You are currently browsing the monthly archive for November 2011.

Judul di atas memang cukup provokatif, banyak yang bahkan tak akan mempercayainya. Saya juga sih… Hingga suatu saat teman bercerita..

Saya sendiri sebenarnya baru sekali ketemu Vespa dengan kecepatan mantebs.. Duluuuu, waktu Tiger Hitam masih dalam settingan lagi kencang-kencangnya, saya sempat bertemu vespa trondol berwarna oranye. Mantebnya, Vespa ini punya akselerasi setara RX-King korekan. Hanya saja, setelah saya buntuti terus, akhirnya ketahuan titik lemahnya: top speed!, Namun, gila juga… Tapi, kalau sampai lawan Ninja 2 tak korekan, wah, pasti luar biasa..

Singkatnya teman saya ngobrol di salah satu bengkel Vespa yang lumayan tenar. Penggemar Vespa berada sering mempercayakan bengkel ini untuk membangun Vespa balap mereka. Ada yang sampai habis 10 juta untuk bangun mesin saja. ckckckck….

Ternyata itu belum pol. Ada juga yang gila-gilaan membangun Vespanya dengan komponen racing import dari negri pizza. Mesin full kompetisi itupun dikawinkan dengan Vespa PTS yang terkenal mungil dan ringan. Dan, untuk hobi ini kabarnya si pemilik menghabiskan 50 juta rupiah untuk mesinnya saja! Wah, nggak heran deh kalau teman duelnya juga Ninja 150 RR tune up!

*gambar hanya ilustrasi

Saya memang bukan penggemar mode pakaian, saya relatif cuek dalam hal yang satu ini, tetapi banyaknya orang yang setahun belakangan ini memakai baju kotak-kotak membuat saya teringat masa-masa jaya saya dulu di awal 90an bersama band saya, Bedil Karo Mawar. Ada video klip kami yang menunjukkan kami menggunakan baju motif kotak-kotak. Singkatnya, yang ngetrend sekarang adalah pengulangan dari trend yang dulu pernah terjadi, dan mungkin bukan sekali, tetapi beberapa kali.

Bagaimana dengan desain motor? Kita batasi sajalah: lampu kotak! Mayoritas pasti tahu, lampu kotak identik dengan motor generasi 80-90an awal. Motor tahun segini bisa dibilang bentuknya sangat kaku, nggak banget. Apalagi yang lampunya kotak! Kalau motor baru, terutama di indonesia berani pasang lampu kotak, wah, dijamin jadi bulan-bulanan fans boy!

Namun, apakah lampu kota seburuk itu? Pengamatan Blog Sesat menunjukkan, ada sebagian brader yang mulai mengkombinasikan gaya kotak-kotak dengan tunggangannya. Gabungan gaya dinamis plus kotak-kotak, kalau dipadu tepat, malah menjadikan tunggangan tampak gagah dan muncul kesan gahar. Sebut saja batok dan lampu Yamaha RX-Z yang kembali marak dipasang, biasanya di Scorpio. Atau lampu kotak RX-King lawas di Scorpio maupn Suzuki Thunder. Coba saja perhatikan di jalan…lumayan membuat motor tampil beda!

Bagaimana dengan motor baru? Lha, situ tahu kan KTM! Gaya kaku dan kotak-kotak mewarnai line up mereka. Lebih jelas lagi gaya kotak-kotak di BMW, tepatnya di head lamp GS-Series, F-Series atau K1300R, sangaR!!!!!!

Di motor terbitan lama pun sebenarnya gaya kotak-kotak juga bisa tetap menarik sepanjang zaman, ya asal peletakannya tepat dan serasi dengan bodi keseluruhan. Lihat saja desain Duke 916 yang turun juga ke Cagiva Mito, tetap keren kan?????

Indonesia bisa dibilang seperti surga dunia. Ini adalah negara dan negeri yang bisa dibilang di banyak aspek memberikan kebebasan bagi penghuninya. Artinya, di banyak aspek kita-kita memang bisa suka-suka. Yup, aturan seringnya hanya diterapkan di awalnya saja. atau kadang-kadang lah, kalau si penegak aturan lagi bokek…

Di foto acak yang tertangkap HP-Kalssikku ini saja sudah ada beberapa contoh. Misalnya tidak menggunakan helm-padahal sudah di jalan besar dan ramai, pemakaian ukuran ban jauh di bawah standard, knalpot racing, tak pakai lampu sen, spatbor dan plat nomor! Keren sih, enak sih… ya namanya kan suka-suka…

Beralih ke sektor lain: korupsi, kolusi, keterlambatan angkutan umum, atau malah ngetem, berhenti di sembarang tempat, pendirian lapak sembarangan, di sisi lain kadang juga gusur sembarangan. Yup, ini kan cuma ada di negeri dimana orang bisa suka-suka…

Ya, sekedar mengingatkan saja, kalau kita koar-koar protest ini-itu, tidak suka sama korupsi dan berbagai pelanggaran di ranah pemerintahan maupun umum, jangan-jangan kita sendiri memang maunya suka-suka…

Mau Pak Pulisi tegas..tapi kalau kena tilang maunya sama yang bisa diajak damai..

Mau angka kecelakaan berkurang, tapi motor sendiri tidak dilengkapi lampu sen.

Mau harga-harga turun, tapi kita masih doyan boros-boros bensin…

Ya, begitulah manusia…..

Malam minggu lalu, sekitar jam 1 malam di daerah Panglima Polim, mobil yang saya tebengi disalip sebuah motor yang belum lazim terlihat di jalanan Indonesia. Ketika saya perhatikan dalam tempo sekilas itu, saya langsung mengenali motor dengan knalpot kanan-kiri itu, yup, lampu belakang dan bodi belakang jelas-jelas milik Suzuki GW 250. Warna bodi belakangnya terang, sepenglihatan saya putih (bukan silver).

Wah, sudah ada yang promosi nih… Apalagi motor yang saya duga keras (90%) GW250 ini beredar di daerah yang lumayan ramai, karena area anak nongkrong di Jakarta Selatan. Motor itu melesat dengan kecepatan sedang ke sekitar 7-11 yang memang di sana dan sekitarnya masih ramai oleh bikers dan anak-anak nongkrong. Hmmm… teknik marketing kah? Atau orang berduit saja yang sedang happy2 dengan motor baru Suzuki ini??

Maaf tak ada fotonya… Kalau tak percaya, silahkan marah, silahkan gebrak-gebrak meja dan banting-banting barang… Akibat tanggung sendiri hihihi…..

Dalam rangka tutup tahun, dijual sajalah:

Kondisi mesin: sehat, body nyaris kaleng, lampu-lampu dan spidometer original.

surat-surat lengkap

Hubungi: 93132788

Buruan, Bulan depan harga naik!

Beberapa minggu lalu, bertepatan dengan hari terakhir kita melihat Super Sic di grid MotoGP, saya memenuhi undangan untuk membuat E-KTP. Di daerah Pancoran yang banyak pak pulisinya itu, saya bertemu dengan dua orang alaywati mengendarai Mio merah berknalpot racing dan kalau dari belakang terlihat tak menyalakan lampu (meskipun siang sih). Sudah tahu itu daerah “anker” karena pak Pulisi yang bergentayangan, eh, kedua alaywati ini nekad saja. Yang bawa motor tidak pakai helm! Hanya yang bonceng yang pakai. Wah, dalam hati, nantangin nih…

Benar saja, seorang polisi menghampiri dan memeriksa surat-surat. Ane yang berada tepat di belakangnya cuma bisa mengamati. Dalam hati: nah, rasain….. Eh, begitu pak polisinya pergi (sambil membawa sesuatu –sepertinya SIM), kedua alaywati cekakak-cekikik sambil melambai-lambaikan tangan ke arah pak pulisi yang berjalan meninggalkan mereka. Hmmm mungkin tengsin kali ya dilihatin banyak bikers di perempatan Pancoran itu. Biar kelihatan cool, mereka sok asik-asik aja.

Hmm.. ada-ada saja.. Sudah pakai knalpot racing, tidak pakai helm, naik motor sambil ngobrol cekakak-cekikik, nekad lagi lewat Pancoran…Benar-benar preman..

Ane jadi teringat pengalaman dulu, ketika ane masih tergabung di “Bedil Karo Mawar”. Saat itu ane sedang main piano di sebuah pub dan ada fans cewe yang menemani..maklum, vokalis top hihii..

Maksud hati ingin menolak, tetapi kita yang terjun di dunia entertainment kan dituntut untuk ramah terhadap fans. Kebetulan juga fans yang ini kece, jadi ane ladeni saja. Ouupss… mendadak cewe ane datang dan langsung ambil tempat di sebelah ane. Dan, ane pun duduk di antara dua wanita cantik..enak enak enak…

MEndadak cewe ane langsung memukul fans ane.. doi terjatuh…doi pun langsung dilempari gelas sama cewe ane.. untung si fans cantik bisa menghindar.. Gagal melayangkan gelas ke wajah orang yang dicemburuinya, cewe ane langsung merenggut baju fans ane, lalu menggampar doi bolak balik..

Sejak saat itu, ane akui, cewek juga manusia preman….

Berhubung kalau kita bahas Yamaha VS Honda berisiko besar menimbulkan kebakaran besar, kita bahas BMW VS  Ducati saja ya…

Banyak aspek yang bisa ditelusuri dan didalami, tetapi kita telusuri sebagian kecil saja dengan metode subjektif. Untuk ini, kami, Blog Sesat, mengumpulkan beberapa juri yang akan mendapatkan kesempatan menyebutkan opininya. ACHTUNG! Segala keputusan juri tidak bisa diganggu gugat!

Kita mulai dari penjualan. Hmmm, maaf, saya tidak melampirkan data, jadi seingetnya aja nih.. Karena kedua pabrikan motor Eropa ini berasal dari dua negara berbeda, maka kita intip kemampuan mereka dalam membombardir negara pesaing.

Ducati yang asal Italia bisa dibilang kalah telak di Jerman. Mereka berada di papan bawah dalam volume penjualan. Berbanding terbalik dengan BMW yang merajai pasar domestik, hanya Suzuki yang kadang sanggup mengganggu posisinya dalam jualan per bulan, bukan per tahun. Honda membuntuti ketat Suzuki, disusul Yamaha dan Kawasaki. Jadi, di Jerman, BMW bisa di posisi satu, sedangkan Ducati tetap menjadi tamu yang dalam penjualan domestik Jerman tidak membahayakan.

Beralih ke Italia, dimana Ducati menjadi tuan rumah. Dalam sebuah artikel dari dua tahun lalu, didapat info bahwa volume penjualan Ducati di dalam negrinya juga tak besar. Sialnya, BMW berhasil unggul di atas Ducati di negeri sendiri! Yup, Ducati dikalahkan BMW di kandang sendiri dalam hal penjualan. Kenapa bisa begitu? Menurut Ki Gede Anue, ini tak lepas dari line up produk kedua pabrikan. BMW punya line up relatif lebih lengkap dan punya image yang lebih baik dalam hal DAYA TAHAN.

Nah, kenapa DAYA TAHAN BMW lebih bandel? Ya memang BMW merancang mesin-mesin mereka untuk panjang umur. Caranya: CC besar-tenaga kecil! Beda dengan Ducati yang punya karakter sport, mau tak mau motor-motor Ducati harus dibekali dengan mesin hi-performance. Akibatnya, DAYA TAHAN menjadi faktor nomor dua. Nah, orang-orang yang butuh mesin awet disinyalir lebih banyak jumlahnya dibandingkan orang-orang yang menuntut performa sebagai hal terpenting. Jadi, orang beli Ducati karena desain dan faktor fun plus gengsi yang ditawarkan, tetapi bukan karena mencari keawetan mesin. Yup, awet tidak identik dengan Ducati.

Dalam perkembangan selanjutnya, disinyalir Ducati mulai memberikan perlawanan. Multistrada berhasil menjadi pendekar Ducati yang ditugaskan menahan gempuran BMW GS series. Meskipun masih jauh dalam soal volume penjualan, Multistrada sudah mampu memenuhi ekspektasi Ducati.

BANDEL! BMW punya image bandel, sebab secara elektronik BMW memang yahud. Ducati sebagai pabrikan yang awalnya memproduksi peralatan elektronik secara kecanggihan sebenarnya tidak kalah, tetapi dari segi tahan bantingnya Ducati punya image tak sebaik BMW.

HARGA! Apakah Ducati lebih mahal dibandingkan BMW? Tidak brader… Kedua pabrikan ini memang harganya di atas pabrikan Jepang, tetapi mereka memang memberikan motor dengan fitur di atas pabrikan Jepang. Ini dimengerti benar di Jerman. Buktinya, harga 2nd motor BMW maupun Ducati tetap tinggi, depresiasinya tak separah motor Jepang!

PARTS! Wah, disini BMW saya rasa unggul. BMW tetap mensuplai motor-motor yang sudah uzur sekalipun. Tapi inget artikel dulu kan… Menurut Om Graziano Deru, BMW punya kebijakan 1:15. Artinya, kalau sampeyan bangun motor BMW dengan beli parts ketengan original, harganya bisa 15 kali lipat motor itu ketika ditawarkan BMW di pasaran. Bagaimana dengan Ducati? Entahlah… Ducati yang sudah berumur jaraaaaaaaaang keluyuran di jalan. Disinyalir pemilik terlalu sayang memakai motornya keluar, bisa jadi karena parts untuk Ducati lebih sulit didapat.

MERCHANDISE: Ducati mahal merchandisenya? hihihi… BMW menurut ane lebih mahal lagi brader… Enaknya, Ducati lebih pintar disini, sebab mereka punya daya jual merk lebih baik, terlebih lagi mereka sudah turun satu dasawarsa di MotoGP dan juara sejati di WSBK. JAdi, dalam hal jualan Merchandise, BMW dijamin bertekuk lutut!

KLASSIK! Nah, pasti sampeyan menebak Blog Sesat akan memenangkan BMW…. Tidak Brader…

Kedua pabrikan ini punya nilai klassik, tetapi berbeda. BMW punya komunitas motor klassik yang sangaaaat luas. Sedangkan Ducati TIDAK! Bukan apa-apa, lihat point sebelumnya, Ducati klassik itu langka dan mesti benar-benar dirawat. Peredarannya sempit dan sulit ditemui di jalan maupun event-event motor klassik. Nah, menang BMW dong….

Eittsss.. itu kan motor klassik yang sebenar-benarnya. Nah, kalau di line up barunya sekarang, secara gaya Blog Sesat lebih senang melihat ke kubu Ducati. Saat ini BMW seperti mengabaikan gaya klassik di line up mereka. BMW sedang sibuk dengan gaya sangar, macho nan futuristis. Disinilah Ducati bisa memukul telak BMW. Ducati punya line up motor baru dengan gaya klassik nan elegan.

Tapiiiiii… apakah Ducati akan menang…ketika ane lihat-lihat line up Ducati Jerman, oh no… kok Ducati Sportclassic tak ada????? Di website lain tertera, kalau motor Ducati favorit Blog Sesat ini didiscontinue……. sayang sekali….

Foto ini saya ambil di sekitar Kraton Kanoman Cirebon beberapa bulan lalu. Lho, kok ngebatik malem-malem? Sebenarnya sih tak sampai malam, tetapi karena yang mau lihat (termasuk saya hihihi)  telat datang, para pengrajin batik disuruh lembur hihihi..

Sebelumnya, kita harus pahami dulu, kalau teknik batik itu banyak dan bisa dijumpai di berbagai penjuru dunia, yup..batik bukan hanya monopoli Indonesia! Yang dipatenkan itu adalah motif-motif batiknya, bukan tekniknya. Indonesia memang kaya akan batik, berbagai penjuru daerah ada lho…bahkan katanya sih ada batik Papua! Selain itu, batik pun mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Tak heran, ada beberapa pengrajin batik tulis yang menuangkan tokoh-tokoh kartun di karyanya. Ya, tentunya yang tradisional juga tetap ada.

Proses membatik tulis itu lama, tergantung motif juga sih, dan tingkat ketelitian. Tak jarang juga harganya bisa nebus sebuah motor matic second! Itu mahal sih, tapi masih kategori biasa lho..bukan yang kelas atas banget, apalagi yang lawasan dan bersejarah! Seorang pembatik benar-benar membutuhkan kesabaran extra tinggi kalau mau menghasilkan karya yang rapih dan berkelas. Kalau kita merasakan cara membuatnya, bahkan dari merancang, mencanting, mencelup, dan kalau perlu dicanting lagi, dicelup lagi, dicanting lagi, dicelup lagi (bisa berkali-kali, ya sesuai kebutuhan) bisa jadi kita memandang lain sebuah batik yang berharga 1 juta misalnya. Selembar kain biasa senilai 1 juta tentu sangat mahal, tetapi kalau kita lihat, bagaimana perjuangan dan proses pembuatan batik tulis itu, saya yakin banyak yang bilang: Muraaaaaaahhhhhh bangeeeeeeett…gw ga mau deh dibayar sejuta doang kalo gw yang bikin!

Oke, fokus ke judul. Nah, lagi-lagi negara tetangga kita melakukan langkah yang sampai ke telinga Blog Sesat. Kabarnya, mereka menarik beberapa seniman batik tulis kita. Di negaranya itu, para seniman batik ini dikarantina untuk menghasilkan karya-karya terbaik mereka! Setahu saya, ini sebuah gebrakan baru, sebab selama ini negara tetangga itu baru punya batik printing dan cap saja, yang tentunya nilainya jauuuh di bawah batik tulis!

Mendengar ini dari seseorang yang berkecimpung di bidang batik dan juga ahli kebudayaan, saya cuma bisa geleng2 (nggak pake musik dangdut koplo-red). Saya langsung teringat kisah sebelumnya yang pernah doi ceritakan, ketika Jepang yang di PDII begitu berkuasa membajak seniman-seniman Korea untuk menghasilkan karya-karya yahud yang nantinya dilabeli sebagai hasil kebudayaan Jepang!

Mirip-mirip kan dengan kasus batik sekarang….

Jangan heran nantinya batik yang mahal-mahal juga jadi milik negara tetangga kita itu. Ya, ingat kasus reog Ponorogo yang diakui mereka? Ya memang itu orang-orang Indonesia juga yang tinggal di kampung Bugis di negara itu. Mereka mempraktikkan kebudayaan yang dibawa dari tanah air mereka, Indonesia. Karena mereka kini tinggal di negara tetangga itu, ya jadilah kebudayaan ini bisa dijumpai di sana. Jadi, kalau mau klaim reog Ponorogo asli Indonesia, kita tak salah. Tapi kalau melarang reog Ponorogo bisa dilihat di negara tetangga itu, ya salah lah….

Kompleks juga yah… Ketika saya tanya ke rekan saya itu, ini salah siapa????? Doi bilang: Pemerintah!

Hmmm… Ada benarnya… tapi pemerintah saja tak cukup, apalagi kalau rakyat Indonesia sendiri cuma bisa bicara saja cinta budaya dalam negri, tetapi pada praktiknya nyaris tak terlihat..

JAdi, kalau keadaannya begini-begini saja, jangan heran suatu hari batik Malaysia lebih baik daripada batik Indonesia..

Jalanan di tanah air memang rata-rata penuh kejutan, biasanya sih dikarenakan permukaan ajaln yang memang kacau dan rusak. Untuk pengendara motor yang doyan ambil risiko ngebut di jalan yang tidak dikenalnya, lubang di jalan seringkali menjadi kisah akhirnya dalam bermotor ria, atau tragisnya, bisa jadi kisah terakhir hidupnya.

Bagaimana di negara macam Jerman? Wah, jalanan mulus brader, motor gede juga mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Jalanan juga sepi. Tikungan juga dirancang agar aman dilahap dengan kecepatan tinggi sekalipun. Rambu-rambunya juga sangat jelas… Wah, kalau bikers Indonesia punya fasilitas-fasilitas ini, bisa-bisa jalanan mendadak jadi sirkuit..Tapi.. ada tapinya nih… Ternyata ada juga orang-orang yang benci pengendara motor. Di Jerman baru-baru ini dihebohkan dengan kecelakaan yang merenggut nyawa seorang biker. Kecelakaan di Jerman sebenarnya juga hal yang lumrah, tetapi menjadi heboh karena penyebab kecelakaannya adalah orang yang sengaja menumpahkan oli di tikungan!

Belum terkuak pelakunya, Kepolisian Jerman disibukkan lagi dengan kemunculan kasus serupa di daerah sekitar Hanover. Pada malam tgl 2 Oktober lalu, ada seseorang yang menebar benda-benda/ zat sebanyak 3 ember yang bisa membuat motor tergelincir ketika melahap tikungan yang dipasangi jebakan itu. Polisi belum menemukan tanda-tanda ke arah pelaku, tetapi asumsi mereka kuat: Pelaku benci bikers!

Waspadalah! Waspadalah!!!!!!!!

Motorrad-Rollsplitfallen-Autobahn (jpg)

tersesat muter-muter

  • 1,786,402 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com