You are currently browsing the monthly archive for April 2015.

20150124_164559Suatu sore saya datang ke rumah teman saya yang memiliki Suzuki GT250 yang beberapa kali saya bahas. Karena dia sibuk, GT ini lumayan nganggur. Terakhir saat dibawa dari daerah Kelapa Dua, Depok, ke Lebak Bulus, motor ini tenaganya sudah lumayan, tetapi saya tak berani geber pol, maklum, motor orang dan masih inreyen lagi setelah Bore up jadi 315 cc.

Nah, rupanya bapaknya teman saya yang lagi ngotak-ngatik karburator motor ini, dia pasangin filter yang sudah dibeli, tetapi belum sempat dipasang. Sayang masih ada sedikit masalah di karburator sebelah kiri, bensinnya masih suka menetes sendiri, mengucur bahkan saat putaran mesin stasioner, ya butuh setting lagi lah, ya suatu hari nanti kalau yang punya sudah tak sibuk..ya suatu hari..ya jangan tanya kapannya hehe…

Saya pun mencoba motor ini.. Waaah, terkesima Bro…tarikan mesin 2 tak twin 315 cc kini benar-benar menunjukkan taringnya. Dalam hati, wah, ini mulai nyaingin GSX 750… Namun, karena roda depan godek akibat velg yang agak speleng dan bearing yang sudah aus, atau ada yang pecah pelornya, saya ngeriiii.. buset, setang godak godek udah kaya naik motor GP 500, padahal motor cuma jalan gigi 1 haha… Tak sabar juga menunggu ini motor fit karburator dan frontendnya… Sebab,ini motor memang kerennya bukan kalau diam, tetapi pas lagi dikendarai..lihat saja:

Picture (6)-1

Speed: under 20 Km/hour

camera: Syamsul galaksih..

Iklan

20150408_090251

Dermaga di dekat kantor pemerintahan..

20150407_120804

Ini kata orang Jawa alun-alun, kata orang Jerman Platz, kata orang Italia Piazza …

20150407_124559

Nah, kira-kira ini bisa memberikan gambaran, apa saja yang bisa dijumpai di Pulau Pramuka..

20150407_124625

Ini kendaraan yang sering digunakan untuk membawa barang-barang. Kalau sudah dilengkapi motor disebut odong-odong. Odong-odong bukan untuk hiburan anak-anak, tetapi semacam motor gerobak macam Viar atau Nozomi yang mengitari pulau. Untuk menemouh satu lap tak sampai 15 menit. Jalan kaki pun memutari pulau kurang dari 1 jam saja. Jika odong-odong untuk mengangkut barang atau manusia mengitari jalan di pulau, yang disebut ojek adalah perahu yang mengantarkan kita dari satu pulau ke kepulauan lain di sekitarnya. Btw, di pulau ini saya tak sekalipun menjumpai mobil. Dan sepertinya memang bisa dipastikan, tak ada si roda empat di pulau ini hehe..

20150407_130316

Semua nama jalan di Pulau Pramuka menggunakan nama ikan. Beberapa nama ikan malah asing bagi orang awam.

20150409_132759

Yang namanya pulau tentu enaknya menikmati suasana pantai dan dermaga. Ada penyewaan sepeda, banana boat dan papan surfing juga kok, plus alat-alat selam dan snorkling.

20150409_110039-1

Berdiri di tepi dermaga, ikannya sudah sebanyak ini..wah bisa kalap kalau ada yang doyan mancing hihihi.. biarkanlah ikan-ikan ini bahagia di sana..

20150408_180605

Yang doyan wisata kuliner, terutama seafood, pasti senang.. Kepiting saus padang ini misalnya, hanya Rp. 30.000, jadi tak perlu mengumpat HOLLY CRAB!!!!

20150408_091735

Ini salah satu pulau di sekitar pulau Pramuka. Ciri khas perairan di sini adalah airnya yang sangat tenang..Tidak cocok sebenarnya untuk para surfer.

20150407_175222

Ini suasana sunset..sayang mendung Gan……….. Tapi cocok lah buat mendendangkan lagu “sudah terlalu lama sendiri” wkwkw…

20150408_054744

Yang ini saat mentari terbit..sayang berawan juga… Dengan ombak yang super tenang, berada di Pulau Pramuka lebih terasa seperti di tepian danau….

Waktu menunggu di Marina sebelum menyeberang ke pulau Pramuka, ada sebuah kolam ikan air tawar di bangunan yang merupakan tempat penjualan karcis merangkap kantin, restoran, toilet dan musholah. Di dalamnya ada ikan mas koki, ikan hias favorit saya. Namun, karena di rumah banyak kucing, saya tidak pelihara ikan jenis ini, sebab mereka terlalu lama sendiri terlalu lambat sehingga menjadi santapan empuk para kucing.

Berikut ini foto-fotonya, ya ada lion head, tossa, mata teleskop, ranchu dan sebagainya. Meskipun badannya belum besar, tetapi warnanya sangat cerah, bahkan warna merah tossa bisa nyaris sampai ke ujung buntutnya:

20150407_075521

20150407_075540

20150407_075528

20150407_075940Warga Jakarta yang hendak berwisata ke pantai, berwisata bahari macam snorkling, menyelam atau memancing biasanya sih mengincar tempat yang jauh dari Jakarta. Kalau ingat pantai ingatnya Bali atau Lombok. Kalau ingat menyelam, ingatnya Bunaken, padahal Indonesia kaya sekali soal potensi kelauatan dan pariwisata lautnya.

Nah, salah satu yang sering terlupakan justru yang ada di dekat Jakarta sendiri, yakni Kepulauan Seribu. Banyak lah yang bisa digali dari banyaknya pulau-pulau di Utara Jakarta ini. Enaknya, menjangkau objek-objek wisata ini tak lama dan tak perlu keluar banyak uang. Ya, meskipun sebenarnya pengelolaan dan promosinya masih banyak perlu perbaikan.

20150407_075947

Dua pekan lalu saya tersesat ke salah satu pulau di Kepulauan Seribu, yakni pulau Pramuka. Di sana sebenarnya lebih seperti pulaunya pemerintahan di Kepulauan Seribu. Namun, lumayan lah dikunjungi. Dengan speed boat dari pantai Marina bisa dicapai dengan lama perjalanan 1 jam lebih sedikit, ya tergantung cuaca juga… Biayanya kalau tak salah 150 ribu rupiah one way. Waktu masuk Ancol, kita juga harus bayar 30 ribu per orang. Kalau mau lebih murah, bisa naik perahu kayu biasa, itu biasanya dari Muara Angke. Biayanya jauh lebih murah, bisa separuhnya. Namun, lama perjalanan ya sekitar 2 kali lebih lama, bahkan lebih. Oh ya, lama perjalanan sangat tergantung faktor lain juga, jadi tak hanya cuaca, tetapi juga keadaan air… Yup, teluk Jakarta sangat mengkhawatirkan sampahnya. Bahkan speed boat yang saya tumpangi harus berhenti sampai 3 kali karena baling-balingnya terselisip sampah. Silahkan dilihat di foto berikut ini:

20150407_082549

Presiden Jokowi sejak awal kampanye dan kariernya sebagai presiden sangat menekankan pentingnya Indonesia mengembangkan potensi maritimnya. Industri pelayaran, perikanan, petikemas dan pelabuhan pun mendapat perhatian lebih. Makanan pun tak luput! Bahkan masyarakat Indonesia dihimbau untuk lebih banyak makan ikan. Tujuan ini tentu positif, sumber daya laut kita yang extrabesar perlu lebih dimanfaatkan agar masyarakat Indonesia dapat manfaatnya. Tak hanya enak, ikan terbukti mencerdaskan dan lebih sehat dibandingkan menyantap daging merah.

Nah, olahan ikan tentu juga perlu ditingkatkan akar masyarakat yang tinggal jauh dari pesisir juga dapat manfaatnya, selain ikan segar tentunya. Tidak hanya ikan asin atau fillet ikan, salah satu bentuk yang lumrah dan ada di mana-mana tentunya krupuk yang banyak menggunakan ikan sebagai salah satu bahan dasarnya. Krupuk ikan hakekatnya ya bergizi dan enak! Namun, kenyataannya, kok banyak yang tak peduli dengan kesehatan orang lain ya. Ada produsen krupuk yang digosipkan menggunakan plastik yang dicelupkan ke minyak goreng untuk membuat krupuk tetap garing! Ya, tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan, pemicu kanker Bro……

Karena banyaknya acara TV yang mengupas kejahatan para produsen makanan, saya dan seorang teman pun ikutan iseng menguji krupuk yang ada di tempat kerja kami. Dan hasilnya:

20150418_130456-1

Wah, langsung saya, teman saya, dan rekan-rekan kerja kami lainnya merasa sedih. Di satu sisi kami kasihan sama si tukang krupuk yang kami anggap orang yang baik, ya dia hanya kurir… Krupuk juga makanan pelengkap favorit kami, berat rasanya untuk tak menyentuhnya. Namun, di sisi lain, memakannya dan tahu risikonya menyebabkan rasa yang dulu pernah ada itu sirna….

Katanya sih, kalau krupuk dibakar dan bisa terbakar terus alias apinya tetap menyala, krupuknya digoreng dengan minyak yang diberi plastik. Namun, kami ingin ini tak menjadi fitnah, takutnya semua krupuk kalau dibakar memang begitu. Untuk menghindari fitnah, saya mau beli krupuk sejenis yang belum digoreng. Nah, krupuk itu nanti akan saya goreng sendiri dengan minyak goreng murni. Nah, abis itu saya mau tes bakar lagi hehe… Kalau tidak terbakar, berarti positif bahwa krupuk di tempat kami bekerja mengandung plastik..

Kawasaki KZ 200 atau lebih beken dengan nama Binter Merzy dulunya merupakan motor favorit untuk dirombak jadi Harley mini. Maklum, di zamannyza, mesin 4 taknya tergolong besar untuk pasar lokal Indonesia. Setelah muncul Honda Tiger, Binter Merzy pun perlahan meredup. Justru motor-motor yang masih originallah yang harganya stabil. Sekarang, Binter Merzy original bahkan ada yang berani banderol di atas 20 juta rupiah kalau kondisinya benar-benar original dan rapiiii…, sedangkan kalau original biasa aja, ya, tak malu lah ditawarkan belasan juta. Berikut ini Blog Sesat tampilkan yang sudah dimodifikasi saja ya, hadir di ajang Parjo 2015:

20150412_132930

20150412_132914

20150412_132942

20150412_132858

Di ajang Parjo 2015, ada satu sosok motor modifikasi yang menurut saya paling bikin melting. Satu sosok yang sangat jelas identitasnya dengan warna oranyenya, yup KTM. Entah KTM apa..Saya rasa ini KTM special engine 4 tak. Saya lupa mencari lebih dalam lagi, KTM apa ini. Mantebs juga ya kalau ini yang 450cc singel silinder, pasti galak tarikannya. Modifikasi ini hebat dan matang, tidak asal pasang parts mahal saja, tetapi bentuk dan warnanya juga kena bingits Bro.. Hacep banget, sabi gils kalau melototin ini motor terus menerus, tetapi tak bisa test ride hehe.. Oke, izinkan foto-foto amatiran ini yang bicara:

20150412_133906

20150412_133433

20150412_133631

20150412_133533

20150412_133716

20150412_133647

20150412_133443

20150412_133500

*Harap Ilernya Dibersihkan! Terima Kasih…

20150418_101611Hari ini saya mau perpanjang STNK si gesit irit, Suzuki Smash tahun 2003 milik adik saya. Pagi-pagi langsung menuju tempat yang biasa di Kalibata. Biasanya perpanjang di SAMSAT keliling tak makan waktu panjang. Sampai di sana pukul 9, wah, mabook langsung lihat antriannya. Karena sempit dan terlihat agak keos saking banyaknya orang, saya enggan buang waktu terlalu lama. Akhirnya langsung tancap gas ke SAMSAT Jakarta Selatan. Wah, tampaknya lagi ada persiapan untuk KAA, jadi tempat parkir yang biasa tak bisa dipakai. Lumayan bete juga jalan cukup jauh dan mulai panas.

Untung kali ini terobati dengan sedikitnya pengunjung SAMSAT yang mau perpanjang STNK motor. Lumayan banget lho, lebih adem dengan AC, antrian lebih jelas, Fotocopy kini hanya 2000 di loket (di SAMSAT keliling dulu dimintain 3000)m, parkiran motor juga kini 2000. Ya, intinya ada perbaikan-perbaikan di SAMSAT. Urusan pun kelar dalam 15 menit. Enaknya, pajak Smash yang tadinya 140 ribuan turun jadi 86000. Lumayan…….

20150412_133311

20150412_133322

20150412_133224

20150412_133014

20150412_132831

20150412_132817

Salah satu kelemahan motor jadul yang diperbaiki di masa kini adalah pergesekan komponennya. Motor-motor baru berupaya memperoleh tenaga lebih besar dengan meminimalisir sesedikit mungkin pergesekan antar komponen. Akhirnya, penggunaan material, desain komponen dan peningkatan teknologi pelumas menjadi jalan keluarnya.

Sebagai pengguna dan penggemar motor, saya pernah sempat memodifikasi kem GL100 saya. GL100 memiliki kem yang belum dilengkapi dengan bearing. Nah, dengan modifikasi pemasangan bearing di kem, diharapkan kem bisa berputar lebih ringan yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan tenaga mesin. Hasilnya bagaimana? Ya tak tau juga sih ahahah..maklum, kan saya tidak membandingkan rasanya si motor berkem tanpa bearing bagaimana. Jadi, begitu GL100 selesai dibangun, mesinnya sudah mengadopsi kem berbearing.Puas deh..hingga suatu hari di fly over Pasar Minggu terdengar letupan dari mesin dan mesin menjadi bersuara sangat kasar. Namun, motor masih mau hidup dan bisa sampai ke tujuan di Tanjung Barat. Setelah ada urusan ini-itu, motor malamnya masih bisa digeber ke Depok. Ya, tentunya dengan hati-hati dan dengan kecepatan rendah.

Besok paginya, motor sudah tak mau hidup sama sekali ketika mau dibawa ke bengkel. Singkat kata, kemnya yang jebol. Jadi, daging yang dibubut dan tersisa untuk pemasangan bearing menjadi terlalu tipis. Di situ saya baru tahu, di dalam kem ternyata kopong haha.. jadi seperti pipa! Nah, karena dipasang bearing dan ketipisan, akhirnya merotorl deh bagian yang terpasang bearing itu.

Akhirnya, GL100 kembali pakai kem standar tanpa bearing. Tarikan terasa lebih berat, yup, power mesin berkurang signifikan, putaran enggan bergasing tinggi. Jadi, sebenarnya baik-baik saja sih kalau mau pasang bearing di kem, tetapi pastikan badan kemnya masih cukup tebal.

tersesat muter-muter

  • 1,826,628 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com