You are currently browsing the monthly archive for Februari 2013.

DSC09902Sesuai perkembangan zaman dan tuntutan untuk lebih memperhatikan lingkungan, emisi kendaraan bermotor harus dijaga. Tak lama lagi bahkan dikabarkan, standar Euro 3 juga akan diberlakukan bagi motor-motor baru yang akan mengaspal di tanah air. Solusi yang paling umum tentunya penggunaan sistem pengabutan injeksi! Karburator pun pelan-pelan ditinggalkan dan semakin banyak juga bengkel yang bisa memanipulasi injeksi untuk peningkatan performa mesin.

DSC09903Masyarakat di kota besar tampaknya sudah tidak alergi dengan injeksi. Apalagi sistem injeksi motor-motor entry level yang beredar dihalalkan negak topi miring premium.

Namun, banjir di berbagai kota di Indonesia bisa jadi menimbulkan kekuatiran baru bagi pemilik motor injeksi. Masih ada PR yang harus dijawab dan dibuktikan: Tahan air! Elektronik injeksi yang tahan air dan mampu menerabas banjir layaknya motor berkaburator perlu dan bisa dijadikan nilai jual di masa mendatangnya. Yamaha dengan Xeon baru dalam iklannya yang menghadirkan adegan menerobos genangan air mungkin ingin mengejar image ini. Namun, jika sebatas menerabas genangan air sih belum meyakinkan…

Saya sendiri sempat bersyukur juga saat beberapa waktu lalu si K 100 GL bisa dengan PD menerobos banjir di daerah Tebet. Di pinggir jalan saya lihat ada seorang pengendara motor yang mendorong Jupiter Z1 berwarna putih. Ya, langkah penyelamatan mungkin, sebab motor injeksi memang sebaiknya tidak menerobos banjir dalam keadaan menyala, sebab kalau sampai  ECUnya kena, wah, lumayan dalam tuh merogoh koceknya…Atau, garansinya berlaku ga ya kalau ECU rusak karena terendam banjir????

DSC09901Berbagai belahan dunia dijamin tergenang air kalau curah hujannya gila-gilaan, apalagi di Jakarta yang memang banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan banjir.

Salah satu faktor yang gampang diamati tentunya masalah sampah! Banyak sekali masyarakat yang tidak peduli soal yang satu ini, buang sampah bisa dimana saja, di kali, di got,  di jalan tol, jalan umum. kampus, bahkan di tanah orang. Bahkan sekarang, sepertinya dengan banyaknya pembangunan rumah sistem cluster yang tak memperhatikan proses pembuangan dan pengolahan sampah, banyak orang yang bawa sampah sebuntelan plastik besar untuk dibuang di pinggir jalan atau sungai dengan sengaja. Penegakan hukum yang tegas diperlukan untuk menanggulangi masalah ini (ya, tapi situ tahu kan….)

Cara apalagi yang bisa digunakan untuk mengurangi sampah penyebab banjir? Sebenarnya ada satu cara untuk mengurangi jumlah sampah, yakni daur ulang. Tapi sistem yang belum memadai pasti membuat usaha ini jadi tak terasa di banyak daerah. 

Salah satu jenis sampah yang sangar tentunya sampah plastik. Kemasan botol air mineral dan plastik belanjaan memang terbukti joss untuk bikin saluran air mampet, apalagi plastik sangat sulit terurai secara alami dalam waktu singkat.

Untuk menguranginya, apakah harus menunggu kesadaran masyarakat?????? Preeeeettttttt……. Kapan???????

Sebenarnya bisa dimulai dengan peraturan yang mewajibkan para produsen hanya memproduksi air mineral di kemasan botol besar. Di Jerman misalnya, tidak akan ada tuh air mineral dalam kemasan gelas! Yang ada kemasan 1,5 liter dan 5 liter. Itupun botolnya bisa kita uangkan kembali. Jadi, misalnya kita beli air mineral sebanyak 6 botol ukuran 1,5 liter. Kita harus membayar sebesar 3 Euro. Nah, kalau sudah habis dan keenam botolnya kita kembalikan ke swalayan penjualnya, mereka akan memberikan kita voucher belanja seharga 1 Euro misalnya, ya seharga botol-botol itu!

Hal lain di swalayan yang bisa ditiru adalah penggunaan kantong plastik. Jadi, di Jerman, konsumen harus beli kantong plastik dan membungkus belanjaannya sendiri, beda dengan di Indonesia yang gratis, bahkan dibungkusin kasirnya! Nah, kalau plastik diwajibkan diberi harga, kan orang-orang lebih memilih membawa tas kain sendiri untuk berbelanja. Atau mereka bisa juga beli tas kain yang bisa digunakan berulang-ulang, bahkan bertahun-tahun! Andaikan kedua aturan ini diwajibkan pemerintah, Blog Sesat memprediksi, jumlah sampah dan permasalahannya akan turun dalam jumlah yang cukup signifikan.

Namun, ya, tergantung, apakah semua produsen air minum kemasan dan swalayan bersedia mengikuti. Demi kebaikan bersama, ya seharusnya semua mengikuti, jangan sampai ada yang mengikuti dan ada yang tidak!

DSC09769

 Buat ABG tahun 80 dan 90an, banyak yang kenal Honda GL 100. Motor yang identik dengan bapak-bapak dan orang susah ini (peace ah…-red)bisa dibilang memenuhi kebutuhan bikers secara minimalis, ya seadanya!  Maklum, secara harga, doi seadanya, harga onderdil, seadanya, jadi jangan harap banyak dari sekedar ala kadarnya!

 Bagaimana rasanya BMW K 100 GL alias Honda GL 100 K ini? Yang paling enak dari motor ini adalah: ringan! Pengendara dengan mudah mengontrol motor dan mengubah arah. Untuk menikung-nikung diparkiran jelas doi rajanya, sanggup nikung patah-patah. Di tikungan cepat pun, meskipun tapak bannya hanya selebar bebek, doi cukup memuaskan kok. Motor memang tidak terlalu anteng, tetapi pergerakannya mudah dideteksi, jinak deh… Selain itu, karakter ban yang kecil dan suspensi yang tidak terlalu meredam getaran membuat motor ini terasa semi rigid, jadi pengendara benar-benar bisa merasakan keadaan jalan dan daya cengkram ban. Btw, naik GL 100 dan Tiger Revo, entah kenapa, rasanya lebih menjejak naik GL 100! Mungkin karena powernya yang kecil ya…

Ke soal power… Apa yang bisa diharapkan dari mesin tahun 70an berkapasistas 100 cc???? Diatas K 100 GL, saya hanya jadi bulan-bulanan di jalan hihihi..bodo amat, toh mau jalan santai. Untuk akselerasi awal, jelas kalah dibandingkan motor-motor baru 110 cc, namun, masuk gigi 4 dan 5, GL 100 tidak mengecewakan. Bebek dan Matic 110 cc perlahan bisa dikejar lho… cuma ya itu, ngeden hihihi (bikin malu aja-red).

Bagaimana dengan pengereman? Wah, dibelakang normal lah, seimbang dengan tromol motor-motor baru. Nah rem depannya itu lho yang unyu….  Pakeman rem sepeda! Memang sih tampangnya cakram, tapi doi masih mekanis, jadi berpenggerak kabel, bukan ditekan dengan tekanan minyak rem. Bro mau beli baru kaliper ori GL100? Wah, coba deh…saya pernah tanya, katanya 1,5 juta! Wuuuuuu… Belom jadi motor kolektor aja sudah segitunya. Saya sendiri sempat berpikir untuk mengganti dengan kaliper yang menggunakan minyak rem, tapi sayang juga, apalagi setelah tahu harga kaliper baru originalnya.

DSC09906

Hari gini penipuan bentuknya macam-macam, ada yang canggih, ada yang tidak. Yang canggih biasanya makan korban, sedangkan yang tidak canggih, sayangnya tetap bisa makan korban. Biasanya itu terjadi karena ketidaktahuan korban dan sifat pelaku yang “memainkan” perasaan korban, mulai dari membuat takut, panik, atau membuat korban merasa sangat beruntung.

Jual beli online adalah salah satu tempat para tukang tipu merajalela. Maklum, gampang, dan rasanya pihak kepolisian masih kurang serius menangani penipuan model ini. Buktinya masih marak-marak saja. Salah satu objek jualan yang menggiurkan tentunya BMW klassik. Maklum, harga kian melambung dan pasarnya semakin luas. Tak heran, meskipun harga mulai tak logis, ada aja yang beli… Inilah yang dimanfaatkan para pelaku kejahatan penipuan.. Biasanya mereka memasang harga miring, dan biasanya motor ada di luar Jakarta. Nah, korban yang biasanya masih hijau dan keburu nafsu tentu berusaha menDP motor yang harganya lumayan jauh di bawah pasaran itu!

Hari ini Blog Sesat melalui unit cyber crime menemukan iklan yang langsung menarik perhatian segenap crew. Lihat saja di foto, atau ke sini:

http://motor-dan-sekuter.tokobagus.com/bmw/bmw-r25-3-kuaci-17394491.html

Sekarang bandingkan dengan BMW R 25 yang sudah laku yang pernah diiklankan di Blog Sesat:

https://motorklassikku.wordpress.com/2010/03/14/dijual-sajalah-bmw-r-25-195/

Orang rabun parah pun tahu, fotonya sama plek! Motor R25/3 pun diiklankan dengan embel-embel kuaci! Padahal Bukaaaaaan!!!!! FYI, Kuaci itu lebih mahal dibandingkan R25/3, sedangkan R25/3 sendiri harganya sudah memasuki zona 70 jutaan di tahun ular air ini! Sedangkan, 2 tahun lalu memang masih banyak yang bisa diperoleh di kisaran 40 jutaan.

Nah, apa iya motor ini memang dijual kembali oleh pemiliknya yang sekarang seharga 2 tahun lalu? Jelas lah itu jauuuuuuuh di bawah pasaran, mana dapet BMW R25 bersurat lengkap seharga 40 jutaan???? Kalau dapat, pasti hokky berat…nah disinilah si penjual (penipu-red) mencoba peruntungannya.

Eh..jangan-jangan memang benar mau dijual lagi seharaga itu ya??? Hayo, siapa yang mau coba peruntungannya??? ANe sih nggak deh… Yang tidak disukai Blog Sesat adalah, seandainya doi memang orang jujur:

1. Itu bukan BMW R 25 kuaci.

2. Jual barang kok pakai foto orang! Itu saja sudah nipu namanya!

Oke Brader sekalian, WASPADALAH!!!!!!!!!!!!!!!!

DSC09820 Ingin tampil dengan motor yang berbeda, tentu kreatifitas diminta di sini. Dana banyak atau sedikit, kadang bukan itu faktor penentunya, tetapi bagaimana kita menginginkan motor kita itu nantinya. Nah kalau sudah kebayang, tinggal beli part yang dibutuhkan, dan kalau tidak ingin ada yang sama, tentu situ harus buat yang khusus. Memang bisa dipastikan lebih banyak keluar uang dan sabar menunggu, tetapi hasilnya sepadan kok. BMW K100GL saya buktinya… Semuanya hanya pernak pernik CB 100 plus rangka dan kaki-kai bawaan GL 100, hanya tankinya saja yang beda. Tepai, tanki beda dengan stripping pas dan logo BMWnya, K 100 GL berhasil mencuri perhatian kemanapun dia nggelinding.

Saya pesan tanki ini di Hantu Laut di Haji Nawi. Setelah ngobrol bentar dan menjelaskan konsep dengan mas Dony (entah gimana nulis namanya-red), saya serahkan tanki original GL 100 dan disepakati biaya 700 ribu rupiah, terima jadi plus cat hitam, pernis dan poles dengan waktu pengerjaan seminggu. Saya tak pakai bawa gambar segala, cuma menunjuk contoh tanki motor customer yang sudah ada dengan sedikit permintaan lainnya, yakni: agak kaku, lebih panjang sekitar 5 cm dari tanki asli, lebih tinggi sekitar 5 cm juga dan tentunya laci untuk kotak amal Blog Sesat.

Sebenarnya saya diminta untuk membawa motor, agar tanki pas, tidak mentok setang dan center, tetapi berhubung motor lagi dibangun dan nguber waktu, ya saya serahkan tankinya saja. Ada risikonya sih, baut komstir sedikit mentok ke tanki kalau setang dibelokkan mentok, ya codet dikit deh hihihi… Kekurangan lainnya akibat tanki tak saya bawa beserta motor adalah dimensinya yang sembalap abis… Yup, mantabs sih tanki panjang, tetapi handling jadi lumayan racy… Akhirnya setang pendek ala Cafe Racer pun diganti setang standard seukuran Ninja 2 tak, ya lumayan pendek dan bentuknya masih dapat. Yang penting si “Michael” ga kesemutan kena getaran tanki hihihi… Kesalahan lainnya di tanki panjang adalah pangkal tanki ke jok. Di bagian itu sebaiknya mengerucut, tidak lurus seperti di tanki K 100 GL, sebab bagian itu malah mengganjal paha. Andaikan dikecilkan di masing-masing sisi 3 cm saja, dah, tak ada yang perlu dicomplain. Ini tanki terlihat extra besar karena GL 100nya yang kecil, padahal panjangnya saya kira-kira tak beda dengan tanki original Tiger.

Tanki yang dibuat dari plat 0,8 mm ini lumayan kuat, puas dengan kualitas bentuk dan materialnya. Desain yang oke plus minim lekukan di bagian bawah tanki mudah-mudahan menjauhkannya dari kebocoran dini. Yup, sedikit mungkin beri peluang bagi air dan karat untuk mengendap.

Oh ya, satu lagi yang perlu diperhatikan, soal waktu. Dari pengalaman-pengalaman ane, biasanya bengkel suka ngaret. Jadi, kalau ingin cepat selesai, ente harus rajin datang ke tu bengkel. Si tanki K 100 GL ini misalnya, baru selesai setelah 3 minggu, artinya mulur 2 minggu. Ya, selain antrean panjang, tentu faktor cuaca juga harus diperhitungkan..

DSC09872

Suatu hari saya tersesat hingga ke Salemba. Selepas memarkir K 100 GL, saya kaget melihat wujud Excel Rose yang tiba-tiba ada disana juga… OMG… jangan-jangan Excel Rose dicolong! Tapi tidak mungkin, kan dia bertapa saja di rumah, sebulan sekali dipakai juga tidak hihihi…

Berhubung mata rabun, saya pun mendekati, kutatap dirinya, oh dia sungguh mempesona, ingin kuraba dirinya..tapi ada pak satpam, gengsi dooong… Setelah diperhatikan, sepertinya Vespa bergaya New PX ini berbasis Vespa Exclusive, tapi modifnya ane acungi jempol! Perintilan diperhatikan, wah, dipastikan keluar belasan juta nih.. Lampu bulat plus spidometernya lengkap, dan enaknya adalah doi sudah dilengkapi rem cakram.

Excel Rose di rumah pasti ngiri… maklum, masih full tromol..kan mempertahankan originalitas (membela diri dari kebokekan-red). Memang penting tuh rem cakram di Vespa, apalagi hari gini, sudah padatnya jalanan plus gerakan-gerakan ajaib… Excel rose pun sudah pernah nyundul Al4Y yang boncengan bertiga hihihi…lagian, mendadak nongol dari balik mobil tanpa celingak celinguk, ya kena deh… Ketiga AL4ey pun pucat pasi, masih SMP kayanya, berhubung ane lagi baik hati, ya sudah lah..toh si Excel Rose tidak kenapa-kenapa, cuma tutup lengan ayun depannya yang dari plastik terlepas dan pecah di ujungnya.

Pikir-pikir, penting juga dan ingin pasang rem depan ke Excel Rose, maklum, gigi tiganya saja di spido sudah tembus 90Km/jam, itu juga belum mentok, maklum masih belum tuntas  inreyen, apalagi remnya berasa rem sepeda.. Pasang nggak ya?????? Ah ga usah, toh Excel Rose lebih doyan bertapa di rumah hihihi…gayanya kaya moge aja…

honda_rc30_02 Artikel perdana Blog Sesat pernah membahas tentang motor cantik disamping ini, yakni Honda RC 30, sebuah sepeda motor balap dengan mesin V4 750 cc yang menguasai awal-awal WSBK.

Motor yang dilengserkan RC45 ini jelas-jelas tak seperti CBR 1000 RR sekarang, doi adalah motor balap yang memang khusus untuk balapan, tak heran sangat eksklusi, maklum, mahal brader… Dibandingkan superbike masa kini, jelas doi sudah tak ada apa-apanya, tetapi warnanya jelas mewarnai corak Honda racing modern dan bisa ditemui di motor-motor Honda terkini. Sejak tidak adanya RC 30 dan RC 45, jelas Honda tak punya motor yang memiliki status layaknya Ducati dengan Desmosedici RRnya. CBR 1000 RR memang menang dibandingkan RC series ini, tapi itu kan karena RC series ini teknologi 80an dan 90an, dengan kapasitas lebih kecil pula. Tak heran, RC 45 yang mahal itu akhirnya tak diproduksi lagi, sebab CBR 1000 RR lebih powerful dan harganya jauh lebih murah.

Namun, status flagship dan simbol kebanggaan Honda tentu perlu dihadirkan lagi. Motor yang benar-benar membuat jantung berdebar dan dompet +rekening bank cenat-cenut diperlukan untuk mengangkat pamor Honda kembali. CBR 1000 RR memang joss untuk Superbike harian dan bahkan di sirkuit. Namun, greget nama CBR 1000 RR tidak ada, toh semua bisa beli…

Honda_RC-30_Quality-Lab-srl_jpg_2006465

Untuk mengangkat image dan memenuhi kebutuhan emosional perusahaan dan konsumen setianya, Honda pun siap-siap meluncurkan RC 30 reborn. Wooooow…asli bikin deg-degan, aura racingnya dijamin pol, sebab motor ini dibekali mesin V4 1000 cc yang berkitir hingga 15000 rpm mengeluarkan power lebih dari 200 PS dan bobotnya full tank diklaim akan dibawah 200 Kg! Motor yang selevel Desmosedici karena merupakan motor MotoGP yang mengaspal di jalan umum ini dikabarkan pasti dibanderol diatas 50 ribu Euro. Ya, murah banget lah dibandingkan seva RC 213V hihihi……. Secara teknologi memang belum jelas, Honda tutup mulut soal ini. Ya, pastinya secara handling bisa dipertanggungjawabkan lah, jangan sampai seperti RC 45 yang agak ribet, apalagi seperti NR 750 yang beraaat… Btw, ini yang warna putih, lumayan buat dicontek modif:

Honda_RCV_30_jpg_2040009

motrikIni adalah salah satu contoh sosialisasi penggunaan motor listrik di Jerman. Simple saja, tidak perlu special efek atau proses pembuatan iklan dengan dana gila-gilaan, tetapi cukup dengan menunjukkan kemudahan pengisian baterai motor listrik. Langkah sederhana ini tepat, sebab memang poin ketersediaan tenaga dan tempat pengisian masih saja menjadi pertanyaan dan membatalkan niat orang mengambil kendaraan berpenggerak listrik.

Untuk Indonesia, wah, masih lama ini. Pastinya diperlukan dulu tempat pengisian baterai di mall, perkantoran, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Supaya cepat dan bisa mengangkat tema lifestyle, harusnya perusahaan enyedia energi asing bisa dilibatkan dan memulai penyediaan fasilitas ini, ya mirip bank dengan atmnya lah. Yang penting diingat, tentunya tenaga listrik yang diperoleh ya dari tenaga alam yang bisa diperbarui, seperti tenaga air, tenaga angin, tenaga surya dan tenaga surya saputra. Kalau hanya tenaga diesel, ya, itu sama aja boong untuk kelestarian lingkungannya.

Bagi yang ingin buat motor listrik, memang bentuk yang menarik menjadi syarat mutlak, sebab mau tak mau mereka harus punya daya jual itu dan mengedepankan lifestyle! Mungkin kalau yang buat Vespa bisa booming nih… Teringat pertanyaan teman yang awam, mengapa harga Vespa bisa semahal itu, sebab dia bandingkan speknya dengan motor Jepang sekelas.. Ya, itu karena ada faktor lifestyle disitu kan… Dan tentunya komunitas yang memang kuat!

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com