Yang doyan motor gede tahun 80an pasti kenal dengan Honda CBX 1000, maklum, ini motor fenomenal dengan 6 silindernya, meskipun sebenarnya masih ada merk lain asal Eropa yakni Benelli yang juga punya motor 6 silinder. Mungkin lebih terkenal karena bisa dibilang termasuk motor impian yang kebeli ya.. Kali ini saya tak mau cerita detail, seadanya saja, yang bersangkutan dengan motor massal pertama di Jerman yang bertenaga lebih dari 100PS. Kemunculan motor ini di Jerman dan diikuti Kawasaki Z1300 membuat otoritas roda 2 di Jerman memutuskan untuk membatasi power motor tertinggi di Jerman hingga 100 PS saja. Aturan ini bertahan lumayan lama, hingga tahun 1998 Bro! Ga heran, dulu BMW ga berkembang ke arah superbike!

20170409_121851

Honda CBX 1000 diproduksi di rentang tahun 1978-1980. Motor 4 tak 6 silinder sejajar dengan 4 klep per silinder ini disuplai 6 buah karburator Keihin 28 mm! Ibarat 6 karburator Tiger untuk satu mesin wkwk, jangan ngomong irit! Untuk menempuh 100 Km dibutuhkan 7-12 liter! Melihat kapasitasnya yang 1047cc, tak heran motor ini bisa menghasilkan 105 PS@ 9000 rpm! Meskipun bobotnya 275 Kg, motor ini bisa berakselerasi 0-100Km/jam bisa dalam 4 detik saja! Top speed pun wow di zamannya, 220 Km/jam Bro..

Motor yang masih bersuspensi belakang stereo ini mulai dipasarkan di Jerman sejak April 1979. Total ada 580 CBX 1000 yang mendapat surat izin berkeliaran di Jerman hingga saat ini. Hmmm jauh berkurang Bro, sebab awalnya Honda yang total memproduksi 36000 CBX yang 6000 di antaranya terjual di Jerman!

20170409_121556

CBX 1000 alias CB1 digantikan suksesornya di tahun 1981, yakni CBX Prolink SC06. Dengan Prolink ini, Honda berusaha menjawab kritikan terhadap suspensi CBX generasi pertama. Bro bisa lihat di gambar, Prolink sudah monoshock plus diberi fairing separuh yang membuatnya semakin berkarakter touring. CBX Prolink yang dimaksudkan bisa lebih laku ternyata gagal.. Prolink hanya terjual 400 unit saja, mengecewakan memang..

CBX bisa dibilang terkenal, tetapi sebenarnya motor ini bisa dibilang terlalu… terlalu banyak silindernya, terlalu berlebihan lah wkwk..kebayang 24 klep plus 6 karbu dan 6 silinder, tentu biaya perawatan sangat tinggi dan konsumsi bahan bakarnya boros. Apalagi akhirnya motor 4 silinder bisa menyamai tenaga motor 6 silinder ini.

Bagaimana pasarannya hari gini? Bisa dibilang termasuk stabil harganya, sebab masih setara dengan harga motor baru. CBX 1000 gen awal kondisi original bin terawat pasarannya 9000-12000 Euro. CBX Prolink yang lebih langka justru anehnya tak setinggi yang versi stereo, pasarannya mulai 6000 Euro saja.

Gimana Bro? Ada yang berani pelihara 6 silinder? Nyetting karbunya bikin mumet ya, apalagi kalau sudah mulai error karburatornya hihi…

Iklan

Perkenalkan mobil yang setahu saya tiada duanya di dunia.. Mercedes-Benz 540 K Stromlinienwagen alias streamline wagon.. Doi merupakan mobil prototipe tahun 1938 yang dirancang untuk balapan jarak jauh Berlin-Roma!

20170409_132719

Tahun 30an, memang Autobahn alias jalan raya dibangun dengan cepatnya. Dan faktor ini membuat mobil-mobil bisa digeber lebih kencang. Ujung-ujungnya, faktor aerodinamika makin menentukan.. Inilah tantangan yang coba dijawab sedan yang dibangun di bawah bimbingan Hermann Ahrens ini.

20170409_132728

Tadinya mobil ini dirancang untuk jadi mobil balap jarak jauh yang efisien. Namun, akhirnya doi malah dijadikan Dunlop Jerman untuk mencoba ban generasi baru yang lebih aman, kuat dan handal untuk kecepatan tinggi.. Ya disesuaikan dengan karakter Autobahn.. Akibat PD II, semuanya morat-marit. Tahun 50an, bagian-bagian penting 540 K akhirnya bisa diperoleh kembali oleh museum Mercedes-Benz. Dan proyek perakitan dan restorasi yang melibatkan banyak ahli pun dilaksanakan untuk mengembalikan mobil berkaroseri alumunium ini kembali ke bentuk semula. Butuh 4800 jam kerja untuk merekonstruksi dan merestorasi mobil super kece ini.. Menilik jumlah jam kerjanya, jangan coba-coba bayarin ini mobil ya.. Baru di tahun 2014 mobil ini akhirnya jadi!

20170409_132746

Doi pun langsung ditest di wind tunnel dan dapat nilai koefisien drag 0,36.. Hmm, bagus ga tuh ya? Saya terlalu awam untuk menilainya hehe.. Kalau dari samping gini, wah kerennya keterlaluan ya hihi..Mengingatkan Blog Sesat pada Batmobile!

20170409_132800

Ketika ditest turun ke jalan, mobil berusia 76 tahun ini tembus 167,97 Km/jam lebih! Edan, tahun 30an lho.. Dengan kompressor menyala, top speed meningkat jadi 185, 57 Km/jam! Ya ga bisa terus-terusan di kecepatan itu sih, karena kompressor hanya dibatasi beroperasi 1 menit tanpa henti. Tanpa kompressor, tenaga mobil berbobot 2,4 ton ini hanya 115 PS, begitu kompressor aktif, melonjak jadi 180 PS.

Gimana Bro? Pusing ya lihat body full alumunium dengan desain stream line hihi..

20170409_120446

20170409_120514

20170409_120607

20170409_120554

s

20170409_120459

Sebelumnya kita pernah membahas Heinkel yang ukurannya besar seperti Lambretta, bahkan lebih besar dan terlihat mewah sehingga doi dijuluki Cadillac! Nah, Heinkel yang kali ini kita bahas adalah Heinkel Perle! Sesuai namanya, Perle alias Pearl alias mutiara, motor sepeda ini memang imut-imut manis mempesona. Buat zaman now juga asik nih dipakai gaul dan buat antar jemput doi..kan pelan di jalan, berduaan makin lama.. Kalau sudah nikah ya ga cocok, apalagi pas marahan wkwk…

Heinkel PErle dibekali mesin 2 tak 49cc (bore 39,0 mm-stroke 41,8 mm) yang menghasilkan tenaga 1,5 PS saja.. Motor dengan 2 tingkat percepatan ini bisa melaju hingga 45 Km/jam. Lumayan banget lah buat jalan-jalan sore dan lalu lintas dalam kota. Soal konsumsi bahan bakar, meskipun 2 tak, kan kapasitasnya imut. Dikatakan untuk menempuh 100 KM hanya butuh 1,3 liter bensin saja!

20170304_130739

20170304_130751

20170304_130813

20170304_130832

20170304_130856

20170304_130842

20170304_130921

20170304_130929

Gimana Bro? Imut-imut cakep ya? Kaya dede-dede unyu hihi….

Btw, di Indonesia terpantau ada unitnya nih:

Mobil sport merah dengan 2 pintu itu identiknya dengan Ferrari..

Namun, yang ini bukan Ferrari..

Meskipun merk ini sering juara balap mobil, bahkan sering juara Formula 1, imagenya bukan produsen mobil balap. Meskipun begitu, secara merk mobil ini disebut mobil mewah.. Bedanya dengan Ferrari, yang ini tahun tuanya bisa lah kebeli hihi.. Kalau Ferrari kan tahun tuanya juga ga kebeli-kebeli..

Sayangnya, yang jenis ini, biarpun tahun tua, tetap ga kebeli…. Inilah Mercedes Benz 190 SL keluaran bulan Juli tahun 1956. Mobil Jerman berkapasitas 1897cc bertenaga 105 PS ini memang bikin gimana gitu ngelihatnya..terlalu bening..terlalu seperti mainan.. Cek Bro..

20170409_114758

20170409_114839

20170409_114855

Mulusnya ga ketulungan ya.. Dan kombinasi warnanya itu lho.. Apalagi di bagian dashboard…. Oh ya, katanya sih baru menempuh jarak 11 Km saja! Dibanderol seharga 129.900 Euro, ini mobil itungannya murah sebenernya..

20161008_151009

Kawasaki mengumumkan recall untuk ZX-10R dan ZX-10RR 2016-2018! Sebuah aksi yang bisa dibilang sangat berat, tetapi harus dilakukan demi keselamatan konsumen mereka. Dan yang bermasalah adalah gigi 2,3 dan 4! Gigi dikatakan kurang kuat karena ketidaksempurnaan dalam proses hardening di ketiga komponen itu. Kalau tak diganti, dikhawatirkan bisa pecah saat perpindahan gigi dan pecahannya bisa membuat mesin macet! Kejadian ini sendiri ditemukan kasusnya di Thailand, negara yang beruntung kebagian menyelenggarakan MotoGP…

Kebayang ya, berapa biaya extra yang perlu dikelurakan oleh Kawasaki untuk program recall ini. Namun, tentu harus dilakukan karena hitungannya sudah risiko keselamatan konsumen. Apalagi motor juara WSBK ini lumayan laku banyak.. Maklum, juara WSBK menahun dan harganya super ekonomis! Paling murah meriah bukan… (CMIIW).

Bagaimana di Indonesia? Hmmm..kemungkinan besar kena juga sih.. Sebab tidak dikatakan terbatas di seri tertentu atau untuk pasar tertentu saja.. Kalau ada yang punya, ganti saja Bro.. Dikatakan prosesnya hanya 2,5 jam saja..Cepet banget ya..

Sumber:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/rueckruf-kawasaki-ninja-zx-10r-und-kawasaki-ninja-zx-10rr-modelljahre-2016-2018.679896.html

Lihat wearpack MotoGP itu sebuah pengalaman tersendiri, apalagi kalau yang dilihat wearpack milik sang idola. Nah, yang kali ini membuat saya sedih, sekaligus ngeri.. Langsung teringat kejadian tahun 2011 di SIC yang menimpa SIC 58.. Maklum, selain wearpack pembalap kribo yang digadang-gadang akan menjadi pengganti VR46 merajai MotoGP dan menghadang terjangan dominasi pembalap Spanyol ditampilkan, wearpacknya itu sendiri yang bisa dibilang babak belur..ya bukan wearpack yang digunakan di balap terakhirnya di SIC sih..

Ini dia penampakannya:

20170304_114534

20170304_114501

20170304_114513

20170304_114507

Gimana Bro? Buat penggemar Simoncelli, pasti jadi terkenang si bengal di lintasan MotoGP yang membuatnya digemari, tetapi disegani kompetitor.. Kebengalan Johan Zarco jelas tak ada apa-apanya dibandingkan SIC 58.

Oh ya, ini wearpack sepertinya dipakai di tahun 2010. Sudah menggunakan teknologi D-air. Yang belum ada bisa dilihat adalah elbow slider..coba bandingkan dengan artikel sebelum ini ya..

Di ajang roda dua di Dortmund tahun lalu, Dainese ikut buka stand. Kalau cuma pamer produk baru saja, itu biasa lah.. Ini spesial karena mereka membawa wearpack asli ex pembalap GP500 hingga MotoGP terkini.

20170304_114432

Tuh, siapa tak kenal Freddie Spencer dari USA? Pembalap yang fenomenal di zamannya ini memang punya skil menonjol. Doilah pembalap yang mengembangkan sang legenda Honda NSR 500. Kehebatannya juga terakhir dibuktikan tahun 1985 dengan menjuarai 2 kelas sekaligus, yakni juara dunia GP500 dan GP 250. Fast Freddie Spencerlah yang menjadi orang terakhir yang bisa menjuarai 2 kelas sekaligus, setelahnya tak bisa lagi, kan aturan melarang.. Yang menarik sih di sini tentu mengamati baju balap Dainese tahun 80an. Kulitnya terlihat tebal, berat, tetapi masih minim protektor.

20170304_114558

Selanjutnya tentu sudah sedikit lebih modern, yakni wearpack legenda USA lainnya yang 4 kali juara dunia GP 500cc, 3x di atas YZR 500 dan sekali di atas NSR 500 Rothmans Honda yang liverynya bikin Blog Sesat melting..

Secara perawakan, wearpack terlihat lebih singset, lebih ngepress ke badan pembalap. Tentu ini baik untuk aerodinamika. Protektor pun terlihat di bagian lengan. Perbedaan lainnya pada banyaknya lubang-lubang kecil untuk respirasi baju balap, dijamin lebih adem.. Oke, sekian penampakan baju balap awal tahun 90an..yup, Lawson menggeber Cagiva di tahun 91 dan 92. Jangan tanya siapa pembalapnya Cagiva Corse di tahun 90.. Yang jelas bukan Dilan wkwkw..

20170304_114542

Nah, langsung ke zaman now..tak ada wearpack dari tahun 90an akhir dan 2000an yang terliput Blog Sesat. Langsung ke tahun 2015. Yang kelihatan banget sih warna wearpack terlihat lebih cerah dan jauh lebih banyak sponsor menghiasi ya.. Secara teknologi pun jelas jauh lebih berkembang. Protektor jelas lebih banyak, mulai dari protektor punuk yang muncul terinspirasi kecelakaan yang menimpa Wayne Rainey.. Di Pundak pun ada protektor titanium dengan logo Dainese..ini yang keren sih pas jatuh, keluar percikan api hihi..

20170304_114626

Teknologi MotoGP yang menungkinkan MotoGP supermiring pun terlihat di wearpack dengan hadirnya elbow sliders.. Yup, kalau dulu Ben Spies membuat gaya elbow down terkenal, kini produsen pun sudah membekali wearpack mereka dengan elbow sliders.. Valentino Rossi punya, Ianone juga punya, artinya memang gaya elbow down itu sudah jadi tuntutan pekerjaan pembalap MotoGP zaman now.

20170304_114423

Kalau bagian knee sliders, sudah lumrah lah ya.. Ditempel di bagian sebelah luar dengkul. Bagian ini sudah jadi bagian penting di baju balap.. Pasti bedanya jauh banget dengan zamannya pertama kali digunakan oleh Kenny Roberts yang bisa dibilang sebagai orang pertama yang memperkenalkan jurus dengkul gesek bumi di ajang GP500.

Yang jelas membedakan lagi tentunya fitur D-air yang bisa dibilang turunan teknologi airbag. Dengan segala sensor ini itunya, wearpack balap memang sudah jauh lebih aman meredam benturan dan mencegah terjadinya cedera serius… Istilahnya, selama cuma terpelanting normal dan terseret seratus-dua ratus meter, pembalap masih bisa melambai-lambai ke penonton lah… namun, untuk benturan frontal macam tertabrak motor, ya masih super tinggi risikonya..

20170304_114522

Apa perasaannya melihat wearpack asli pembalap? Kagum Bro.. tapi jujur saya merinding, sebab yang ini kan asli dipakai pembalapnya dan bekas jatuh..benar-benar jelas di depan mata, serusak apa baju balap ketika memproteksi pembalap yang terseret di aspal di kecepatan super tinggi.. hiiii.. Beda banget dibanding ngelihat di TV yang kelihatannya cuma kaya kotor doang, bahkan kadang ga kelihatan bekas jatuhnya.. Ini lihatnya bikin ngilu..

Musim dingin begini, jarang motor yang dipakai keluar di jalanan di Jerman. Kalaupun ada yang keluar, kebanyakan skuter-skuter 2 tak kapasitas 50cc. Namun, kadang ada juga yang pakai Vespa 2 tak yang secara perawakan mirip dengan PX150 yang beredar di Indonesia. Mungkin karena saking kangennya naik motor, ngelihat begituan aja membuat saya jadi baper…

IMG_20160217_213023

Langsung terkenang masa indah belusukan hingga ke Yogya melalui jalur selatan dan pulang melalui jalur utara. Belum lagi sampai di Cirebon iseng menyesatkan diri lewat jalur tengah..

Merasakan panas hujan berdua dengan si Excel Rose yang bisa dibilang ga rewel sama sekali, alhamdulillah.. Banyak yang ga percaya Vespa bisa keluyuran dengan tanpa masalah sama sekali.. Alhamdulillah saya sudah melewatinya..

Apa hikmah dari perjalanan ini? Salah satunya sih, Excel Rose ga jadi dijual wkwk.. Padahal sudah sempat ditawarkan dengan harga 6 juta nett.. Maklum, dibangun total Bro, meskipun belinya hanya di bawah 3 juta, motor yang rencananya buat merantau ke Bromo ini memakan dana sampai hampir 10 jutaan ketika dibangun total…

Hmmm masih kepikiran ke Bromo dengan Excel Rose ga ya? Entahlah… keadaan sekarang sudah berbeda hihi… Mungkin kalau galau maksimal dan ada panggilan batin, saya dan Excel Rose mau menuntaskan impian berpetualang ke Bromo.. Kalau sampai main pasirnya sih ga tau deh, riskan ya untuk motor dengan ring sekecil Vespa.. Ya kita lihat saja nanti..

IMG_20160207_134625

Motor klassik yang satu ini secara tampilan keseluruhan biasa saja sebenarnya. Cuma kalau melemparkan pandangan ke arah mesinnya, wow.. 6 silindernya langsung menyambut dengan penuh kebanggaan. Oke, Blog Sesat mau sedikit berbagi gambar Honda CBX 1000 yang dijumpai tahun lalu di Dortmund. Yang ini dijamin langka.. kondisinya tidak utuh karena teriris wkwk..

20170409_122031

20170409_122126

Lho..kok utuh??? Sabar Bro, belum saatnya wkwk…

Ini dia tampilannya:

20170409_121538

20170409_122040

20170409_121757

20170409_122108

20170409_121520

Gimana Bro? Sayang ya hihi…

Soal cerita singkat tentang CBX ini, sabar ya..dikukus dulu di dapur redaksi..

tersesat muter-muter

  • 1,925,046 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan