You are currently browsing the monthly archive for Februari 2011.

Foto disamping diambil dari sisi kiri sebuah moge yang dijumpai seorang agen sesat. Sesaat hati bertanya, apakah fungsi saklar itu? Kok posisinya aneh? Tidak mudah dijangkau kalau kita sedang duduk di motor, tersembunyi pun juga tidak (misalkan saklar pemutus arus untuk menghambat aksi curanmor).

Setelah ditanyakan kepada yang berwenang, ternyata switch itu memang bukan bawaan motor. Switch itu adalah siasat untuk mengakali sistem motor yang lampunya menyala otomatis ketika motor dihidupkan, layaknya AHO di Suzuki Shogun AXELO. Jadi, ketika motor hidup dan lampu otomatis menyala, si biker bisa mematikannya dari switch itu. Langkah modifikasi ini bisa dimengerti, sebab memang terkadang kita butuh lampu motor harus padam. Sebagai mantan agen rahasia yang sering membuntuti cewe-cewe cantik di kegelapan malam, ane memahami benar hal ini. Bagaimana dengan Jupiter Z baru dan Shogun Axelo? Sepertinya sih banyak yang bakal kena modif switch juga tuh….

Beginilah sekarang keadaan si R27. Sudah trondol, siap untuk diodol-odol. Gaya trondol ternyata keren juga, membangkitkan ide-ide liar untuk memodifikasi si R27. Sempat terpikir aliran street tracker, atau dimodif mirip BMW Lo Rider..hmmm atau dimodif jadi S 1000 RR aja ya?????

Tunggu saja deh gimana jadinya hihihihi………….

Bro Sekalian, ada yang tau lokasi penjual Tamiya dengan harga murah di Jakarta dan sekitarnya tidak? Atau toko-toko n pusat perbelanjaan terakhir yang masih menyelenggarakan balap Tamiya..Butuh Tamiya dan akesesoris-aksesorisnya nih… Kasih tau ane ya…Info kecilpun begitu berharga…

 Vielen vielen Dank im voraus…

Xiexie………..

Arigato………

merci beaucoup……….

Syukron………….

Grazie…………

Gracias………

Alles aus einer Hand: Seit 2002 gehört der Felgenhersteller Marchesini zu Brembo.

Para penggemar balap motor pasti mengenal Brembo, spesialis rem nomor satu yang ada saat ini. Di MotoGP sudah jelas keperkasaan Brembo, tahun 2010 lalu, 14 dari total 17 racer mempercayakan rem motor mereka disuplai oleh pabrikan Italia ini. Tidak cuma tenar di balap motor, Brembo juga jagoan di F-1, DTM, World Rally dan berbagai ajang balap bergengsi lainnya.

Brembo dipercaya pelaku balap, karena kualiasnya sudah terbukti top. Mereka punya “Paus” alias master tertinggi dalam teknologi rem, yakni Eugenio Gandolfi, guru besar rem yang sering muncul di paddock MotoGP. Kemampuan rem Brembo dalam menghentikan kendaraan saat ini pun dikatakan belum pol, baru 50%. Lho kok setengah-setengah????? Jangan salah Bro, buktinya yang setengah-setengah itu sudah harus dikawal ABS kan? Sang pakar mengatakan, kalau kekuatan rem diberikan 100%, saat ini belum ada kendaraan yang “kuat” menerimanya…

Brembo sendiri memiliki pabrik pusat di Curno, dekat Bergamo. Letaknya di antara jalan tol rute Milan-Venesia. Di pabrik ini, tuntutan kerja sangat tinggi. Di pabrik “Kilometro Rosso” yang memiliki 230 karyawan, ada bagian rem mobil dan motor. Di tempat ini diproduksi juga velg kelas wahid, Marchesini, yang tahun 2002 sudah dicaplok oleh Brembo. Sebanyak 100 orang dari total karyawan di pabrik di Curno ini mengurusi rem untuk balap! Mereka mengembangkan, menguji dan memproduksi rem yang memang dipakai untuk kompetisi. Pabrik ini juga punya 18 stand pengujian rem. Mereka sangat memperhatikan daya tahan dan karakteristik rem. Jadi, rem itu memang pakem, tetapi seiring penggunaan terus menerus yang mengakibatkan suhu meningkat, rem bisa perlahan kehilangan daya gigitnya. Inilah yang diteliti di sini. Sebuah serial rem pun diuji dulu sampai 100 ribu kali penekanan tuas rem, sebelum dinyatakan matang untuk dijadikan produk massal. Setelah itu pun, Brembo mengutus 10 tester mereka untuk menguji rem ini. Bukan hanya ecek-ecek, mereka juga pakai di Desmosedici lho…Tidak heran Brembo begitu kuat di bidang balap!

Oke, karena tampaknya orang-orang yang tersesat kesini sudah tidak sabar lagi untuk tahu asal usul nama Brembo, kita langsung saja ke point itu..

ehm..ehm..ambil suara dulu..

oke, jadi begini..

srrrrrrrrrrrrpppppp..ahhhhhh..teh anget emang nyosss…

sorry..sorry.. begini nih..

aduh, kebelet, WC dulu ah…

5 menit kemudian..

maaf Bro.. oke kita langsung saja….

bleeeeeeppppppppp……….. (ceritanya mati lampu)

Oke, sekarang serius:

Brembo itu didirikan oleh Emilio Bombassei sekitar 50 tahun lalu. Awalnya mereka hanya memproduksi cakram untuk pabrikan mobil Italia, Alfa Romeo. Bisnis Brembo terus berkembang, hingga pada tahun 1972, Brembo hadir di sepeda motor, yakni Moto Guzzi. Kini Brembo hadir di berbagai motor Italia, seperti Ducati, MV Agusta dan Aprilia. BMW pun juga mempercayai remnya pada Brembo,  tetapi tidak semua rem tertulis merk Brembo, ada yang tertulis BMW. Dan, ternyata yang menjadi konsumen terbesar Brembo bukanlah pabrikan motor yang terkenal dengan motor-motor balapnya, tetapi justru dengan motor klassik konservatifnya, yup Harley Davidson! Di kaliper HD tentunya tidak tertera Brembo, melainkan logo HD.

Soal nama Brembo, itu adalah nama sebuah sungai di dekat bengkel kecil yang didirikan Emilio Bombassei 50 tahun lalu itu… dah ya Bro..utang ane lunas…hhhhhhhhhh…lega….terutama buat Kangban yang duluuuuuuuuu bgt minta ane bahas Brembo..sorry baru sekarang hehehee….

Dalam dunia olahraga kita sering mendengar istilah “on fire”, terutama sih biasa digunakan para komentator di NBA, sedangkan dalam dunia balap seringkali digunakan kalimat” he is absolutely flying” ketika si pembalap mencetak lap time yang sangat cepat.

Di test terakhir WSBK di Australia, Honda Fireblade yang dikendarai Jonathan Rea yang disinyalir jadi kandidat kuat juara dunia tahun ini benar-benar mengeluarkan Fire! Di tikungan ketiga Philipp Island ini Rea harus turun dari motornya dalam kecepatan 210 Km/jam!

Doi berkomentar, saat itu motornya terasa enak, kecepatan pun sudah setara dengan race, tetapi mendadak ban belakang terasa ngambang. Diduga ini diakibatkan mesin yang mledug dan memuncratkan oli ke ban belakang. Menyadari motor Firebladenya berfire, Rea memutuskan untuk turun secepat mungkin sebelum dirinya jadi welldone!

Akibat kejadian ini, doi dibawa kerumah sakit. Ada jarinya yang patah dan disinyalir pergelangan tangannya juga terkena dampaknya. Belum jelas apakah doi akhir pekan ini turun di seri perdana di Australia ini. Namun, doi dikenal sebagai pembalap extra tangguh dan dirinya sendiri berniat turun. Rekan setimnya, Xaus pun berharap, dia bukan satu-satunya pembalap Castrol Honda di seri perdana WSBK kali ini. Pembalap yang mengingatkan ane pada Aaron Slight tahun ini (karena sama tim dan nomor start, yakni 111 di Castrol Honda) berharap, Rea juga bisa turun balap.

Mo lihat aksi Fireblade on fire, nih:

 

 

Modifikasi motor rasanya tidak bisa dipisahkan dari bikers yang mengendarai motor karena pilihan dan mencintai dunia motor. Motor sekeren apapun di dunia ini pasti bisa saja menyisakan ruang modifikasi. Ada saja yang kurang bagi si pemiliknya. Dan kalau pun tidak ada, ya diada-adain. Boleh taruhan, Honda CBR 250 yang standardnya sudah ganteng itu langsung banyak yang kena sentuh modifikasi.

Berdasarkan survey Badan Statistik Sesat, modifikasi sebagian besar pada intinya bermotif  utama tidak selalu karena menginginkan motor lebih keren atau lebih sesuai kebutuhan. Motif terbesar yang disinyalir menimbulkan dorongan besar untuk memodifikasi adalah keinginan untuk tampil beda! Yup, BEDA! 4 kata huruf ini punya arti besar! Silahkan saja jawab pertanyaan cewe yang ente taksir dengan kata BEDA…. Maksudnya begini:

Cewe: Kenapa sih kamu perhatian sama aku????

Ente: Kamu BEDA……..

Yup, tinggal dikasih kata “BEDA”, si cewe bisa klepek-klepek!

Besarnya kekuatan BEDA ini bisa terlihat di hasil modifikasi. Hampir semuanya ingin tampil BEDA. Bahkan di orang-orang yang benar-benar BEDA bahkan ingin punya motor yang tidak bisa dimiliki orang lain. Contohnya Bro OneO8 dengan Kucing Ireng Seriesnya yang dijamin BEDA! Tentunya butuh kreatifitas tidak sembarangan dan perencanaan yang mantabs… Ini hanya bisa dilakukan orang-orang yang BEDA! Dengan membangun sendiri sebuah motor, maka dijamin motor itu akan BEDA, sebab bukan produksi massal.

Bagaimana dengan ane? Ingin juga BEDA, tetapi karena ane punya permasalahan yang sama dengan banyak anggota masyarakat Indonesia (Bokek Menahun-red), rencana ane hanya sebatas sketsa di atas kertas saja…

Bonus:

Motor yang tidak perlu dimodifikasi karena di tanah air ini dijamin selalu tampil BEDA:

Di silinder head Honda Tiger lama terdapat huruf G. Arti huruf G disini dipastikan bukan berarti Honda Tiger yang memiliki huruf G ini diproduksi di Tegal dan sekitarnya. ..

Huruf G ini katanya hanya sampai Honda Tiger yang bohlam lampu rem belakangnya cuma satu, jadi yang model mika lampu remnya masih sama dengan Tiger pertama kali nongol.

Katanya sih..katanya lho… mesin Tiger yang masih dilengkapi dengan logo huruf G ini masih banyak buatan Jepangnya, sehingga dipercaya lebih awet dan tahan banting materialnya.

Memang, dari yang sudah-sudah, motor keluaran awal biasanya memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan penerusnya. Bisa dimaklumi juga, sebab bukan hanya masalah diproduksi di Jepang atau di sini, tetapi itu menyangkut nama baik sebuah produk. Tidak heran, generasi awal sebuah produk punya material tahan banting. Jadi, kalau beli motor ya sebaiknya mengincar generasi awal, tetapi sebaiknya sih jangan tahun pertama. Keluaran tahun pertama terkadang belum “matang” sehingga risiko adanya kekurangan cukup besar, apalagi kalau si produsen memang agak terburu-buru meluncurkan motor barunya itu.

Ultah KOBOI sebenarnya sudah lama saya nantikan, sebab di kesempatan ini saya bisa banyak bersua dengan artis-artis dan komentator beken di dunia Indomotoblog.

Namun, ada hal yang membuat saya tidak bisa hadir:

1. Takut wajah tertangkap kamera dan jadi terkenal, sehingga tidak lagi misterius

2. Takut dimintai pertanggungjawaban atas teks-teks sesat dan menyesatkan oleh para korban penyesatan.

3. Takut ada yang nagih utang

Bangun tidur badan sakit-sakit nggak jelas, padahal hari sebelumnya sengaja tidak sibuk-sibuk amat. Kondisi mental yang sedang labil dan agak stress pun membuat saya memutuskan beristirahat di rumah saja, daripada di jalan nanti “ngegigit orang” di jalan kan…

Dalam kesempatan kali ini, saya ingin memperkenalkan sebuah filsafat yang sudah lama sekali kita kenal dari gado-gado. Gado-gado yang sering dianggap sebagai salatnya Indonesia sebenarnya hanya satu contoh saja, jenis makanan lainnya pun bisa dipergunakan sebagai perbandingan…

Banyaknya Blogger yang tergabung dalam KOBOI kini tentunya membawa perubahan di tubuh KOBOI itu sendiri. Layaknya sebuah komunitas, banyaknya anggota membuat komunitas semakin besar, variatif dan kuat, namun di sisi lain, aliran dan pola pikirnya semakin berbeda dan kadang bersebrangan.Bagaimana menyikapi perbedaan ini?

Kalau kita lihat gado-gado, banyak unsur makanan ada di situ. Tiap-tiap unsur punya karakter berbeda, kandungan gizi berbeda bahkan rasa yang tidak hanya berbeda, tetapi seakan bertentangan. Namun, dengan komposisi yang tepat, gado-gado bisa menjadi makanan yang maknyus dan disukai seluruh lapisan masyarakat. Semua juga setuju, perbedaan di gado-gado itu enak. Perbedaan kadang tidak harus disatukan menjadi satu rasa atau satu bentuk, tetapi harus dicarikan harmoni dan komposisinya yang tepat. Biarkan masing-masing unsur di gado-gado itu dengan rasa dan karakternya masing-masing. Jangan mentang-mentang doyannya tahu, isinya tahu semua, misalnya…

Perbedaan itu pun harus diakui keberadaannya. Tidak usah bersatu padu hingga karakter perbedaan itu hilang. Bayangkan, apa Ente mau gado-gado itu diblender sehingga jadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan lagi dan tidak terlihat, mana si tahu, mana si kol, mana si timun, mana si krupuk dsbnya? Emang enak makan gado-gado dalam bentuk bubur????

Semoga artikel singkat dan aneh ini bisa menjadi bumbu kacang yang menyatukan unsur-unsur lainnya dalam gado-gado….

Sebagai ketua umum KOBONG (Komunitas Blogger Otomotif Ngaco), saya mengucapkan selamat atas hari jadi KOBOI yang ke-2, semoga bisa membawa bikers Indonesia ke jalan yang benar… sebab ane akan terus berusaha menyesatkan mereka hahahaha……..(keluartanduk.de)

Warning: Teks ini dibuat dalam keadaan mental terganggu…

Beberapa waktu lalu saya dan om saya pergi ke bengkel bubut untuk membetulkan sitting klep dan mengganti bos klep. Sitting klep sudah terlalu mendem, ini membuat aliran gas bakar tidak maksimal yang menyebabkan turunnya power motor, sedangkan bos klep ada yang retak! Bisa ngebul tuh! Dan sudah pasti ngempos Bro!

Di dekat lokasi bongkar mesin mal Praktek dr. Arie Slight, sebenarnya ada beberapa bengkel bubut. Namun, dari pengalaman yang sudah-sudah, kerjanya tidak stabil, maksudnya kadang beres, kadang tidak! Padahal uang jasanya tidak juga bisa dibilang murah. Oleh karena itu, saya dan om saya pergi ke bengkel bubut yang lumayan jauh dari lokasi mal praktek saya, demi mendapatkan hasil yang maksimal (walaupun tidak ada jaminan 100%, yang penting usaha kan….). Layaknya mencari dokter, terutama dokter bedah, tidak ada yang mau main-main lah untuk urusan bubut-membubut, apalagi kalau yang dikerjakan motor sendiri toh… Jangan sampai mau ganti bearing kem sebelah saja, eh, yang sebelahnya malah ikut rusak, ataupun mau ganti bos tromol, tromol atau velgnya jadi cacat!

Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan. Jarak lumayan jauh terbayar lunas!Meskipun kerjanya agak lama dan kali ini terkesan kurang bersih seperti biasanya (gram besi masih banyak menempel dan belum dibersihkan, mungkin karena kesorean..), tetapi sitting kelp benar-benar rapi, begitu juga bos klepnya, rapi dan bahannya (kelihatannya sih) bagus…

Kesimpulannya: Hati-hati deh kalau pilih bengkel bubut, tanya-tanya dulu kualitas bengkel itu, daripada hasilnya acak-acakan dan jadi rugi waktu dan uang toh…

Di kendaraan kita, ada banyak bagian dimana logam bertemu logam. Bagian-bagian semacam ini tentunya harus mendapatkan pelumasan yang cukup. Di mesin dan suspensi, oli yang mengurusi pelumasan, sedangkan di luar itu, grease aka gemuk yang bertanggungjawab.

Kalau kita beli oli hingga banyak keluar duit, belum tentu kita mau keluar duit banyak untuk gemuk, padahal sama-sama penting lho.. Gemuk berkualitas baik tentu bisa melumasi dengan lebih baik. Gemuk berkualitas baik lebih awet daya lumasnya karena tidak cepat mengering dan manjadi seperti lumpur, bahkan kalau terlampau lama bagaikan tanah!

Dari pengamatan saya, harga memang “nggak bohong”. Sebaiknya kita pilih gemuk berkualitas top. Biasanya warnanya bukan coklat gelap, bisa saja hijau atau biru dan biasanya agak bening dibandingkan gemuk kualitas rendah. Bahkan ada juga yang lebih oke lho..warnanya emas! Namun, saya belum pernah coba tuh…

Dengan menggunakan gemuk berkualitas baik, periode kita melumasi dengan gemuk bisa lebih panjang, bahkan hingga 2-3 kalinya.  Komponen juga lebih awet Bro..Hemat waktu dan uang kan… Pentingnya kualitas gemuk yang baik sebenarnya sudah saya pahami sejak SD, kan dulu zamannya main TAMIYA toh… hihihi.. ada gunanya juga…

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com