Terima kasih sebelumnya sudah menyesatkan diri ke Blog Sesat. Untuk sepekan ke depan atau lebih, Blog Sesat berhenti dulu menyajikan artikel..

IMG-20181201-WA0003

Kalau ada kesempatan, Insya Allah kita jumpa lagi…

Tetap sesat, tetap semangat!!!!!!!!!

Iklan

Ya, itulah yang terjadi ketika iklan NSU Prima D 150 ini saya tunjukkan ke teman yang pernah memiliki Lambretta LD 150. Bukan cuma melongo, dia jadi galau berat, gelisah luar biasa haha… Gregetan karena melihat harga yang hanya 650 Euro saja! Buset.. Cuma seharga Vespa Excel di Indonesia yang surat dan kondisi bagus kan..

20181103_203949

Sebagai gambaran, Lambretta LD 150 di Indonesia sendiri harganya gelap saking jarangnya unitnya. Kalau punya uang “cuma 60 jutaan”, maaf, kurang Bro… Ya tapi cari-cari boleh lah..dengan nego yang baik dan keadaan tertentu, siapa tahun dengan dana segitu bisa dapat Lambretta LD 150. Namun, susah ya…susaaaaaah hihihi..

Jangan melongo Bro.. Judulnya bukan hoax kok hihi…

Di sebuah acara yang mengangkat tema “pekerjaan berpenghasilan besar tanpa kuliah”, salah satu pekerjaan yang dikedepankan adalah tukang sampah. Suatu hal yang di Indonesia bisa dibilang tak bakal keluar ya kan.. Kalau di Indonesia, pekerjaan tanpa kuliah yang berpenghasilan besar bisa jadi yang keluar: pedagang, juragan kos, punya cafe, jadi artis dsb.nya hihi..

20181205_211452

Nah, apa yang membuat jadi tukang sampah di Jerman dianggap pekerjaan yang disukai. Tuh lihat gajinya: sebulan bisa dapat 3000-3500 Euro! Untuk ukuran Jerman pun gaji segitu termasuk besar.

Pekerjaan ini juga diminati karena jam kerjanya yang tak panjang. Syuting ini diambil di Hamburg. Di sana, jam kerja dimulai dari pukul 6 pagi, pukul 2 siang, para tukang sampah ini sudah bisa kipas-kipas Euro hihi.. Dalam setahun pun mereka dapat jatah libur 30 hari selain libur akhir pekan.

Tak heran tukang sampahnya kelihatan menikmati profesinya.. Apalagi di Jerman selentingan tentang pekerjaan tertentu dianggap rendah itu sangat minim. Saya pribadi tak pernah dengar di Jerman orang dihina atau diremehkan karena profesinya..

Kenapa kurang tenar? Ya jelas lah..jangankan motornya, pabrikannya saja hanya segelintir yang pernah dengar. Kalau disuruh sebut 5 merk motor asal Italia, niscaya merk Laverda tak akan terbersit di benak.

Yang kita bahas kini adalah Laverda 750 SFC yang merupakan motor legendaris, tentu buat yang tau saja… Diperkirakan ada 1500 unit motor sport ini. Meskipun sebanyak itu, yang original Laverda 750 SFC yang berupa production racer pabrikan hanya ada 549 unit, sisanya hanya hasil modifikasi wkwk… Ya ibarat NSR SP ada yang original dan ada yang jadi-jadian..

20170409_142132

Laverda 750 SFC sukses di ajang balap Formula 750, sebuah balap motor jarak jauh, ya sudah seperti balap ketahanan lah.. Di awal tahun 1970, doi merupakan motor jalanan tercepat di masa itu. Soal warna yang seperti motor pak pos, ya ini warna khasnya. Jangan coba cari warna lain karena tidak ada… Saat ini Laverda 750 SFC jadi motor collector item, unit yang kondisi baik dari seri-seri awal bisa diperoleh di atas 40.000 Euro.

20170409_142141

Laverda 750 SFC diawali dengan dipasarkannya Laverda 750 di tahun 1968. Motor berkapasitas 750cc dengan konfigurasi mesin twin (bore 80mm X stroke 74mm) bisa menghasilkan tenaga 60 PS @ 6500 rpm.

Rangkanya twin tubular yang di depan dikawal garpu depan Ceriani 35 mm dan lengan ayun belakang pipa, standard lah.. Velg depan dikawal ban ukuran 3.25–18- (depan), nantinya jadi 3.50–18, dan 4.00–18-(belakang).

Laverda 750 dikenal sebagai motor yang sangat handal bin tahan banting. Si anak pendiri firma, Massimo Laverda, menggeber motor versi berikutnya produksi perusahaan ayahnya di tahun 1969. Motor kece ini turun di banyak balap ketahanan. Tahun 1970, team Laverda menang balap 500 Km di Monza dan 1971 menang balap 24 jam Montjuic.

20170409_142225

Mei 1971 pun akhirnya diperkenalkanlah Laverda 750 SFC (SUper Freni Competizione), edisi Laverda 750 yang dibuat untuk balap. @0 unit motor pertama hanya dibuat khusus untuk ikut balapan. Bedanya dengan versi Laverda 750 biasa bukan sebatas beda tampang saja (jok yang lebih rendah, bikini fairing dan tanki alumunium). Motor versi balap ini dibekali pompa oli lebih besar dan bagian lain yang diperkuat. Tenaga pun naik jadi 70 PS @ 7300 rpm.

20170409_142200

Di Jerman, Laverda 750 SFC tergolong salah satu motor jalanan termahal di zamannya dengan banderol 10.000 Deutsche Mark. Seri ke-2 Laverda 750 SFC diproduksi mulai 1974, seri ini terproduksi 222 unit yang separuhnya diekspor ke USA. BEda dari seri ke-1, seri selanjutnya ini dibekali rem depan cakram Brembo 280 mm, sebelumnya masih mengandalkan rem tromol duplex 230 mm. Garpu depan yang tadinya 35mm pun diperbesar diameternya jadi 38mm, merknya pun masih dipercayakan ke Ceriani.

Seri ke-3 hanya dibangun 160 unit saja di rentang 1975-1976. Perubahan hanya di sisi spul pengisian saja.

20170409_142121

Tahun produksi 1971-1976
549 unit
Motordaten
Mesin twin 4 tak berpendingin udara SOHC 2 klep per silinder

2 × 36 mm- karburator Dell’Orto-, Batterie-

Pengapian: Bosch

Kapasitas mesin (cm³) 744
Tenaga (kW/PS) 70 PS 7.300/min (1971)
75 PS 7.500/min (1976)
top speed (km/h) 204 (1971)
215 (1976)
Percepatan 5-tingkat percepatan
penggerak rantai
rem tromol-Duplex/ cakram
jarak sumbu roda (mm) 1480
tinggi jok (cm) 77,5
berat kosong (kg) 198 (1975)
model sebelumnya Laverda SF

20170409_142212

Gimana Bro? Kece kan.. Oke juga nih buat acuan modif cafe racer dengan bikini fairing…

20170409_142239

 

Salah satu part motor yang super penting untuk melihat dan keselamatan di malam hari yakni lampu depannya. Part ini bisa memberi ciri khas dan tampang pada motor. Di kalangan penggemar motor klassik, kalau lampu sebuah motor bukan original, maka tergolong mudah dikenali. Makanya, banyak yang bela-belain untuk menjaga bagian ini dalam kondisi original.

Kalau di motor biasa lampu depan tak murah, di motor klassik tentu lebih ngeri lagi harganya. Contohnya harga lampu BMW klassik yang berstatus NOS ini.

20181124_111654

Yup, 999 Euro.. Ongkos kirimnya pun ngelunjak minta 20 Euro wkwk..  Gila juga, mentang-mentang NOS, masang harga jadi suka-suka… Gimana Bro? Pernah lihat lampu depan motor lain yang harganya lebih sangar?

Kembali lagi kita bahas motor klassik Italia yang harganya tak kalah dibanding sedan Eropa keluaran terkini. Yang kini dibahas adalah Ducati 900 Mike Hailwood Replica, sebuah motor balap produksi masal yang merupakan pengembangan teranyar Ducati 900 Super Sport.

Motor ini diproduksi dalam rangka merayakan kemenangan Ducati di tahun 1978 di ajang Tourist Trophy. Motor dengan pengapian platina ini bisa dibilang legendaris dan cocok buat belagu-belaguan di jalan hihi.. Zaman dulu bisa belagu karena kencang, zaman sekarang belagu karena muahal…

20170409_141834

Berikut ini adalah spesifikasi motor yang warnanya seperti cabe ijo berpadu dengan cabai merah hihi..:

4-Tak 2 silinder V-90°
Bore x Stroke 86 x 74,4 mm
Kapasitas mesin 863,9 cm³
Kompresi 9,5:1
Klep Desmodromik
Pendingin udara
Karburator 2 buah Dell’Orto PHM berventuri 40 mm
Tenaga maksimum 72 PS @7000 U/min
Torsi maksimum 8,5 kgm @5800 U/min
Kecepatan maksimum 220 km/jam

20170409_141955

Percepatan 5-tingkat percepatan
Penggerak rantai
kopling kering

20170409_141858

 rangka: teralis baja dengan double down tube
suspensi depan garpus teleskopik hidrolik Ø 38 mm
suspensi belakang  dual schock yang bisa disetting
rem depan dobel cakram Ø 280 mm
rem belakang single cakram Ø 280 mm
ukuran ban depan 100/90 V 18
ukuran ban belakang 110/90 V 18
panjang 2.220 mm
lebar 700 mm
tinggi 1280 mm
tinggi jok 750 mm
jarak sumbu roda 1.500 mm
berat kering 195 kg

20170409_141752

 

20170409_141905

20170409_141808

Intinya motor ini adalah Ducati 900SS yang dibuat dengan liverynya Hailwood di ajang TT 1978. Tentu biar special perlu dibedakan dibandingkan Ducati 900 SS biasa. Ducati membekali replika ini dengan rem Brembo dan silencer produksi Conti. Pada tahun 1984, motor ini dibore up oleh Ducati hingga 973cc. Hasilnya tenaga naik menjadi 76 HP. Ya luamyan, naik berkat bore up, klep lebih besar dan desain crankshaft baru.

20170409_141819

Kepincut Bro? Kelihatannya mahal dan langka sih, tapi bukan berarti harganya tak terbeli. Masih kebeli lah.. Sebab hingga akhir diproduksinya di tahun 1985, Ducati berhasil memasarkan 7000 Ducati 900 MHR ini.

20170409_142047

20170409_141933

20170409_142036

20170409_142104

20170409_141914

20170409_141825

20170409_141847

 

Sebelumnya kita sudah pernah bahas motor klassik Italia ini. Harga yang di tahun 70an di rentang 6500 US dollar kala itu hampir setara 3 unit harga Honda CB 750 baru. Harga sekarang terpantau sudah di atas 100.000 bahkan sampai 120.000 US dollar. Tak heran, kondisi motor klassik ini benar-benar terawat hihi.. Yang punya jelas bukan sembarang orang.

Oh ya, ini ada satu unit MV Agusta 750S America lainnya. Beda dengan yang sebelumnya, yang ini sudah generasi setelahnya. Doi sudah dibekali cast alloy wheel. Sempat baca juga, kalau yang ini sudah bukan 750cc lagi, tapi sudah naik jadi 790cc.

Silahkan dinikmati keindahannya…

20170409_140757

20170409_140804

20170409_140825

20170409_140833

20170409_140839

20170409_140844

20170409_140854

20170409_140907

20170409_140949

20170409_141003

20170409_141035

20170409_141050

 

Ada kebanggaan tersendiri mengetahui ada buatan Indonesia yang menjadi bagian di pesawat komersial terbesar dan juga salah satu yang tercanggih saat ini, yakni Airbus A380. Selama ini kan taunya ini pesawat buatan Eropa saja, ya Prancis, Jerman dan Spanyol lah…

20181009_183616

Telat banget ya Blog Sesat baru tau sekarang hehe.. Ya baru taunya juga tak sengaja melihat salah satu cuplikan berita dalam negeri di Youtube. Wah, bahkan beritanya dari tahun 2016.. Ketahuan Blog Sesat kurang up date hihi..

20180922_142709

Tentu pembuat komponen untuk pesawat tak bisa sembarangan. Kualitas harus dipastikan nomor satu! Apalagi yang dibuat ini bagian depan sayap, harus kuat lah… bagian dari alumunium ini tentu harus dibuat teliti dan super presisi.

Siapa lagi kalau bukan PT. Dirgantara Indonesia yang punya kemampuan untuk melaksanakan tugas ini. PT. DI dipercaya Airbus untuk membuat bagian inboard outer fixed, leading edge dan drive rib sayap A380.

20181009_105644

Tak cuma itu, PT. DI juga punya andil membuat komponen sayap Airbus A320, yakni bagian leading edge skin (bagian depan sayap yang bisa turun ke bawah itu lho kalau pesawat mau take off atau landing), engine pylon (bagian yang menghubungkan mesin dengan sayap), dan drop nose (bagian pangkal sayap).

Dan terkejutnya lagi, PT DI sudah sejak 2002 terlibat ya.. Sejak 2002-2015 mereka sudah menyuplai 230 set komponen sayap A380. Hmmm.. Blog Sesat benar-benar payah nih intelijennya wkwkwk..

Ga papa lah.. gini aja sudah senang kok.. Di pesawat favorit ternyata ada buatan Indonesianya!

Monggo dicek sendiri ke sini:

 

Nama MV Agusta di Indonesia sudah lumayan tenar. Motor ini sudah jadi simbol status yang menggeser Ducati karena image Ducati yang tak sementereng dulu. Maklum, banyak yang punya dan produk mereka ada varian “terjangkau” orang yang bukan orang kaya-kaya banget hihi…

Nah, yang kita bahas sekarang varian MV Agusta yang belum pernah terlihat penampilannya di Indonesia. Padahal layak banget nih dilirik yang fanatik motor Italia yang sayangnya meninggalkan ajang WSBK tahun depan.

20170409_142353

MV Agusta 750S dibuat untuk memenuhi permintaan dua orang importir MV Agusta di USA di tahun 1970an, yakni Chris Garville dan Jim Cotherman. Menurut prediksi mereka, pasar untuk motor sport berpreforma balap dengan harga mahal itu bisa diciptakan… Ya itu insting kedua importir itu yang terbukti salah wkwk.. Namun, kalau tak ada kesalahan macam ini, tentu tak akan terbit motor-motor dengan spek jauh di atas pasaran macam MV Agusta 750S America ini.

MV Agusta dengan pengalamannya di balap GP dunia pun menyanggupi permintaan dua importir itu. Mereka membuat motor 4 silinder 4 tak berkapasitas 789cc DOHC yang sanggup membangkitkan 75 bhp dan punya red line di 8500rpm.

20170409_142250

Mesin itu berbasis dari mesin 500cc mereka yang terjun di balapan Grand Prix tahun 50an. Mesin ini sendiri tak pernah diturunkan teknologinya ke motor jalanan, hingga akhirnya di tahun 1966 MV Agusta membuat MV Agusta 600 alias MV Agusta 600 4C alias MV Agusta 600 Tourismo.

Oh ya, motor 4 tak 4 inline DOHC 600cc yang diproduksi tahun 1966-1970 ini dijuluki motor Italia dengan desain terjelek wkwk.. Kasian ya.. Padahal kalau dilihat mirip dengan Honda Dream  305 atau Honda Blackbomber 450, hanya saja lampu depannya kotak aneh.. ya membuatnya jadi mirip Münch Mammut, motor Jerman bermesin mobil itu lho…

Biarpun dianggap jelek desainnya, kualitas dan kemampuan mesinnya terdepan di zamannya. Banyak akhirnya yang mencangkokkan mesin MV Agusta 600 ke rangka motor Jepang.

20170409_142324

Singkat kata, MV Agusta berhasil membuat MV Agusta 750S menjadi sebuah motor yang punya performa dan handling di atas rata-rata pesaingnya di pertengahan tahun 1970an. Ya wajar saja sih kalau lihat harganya juga. Motor Italia ini dibanderol 6500 US dollar, sedangkan motor selevelnya, yakni Honda CB 750 yang sama-sama punya mesin 4 silinder inline dijual 1/3 harganya, hanya 2190 US dollar saja hihi…

Mahal sih, tapi memang kemampuan 750S America pun terunggul di kelas 4 tak. Doi hanya bisa disaingi motor-motor sport 2 tak kapasitas besar.

20170409_142318

Performanya di lintasan drag 1/4 mil tembus 13.06 detik dengan kecepatan di garis finis 105. 14 mph. Top speednya sendiri bertengger di 130.4 mph. Catatan waktu dan kecepatannya ini cukup untuk menaklukkan hampir semua street legal factory bike!

Wajar sih kalau lihat konfigurasi mesinnya yang overbore.. 67mm bore dengan stroke 56mm berkompresi 9,5:1 tentu membuat motor yang tiap silindernya dipasok Karbu Dell Orto berventuri 26mm ini punya mesin menggigit.

20170409_142309

Sebuah fenomena yang wajar mengingat siapa MV Agusta kala itu. Darah balap pabrikan Italia ini terlihat dari rekam jejak mereka yang memenangkan 37 kejuaraan balap dunia di tahun 1952-1973, bahkan di antaranya 16 kali titel juara dunia 500cc yang disabet dalam kurun waktu 18 tahun saja. Sebuah prestasi yang sulit bisa diulang di masa kini. Kecuali Marquez masih balap hingga 15 tahun kedepan bersama Honda dan selalu jadi juara dunia hihi…

20170409_142259

Gimana Bro? Tertarik punya motor Italia berbobot kering 235 Kg ini?

20170409_142344

Dulu memang harganya hanya 6500 US dollar, tapi sekarang tentu beda. Namanya punya status motor klassik, apalagi berperforma tinggi plus asal Italia pula, MV Agusta 750 S America bisa diperoleh seharga 3 unit Ducati Panigale V4 hihi… Yup, sedia dana 80-90ribu US dollar lah minimal.. Eh, itu harga tahun 2010 deh, sekarang bisa jadi lebih dari 100 ribu US dollar..

Menyimpan logam mulia macam emas bisa jadi solusi bagi mereka yang ingin menjaga nilai uangnya atau ingin berhenti membiakkan tabungannya dengan bunga deposito. Nah, kalau emas batangan 100 gramm terlalu tinggi di angan-angan, emas 50 gramm pun masih jauh dari anggaran sekarang, emas 5 gramm pun belum cukup dananya, ada nih emas berukuran besar, 100 ribuan saja dan bisa dimakan wkwk… Maaf tidak nyambung, namanya kan Blog Sesat wkwk…

Ini dia penampakan bola emas itu:

20181121_172250-1

Gimana Bro? Jujur saja saya sempat tergiur ingin mencicipinya. Ya penasaran saja sih, soal rasa mah sama-sama saja sepertinya. Ada ide apa ya Ferrrero Rocher buat coklat Grand Ferrero Rocher yang berukuran besar macam kelapa parut begini? Jangan-jangan pengaruh kuliner Indonesia yang banyak jualan baso berukuran besar dan makin besar dan makin besar…

Namun, menimbang harganya yang lumayan (setara jatah beras Blog Sesat untuk 3 pekan) dan mengingat kalau dimakan langsung sampai habis takutnya bikin keleyengan gara-gara gula darah naik drastis, Blog Sesat memutuskan tak jadi beli..

#Artikelgapenting

 

tersesat muter-muter

  • 2.144.082 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan