You are currently browsing the monthly archive for April 2013.

Motor baru yang beredar sekarang sebagian besar jelas-jelas mengincar gaya modern. Hanya Vespa yang berani pol main klassik, sebab memang mereka dari sananya memang sudah dikenal untuk yang satu itu. Sedangkan di ATPM Jepang hanya AHM dan YIMM yang sudah mulai mengeluarkan gaya klassik memalui Scoopy dan Fino. Sayangnya, belum ada tuh motor batangan yang mengincar penggemar klassik.

Kalau berkaca ke bikers luar negeri, usaha ATPM yang punya line up klassik sangatlah diapresiasi. Sebut saja Honda yang produk CB 1100nya mendapatkan sambutan hangat. Bahkan, banyak yang menantikan, the next CB 1100 nantinya akan terlihat seperti apa. Banyak juga yang menghendaki unsur klassik di CB 1100 diperkuat. Ini sebenarnya sesuai dengan trend di luar yang menyukai big bike klassik. Di Jerman sendiri misalnya, yang semakin mewabah adalah motor-motor besar klassik 70an dan 80an! Logis, mengingat harganya yang relatif belum terlalu mahal dan secara power juga tak beda jauh dari motor-motor keluaran baru.

Mau lihat contoh hasil olah gambar yang memperlihatkan minat besar pada Honda CB 1100 berikutnya yang diharapkan tampil lebih klassik? Ini dia nih contohnya yang lumayan mengadopsi bentuk CB 750 Four generasi awal yang melegenda karena memang bisa dibilang buyutnya superbike modern:

CB1100neu-Kopie_1024_jpg_2172242

Gurih kan Bro…….

Nah, ada gosip juga nih, kalau Kawasaki juga mulai melirik segmen big bike klassik. Memang sih mereka sudah punya W800, tetapi disinyalir kurang gede dan kurang power. Gaya mesin Twin juga beda dengan 4 inline ala Japanese big bike, maklum, kalau twin pararel lebih mengingatkan pada motor Inggris. Nah gossipnya sih untuk menyaingi CB 1100 yang berkiblat pada CB 750 four, Kawasaki juga harus keluarkan kartu yang selevel. Apalagi kiblatnya kalau bukan Kawasaki Z1 yang memang diluncurkan untuk menghancurkan nama besar CB 750 di tahun 70an lalu. Untuk mesin, jelas sama-sama 4 silinder, hanya saja tentu dengan suspensi dan sistem pengereman terkini. Soal power, wah santai aja Bro… di segmen ini urusan power tak banyakl dituntut. Kabarnya ya setara Z1 jadul juga sudah cukup, hmmm pertanda motor bakal awet banget tuh.. maklum, mesin besar dengan teknologi modern dan hanya ditugaskan mengeluarkan output power kecil= panjang umur! Bagaimana penampakan Kawasaki yang katanya diberi labelKawasaki 900  Z2 yang akan keluar 2015 nanti? Lihat saja sketsa karya Stefan Kraft yang juga pernah nebak2 wujud Panigale lalu…Nooooooh!!!!!

2015_Kawasaki_900_Z2_Stefan_Kraft_jpg_2150501

DSC00010

Kalau nonton Film James Bond Tomorrow kagak mati-mati, ente pasti ingat adegan James Bond ngembat ni motor dan boncengin Michele Yeoh dengan posisi-posisi yang bikin kita-kita juga mau ndjadjal… (sama cewe cakep tentunya…)

Nah, sekarang kita kenalan sama motor BMW keluaran 1997 – 2004 ini. Motor berkapasitas 1170 cc ini sebenarnya termasuk motor yang lambat, top speednya hanya 168 Km/jam dan tenaganya hanya 61 PS @ 5000 rpm, khas BMW yang doyan membuat mesin cc besar dengan tenaga kecil. Apalagi tujuannya kalau bukan demi mengejar keawetan mesin.

Sebenarnya R 1200 adalah jawaban BMW untuk menjawab kebutuhan dan selera pasar akan motor tipe cruieser. Di tahun 1989, pasar sepeda motor cruiser  di Jerman masih 18%, sedangkan pasar motor tipe sport 36%. Pada tahun 1996, permintaan motor supersport malah menurun hingga 21 % saja. Ini dipengaruhi trend di Amerika Serikat, ketika di negara itu penjualan motor Cruiser meningkat dari 58000 menjadi 100.000. Secara presentasi, peningkatan di Jerman malah lebih fantastis, penjualan Cruiser naik 5 kali lipat, dari 8000 unit menjadi 40.000 unit per tahun! Wah, jangan-jangan gara-gara booming Renegade ya???

Di segmen Cruiser, tantu yang merajai motor yang kita sebut chopper, nah di model ini, tentu Harley Davidson adalah biangnya dan merupakan trend setter. Nah, BMW tidak mau terbawa-bawa, mereka ingin menulis di lembaran sendiri. Makanya BMW tidak ikut membuat model V twin layaknya yang dikerjakan pabrikan-pabrikan Jepang. Ya, pabrikan Eropa rata-rata memang tetap mempertahankan identitasnya, sebut saja Triumph dengan Rocket III yang tetap 3 silinder dan Motoguzzi California yang V twinnya tetap dibuat melintang. BMW pun begitu dengan mesin boxernya!

BMW pun tak mau motor bergaya klassik menggunakan teknologi yang tetap klassik alias ga mau maju, beda dengan Harley, BMW mengawinkan desain klassik dengan teknologi modern, makanya R1200 diberi ABS, berpenggerak gardan dan p[eredaman joss ala telelever juga bisa dinikmati. Secara handling, R1200 terkenal gesit jika dibandingkan motor sekonsep, apalagi jika dibandingkan Triumph Rocket III dan Honda Valkyrie Rune yang memang terkenal berat…

Tahun 2004 BMW memutuskan menghentikan produksi BMW R1200 C, sebab langkah-langkah kompetitor dianggap sudah tidak logis dan mengikuti napsu kompor-kompor pencinta sepeda motor saja. Ketika itu penggemar Cruiser menuntut kapasitas mesin semakin besar, bahkan Rocket III saja sampai 2300cc! Kapasitas yang dinilai BMW mubazir dan tidak sesuai dengan karakter Jerman yang doyan pakai logika, bukan pakai emosi!

DSC00150

Tuh lihat sendiri solusinya kan… Masih ingat artikel tentang speedometer di BMW klassik? Di speedometer BMW klassik ada keterangan kecil batas teratas untuk pindah gigi di tiap gigi. Nah, yang ini lebih jelas lagi, sebab ada garis melengkung yang memperlihatkan rentang rpm ideal penggunaan gigi. Dengan speedometer macam ini, pengguna tidak hanya tahu speed maksimal di gigi 1 adalah 70 Km/jam dan speed maksimal dengan gigi 4 adalah 165 Km/jam semata. Pengendara motor juga bisa mengetahui rentang rpm ideal penggunaan gigi motor. Nah dengan lay out dan keterangan macam ini saja, pengendara sudah tahu tanpa banyak harus melatih feeling atau baca manual book, bahwa:

Gigi 1: 0-70 Km/jam

Gigi 2: 25-105 Km/jam

Gigi 3: 30-135 Km/jam

Gigi 4: 40-165 Km/jam

Gigi 5: 50-180 Km/jam

Praktis kan……

DSC00145

DSC00146

Honda CB 200 kelahiran 1976 mencari jodoh…

Surat-surat lengkap STNK BPKB asli..

Mau tanya-tanya, silahkan hubungi 021 93132788, barangkali memang jodoh..

NB: Bulan depan harga naik wkwkwk…

(Sudah laku Bro…terima kasih sudah mampir…)

DSC00144

Suatu hari saya sebagai salah satu personil Blog Sesat mendapat kesempatan untuk menjajal motor yang lumayan banyak diimpikan bikers pencinta klassik di tanah air. Wajar saja diimpikan, sebab selain penampilannya lumayan gagah, mesin twin menjadi nilai jual tersendiri dan bisa memelet orang yang terlanjur mendengarnya.

DSC00146

Teringat perjumpaan pertama dengan CB 200 sekitar tahun 2006 lalu. Saat itu lagi nemenin seorang teman yang mau menggebet ini motor. Saat itu harganya masih ditawarkan 8 juta rupiah, bonus dapat mesin satu lagi! Sayang, saat itu duit 2 juta saja tidak punya… maklum, baru lulus kuliah, jadi orang Jepang bilang saya itu MASHIKERE! Harga 8 juta saat itu rasanya sudah lumayan tinggi, tapi kalau lihat harganya sekarang yang bahkan mulai angkuhnya mendekati 30 juta, saat itu kalau ada duitnya saya beli dengan keyakinan penuh hihihi…..kalau perlu jual harga diri xixixi..

DSC00147

Oh ya, bisa jadi ini motor diimpikan banyak orang, sebab dari segi harganya untuk ukuran motor klassik masih terjangkau. Nah, tinggal lirik kanan-kiri aja kalau ada yang mau jual. Enaknya barang klassik adalah: besok harga naik! Tinggal memikirkan bagaimana perawatannya. Kalau ada rekan yang main motor klassik dan tau bengkel yang mampu menanganinya, ya, tunggu apa lagi toh.. sekali seumur hidup sampeyan harus punya motor yang bisa bikin senyum2 ga jelas…

Pada perjumpaan kali ini, saya merasa agak terkejut… Dulu perasaan ini motor lumayan besar, tapi kini rasanya kecil… Wah, enak Bro buat nyelip-nyelip dan dipakai harian. Bobotnya juga bisa dibilang enteng. Dijamin deh, yang biasa bawa Tiger pasti bilang ini motor kecil, ringan dan lincah. Ukurannya mirip dengan BMW K100 GL alias Honda GL 100 properti Blog Sesat, hanya saja kalau dilihat dari samping memang CB 200 jelas terlihat lebih sterk. Apalagi kalau mesinnya dinyalakan dan diberi knalpot free flow, wah, josss…benyi mesinnya terbilang rapat, pemilik Ninja 250 dijamin bakal ngiri lho…

DSC00148

Bagaimana performa mesin pararel twin keluaran tahun 70an ini? Motor yang masing-masing silinder disuplai sebuah karburator iui sama tenaganya dengan si Tiger Hitam, sekitar 17 PS pada 9000 rpm. Bagaimana top speed motor dengan 5 tingkat percepatan ini? Tembus 125 km/jam Bro, lumayan kencang untuk ukuran mesin 200 cc di masanya.

Soal konsumsi bensin, doi memang tak terlalu irit, untuk menempuh 100 Km, motor ini minta jatah 4 liter. Jadi, ya sekitar 1:25 lah… Dengan kapasitas tanki yang khas itu, yakni 9 liter (termasuk 3,5 liter cadangan), motor bermesin 198 cc ini sanggup untuk jalan jauh-jauh. Untuk yang tidak doyan olahraga juga cocok lho, maklum, sudah pakai elektrik starter kok…

DSC00145

Hayo…. yang kesengsem… Ini motor asli enteng dan lincah. Tak heran, di Jerman, doi banyak dibeli di masanya oleh sekolah-sekolah mengemudi atau sekolah untuk mengendarai motor. Saat ini CB 200 di Jerman sudah jadi oldtimer juga, jarang Bro… yang banyak justru penerusnya, yakni CB 250. Nah, tunggu apa lagi… apalagi doi boleh minum premium dan berhak diisi premium hihihi……

DSC00136

DSC00133

DSC00134

 

DSC00135

DSC00140

DSC00141

DSC00142

DSC00137DSC00143

Hari ini ane tersesat ke salah satu web tempat kita-kita bisa nyari atau jual barang. Sampai di halaman untuk mencari motor BMW yang lagi dijual untuk ngecek-ngecek harga R27 saat ini, hasilnya cukup mengkhawatirkan….

Lihat yang ini nih: murah semua ya…jauh di bawah pasaran, bahkan 1/2 dan 1/3 dari harga pasar, itu artinya apa???????

DSC00092

 

Rata-rata para penipu menggunakan lamat dari daerah. Jelas saja, supaya calon mangsa yang sudah terhipnotis dan kelewat ngebet berani transfer DP. Kasihan kan kalau begini Bro di luar Jakarta yang mau jual BMWnya…

Nah, lihat yang ini nih:

DSC00088

Dia ngasih penjelasan begini nih:

DSC00089

Nah, terus pas bangte di bawahnya ada iklan menggunakan motor yang sama dengan foto yang sama, tetapi beda harga dan lokasi:

DSC00090

Penjualnya (silahkan sendiri dinilai, penjual atau penipu) memberikan keterangan begini:

DSC00091

Ga canggih juga nih orang kalau mau tipu-tipu… namun, kalau buat orang yang baru mau punya BMW klassik dan orang itu tidak jeli n keburu napsu, wah, bisa jadi santapan empuk..kasihan…belum lagi yang jadi korban adalah pemilik BMW klassik yang memang butuh uang dan ingin menjual motor mereka, lebih sulit lagi kalau mereka tinggal di luar Jakarta. Maklum, sudah sering dipakai penipu, bahkan mereka berani mencantumkan alamat…

waspada Bro..ingat kan lagu yang bikin Ayu Tingting melejit…hihihihi..kemana kemana kemanaaaa……..

DSC00060Menimbang bahaya dan risiko kecelakaan yang meningkat akibat tidak digunakannya kaca spion motor berfairing sebagaimana mestinya.

Mengingat makin banyaknya jumlah sepeda motor berfairing yang penggunanya tidak menggunakan spion saat motor berjalan dan ditambah keluhan berbagai pihak kepada pihak polantas yang dinilai tidak tegas menindak serta keberatan dari pihak polantas sendiri yang kewalahan atau tidak mampu menindak pelanggaran ini.

Memutuskan: pabrikan atau produsen motor diwajibkan untuk membuat spion antitekuk di motor-motor fairing yang diproduksi terhitung 1 April 2013.

(artikel APRIL MOP yang tertunda)

Peace ah……

*Kaboooooooooorrrrrrr……………..

bmw tvsYup, sebenarnya rencana BMW menikahi TVS sudah terendus lama. Akhirnya resmi juga pernikahan ini dan diumumkan ke publik. Cukup dramatis juga, sebab belum lama rasanya BMW menggebet Husqvarna, pabrikan kecil atas Italia. Mereka pun langsung menggebrak dengan Husqvarna Nudanya. Motor yang keren ini cukup disambut hangat, tetapi tampaknya lurang laku di pasaran. Maklum, menang sebatas power dan desain dibandingkan BMW F 800 biasa, Husqvarna Nuda hanya bisa memuaskan dengan tampangnya. Eksklusiv memang, tetapi BMW tampaknya kurang puas dengan rezeki yang diperoleh dengan menikahi Husqvarna.

Karena tak ingin berpoligami, BMW pun yang disinyalir sudah main mata dengan TVS menceraikan Husqvarna. Hmm, apa untungnya menikahi TVS?

1. BMW sudah pernah menyatakan, tidak ingin membuat motor kecil, waktu itu terkait dengan S1000RR yang fantastis. Banyak yang ingin versi 250 cc S1000RR dilahirkan. Namun, dengan yakin BMW menolaknya.

Wajar saja, kalau BMW membuat dengan sumber dayanya sendiri motor 250 cc, apa secara bisa harga masih bisa duel dengan 250 cc Jepang? Bisa dipastikan tidak! Nah, karena itulah kerjasama dengan pabrikan yang mau kerja keras dan hemat anggaran dibutuhkan. TVS bisa dibilang pilihan tepat, sebab secara kualitas cukup baik, meskipun secara nama dianggap outsider.

2. BMW memang butuh motor berkapasitas kecil. Bukan semata untuk dijual di pasaran India, Asia dan Amerika Selatan, tetapi juga adanya tendensi negatif yang mereka lihat di anak muda Jerman. Jadi, regenerasi bikers muda di Jerman terlihat menurun drastis. Untuk memancing minat mereka itu, BMW berencana menghadirkan motor yang bisa menarik perhatian kaum muda di sana. Sehubungan dengan aturan, tentu yang diproduksi adalah motor berkapasitas kecil atau bertenaga kecil, ya sesuai dengan aturan. Nah, kalau anak muda di sana tak perlu tunggu lama untuk bisa naik motor yang keren, otomatis jumlah bikers muda diharapkan meningkat. Ya, langkah yang sama sebenarnya dengan yang sudah ditempuh KTM dengan Duke 125 dan Duke 200nya. Dengan motor yang kabarnya baru diproduksi pertengahan 2015 nanti (LAMA AJAAAAA-red), diharap minat anak muda di Jerman untuk naik motor akan kembali meningkat.

Hmmm, kita lihat saja motor-motor yang kabarnya di bawah 500 cc nanti yang akan dikembangkan bersama. Ki Gede Anue yang ditanyakan mengenai hal ini mengatakan, kalau soal urusan desain, teknologi dan kualitas material, serahkan ke BMW, sedangkan untuk produksi dan distribusi, TVSlah yang harus banyak berperan. Untuk mempermudah produksi dan ketersediaan komponen, buat sebanyak mungkin parts yang sama untuk seluruh line up motor baru mereka. Diharapkan dikembangkan mesin 250 cc twin pararel DOHC injeksi untuk dicangkokkan ke  motor berbeda, yakni streetbike, motor full fairing dan supermoto/trail. Syukur-syukur dibuat juga model boxer mini dan berorientasi klassik layaknya yang sekarang dilakukan oleh Royal Enfield di India: Motor bergaya klassik dengan teknologi modern. Di ujung wawancara Ki Gede Anue mengingatkan, jangan lupa: Harga Mahasiswa!

DSC00064 Gebrakan AHM menggelar OMR CB150R memang sesuatu yang cukup dinantikan penggemar balap, maklum, murah meriah! Di sini yang lebih diadu skill. Langkah ini tentu jadi arena penyaluran adrenalin para pembalap. Akhirnya ada juga balap motor yang lumayan kencang, tetapi biaya sangat ekonomis. Yup, kata ekonomis menjadi suatu hal yang sangat penting di zaman susah begini (dari dulu orang bilang zaman susah mulu… -_-‘)

Langkah ini bisa dibilang membawakan banyak keuntungan bagi AHM, mari kita telusuri dengan metode Suudzon:

1. Menang di balap akan menaikkan jumlah jualan! Pastinya banyak yang bisa membantah ini. Lihat saja kasus Honda CBR 250 yang sulit dikatakan bisa terdongkrak volume penjualannya berkat kemenangannya di IRS. Di sini tentu beda brader, masih ada masalah desain, keunggulan karakter Ninja 250 dengan mesin twinnya dan tudingan masalah hegemoni AHM atas regulasi di balap 250 cc itu.

Nah, disinilah mengapa dibuatkan one make race, yakni untuk menghilangkan tudingan-tudingan itu.

2. Kenapa mesin harus standar? Pasti ada maksudnya juga dooong… Penggantian dikatakan hanya pada knalpot dan sistem supply bahan bakar. Selebihnya bisa dibilang standard. Di sinilah AHM ingin menunjukkan superioritas CB 150 R atas kompetitornya yang itu tuh. Dengan menggandeng media tentunya…Dengan inilah mereka mencoba mengeksploitasi dan menyosialisaikan keunggulan speed si produk.

Lihat saja judul yang bisa lumayan kental tendensinya: Sentuhan ringan tembus 158 Km/jam! Dengar top speed segitu, bikers tanah air yang terhitung banyak mendewakan racing dan top speed bisa-bisa kena hipnotis! Bisa-bisa mereka lupa, motor ini digeber pembalap! Digeber di track yang memiliki straight lumayan panjang! Dan Itu diperoleh dalam rombongan ketika mencuri angin alias dengan slip stream!Dan tidak tahu juga kan konsumsi bensinnya jadi berapa atau olinya pakai yang harga berapa per liternya?

Dengan OMR ini jelas kan keuntungan yang bisa diperoleh? Guru Spiritual Blog Sesat, Ki Gede Anue  menyarankan, nantinya bisa dibuat kelas bebas yang bisa membebaskan biaya modifikasi mesin dan keseluruhan CB 150 R. Nah, kalau kelas ini dibuka, ini bisa membantu AHM untuk lebih mudah lagi menanamkan image, bahwa ini motor kencang, tetapi murah.

Kok bisa? Ya tentunya dengan banyak peserta yang ikut, otomatis banyak orang yang coba ngoprek ini motor. Tentunya diharapkan akan banyak juga tuh komponen-komponen after market yang dilabeli racing! Kalau sudah begini, kan jadi gampang jualan motor. Onderdil banyak tanpa harus memproduksi sendiri. Ini kan yang membuat RX-King sangat digemari, ya terbantu dengan melimpahnya parts! Ini juga yang membuat Ninja 2 tak dan 4 tak mudah laku di pasaran. Bedakan saja dengan nasib motor yang kencang tapi jarang partnya macam  FXR. Akibat permintaan yang sedikit, tak heran akhirnya doi didiscontinue!

Keuntungan lain jika OMR ini nantinya ada kelas yang bebas, otomatis motor-motor CB 150 R peserta akan jauh lebih kencang dari sekarang. Dengan pemberitaan media yang memberitakan top speed atau lap time misalnya, wah semakin terbantu saja penjualan ini motor. Yang ketar-ketir tentu pesaingnya, sebab sudah kalah start duluan. Kalau mau ikutan langkah yang sama, wah riskan kalah top speednya..(ingat ada media-red).  Kalau mau dioprek bebas, nanti jadi mahal dan bisa ada tudingan-tudingan: motor mahal karena biaya modif mesinnya selangit. Jadi bagaimana pesaingnya ini harus bertindak? Apakah mereka akan terpancing? Jika si pesaing bingung, Ki Gede Anue siap memberikan konsultasi xixixi…..

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com