui siapa-siapa agar bisa jadi amal jariyah kita.. Saat raga kita sudah membujur kaku, terurai di dalam tanah, mudah-mudahan sumbangsih kita yang terbang di angkasa dan menyambungkan saudara-saudara kita dan generasi penerus kita yang akan mengalirkan terus amal bagi kita.. Siapa tahu amal yang ini yang tulus, yang menentukan kita tergolong yang tak transit dulu di neraka..

Ki Gede Anue yang sudah tobat berpesan melalui media gaib: Jangan sia-siakan peluang beramal…. transfer uangmu untuk urusan nanti, jangan dihabiskan untuk kebutuhan di sini semata..apalagi hanya untuk kebutuhan menggaet likes di medsos!

Berawal dari ocehan gemez Bro Nunoe saat membicarakan trend motor retro.. Memang sekarang motor-motor desain retro alias neoclassic sedang booming, hanya Suzuki terlihat terlalu adem ayem.. Memang ada motor-motor kecil macam VanVan atau GN 125 yang modelnya klassik..tapi itu mah motor bukan flag carrier, dianggap sebelah mata saja oleh mayoritas.. Suzuki tak punya motor yang bisa mengulangi kejayaan Katana atau Gixxer tahun 80an! Memang ada Suzuki SV650 Cafe Racer, tapi gini doang tampilannya:

Cakep sih, tapi ga bikin mata berlinang sambil buka-buka tabungan berharap angka bertambah 0nya 3x. Dan untuk ukuran pabrikan, ini lebih mirip lelucon.. Ibarat mampir bengkel 30 menit, tampilan SV650 sudah jadi begini..modal tudung dan jok doang!

Pertanyaannya, Suzuki bakal menghadirkan apa ke depannya? Lebih menarik lagi tentu Suzuki di Indonesia! Melihat kompetitor-kompetitor sudah punya calon motor retro.. terutama Honda! Langkah termudah sih cukup bermain dengan basic yang sudah ada saja. GSX 150 bisa diubah bergaya SV650 Cafe racer.. ya walaupun sebenarnya yang lebih pantas untuk diubah tampangnya Inazuma! Sayang sudah tak dipasarkan lagi.. Andaikan dipasarkan dengan model SV650 Cafe racer, tentu peluangnya lebih menjanjikan.

Lebih asik lagi sih kalau dibuat mirip Katana. Atau bergaya GSX tahun 80an. Contohnya seperti ini:

Gimana Bro? Keren juga ya gaya 80an..

Sumber foto:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/motorrad-neuheiten-2018.955432.html?backlink=mrd-955430#gallery-71

Dari dulu Blog Sesat sudah ngompori Kawasaki untuk ingat zaman keemasannya Anton Mang. Kisah kejayaan Kawasaki di GP kelas 250cc dan 350cc 2 tak ini seperti terlupakan dan tidak dieksploitasi Kawasaki..

20170920_150008

Kemunculan Kawasaki Z900RS pun terlihat belum menggunakan livery Anton Mang dan Kawasaki KR250 dan KR350nya. Di situ Blog Sesat merasa sedih..

20170920_150021

Dan pagi ini, saya melihat Z900RS Cafe Racer… Mata berbinar-binar, meskipun dompet masih jauh steak dari oven.. Ini dia tampilan motor terkeren tahun ini versi Blog Sesat:

Sumber foto Z900RS Cafe Racer:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/kawasaki-z-900-rs-cafe.983260.html?backlink=mrd-983184#gallery-4

tersesat muter-muter

  • 1,868,842 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com