20160330_181632

Sampeyan pasti sudah tahu kan tikung menikung dengan menggunakan motor. Menikung di lintasan aspal yang paling ekstrem sebenarnya sepemantauan Blog Sesat bukan dari MotoGP, tetapi dari cabang supermoto. Namun, kecepatan mereka di tikungan tak secepat motor-motor MotoGP. Lagian, sampeyan juga repot kan meniru gaya pembalap supermoto kan? Belum lagi spek motornya yang lebih beda dibandingkan spek motor sehari-hari kita dengan motor MotoGP secara bentuk dan cara pengendaliannya. Yang pernah naik motor supermoto tulen pasti paham dengan pernyataan ini.

Husqvarna Supermoto 701. Im Sumo-Stil ist die Fahrzeugschräglage mit 57 Grad wesentlich höher als die kombinierte (51 Grad). Grund: Der Körperschwerpunkt befindet sich weit außerhalb der Mittelachse.

Nah, sesuai gambar, saat ini MotoGP kelas alien bisa menikung hingga 62 derajat. Oh ya, kemiringan 62 derajat itu kemiringan motornya ya. Nah, sampeyan juga tahu kan, semakin kencang motor di tikungan, maka tingkat kemiringannya juga harus semakin besar! Namun, ada batasannya karena bentuk fisik motor itu sendiri (risiko terpentoknya footstep dengan lintasan) dan kemampuan bibir ban memberikan daya cengkram.

20160330_181159

Nah, gaya pembalap MotoGP modern yang hanging off terbukti bisa lebih cepat di tikungan dibandingkan yang menikung dengan posisi badan tegak karena titik berat total tertarik ke bawah dengan adanya titik berat rider yang lebih turun dibandingkan motornya! Jadi, kemiringan motor maksimal semakin dimaksimalkan lagi dengan rider yang semakin merapat ke aspal lintasan. Silahkan lihat gambar..ini yang saya suka dari gayanya orang Jerman, mereka hobi mengukur ini itunya sehingga mendapatkan penjelasan ilmiah dan kepastian lebih baik.

Dengan menggunakan Honda Fireblade 1000, kalau menikung 45/45 kecepatan maksimalnya 55 Km/jam. Di sini, tingkat kemiringan rider dengan motor sama.

Kalau menikung 46/43, kecepatannya turun jadi 53 Km/jam. Nah, gaya ini gaya menikung supermoto, yakni motor lebih rebah, tetapi rider lebih menegakkan badan.

Kalau menikung dengan gaya hanging off yakni 48/51 (artinya rider sekitar 3 derajat lebih rebah dibandingkan motor), kecepatan maksimal di tikungan meningkat jadi 61 Km/jam.

Nah, kalau gaya hanging off dikombinasikan dengan ban bercompound lebih lembut, yakni Pirelli SBK Qualifier, motor bisa lebih rebah jadi 53/55 dan tentu bisa lebih cepat, yakni 65 Km/jam.

Nah, kalau motor benar-benar dibawa dengan level kemampuan Marc Marquez membawa motor, motor bisa rebah 62 derajat dan rider hanging off hingga 66 derajat. Hasilnya ruaar biasa…Fireblade bisa mencapai kecepatan 78 Km/jam di tikungan tempat diadakannya test!

Sumber:

http://www.motorradonline.de/fahrtechnik-und-fahrsicherheitstrainings/alles-ueber-schraeglage-mit-motorraedern/706154

 

Sebuah kalimat yang legendaris ya… Namun, itu penting, salah satunya untuk menghindari false consciousness..ya kira-kira itu terjadi pada kita ketika kita tak sadar bahwa sebenarnya yang kita bisa, kita miliki, kita alami saat ini adalah sesuatu yang masih jauh dari potensi sebenarnya. Nah, kalau begini terus, bagaimana bisa berkembang atau berprestasi?

20160326_220425

Nah, salah satu untuk tak melupakan sejarah adalah dengan berkunjung ke museum, atau yang paling mudah ya membaca. Yang seru buat saya sebagai penggemar motor tentunya membaca majalah-majalah yang lama tersimpan. Nah, begitu menemukan majalah-majalah ini kembali saat beres-beres, saya merasa senang. Daaaan tersadar dari false consciousness saya.. Bukannya tak tau motor zaman dulu itu sudah wow, tetapi jadi lebih teringat dan tersadar lagi. Oh ya, beda ya motor yang dipasarkan di luar dan di dalam negeri. Di luar permotoran terus berkembang, sedangkan di dalam negeri agak beda arah perkembangannya, ya keliahatannya saja lebih modern, padahal sih…..

20160326_215804

Nah, ini adalah iklan sebesar 1 halaman di majalah MotoGP 2002! Ingat, 2002 itu artinya 14 tahun lalu! Saat MotoGP 4 tak baru mau mulai dan masih berpacu dengan motor-motor 2 tak 500cc!

Lihat saja dari perawakan Suzuki FXR 150! Ya saya yakin mayoritas Bro yang tersesat kesini sudah paham, tapi saya tuliskan saja buat yang baru doyan motor ya..

Rem cakram sudah depan belakang dengan Velg berdesain sporty. Fairing juga elegan dan tak berlebihan. Yang tak kalah dahsyatnya adalah lengan ayun dan frame alumuniumnya yang wooooow!!! Bukan besi ya, alumunium! Lebih rigid, kokoh, gagah, tak ngarat dan terlihat elegan! Speedometernya pun sudah digital!

Dan, yang sering jadi bahan ejek-ejekan FB sekarang tentunya power! Motor-motor sport yang katanya high performance itu powernya masih 16-17 PS di atas kertas! Di Dyno masih ada yang di bawah 15 PS malah….itu high performance apa hai performance ya? Sedangkan FXR katanya sih di Dyno sudah 18-19 PS! Itu 12 tahun lalu dengan mesin oil cooled! Makanya ketika Satria FU injection menjanjikan tenaga 18 PS, ya itu BIASA AJA KALEEEEE…. Pesaingnya aja yang powernya payaaaaaah…

*Harap membaca artikel ini dalam keadaan sadar

20160319_165422

Yang namanaya omongan teman, apalagi teman yang kita percaya, adalah salah satu referensi terbaik untuk diikuti. Nah, jadi, kalau kita sadar banyak yang mendengarkan kita, kita harus mulai belajar untuk bicara hal yang memang kita ketahui saja sebenar-benarnya. Ya itu idealnya sih heheh..Ya atau sebaiknya, kalau tak yakin ya tambahkan: gw pernah denger/ denger-denger/ kalau tak salah/ dsb.

Nah, siapa itu yang nyuruh pakai rantai Indoparts? Sebut saja namanya Jombloati aka BJL. Duluuuuuu waktu saya sempat tersesat kerumahnya, kita sempat bicara tentang rantai Tiger..nah, menurut doi, Indoparts saja juga sudah cukup kualitasnya.. Dan omongan ini sangat menginspirasi saya dikala bokek..yup, sebelumnya saya selalu suka yang original aka OEM..kalau tak ori, mending tak beli..Namun, seiring mahalnya barang-barang OEM, parts substitusi macam Indoparts tentu sangat membantu. Apalagi kalau memang kualitasnya cukup baik…Yang terpenting aman! Mungkin daya tahannya tak sebaik original, tetapi standar keamanan itu wajib terpenuhi…membuat paranoid sih di negeri ini, karena terlalu banyak barang yang tak layak kualitasnya juga bebas beredar.

20160319_164917

Oke, jadi minggu lalu, rantai New Thunder 125 bawaan motor pun sudah aus. Setelah 35000 Km lebih, rantai dengan gear belakang terlihat longgar. Sudah sempat saya kencangkan rantainya, tetapi meskipun rantainya sudah tegang dan roda jadi berat diputar, sela-sela antara gear belakang dan rantai tetap terlihat. Kalau sudah begini, ya minta ganti rantai. Kalau dibiarkan terus berisiko tak hanya semata rantai copot, yang bahaya tuh rantai nyangkut dan motor jadi bisa ngesot..ya tak nyangkut terus sih, tetapi sampeyan bakal kaget kan kalau tau-tau roda belakang mengunci sepersekian detik. Kalau pas posisi nikung bisa tergelincir malah, low sider lah…

Singkat kata, saya suruh saja adik saya mengganti rantai motornya. Saya bilang, kalau duit lagi tak banyak, Indoparts saja sudah cukup. Dan seperti di foto deh, tak ada lagi ruang ompong antara gear belakang dan rantai. Dan harga rantai Indoparts untuk Thunder 125 cukup terjangkau, 170 ribuan katanya…

20160312_105123

Yup..saya belum lulus masang ban dalam Vespa.. Kalau kue cubit enak, ini ban dalam cubit, jelas nggak enak! Ban dalam seharga 35000 rupiah itu kempes entah setelah berapa lama terpompa.. Jadi, saya baru menyadari saat hendak pergi menggunakan Excel Rose. Karena lumayan trauma sama ban kempes, saya cek ban cadangannya..lho kok kempes??? Padahal baru seminggu saya pasang sendiri dan sudah saya pompa.

Nampaknya karena saya kurang hati-hati, ban tercubit saat saya memasang velg Vespa yang memang terdiri dari 2 bagian layaknya martabak manis itu hehe.. Padahal saya sudah hati-hati.. Mungkin kurang konsentrasi saat mengencangkan…

Untung masih bisa ditambal, ya 5000 melayang, tapi jadi dapat pelajaran. Nah, mungkin tipps bagi pemula juga yang mau pasang ban dalam Vespa, saat hendak dipasang dan dijepit velg, ada baiknya ban dipompa sedikit. Dengan bentuk membulat, risiko tercubit velg saat dikencangkan bisa terhindarkan. Alhamdulillah setelah 2 minggu ini saya cek tak kempes, berarti saya sudah lulus hihihi…

20160227_180525-1-1

Ban motor kempes di jalan adalah salah satu hal tak terduga yang konsekuensinya bisa beda-beda. Maksudnya, kalau lagi tak ada yang penting dan buru-buru dan kita berada di tengah kota di siang hari, itu bukan hal yang perlu dirisaukan.

Sama seperti ketika suatu sore ban Thunder 125 kempes. Bukan kena paku, tetapi sudah tua…Masih bawaan motor dari tahun 2010, jadi mulai tipis dan ada bagian ban yang mulai tak bisa meredam lagi permukaan jalan yang jelek, maka ban dalamnya pun bocor.

Nah, kenapa saya hepi? Sebenarnya kurang tepat dibilang hepi, tetapi hepi-hepi aja… Karena saya punya masalah lebih buruk sebelumnya! Masih ingat banget ketika ban Vespa kempes dan motor langsung tak berdaya! Nah, kali ini, ketika ban depan Thunder 125 kempes, motor masih bisa jalan! Dan, bahkan saya lumayan kaget, sebab meskipun kempes total ban depan, New Thunder 125 ini masih enak-enak saja dikendarai! Seumur-umur baru kali ini naik motor dengan ban depan kempes total tanpa merasa kuatir!

Sampai tukang ban, tak ada itu cerita ditolak seperti waktu saya mau nambal ban Vespa yang sampai ditolak 3 tukang tambal ban berbeda wkwkwk…

Ya, saya mendapat sedikit pelajaran hidup dengan kempesnya ban Excel Rose… Ketika mengalami masalah serupa yang lebih ringan, saya merasa tenang dan hepi-hepi aja.. Jadi, kalau kita lagi dapat masalah berat, kita masih harus tetap bersyukur, karena masalah berat itulah yang dikemudian hari membuat kita tetap kuat, tenang dan tetap hepi-hepi aja…

Jakarta – All New Satria F150 FI telah resmi diluncurkan oleh Suzuki. Dengan berbekal mesin 150 cc DOHC injeksi terbaru ini, Suzuki juga akan mengaplikasikannya pada motor sport terbaru yang akan tarung di segmen sport 150 cc.

“Motor sport 150 cc Suzuki saat ini masih dalam tahap pengembangan, mengenai waktu peluncuran masih belum tahu kapan namun diusahakan secepatnya karena pengembangannya benar-benar dimulai dari nol,” jelas salah satu narasumber dari Suzuki yang dapat dipercaya.

Untuk jenisnya sendiri yaitu sport full fairing. Suzuki lebih memprioritaskan segmen full fairing terlebih dahulu daripada sport naked 150 cc, setelah itu baru mempersiapkan sport 250 cc. Wah nanti akan berhadapan dengan Honda CBR150R dan Yamaha YZF-R15 nih!

Lalu bagaimana mesinnya? “Basis mesinnya mengambil dari All New Satria F150 injeksi ini, namun tetap ada beberapa perubahan dan penyesuaian khusus jadi tidak seutuhnya sama,” tutur pria ramah ini. Saat ini mesin Satria F150 FI mampu menghasilkan power maksimum 18 hp, Suzuki tidak menutup kemungkinan kalau motor sport terbarunya ini nanti akan tembus 20an hp.

Beberapa waktu lalu sempat beredar foto motor sport full fairing terbaru dari Suzuki di dunia maya, ternyata motor yang dimaksud bukanlah itu. “Saya bisa pastikan motor yang dikembangkan bukan motor ini (lihat foto di atas), ini bukan untuk market Indonesia,” tutur sang narasumber saat diperlihatkan foto spy shot motor sport full fairing terbaru dari Suzuki tersebut. Hmm jadi penasaran…

Makin sengit nih persaingan motor sport 150 cc! (motor.otomotifnet.com)

http://otomotifnet.com/Motor/News-Apm/Suzuki-Kembangkan-Motor-Sport-150-Cc-Full-Fairing-Basis-Mesin-Dari-Satria-F150-Fi

Itu saya copas dari otomotif.net. Berita yang sepantauan saya hari ini belum dikabarkan lagi oleh blog-blog motor tanah air papan atas. Kenapa? Bisa jadi karena belum sempat, belum ada waktu, atau belum tahu.. Kalau kita suudzon hehehe (maaf-red), bisa jadi kabar ini terlalu rumor dan masih sulit dipertanggungjawabkan. Yup, kalau tak bisa ambil dari sumber pertama yang kredibel, menyebarkan berita yang belum pasti itu ya tidak baik.

Eh..itu nggak suudzon ya..oke gini suudzonnya: Berita kaya begini jelas bisa menunda minat orang beli motor baru sekelas 150cc sport lainnya! Nah, pabrikan mana tuh yang bakal rugi banget kalau berita akan diluncurkannya Suzuki sport 150 cc ini tersebar? Apalagi mesin Satria 150 injeksi sudah banyak yang mengatakan sangat powerful, jelas lebih banyak powernya dibanding motor sport 150 cc yang DOHC dan SOHC 4V yang suka dipakai jadi bahan debat nambah dosa itu wkwkw…

Yang serunya lagi nih, katanya si sumber yang katanya dapat dipercaya itu, mesin yang dipakai berbasis Satria FU injeksi yang sudah kuat ini akan diolah lagi sehingga bisa menjanjikan 20an HP! Bukan hal yang mustahil sama sekali, karena dengan mesin motor sport harian 150 cc DOHC mereka yang terbit belasan tahun lalu, angka 20 HP sudah terlampaui! Top speed 140 Km/jam dengan FXR pun di zaman itu sudah bisa tercapai…

Bagaimana dengan tampang? Foto motor fairing yang katanya motor sport 150 cc Suzuki itu bukan seperti foto di atas.. Sampeyan tau kan, motor fairing itu memang lumayan, tetapi di dunia maya sudah sering dikritik kurang oke dan kurang sporty… Nah, ada harapan dooong..

Selain itu, sempat diungkit-ungkit motor sport 150 cc naked dan nantinya yang 250cc! Untuk yang 150cc naked, Ki Gede Anue menyarankan untuk menghibahkan mesin 150cc Satria FU ke Thunder 125. Dengan setting lebih bertorsi dan pembenahan efisiensi mesin, mereka pencinta motor sport agak klassik (hihihi) akan mendapatkan mesin legendaris yang sudah banyak dikenal dan banyak partsnya..ya bbelajarlah dari Honda dengan CB dan GL seriesnya….Niscaya pasar daerah pun tak banyak keraguan meminang Thunder 150cc DOHC oil cooled itu…

*Artikel Sesat ini tidak untuk diprotes (sigh..sigh..sigh…)

Yo.. sudah lama ya kita tak ngobrolin MotoGP. Ya semenjak Sepang Clash, saya cukup terpukul kehilangan 2 heroes sekaligus. Yup, buat penggemar berat MotoGP macam saya, itu ga lucu lagi… Awalnya seru, tetapi mulai adanya haters, intrik, suudzon sono-sini, hal yang seru itu menjadi musibah dan lama-lama ga lucu lagi.

Oke, kita beralih ke judul.. Nah, silahkan tebak siapa hayo yang akan jadi kuda hitam? Kalau lihat hasil test sih Suzuki dengan Vinales sangat menjanjikan ya, bahkan dengan performanya yang sekarang, bisa dibilang kandidat juara dunia MotoGP 2016! Namun, ingat lagi awal dua tahun lalu dengan Alex Espargaro yang juga bahkan bisa dibilang lebih dahsyat, karena sampai kualifikasipun mencengangkan dan membuat tim pabrikan yang terkekang aturan tampak kewalahan. Nah, kalau ingat yang itu, maka Vinales dan Suzuki mungkin akan jadi kuda hitam! Yup, sekali-kali nyelengkat lah…tapi belum jadi kandidat serius juara dunia… Nah, siapakah kandidat seriusnya? Ini dia:

100_Ducati-in-der-MotoGP.jpg.4837748

Yup, Ducati, terutama Ianone… Sudah lihat sendiri kemampuannya bertarung sejak Moto2 dan 2 tahun belakangan di Ducati kan… Yup, soal teknik dan keberanian, dia jago! Soal sportifitas, terbukti Rossi disikat di Philipp Island. Nah, kurang motornya saja yang joss…

Namun, semenjak bergabungnya Gigi Dall’igna. (singkat Gigi aja ah..susah namanya wkwkw), Ducati pelan-pelan bermetamorfosis. Kabarnya, power gila-gilaan itupun masih terus digali sama Gigi… Sudah lama sih Ducati tak bermain di 240 PS, mereka sudah main di 250 PS dan bahkan 260 PS. Nah, tenaga segitu juga diperoleh dengan terus menyempurnakan ketahanan mesinnya. Menurut Gigi, mesin Ducati dengan Desmodromicnya punya karakter yang sangat baik. Di putaran tinggi tak kalah dengan Pneumatic pabrikan Jepang, di putaran rendah punya torsi dan akselerasi yang lebih baik! Ini kelihatan banget waktu Ianone melibas Rossi di Sirkuit omahnya Casey Stoner toh… Tentu Gigi mengisyaratkan, settingnya harus tepat, dan dia sudah memahami itu…

130_Ducati-in-der-MotoGP.jpg.4837802

Nah, faktor lainnya yang bisa membuat Ducati sangat berpotensi juara dunia adalah keahlian strategi Gigi! Yup.. Dia sadar, motornya yang hanya bagus di sirkuit tertentu saja tak cukup, harus bagus di sebanyak-banyaknya sirkuit! Pelan-pelan dengan ECU tunggal Magneti Marelli. Nah, sampeyan kan tahu Ducati sudah kerjasama dengan supplier ini sejak lama.. Mereka jelas lebih menguasai, lihat saja Honda yang tahun lalu saja sudah dinilai meiliki mesin yang terlalu liar! Padahal, Ducati yang saat ini memiliki mesin dengan peak power terbaik dan torsi terbuas!

Itu mah semua tau ya… Nah, jangan salah, strategi Ducati kenal dengan ECU tunggal ini sudah dimulai sejak tahun lalu sebenarnya. Mereka tau menggunakan ECU ini seefektif mungkin. Saat pabrikan baru pada bikin pr pasca musim 2015, Ducati sudah membuat pr mereka terkait ECU sejak musim 2015 berjalan! ECU tunggal ini sudah dipakai di Desmosedici tim Avintia, tim satelit mereka! Jangan heran kalau test Jerez lalu Scott Redding mampu mempecundangi catatan waktu Marc Marquez yang juga terjun di test yang sama. Ya berarti Ducati tinggal minta saja lah resepnya dari Avintia hihihi…

160_Ducati-in-der-MotoGP.jpg.4837856

Weits..tak hanya di situ Bro… Ducati terus mengembangkan Desmosedici mereka..ya iyalah… Nah, lucunya, mereka punya pembalap yang jago late braking (Andrea Dovizioso) dan pembalap yang jago ngegas duluan selepas tikungan (Andrea Ianone). Oh ya, Dovi hanya kuat di awal-awal seri 2015 saja, setelah itu doi didera masalah grip roda belakang yang menurutnya kurang ngegigit.

Naaaah, perubahan supplier ban dari Bridgestone ke Michelin membawa berkah bagi Ducati! Kenapa, karena grip ban depan Michelin lebih payah dibandingkan Bridgestone! Lho kok lebih payah malah senang???? Jangan lupa Bro..Ban depan Bridgestone memungkinkan membelok sambil mengerem hingga ke titik terujung tikungan! Nah, ini kan kekuatan pesaing mereka selama ini, yakni Honda dan Yamaha! Nah, kalau dengan Michelin duo pabrikan Jepang kehilangan keunggulan itu, Ducati untung dong…ibarat kata sekarang, kemampuan masuk tikungan mereka jadi selevel!

Nah nya lagi nih, grip ban belakang Michelin lebih baik! Nah, ini dia yang diinginkan dan cocok dengan Dovizioso! Bagaimana dengan Ianone? Ya sama lah untungnya, power Ducati saat keluar tikungan akan lebih terakomodir… ibaratnya, kalau dengan Bridgstone pas keluar tikungan (motor masih miring) tenaga akan dibatasi sebutlah di 150 PS misalnya, nah dengan Michelin sebutlah bisa dikasih 160 PS!

Sejak test berakhir dan memasuki masa libur, Ducati terus berbenah menyempurnakan motor mereka dengan setting ECU tunggal dan ban Michelin. Kata Gigi sih kerja perintilan yang halus-halus hihihi..

Bersinarnya Scott Redding dibandingkan Marc Marquez juga menunjukkan, Ducati sudah semakin matang. Katanya sih Ducati Desmo edisi 2016 ini bisa ngajak ridernya bicara wkwkw..maksudnya “bicara” adalah, motor kasih gelagat-gelagat kalau grip ban sudah tak sanggup atau motor akan mengalami low maupun highsider! Redding mengakui ini! Yang lagi puyeng tentunya Honda! Bahkan saat test Jerez hari pertama, Marquez terlempar dari motornya (highsider), padahal katanya doi tidak sedang membuka gas, hanya menahan gas saja..yup, makanya Honda puyeng! Motornya tidak mengajak ridernya “bicara”, atau terlalu sedikit ngajak “bicara” aka ngasih feedback je ridernya.  Mesin binal, ECU baru, ban depan gripnya lebih payah, makanya Honda lagi pusing pala barbie…

sumber foto dan inspirasi:

http://www.motorradonline.de/motogp-moto2-moto3/ducatis-strategie-fuer-die-motogp-saison-2016/705536

IMG-20160208-WA0029-1-1Saya bukan mau cerita Yogya undercover, saya benar-benar tersesat kali ini. Yup, seperti saya pernah ceritakan, perjalanan kali ini sengaja tanpa banyak cari info atau googling dulu. Saya menyengajakan diri saya melakukan perjalanan dengan kepolosan dan membiarkan kejutan demi kejutan terjadi dan menangkap segala sesuatunya dengan kekosongan pikiran yang sadar hihihi (aneh ya bahasanya?)

Nah saya bertemu di Yogya dengan sebut saja teman-teman saya. Mereka yang cari penginapan murah. Pertama di telepon saat saya masih di bantul dan mereka sudah tiba di hari yang sama dengan kereta, mereka bilang sudah dapat tempat di Sarkem. Nah, yang nelpon bilangnya sambil cekikikan… Wah aneh nih kata saya.

Tapi saya tanya lagi, apaan tuh Sarkem? Dia bilang pasar kembang…Dekat stasiun Tugu, parkir saja di Stasiun Tugu. Nah singkat kata ketemuan deh dan nginep di Losmen Bu Purwo di Gang I. Ada tulisan-tulisan juga, :” Bukan Muhrim dilarang sekamar!”

Wah, gini amat…dalam hati saya.. Baru kali ini nginep ada warning beginiannya wkwkw…

Nah, pas ketemu sama Mas Irawan dan Mas Gora, mereka menanyakan, saya nginep di mana. Saya jawab: di Pasar Kembang. Daaan..mereka berdua cekikikan… Saya masih melongo aja, dan heran, kok pada cekikikan…

IMG-20160205-WA0017Oh ya, waktu saya ke Yogya, Pevita Pearce disinyalir menyusul saya ke Yogya. Namun, informasi ini tentu saya rahasiakan wkwkw…

#kebohongan publik

Lanjut ah…

Karena tidak mau ketemu Pevita, hari Sabtunya saya meninggalkan Yogya dan mampir dulu ke rumah Pakde saya di sebuah kota di Jawa Tengah. Di sana ada Pakde saya dan saudara saya yang lebih tua dari saya. Oh ya, kami jarang ketemu…

Pakde dan sedulur saya menanyakan, di Yogya nginep di mana? Saya jawab di Pasar Kembang…

Daan..mereka kembali cekikikan…. Saya tanya kenapa?? Tapi jawabannya tak memuaskan..cuma tau sedikit, dulu Pakde tau daerah itu waktu masih kadang ke Yogya sambil cekikikan…

IMG-20160208-WA0041Karena kami lama tak bertemu, pembicaraannya sampai situ saja tentang Pasar Kembang. Baru semalam sih saya googling, apa itu Pasar Kembang alias Sarkem di Yogya…

Daaaaan ternyata lebih dikenal sebagai daerah lokalisasi hihihihi…Tapi katanya sih sudah tak seperti dulu..dan adanya di Gang 3. Nah saya kan di Gang I, dan itu juga tak mengeksplor daerah situ. Saya dan teman-teman lebih sering jalan-jalan ke tempat wisata lainnya…

Wah, pantesan saja pada cekikikan… Ibarat kalau kita ke Jakarta.. Kalau ditanya, nginep di mana??? Di Kalijodo wkwkw.. Atau Saritem di Bandung atau Gg. Dolly di Surabaya…

Hadeuuuuh…. Repot juga ya kalau nginep murah di daerah yang punya “Nama Besar” macam itu..

 

 

Screenshot_2016-02-16-20-02-16-1 Sebelum melakukan perjalanan Jakarta-Yogya-Jakarta, saya bertanya kepada mekanik Vespa langganan saya (padahal datang servis setahun sekali hihihi), berapa konsumsi bensin Excel? Chix, sebut saja namanya begitu, menjawab, Excel standar kira-kira bensinnya 1:25.

IMG-20151213-WA0005

Ya, saya percaya dengan pengalamannya. Nah, karena itu, saya perkirakan juga berapa bensin yang saya perlukan selama perjalanan. Nah, untuk mengantisipasi kehabisan bensin, saya juga bawa 1 liter premium di laci Excel Rose, ya barangkali tersesat, mati lampu atau kurangnya suplai bensin dari pusat.

Nah, sekarang coba kita hitung berapa konsumsi bahan bakar Excel Rose ya. Oh ya, Excel Rose sudah semi korek, pakai piston RX-King dan laher-laher yang lumayan lah… Lubang transfer dan bilas juga sudah dikorek sama Chix. Nah, saya pikir, bisa-bisa lebih boros dari 1:25 ya.. Namun di sisi lain, bisa lebih irit juga karena jalanan luar kota. Nah, yang teratas itu jarak tempuh total pulang pergi: 1549 Km.

Screenshot_2016-03-06-12-34-15-1 Nah, yang ini jumlah bensin yang saya beli. Jadi dari rumah full tank, sampai rumah lagi full tank. Tapi ya ini perkiraan ya, tetapi tak jauh-jauh lah kalau meleset. Nah, kira-kira saya butuh 34 liter premium. Oh ya, oli campur habis kira-kira sebotol berisi 700 ml. (jangan protes ya, saya sih ngoplos sesuka saya hihihi.)

Screenshot_2016-03-06-12-36-29-1

Nah, kita bulatkan saja… Kalau menempuh 1549 Km membutuhkan 34,05 bensin premium, nah berarti untuk 1 kmnya, Excel Rose bisa digeber sejauh 45.49 Km untuk jalanan luar kota… Untuk jalanan dalam kota tentu jadi lebih boros ya, perkiraan saya bisa di 1:30-1:25an. Nah, lumayan irit juga ya Excel kalau dipakai di luar kota…

Sudah banyak yang mengukur mengenai jarak tempuh ini, ya tapi ini saya jadikan sebagai catatan pribadi saya. Karena saya berangkat dari ujung selatan Jakarta, maka jaraknya cukup representatif lah, kalau dari utara Jakarta jelas lebih jauh, apalagi Jakarta itu besar jenderal…

Berangkat dari rumah, Excel Rose menampilkan angka 88031 di tripmeternya, nah saya menuju Yogyakarta melalui Puncak, Bogor, Bandung, Tasikmalaya, Majenang, Kebumen, jalur selatan Daendels, Bantul dan akhirnya sampai di kota Yogyakarta. Saya juga sempat mutar-mutar sedikit di Tasikmalaya, anggaplah jadi tekor 20 Km.

20160204_092026

Sampai di Stasiun Tugu, Yogyakarta, Tripmeter menunjukkan 88695. Jadi, kira-kira jarak yang telah ditempuh sejauh  664 Km. Melalui jalur ini, saya membutuhkan total sekitar 11,5 Jam dari Jakarta ke Majenang (dengan isitirahat 1,5 jam) dan dari Majengang ke Yogyakarta butuh 7 Jam 20 menit. Jika dihitung lama perjalanan (termasuk beberapa istirahat selama 1 jam 40 menit) dan waktu berhenti di Majengang (22.00-04.50) tidak dihitung, maka lama perjalanan kira-kira 20 Jam 30 menit.

Apakah itu waktu yang lama? Saya rasa sih tidak, sebab jalanan tak terlalu padat dan Excel Rose juga digeber lumayan kencang (rata-rata 60-80 Km/jam), kadang dipanteng di 90 Km/jam, dengan top speed di perjalanan berangkat 110-120 Km/jam (tentu sangat jarang). Kelemahannya tentu di rem dan akselerasi yang tidak sebaik motor-motor baru (karena memang saya bawa dengan economic mode hehe..). Jadi, kalau ada Bro yang mau coba juga Jakarta-Yogya dengan roda 2 di waktu normal, 20 jam sudah bisa jadi patokan. Kalau pakai motor baru 150-200cc sekarang ya menurut perkiraan bisa 18 jam lah (cepat, tetapi tak ugal-ugalan).

Oh ya, untuk menempuh 664 Km itu, saya beli bensin 100.000 rupiah. Jadi dari rumah penuh, sampai di kota Yogya saya isi penuh lagi ya habisnya 100 ribu rupiah itu. Jauh lebih irit dari perkiraan saya.

20160203_103513

Nah, perjalanan pulang melalui jalur utara dan jalur tengah. Nah, yang ini jauh lebih lama. Sama-sama terbagi dalam dua hari. Hari pertama sampai Tegal via Semarang dengan lama perjalanan plus istirahat sekitar 8 jam 45 menit. Dan besoknya dari Tegal via Cirebon, Sumedang, Subang, Cikampek, Bekasi memakan waktu 11 jam 30 menit. Kalau ditotal perjalanan 2 hari itu dari Yogyakarta ke Jakarta via pantura dan jalur tengah, dengan istirahat habis 23 jam 45 menit. Jarak tempuh di tripmeter juga lebih jauh dengan sempat blusukan juga ke jalur tengah yang jalanannya kecil. Jika tiba di Yogya tripmeter menunjukkan 88695, maka setelah saya pakai ke Kaliurang, perbatasan Jawa Tengah-Yogya, kembali ke kota Yogya lagi, ke Bantul, lalu Wonogiri, lalu ke kota Yogya lagi, lalu dipakai ke Jakarta, angka di tripmeter menunjukkan 89580 Km. Artinya dari tiba di Yogya, jalan-jalan di kota Yogya dan sekitarnya, kemudian pulang ke Jakarta, Excel Rose menempuh 885 Km.

*Maaf jika penjelasannya tidak sistematis dan ada hitungan yang meleset.

tersesat muter-muter

  • 1,383,868 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 155 pengikut lainnya