Memang awal bulan Oktober nanti ada acara Intermot 2018 di kota Cologne. Ajang dua tahunan ini bisa dibilang wah, banyak dilirik pabrikan untuk memperkenalkan produk baru mereka. Dua kandidat yang sangat menarik untuk dinanti kemunculannya di ajang ini adalah BMW S1000RR anyar dan Suzuki Katana reborn… Dua motor ini termasuk favorit Blog Sesat, ingin rasanya melihat langsung dan berbagi dengan yang tersesat ke Blog Motor Tersepi Sejakarta Selatan ini.

Namun, Blog Sesat sedang lelah.. Waktu yang bijak untuk gulung tikar dulu..

IMG-20180902-WA0010

Parkir dulu, memikirkan yang lain dulu, mengurus yang lain dulu, dan perpisahan dengan Blog Sesat bagi karyawan Blog Sesat juga barangkali bisa memberikan motivasi baru dalam sesat menyesatkan yang tersesat ke sini.

me

Terima kasih sudah bersesat ria bersama kami. Kalau ada kesempatan lain, Insya Allah kita bersesat-sesat ria kembali…

Tetap sesat, tetap semangat!

Iklan

Para penggemar motor tentu sudah tak asing dengan motor yang satu ini. Kehadirannya bisa dibilang lumayan menggemparkan. Maklum, Norton yang sudah lama padam semangat balapnya akhirnya kembali meluncurkan sebuah motor yang berani berduel melawan superbike yang ada sekarang, bahkan tak tanggung-tanggung, bisa dibilang material terbaik dengan konsep menawan ada di motor ini. Memang harganya relativ mahal, tetapi kalau dilihat dari apa dia dibuat, Blog Sesat menilai ini motor sebenarnya layak beli… Norton tak banyak ambil untung lah..

20180304_114617

Motor ini dijuluki „all British hypersports model ever“, Norton V4. Lumayan, nambah lagi kan satu pilihan motor V4. Buat yang jenuh dengan 4 silinder inline, konfigurasi V4 memang punya nilai lebih dalam hal torsi dan kelincahan motor. Jangankan untuk mereka, Valentino Rossi saja mulai melihat faktor V4 ini yang jadi pembeda babak belurnya Yamaha melawan Ducati dan Honda di MotoGP.

20180304_114820

Motor ini mulai dipasarkan sejak tahun lalu. Soal performa handling, tak perlu diragukan. Lihat kaki-kaki dan pengeremannya saja sudah jaminan mutu kan..

Soal rangka dan stabilitasnya, tak perlu takut jadi macam beli Norton dalam karung. Motor sensasional ini sudah ikut TT lho dengan pembalap Australia, David Johnson dan meraih tempat ke 7. Memang sih, mesin yang dipakai di TT mesin Aprilia RSV4 hehe.. Namun, mesin Norton V4 72 derajat dengan kubikasi lebih besar, yakni 1200cc, yang dibuat Norton dijamin tak kalah bertenaga. Norton menjanjikan 200 PS @12500 rpm! Bobot kosong motor pun hanya 179 Kg saja! Jelas cukup untuk berkompetisi dengan superbike-superbike terkini…

Mesin V4 1200cc ini dikombinasikan dengan rangka tubular yang dibuat mengikuti langkah moge balap pabrikan saingan senegaranya, yakni Triumph. Kalau kita biasa mendapati bahan rangka pipa tubular adalah besi baja, Norton beda. Mereka pakai pipa alumunium..hmm aneh juga kombinasi ini ya, sebab biasanya yang model alumunium kan model rangka ala deltabox.

Untuk kaki-kaki dan rem, Brembo dan Oehlins nongkrong di situ membuat motor ini tak perlu banyak cingcong untuk menunjukkan kualitasnya. Soal elektronik, Norton tak mau ketinggalan dengan kompetitor. Sistem IMU buatan Bosch mengatur semua perangkat pendukung elektronik motor yang dilahirkan dengan pengalaman 5 tahun belakangan di ajang Isle of Man ini.

20180304_114802

Yang lucu, yang ludes duluan justru versi mahalnya, yakni Norton V4-SS yang dibanderol 44000 Poundsterling. Versi mahal ini memang wow.. handmade, rangka kena poles, lengan ayun dari sebongkah alumunium solid yang kena sentuhan mesin CNC. Soal aroma karbon, ini motor abis-abisan. Tanki saja dibuat dari material yang mahal karena kekuatan dan bobot ringannya itu. Versi ekonomisnya, V4-RR yang dibanderol 28000 Poundsterling lucunya malah tak selaku yang versi SS.

Simon Skinner, sang designer, mengklaim, Norton V4 memang produk Inggris yang punya nama besar yang bisa disetarakan dengan produk luxus otomotif Inggris lainnya macam Aston Martin, Jaguar dan McLaren.

20180304_114837

Motor yang versi murahnya 33000 Euro ini mengincar biker Inggris sebagai konsumen potensialnya. Okelah menurut Blog Sesat. Ini motor performancenya dapat, nama besarnya dapat, handalnya juga dapat. Harga lebih murah dibandingkan Desmosedici, apalagi RC213V-S, tetapi performa di atas kedua motor MotoGP itu. Maintenance pun lebih murah dan eksklusifitas masih dapat, meskipun tak mungkin menyaingi motor MotoGP jalanan sih.. Namun, untuk kelas superbike massal, jelas, ini motor yang punya potensi jadi collector item.

 

20180304_114741

20180304_114733

20180304_114725

Gimana Bro? Puyeng lihat kombinasi carbon dan polesannya?

20180304_114648

Blog Sesat pun puyeng melihatnya langsung. Ini motor ga kalah lah auranya dibanding BMW HP4 Race..ya paling kalah di rangka yang tak pakai carbon.. Toh mesinnya V4, lebih berkelas secara karakter dan bunyi…

20180304_114656.jpg

Lengan ayun Proarm pun punya tampilan lebih oke dibandingkan BMW HP4 Race..

20180304_114440

Yang kurang oke di motor ini menurut Blog Sesat adalah lampu belakangnya yang terlalu sederhana, kaya ga perlu mkiri gitu bikinnya wkwkwk… Livery pun bisa dibilang tak ada.. Keren sih buat yang suka gaya minimalis, tetapi agak kurang berkarakter juga kalau badi full carbon sama sekali tanpa sentuhan warna…

20180512_173320-1

Blog Sesat pernah menjanjikan akan membahas tentang Airbus Beluga XL, sesosok pesawat yang baru saya ketahui ketika tersesat ke Hamburg beberapa bulan lalu.

Sosok pesawat berbadan besar memang menarik diamati dan diikuti ceritanya. Airbus Beluga XL sendiri bukan pesawat baru, tetapi pengembangan dari pesawat komersial jarak jauh yang sudah diproduksi sejak 1990, yakni Airbus A330. Beluga XL diproduksi untuk membantu Beluga yang dianggap “terlalu kecil”. Beluga XL tentu penting bagi Airbus karena mereka membuat pesawat di berbagai pabrik yang terpisah lintas negara Eropa. Tentunya mereka butuh alat transportasi untuk mengangkut bagian-bagian pesawat untuk dirakit.

20180731_144529

Airbus Beluga XL basisnya A330 yang badan bagian atasnya baru. Sebagai ganti kabin untuk penumpang, kini dibuat jadi kargo. Posisi Cockpit dipindahkan posisinya agak ke bawah, ya supaya ruang kargo pintunya jadi lurus, tentu demi kemudahan bongkar muat barang. Modifikasi ini membuat Beluga XL 6 meter lebih panjang, 1 meter lebih lebar dan 0,5 meter lebih tinggi dibandingkan pendahulunya, Beluga ST.

Ketika Beluga ST yang diproduksi dua dekade lalu beroperasi, Airbus “hanya” membuat 100 pesawat per tahun. Nah, di tahun 2017, Airbus sudah memproduksi 700 unit pesawat dan bahkan tahun 2019 nanti direncanakan produksi 800 pesawat. Tentu Beluga ST sudah kewalahan untuk menghadapi ini. Airbus butuh alat transportasi yang lebih efisien. Beluga ST hanya sanggup membawa sebuah sayap A350 saja. Mau tak mau, untuk membuat peswat bersayap utuh, Beluga ST harus bolak-balik Broughton di Inggris ke Toulouse di Prancis hingga 2 kali. Ini tentu terlalu mahal dan tidak efisien.

20180731_144550

Itu baru satu contoh lokasi saja. Kenyataannya, bagian-bagian pesawat kan tak sebatas badan dan sayap saja. Sayap-sayap Airbus diproduksi di Inggris, sedangkan badan pesawat dibuat di Prancis, Jerman dan Spanyol. Pesawat-pesawat Airbus dirakit jadi utuh di Hamburg (Jerman), di Toulouse (Prancis), di Mobile (USA) dan di Tianjin (Cina).

20180731_144642

Die Maschine kann gleich zwei Flügel einer A350 transportieren

Saat ini, Beluga XL yang dibangun 1000 karyawan Airbus sudah mengudara, tetapi masih dalam tahap uji coba. Baru di tahun 2019 nanti, jika semua berjalan sesuai rencana, Beluga XL akan diterjunkan untuk memperlancar produksi pesawat-pesawat Airbus. Airbus sendiri berencana membuat 5 Airbus Beluga XL hingga 4 tahun ke depan dan total yang dibuat hingga ke depannya hingga 8 unit.

Bagaimana dengan Beluga ST? Tetap dipakai kok.. Usia 20 tahun masih terlalu segar untuk dipensiunkan…

https://www.sueddeutsche.de/wirtschaft/luftfahrt-airbus-hat-einen-neuen-fliegenden-wal-1.3937394

 

Akhir pekan lalu Blog Sesat tersesat ke salah satu restoran di kota Essen. Seorang teman yang punya voucher mengajak makan seafood. Wah, kangen juga makan seafood.. Kalau tak ada yang ngajak sih saya ga bakal ke sini hihi.. Maklum, kata orang Jepang Blog Sesat itu mashikere…

IMG-20180916-WA0023

IMG-20180916-WA0034

Kami kena yang tarifnya 23,9 Euro. Maklum, weekend… Itu benar-benar makan sepuasnya dan bisa ambil minuman sepuasnya. Kesanya mahal juga ya, tetapi kalau tau harga makanan di Jerman, ini okelah..murah malah, mengingat yang dimakan salah satunya seafood…

20180916_175142

20180916_175150

20180916_174920

Ada makanan yang sudah matang, ada Sushi, ada juga yang masih perlu dimasak. Yang perlu dimasak tinggal kita ambil dan serahkan ke bagian yang akan memasaknya. Bumbunya kita yang menentukan dan tentu apa yang mau dimasak kita bisa pilih. Demi keamanan, tentu Blog Sesat ambil seafood saja. Pencinta daging-dagingan lain tentu ada..

20180916_175211

Bahkan ada daging buaya: Saya ga coba haha…

20180916_174953

Kira-kira, ini yang saya makan:

20180916_175615

20180916_183309

20180916_185150

Alhamdulillah..bisa makan enak.. Walaupun sedih, uang makan untuk sepekan habis di satu sore saja huhuhu… Ya pengalaman, menikmati yang halal biar bersyukur juga kan..

Meskipun sebenarnya sistem buffet ini diperdebatkan, karena berpotensi merugikan salah satu pihak. Bisa yang rugi si restoran, bisa juga yang rugi si konsumen.

Saya pribadi sih sebenarnya menghindari… Sebab buffet mau tak mau membuat kita cenderung makan berlebihan..

IMG-20180916-WA0030

Oh ya..Buffet tentu ada aturannya juga. Pengunjung hanya boleh makan selama 2,5 jam. Itu cukup banget kok untuk makan banyak dan santai..

20180916_193340

Pihak restoran pun menghimbau tamunya tak membuang-buang makanan, mengambil sebaiknya ya secukupnya. Tamu juga tak boleh membawa pulang minuman, itu dianggap pelanggaran.

Tamu yang menyisakan makanan lebih dari 100 gr per piring ataupun minuman yang tak habis sebanyak setengah botol, restoran akan mendenda 5 Euro.

Bagaimana Bro? Murah ya.. makan seafood sepuasnya di Indonesia kayanya ga dapet deh harga segitu…

Artikel ini khusus buat yang mau belajar mengaji, tetapi malu bertanya hihi…

Seorang teman mengirimkan arti tanda-tanda, dalam hal ini ada huruf-huruf di dalam Al Quran yang biasanya terletak di atas dan dicetak kecil. Buat yang bertanya-tanya itu fungsinya apa, mudah-mudahan artikel ini bisa membantu.

IMG-20180623-WA0004

Yang pertama ada huruf mim di atas. Sebenarnya huruf mim di atas ada 2 macam. Kebanyakan sih memang untuk dibaca mim-nya, tetapi ada juga mim yang gunanya sebagai tanda untuk berhenti. Nah, ini perlu dikenali beda penulisan mim-nya, dicek deh arah buntut mim-nya.

Selanjutnya ada huruf lam. Gunanya kebalikan huruf mim, yakni justru jangan berhenti.

Kalau huruf jim, artinya boleh berhenti, tetapi tidak harus.

Huruf shot, artinya boleh berhenti, tetapi sebaiknya disambung atau dilanjutkan.

Huruf kof – lam boleh baca terus, tetapi sebaiknya berhenti.

20180724_220602-1

Bagaimana dengan tanda titik tiga di atas? Tanda ini munculnya sepasang. Kita hanya boleh berhenti di salah satu titik saja. Tidak berhenti di keduanya.

20180724_220823-1

Sekian informasinya.. Sebaiknya tentu memang belajar langsung ke guru ngaji yang kompeten..

Salah satu ciri khas motor klassik itu adalah banyaknya unsur logam yang digunakan untuk body dan lampu-lampu motor. Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan ekonomi, material plastik makin digemari. Selain harganya murah, material ini tahan karat, lebih ringan, mudah diproduksi. Ya bisa dibilang menguntungkan konsumen juga sih ujung-ujungnya.

Pabrikan jarang yang sepenuhnya mempertahankan material logam. Ini bahkan juga terjadi di pabrikan yang memproduksi motor level premium. Mereka pun sebenarnya tak lepas dari tuntutan untuk membuat produk yang terjangkau. “Keterpaksaan” ini bisa kita lihat di Triumph. Coba lihat foto ini:

20170304_114102

Yang sekelas Triumph pun akhirnya tak bisa menolak kehadiran plastik sebagai bahan utama untuk membuat lampu-lampu mereka. Kalau di motor keluaran pabrikan Asia, wah, kita bisa protes nih hadirnya plastik-plastik ini di motor yang tergolong premium. Namun, Triumph pun kini juga begitu.. Lihat rumah lampu rem dan rumah lampu sen yang tak lebih keren dibandingkan motor batangan 150cc di Indonesia hihi..

Untuk spatbor, menarik.. Triumph mengombinasikan logam dan plastik di sini. Di bagian pangkalnya masih menggunakan logam dan berdesain motor klassik, bagian belakangnya yang dipasangi mata kucing dan tempat plat nomor sudah dibuat dari plastik.

Untung aja merknya Triumph hihi.. Itu knalpotnya dan joknya keren..bisa jadi kompensasi untuk parts plastik yang menghiasi buritan motor Triumph Scrambler ini.

Judul yang aneh? Bisa jadi…

Biar tidak aneh, coba dipahami, yang kita bahas kali ini bukan motornya, tetapi hewan yang bernama Vespa..

20180909_160806-1

Vespa sendiri berasal dari bahasa Italia untuk hewan yang biasa kita sebut tawon.. Ya tau sendiri lah maksudnya kalau lihat foto. Vespa di dalam bahasa Jerman disebut Wespe, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan Wasp / Yellow jacket.. bukan anak UI tapi ya…

Di dalam bahasa Latin, hewan yang jadi merk motor mendunia ini disebut Vespula Vulgaris.. Entah di sisi mana ada sisi vulgarnya hihi..

20180909_160812-1

Oh ya, si Vespa ini kan terkenal sebagai pencari madu… Nah lucunya pas acara bakar-bakaran, doi menggantikan fungsi lalat wkwk.. Vespa hinggap di daging yang sudah disiapkan, hinggap di berbagai minuman yang memang mengandung gula dan juga tak sungkan hinggap di sisa-sisa makanan.

Dan anehnya, kayanya mereka doyan daging haha..lihat saja foto-foto itu.. mereka pun terkesan tak takut orang, cuek aja cari makannya..ga peduli nyawanya bisa terancam..

Mungkin lebih cocok diberi nama Vespa Omnivora ya dibanding Vespa Karnivora.. Karena semua disikat..semua enaaaak…

Sekitar dua pekan lalu akhirnya saya berkesempatan menghadiri acara bakar-bakar enak hihi.. Seru juga sih mengamati barang-barang apa yang diperlukan untuk panggang-memanggang di sini. Ya biar enak tentu yang pakai arang lah, kalau yang panggangan elektrik mah ga dapat feelnya dan rasanya pun beda..

20180909_143704

Hal pertama yang beda adalah arangnya. Arang di sini belinya di supermarket dalam kemasan yang lumayan besar. Kalau di Indonesia kan diplastikin dan biasanya kecil-kecil, tanpa merk pula. Di Jerman, bikin arang pun bisa diprofesionalkan dan ada merknya. Mereka juga menjual dalam kemasan yang besar, yang di foto beratnya 3Kg.. Ya sesuai lah dengan panggangannya yang juga besar. Bentuknya juga seperti beraturan gitu, berbentuk bantal… buset wkwk..rapi-rapi amat ya buat arang saja ada seperti cetakan atau ukuran standard.

20180909_143839-1

Oh ya, menyalakan arangnya ternyata juga lumayan lama karena bentuknya yang begitu. Wah, bakal repot nih saya pikir. Ternyata ada barang yang digunakan untuk membantu menyalakan arangnya, yakni seperti sabun dari parafin. Nah, ini kalau dibakar mirip plastik ya, tapi awet dan menyala terus, jadi tak perlu repot-repot menyelipkan kertas atau kardus untuk menyalakan arang, cukup ambil si parafin ini, potek-potek, lalu sebarkan di bagian bawah arang.

20180909_143839

20180909_144226

Untuk menyalakan, tentu pakai korek biasa.. Nah, minyak tanah pun sudah dijual juga dalam kemasan dalam botol. Di Indonesia dulu kan kita pakai minyak tanah.. Sekarang bagaimana ya? Udah agak sulit juga kan mencari minyak tanah..

20180909_153945

20180909_153958

Perlu waktu lumayan lama sih hingga arangnya siap. Mungkin sampai 15 menit, lebih lama lah dibandingkan yang biasa di Indonesia, apalagi kalau pakai arang batok kelapa yang memang cepat siap digunakannya.

IMG-20180909-WA0028

Yang mengejutkan saya, ini ga perlu acara ngipas-ngipas… Begitu arangnya siap, terlihat dengan warnanya yang jadi abu-abu, tinggal taruh saja apa yang mau dipanggang. Dan arang itu habis setelah 3 jam! Yup, bisa dipakai dari buat panggang sampai bikin teh wkwk…

20180909_154330-1

Untuk minuman, ada satu yang menarik dari berbagai minuman yang ada..

20180909_143236

Baru tau saya ada Turka Cola wkwk… Dulu pernah lihat Mecca Cola.. Pas saya sedang mengomentari ini, seorang teman asal negerinya Mo Salah mengatakan, di negaranya juga ada semacamnya, yakni Siyna Cola.. Dari nama salah satu kota di Mesir..kota Sina.

Di Indonesia sudah ada belum ya?

Ingin punya rumah bergaya Eropah???

Tak tanggung-tanggung, ala-ala bangsawan Eropaaa?

Tentu butuh dana besar ya…. Maklum, bangunan-bangunan di Eropa memang besar-besar dan kokoh karena harus menahan gempuran cuaca dingin dan zaman dulu kan tentu istana sering juga merangkap benteng, harus tebal dan tinggi untuk urusan pertahanan.

Ada satu ciri yang mungkin bisa diterapkan di Indonesia, murah meriah..yakni penggunaan tanaman rambat di dindingnya.. Lihat saja rumah biasa yang ada di Jerman ini. Bangunannya biasa, tetapi tanaman rambatnya membuat ada kesan gimanaaaa gitu..

Kalau dicoba di rumah Indonesia, menarik juga. Rumah dijamin lebih adem dan tampilannya asri plus unik. Hanya saja, tentu perlu konsultasi juga dengan orang yang paham. Salah-salah nanti dindingnya malah lapuk.. Kalau sampai roboh mah jadi gaya Eropah pasca Perang Dunia II..

20180909_141843

 

………………………………..

krik..krik…krik….

plok..plok..plok…….

IMG-20180910-WA0038-1

Krik…krik…krik…..krik…..

tersesat muter-muter

  • 2.102.164 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight di Norton V4 RR
arieslight di Buffet Seafood Gan…
arieslight di Belajar Ngaji….
arieslight di Vespa Karnivora?
arieslight di Bakar-bakar enaaaak…

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan