You are currently browsing the monthly archive for Juli 2009.

Banyak tingkah laku bikers di jalanan ibukota yang bikin hati was-was atau terkadang rasanya ingin praktik maen smackdown di jalanan. Semua itu kebanyakan berawal dari ketidakdisiplinan si begajulan.
Ada ketidakdisiplinan yang lumrah, tetapi ada juga yang rasanya pingin ta clurit! Bagaimana tidak?? Kalau ketidakdisiplinan itu dilakukan dengan sengaja dan membahayakan orang lain, apa namanya bukan cari penyakit?!!!!
Mudah-mudahan kelakuan-kelakuan yang tidak baik itu bisa dijauhkan dari kita. Setiap melihat kelakuan semprul sebaiknya kita kembalikan ke diri sendiri, apakah barangkali kita pernah melakukannya? Memang untuk menjadi lebih baik kita selalu butuh cermin bukan?
Saya mau cerita sedikit tentang kedisiplinan di Jerman. Soal disiplin, negara yang satu ini tidak perlu ditanya, ini biangnya! Memang negara yang basisnya sejak berabad-abad yang lalu berwarna militer ini menjadikan disiplin tinggi sebagai salah satu ciri dan modal besarnya untuk maju (bukan berarti sama sekali bebas dari ketidakdisiplinan lho…).
Tidak perlulah kita bahas tentang kedisiplinan pengendara motornya. Kita bahas saja pengendara sepedanya. Di sini, naik sepeda pun punya aturan. Memang tidak diwajibkan pakai helm ataupun ada batas kecepatan maksimum sih… tetapi ada jalur khusus tersendiri bagi sepeda. Sepeda, sebagaimana pengguna jalan lainnya termasuk pejalan kaki, harus mematuhi aturan lalu lintas. Wong nyebrang jalan tidak ditempatnya saja kalau kepergok pak pulisi kena 40 Euro kok, dan tidak ada itu acara tawar-menawar!
Tidak sebatas itu, naik sepeda pun tidak boleh sambil mabok lho! Kalau dicurigai mabok atau terkena razia, ada alat khusus yang mengukur kadar alkohol dalam darah. Jadi, selalu ada bukti dan patokan pas, bukan kira-kira dan mengeliminir ruang untuk tawar-tawaran. Tidak bisa jadinya bilang: cuma secuil kok pak…. cuma sesendok (sendok semen????!!!!).
Bukan cuma rambu lalu lintas, sepeda pun wajib memasang lampu jika dipakai di malam hari. Pemasangan lampu ini tujuan utamanya untuk menjaga keselamatan si pengendara sepeda itu sendiri, sebab jalanan di Jerman (dibandingkan negara Eropa Barat lainnya, apalagi Belgia) relatif gelap gulita! Minimal harus ada lampu belakang! Kalau ketangkap basah di malam hari tanpa lampu belakang, ya siap-siap keluar uang lagi.
Di kota-kota besar dan padat macam Hamburg, ada unit kepolisian khusus yang menggunakan sepeda. Kenapa? Ya namanya buat nguber pengendara sepeda yang tidak disiplin, tentunya harus pakai sepeda juga! Di Jena sih tidak ada itu polisi sepeda.. aman.. aman hehehe… Terakhir saya naik sepeda ugal-ugalan soalnya haha.. Abis nonton MotoGP tapi ga punya motor gitu deh jadinya….. jadi pinjem sepeda temen dan ta geber full throttel wuuuuuuuzzzzzzz ….
Foto: HP-Klassikku

Nah, sekarang kita ketemuan sama si Goldwing generasi terkini. Sama seperti leluhurnya, Goldwing tetap menjadi rajanya motor touring kelas wahid. Seperti biasa, makin tinggi, maka makin kencang angin berhembus. Di kalangan bikers internasional ada dua kelompok, yakni yang sebel sama gayanya Goldwing dan tentunya yang fanatik dengan Goldwing.

Berbeda dengan leluhurnya yang hanya berkapasitas 1000 cc dan hanya memiliki 4 silinder, Goldwing terbaru dilengkapi mesin boxer 6 silinder berpendingin radiator berkapasitas 1832 cc! Meskipun berkapasitas besar, sesuai kodratnya sebagai motor touring, mesin ini hanya menyemburkan tenaga maksimum 118 PS @ 5500 rpm saja.

Goldwing memang sebuah motor yang extra gambot. Saya teringat saat pertama kali melihat motor ini di sebuah rumah sakit swasta di Jakarta Selatan saat saya masih kecil. Pertama melihat ini motor, dalam hati saya berkata: BUUUUSSEEEETT.. ini motor apa becak?? GEde AJAH!!!

Kembali ke track.. Untuk dapat menempuh perjalanan jauh, Goldwing memiliki tembolok yang cukup besar, yakni 25 liter. Meskipun tenaga puncaknya kecil, mesin besar tentunya merupakan jaminan untuk memperoleh torsi besar. Dan memang torsi besarlah yang paling dibutuhkan motor yang berbobot mulai dari 405 Kg ini (bobot tergantung aksesoris Bro.. Kalau situ pakai Goldwing buat jualan ulekan, ya berat lah…). Goldwing yang berPGM-FI memanjakan pengendaranya dengan torsi maksimum hingga 167 Nm @ 4000 rpm. Apa jadinya jika mesin 1800 cc 6 silinder masih pakai karburator? bangkrutz euy!

Sama dengan para leluhurnya, Goldwing yang serasa hotel dengan dua roda menawarkan seabrek fitur teknologi terkini dan sangat memanjakan pengendaranya. Mulai dari rem combined ABS yang sudah lumrah, hingga airbag dan sistem Navigasi andalannya yang dapat diperoleh dengan menambah 3000 Euro. Buat mereka yang suka musik tapi duit cekak, silahkan gebet TVS RockZ, sedangkan kalau punya perkebunan duit, Goldwing lah pilihannya. Tidak hanya perangkat Audio yang tersedia di motor gendut ini, tetapi juga pemanas jok, pemanas grip gas dan jok yang asoy.
Untuk mereka yang berkaki pendek tidak perlu kuatir membawa si bongsor. Honda melengkapinya dengan sok yang bisa dinaikturunkan secara elektronis. Sedangkan untuk urusan ngatret, tidak perlu panik, Goldwing punya gigi mundur kok! Soal harga, ini dia yang bikin saya sama sekali tidak minat. Goldwing adalah motor termahal dalam jajaran motor umum Honda saat ini. Goldwing gress bisa dimiliki mulai dari 28.300 Euro saja………. Artinya sekitar harga dua unit Yamaha R1 yang merupakan Superbike Jepang termahal tahun ini.
Foto: HP-Klassikku
Jangan ngaku bikers kalau tidak pernah dengar nama Goldwing, sebuah ikon motor touring legendaris produksi Honda. Kali ini, kita lihat masa-masa awal kehadirannya di jagad permotoran dunia.

Begitulah tampang Goldwing saat baru pertama kali keluar pada tahun 1975, jauuuuh dari perawakannya saat ini. Tampangnya mengingatkan saya pada motor macam Honda GL 100 (kalau GL 200 si Tiger dong….). Jangan heran kalau tampang Goldwing dulu mirip dengan GL 100 yang keluyuran di tanah air, sebab si Goldwing ini memang varian terbesar GL. Jadi nama lengkapnya saat itu GL 1000. Bedanya dengan GL 100, yang terdapat di dalam tanki Goldwing saat itu bukan bensin! Tanki Goldwing edisi perdana merupakan cover perangkat kelistrikannya. Tanki bensin sebenarnya terdapat di bawah tempat duduk (kaya bebek dong…).

Namanya mencerminkan kapasitasnya. Tidak seperti Goldwing saat ini, pada awal kariernya Goldwing hanya berkapasitas 999 cc dan hanya memiliki 4 silinder. Ada yang bilang, Goldwing lahir untuk menjegal Kawasaki Z-1 yang memang diluncurkan Kawasaki untuk memendam keperkasaan si first Superbike, yakni Honda CB-750.

Mesin gambot Goldwing merupakan mesin 4 silinder pertama yang dilengkapi radiator lho.. Mesin yang membuat Goldwing tampak sangar ini menghasilkan tenaga 80 PS @ 7500 rpm. Dengan bobot 259 Kg, mesin ini sanggup membawa si sayap emas terbang hingga 193 Km/jam saja. Berkat karakter mesinnya yang halus, Goldwing langsung digemari sebagai motor touring jarak jauh. Tidak heran motor yang satu ini begitu laris manis di Amerika Serikat! Nasib Goldwing di Amerika Serikat ternyata jauh lebih baik dibandingkan nasibnya di Inggris. Di negara yang masih punya ratu ini, Goldwing yang juga sering dianggap sebagai ratunya motor diterima dengan penuh skepsis.

Sumber: Hugo Wilson: Motorräder. Über 300 Klassikker

Satu lagi motor nyeleneh dari Honda… Entah kenapa, belakangan ini desain dan konsep motor-motor Honda terasa banyak yang keluar dari main stream, inikah yang namanya wind of change?

Dari wujudnya tentu sudah bisa tertebak, kalau ini motor matic berkapasitas kecil. Yup, motor yang di Jerman dinamai Honda Zoomer ini memang berkapasitas imut. Motor yang dirancang untuk mereka yang doyan tampil beda ini berkapasitas hanya 50cc. Meskipun imut, mesin 4 taknya yang memiliki 4 klep sudah dibekali radiator dan sistem pengabutan injeksi PGM-FI lho. Dengan tenaga maksimum 4,1 PS @7500 rpm, cukup lah untuk mengajak si manis minimalis ini bersenang-senang, terlebih lagi torsinya cukup besar, yakni 4,5 Nm @ 5000 rpm. Yang bikin kaget sih kompresinya yang lumayan tinggi, yakni 12:1! Kaya motor balap aja… Soal jarak tempuh, saya belum ada datanya. Namun, dengan kapasitas tanki 5 liter (tuh tankinya dimana ya???) cukuplah Jakarta-Bandung tanpa mampir ke pom bensin. Untuk menghidupkan mesinnya, buat yang males nyelah, Honda meladeni dengan elektrik starter, sedangkan untuk yang ingin cepat langsing silahkan menggunakan kick starter.

Gaya minimalis Zoomer bisa terlihat dari bodynya yang apa adanya. Lampu-lampu pun terkesan apa adanya. Meskipun terkesan apa adanya, Honda Jerman menawarkan asesoris-asesoris tambahan yang membuat motor yang tampil beda karena “ke-apa-adaannya” bisa tampil lebih yentrik.
Di segi kaki, doi hanya dibekali velg mungil, yakni hanya berdiameter 10 inci dan terbungkus ban gendut 120/90 di depan dan 130/90 di buritan. Untuk menghentikan lajunya, cukup dipercayakan sepasang rem tromol berdiameter 95 mm. Kok cuma tromol? Katanya canggih? Buat apa teknologi berlebihan Bro?? Situ HP 3G-nya juga jarang dipake toh? Kenapa pagar rumah sampeyan tidak dari titanium? Kenapa celana jeans sampeyan tidak dari Kevlar? Bukankah yang suka berlebih-lebihan itu setan??? (Pak Haji mode:on)
Zoomer yang berbobot fulltank 89 Kg hanya dibekali satu tempat duduk. Tidak heran doi hanya dirancang untuk menanggung beban maksimum 112 Kg saja. Memang sayang tempat duduknya hanya satu. Namun, buat mereka yang ingin pergi nyeleweng, ini bisa jadi kartu bagus. Terlebih lagi jika selewengan mau berbagi tempat duduk di atas Zoomer mmmmmmmm….. (sesatnya kumat!). Dengan segala keanehannya, Zoomer yang 300 Euro lebih mahal dibandingkan Supra injeksi, ga bakalan dipasarkan AHM!
Foto: HP-Klassikku
Ga ada angin, ga ada ujan (hari ini cuaca di mari cerah Bro), tiba-tiba saja berita pagi ini menyajikan rencana mundurnya BMW dari F1. Menyedihkan memang, tetapi bisa dimaklumi, sebab prestasi BMW tahun ini adalah salah satu prestasi terburuk mereka selama mengikuti ajang F1 setelah kembalinya mereka di ajang balap mobil tercepat di sirkuit ini.
Layaknya Honda, BMW mundur di saat kondisi mereka sedang carut-marut di dunia F1. Kemunduran ini disinyalir bukan hanya karena masalah keuangan, tetapi juga karena adanya perubahan strategi di tubuh BMW. Masalah keuangan memang bisa dimaklumi, sebab dengar-dengar kabar, tim ini menghabiskan dana 0,5 miliar Euro per tahunnya (sumber lain menyebutkan 200 juta Euro, sumber lainnya lagi mengatakan 230 juta Euro). Jumlah yang terlalu besar untuk prestasi yang kelewat minim. Kedepannya tim F1 BMW dikatakan akan seperti Brawn GP, artinya kembali menjadi tim privat. BMW akan kembali ke asalnya, yakni tim Sauber. Sauber sendiri masih memiliki 20 % saham di tim BMW F1 ini. Namun, hingga detik ini masih simpang siur, apakah BMW masih tampil di sisa musim ini.
Kita menuju ke perubahan strategi yang dimaksudkan BMW. Bos BMW, Nobert Reithofer, mengatakan, BMW mundur karena perubahan strategi perusahaan. Ia ingin BMW tetap eksis kedepannya. Ya jangan sampai seperti Porsche yang kebanyakan hutang hingga baru-baru ini pun tunduk menjadi anak buah VW dan bergabung dengan merek-merek lainnya seperti Audi, Bugatti, Lamborghini dsb.nya yang sudah terlebih dahulu menjadi anak perusahaan VW. Selanjutnya Reithofer mengatakan, BMW akan konsen mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan sumber tenaga alternatif lainnya.
Menurut terawang gaib Ki Gede Anue, bukan tidak mungkin BMW semakin konsen ke roda 2. Terlebih S1000RR sudah mendapatkan hasil manis dengan menjuarai salah satu seri IDM. Di balap WSBK terakhir di Brno pun terlihat motor BMW semakin menongolkan moncongnya ke barisan depan, walaupun masih gagal maning…
Dulu pernah saya sampaikan kabar dari bos BMW bagian roda dua yang mengatakan enggan memproduksi BMW S1000RR versi mini. Apakah si bos akan menjilat ludahnya sendiri? Jangan heran, sebab mereka menyaksikan sendiri sukses Yamaha dan Honda membuat nama besar moge mereka tertempel di motor sport versi mini, sebut saja si YZF-R125 dan CBR 125. Jangan dilupakan juga Kawasaki yang laris manis jualan Ninja 250 R!
Untuk memproduksi motor sport murah berkapasitas kecil mestinya bukan halangan, apalagi BMW sudah menjalin kerjasama dengan Loncin yang lumayan bisa unjuk gigi di ajang GP125cc. Kerjasama dengan produsen Cina bisa menjadi kartu bagus untuk memproduksi motor kapasitas kecil dengan harga mahasiswa! Apalagi kalau mereka mengincar pasar Asia Tenggara yang mengajukan syarat utama harga yang (sangat-red) ekonomis sebagai mas kawin. Nah apakah nantinya akan ada BMW S250RR????? Kalau sampai kejadian dan dijual dengan harga selevel dengan Kawasaki Ninja 250R, ya saya akan sangat giat sekali menabung dari jauh-jauh hari, meskipun saya tahu, itu akan terasa jauuuuuuuuuuuuuhhhh….
Schumi’s Comeback

Berita mundurnya BMW ini harus berbagi ruang berita dengan rencana Ferrari menempatkan Schumi menggantikan Massa. Berita simpang siur ini pun akhirnya dipastikan. Pada sekitar pukul 18.30 kemarin di websitenya, Schumi menyatakan kebenaran ini. Juara dunia F1 7 kali ini mengatakan tertantang dengan tugas ini. Semua dia lakukan juga karena solidaritas dengan Ferrari yang sudah seperti keluarganya sendiri.

Banyak fans Schumi yang menyambut gembira kabar ini, walaupun mereka tidak bisa berharap Schumi bisa memenangkan GP. Bukan hanya prestasi Ferrari yang sedang anjlok (meskipun di race-race terakhir semakin membaik), tetapi juga faktor Schumi sendiri. Schumi yang sudah 40 tahun harus latihan fisik secara keras dan menjalani test kesehatan untuk dapat turun di Valencia pada 23 Agustus mendatang.

Schumi yang terakhir turun balap F1 pada Oktober 2006 lalu di Brazil juga sudah lama tidak mengetest mobil F1. Terakhir kali dikabarkan doi menggeber F1 pada test tahun lalu. Tantangan bagi Schumi semakin berat, sebab di musim ini tim dilarang melakukan test, akibatnya doi tidak bisa segera latihan dengan mobil F1 sebenarnya. Ditambah lagi doi dikatakan belum pernah menjajal mobil F1 di sirkuit Valencia. Namun, seingat saya dia pernah menggeber Fireblade tim HRP (timnya doi dan Martin Bauer di IDM) di sirkuit yang akan menyelenggarakan seri penutup MotoGP tahun ini. Namun, geber Fireblade dan F1 beda jauh dong… Apalagi mobil F1 sekarang banyak mengalami perubahan aerodinamika dan tambahan penggunaan peranti KERS. Kita lihat saja aksinya nanti… Kasihan juga kalau sang legenda jadi bulan-bulanan… Atau mungkin akan tampil mengejutkan??????

Terawang Gaib by Ki Gede Anue

Foto: HP-Klassikku

Saat berteduh di hanggarnya Honda saat hujan mengguyur penyelenggaraan MotoGP Sachsenring lalu, ada satu motor yang termasuk nyeleneh untuk dianggap sebuah Honda, yoi, si VT1300CX.

Kenapa saya anggap nyeleneh? Baru kali ini saya lihat Honda membuat motor dengan konsep chopper custom. Motor yang baru beredar tahun depan ini memang untuk pertama kalinya diperkenalkan di ajang MotoGP Jerman yang lalu.

Motor ini memang terkesan terlalu sederhana untuk sebuah chopper Honda. Konsep motor chopper custom yang simple dan singset memang didapat, tetapi entah mengapa rasanya tidak sreg dengan selera saya, dan mungkin selera orang banyak. Pertama-tama, bukankah gaya semacam ini sudah identik dengan Harley Davidson? Apa Honda mau menantang Harley di sektor ini? Rasanya sih terlalu optimis, terlebih motor yang ditawarkan terkesan (maaf-red) sangat biasa sekali deh. VT1300CX sama sekali tidak menimbulkan aura gagah atau aura pemberontak, ya hanya sebatas pemberontak dari pakem Honda selama ini sih….

Faktor kedua: Apakah mengeluarkan motor bergaya custom bisa laris manis? Ingat, namanya orang bikin motor custom kan supaya sesuai dengan seleranya dan bisa tampil beda. Nah, Kalo yang punya motor “custom” ini banyak, artinya si VT1300CX mesti di custom ulang dong… Tidak hanya itu, gaya Custom yang ditawarkan motor bermesin 4 tak V2-52° berkapasitas 1312 cc ini tampak terlalu manis dan standard. Secara estetis juga kurang sreg rasanya, apalagi kalau lihat ujung silencer knalpotnya yang berakhir rata bin lurus, terkesan memendam kesan dinamis yang ingin ditampilkan oleh rancangan rangka, bodi dan spatbornya. Mesin berkapasitas besar nampaknya juga tidak jelas arahnya, sebab hanya bertenaga maksimum 58 PS @ 5250 rpm (di sumber lain @ 4250 rpm), ya siap-siap aja dikentutin Harley Davidson!
Faktor ketiga yang bikin saya merasa tambah heran adalah namanya! Kenapa VT1300CX? Kesannya kok high tech banget sih? Untuk motor chopper, bukankah biasanya yang digunakan bukan kode-kode hurf dan angka, melainkan sebuah nama. Sebut saja pesaingnya seperti Suzuki Intruder, dulu ada Yamaha Virago dan Dragstar atau dari Eropa ada Triumph Rocket. Apakah Honda takut kalau sama-sama harus mengeluarkan chopper berarwah motor drag? Jangan heran, sebab disini sudah dibooking oleh Yamaha V-Max. BTW, di Amerika Serikat, katanya motor yang sudah beredar setengah tahun ini di sana, dinamai Fury. Di Eropa, nama itu tidak digunakan dengan alasan ada permasalahan dengan hak penggunaan nama (eh hak apa ya namanya???).
Faktor keempat yang bikin merasa heran, ga salah tuh mesin 1312 cc cuma dibekali sangu 12, 8 liter bensin? Masih lebih besar tanki Honda Tiger dong? Apakah Honda mau melakukan kesalahan yang dilakukan Suzuki Madura yang tankinya kelewat imut? Kalau VT1300CX bukan buat ngedrag, tankinya yang besar dong… Masa ngedrag tidak bisa, buat touring pun bikin was-was?

Apakah Bro mendapat kesan saya berantipati terhadap motor ini? Apakah Bro setuju kalau langkah Honda yang ini hanya harakiri? Hmmm.. Mari kita balik sudut pandangnya…

VT1300CX dengan segala nilai yang kelihatan minus ini punya nilai lebih juga kok. Motor yang menganut aliran motor yang rata-rata extra boros ini dibekali sistem pembakaran injeksi kaya si Supra 125 PGM-Fi. Sistem pendinginan pun sudah menggunakan radiator, mesin lebih adem, konsumsi bahan bakar pun bisa lebih irit. Kalau kita lihat lagi tenaganya yang kecil, tampaknya Honda merancang motor ini sangat irit bahan bakar. Makanya tankinya termasuk kecil…. Istilahnya, kalau sebuah Harley Davidson butuh bensin 20 liter untuk menempuh jarak tertentu, maka si mainan baru Honda ini (mungkin) hanya butuh setengahnya. Nah, kalau begitu, buat apa tanki sebesar galon Aqua? Apalagi memang konsep awalnya yang menginginkan motor yang terkesan singset.
Kalau melihat kapasitas mesin yang besar, tetapi tenaga kecil, apakah Honda salah langkah? Kan malah mahal bayar pajak doang? Sekarang kita balik, logikanya, dengan mesin besar, menghasilkan tenaga lebih mudah kan? Nah tampaknya ini yang ingin dituju Honda. Dengan sedikit buka gas pada 2250 rpm, torsi maksimum langsung tercapai. Dengan 107 Nmnya, motor langsung melaju kencang. Dan satu lagi, mesin besar bertenaga kecil artinya si mesin tidak diperas habis-habisan, artinya ya panjang umur!
Sumber: Yang Jualan
Foto: HP-Klassikku

Bro sekalian yang mengaku penggemar balap motor pastinya tidak melewatkan siaran MotoGP dari Donington kemarin. Cuaca yang seringkali terancam hujan (dan memang sempat hujan) membuat situasi sulit di prediksi dan melahirkan keadaan yang “luar biasa”. Tampaknya Sirkuit Donington Park ingin memberikan sajian yang berbeda sebagai tanda perpisahan sirkuit legendaris yang segera direnovasi untuk ajang F1 ini.

Seperti Bro sudah ketahui, Dovizioso akhirnya memperoleh kemenangan pertamanya, tidak lepas dari kesalahan yang dibuat para pesaingnya: Stoner yang jadi korban keputusan judi Ducati, Lorenzo yang lupa daratan, Rossi yang jadi kelinci percobaan dan tameng Dovizioso, dan Pedrosa yang katanya bermasalah dengan ban (semua bermasalah kali…) dan tampak bermain (terlalu-red) aman. Sebenarnya ini kesempatan baik bagi Pedrosa untuk mengejar ketertinggalan, terlebih mesin RC212V gress yang pertama kali diterjunkan di Sachsenring lalu benar-benar terlihat sangat powerful. Terbukti Pedrosa dapat menyalip DePuniet dengan santai di straight yang hanya 500 meteran itu, bahkan top speednya beda 10 Km/jam! Bayangkan, mungkin kalau di trek lurus extra panjang macam Catalunya bisa 20 Km/jam tuh! Namun, trauma jatuh masih cukup untuk meredam keinginannya untuk menang. Berbeda dengan Jorge Lorenzo yang memang bandel dan disebut-sebut berhati singa, terlebih karena performanya di Laguna Seca lalu! Yup, meskipun dr. Costa tidak merekomendasikan, Lorenzo tetap bersikeras turun balap. Akhirnya segala teknik kedokteran, obat bius, terapi dsb. dipraktikkan supaya si pemuda Mallorca ini bisa turun beraksi.

Kita kembali ke judul! Yup, ketiga orang yang saya maksud memang tiga pembalap teratas saat ini. Kita mulai dari Mr. Quality yakni Stoner. Kenapa dia dapat julukan Mr. Quality? Karena memang diantara para bintang MotoGP dia yang dianggap paling bisa menunjukkan kualitas dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Maksudnya, di saat latihan maupun kualifikasi, doi hanya sedikit turun ke sirkuit, tetapi performanya langsung josssss! Dahsyat memang melihat performa Stoner di lintasan. GP9 saat di tikungan dan mengerem habis-habisan dibuat menari-nari, berbeda dengan rider Ducati maupun Yamaha yang kelihatan anteng-anteng saja. Singkatnya turun tangan Stoner di lintasan tidak lepas dari virus yang dideritanya, yup, Stoner harus irit tenaga. Yang menjadi masalah bagi Stoner adalah, virus ini tidak bisa dideteksi oleh para dokter. Ki Gede Anue menyarankan, Stoner harus diruwat! Kata paranormal tanah air ini, masalah Stoner adalah masalah gaib…….

Sekarang kita beralih ke Mr. Long Run, siapa lagi kalau bukan Jorge Lorenzo. Ketika Stoner hari Sabtu lalu hanya butuh sekitar 18 lap, Lorenzo dengan rajinnya menggeber M1 hingga 33 lap! Yoi, paling rajin deh… Ini yang perlu dipelajari dari Lorenzo, niat kuat dan kerja keras. Lorenzo mengkondisikan latihan dan kualifikasi layaknya balapan. Tidak cuma mengetes kedua motornya, dengan jumlah lap yang ditempuh dia juga mengecek ketahanan ban dan menggonta-ganti racing line dan titik pengereman. Jangan heran makanya kalau doi menjadi penantang Rossi paling serius musim ini. Terlebih sama-sama mengendarai M1 yang terlihat paling nurut dan anteng di tikungan. Suara M1 yang masih layaknya motor superbike pun bisa jadi membuat ridernya lebih tenang dan tidak terkuras staminanya. M1 yang tahun ini powerful sepengamatan saya tidak meledak-ledak penyaluran tenaganya, otomatis joki tidak terlalu dikuras tenaganya dan ban pun lebih awet! Hanya sebatas suara memang tidak sangar hehe.. bahkan meskipun suaranya kalem, M1 bisa dibilang paling blepotan suaranya. Setiap ganti gigi saat berakselerasi timbul letupan yang keras yang anehnya tidak terdengar di TV!

Sayang kemarin Lorenzo terjatuh… doi terlalu bersemangat dan lupa, haram hukumnya menginjak garis putih yang basah saat mengerem keras ataupun berakselerasi habis-habisan! Tampaknya, meskipun secara teknis dan motor setara Rossi, pengalaman yang membuat Lorenzo masih kalah selangkah dari Rossi. Menurut Ki Gede Anue, Lorenzo pun butuh ruwatan biar tidak keseringan sial!

Sekarang kita membahas pembalap legendaris yang satu ini, Rossi! Seperti Bro ketahui, Rossi punya banyak ritual dan kepercayaan-kepercayaan yang menyertai karier balapnya.
Dalam siaran DSF bike hari minggu lalu yang membahas baju balap Rossi, terungkap hal yang menarik. Di siaran itu, sang bos Dainese yang turun tangan menjelaskan sejarah singkat Dainese dan baju balap Rossi. Saat ini, Dainese menggunakan kulit Kangguru, sebab kulit sapi dinilai terlalu berat. Di baju balap Rossi pun banyak tersimpan teknologi hasil pengembangan bertahun-tahun. Misalnya bentuk baju balap yang disesuaikan dengan posisi riding, ataupun semacam kerutan elastis di belakang pinggang yang dipatenkan Dainese. Bagian ini membuat pembalap lebih leluasa bergerak. Di baju balap pun terkandung material karbon maupun titanium yang menjadi protektor. Lihat sendiri waktu Lorenzo terjatuh kemarin kan, saat titanium menggerus aspal (Lorenzo pake Dainese juga kan…). Yang aneh sih, teknologi airbag kok tidak disebut-sebut lagi ya??? Apakah termasuk teknologi yang gagal? Atau mungkin dianggap terlalu berlebihan???

Wow, ngelantur kejauhan dari tema…. Yang menarik sih saat ada wawancara dengan seorang ibu-ibu di pabrik Dainese itu. Ibu-ibu ini bertugas menjahit baju balap Rossi. (yoi, masih handmade lho…). Nah dia bilang kalau menjahit baju balap the Doctor harus extra hati-hati, jangan sampai jatuh ke lantai, sebab setiap jatuh ke lantai, Rossi jatuh! Nah jangan-jangan tuh ibu-ibu minggu lalu menjatuhkan baju balap Rossi yang dijahitnya….. Apapun alasannya, Ki Gede Anue menganjurkan Rossi ikut ruwatan juga! Ki Gede Anue menyatakan siap meruwat Rossi, Stoner dan Lorenzo dengan harga mahasiswa……

Foto: Bajakan by HP-Klassikku

Terawang Gaib by Ki Gede Anue




Virus kesengsem motor klassik memang tidak banyak, tetapi jika Bro sudah terjangkit, maka sangat berbahaya. Yang pada awalnya mencemooh atau bertanya-tanya, ngapain sih orang pada doyan pelihara motor yang bentuknya sudah tidak up to date, performanya letoy, onderdilnya susah dan mahal, tidak kelihatan elit dan seperti orang berduit kalau mengendarainya dan sederetan penilaian negatif lainnya, pada akhirnya bisa berbalik situ yang paling gelagapan kalau dengar ada motor klassik yang mau dilepas bin dijual pemiliknya.
Bersyukurlah kalau impian memiliki motor klassik belum menggerogoti pikiran Bro sekalian, sebab hobi yang satu ini tidak mudah, dan tidak murah! Kalau sudah terjangkit virus ingin memelihara motor klassik, entah apapun itu alasannya, sebaiknya Bro memikirkan beberapa faktor berikut ini:

1. Apa Bro membeli motor klassik untuk transportasi sehari-hari atau untuk disimpan alias dijadikan pajangan saja dan hanya dipakai sesekali? Ingat, tidak semua motor klassik cocok untuk dibawa sehari-hari. Kalau mau dipakai sehari-hari, jangan ambil motor klassik yang terkenal rewel atau kelewat tua. Bukan hanya masalah kehandalan dan kenyamanan, tetapi pikirkan harga onderdilnya!

2. Apakah motor klassik itu dibeli karena jatuh cinta atau rencana ingin investasi? Untuk investasi, sebenarnya motor klassiklah jagonya, tentu harus tanya sana sini lho, motor klassik mana yang pergerakan harganya positif. Misalkan, di pertengahan tahun 90an, harga sebuah BMW R27 bersurat dan sehat wal’afiat berkisar belasan juta, sedangkan harga Honda NSR 150R baru berkisar di angka 9 jutaan. Nah, selepas krisis moneter dan berbagai faktor krusial lainnya, harga Honda NSR 150 R second saat ini tetap bermain di bawah 10 jutaan (tergantung kondisi dan spec juga sih), sedangkan BMW R27 sudah mulai tembus 70 jutaan! Nah, siapa yang tidak ngiler……. Nah, kriteria utama untuk investasi tentunya orisinalitas! Ingat, sekali lagi, orisinalitas yang jadi hukum tertinggi di sini!

3. Apakah Bro kenal orang-orang yang mengerti seluk beluk motor klassik? Jika ya, artinya langkah menggebet motor klassik semakin mudah. Tidak hanya itu, orang-orang ini yang nantinya sangat membantu dalam hal rawat-merawat dan mencari onderdil. Ajak mereka saat ingin mengecek kelengkapan dan orisinalitas calon gebetan… Namun, ingat, yakinkan dulu sebelumnya, kalau yang Bro ajak benar-benar ada di pihak Bro!

4. Berapa harga motor klassik? Disini terbentang harga antara bumi dan langit, ada yang sangat murah, dan ada yang tidak bisa terbeli. Biasanya murah kalau: 2 tak, tidak bersurat, terlalu langka tetapi merk-nya gurem, kapasitas kecil, tidak orisinal dan kena modifikasi berat, dan seringkali pemiliknya telah tiada dan diwariskan ke pihak yang tidak doyan motor klassik dan berbagai alasan lainnya. Jadi, sabar-sabar aja ya kalau cari motor klassik….. Sebagai referensi harga, silahkan tanya teman-teman yang mengerti dan bermain ke situs-situs penggemar motor klassik.

5. Ada yang nawarin nih… tapi harga segitu murah atau tidak ya??? Nah dalam kasus seperti ini, Bro sebaiknya berhati-hati dan lekas bertindak cepat mencari informasi harga. Kalau bertemu anak-anak yang doyan motor klassik, sok-sok cerita aja kalau teman ada yang beli motor X dengan harga X, jangan bilang ada yang menawarkan ke Bro… Bukan apa-apa, sebab kalau kita tidak kenal baik, bisa jadi komentar yang didapat:

Wah emang tuh motor pasarannya murah.. onderdilnya susah dan harganya kaga naek2! kemahalan tuh Ente dikasih harga segitu!!! Ngomong-ngomong, barangnya ada dimana sekarang??? Coba gw terawang2 ah…

Waspadalah Bro.. ucapan semacam itu bisa jadi mengandung maksud untuk menghilangkan minat Bro menggebet itu motor. Ingat Bro… ada pepatah sesat mengatakan: Brother sih Brother, but Business is Business!

Foto:HP-Klassikku

ZX-10 R ala Hayatenya Melandri..Gahar dan siap tempur!

Mungkin bisa menginspirasi pemilik Kawasaki Ninja 250 hitam, tinggal main cutting sticker, motor tampil beda…. ZX-10R ini tidak sebatas dirombak tampilan catnya, tetapi lampu sen disatukan di front lamp, knalpot pendek dan foot step racing abis…

Rombak abis-abisan… for sale juga lho…. Tuh kayanya pakai velg belakang MV Agusta..

Berotot… Knalpotnya mirip si Tiger hitam di zaman Jahiliyah hehe…

Monster Energy look, silencer Akrapovic plus lampu sen custom..

Lampu sen yang kecil secuil kaya upil……..

Tinggal tambahin logo kelinci, jadilah Kawasaki Leboy edition……..

ER-6N, Wanita (bule) jangan mau ketinggalan……..

ZX-10 R, susah laku kalau standard, makanya dikeluarkan yang versi modif… Di Indonesia langkah ini masih kehitung jari kan??? Artinya pabrikan masih santai-santai…….

ZX-6R putih… tampil simple dengan lampu sen di sisi fairing, lampu sen belakang extra mini plus knalpot ala MotoGP…

Gw suka gaya lo……………
Foto:HP-Klassikku
Motor-motor diparkir di sepanjang jalan menuju sirkuit, yang naik kereta harus jalan kaki lumayan jauh (30 menit: indonesian style), (15 menit: german style), (3 jam: ngesot style).

Waduh… Kalo di Indonesia yang diparkiran kaya begini, pasti langsung pada ngerubung dan foto2….

Laris Manis Tanjung Priok…. Bisnis di sepanjang sirkuit bisa panen raya.. acara MotoGP memang membuat minat belanja orang meningkat drastis (termasuk saya hehe…)

Mbak2… Kalo kalung harganya berapa????? Kok ga ada tulisan harganya?? nces… nces… ces…

S1000RR sudah mendapatkan podium 1 di tangan pembalap pabrikannya yang asal Belgia, yakni di ajang IDM yang diselenggarakan di Salzburg, Austria, beberapa minggu lalu. Maklum saja, di sirkuit Salzburgring, hanya S1000RR yang tembus 300 Km/jam. Kalau di Sachsenring mana mungkin hehehe…. Wong paling kencang masih dipegang Troy Bayliss dengan 294 Km/jam dengan mesin 990 cc.

Chriss Pfeiffer bertugas lagi… memang sedeng manusia yang satu ini! Mudah-mudahan bisa show juga di tanah air…..

Kelas 125 cc… Yang disambut paling meriah selama ajang MotoGP Sachsenring ketika masuk finish bukannya Rossi, tetapi dari kelas 125 cc ini. Siapa hayo???
Jonas Folger? Salah… kan jatuh…
Stefan Bradl?? Salah juga… Kan jatuh juga.. gimana sih Bro.. nebak dipikir dong ah heheh…
Sandro Cortese?? Salah juga….. padahal finish ya… tapi kan ga juara…
Simon dong???? Tetap salah!!! sambutannya saat finish biasa saja… Nyerah ga???
Yang disambut paling meriah si Marc Marquez Bro.. itu lho, pembalap KTM yang terpelanting parah di saat-saat terakhir menjelang finish, tetapi terus berjuang mendorong motornya sendirian hingga hidup dan akhirnya finish..
Menjelang start.. maaf, jauh dari tribun saya huhuhu….
Podium kelas 250 cc.. lagu kebangsaan Italia bergema.. Saat itu saya harap yang menang Rossi, soalnya saya mau rekam lagunya hhihi.. Kenapa??? Perche mi piace…
Di depan pit, motor-motor dengan set up hujan sudah menanti kalau-kalau di tengah race hujan kembali turun.
Saat-saat awal, Stoner kerasukan Doohan.. eh setan…
Doviiiiiiii… berjuanglah.. kok tambah melorot aja?????? Eh taunya pas nonton siaran ulang di rumah, ban depan kiri Dovi bubar grak!
Dovi pun semakin melorot dan ketangkep Edwards! Akhirnya Dovi menyerah karena ban sebelah kirinya ancur minah. Padahal menurut keterangan Steve Jenkner yang bekerja untuk Bridgestone, khusus Sachsenring, komponnya belang sebelah. Yang kiri lebih keras! Maklum, 10 tikungan kirinya sadiiiizzz… tikungan kanan hanya 4 buah dan relatif pelan.
Pedrosa berburu Stoner… Akhirnya berhasil.. tidak lepas dari Stoner yang merasa ban belakang sebelah kirinya K.O. Setiap ada aksi salip menyalip, semua penonton memberikan tepuk tangan dan sorak sorai yang meriah, tidak pandang Stoner yang nyalip Rossi, Pedrosa yang kesalip Stoner, Lorenzo yang nyalip Pedrosa, atau Lorenzo yang nyalip Rossi dan sebaliknya….. Semua aksi mendapat apresiasi meriah.. itulah enaknya nonton MotoGP, semua saling menghargai.. tidak perlu takut ada gontok-gontokan antar suporter… hanya saja, tidak bisa tereak-tereak: WASIT GUOBLOG!!!!!! WASIT GUOBLOG!!!!! Wakaka….
Lorenzo yang 2 lap terakhir berburu Rossi.. namun, gagal maning…. Best moment buat saya saat melihat Lorenzo dan Rossi masuk finish dengan mengangkat roda depan.. amazing…… di TV biasa aja, tetapi kalau di depan mata waaaaaaaa….
Demikian acara bagi-bagi cerita tentang race MotoGP di Sachsenring… Mudah-mudahan bisa membuat Bro happy… Orang sesat berkata, kebahagiaan itu bagai api lilin. Kita bisa berbagi api dan cahaya dengan lilin yang lain tanpa takut api kita habis……
Foto: HP-Klassikku

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com