You are currently browsing the monthly archive for Juni 2017.

Nonton MotoGP langsung memang bisa dibilang mahal. Keseruan balapan pun sebenarnya bisa lebih disimak di layar televisi. Layar televisi yang berkualitas baik, lebar dan sound mewah menjanjikan kenyamanan dan keseruan lebih dalam menonton MotoGP.

Namun, atmosfir di tepi lintasan dan suara asli MotoGP memang hanya bisa dialami langsung. Buat saya, sebenarnya saya sudah siap-siap merasakan sensasi kuping sakit karena bunyi mesin MotoGP. Sakitnya enak lah hehe… Namun di Assen kali ini, saya tidak mendapatkan sensasi itu. Bisa jadi karena saya di tikungan super rebah, jadi memang bukan posisi pembalap buka gas. Beda dengan waktu di Sachsenring 2009, ketika itu saya duduk di dekat garis finish. Perhatikan, selepas tikungan, pembalap memasuki straight yang awalnya sangat menanjak, jadi mereka akan buka gas habis-habisan di sini. Asli kuping perlu penutup di sini…

20170625_132346-1-1

Nah, dengan posisi seperti ini, kenikmatan raungan mesin MotoGP memang tidak sensasional hehe.. Namun, justru lebih bisa mengenali karakter motor dan bagaimana si pembalap menaklukkan tikungan. Dalam posisi super rebah seperti itu, ternyata ada beberapa pembalap yang oper gigi di tengah tikungan. Ini bisa dilihat dari gerakan kaki mereka mencungkil tuas perseneleng. Selain itu, bunyi letupan dari ujung knalpot juga menandakan, arus listrik diputus sesaat saat pindah gigi. Di sini saya melihat jelasnya peran teknologi elektronik. Tanpa teknologi, tak mungkinlah lagi rebah pindah gigi karena berisiko mengubah grip di roda belakang yang memicu kehilangan traksi. Dengan teknologi sekarang, pembalap bisa dengan tenang naik turun gigi di posisi rebah.

20170625_132346(1)-1-2

Bagaimana suara mesin MotoGP? Buat saya, paling keren ya bunyi RC213V. Bunyinya paling nyaring dan kasar. Saya mendapat kesan, bunyi RCV lebih sangar dibandingkan Desmosedici. Bagaimana dengan M1? Kalau 2009 M1 terdengar paling lembut, sekarang pun di Assen 2017, saya rasa M1 tetap lembut bunyinya. Seingat saya, mungkin yang lembut juga bunyi Aprilia RSGP, ya tapi selembut-lembutnya ya tetap lebih kencang dibandingkan kelas Moto2 ataupun motor-motor superbike. M1 agak mengejutkan, karena jauh lebih kasar dibandingkan tahun 2009 lalu.

Bagaimana Suzuki GSX-RR? Saya rasa bunyinya di tikungan itu mirip RCV, tetapi sedikit lebih lembut. Suara motor di MotoGP yang paling ngebas tetap KTM. Yup, mirip juga dengan di kelas superbike di mana KTM RC8 bunyinya paling ngebas. RC16 bunyinya ngebass dan terkesan powernya saat berakselerasi kurang keluar, paling ga brutal lah dibandingkan mesin-mesin kompetitor.

Ya begitulah ceritanya Bro..itu kesan saya saja sih, sulit untuk dibilang valid hehe.. Secara umum bunyi MotoGP sekarang lebih lunak di kuping lah dibandingkan 2009. Mungkin memang ada perubahan tingkat kebisingan knalpot ya..

Iklan

Lanjut cerita MotoGP Assen 2017nya…. Sedikit cerita, banyak foto saja ya Bro..

Nah, yang ini pemandangan menuju sirkuit. Banyak lokasi tanah lapang yang disiapkan untuk camping. Yup, hotel-hotel penuh, yang ga kebagian, mau irit, mau rame-rame dan bikin games plus bakar-bakaran, mereka akan pilih lokasi camping yang tersebar di sekeliling sirkuit TT-Assen yang merupakan sirkuit tertua penyelenggara MotoGP.

20170625_111326

Nah, turun dari bus Linie 1, inilah pemandangannya. Dari kejauhan tampak tribun, ya mungkin jaraknya sekitar 300 meteran ya.. Dari sini saja, deru mesin motor-motor Moto3 sudah nyaring mengundang…

20170625_111924

Selepas masuk, kita berada di ujung straight utama.. Rasanya sampai di sini saja sudah wah banget.. Auranya kalau dibandingkan Sachsenring lebih ramai pengunjungnya.. ya maklum, Belanda lebih bikers dibandingkan Jerman haha…Orang Jerman pun banyak yang ke sirkuit yang juga menggelar WSBK, IDM-Superbike dan British Superbike ini..

20170625_112705-1

Sampai di ujung straight, kita cukup bisa melihat jelas pembalap-pembalap Moto3 saat itu rebah di tikungan pertama ke kanan. Namun, karena harus jinjit-jinjit dan memang ini bukan tempat kita-kita yang tiketnya cuma 45 Euro, ya kita harus jalan terus ke dalam.. Tribun bukan hak kita, hak kita yang “cuma” bayar 45 Euro adalah bukit-bukit rerumputan haha..

20170625_112915

Nah, ini tribun-tribun sepanjang straight… Di belakang tribun, tersebar penjual merchandise dan makanan.. Oh ya, harganya flat..jadi di sekeliling sirkuit ini, yang jualan ya itu lagi-itu lagi dengan harga flat, baik makanan, minuman, maupun merchandise..

20170625_113752

Saya nyesal sih tidak jadi beli tas Tyco BMW ini hikshiks.. harga 35 Euro lumayan murah untuk sebuah produk official.. Lebih sedihnya, tas Ducati saya dari Sachsenring 2009 sudah makin parah dol retsletingnya wkwk..

20170625_114630

Nah, ini pemandangan dari bawah tribun termahal di Assen. Tribun di daerah sini mahal karena letaknya di start-finish dan 2 tikungan flip-flop Assen yang seringkali menghadirkan drama sodok-sodokan, dan hari ini tempat jatuhnya MV25.

Tahun-tahun lalu jadi lokasi duel sengit Rossi-Marquez, Edwards-Hayden, dan masih banyak lagi… tak heran, waktu saya buka di November 2016, lokasi podium-podium yang punya view ke tikungan terakhir ini sudah sold out!

20170625_114201

20170625_114206

20170625_114210

Buat yang kebelet, sebenarnya banyak WC umum portabel sih..namun mungkin karena antrian atau malas keluar duit lagi, banyak penonton yang pilih cara klassik hehe…

20170625_115430

Nah, ini selepas Moto3 berakhir. Penonton tribun banyak yang cari makanan, minuman, atau buang air kecil…Sebagian juga bisa lihat-lihat merchandise pembalap MotoGP…

20170625_115435

20170625_115439

Nah, ini pemandangan dari antara tikungan 10-11. Cukup saya rekomendasikan sih lokasinya.. memasuki tikungan 10 banyak terjadi duel sodok-sodokan..

20170625_132352-1

Seru dan riuh penonton menyemangati Rossi: Saat Rossi memimpin dibuntuti Marquez, Petrucci dan Zarco…

20170625_132344-1

Apa bedanya dengan Sachsenring? Hmmm mungkin di saat kemarin (tanpa bermaksud menggeneralisir), di Sachsenring lebih ramai menyoraki..siapapun yang nyalip, disoraki dan dapat tepuk tangan… Di sini, hanya Rossi yang didukung penuh wkwk.. bahkan saat Marquez kasih pendapat pasca race, masih ada yang tereak “Buuu…”

20170625_132346-1

20170625_132346(1)-1

Oke, segitu dulu ceritanya ya..memang saya tak banyak foto, lebih konsen menikmati race saja… Alhamdulillah lancar, cuacanya pun adem, tak sampai hujan deras, hanya sempat gerimis dikiit dan tak sampai panas terik..

Dan Rossi menang haha… Teman saya yang tadinya tak belanja jadi mau beli topi VR46 karena sudah bernazar haha.. Yup, kemenangan Rossi begitu dirindukan penggemar di sini. Bahkan pasca race, stand-stand VR46 yang tersebar di berbagai penjuru sirkuit kembali diserbu pengunjung..

20170624_224116

Saya datang ke MotoGP Assen 2017 dengan sejumlah kegalauan pada awalnya. Maklum, galau karena bareng dengan hari Idul Fitri, takut sampai melewatkan solat Iednya.. Menemukan mesjid sih tidak sulit dengan adanya google maps, tetapi waktu pelaksanaan dan apakah benar dilaksanakan di mesjidnya atau dipindahkan karena mesjid kurang luas, itu menjadi beban pikiran tersendiri. Belum lagi ongkos yang mahal dan tidak dapat tempat menginap, maklum, harga kamar hotel melonjak di kitaran MotoGP. Ada kamar, tetapi 220 Euroan… Saya pun memutuskan naik bis, sampai di malam hari, begadang menunggu Subuh dan solat Ied, baru deh ke sirkuit. Secara fisik ya tidak enteng, tetapi yang penting, solat Ied ga boleh kelewatan..Saya hanya bisa doa-doa saja…

Namun Allah swt memudahkan semuanya. Tiga hari sebelum acara ketemu teman yang menawarkan kenalannya yang sangat baik di Groningen, 1 kota yang ada sekitar 24 Km di Utara Assen. Kemudahan lainnya pun ada lagi, teman saya yang lainnya pun menawarkan, dia punya teman di Groningen, jadi malam harinya bisa nebeng.. Alhamdulillah..berangkat ke Groningen pun dengan keadaan hati tenang.. Harga bis pun dengan Flixbus dari kota Duisburg dapat 14 Euro, murah lah..kalau naik kereta bisa 40 Euroan one way, ya bisa lebih murah sih kalau dicari jauh-jauh hari…

20170625_080102

Singkatnya malam itu saya bisa tidur enak. Pas jalan ke halte bus untuk ke lokasi solat Ied, ketemu orang Indonesia lainnya. Wow, rupanya suaminya sampai menunggui saya di stasiun karena dikasih tau temannya saya mau datang. Padahal saya belum menghubungi beliau..baik sekali ada orang seperti ini..(Saya malam itu menumpang di tempat orang lain yang rupanya juga dikenal orang ini). Berangkat ke halte pun dan ketemu dengan orang yang menunggui saya, terharu rasanya.. dan banyak orang Indonesia itu membuat pagi itu jadi luar biasa..

Di bis, kami bercakap-cakap, ternyata yang doyan MotoGP bukan hanya saya dan teman saya hehe… Saya sempat bilang, paling ramai buat championship kalau Rossi menang dan Vinales jatuh…

20170625_100145

Singkatnya, sampai di lokasi, langsung ada solat Ied, ceramah dan halal bihalal. Mahasiswa Indonesia menyewa tempat ini untuk acara solat, halal bihalal dan makan-makan. Berhubung mengejar waktu, saya dan teman saya hanya sampai acara salam-salaman, maklum solat baru dimulai jam 9.

20170625_110510

Kami pun langsung ke stasiun Groningen. Saya beli tiket seharga 39 Euro, itu untuk seharian dipakai naik kereta dan bus di Belanda. Mahal sih, tapi kayanya mahalan di Jerman hehe..teman saya dapat seharga 14 Euro, tetapi tidak termasuk tiket bus. Kalau kita dapat promo dan pintar nyarinya, ya bisa dapat harga segitu… Kalau saya kan mendadak..

Nah, dari stasiun, sudah banyak bis yang disiapkan.. Harga tiket bolak balik 5 Euro.. Dari stasiun ke sirkuit hanya perlu waktu 5 menitan. Saya cukup terkesima dengan kelancarannya, padahal kendaraan super banyak, tetapi tak sampai ada kemacetan. Sampai-sampai di sana, Moto3 sudah terdengar berpacu. Suaranya, wow, gede banget haha..menggema di depan pintu masuk ke sirkuit. Stelah pemeriksaan bawaan dan tiket, kami pun masuk ke dalam. Oh ya, harga tiket MotoGP untuk hari Ahad di Assen sebesar 45 Euro. Itu bukan yang untuk tribun ya, tetapi akses umum saja, ya bisa di bukit-bukit rumput gitu Bro..

20170625_115948

Dan bisa dilihat sendiri, mendapatkan tempat kosong sangat sulit.. Kami harus berjalan jauuuh.. Maklum, datangnya kan siang hehe..sudah yang murah juga tiketnya, jadi jangan banyak protes… Kami pun akhirnya dapat tempat di antara tikungan 10 dan 11.

Alhamdulillah, malah dapat lokasi yang lumayan dekat lintasan dan di posisi motor menikung tak terlalu cepat dan super miring, lokasi ideal untuk mengamati dahsyatnya kemampuan manuver motor dan bisa lebih jelas melihatnya.

Sebenarnya saya sempat bingung, kok dari Moto3 langsung MotoGP.. Saya dan teman saya merasa beruntung, ga ikutan makan-makan dulu wkwk.. wah, kalau ikutan makan-makan dulu, datang-datang MotoGP keburu mulai..

20170625_132344-1

Keunggulan menyaksikan langsung di tikungan panjang ini adalah, kuping kita tak butuh disumbat. Yup, karena di posisi gas dipanteng, kuping jadi bisa mendengar tanpa penyumbat, tidak sakit Bro.. Beda dengan waktu saya dulu di Sachsenring yang posisinya di tribun depan garis start-finish, di situ sakit di kuping karena posisi throttel sedang dibuka sejadi-jadinya.

Alhamdulillah banget, bisa solat Ied dan bisa dapat posisi nonton MotoGP yang oke..

Related image

sumber gambar

Lebih oke lagi, Rossi akhirnya bisa menang dengan segala keberuntungan (sempat disodok ban depannya Zarco, duel sengit dengan Petrucci, diganggu Dovi dan Marquez pula, plus deg-degan hujan turun) dan kemampuannya dan kok Vinales pun gagal finish.. Persaingan MotoGP pun dijamin semakin sengit..

Sebuah kebetulan, waktu Sachsenring 2009 yang menang Rossi, Assen 2017 pun Rossi.. Pas saya datang, pas Rossi menang hehe…

Buat yang berpuasa, semoga semua amal ibadah kita diterima dan bisa mempertahankannya di 11 bulan mendatang. Semoga kita memperoleh kemenangan dengan dosa-dosa kita diampuni, kita dijadikan hamba-hamba yang lebih bersabar dan lebih pandai bersyukur..

 

20170330_110500

Beragama itu adalah sesuatu yang sangat kompleks, tetapi juga sesuatu yang sangat sederhana..

Beragama itu bisa sukses dengan rasio yang sangat cerdas, bisa juga dengan rasio yang serba terbatas…yup, Dengan kecerdasan luar biasa, seseorang bisa memahami agama dan mendapatkan ridhoNya, dan banyak juga yang cerdasnya luar biasa, tetapi disesatkan..

Bagaimana yang kurang cerdas? Agama itu bisa juga dipeluk dengan baik oleh orang-orang yang pendidikannya rendah juga kan? Bahkan ada yang tidak berpendidikan, tetapi bisa berhasil menjalankan agamanya.

Yang miris tentunya yang diberi kecerdasan, tetapi justru merasa terlalu cerdas! Kesombongan memang menghancurkan… Yup, otak kita memang diciptakan untuk membuat kita bisa bertahan hidup di dunia dan menyelesaikan masalah-masalah kita, tetapi otak kita tak selalu benar! Orang yang beragama yang murni mempercayai kitab suci yang murni yang belum terkontaminasi pikiran manusia! Ketika sudah ada kontaminasi, pasti ada yang bergeser dan kehilangan kebenarannya.

Intinya, apa yang ada di kitab suci itu adalah kebenaran, tak perlu lagi diragukan, apalagi diubah-ubah, dikritik dan yang tidak sepatutnya dilakukan. Itulah yang disebut mengimani…Manusia diberi otak dan kecerdasan untuk memahami kitab suci itu atau mengatasi hal-hal kecil yang tidak dijabarkan di kitab suci sepanjang zaman itu, bukan mendebat apa yang ada di kitab suci itu.

Kalau ada yang tak sesuai dengan pemikiran kita dengan ada yang ada di kitab suci itu, artinya buah pikiran kita yang salah! Kan Kitab suci itu datang dari Yang Maha Benar! Yakin hasil pemikiran manusia lebih benar dari sumber kebenaran?

Kemampuan berpikir manusia itu kan terbatas, bahkan bisa dimanipulasi. Bro yang mendalami psikologi pasti paham.. Perlu bukti? Coba ya, kita jawab pertanyaan sederhana ini untuk melihat, seberapa cerdaskah kita:

  1. Apakah logam bisa mengambang di atas air? Bisa, tergantung bentuknya kan..hari gini mudah dijawab, karena kapal-kapal berbahan logam itu mudah kita lihat di mana-mana.
  2. Apakah bumi itu datar? Pertanyaan ini rasanya tak perlu dijawab ya, lucunya sih, dengan argumentasi ini-itu, manusia modern pun bisa meragukan, bahwa bumi itu bulat..
  3. Apakah mungkin batu bisa ditumbuhi tanaman? Ini juga mudah dijawab sih..lihat saja foto di atas. Buat saya seperti keajaiban kecil sih, karena tiba-tiba ada tanaman kecil yang muncul dari sela bebatuan di balaikota Bochum…
  4. Apakah logam bisa terbang? Pertanyaan mudah kan..buat kita sekarang sih ya, tapi buat orang 200 tahun lalu????
  5. Apakah logam tanpa sayap dan tanpa baling-baling bisa terbang? Mulai susah? Namun saya yakin, masih ada yang kepikiran jawabannya: roket
  6. Apakah benda tanpa sayap, tanpa baling-baling, tanpa mesin jet, tanpa roket, bisa terbang? Bisa banget Bro… kalau di sini saja mulai bingung jawabnya, artinya otak kita ga cerdas-cerdas amat kan.. Bahkan, anak kecil saja mungkin lebih cepat jawabnya: balon gas

Suatu hari saya melihat sebuah BMW Z4 yang terparkir. Mobil ganteng penerus Z3 ini memang kece, kalem, tetapi desainnya memiliki aura neo classic yang gimanaaaa gitu.. Nah, satu yang menarik perhatian saya, yakni posisi kaca spionnya saat diparkir..

20170611_141620-1

Dalam hati saya bertanya-tanya, untuk apa sih didesain mengarah seperti itu. Toh secara lebar sepertinya akan sama-sama saja dengan yang dilipat seperti biasa secara konvensional. Saya duga, mungkin arahnya dibuat negitu karena urusan teknik motoriknya yang paling menguntungkan atau lebih awet kalau dibuat seperti itu…

Namun saya belum puas, nah, setelah 2 hari berpikir hihihi..lebay ya.. Saya teringat kebiasaan perempuan, dan laki-laki juga sih, yang suka ngaca! Kalau turun dari mobil dan ingin melihat tampilan wajah atau riasan terakhir, orang biasanya masih otak-atik kaca spion tengah mobil kan..

Nah, dengan desain seperti ini, begitu keluar mobil pun, yang punya masih bisa mengaca…ya barangkali ada cab, bayam atau jagung nyelip di gigi hehe…

20170611_173930-1

Eh, ini masih hipotesis saja ya, kenapa arah spionnya ditekuk ke situ.. kalau hipotesis ini lebih kuat, maka akan menjadi hipotebro..

Tiger saya joknya sebenarnya sudah diganti kulitnya, maklum, banyak kucing.. Dan seiring waktu pun, kulit yang baru itu jadi korban kucing-kucing lagi hehe…

Meskipun sudah ganti kulit, bentuknya masih original. Busa hanya dibersihkan sedikit sebelum diganti kulit. Namun, karena sudah terlalu parah dan kebetulan adik saya lagi senang merawat si Tiger Hitam, saya pun menyetujui rencananya mengganti kulit joknya. Nah, akhirnya saya tergoda juga untuk sedikit memodifikasi bentuk joknya. Saya bilang sih, mirip Ducati Monster atau Honda VTR 250 saja hehe…Saya tidak ingin terlalu tinggi, nanti malah norak dan buat boncenger pun tidak nyaman.

Selain itu, saya minta ada dilebihin sedikit bahan joknya untuk menutup kabel-kabel yang menjulur sepanjang rangka motor. Jadi, memang rencanana tidak lagi menggunakan body belakangnya. Dan inilah hasilnya mengeluarkan dana 200 ribu rupiah:

IMG-20170529-WA0023

Ya, lumayan sesuai harapan hehe.. hanya bagian penutup kabel-kabelnya saja yang nanti perlu saya akali lagi, Cocoknya sih diselipkan supaya tidak melambai-lambai hehe.. Kalau ada bagian jok kulit yang melambai-lambai gitu malah bikin ingat tirainya jendela penumpang ┬ábajaj wkwkwk…

IMG-20170529-WA0020-1

Ya begitulah penampilan Tiger Hitam yang beraliran minimalis mengikuti isi dompet yang minimalis hehe… Motor perang saya, harus siap hidup susah, jadi ya begitu deh bentuknya..Jelek-jelek gini disayang Bro wkwk..motor pertama soalnya dari kelas 1 SMA..

IMG-20170529-WA0021

Masih ada pastinya rencana memodifikasi si Tiger Hitam.. Ya, sebisa mungkin sih masih tetap berwujud Tiger karena banyak nostalgianya. Namun, tunggu waktu saja, nabung dulu..sekarang doi bisa hidup saja dan pajaknya jalan sudah alhamdulillah bikin saya senang hehe..

IMG-20170529-WA0025-1

Rem Tiger dari dulu memang sudah ga oke semenjak kalipernya diganti KW.. maklum, kaliper original dulu harganya bikin nangis.. makanya zaman dulu kaliper motor itu termasuk barang yang sangat diincar maling. Makanya orang pada ganti baut kaliper… Kalau sekarang, sepertinya maling malas nanggung ya, main sikat motornya utuh, bahkan berani mencederai bahkan membunuh..hiiii..

Oh ya, kalau rem memang kurang oke biasanya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Saya coba urutkan dari yang termudah, barangkali buat yang awam bisa membantu.

  1. Bersihkan cakram dengan air sabun, sekalian semprotkan air ke arah kalipernya. Ini buat saya cara yang paling mudah, karena kotoran membuat cakram lebih tidak menggigit. Apalagi kalau ada bocoran oli shock depan.. Kalau shock depan silnya bocor, ya buruan ganti sebelum garpu baret dan rem cakram ikutan nyelonong.
  2. Tambah minyak remnya, lalu buang angin… Gunakan beberapa saat, lalu buang anginnya lagi. Bahkan habis servis di bengkel resmi pun dan mengganti minyak rem, dari pengalaman saya, memang butuh dibuang lagi angin palsunya setelah motor dipakai jalan. Kalau ada angin palsu, ngebagel kan, rasanya sudah ditekan kencang tuas remnya, tetapi remnya ga gigit.
  3. Kalau langkah 1 dan 2 sudah dikerjakan, berarti harus coba cek sepatu rem. Kualitas sepatu rem buruk atau umurnya sudah panjang, butuh diganti yang baru. Kalau tidak ya gitu, sepatu rem terlalu keras sehingga kemampuan menggigit cakramnya berkurang.
  4. Masih kurang oke? Kalau sudah yakin kaliper oke dan master rem oke, berarti selangnya. Di kasus Tiger saya, memang selang yang lama variasi juga, tetapi awalnya oke. Nah, makin ke sini makin ga oke.. Karena ada anyaman kawat selang rem yang rusak juga tergerus ban. Akibatnya, kalau direm, tekanan ada yang “terbuang”, ga pakem deh.. Setelah diganti, hasilnya langsung terasa…Kata adik saya yang ngurusin si Tiger sih hihihi..

Sebenarnya Bro hampir bisa dipastikan kenal dengan motor matic yang satu ini. Ini bisa dibilang merupakan motor matic yang bisa bikin benar-benar panas dingin! Memang Honda Africa 1000 juga sudah seperti motor enduro dengan matic sih, tapi pasti masih banyak yang keburu takut karena mengira tingginya bisa bikin yang di bawah 175cm keder…Meskipun pabrikan sekarang sudah paham ini masalah sensitif, bahkan untuk pabrikan Eropa sekalipun. Maklum, mereka memang mau memperluas pasar ke Asia dan Amerika latin.. Dan mereka juga mau menggaet bikerwati..

Nah, kalau yang dihadirkan AHM Honda X-ADV, bisa ramai jagad permotoran Indonesia. Asli ini motor benar-benar bikin kesengsem Bro..

Untung saja doi masuk golongan moge.. 745cc Bro.. Harganya yang 11000 Euroan tentu sudah hampir setara dengan moge supersport. Yup, kalau dijual di Indonesia, ya bakal 300 jutaan Bro. Bayangkan kalau tersedia versi 250ccnya! Dijual 70 jutaan saya yakin laku! Bisa menyingkirkan Kawasaki Versys 250, KLX250, Yamaha X-Max, dan BMW GS310 pun kalau dijual akan habis masa depannya wkwk..

Oh ya, dijual sebagai moge pun, BMW bakal terancam… Lihat nih warna yang silvernya, benar-benar mengingatkan pada BMW GS, kalau dari belakang, bakal dapat aura BMW GS banget:

Gimana Bro? Masih kurang mirip GS ya? Hehehe..memang sih, tapi coba dilihat kalau pakai box :

Gimana Bro? Puyeng lihatnya? Modif aja Varionya wkwkwk…

sumber

 

AHM sekarang jualan Honda Rebel 500 dengan harga 147 juta lebih.. Memang sih mesinnya universal dan pasarnya ada, walaupun segmented.

Ngomong-ngomong masalah segmented, sebenarnya aneh juga kalau dijadikan alasan Honda tak menjual varian klassik di Indonesia. Lah, kan moge juga segmented. Mungkin pertimbangannya, moge kalau segmented eksklusif ya, sedangkan kalau motor kapasitas kecil bisa dicap tidak laku kalau segmented.

Manisnya main pasar segmented kapasitas kecil sudah dilakukan Kawasaki. Trail, motor sport 250cc, dan terakhir hadirnya Estrella. Dan sesuai dugaan, karena harganya memang tinggi, Estrella begitu segmented. Padahal, dengan harga Estrella yang segitu, sebenarnya Honda masih bisa membalasnya dengan Honda Rebel 250..yang klassik lho, bukan yang Rebel 300. Ini dia penampakan Rebel 250:

20170609_213608-1

Lumayan kan Bro? Motor tahun 80an berkapasitas 250cc ini bermesin twin, ya kaya CB200 saja. Tenaga bisa dibilang kecil, hanya 18PS. Namun, segmen ini ya mengejar kenyamanan dan sound kan… Coba ini motor bisa direborn dengan pengabutan injeksi, wah, kempes pasar Estrella. Apalagi kalau melihat speknya, harusnya bisa lebih murah dibandingkan CBR250RR.

20170609_213614

Gimana Bro? Kelihatannya nyaman banget ya.. dan yang doyan modifikasi chopper, pasti menantikan banget motor macam gini dengan mesin twin berpendingin udara dihadirkan kembali. Saya sih lihat motor ini malah ingat Tiger saya..cakram depannya sama hehe..cek Bro:

20170610_182658-1

Jerman bisa dibilang salah satu negara yang disukai pencinta arsitektur modern. Banyak bangunan yang bisa dibilang nyeleneh, hasil dekonstruksi alias membongkar kemapanan desain yang sudah dianggap mapan. Karena itu, banyak bangunan-bangunan di Jerman yang membuat pencinta arsitektur terpukau dan semangat mengamati desainnya.

Di Bochum, bisa dibilang ada beberapa bangunan yang didesain dengan semangat dekonstruksi, salah satunya yang saya tak sengaja temui di daerah pusat kota Bochum. Saya tak pernah melihat gedung ini karena selalu naik U-Bahn yang lewat bawah tanah. Nah, sekali-kalinya lewat situ iseng-iseng jalan kaki, eh lumayan bisa menemukan gedung yang ada di Oskar Hoffmannstrasse ini. Lucunya, bentuknya mengingatkan pada camshaft. Entah itu gedung apa dan apa memang sengaja dibuat berbentuk camshaft. Kalau memang sengaja, ga heran sih, di Bochum dulu memang ada pabrik Opel..sekarang kalau sudah tutup, lumayan menjadi pukulan telak bagi kota ini ketika pelan-pelan pegawai dirumahkan dan akhirnya tutup total.

Ini dia penampakan gedungnya:

20170608_184648

tersesat muter-muter

  • 1,868,842 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com