20150418_101611Hari ini saya mau perpanjang STNK si gesit irit, Suzuki Smash tahun 2003 milik adik saya. Pagi-pagi langsung menuju tempat yang biasa di Kalibata. Biasanya perpanjang di SAMSAT keliling tak makan waktu panjang. Sampai di sana pukul 9, wah, mabook langsung lihat antriannya. Karena sempit dan terlihat agak keos saking banyaknya orang, saya enggan buang waktu terlalu lama. Akhirnya langsung tancap gas ke SAMSAT Jakarta Selatan. Wah, tampaknya lagi ada persiapan untuk KAA, jadi tempat parkir yang biasa tak bisa dipakai. Lumayan bete juga jalan cukup jauh dan mulai panas.

Untung kali ini terobati dengan sedikitnya pengunjung SAMSAT yang mau perpanjang STNK motor. Lumayan banget lho, lebih adem dengan AC, antrian lebih jelas, Fotocopy kini hanya 2000 di loket (di SAMSAT keliling dulu dimintain 3000)m, parkiran motor juga kini 2000. Ya, intinya ada perbaikan-perbaikan di SAMSAT. Urusan pun kelar dalam 15 menit. Enaknya, pajak Smash yang tadinya 140 ribuan turun jadi 86000. Lumayan…….

20150412_133311

20150412_133322

20150412_133224

20150412_133014

20150412_132831

20150412_132817

Salah satu kelemahan motor jadul yang diperbaiki di masa kini adalah pergesekan komponennya. Motor-motor baru berupaya memperoleh tenaga lebih besar dengan meminimalisir sesedikit mungkin pergesekan antar komponen. Akhirnya, penggunaan material, desain komponen dan peningkatan teknologi pelumas menjadi jalan keluarnya.

Sebagai pengguna dan penggemar motor, saya pernah sempat memodifikasi kem GL100 saya. GL100 memiliki kem yang belum dilengkapi dengan bearing. Nah, dengan modifikasi pemasangan bearing di kem, diharapkan kem bisa berputar lebih ringan yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan tenaga mesin. Hasilnya bagaimana? Ya tak tau juga sih ahahah..maklum, kan saya tidak membandingkan rasanya si motor berkem tanpa bearing bagaimana. Jadi, begitu GL100 selesai dibangun, mesinnya sudah mengadopsi kem berbearing.Puas deh..hingga suatu hari di fly over Pasar Minggu terdengar letupan dari mesin dan mesin menjadi bersuara sangat kasar. Namun, motor masih mau hidup dan bisa sampai ke tujuan di Tanjung Barat. Setelah ada urusan ini-itu, motor malamnya masih bisa digeber ke Depok. Ya, tentunya dengan hati-hati dan dengan kecepatan rendah.

Besok paginya, motor sudah tak mau hidup sama sekali ketika mau dibawa ke bengkel. Singkat kata, kemnya yang jebol. Jadi, daging yang dibubut dan tersisa untuk pemasangan bearing menjadi terlalu tipis. Di situ saya baru tahu, di dalam kem ternyata kopong haha.. jadi seperti pipa! Nah, karena dipasang bearing dan ketipisan, akhirnya merotorl deh bagian yang terpasang bearing itu.

Akhirnya, GL100 kembali pakai kem standar tanpa bearing. Tarikan terasa lebih berat, yup, power mesin berkurang signifikan, putaran enggan bergasing tinggi. Jadi, sebenarnya baik-baik saja sih kalau mau pasang bearing di kem, tetapi pastikan badan kemnya masih cukup tebal.

Hari Minggu lalu, saya sempatkan diri melongok-longok ke Parjo 2015. Lumayan lah buat cari hiburan, sudah lama juga tidak lihat-lihat motor atau mobil yang aneh-aneh. Dari rumah, duit bawa seadanya, maklum, takut kalap dan beli-beli yang tidak perlu hehe… Berikut ini sebagian kecil dari yang bisa dijumpai di Parjo 2015 lalu.

20150412_132751

20150412_132605-1

Ane rasa yang paling puas datang anak-anak Vespa, hampir disana-sini isinya Vespa. Vespa pun dapat tempat parkir eksklusif.

20150412_134804

20150412_132504

Penggemar Vespa tua macam Kongo pasti melongo…..

Motor-motor modifikasi japstyle dan cafe racer disatukan dengan Vespa-vespa ini, sedangkan di tenda sebelah penuh dengan modifikasi motor fairing, dan matic. Namun, karena mau ada penjurian jadi ditutup, jadi maaf, tak ada fotonya hehe.. Yang caferacer dan japstyle saja nih:

20150412_133400

20150412_133332

Ini CB 4 silinder gubahan Hantu Laut, tempat tanki BMW K100GL Blog Sesat dibuat hihi.. Entah ini CB berapa, mayoritas yang banyak di Indonesia sih CB 750 dan 650. Menurut Blog Sesat, motornya memang menggugah selera riding, tetapi detail dan proporsinya masih kurang…

20150412_132716

Honda apa nih yang dimodif? Entah S90 atau 90Z, ane tidak hafal.. Namun hasilnya lumayan menarik. Dipakai harian pasti nyaman di kantong, tetapi tetap membahagiakan ditunggangi..

20150412_133418

Modifikasi Thunder 250. Lumayan sih, tetapi dibandingkan modifikasi lainnya, Thunder seperempat liter ini terlihat terlalu sederhana.

Oke deh, segitu dulu cuplikannya, lainnya menyusul ya…

20150407_074813-1-1Suatu hari saya tersesat ke sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Di sana ada sebuah iklan produk yang superfamiliar, yup, iklan Oli Top One. Bedanya, yang satu ini olinya benar-benar kental. Hati bertanya, oli ini untuk apa?

Kalau dibaca tulisannya, untuk gear. Hmm oli gardan barangkali dalam benak saya, maklum, orang awam. Namun, kalau lihat tempat itu dan kendaraan di sekitarnya, sebenarnya sudah bisa ditebak, ini oli ditujukan untuk apa. Untuk ini lho:

20150407_125849

*Artikel ga penting banget hihihi…

Dulu TVS sudah sempat mempertontonkan TVS Draken, tetapi entah bagaimana kelanjutannya, motor ganteng dan sangar dengan desain yang BMW banget itu tak muncul lagi kehadirannya. Kini tiba-tiba muncul lagi motor hasil kerjasama Jerman-India yang terpantau sedang dijajal. Ya, cara bocor ke media yang biasanya pura-pura bocor ini sudah biasa lah, supaya produk lebih dinantikan dan calon pembeli menahan keinginannya untuk membeli produk lain.

020_Erlkoenig_BMW-Einsteiger-Modell-2015_1024.png.4089950

Motornya sendiri belum diketahui kapasitas pastinya, namun diperkirakan akan mirip dengan KTM RC 390, ya sekitar 400 cc lah. Tenaga juga diklaim tak bisa gila-gilaan karena ada aturan SIM di negara-negara EU. KTM RC 390 misalnya, tenaganya akhirnya dikorting jadi 41 PS saja. Nah, motor BMW-TVS ini diperkirakan juga akan segitu saja tenaganya. Jadi, karena aturan SIM, produsen bisa memilih, tenaga lebih besar, tetapi bobotnya ditambah, atau tenaga dikecilkan, tetapi bobot bisa lebih ringan, ya jadi ada ketentuan power to weight ratio. Tentu saja yang paling dipilih adalah membatasi tenaga dengan bobot yang lebih ringan. Maklum, lebih untung, sebab mesin akan lebih awet, tidak boros bensin dan handling pun lebih baik.

010_Neuheiten_BMW-Einsteigerbike-Erlkoenig_1024.png.3945972

Segi desain menurut Blog Sesat biasa aja… Tampaknya memang trend yang disukai untuk anak muda ya yang seperti itu, akan mirip-mirip dengan KTM Duke. Mesin terlihat seperti motor-motor offroad 250 cc Yamaha atau Honda NSF 250 yang intakenya menghadap ke depan. Cara ini mampu memperbaiki suply udara dan tentu lebih meringankan bobot kendaraan, sebab knalpot jadi tak terlalu panjang lehernya.

Tampaknya dengan kemunculan motor ini, BMW memang sedang menjulat lidah sendiri, sebab tadinya mereka tak mau memproduksi motor berkapasitas kecil. Namun, kesuksesan KTM-Bajaj membuat BMW berpikir ulang. Terlebih lagi bos BMW yang melontarkan pernyataan: “BMW tidak akan produksi motor kapasitas kecil! Tidak akan, selama saya ada di BMW!”, kini telah pindah ke VW hihihi… Jadi, tak tertutup kemungkinan juga, kalau BMW produksi yang 250 cc dan 125 cc. Namun, kalau tak untuk jualan di Eropa, rasanya 125 cc tak akan dibuat, sebab berat untuk laku di pasar Asia Tenggara.

http://www.motorradonline.de/news/neues-einsteigerbike-von-bmw/636210

010_Scoo_me Kurzzeitverleih von Motorrollern Teaser.jpg.4083160

Jalan-jalan di luar negeri naik motor itu memang sesuatu bingits… Banyak dari bikers yang memimpikan hal ini. Sebenarnya tak terlalu besar halangannya, asal ada dananya aja. Urusan sewa motor di sana mah murah. Misalnya di kota Muenchen, Jerman. Di Ibukota Bavaria ini ada Scoo.me yang menyewakan Vespa. MAsalah sewa menyewa motor di Indonesia mah hal biasa, nah, tapi yang ini beda dikit lah, melibatkan teknologi..

030_Scoo_me Kurzzeitverleih von Motorrollern_App.jpg.4083066

Jadi, penyewanya harus punya smartphone dan mendaftarkan diri menjadi anggotanya. Pendaftaran ini gratis. Ya, tentu butuh data diri, SIM dan rekening bank. Nah, kalau pendaftaran sukses dan data valid semua, sampeyan bisa langsung menyewa motor ini.

Bedanya, kita tak datang ke sebuah tempat tertentu seperti di sini. Namun, web akan memberitahukan, di mana letak si Vespa itu di kota Muenchen. Saat ini, Scoo.me menyediakan 12 Vespa Primavera 50 di dalam kota Muenchen.

Nah, tinggal daftar dan log in. Temukan Vespanya. Bagaimana kuncinya? Katanya sih bisa dinyalakan dengan smartphone kita..wow.. seru ya. Btw, sewanya murah kok, 3,6 Euro saja per setengah jam. Untuk tiap menit selanjutnya, Bro cukup bayar 0,18 Euro saja, alias sekitar 2000 rupiah. Kalau motor terparkir, jadi 0,07 Euro saja alias 7 cent alias 1000 lah. Nah, nanti semua biaya itu langsung dipotong dari rekening yang kita tulis saat mendaftar. Helm pun ada di dalam bagasi si Vespa. Praktis ya…. Kalau Indonesia sih masih lama banget untuk bisa begini. Bukan masalah teknologinya, tapi masalah akhlaknya…banyak yang akhlak nooooooolll wkwkwk…

050_Scoo_me Kurzzeitverleih von Motorrollern 01.jpg.4083012

http://www.motorradonline.de/vermischtes/scoome-roller-sharing-muenchen/651598?skip=4#5-651594

030_Sport_MotoGP-WM_Bremsen am Limit.jpg.3960076Bicara teknologi yang diterjunkan di MotoGP memang tak ada habisnya. Selain luar biasa dan supermenarik, pengembangan yang terus menerus, fenomenanya di lapangan dan isu-isu peraturan membuat teknologi di kelas ini menarik diperbincangkan.

Rem adalah sesuatu yang sangat krusial di balap motor yang mulai lumrah tembus di atas 340 Km/jam ini. Sektor ini tak jarang jadi faktor yang menentukan kemenangan, terutama ketika dule satu lawan satu. Kalau cuma bikin rem itu pakem mah biasa. Membuat rem yang punya karakter itu sesuai kemauan pembalap, nah itu yang super sulit. Tak heran, hanya merk Brembo yang merajalela di kelas GP. Bahkan Brembo mengklaim, 89 tim GP memakai jasanya! Wah, terkenal banget pastinya ini rem asal Bergamo, Italia. Eittss, mereka tak pasang iklan lho, tetapi para tim itu yang memanfaatkan produk Brembo. Jadi, Brembo tak keluar duit untuk promo, tim-tim di GP dan MotoGPlah yang harus keluar duit untuk beli Brembo. Tak percaya? Silahkan perhatikan, tak ada kan motor di GP yang pasang sticker besar bertuliskan Brembo???

060_Sport_MotoGP-WM_Bremsen am Limit.jpg.3960130

Oh ya, kenapa diameter harus beda? Lihat, yang kiri diameternya 340 mm, sedangkan yang kanan 320 mm. Nah, yang lebar itu dipakai di Motegi. Cakram diameter besar diperlukan untuk melepas panas lebih cepat, bukan untuk mengejar tingkat kepakeman rem lebih baik.

Kalau demi mengejar tingkat kepakeman rem lebih baik, logikanya semua akan pakai rem diameter 340 mm sepanjang seri GP dooong… Ingat Bro, rem karbon ini sensitif. Doi harus dalam kondisi panas yang ideal untuk bisa berfungsi maksimal. Kalau terlalu dingin, tak pakem, kalau terlalu panas, tak pakem juga! Nah karena itulah, diameternya beda, sesuai sirkuitnya! Di Qatar bisa kita lihat, piringan cakram ini menyala di ujung straigt karena panas gesekan dengan sepatu rem. Kalau sampeyan ingat, bahkan kalau kondisi race hujan, tak ada yang pakai rem karbon. Motor akan menggunakan cakram konvensional!

Tak hanya dengan diameter cakram yang berbeda saja, Brembo juga memberikan hal-hal lain tentunya agar karakter rem lebih maksimal dan lebih mendekati keinginan pembalap. Apa saja itu, tunggu saja kelanjutannya…

20140831_163855

Kejadiannya sudah tahun lalu, tetapi baru sempat cerita sekarang. Sekitar dua bulan setelah memiliki Suzuki GT250 ini, teman saya ingin mengembalikan performa GT250 kembali maksimal. Tampaknya doi lumayan jatuh cinta sama motor ini, sebab dia sampai balik nama segala. Satu-satunya motor doi yang pajaknya hidup ya GT250 ini haha..

Apa keluhannya? Sebenarnya hanya performa yang menurun dan silinder yang sering mati sebelah. Ya, mungkin karena kelistrikan. Dengan silinder mati sebelah, GT250 masih bisa jalan kok, hanya saja power turun drastis. Kalau didiamkan sih kadang akan nyala sendiri haha.. Namun, emang enak naik motor yang kadang lemot dan kadang joss? Bikin ilfeel kan? Selain itu, kopling juga mulai habis. Kalau dipakai jalan biasa tak terasa. Kalau dipakai nanjak juga masih kuat. Yang repot kalau dari keadaan diam dan harus menanjak curam, misalnya di parkiran mall.

Mencari bengkel untuk motor tua memang tak mudah. Kadang ada yang bagus, tetapi ngantrinya parah. Itu pun biasanya mereka pilih-pilih motor tertentu. Nah, kalau untuk GT250 yang dianggap kurang tinggi kelasnya (padahal salah benar kalo sampeyan sudah coba naik ini motor), agak repot. Banyak yang menolak. Biasanya sih karena mereka tak punya cukup ilmu dan keberanian untuk membongkar motor yang tak dikenalnya. Nah, saat ketemu situasi macam ini, langsung kontak Aal (0856 8380 856). Doi terima pemesanan parts aneh-aneh dan berani bongkar motor aneh-aneh.

20140912_202416

Singkat kata, GT250 langsung dibawa ke Kelapa Dua, Depok, dan menjadi pasien Aal. Prosesnya tentu lama, saya pun sudah bilang ini ke teman saya, tetapi dia malah bersikeras. Lama tak papa, asal bagus. Ya, hampir tak ada pilihan lain juga..

Saat dibongkar, ya kopling dan piston minta ganti. Piston sebelah kiri terlihat lebih aus, terdeteksi dengan tingkat keoblakan yang lebih parah. Nah, sekarang, kemana cari piston Suzuki GT250??????

Ada barangkali yang masih simpan, tetapi kan belum tentu dijual. Dan kalau tak dipasarkan di internet, bagaimana mau ketemu… Atas persetujuan pemilik, piston pun diganti dari motor lain. Bahkan sekalian ganti bohring dan di bore up. Wow, jadi 315cc!

Kopling dan plat kopling pun diganti dengan milik moge Suzuki yang perlu diimpor. Nah, proses begini-begini yang bisa makan waktu lama, bisa lebih dari 3 minggu untuk tunggu barang datang. Belum lagi perintilan ini itunya. Semua harus dipelajari, diukur dan dicari partsnya. Karena motor langka, ya butuh kemampuan mekanik untuk mencari substitusinya. Sekali lagi, butuh waktu juga untuk berburu barang sana-sini.

IMG-20141014-WA0001

Lama pengerjaan total bisa sampai 4 bulan! Bisa jadi lebih! Ini tentu tak bisa dibandingkan dengan motor harian atau motor klassik Jepang yang banyak beredar dan berlimpah parts.

Bore up pun bukan tanpa masalah. Lihat komponen di samping ini. Entah apa namanya itu. Kalau tak salah menghantarkan putaran dari selah ke kruk as. Karena kapasitas ,esin yang besar, selahan jadi extra berat. Masalah muncul, selahan sempat patah. Setelah diganti, beres. Eh, tak lama gir ini rompal, sehingga saat diselah motor jadi ngelos. Bahan yang rompal itu terbuat dari teflon ternyata. Wah, sempat shock tuh, nyari dimana tuh benda… Ternyata Aal berhasil dapat part penggantinya. Tak murah, kalau tak salah 600 ribu atau 800 ribu hiiiiiii…Yang penting barangnya ada, kalau tak ada, ya sudahlah kan…..

Saat motor ditest, ada permasalah setting juga. Motor dirasa ga keluar powernya… Masa 2 tak twin 315 cc larinya “gitu doang”. NAh, agak lama juga tuh setting karburator. Akhirnya diputuskan mengganti karburator standar dengan Kawahara PWK 28 yang sudah dilengkapi power jet. Hasilnya, potensi GT250 pun keluar…. Ini dia, baru nguuuuuuuuttt…. Eh, tak lama pakingnya jebol, motor pun ngempos dan mogok. Rupanya Aal membuat paking satu-satu per silinder. Doi pun kembali membuatkan paking yang menyatu, jadi satu paking lebar untuk dua silinder. Lumayan, masalah teratasi. Ya, jadi banyak belajar juga. Lumayan juga sih untuk ngebangun motor ini, plat dan kanvas kopling, ganti bohring dan piston, karburator, servis suspensi depan, rem depan, CDI, servis knalpot dan perintilan lainnya makan biaya parts¬†sekitar 8 jutaan. Mahal? Silahkan hitung, kalau Ninja 250 yang diganti partsnya sebanyak itu tadi, bisa jadi tembus di atas 10 juta dengan mudahnya, bisa lebih dari 15 juta malah. Ingat Bro…twin kan banyak parts yang dikali 2 haha…

0657194MotoGP seri perdana tahun ini bisa dibilang lumayan. Meskipun duel yang ditampilkan tidak terlalu sengit, tetapi ada beberapa point yang bisa hangat diberitakan, mulai dari kemenangan Rossi, Helm Lorenzo yang tak layak terjun di MotoGP dan kabar Pedrosa yang kariernya mungkin sudah selesai.

Paling hangat dalam pengamatan Blog Sesat justru bukan kemenangan Rossi, tetapi spekulasi tentang Pedrosa. Pembalap mungil ini dikabarkan depresi dan bad mood, maklum, penyakitnya kambuh saat race. Liburan yang dilewati dengan harapan dapat kesembuhan, ternyata tak berhasil. para dokter terbaik pun tak menyarankan tangan Pedrosa dibedah untuk ketiga kalinya, terlalu berisiko! Yang bisa pun dan pernah melakukannya hanya satu dokter, tetapi namanya tak disebut. Tindakan itu pun terlalu berbahaya dan malah bisa memperparah. Jadi, masih belum jelas juga, apakah Pedrosa akan benar-benar mundur, atau masih akan tampil lagi di Austin.

Oh ya, ada satu hal yang terlewat dari ramainya pembicaraan fans MotoGP. Top speed MotoGP yang sebelumnya dipegang Ianone dibabat oleh Marquez di Losail ini.

Ianone menorehkan 349,6 Km/jam di sirkuit Mugello, Italia, tahun lalu dalam sesi free practice ke-3. Rekor Ianone ini mematahkan rekor Pedrosa dengan 349,3 Km/jamnya yang juga dicetak di sirkuit yang sama di tahun 2009. Nah, kebayang kan, bisa-bisa rekord tahun ini yang 350,5 Km/jam akan dipertajam Marquez di Mugello nanti.

0657672

Bagaimana Yamaha? Wah, soal Top Speed, Yamaha bukan jagonya. Tahun ini, Honda yang punya mesin paling gahar. Ducati pun masih di bawah Honda, dan kedepannya akan sulit juga bagi Ducati, sebab jatah bensin mereka kan sudah dikurangi sebagai konsekuensi 2 podium race lalu.

Tiga motor dengan top speed tercepat yang dipegang Honda menjadi bukti, mesin mereka memang yang terbaik saat ini. Di sisi lain, Yamaha memberi bukti, Top Speed yang kalah jauh tak berarti harus kalah akselerasi dan bahkan mereka terlihat cukup santai di Qatar.

Marc Marquez Honda 350.5
Dani Pedrosa Honda 348.6
Cal Crutchlow Honda 346.5
Andrea Dovizioso Ducati 346.2
Yonny Hernandez Ducati 345.9
Pol Espargaro Yamaha 345.0
Andrea Iannone Ducati 344.7
Bradley Smith Yamaha 344.4
Jack Miller Open-Honda 343.9
Danilo Petrucci Ducati 343.1
Hector Barbera Open-Ducati 342.7
Mike di Meglio Open-Ducati 342.5
Valentino Rossi Yamaha 341.7
Scott Redding Honda 341.2
Karel Abraham Open-Honda 340.8
Stefan Bradl Open-Yamaha 340.6
Eugene Laverty Open-Honda 339.0
Jorge Lorenzo Yamaha 338.6
Maverick Vinales Suzuki 337.2
Nicky Hayden Open-Honda 336.9
Marco Melandri Aprilia 336.8
Loris Baz Open-Yamaha 336.2
Aleix Espargaro Suzuki 335.2
Alex de Angelis ART 329.4
Alvaro Bautista Aprilia 214.4

http://www.motorsport-magazin.com/motogp/news-209742-3505km-h-marquez-faehrt-neuen-topspeed-rekord/

tersesat muter-muter

  • 986,048 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.