You are currently browsing the monthly archive for Maret 2014.

Motor-motor big matic seakan-akan berlomba menjual tampang bongsor, elegan, ekslusif dan nyaman, tetapi mayoritas terlihat “anak baik-baik”. Honda dengan Vultusnya menawarkan desain yang beda dan berani main gila. Vultus sendiri diambil istilahnya sari bahasa latin yang berarti wajah/mimik/tampang…

200_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075906

Motor keturunan NC series yang memang dikenal aneh-aneh desainnya kali ini terlihat seperti motor-motor tokoh-tokoh jagoan macam Batman atau Robocop. Tinggal tempel sticker Batman, Om Batman tak perlu pusing-pusing lagi mencari modifikator handal hihihi.

Tampang sangar yang ditawarkan dengan fairing depan extra lebar ternyata tak sebatas gaya-gayaan saja, tetapi juga punya manfaat lain.  Dengan fairing extra lebar, big matic ini benar-benar melindungi ridernya dari terpaan angin. Yang penting sih, gahar! Mengingatkan kita juga pada pesawat siluman teknologi 90an macam F117A.

150_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075816Mantebs kan.. Ane sih jadi ingat robot penjahat di film Robocop I. ¬†Fairing extra lebar itu ternyata juga berfungsi sebagai laci, lumayan banyak tuh tempat untuk bawa peralatan lenong…

180_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075870

Lumayan juga kan bagi mereka yang gemar turing. Itu baru laci bawaannya, Honda juga masih menawarkan box tambahan. Wow, bisa buat jualan juga nih motor.

140_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075798

Keunikan lain dari motor bermesin twin pararel 750 cc dan berbobot 245 Kg ini adalah layar LCD spidometernya yang bisa berubah-ubah warna. Vultus menawarkan 25 warna yang berbeda. Jika motor dalam keadaan netral, maka LCDnya berwarna putih.

120_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075762

Jika LCD berwarna pink kemerahan, artinya Vultus sedang dalam mode S yang digunakan kalau rider ingin berkendara dengan mode sport yang bertenaga penuh.

130_Honda_NM4_Vultus.jpg.3075780

Kalau layarnya biru, artinya sedang dalam mode D yang digunakan untuk jalan-jalan santai. Jika ingin manual, layarnya juga menjadi biru (beda birunya tentunya). Beda dengan motor-motor batangan kita yang harus congkel-mencongkel gigi, Vultus berpindah gigi dengan perintah tombol yang ada di setang.

Bagi Bro yang kesengsem Vultus, jangan kuatir harganya extra mahal, termasuk biasa aja kok, kalau di Jerman 11.000 Euroan, ya sekelas dengan motor-motor supersport 600 cc lah, bahkan masih sedikit lebih murah. Ya, semurah-murahnya, Vultus tetap harus ditebus dengan banyak fulus…

Iklan

170_Sport_Fahrbericht_Superbike-Kawasaki_Tom Sykes.jpg.2898356

Setelah tahun 2012 Tom Sykes dan ZX-10R gen teranyarnya gagal merebut gelar juara dari Max Biaggi dan Aprilia, tahun ini doi berhasil menuntaskan puasa gelar WSBK Kawasaki yang sudah berlangsung selama 20 tahun (1993 ZX-7R juara di tangan Scott Russel). Sebuah kemenangan yang layak diterima, terlebih mengingat tahun lalu Sykes kalah hanya setengah point saja, sebuah perbedaan extra tipis yang rasanya tak bisa terulang lagi di masa mendatang.

Nah, sekarang kita pdkt dengan tunggangan juara dunia ini. Jika standardnya hanya menghasilkan power 190 PS-an, di tahun 2012 tim balap Kawasaki berhasil mengail 236 PS dari mesin 4 silinder screamer ZX-10R. Nah, di tahun 2013, para mekanik balap Kawasaki berhasil memperoleh tenaga extra 4 PS dengan pencangkokkan pelatuk dan per klep yang lebih ringan, jadi si superbike geng ijo punya power 240 PS, ya gak malu-maluin dibandingkan BMW S1000RR lah.

040_Sport_Fahrbericht_Superbike-Kawasaki_Tom Sykes.jpg.2898226

Meskipun S 1000 RR paling powerfull, ZX-10R bisa dengan mudahnya menaklukkan si picek nan ganteng. Bukan semata-mata kepiawaian Tom Sykes, tetapi paket lengkap motor dan tim yang handal. Motor yang setelah dapat per klep dan pelatuk klep baru mampu berkitir 500 rpm lebih tinggi (dirahasiakan oleh Kawasaki, yang pasti tembus 15.300 rpm) punya power delivery yang oke. Setting mesin dan elektronik membuat motor ini di tikungan punya karakter mesin twin dan mampu berakselerasi lembut, layaknya Yamaha R1 dengan teknologi crossplane crankshaftnya. Salah satunya da di setting velocity stack (VS) yang beda dengan ZX-10R standard. Jadi, ketika di motor standard ke-4 VSnyabermain serempak, di motor WSBK Kawasaki VSnya diatur bermain 2-2. Dengan cara itu, akselerasi lembut, tetapi tetap bertenaga diperoleh. Yang sudah lupa VS dan fungsinya, silahkan lihat lagi nih…

https://motorklassikku.wordpress.com/2013/09/12/velocity-stack-panjang-vs-pendektorsi-vs-power/

050_Sport_Fahrbericht_Superbike-Kawasaki_Tom Sykes.jpg.2898236

Tak hanya modifikasi mesin dan perangkat elektronik macam wheelie dan traction control saja, rangka juga dimodifikasi. Terlihat di bagian komstir yang ditambah plat penguat dan di bagian kiri rangka yang juga ikut diperkuat. Kelihatan kan las-lasannya? Berhubung kita-kita tidak belum punya motornya, makanya kita ga “ngeh.”

Penguatan rangka ini tentu sangat mendukung stabilitas si motor, terutama saat di tikungan dan mengerem habis-habisan. Kerja suspensi USD Showa pun mampu memberikan feedback extra sensitif. Apalagi Kawasaki mensetting bobot 56% ada di roda depan. Yup, front end yang baik dalam memberikan feedback jelas menjadi kunci kesuksesan Kawasaki.

Untuk knalpot, merk Leo Vince dipercaya kawasaki untuk mengail power peak yang mantebs dan power delivery yang terukur. Knalpot ini memiliki klep yang hanya akan menutup ketika berdeselerasi alias menutup gas dan mengerem. Katanya sih supaya lebih ada sedikit efek engine brake, maklum, sebagai kompensasi penggunaan kruk as yang sangat ringat…

030_Sport_Fahrbericht_Superbike-Kawasaki_Tom Sykes.jpg.2898216

Balance yang baik juga ditentukan oleh penempatan tanki bensin yang paling sesuai dengan paket rangka, suspensi dan bobot si pembalap itu sendiri. ZX-10R Sykes dilengkapi tanki bensin yang bisa memuat 21,97 liter. Beda dengan tanki-tanki motor harian, posisi bensin di motor-motor kontestan balap motor modern memang ditempatkan seterpusat mungkin dengan gravity center, tak heran letaknya dibuat benar-benar di tengah motor, di bawah jok dan sesinergi mungkin dengan bobot mesin. Btw, bobot tanki yang kelihatannya besar ini hanya 4,28 Kg! Jadi ingat betapa terperangahnya ane saat mengangkat tanki kosong CBR 400 RR yang memang terbuat dari alumunium, asli kaget dengan bobotnya yang extra ringan, dan kaget juga dengan harganya yang lumayan berat, 6 juta Bro barunya!

060_Sport_Fahrbericht_Superbike-Kawasaki_Tom Sykes.jpg.2898246

Nah, trik yang ini tidak spesial (saya juga bisa hehehe-red), tetapi bisa memberikan pelajaran buat kita, betapa pentingnya detail dalam profesionalitas. Kru Tom Sykes selalu membersihkan kaliper rem setiap hari! Dan dibersihkan benar-benar detail dengan tangan, tak sekedar semprat semprot angin kompresor saja!

tersesat muter-muter

  • 1,868,842 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com