Kemarin Blog Sesat bersesat ria ke kota Cologne.. Bukan buat nostalgia, tapi sedang menjalankan misi rahasia yang sudah tertunda dua bulanan ini karena malas hehe..

Alhamdulillah dua hari ini matahari bersinar. Tentu banyak bikers yang senang akhirnya bisa mengendarai lagi si roda dua tanpa harus gemeteran kedinginan atau takut risiko jatuh karena jalanan becek yang sangat dingin.

Salah satu motor yang kami jumpai adalah si CB750 ini:

20190214_120830

Soal aliran modifikasi, hmmm entahlah. Gabungan cafe racer dan jap-style ya.. KAlau dikasih ban tahu jadi scrambler.. entahlah, batasan kadang kabur hehe..

Modifikasi motor yang moyangnya di tahun 1969 menjadi the first superbike dengan mesin 4 silinder 736ccnya bisa dibilang sangat sederhana. Modal main livery saja dan modif minimalis sana-sini. Cukup copot spatbor belakang, ganti lampu belakang-belakang, jok, spatbor depan, silincer, setang, spidometer dan livery…jadilah motor ini.

20190214_120830-1

Kalau di Indonesia, termasuk modif ringan dan murah karena bisa pasang sendiri dan memang di Indonesia harga parts modifikasi itu sangat murah. Serius Bro, murah banget.. Kalau pakai parts bikinan Eropa juga, wah tau sendiri kan parts macam Rhizoma, Gilles, Domino, Brembo dkk..

20190214_120837-1

Di motor ini sih termasuk modifikasi irit. Namun, di situ justru serunya. Kalau paduannya tepat, gaya minimalis ini asik.. Wah saya jadi suka hehe.. maklum, lama ga liat motor berkeliaran sih ya.. CB Sevenfifty ini memang sekarang secara tenaga ga ada apa-apanya, tetapi motor yang di tahun 1969-1978 dan direborn di 1992-2002 tetap punya daya pikat tersendiri. Mungkin karena jumlahnya yang banyak ya. Produksi yang sampai tahun 1978 saja jumlahnya lebih dari 550 ribu unit.

20190214_121126

Iklan

Si Tiger Hitam Blog Sesat yang penuh sejarah berulang tahun ke 21 di tahun 2019 ini. Motor Tiger generasi logo timbul pertama yang lahir 1997 akhir ini punya pajak yang alhamdulillah terjangkau hihi.. Tahun harus bayar pajak 157.500.

IMG_20190126_115744

Alhamdulillah ga mahal dibanding pajak motor baru. Inilah enaknya piara motor tua ya. Ga enaknya sih di borosnya hehe.. Ya nanti kalau ada waktu dan ada rejeki, si Tiger Hitam mau dirapih-rapihin lagi, terutama performa mesinnya yang sudah terlalu bergetar dan sama sekali tak efisien. Yup, boros, tapi tenaganya tak ada.

Sekarang, nabung dulu lah hehe…

Apa yang terlintas kalau kita mendengar merk Moto Guzzi? Kebanyakan pasti terbersit motor Italia dengan mesin V melintang seperti Boxer BMW yang genrenya kebanyakan street bike cruiser yang bergaya retro.

Nah, yang kita akan pdkt kali ini merupakan Moto Guzzi produksi massal yang paling sporty dan punya tenaga paling besar! Paling besar buat ukuran Moto Guzzi ya, kalau dibandingkan Ducati, ya cuma jadi bahan becandaan doang..

20170409_142016

Gimana Bro? Ga peduli kan performanya bakal jadi bulan-bulanan Ducati, toh tampangnya ga kalah keren kan. Bahkan soal eksklusifitas, dijamin bisa lebih baik dibandingkan produk pabrikan asal Bologna itu..

Di zamannya motor balap mengandalkan full fairing plastik, Moto Guzzi segurih MSG ini berani tampil setengah telanjang memamerkan mesin V2 1200ccnya. Ga jauh beda dengan HD, bunyi motor balap dengan teknologi mesin masih mengandalkan pendingin udara ini punya bunyi seperti helikopter hehe.. Dengan putaran mesin 2000 rpm saja, si motor balap berteknologi minimalis ini sudah siap melaju mantab.

20170409_142008

Namun, kalau dilihat dari tampilannya, jangan coba-coba dibawa ke jalan umum perkotaan ya. Tanpa lampu-lampu dan spion, motor ini hanya akan jadi santapan lezat oknum hihi.. Ya ga salah juga, kan melanggar dan bisa membahayakan diri sendiri atau pengguna jalan lain. Hmmm, tapi ada versi jalan rayanya juga deh..

Seperti Ducati, bunyi kopling kering ini bisa dinikmati di Moto Guzzi MGS-01. Soal rasa berkendara, ternyata ga nyaman-nyaman amat, ya tipikal motor Italia lah.  Katanya sih kalau digeber, motor berasa ketarik ke kanan.. Ya seperti BMW Boxer lah. Mungkin lebih kuat lagi ya, apalagi mesin ini diklaim mesin V2 boxer bawaan pabrik dengan tenaga terbesar.

20170409_141747

20170409_141729

Meskipun mesinnya berkapasitas besar, motor ini asik diajak jalan pelan-pelan di perkotaan, ya walaupun koplingnya berat. Beda dengan mesin Moto Guzzi lainnya yang kecil-kecil tenaga puncaknya, MGS-01 menjanjikan tenaga puncak 124 PS dengan torsi maksimum 114 Nm. Lumayan kan, peak power ala 600cc 4 silinder dipadu torsi maksimum ala motor 1000cc 4 silinder. Motor dengan 6 tingkat percepatan ini bisa berakselerasi dari 0-200 Km/jam dalam 10,7 detik saja. Top speed terhitung lumayan untuk ukuran mesin melintang berpendingin udara, bisa sampai 251 Km/jam.

20170409_141644

Meskipun torsinya besar, dari 1800 rpm ke 4000 rpm dikatakan tenaganya masih ogah-ogahan. Mulai 5500 rpm hingga 8000 rpm lah tenaganya tersalur sempurna. Pendek ya nafas mesin V2 ini, ya ga bisa dibandingkan dengan Ducati tentunya. MGS 01 punya masalah nafas pendek layaknya motor V2nya Yamaha, sebut saja MT 01 yang juga terkenal bernafas pendek.

Yang pernah jajal Yamaha Dragstar pun paham juga deh, putaran bawah asik, sampe menengah tau-tau mesinnya kaya berhenti berakselerasi hihi… Ga seru sama sekali buat yang doyan motor berperforma balap, maklum, motor tak mau menjerit…

20170409_141635

Soal rangka dan stabilitas, wah ternyata oke. Lihat merk suspensi dan remnya saja kan sudah jaminan mutu. Posisi duduk pun mirip dengan superbike 1000cc negeri sakura. Tanki dirasa tak terlalu panjang dan pengendara tak terlalu merasa ditarik ke depan untuk menjangkau setang. Distribusi bobot pun dinilai prima. Posisi mesin katanya bisa ditempatkan sangat kedepan berkat konstruksi spesial gearboxnya. Rangka, link monoschock, lengan ayun, footstep dan tuas rem belakang, semuanya terpasang ke rumah gearbox.

20170409_141625

Bagian ini dinilai istimewa dan dibuat dari satu blok utuh yang dikerjakan dengan mesin bubut sehingga dianggap salah satu seninya motor ini. Dan ini dikatakan mahal, seharga lebih dari satu unit motor baru motor Korea..

20170409_141722

20170409_141709

20170409_141613

Tertarik dengan motor yang dikatakan sangat stabil meskipun sedang dalam kecepatan top speednya ini? Untuk versi jalan rayanya, mohon sediakan 28900 Euro hihihi… Ya berarti sudah hampir 2 kali harga motor superbike Jepang ya.. Terhitung mahal untuk sebuah motor, tetapi murah dibandingkan harga tas sosialita wkwk…

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/test-moto-guzzi-mgs-01-corsa.102761.html

 

Satu lagi motor Italia yang kurang tenar, Bianchi (ga pake kaleng). Sosoknya yang dari jauh seperti Ariel Red Hunter lumayan membuat mata melirik. Gaya motor yang terbit di antara kedua Perang Dunia bisa dibilang klassik elegan.

20170409_142938

Dari hasil googling yang tak terbilang mudah, ketemu juga akhirnya ini motor kira-kira motor apa. Berdasarkan hasil analisis Blog Sesat, motor ini adalah motor keluaran tahun 1938, dan yang bikin takjubnya, kapasitasnya ternyata 250cc saja.

20170409_143147

Maklum, tertipun dengan jumlah knalpotnya yang 2 itu. Hmm mungkin hanya desainnya yang twinport ya.

20170409_143005

Sulit untuk mencari informasi tentang pabrikan motor yang eksis di tahun 1897-1967 ini. Ya kalau bisa bahasa Italia, tentu bisa lebih mudah untuk mencari tahu satu persatu model motor yang tahun 1930an ini berjaya di bidang motorsportnya.

20170409_142958

Sayang sangat sulit untuk mencari informasi lebih tentang motor yang suspensi depannya masih cangkang dan suspens belakang tak ada alias rigid. Justru di kalangan penggemar motor klassik, motor kaya begini justru harganya sangat tinggi.

20170409_143129

Bahkan di dunia custom, ada bengkel yang justru sengaja membuat suspensi depan cangkang untuk melengserkan ssupensi teleskopik. Ya redaman benar-benar dipercayakan saja ke kekenyalan ban, kelenturan rangka dan per di tempat duduk rider.

20170409_143101

Buat yang doyan motor klassik, Bianchi ini bisa dibilang wow.. Kondisinya berkilau dengan tanki chromenya. Tak sebatas suspensinya saja yang klassik, bagian lainnya pun benar-benar bisa merepresentasikan teknologi di zamannya. Spidometer saja tak ada. Yang nempel di tanki layaknya motor-motor mewah model cruiser terkini itu bukan spidometer, melainkan pengukur tekanan oli semata.

20170409_143037

20170409_143050

Maksud hati ingin cerita lebih tentang motor klassik nan cantik ini. Sayang, susah luar biasa mencari tahu tentang motor 4 tak yang berkaburator Dell Orto ini. Tahun berapa keluar dan yang cc berapa ini pun sebenarnya Blog Sesat tak yakin wkwkwk.. Daripada menyesatkan dan dianggap hoax, kami pun memutuskan diam dan menyudahi sampai di sini hihi…

20170409_142929

20190130_164345

Sebulan kebelakang Blog Sesat bisa dikatakan membeku. Bukan masalah sama cuaca yang lagi lumayan dingin dan akhirnya tahun ini bisa lihat salju dalam jumlah banyak sih, tetapi ada prioritas kerjaan yang butuh waktu. Ya konsekuensi integritas kan… Blog Sesat pun mau tak mau mengalah..

Tak adanya gorengan di Blog yang sudah doyong ini lucunya tak serta merta diikuti dengan menyurutnya yang tersesat. Ya wajar memang surut, tetapi tak sesurut yang diduga. Ini membuat segenap redaksi Blog Sesat tersentuh dan bertekad akan segera menyediakan jajanan ala kadarnya yang kadang sesat, kadang kurang sesat. Yup, kualitas labil merupakan ciri khas kami wkwk..

20190201_130916

Oh ya, ada satu hal di pekan lalu yang bikin sedih. Ya sebenarnya kabarnya sudah lama sih, cuma pas Jumatan kemarin lebih diperjelas lagi. Di Ruhr Universität Bochum (RUB) memang sedang ada renovasi di bagian-bagian tertentu. Nah, yang bulan April nanti akan kena adalah gedung Naturwissenschaft (NA).

Kenapa sedih? Kan renovasi itu bagus! Ya sedih karena nasib mesjid di RUB jadi tak menentu. Yang kena renovasi tentu harus ditampung sementara di tempat lain. Nah, mahasiswa yang duduk di senat dan memperjuangkan ini mengatakan, pihak kampus tak bisa menyediakan tempat penggantinya… Dan entah nanti kalau gedung sudah direnovasi total..

Kabar ini menyedihkan buat yang punya ikatan batin dengan ruangan tak terlalu besar di lantai 04 (lantai paling dasar) gedung NA ini. Mesjid ini sudah 30 tahun, banyak cerita yang ada di dalamnya. Banyak sujud yang tercetak di lantainya. Banyak doa yang terucap dan terbisikkan sepanjang eksistensinya. Dan kalau Jumatan, di sini nih tempat cari tempat sujud biasanya cuma bisa yang di saf pertama. Yang di belakang biasanya sujud di punggung orang di depannya, yup, saking ga muatnya… itu pun Jumatannya diselenggarakan 2 kali..

Ya, segitulah curcolnya.. buat pemanasan hehe..

 

20180308_182346

Apa yang terbersit begitu mendengar kata “Halim”? Kebanyakan sepertinya terpikir bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta atau ya daerah Halim ya.

Ada terbersit Halim merupakan salah satu nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . dari 99 Asmaul Husna? Mantebs kalau berpikirnya ke arah situ… Buat saya ini ilmu baru. Mungkin saya pernah dengar, tetapi tak sampai tersimpan dalam ingatan.

Jadi suatu hari saya duduk di mesjid menunggu Isya. Ketika itu, sekumpulan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan jurusan membuat semacam majelis kecil di mesjid. Saya tak bergabung, tetapi saya nguping hihihi… Salah satu tema yang diangkat ya tentang “Halim” ini. Mungkin nama Halim tak terlalu dikenal sebagai nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tetapi mendengar artinya, wah..buat orang banyak dosa seperti saya, saya merasa tersentuh.

Sifat Allahسُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang tertanam di dalam nama “Al Halim” ini dikatakan “tak mudah marah”, “sabar karena saking besarnya kasih sayangnya”, ya kira-kira itulah yang para mahasiswa itu sebutkan.

Dan apa yang mereka bahas mengena banget di saya. Ternyata sifat di dalam nama Halim inilah yang membuat orang yang banyak dosa seperti saya masih bisa hidup dan tak kurang apapun, meskipun ada saja pelanggaran dan setelah itu saya bertobat. Terjadi lagi..tobat lagi..terjadi lagi, tobat lagi…bikin dosa lagi..tobat lagi.. kalau tak ada sifat Halim ini, niscaya sudah hancur ga karu-karuan saya akibat kelakuan saya sendiri.. Kalau Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  tak punya sifat Halim, setiap hamba melakukan dosa, bisa-bisa balasannya langsung dituai ga pake lama..

Semoga ke depannya yang tersesat ke sini bisa semakin memperbaiki diri.. Kalau sampai buat dosa, lekaslah bertobat dan berusaha tak mengulanginya lagi.. dan jangan sekali-kali berhenti karena malas atau terlalu bodoh untuk berhenti minta ampunanNya…

Blog Sesat sebenarnya sadar, banyak artikel yang kami terbitkan terkesan tak serius dan kurang bermanfaat. Membaca Blog Sesat membuat yang tersesat tak bertambah cerdas dan kadang bingung membedakan canda dan realita.

Rapat para pemegang saham Blog Sesat pun mendengar keluhan ini dan bertekad untuk meningkatkan keseriusan Blog Sesat dalam menjaga bobot tulisan. Nah, salah satunya kami hadirkan dengan artikel ini. Daripada sibuk tereak-tereak NKRI, pakai banyak atribut NKRI, tapi tak menyadari cara ini malah bisa menyinggung dan membuat orang lain seakan-akan tak mencintai NKRI, lebih baik kita berbuat langsung yang nyata toh..

Nah, salah satunya dengan memelihara Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa Persatuan dan Bahasa Nasional. Hadirnya KBBI V sejak 2016 dan diresmikan saat Sumpah Pemuda 2016 lalu menjadi bukti komitmen Badan Bahasa untuk melestarikan Bahasa Indonesia. Sayangnya, rencana untuk menerbitkan KBBI V dalam bentuk cetak hingga masuk 2019 ini tak juga terwujud. Ya bisa dipahami, versi cetak tebalnya bakal terlalu tebal, berat.. Dilan saja tak sanggup.. Kamus extra tebal tentu bakal mahal.. Memangnya Dilan tega jual CB 100nya demi KBBI V?

Di kalangan pelajar dan akademisi, KBBI V dijadikan acuan, apakah sebuah kata memang ada dan baku serta dianggap kosakata Bahasa Indonesia. Ya, pendapat ini bisa diperdebatkan, sebab banyak sekali kata di KBBI V ini yang bisa disebut kata-kata bahasa daerah. Namun, daripada berdebat tak berujung, ya KBBI V sering dijadikan wasitnya!

Oh ya, KBBI V terus bertumbuh. Ada badan-badan di bawah Badan Bahasa yang terus melengkapi kosakata kamus elektronik ini. Sebagai pengguna biasa, kita juga bisa daftar dan bahkan mengajukan kosakata yang belum tercantum dalam KBBI V.

Oh ya, meskipun begitu banyak kata terkandung dan kamus ini terus bertumbuh, masih ada juga pastinya kekurangannya. Bahkan kadang sesuatu yang tak kita duga. Banyak kata yang tak umum dikenal tercantum, tetapi banyak yang umum dipakai, tak tercantum. Untuk yang minat pada ungkapan dan idiom, KBBI V juga bisa jadi rujukan. Di situ bisa dicek, apakah sebuah ungkapan umum dikenal atau dipakai penutur jati Bahasa Indonesia. Namun, kadang kita akan takajuik…

Oke, Blog Sesat akan tunjukkan contohnya ya:

20181219_154733

Kalau diketik “main hati”, ternyata entri tidak ditemukan.

20181219_154808

dan…”main perasaan” juga belum tercantum di KBBI V.

Padahal kalau kita cari di http://www.google.com per 9 Januari 2019:

main hati: About 166.000.000 results (0,58 seconds)

main perasaan: About 23.500.000 results (0,35 seconds)

Cukup aneh kan.. sangat sering dipakai, tetapi belum tercantum di KBBI V.

Blog Sesat pun menarik kesimpulan:

  1. Tak ada di KBBI V bukan berarti bukan kosakata Bahasa Indonesia.
  2. Jangan “main hati” dan “main perasaan” karena belum tercantum di KBBI V. Jangan-jangan nanti dituduh tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Semoga bermanfaat dan semoga Blog Sesat tidak dikriminalisasi

Buat yang kelahiran 80an dan tahun 90an sudah doyan motor, kalau ingat ZX750 pasti ingatnya Kawasaki. Dan kalau sudah ngomong 750 ya keingetnya yang versi Rnya alias balapnya, yakni ZX-7R. Motor yang tahun 1993 jadi juara di tangan pembalap USA, Scott Russel ini memang legendaris dan bertahun-tahun lamanya jadi satu-satunya prestasi membanggakan Kawasaki di era WSBK masih maximum 750cc untuk mesin 4 silinder atau 1000cc untuk mesin 2 silinder.

Kalau anak sekarang, mungkin mereka sudah tak pernah dengar. Kalau dengar ZX 750, mereka lebih kepikiran sepatu Adidas ZX 750. Saya baru tahu ya akhir tahun lalu kala sedang ngantri. Di depan saya ada orang yang pakai.

20190107_233557

Setelah coba digoogling, wow, banyak pilihannya ternyata. Mulai dari warna kalem, sampai warna warni juga ada.

Nah, buat yang mau gabungkan romansa ZX 750 dengan Kawasaki ZX-7R, ada pilihan warna yang Kawasaki banget lho.. Ini dia:

20190107_233928

Keren juga kaaaan…

Motor BMW apa yang paling terjangkau saat ini? Pelan-pelan sudah bukan BMW R25 lagi Bro, tapi mulai jadi BMW G310R. Apalagi kalau sudah harga second. Tertarik untuk meminangnya? Memang sih ada TVS Apache 310 RR yang merupakan saudara se-DNA dan satu rahim, tapi tetap saja BMW ya BMW.

Di Jerman sendiri kehadirannya di satu sisi disambut gembira karena akhirnya ada BMW kapasitas kecil lagi yang punya sisi ekonomis yang mampu menggempur pasar Asia dan Amerika Selatan. Bagi biker pemula, G310R tentu jadi angin segar tersendiri. Namun, di sisi lain mendatangkan pandangan skeptis terhadap motor singel silinder 313cc bertenaga 34 PS ini. Kualitasnya dipertanyakan! Maklum, tak lagi dibuat di Jerman, melainkan di India dengan menggunakan tenaga TVS, tentu ada konsekuensi tertentu. Dan terbukti, terutama di serial awal.. Motor yang dijadwalkan hadir awal Oktober 2016 ngaret! BMW dikabarkan menghentikan produksinya karena ada masalah parts dari vendor yang dinilai BMW tak memenuhi tuntutan kualitas mereka. Pertengahan April 2017 bahkan BMW sempat merecall motor karena kesalahan pemilihan 4 baut setang dan perlunya perbaikan dudukan kaliper rem depan.

120_BMW G 310 R Modelljahr 2016 Produktion in Indien.jpg.4588958

Nah, bagaimana performanya? Dipakai untuk touring, ini motor dinilai enak banget. Lincah, tenaga cukup. Jalan konstan 140 Km/jam bukan masalah untuknya. Keiritannya juga dipuji. Dengan tanki bensin berkapasitas 11 liter penuh, jalan 200 Km dijamin aman, bahkan di jalur pegunungan dites aman bisa tempuh 270 Km.

Touring lewat puncak dingin-dingin, tangan biker bisa tetap hangat karena doi seperti motor-motor BMW modern lainnya, dibekali dengan pemanas hand grip. Minusnya, doi terhubung langsung ke aki. Jadi, jangan sampai lupa mematikannya selesai digunakan, salah-salah akinya habis.. Wah berabe juga kalau dipencet-pencet bocah ya..

Redaksi Motorrad yang mengetes motor ini sejak awal hingga puluhan ribu kilometer dan mengupas plus minusnya setelah dipakai lama menyatakan, tenaganya lumayan. Bahkan setelah diukur naik 2 PS dibandingkan tenaga yang dijanjikan, lumayan jadi 36 PS. Tenaga segini dinilai cukup untuk membuat motor berbobot 162 Kg ini bisa diajak bersenang-senang.

Motor yang mesinnya doyong 13 derajat ke belakang dan lubang exhaustnya menghadap ke belakang ini dinilai cocok untuk jadi kendaraan harian dan dipakai di perkotaan. Namun, kopling dinilai kurang halus dan setang dirasa terlalu lebar untuk di perkotaan. Kritik lainnya ada di karakternya yang susah dinyalakan dari keadaan dingin. Bahkan di pagi hari di musim panas, motor ini dinilai agak susah dinyalakan.

Oh ya, yang paling dikeluhkan adalah rem depannya yang mengandalkan Bybre alias By Brembo, perusahaan yang merupakan anak asuh Brembo yang lahir dan berkarya di India. Performa rem depan ini setelah 10.000 Km makin hari dinilai makin nehi nehiiii… Diganti minyak rem pun dinilai tak membantu. Disarankan ganti kaliper dan cakramnya hihi…

Gimana Bro? Ada yang minat meminang BMW entry level ini? Ga gampang juga sih cari secondnya ya.. Namun kalau berharap ini motor akan jadi motor klassik, rasanya sih ga bakalan hehe.. jumlahnya yang banyak, dibuat di India dan imagenya yang tak dianggap motor spesial membuatnya susah untuk suatu hari menjadi motor klassik.

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorrad-dauertest/bmw-g-310-r-im-50000-kilometer-dauertest.851494.html

 

 

Judulnya aneh ya? Ya memang aneh.. Bagi yang jeli dan ingat, V4 di sini bukan motor, tetapi sepatu, tepatnya Puma Axis V4 yang kira-kira sudah setahun ini saya pakai. Kondisinya setelah setahun sudah mulai usang, sol mulai ada yang botak hehe.. Ya ibarat ban kendaraan saja, maklum, sehari bisa sampai lebih dari 3 Km. Saya di sini jalan kaki lumayan jauh dan sering mondar mandir.

2019-01-01-16-20-35

Untuk bagian sol, saya anggap oke. Sempat kuatir karena licin saat kena air kala masih baru, rupanya itu hanya di awal-awal saja, setelah itu sepatu ini lumayan punya grip. Karakternya dengan bahan berteknologi clima cool memang manteb memberikan pendinginan di kaki. Namun, dilema juga kalau dipakai di musim dingin, jelas tak cocok. Berhubung tak ada pilihan sepatu lain yang memadai, saya tetap pakai berdingin-dingin ria hehe.. Minus lainnya, sepatu ini mudah basah dan tembus langsung basahnya ke kaos kaki. Tak cocok dipakai saat hujan. Namun, bagian dinding sepatu yang basah itu juga cepat keringnya.

Oh ya, bagian dinding dengan bahan clima cool itu yang pertama kali rusak. Bisa dilihat kan.. Kalau pakai kaos kaki hitam, kelihatan jelas. Ya makanya saya sering pakai kakos kaki abus-abu biar samar. Merasa umur sepatu ini tak lama lagi, tentu saya harus mulai pesan penggantinya. Nah, rapat pengadaan barang Blog Sesat memutuskan melirik sepatu merk sebelah.. Merk Jerman juga: Adidas. Yup, Adidas dan Puma memang saingan berat, lucunya yang punya kakak beradik yang pecah kongsi dan bikin merk sendiri-sendiri.

Oh ya, karena ketemu fakta Puma mendukung kaum-kaum itu deeeeh, Blog Sesat memutuskan untuk tak melirik merk ini lagi. Padahal produk mereka jujur lebih menggiurkan dibandingkan Adidas secara desain hehe… Logonya juga mantab, tak bisa beli mobil Jaguar, ya beli sepatu Puma saja, mirip-mirip kan wkwk…

20190104_151112

Penggantinya adalah Adidas Tubular Shadow BY3573. Alhamdulillah dapat dengan harga di bawah 35 Euro. Eh besoknya naik jadi hampir 39 Euro wkwk.. rejeki.. Oh ya, aslinya sepatu ini dihargai hampir 100 Euro. Ya di Indonesia kalau disamakan bisa di 1,7 juta. Terlalu mahal kalau buat saya di harga segitu. Nah, mumpung di Jerman dapat yang murah, kapan lagi wkwk… Toh ini juga kebutuhan.. Pakai sepatu beginian di Jerman mah ga ada bangga-bangganya Bro..

20190104_151300

Ini dia tampilannya.. Ada macam-macam warna sih.. Saya pilih yang hijau, seperti buaya wkwk… Ya selain itu biar tak terlihat cepat kotor, sebab Adidas Tubular lainnya bersol putih… Ini satu-satunya pilihan sol berwarna gelap.

20190104_151346

Adidas Tubular Shadow unik-unik pilihannya. Tak hanya warna, tapi bahan sepatunya juga berbeda-beda. Nah, si “buaya” ini seperti karpet hihi.. Kayanya sih tak seadem si Puma Axis V4. Kalau soal bobot, saya rasa sekelas lah dengan V4, sama-sama terbilang ringan. Soal kerapihan, hmmm si “buaya” dari dekat terlihat ada sedikit lem beleber hehe… Jangan-jangan ini sepatu reject ya makanya murah wkwk..

Bagaimana performa si “buaya” yang merk Jerman tapi made in Vietnam ini? Tunggu saja.. Tunggu V4 jebol total dulu ya, baru saya pakai si “buaya”. Mungkin bulan depan, mungkin 2 bulan lagi, mungkin lebih hihi…

tersesat muter-muter

  • 2.171.500 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan