Kemunculan BMW S1000RR sebagai superbike terkuli di tahun 2009 lalu masih saja terasa efeknya hingga kini. Meskipun saat ini S1000RR yang dikembangkan BMW selama 4 tahun sudah tergolong berusia uzur dan secara teknologi sudah biasa saja, motor ini sukses menjadi basis untuk pengembangan lebih lanjut.

20180304_122528

Memang S1000RR bukan motor juara di WSBK, tetapi juara lho di kelas superstock 1000. Dalam keadaan standar, motor ini bisa menjuarai ajang duel superbike di berbagai media. Nah, karena kompetitor juga mengeluarkan produk yang makin canggih, BMW pun berusaha untuk tetap mempertahankan supremasinya. Bahkan dengan cara yang tidak tanggung-tanggung, edisi HP4 Race dikeluarkan!

20180304_122643

Buat yang tersesat ke sini, memang sih, motor yang dijual 2,1 miliar di Indonesia ini bisa dilihat di IIMS 2018 di Jakarta. Sampeyan bisa lihat langsung, meskipun tidak dekat.

20180304_122857

Blog Sesat alhamdulillah bisa melihat dari dekat sambil sedikit menggerayangi, menjamah, dan memperhatikan motor seharga 80.000 Euro ini dari jarak sangat dekat.

20180304_122910

Motor bertenaga 215 PS dengan bobot 171 Kg ini memang luar biasa.. Tenaga melimpah dengan putaran mesin 300rpm lebih tinggi dibandingkan S1000RR standar dan bobot lebih ringan dibandingkan motor WSBK pabrikan!

20180304_122716

Parts terbaik pun tercangkok padanya.. Istilah kata, tak usah protes! Dibawa untuk balap WSBK pun sudah cukup, paling setting yang benar dan power yang perlu dinaikkan lagi sedikit. Dan harga 80.000 Euro memang hitungannya murah untuk membuat motor spek ini. Lha, pegangan knalpotnya saja sampai dari karbon! Ya, walaupun rem tidak sampai karbon ya hihi..Namun, wajar, sebab tak cocok untuk harian dan harganya juga selangit..

20180304_122746

Kalau mau dapat power besar yang menyamai, tetapi lebih murah memang ada sih. Ducati Panigale V4 sudah menawarkan tenaga 215 PS dengan harga 27.990 Euro… Yup, jauh lebih murah, tetapi secara bobot belum bisa melawan HP4 Race, sebab masih 195 Kg.

20180304_122657

Ya, ada yang lebih mahal lagi, Ducati Panigale V4 Race Replica yang juga berbodi karbon, knalpot Akrapovic dan foot step yang adjustable. Entah berapa beratnya, disinyalir sih belum seenteng HP4 Race ya. Oh ya, spek tertinggi Ducati V4 ini dibanderol 39.900 Euro! Kalau lihat harga saja, Ducati jadi murah ya dibandingkan BMW hihi…

20180304_122630

Melihat dari dekat HP4Race memang wow banget. Saya penasaran dengan detailingnya. Coba lihat velgnya. Beda dengan produk dari logam, carpon parts tidak diemboss, tetapi dilabeli dengan sticker.. Coba lihat velg karbonnya..

20180304_123150

Nah, ini motor kelihatannya perfek banget ya… Namun, Blog Sesat berhasil menemukan bagian yang bisa jadi bahan bullying! Membuat bagian rangka dari serat karbon tidak gampang, meskipun bisa! Buktinya jadi kan ini rangka yang beratnya hanya 7,8 Kg! Edan, seenteng itu untuk meredam kekuatan 215 PS!

20180304_122822

Tuh Bro! Bukan masalah nomor rangkanya yang hanya sticker hihi..tetapi kerapihan di bagian twin sparnya memang bisa dibilang buruk! Kelihatan meletat meletot gitu kan.. Namun lurus kok, hanya serat karbonnya saja yang tidak rapih, resinnya sih rapih..ya ibarat ager-agernya rapih cetakannya, tetapi potongan buah-buahan di dalam agar-agarnya itu yang tidak beraturan hihi..

Bagaimana Bro? Kurang jelas? Ini nih yang lebih jelas lagi:

20180304_122927

Gimana Bro? Puas ya PDKT sama BMW HP4Race… Secantik-cantiknya, didekati ada juga bagian kurang indahnya..

 

Iklan

Apa itu framing? Buat yang belajar ilmu komunikasi media maupun analisis wacana kritis, ini mah mudah dijawab ya. Sesuai namanya, membingkai! Tujuan membingkai itu ya sama seperti menggiring si penerima pesan untuk fokus ke hal tertentu saja. Artinya, framing itu berguna untuk membentuk opini! Yup, subjektif! Nah, berhubung yang namanya media itu dituntut objektif, tentu mereka berusaha sehalus mungkin dalam menggiring opini. Media tak bisa eksplisit, sebab taruhannya adalah kredibilitasnya.

Framing yang baik akan bisa membuat penerima teks memiliki opini sesuai yang dikehendaki pembuat teks tanpa merasa “digurui”. Hari gini dengan berkembangnya hypertext, framing bisa dibantu dengan komentar-komentar penerima teks. Nah, komentar-komentar ini bisa jauh lebih eksplisit dan menggiring, karena kan komentator tak dituntut untuk objektif!

Sebagai contoh framing berkualitas buruk, kita lihat nih berita CNN Indonesia tentang penutupan Diskotik Exotic oleh Pemprov DKI.

Gimana Bro? Gampang kebaca kan, ke mana arah penggiringan opininya? Dengan memasukkan tukang parkir yang mengeluh tentang pendapatannya, itu saja sudah sangat kebaca.. Apalagi si tukang parkirnya komentar, si diskotik juga berbagi dengan warga blablabla…. yup, bawa-bawa agama juga… Makin kebongkarlah framingnya yang cupu itu!

Jadi, ibarat kalau ada pengedar narkoba atau koruptor ketangkap, dia dikasih kesempatan untuk mengatakan hal serupa bagaimana? “saya korupsi kan untuk menghidupi keluarga saya..orang tua sakit.. masyarakat sekitar rumah juga terima qurban blablabla…”

Rendahnya kualitas framing bisa dilihat dengan banyaknya komentar yang membongkar kedok framingnya…  Karena keeksplisitannya framingnya, pihak yang berkepentingan dengan framing ini pun akan kesulitan untuk berkomentar yang logis…

Yang namanya permintaan terhadap sebuah motor prestige berharga tinggi yang terus menurun sebenarnya biasa saja, sebab seiring waktu, nilai prestigenya juga menurun.. Maklum, di jalan sudah banyak yang beredar, sehingga nilai prestige otomatis hilang. Sekarang tinggal masalah nilai di luar prestige yang dihadirkan motor itu sendiri.

Permasalahan lainnya bagi Honda adalah, Yamaha R25 yang bisa dibilang terhitung sempat keok pun bangkit. Bukan tak mungkin akhirnya bisa menyalip penjualan motor flagship Honda yang berasa ngegigit DOHCnya ini.. Kalau sampai kesalip, siap-siap jadi bahan bullying deh hihi..

Tentu perlu dianalisis, apa yang menyebabkan permintaan terhadap motor ini cenderung menurun. Artinya, ada nilai tertentu yang tak dimiliki CBR 250 RR! Aneh kedengarannya, sebab motor ini bisa dibilang paling canggih secara fitur. Secara performa di jalan pun, setelah ditest media di jalan dan di sirkuit Sentul, masih bisa mengatasi jagoan baru Kawasaki Ninja yang klaim di atas kertas berpower sedikit lebih besar!

Kalau dibilang desain itu selera, nah, berarti ada faktor lain! Berdasarkan pantauan Blog Sesat, ini lebih dikarenakan riding positionnya yang terlalu track oriented! Buat harian dianggap terlalu “hot”! Perlu yang lebih relax! Perlu yang lebih kalem! Nah,karena itulah, penting untuk ikuti langkah Ducati..

20170304_113458

Bingung kenapa? Masih ingat Ducati ini? Yup, tahun lalu Ducati meluncurkan Ducati Supersport kan… Nah ini bisa diikuti Honda..

Honda bisa mempertimbangkan mengeluarkan varian yang lebih touring oriented! Mudah saja: pastinya yang pertama setang yang dibekali raiser! Lalu windshield yang tinggi..kalau mau keren malah yang pakai elektrik untuk mengatur ketinggian! Kemudian jok sambung yang lebih nyaman. Terakhir adalah warna yang lebih elegan, ga perlu stripping! Kan sudah belajar tuh dengan meluncurkan PCX!

Soal performa, tak perlu dibedakan dengan CBR250RR yang sudah ada, sebab justru ini daya jual tersendirinya…

Peluncuran Yamaha Lexi yang berdekatan dengan Honda Vario memberikan gambaran, betapa berdarah-darahnya segmen matic, bahkan di level matic menengah. Keduanya menawarkan teknologi yang lumayan up to date, meskipun Lexi menurut Blog Sesat lebih akan menggiurkan bagi yang menghendaki sisi fungsionalitas. Bahkan ada petinggi Yamaha yang mengatakan, ini motor matic cocok banget untuk ojek online hehe.. Kenapa lebih cocok? Mudah saja..joknya panjang dan ada untuk charger HP hihi..

Motor yang mesinnya turunan Aerox ini dikatakan sangat responsif. Posisi riding lebih santai dibandingkan Vario dan bisa belok patah tanpa risiko setang kena dengkul. Buat yang doyan boncengan dan butuh fungsionalitas, tampaknya Lexi akan lebih dilirik..

Btw, Blog Sesat ga pantas ya bicara matic, maklum, bukan pencinta matic hihi.. Matic yang bikin jatuh hati sampai sekarang baru Vespa GTS aja..tapi mau beli juga nggak sih wkwk..

Nah, ada satu hal yang berkenaan dengan Lexi yang bikin nostalgia. Ini dia:

IMG-20170507-WA0000-1

yup.. iming-iming mendapatkan emas! Buat yang ahli marketing tentu lebih tahu ya bagaimana keadaan promo-promo Bank di tahun 90an hihi..

Eh, saya tidak tahu sih, bagaimana promo-promo perbankan sekarang di Indonesia, tetapi itulah yang terbersit di pikiran saya. Dan ini memang cara yang sulit untuk ditolak, apalagi kalau berkaitan dengan restu istri untuk beli motor lagi hihi…

Blog Sesat dengan operasi intelijennya mendapati, isu Suzuki Bandit 150 seperti memudar. Setelah muncul penampakannya dan dianggap kurang menggugah selera, Suzuki bisa jadi kembali mempertimbangkan desain yang sudah ada. *Ini cerita fiktif Blog Sesat saja hihi..

Dari pantauan membaca komentar-komentar yang ada terhadap tampak belakang Suzuki Bandit 150, tampaknya mayoritas kecewa. Bahkan bukan mayoritas saja, lebih jujurnya: tak ada satupun pujian yang menunjukkan kesukaannya terhadap tampilan belakang Suzuki Bandit 150.

Nah, kalau sudah begini, buat apa merevisi GSX-S 150 kan? Kan sama-sama aja tak banyak yang suka. Apalagi harga GSX mini versi naked lumayan jatuh, gampang mencari secondnya di pasaran, ya wajar saja susah banget untuk jual yang baru. Bandingkan dengan N-Max yang harganya bertahan, maka orang tak segan untuk beli baru.

Suzuki sebenarnya punya moge yang tampilannya bisa diadopsi untuk Bandit 150. Ubahannya pun tak perlu banyak-banyak, cukup jok, rangka belakang, lampu-lampu dan tanki. Tanki sendiri kalau dipertahankan model sekarang pun masih berterima lah..tak ada yang protes desain tanki GSX-S 150  kan?

Moge yang dimaksud Blog Sesat tentu sudah Bro kenali cukup lama, yakni Suzuki SV650. Ini dia tampilan teranyarnya:

20180304_102024

 

20180304_101951

20180304_101909

SV650 bisa dibilang berukuran kecil. Dia hanya sedikit lebih besar dibandingkan Honda Tiger. Duduk di joknya terasa nyaman, koplingnya ringan, kaki-kaki berukuran pas, dan tak sulit untuk memindahkan desain ini ke motor berkapasitas lebih kecil. Memang tidak terlihat wow, tapi sampeyan bakal suka deh… GSX-S 150 dibuat dengan desain SV 150 pasti bikin melirik, apalagi masih banyak bikers yang masih belum mau move on dari desain ala Honda Tiger dan Vixion generasi awal! Lampu bulat di depan kembali punya magnet tersendiri… Dan lampu belakangnya, kenapa tak dipasang lampu belakang Hayate, biar lebih nyerempet moge looknya Gixxer kan..

Kurang keren? Dengan sentuhan minimalis masih bisa dibuat lebih keren lagi dengan menguatkan kesan retronya.. Ganti model tudung lampu, ganti lampu sennya, tambah lampu sorot LED mini, kasih under cowl, pasang Yoshimura dan pilih warna ala 80an, maka lahirlah Suzuki SV 650 X:

20180304_102244

20180304_102142

20180304_102420

20180304_102430

Gimana Bro? Lumayan banget dan aman lah ya kalau Suzuki menjadikan SV 650 X ini jadi kiblat untuk memoles ulang GSX-S 150? Tua muda suka lho..ini buktinya:

20180304_102443

20180304_102311

Yang namanya jadi minoritas tentu banyak batasannya. Hak menentukan kebijakan pun sangat terbatas, termasuk dalam hal melaksanakan ibadah.

Di Jerman pun begitu. Di satu sisi, ada kebebasan beragama dan tidak beragama yang dihormati. Mesjid pun di Jerman, terutama di bagian barat macam negara bagian NRW cukup banyak. Tentunya ada aturan-aturan yang harus diikuti. Dan yang namanya masalah nego, memang ada, tetapi suara minoritas pastinya tak mungkin menentukan arah kebijakan.

Misalnya kemarin diumumkan, mulai kemarin tidak ada lagi sholat isya berjamaah di masjid karena pihak masjid mendapatkan surat permintaan dari pemerintah kota, masjid baru boleh buka jam 6 pagi dan tutup jam 10 malam. Di musim dingin, hal ini bukan masalah, sebab sholat subuh bisa jam 7 pagi dan jam 7 malam pun sholat isya sudah selesai. Namun, di masa menjelang musim panas, artinya sholat subuh hanya akan terselenggara paling lama sekitar sepekan ke depan (waktu subuh semakin dini menjelang puncak musim panas). Kalau sholat isya jelas tak boleh lagi diselenggarakan di masjid karena aturan tadi..dan jangan coba-coba melanggar, meskipun kalau dibenturkan dengan aturan agama tentu tidak ketemu..

20180414_135645-1

Kalau coba-coba melanggar aturan yang ditentukan, masjid bisa ditutup! Dan masjid ditutup di sini bukan hal aneh.. Seorang mahasiswa yang kuliah di Dortmund pernah menceritakan, agak repot sholat sebagai mahasiswa di Dortmund karena masjid di kampusnya ditutup. Katanya karena sempat ada kasus bagi-bagi Al Quran di area publik. Hal ini dianggap pelanggaran, akibatnya masjid kampus itu ditutup. Nah, siapa yang susah sendiri kalau begini?

Ketidakdisiplinan orang Islam sendiri yang bisa merugikan. Seorang teman lain pernah menceritakan, salah satu masjid di Bochum sempat ditutup beberapa pekan gara-gara sempat terjadi keributan. Ada orang Islam yang sholat Jumat, masalahnya dia memarkir mobilnya di tempat parkir yang tidak diperuntukkan untuk jemaat. Dan orang Jerman yang merasa hak parkirnya diambil pun teriak-teriak ketika Jumatan sedang berlangsung, dan terjadilah keributan. Saya rasa sih sebatas maki-makian ya, tak sampai gebuk-gebukan..tetapi itu pun cukup untuk menutup sebuah masjid beberapa pekan! Yup, keteledoran seorang Islam dan ketidakpeduliannya pada aturan bisa sangat merugikan bagi komunitasnya sendiri!

Di masjid tempat biasa saya sholat, aturan-aturan seperti ini sangat dipahami. Memang disayangkan kalau sholat subuh dan isya jadi tak bisa diselenggarakan. Bahkan untuk sholat tarawih pun, pihak masjid menyewa aula di kota tetangga demi tetap terselenggaranya tarawih yang memang baru bisa dilaksanakan jam 11 malam karena saat ini masih musim panas.

Kalau ada motor yang paling dinantikan penampakannya di berbagai pameran di awal tahun ini, inilah dia motornya: Panigale V4.

Apa kesannya melihat motor ini untuk pertama kali? Jujur, Blog Sesat lebih menilai Panigale V2 lebih elegan, lebih dewasa desainnya, sedangkan Panigale V4 terlihat agak extrem sehingga lebih terlihat seperti modifan. Paling tak nyaman dilihat adalah di bagian samping atas fairing yang seperti malah mengingatkan ke variasi fairing samping modif yang biasa dijual bebas di Indonesia hihi..

Namun, Panigale V4 bisa dibilang lebih mengobati kerinduan, terutama fans Ducati untuk punya motor identik dengan MotoGPnya. Toh Honda punya RCV-213S, Yamaha dengan R1-M… Kedua motor itu bisa dibilang identik..bedanya R1-M versi downgrade jauh M1, sedangkan RCVnya Honda ya memang downgrade juga, tapi ya itu dia motornya kan.. Aprilia pun punya motor RSV 4 RF yang mirip dengan Aprilia RS-GP. Kalau Suzuki sih, hmmm Gixxer bisa dibilang downgrade GSX-RR ga ya??

Intinya, akhirnya ada lagi motor V4 yang dijual Ducati, dengan harga sekitar 27000 Euroan saja.. Jelas lebih murah dibanding Desmosedici yang 55000 Euro dulu! Dibanding RCV yang 180.000 Euro, jelas Ducati V4 merupakan V4 yang “kebeli”. Soal tenaga pun dahsyat, lebih joss dibanding RCV dan Desmosedici RR yang dijual bebas dekade lalu.

Di satu sisi, bisa dipandang wow banget nih motor yang ditawarkan, tetapi di sisi lain, ini superbike V4 yang biasa saja. Agak berlebihan dipuja-puja sih sebenarnya, apalagi kalau melirik Aprilia RSV4 RF yang ditawarkan jauh lebih murah, lumayan beda 5000 Euro! Meskipun secara tenaga memang kalah belasan PS dibandingkan Panigale V4! Ya, paling tidak sih, pilihan makin banyak ya… Pencinta V4 ang tidak sanggup beli Honda RCV dan Norton V4, sekarang bisa lirik produk Ducati di samping produk Aprilia.

Oke, ini dia galerinya:

20180304_112800

20180304_113231

20180304_112930

20180304_113216

20180304_112834

20180304_113048

20180304_113102

20180304_112900

20180304_112849

20180304_112741

20180304_112940

20180304_112732

20180304_113129

20180304_112957

20180304_113117

20180304_113020

Ngomongin modifikasi memang tak ada habisnya…

Ada masanya bosan sih dengan modifikasi, tetapi itu tak akan bertahan lama, karena akan ada saja datang aliran selanjutnya.

Modifikasi hari gini bisa variatif. Bisa murah dan terlihat bagus, bisa juga mahal dan terlihat bagus sekali, tetapi bisa gagal juga. Ya tergantung selera sih. Intinya, aturan tak boleh dilanggar dan yang harus paling puas dengan modifikasi tetap harus si pemiliknya, bukan orang lain.

Konsep yang tepat sesuai dengan motor tentu sangat menentukan. Berikut ini contoh modifikasi dengan mesin kapasitas kecil dan sedang yang Blog Sesat nilai berhasil! Kenapa berhasil? Karena kelihatan beda, kalem, tetapi elegan. Ubahan tak banyak merusak dan motor tetap terlihat ringkas dan aman dikendarai. Tidak nampak kebesaran bodi ataupun kebesaran kaki. Simak saja nih Bro:

20180304_140244

Mesinnya mirip Thunder 250 ya? Keren juga kan Thunder dibuat scrambler macam ini… Sebenarnya biasa saja sih, tetapi pas ini itunya.. Dimensinya pas, lekukannya pas, warnanya pas! Mungkin biar lebih asik lagi tankinya diberi aksen logo atau warna sebagai aksen, jadi tak seperti motor yang belum jadi.. Dan bagian bawah mesin diberi skid plate alumunium ya..

Yang punya Yamaha Scorpio bisa nih mengikuti gaya model ini.. Thunder 250 dan 125 pun menarik untuk dibuat model scrambler begini..Pakai sok stereo pun sebenarnya masih okay, jadi tak banyak mengubah motor dan tak riskan mengubah handling..

Selanjutnya ada model cafe racer yang tergolong biasa saja..

Namun, karena ini itunya serba pas, Blog Sesat jatuh hati hihi.. Keren..padahal bodi biasa banget dan kaki-kaki juga biasa banget.. Termasuk ga cocok malah dengan pakai velg palang ring besar..namun, di motor ini cocok-cocok saja, kesan 80annya keluar banget..

20180304_135943

20180304_140258

Mungkin yang mengangkat tampilannya adalah kerapihan dan proporsionalitasnya ya.. Rem depan dobel, knalpot dobel dan mesin twin pastinya juga membuat motor ini punya wibawa tersendiri, meskipun secara warna agak gagal..tapi okelah..

Di produk-produk pabrikan motor, biasanya ada yang membedakan produk-produk mereka secara garis besar. Nah, di Lambretta yang membedakan simple saja, spatbor depannya.

20180410_114713

Dengan diproduksinya Lambretta 175 TV tahun 1957, Innocenti memperkenalkan untuk pertama kalinya skuter dengan spatbor depan yang kena santet sehingga tidak bisa ikut nengok kanan-kiri sesuai arah roda depan. Nah, model yang spatbor depannya punya pendirian teguh ini disebut yang model fix fender.

Model fix fender inilah yang dikatakan  menjadi ciri khas Lambretta, meskipun mereka masih produksi juga yang spatbor depannya masih ikutan arah roda depan, seperti umumnya motor pabrikan lain.

20180410_114514

Lambretta modern pun masih berusaha mempertahankan tradisi ini. Kalau dilihat dari line upnya dan pilihan warnanya, tampak jelas, bahwa yang model fix fender lebih sedikit variannya.

Bagaimana Bro? Lebih suka yang mana? Blog Sesat pilih yang fix fender saja deh..lebih jarang dan membersihkannya pun tampaknya lebih mudah..

Kita kenalan dengan produk matic Lambretta yang dijuluki Lambretta V200. Wah, pikiran boleh juga nih kalau matic yang secara tampilan elegan minimalis ini dipersenjatai mesin V-twin 200cc. Tampang keren, lari dahsyat, merk pun legendaris, cukup menggiurkan..

20180304_105712

Ternyata mesinnya hanya mesin 4 tak single.. Dan yang membuat kecewa juga, kapasitasnya tak bisa dibilang 200cc, itu hanya pembulatan, tetapi sungguh TERLALU!

Kapasitas aslinya hanya 169cc saja Bro.. Lumayan besar sih untuk matic beginian, tetapi tetap saja, kalau dibulatkan ya 170 saja doooong..

Sayang tidak diterangkan juga, berapa tenaga yang dihasilkan mesin yang dipasok injeksi ini. Kalau berharap bisa ngebut, nggak juga sih kayanya, maklum, rangka baja dari besi 1,2 mm berpadu dengan pipa baja tentu tak bisa dibilang ringan.

20180304_105530

Untungnya sisi lain motor ini lumayan menggoda. Motor ini bisa dibilang cukup fungsional. Bagasinya super luas, muat helm Bro.. Jok pun terlihat lebar dan nyaman.. Dek pun lebar dan banyak memberi ruang bagi kaki pengendara.

Kaki-kaki terlihat pas.. Dan jangan kuatir dengan pengeremannya.. Rem cakram depan belakang dikontrol dengan Bosch-ABS sudah cukup menjanjikan kan?

20180304_105416

Soal cat, hmmm, terlihat wet look banget Bro..pernisnya tebal dan terlihat sedikit seperti kulit jeruk.

Lampu-lampu pun desainnya sederhana. Meskipun sederhana, lampu depan, lampu belakang dan lampu sennya sudah berbekal LED.

Motor pun sudah dilengkapi colokan USB untuk mengisi baterai HP..lumayan ya..20180304_105355

Spidometer bisa dibilang desainnya minimalis. Kemodernan dihadirkan dengan LCD Display yang terkoneksi dengan bluetooth.bagaimana profilnya, sayangnya tak diterangkan lebih lanjut.

20180304_105426

Soal kualitas pengerjaan, rapih Bro.. material yang digunakan juga bisa dibilang oke secara tampilan..entah deh dalam waktu panjang akan bagaimana..yang membedakan material murah dan mahal hari gini di daya tahannya kan?

20180304_105555

Dari belakang penampakannya lumayan yahud… terlihat mewah dan elegan. Sayangnya knalpotnya tak dibuat model chrome ya.. atau minimal silencernya titanium hihi..

20180304_105330

Gimana Bro? Naksir? Saya naksir saja, beli sih nggak hihi.. mending piara Lambretta klassik saja lah kalau ada rezeki dan kesempatan..

tersesat muter-muter

  • 1,977,165 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan