Dynojet adalah sebuah merk yang sering digunakan untuk mendeskripsikan mesin pengukur tenaga kendaraan, kalau di pasta gigi ya Odol dan kalau di mie Instant Indomie dan Aqua di air mineral kemasan. Saya pakai istilah dyno saja ya..Harusnya dinamometer sih..tapi kepanjangan hihi…

Selama ini kita tahu bahwa yang tertera di pabrikan adalah tenaga di kruk as yang ujung-ujungnya pasti lebih kecil jika diukur dengan dyno, sebab yang terukur dan dibaca di layar komputer adalah tenaga di roda belakang. Nah, ada hal menarik yang saya baca di artikel di Motorradonline tentang pengukuran tenaga kendaraan ini.

210_Hintergrund_Pruefstandsmessung.jpg.4256442

Ternyata, dyno itu memang mengukur tenaga mesin di ban belakang (ban penyalur tenaga mesin) dan tidak bisa mengukur tenaga mesin di kruk as! Menurut artikel ini, tenaga mesin di kruk as itu bisa diperhitungkan, bukan diukur! Jadi, yang diukur hanya tenaga di ban dan kemudian diperhitungkan berapa tenaga di kruk asnya!

Jadi, sistem mengukur, seberapa cepat roll diputar oleh roda belakang motor. Di sini terukurlah akselerasinya dan diukur tempo yang diperlukan untuk berakselerasi. Dari akselerasi ini, computer memperhitungkan berat roll dan tenaga yang diperlukan untuk memutar roll. Dari situ, muncullah torsi maksimum dan tenaga puncak motor di ban belakang! Tentu saja, motor digeber hingga sampai kena limiter untuk mengetahui karakter power band dan tenaga maksimalnya. Kalau Bro mau lebih tau itung-itungannya dengan rumus, ada di artikel yang linknya saya beri, tetapi saya terlalu dodol untuk menjelaskannya hehe..

Nah, kembali ke tenaga maksimal di kruk as. Sekali lagi, tidak bisa diukur, tetapi diperhitungkan setelah mendapatkan tenaga maksimal di ban belakang. Selain itu, komputer akan memperhitungkan berapa tenaga yang hilang akibat friksi. Hilangnya power akibat friksi ini karena ada medium perantara antara kruk as hingga ban belakang, yakni rantai, final gear, gear ratio dan kopling. Ban juga berpengaruh di sini. Semakin kasar kembangan ban, semakin besar juga tenaga yang hilang. Oleh karena itu, untuk bisa memperhitungkan tenaga motor di kruk as, motor enduro atau trail diganti dulu bannya dengan ban streetbike.

Hasil pengukuran di roll ditambah penghitungan kehilangan power akibat unsur-unsur tadi pun digabungkan. Jadi, kalau tenaga di roda belakang 180 PS, berarti di kopling lebih besar tenaganya. Nah, berapa tenaga di kruk as? Kalau berdasarkan standard Eropa, tenaga di kopling dibandingkan tenaga di kruk as, maka tenaga di kruk as ditambahkan 2 % tenaga di kopling. NAh, kalau di kopling saja sudah 200 PS, berarti tenaga di kruk as diperhitungkan jadi 204 PS.

Nah, untuk mendapatkan hasil yang sama, ya tentu harus fair ke semua motor. Mulai dari oli, bahan bakar, ketegangan rantai, peluamasan rantai hingga tekanan ban harus sama. Bahan jenis ban dengan kompon lunak pun akan mengurangi tenaga mesin! Semoga bisa menambah wawasan yang tersesat ke sini ya..

Sumber:

http://www.motorradonline.de/rat-und-tat/leistungsmessung-pruefstand-bei-motorrad-tests/658604

20150722_224855

Di Indonesia, Yamaha XS650 sangat digemari, terutama mesinnya… Kalau beli Honda CB450 Blackbomber harganya amit-amit, maka XS650 yang masih amit-amit juga juga sebenarnya lebih pemaaf. Bagaimana tidak, mesin XS650 dibanderol 30 jutaan. Meskipun begitu, tetap saja laku, terutama bagi para penggemar motor custom. XS650 dengan konfigurasi inline twin 4 tak 650 cc bertenaga 50 PS menjadi dambaan. Mesin pun bentuknya cantik… suaranya pun HD aka Hampir Davidson.. Lari pun ga malu-maluin…

20150722_224907

Awalnya XS 650 dikenal dengan Yamaha XS-1 yang terbit tahun 1968. Motor ini dikenal sebagai salah satu motor yang turut menggerogoti dominasi motor Inggris di Amerika. Salah satu yang menyebabkan doi legendaris tentunya dunia balap! Beruntung Kenny Roberts turut mendongkrak popularitas motor ini dengan menjuarai AMA Professional Dirt Track Racing.

Pas baca-baca di Wikipedia lucu juga cerita akhir kisah si XS650. Di Negeri Paman Sam, XS 650 tutup usia produksi tahun 1983, di Canada dan Eropa terus berlanjut hingga tahun 1984 dan 1985. Di Amerika Serikat sana, karena over produksi dan resesi ekonomi, model tahun 1982 dan 1983 yang masih gress pun bisa dibeli tahun 1987! Wow, kalau sekarang masih ada, pasti rebutan. Apalagi di Indonesia, banyak mesin XS650 didatangkan dari negara super power itu.
20150722_224907

Oh ya, kabarnya sih XS650 di tanah air agak beda dengan motor lain. Kalau motor lain dicustom rata-rata nilainya jeblok. nah XS650 peminatnya pada lebih menghargai modifikasinya. Maklum, cari full ori sih susahnya level dewa, dan harganya dijamin bikin mules ga jelas..

Honda-CBR250RR

Bagaimana Kalau tampilan New Honda CBR 250 RR Seperti Ducati Panigale?????

Baca dulu dari sumbernya nih:

http://news.motorplus-online.com/read/yenNcIOy2K9ZR6AEKFt18-LpoyKwDk1ZRuCdJoPArGc/3/0/Bodi-Honda-CBR250RR-Akan-Persis-Dengan-Ducati-Panigale

Ini Isi beritanya:

Seperti info di www.motorplus-online.com soal rancangan bodi Honda CBR250RR akan mirip dengan salah satu tipe motor pabrikan Eropa. Biar enggak penasaran enggak tahunya bodi Honda CBR250RR akan persis dengan Ducati Panigale. Bodi Honda CBR250RR akan persis dengan Ducati Panigale.

Kepastian bodi Honda CBR250RR akan persis dengan Ducati Panigale dijamin 99%. Berarti jelas banget, kan kalau Honda CBR250RR yang siap diproduksi massal Oktober musim ini akan meninggalkan rancangan bodi CBR250RR sebelumnya.  

Serunya lagi bodi Honda CBR250RR akan persis dengan Ducati Panigale juga akan disiapkan aksesoris resmi dari AHM.

Ini Lagi:http://news.motorplus-online.com/read/HOK_ujHVjzfPnqNPsfUU0PcnO4HV3lc_3cCv_tE-5iA/10/0/Honda-CBR250RR-Pasti-Dua-Silinder-Inline

Kabar PT Astra Honda Motor (AHM) akan memproduksi Honda CBR250RR dua silinder sudah mencapai 100%. Sementara ini kepastian jenis mesin yang dipakai bukan lagi V engine. Motor yang diproduksi dengan kode K56Honda CBR250RR pasti dua silinder inline.

Informasi yang didapat dari beberapa pihak kalau Honda CBR250RR pasti dua silinder inline baru masuk tahap prototipe. Honda CBR250RR pasti dua silinder inline dikabarkan mulai dilaunching Desember.

Tapi, ada yang kasih info ke www.motorplus-online.com kalau Honda CBR250RR pasti dua silinder inlinesebagai Honda Tiger generasi terbaru. Memang, walau bagaimana pun AHM masih menginginkan pasar atau pemilik Honda Tiger yang sudah stop produksi.

Kabar terakhir yang paling bikin gemes Honda CBR250RR dua silinder malah menganut desain bodi motor sport pabrikan Eropa. Soal modelnya nanti ya bocorannya. Jadi, model CBR250RR dua silinder akan meninggalkan desain bodi CBR 250 cc sebelumnya.

Saya boleh jadi termasuk korban iming-iming ini. Kalau saya punya duit banyak, boleh jadi saya akan menantikan benar-benar Panigale mini ini. Persetan mo bilang copy paste hehe…

Tampaknya AHM paham benar kesuksesan Kawasaki Ninja di awal kemunculannya. Bukan sebatas mesin besar twin 250 cc saja, ingat, dulu Kawasaki juga menawarkan warna merah seperti Ducati! Dan saat itu Ducati lagi booming banget di Indonesia! Livery MotoGP Ducati pun banyak yang menghiasi Ninja 250 merah.

Nah, sekarang ga pake malu-malu kucing.. AHM menurut sumber ini menjanjikan look yang mirip Ducati Panigale, beda dengan renderan majalah asal Jepang itu ya… M+ pun pakai memasang gambar Panigale..benar-benar teknik mempengaruhi alam bawah sadar calon konsumen! Inget kata Romy Rafael, Logika menurun seiring meningkatnya imajinasi …dan saat ini saya akui logika saya menurun gara-gara imajinasi yang ditimbulkan oleh gambar Panigale dan iming-iming mesin 2 silinder pararel..Apalagi katanya Desember ini sudah ada barangnya! Sangat cepat! Bisa dipertanyakan kematangannya…tapi untuk pabrikan sekelas Honda, bikin motor beginian sih ibarat test harian aja…

100_Zonko_MotoGP_Rookies_Cup.jpg.4251332

Jangan tanya saya nama motor keren ini! Melihat bentuk dan liverynya, mayoritas langsung teringat KTM kan? Yup, memang mengingatkan ke situ. Namun, inilah motor yang digunakan untuk menyeleksi calon pembalap usia 13-16 tahun yang akan mengadu skill di ajang Redbull Rookies yang ujung-ujungnya akan masuk ke Moto3.

Desainnya keren kan Bro? Mirip KTM RC8, tetapi yang satu ini mungil. Meskipun mungil, tenaganya lumayan menggigit. Meskipun tak sesadis motor GP125cc zaman dulu. Doi dibekali mesin Husqvarna 2 tak 125 cc yang tenaganya 34 PS aja… Untuk kelas kompetisi, memang sangat tak maksimal powernya. Jangan heran, mesin yang dicangkokkan ke Metrakit, pabrikan motor balap asal Spanyol ini hanya mesin Husqvarna teknologi jadul. Tujuannya juga bukan untuk kompetisi sesungguhnya, tetapi akan digunakan dalam proses seleksi pembalap selama 3 hari. 12 Pembalap terbaik, berhak mengikuti Redbull MotoGP Rookies Cup. Nah, supaya tak makan banyak biaya, dipakailah mesin 2 tak tua yang dikatakan tahan banting dan mudah perawatannya ini.

200_Zonko_MotoGP_Rookies_Cup.jpg.4251512

Meskipun tenaganya hanya 34 PS, tetapi bobot kering motor 6 percepatan ini hanya 65 Kg! (Berat siap tempur dengan fulltank 11 liter: 76 Kg) Nyaho ga tuh haha…. Tak heran, top speed motor ini bisa 210 Km/jam. Ooya, sebenarnya bisa saja menggunakan mesin KTM RC390 yang dikebiri, tetapi justru kenapa kok yang dipilih mesin 2 tak? Ternyata alasan biaya bukan alasan satu-satunya. Para penilai ingin memperoleh talenta terbaik! Di sinilah mereka butuh karakter 2 tak yang powerbandnya sempit! Kalau pakai motor 4 tak kapasitas besar yang dikebiri tenaganya, perpindahan gigi tak terlalu signifikant, sebab torsi masih mumpuni. Beda dengan mesin 2 tak, pembalap harus jeli mengenali karakternya dan di rpm berapa motor ini tenaganya menggigit! Salah gigi, langsung drop power mesinnya, ujung-ujungnya ya keteteran.

Oke Bro, gitu dulu ceritanya. Ane sih naksir banget sama ini motor. Garis-garisnya rapi dan tak keramaian. Dipakai harian kayanya seru nih hehe..benar-benar seperti mainan…

140_Zonko_MotoGP_Rookies_Cup.jpg.4251404

Sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/zonkos-attacke-red-bull-motogp-rookies-cup/658564

Ja

Judul yang provokatif bukan? Yup, N-Max yang versi nonABS memang sangat laris manis dan membuat PCX 150 secara penjualan tak mampu menandinginya. Motor ini memang beda kelas, harga juga nan jauh di mato…tak heran, muncul wacana untuk turut melokalkan PCX agar secara harga bisa bersaing. Perlukah itu? Menurut Blog Sesat: NOOOOOOO…

PCX sudah punya nama besar, kenapa harus direndahkan?!!! Lebih baik ciptakan varian baru kan??

Ada wacana juga yang gembar gembor minta AHM menjual Honda Forza 125 untuk menggempur kegantengan N-Max..padahal menurut Blog Sesat, PCX masih lebih ganteng… Nah, apa sih tuh Honda Forza 125? Nooh:

040_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4272600

Bagaimana Bro tampang big scooter Honda yang satu ini??? Terlalu tampan ya kan hahha… terlalu lebih dari cukup untuk menyingkirkan N-Max. Ibarat kata, bunuh nyamuk sampai harus pakai pistol laser…

310_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4273086

Perpaduan Honda PCX dan Vario 150 bisa didapati di Forza yang kapasitas mesinnya 125 cc saja. Nah, yakin AHM bakal laku jualan motor 125 cc dengan harga selevel untuk melawan 150 cc N-Max? Itu kalau harganya selevel… Kenyataannya, Forza 125 adalah skutik premium! Bahkan Motorradonline menyebut ini scooter terbaik di kelasnya dan teririt!

Performanya di jalan menurun sih, bisa sampai 130 Km/jam! Kalau mendatar paling 110 ya hihihi…. Kalau kita lebih pahami asal-usulnya, Bro akan lebih paham, kenapa ni scooter saya sebut pistol laser!

Dari harga aja nih Bro, 4890 Euro..selevel Ninja 250 di Jerman sana! Nah, PCX aja bukan kelasnya ya… Dan ini adalah highend scooter yang dikembangkan Honda di Atessa Italia! Yakin masuk ke Indonesia harganya bisa di bawah Ninja 250 yang masuk dari Thailand??????

Motor ini dikatakan hasil berpikir matang, hasil penelitian lapangan yang menawarkan kekompakan, perlindungan dari angin yang memadai dan bagasi yang lapang. Honda bahkan menantang wartawan untuk mencoba motor yang harganya buat bule sana juga dituduh overprice! Yup..memang mahal…dan Honda menantang wartawan untuk menunjukkan, harganya worthed kok!

030_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4272582

Dan Honda tak sesumbar..memang kualitas Forza bisa dipertanggungjawabkan sesuai Euro yang dikeluarkan. MEsin satu silinder liquid cooled dengan 4 klep ini sangat efisien dan bisa berakselerasi jempolan. Bahkan sangat efisien bahan bakar dan disebut teririt di kelasnya. Mesin kecil 125 cc ka tak ini bisa menyemburkan tenaga 15 PS @8750 rpm dengan torsi maksimum 12,5Nm @8250 rpm , jauh lebih nampol dibandingkan PCX 150 sekalipun kan kalau dilihat kapasitas mesinnya?

300_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4273068

Masalah N-Max punya Velg lebar pun bakal kebabat sama Forza. Doi pakai ban 120 ring 15 di depan! Dan di belakang pakai 140 ring 14! Wow, sudah selebar moge 400 cc tuh! Jadi, ga heran dong kenapa doi ane sebut pistol laser… Dan ga bakal lah dipadankan dengan N-Max, ingat lagi harga dan asal usulnya ya….

180_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4272852

Gimana Bro? Ane sih naksir berat nih.. tinggal tempelin sticker BMW haha..ga kalah deh sama maticnya pabrikan asal Muenchen itu…

260_Test kompakt_Fahrbericht_Honda_Forza_125.jpg.4272996

sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/honda-forza-125-im-fahrbericht/661238

140_Aprilia_RSV4-RF.jpg.4214054

Babak belur di MotoGP dan gelar juara dunia yang terampas Kawasaki di WSBK membuat Aprilia tentu perlu putar otak. Beda dengan zaman masih ada GP250, kini Aprilia hanya pabrikan balap medioker saja, bahkan di MotoGP seperti anak bawang yang tak perlu diperhitungkan sama sekali.

Untuk meraih kembali image mereka sebagai pabrikan pencipta motor balap yang handal, tentu perlu jagoan. Aprilia RSV yang begitu fenomenal kini mulai jadi motor biasa. Apalagi tenaganya yang hanya 184 PS sudah dinilai tertinggal, karena motor-motor 1000 cc terbaru kini menjanjikan tenaga 200 PS, ya tak terpakai semuanya oleh pemoge biasa sih, tetapi yang namanya juara di atas kertas itu sudah memberikan kepercayaan diri lebih ke si pemiliknya. Dan Aprilia pun akhirnya merilis Aprilia RSV 4 RF yang merupakan penyempurnaan Aprilia RSV 4.

143_Aprilia_RSV4-RF.jpg.4214072

Mesin 65 derajat V4 pun dipermak untuk mendapatkan hasil semaksimal mungkin. MEmbuat motor dengan paket lengkap semakin penting untuk menggempur WSBK, maklum, aturan semakin ketat melarang banyak perubahan ini-itu. Jadi, kalau mau menang WSBK, ya bahan dasarnya harus sudah top! Sebenarnya ini buah simalakama, sebab membuat motor yang top tentu harganya semakin tinggi. Nah, semakin tinggi harga kan peluang jualan motornya semakin berat juga! JAdi, produsen harus bisa benar-benar menghitung, seberapa baik uang yang dikeluarkan itu mempengaruhi performa motor di lintasan balap.

Oke, kembali ke mesin. Kini Aprilia menjanjikan tenaga hingga 201 PS @ 13000 rpm, itu artinya hampir 20 PS lebih kuat yang diperoleh pada 500 rpm lebih tinggi dari versi sebelumnya. Bagaimana Aprilia memperoleh itu? Ram Air elektroniknya diperbaiki untuk memperbaiki arus udara yang masuk ke airbox. Profil kem pun berubah, kabarnya bahkan dengan material baru, lebih ringan hingga 600 Gr. Kop silinder pun juga dedesain baru dengan lubang intake dan out yang dibenahi. Bagian ini pun kabarnya menggunakan material baru sehingga bisa lebih ringan 1,3 Kg. Mesin ini pun disuplai dengan sistem injeksi yang baru. Campuran gas bakar ini akan diatur masukknya ke dalam ruang bakar dengan klep dari titan, baru juga nih.. per klepnya pun baru! Modifikasi ruang bakar pun menaikkan kompresi menjadi 13,6:1 dari sebelumnya yang hanya 13,0:1.

146_Aprilia_RSV4-RF.jpg.4214090

Untuk jadi juara di sirkuit, rangka pun perlu dibenahi. Dan itu dilakukan oleh Aprilia. Mesin duduk lebih rendah di sasis, berarti motor ini lebih mengincar kestabilan di tikungan dan menghindari highsider, minusnya adalah motor tidak terlalu cepat saat hendak menikung atau merubah arah. Untuk benar-benar mengakomodasi kepentingan setting balap, bahkan posisi mesin, komstir dan poros lengan ayun bisa diubah-ubah! Lengan ayun sendiri dikabarkan lebih panjang 4 mm! Mengejar stabilitas di kecepatan tinggi dan memeinimalisir getaran mesin ke ban nih..

Aprilia sendiri menawarkan RSV4 RF dalam versi biasa, limited (dengan suspensi depan-belakang Oehlins) dan versi RR yang siap balap (ditambah suspensi Oehlins dan forged casting wheel). Dengan pembaruan semacam ini, Aprilia versi standard saja sudah lebih dari 21000 Euro, jauh lebih mahal dibandingkan BMW S1000RR. Namun, segitu tidak overpriced juga, silahkan bandingkan dengan Yamaha R1M yang selevel fasilitasnya hehe…

Kalau mau juara, faktor rem dan elektronik juga tak bisa dikesampingkan lagi. Faktor elektronik bahkan menjadi faktor yang sangat menentukan di masa modern ini untuk mengatur akselerasi dan deselerasi motor yang sebenarnya sudah tak bisa dikontrol oleh pembalap biasa, bahkan yang sudah sangat berpengalaman sekalipun. Elektronik Aprilia dikabarkan sangat baik. Yang standar tentunya ABS. Beda dengan ABS pasaran, ABS Bosch pada RSV 4 RF disetting sangat sporty, bahkan dengan race mode, sampeyan masih bisa stoppie lho! Traktion control pun sudah pasti ada, bahkan katanya sangat baik, tetap bisa buka gas, meskipun bagian buritan sudah “mompa” saat keluar dari tikungan, yup, jadi tak perlu mengendurkan gas, tetap bisa tancap terus… Mungkin di TC yang lain, saat motor sedang “mompa”, tenaganya langsung dikebiri TC, nah di Aprilia gress ini tidak.. Jadi memang mengakomodir keperluan balap!

180_Aprilia_RSV4-RF.jpg.4214198

Barangsiapa pesan paket racenya, bahkan APrilia berani berbagi setting via App dan smartphone untuk memberikan data dari tim WSBK mereka! Isinya tak tanggung-tanggung, setting untuk 15 sirkuit di Eropa! Hari gini, dengan kemampuan elektronik yang semakin canggih, settingan tuh bisa berubah-ubah tak lagi dari sirkuit ke sirkuit, bahkan kini dari tikungan-ke tikungan ada setting maksimalnya! Tak heran, saat ui coba di Misano, lap time bisa langsung terpangkas hingga 2 detik dengan setting dari tim WSBK!

Technische Daten Aprilia RSV4 RF
Modelljahr 2015
Motor
Zylinderzahl, Bauart 4, V-Motor
Bohrung/Hub 78,0 / 52,3 mm
Hubraum 999 cm³
Ventile pro Zylinder vier Ventile pro Zylinder
Verdichtung 13,6
Leistung 148,0 kW (201,0 PS) bei 13000 /min
Max. Drehmoment 115 Nm
Zahl der Gänge Sechsganggetriebe
Hinterradantrieb O-Ring-Kette
Fahrwerk, Räder, Bremsen
Rahmen Brückenrahmen
Federweg vorn/hinten 120 mm / 130 mm
Reifen 120/70 ZR 17, 200/55 ZR 17
Bremse vorn/hinten 320 mm Vierkolben-Festsättel / 220 mm Zweikolben-Festsattel
ABS Ja
Maße und Gewichte
Radstand 1435 mm
Lenkkopfwinkel 65,0 °
Nachlauf 105 mm
Leergewicht vollgetankt 201 kg
Sitzhöhe k.A.
Zulässiges Gesamtgewicht 401 kg
Höchstgeschwindigkeit 305 km/h
Preis
Neupreis 21203 Euro

280_Aprilia_RSV4-RF.jpg.4214396

 Sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/aprilia-rsv4-rf-im-fahrbericht/656676

130_Yamaha-XSR-700_Neuheiten-2016_1_1024.jpg.4337916

Bro sekalian, menyusul trend motor retro dan gaya scrambler, Yamaha tak puas dengan hanya mengandalkan XJR 1300nya, Yamaha ingin punya motor bergaya retro yang bisa menyaingi Ducati Scrambler. Menurut saya pribadi, desain yang disasar sangat menyerupai Ducati Scrambler sih.. Bagusnya, konsumen punya lebih banyak pilihan… Namun, ada sesuatu yang kadang tak berjalan sesuai rencana kan… nah apakah itu? Sebentar, kita lihat dulu singkatnya spek motor ini:

Technische Daten Yamaha XSR 700
Modelljahr 2016
Motor
Zylinderzahl, Bauart 2, Reihenmotor
Bohrung/Hub 80,0 / 68,6 mm
Hubraum k.A.
Ventile pro Zylinder vier Ventile
Verdichtung 11,5
Leistung 55,0 kW (74,8 PS) bei 9000 /min
Max. Drehmoment 68 Nm
Zahl der Gänge Sechsganggetriebe
Hinterradantrieb Kette
Fahrwerk, Räder, Bremsen
Rahmen Brückenrahmen
Federweg vorn/hinten 130 mm / 130 mm
Reifen 120/70 ZR 17, 180/55 ZR 17
Bremse vorn/hinten 282 mm k.A. / 245 mm k.A.
ABS k.A.
Maße und Gewichte
Radstand 1405 mm
Lenkkopfwinkel 65,5 °
Nachlauf k.A.
Leergewicht vollgetankt 186 kg
Sitzhöhe 815 mm
Zulässiges Gesamtgewicht k.A.
Höchstgeschwindigkeit k.A.
Preis
Neupreis k.A.

Bagaimana Bro? Kalau angka-angka saja sampeyan bisa tebak kan? Yup, motor yang ingin menyaingi pasar Ducati Scrambler ataupun BMW R NineT ini memang menggunakan mesin yang sudah ada, yakni mesin twin pararel milik Yamaha MT-07.

180_Yamaha-XSR-700_Neuheiten-2016_1_1024.jpg.4338006

Nah, apa sih yang salah dengan motor yang akan ditawarkan tahun depan dengan 2 pilihan warna ini? Kalau secara desain, ya selera lah. Namun, kalau dilihat detailnya, sebenarnya motor ini cukup artistik dan detail. Buat saya pribadi sih, ada yang kurang sreg, apalagi saat Yamaha mempromosikannya menggunan embel-embel Yamaha XS 650.

190_Yamaha-XSR-700_Neuheiten-2016_1_1024.jpg.4338024

Tampaknya banyak yang protes kalau Yamaha mencoba mensejajarkan atau membandingkan XSR 700 dengan Yamaha XS 650 yang memang cukup legendaris. Nah, yang menarik, biasanya di versi online Motorrad, jarang sekali sebuah artikel itu dikomentari. DAri penaksiran saya, mungkin dari 20 artikel yang terbit, hanya 1 yang ada komentarnya, dan itu pun baru 1-2 orang saja. Nah, di artikel tentang XSR 700 ini, baru keluar sehari, sudah ada 5 komentar. Saya paparkan dan artiken intinya ya..
030_Yamaha-XSR-700_Neuheiten-2016_1024.jpg.4336722

Klappskalli von Porsche

… is keine Schoenheit. Das Geld kann man lieber in was altes klassisch luftgekuehltes stecken..

Gefällt mir · Antwort · 22. Juli 2015 11:58

(Tidak indah. Mendingan uangnya buat beli motor klassik aja yang mesinnya masih berpendingin udara)
DocNob PudelRacing
Es gibt ja einige Bikes, die auf Bildern so gar nicht rüberkommen. Vielleicht ist es bei diesem Bike ja auch so.

(Memang ada beberapa motor yang tidak fotogenik. Barangkali motor yang ini tergolong seperti itu)

 Steve Angetter

Sorry, der Umbau des Japaners in der Custombike, Shinya Kimura ist ein netter Umbau. dieses Bild…. ob Studie oder Serie, eine XS ist eine XS. Leider kommt das bei dieser Version nicht so ganz durch. Scheinwerfer zu groß und das Rücklicht kommt wie ein lauwarmer Hotspot daher. Der Endtopf ist von der SRX geklaut, hat mit einer XS nicht viel zu tun. Macht man einen Cafe Racer drauß wie bei ner SRX, dann kommt die Maschine an ein sportliches Gerät dran. Nochmal zum Heck: schön ist anders, sorry. Helilandeport…
Mal live ansehen…

(Maaf aja deh ya, modifikasi custombike Jepang, Shinya Kimura itu keren. Foto-foto motor ini………….. (speechless-red), mau prototip kek, mau bentuk massalnya begini kek, Sayang versi ini tak sepenuhnya berhasil. Lampu depan terlalu besar, lampu belakangnya juga ga oke. Silencernya juga niru SRX, ga mirip dengan XS. Mending sekalian aja dibuat jadi Cafe racer seperti SRX biar sekalian jadi motor sport. Terakhir, bagian buritannya, sorry deh, cakep tuh nggak begitu… Kita lihat aja nanti motornya kalau dilihat langsung..)

Uli Janow

Kann mir mal jemand sagen, was das mit ner XS 650 zu tun haben soll ? Der Fahrer auf den Bilden sieht aus wie der Affe auf dem Schleifstein und dieses zerklüftete Techniksammelsurium mit dem angedeuteten Chopperlenker hat nix, aber auch gar nix mit der klassischen Linie einer XS 650 zu tun. Schick bitte euere Autoren mal ins Museum, damit solche misslichen Vergleiche sich nich wiederholen. Danke.
(Bisa ada yang beritahu saya, apa miripnya motor ini dengan XS650?! Pengendaranya di foto kaya monyet naik batu asah dan semua teknologi ini dengan setang ala chopper sama sekali ga ada hubungannya dengan garis-garis desain klassik XS650. Kirmkan saja wartawan-wartawan kalian ke museum, supaya pembandingan gagal macam ini tak terjadi lagi.)

Detlev Jansen

Der Bock sieht furchtbar aus. Die Sitzposition auf dem Foto lächerlich. Riesiger Lampentopf Stummelschaldämpfer, Lenker alles brrrr…
(Motornya terlihat jelek abis. Posisi duduknya  di foto terlihat menyedihkan. Lampu depan raksasa, silencernya, setangnya, semuanya paraaaaaah…)

Yup, terlihat komentar yang masuk mayoritas negatif. Sebenarnya motornya menurut redaksi Blog Sesat baik-baik saja dan tak terlalu mainstream. Kesalahannya adalah ketika pihak marketingnya berupaya menjual dengan mendompleng nama besar Yamaha XS650!

Sumber:

http://www.motorradonline.de/news/neuvorstellung-yamaha-xsr-700/674426

Suatu hari saya tersesat ke daerah Ciputat. Taman saya mengajak saya ke bengkel custom motor bersama temannya yang memang terbukti fans motor chopper custom sejati. Sebenarnya lokasinya sangat mudah ditemukan, hanya saja Bro yang lewat Ciputat biasanya tak akan menemukannya kalau tak diniatin nyari, sebab Bro pasti doyannya lewat fly over kan hihi… Kalau mau ke bengkel yang bernama Nyamnyam Kustom ini, Bro dari arah Lebak Bulus ke Ciputat, jangan naik fly over, susuri saja di bawahnya. Nah, sekitar 50 meter sebelum fly over berakhir, ada ruko-ruko, ya, di situ lah kira-kira. Kalau mau datang juga jangan pagi-pagi, tetapi sore hingga malam.

20150722_224714

Lumayan lah buat membangkitkan fantasi pencinta custom yang ga cuma pasang variasi plastik dan fiber semata. Buat Bro yang ga level main bolt on, silahkan kesini, hampir semua hand made! Makanya penggemar chopper senang betul kalau main ke sini. Tak sebatas tanki dan spatbor saja, tetapi rangka juga makanan sehari-hari. Yang demen springer, bisa banget bikin di sini, dengar-dengar 5 juta untuk suspensi gahar nan klassik ini.

20150722_224643Di sini kebanyakan yang dibangun motor-motor klassik, beberapa termasuk berkapasitas besar dan tergolong langka. Nah, enaknya, mesin dan kelistrikan juga bisa terima beres di sini, ada mekanik yang bisa dipanggil. Nah, lumayan ngirit cape hati kan haha..

Yang sudah punya motor, duit dan rencana, bisa coba-coba main ke sini dan ngobrol-ngobrol dulu. Motor juga tak bisa langsung digarap, ada list antriannya…

Yang namanya menjalani tali silaturahmi membawa rejeki itu jelas tak salah Bro… Alhamdulillah saya bisa nyobain lagi R51/3 punya teman yang lagi bertransformasi. Karena bodi-bodi aslinya mau dicat, dan untuk mendapatkan hasil yang baik itu butuh waktu banyak, maka teman saya memakaikan body lainnya supaya motor tetap bisa dipakai.

20150721_164336-2

Dan terpasanglah sebuah tanki motor terbesar yang pernah saya lihat di Indonesia ini. Warnanya putih, dengan stripping hijau ala Polizei aka polisinya Jerman. Jangan tanya berapa liter isiny, kalau disuruh isi penuh pasti habis isi dompet ane wkwkw.. cocok banget ya buat usaha bensin eceran haha..

20150721_164246-1

Senang banget deh rasanya, apalagi motornya bentuknya jadi agak liar-liar lucu, masih trondol dan belum komplit ini itunya. Yang menyenangkan tentunya karakter bawaan motornya yang tak berubah. Handling memang agak berat karena bannya agak kempes, tetapi begitu mesin menunjukkan kekuatannya, ringan. Enaknya, karakter gagah dapet banget, tetapi suara ngebasnya sama sekali tak mengintimidasi, pengendara di sekitar dan orang di pinggir jalan tidak akan terganggu, mereka malah ikut menikmati suara ngebasnya yang lembut dan bentuknya yang seperti kecebong raksasa hihi…

20150721_164612-1-1

Beda dengan R51/3 yang original, yang cafe racer ini posisinya lumayan menunduk. Sebenarnya setangnya masih termasuk tinggi dan jok yang “in the bike”, tetapi karena tankinya besar, otomatis perlu usaha lebih untuk menjangkau setang, ya seru sih, layaknya motor balap BMW Kaczor yang merajai balap motor Eropa di zamannya.

20150721_164415

Sayang saya hanya pakai sebentar saja dan hanya masuk gigi 2. Tenaganya dari sananya cukup lah untuk karakter BMW tua, masih selevel dengan tenaga Ninja 250. Namun, sayang lah kalau digeber dengan rpm tinggi, apalagi karakternya sama dengan R25 dan R27, kalau mau pindah gigi dengan halus dan baik, kita tunggu putaran mesin sampai turun sekali ketika mesin dikopling. Dan, mengendarai BMW itu ya enaknya sloooow… Ini motor juga bukan motor murah Bro.. bisa beli 3 mobil LGCG baru hihihi… Jadi, kita harus memperlakukannya dengan halus dan penuh keramahan hihi..

Márquez yang kembali ke selera asal, yakni rangka 2014 akhirnya terbukti membuahkan hasil. Ini bukan tanpa tentangan darin HRC sendiri pastinya, sebab secara filosofis, bagi orang-orang Jepang ini memalukan dan sebuah kegagalan, tetapi kehormatan untuk tak terus dipermalukan tentu lebih penting.

Sebenarnya baliknya rangka 2014 dan getolnya Honda sudah mengetest rangka 2016 bisa dipandang sebagai usaha HRC mencari hasil optimal di tahun ini dan di tahun depan…yup terutama ya untuk tahun depan. Soal bikin mesin mereka jagonya, tapi mereka keok oleh aturan yang melarang mesin bisa diotak-hatik..disinilah HRC kehilangan kesempatan besarnya…mereka dilarang melakukan hal yang selama ini menjadi ujung tombak mereka..Tahun depan pun elektronik relatif stagnan karena akan diseragamkan. Ya wajar kalau yang mereka kejar sekarang adalah rangka yang sesempurna mungkin…dan INI legal kan.. Mereka pun mulai mencoba dengan ban yang akan dipakai musim depan! Dengan asumsi mereka sudah merasa unggul mesin di tahun depan, ya tentu rangkalah Fokus mereka saat ini. Rangka yang cocok dengan karakter pembalap pabrikan dan ban musim depan tentunya.

Dan ….gonta ganti rangka bagi HRC belum apa-apa dibandingkan zamannya NSR dulu baru jadi di tahun 1984. Kalau tak salah, bahkan di tahun 1985, saat Freddie Spencer juara dunia dengan NSR 500, doi disupply dengan 14 rangka dalam semusim!!!! Ganti sirkuit ganti rangka tuh….

0657672

tersesat muter-muter

  • 1,115,006 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 142 pengikut lainnya.