You are currently browsing the monthly archive for November 2016.

  • Kalau BMW R50 generasi awal yang terbit pertengahan tahun 1950an memang keren banget dan sangat mahal, nah ini versi terakhirnya yang bisa diperoleh dengan harga relativ terjangkau. Ya, seterjangkau-terjangkaunya kalau sudah masuk Indonesia ya 100 juta ga cukup, bahkan buat beli yang tak bersurat saja tak cukup hehe…
  • 20160808_110336
  • BMW R50/5 adalah motor terbitan 1969-1973 dengan nomor rangka 2900001-2907865. Hampir 8000 unit terjual, ya tak buruk lah. Memang tampilannya tak sememukau yang klassik awal-awal, tapi motor ini juga tergolong klassik kok. Dan dari penampakannya, tampak ini motor nyaman banget ya buat touring.
Soal mesin, wah dijamin awet! Motor 497cc bermesin boxer ini mampu mengeluarkan tenaga hanya 32 PS, jadi naik Inazuma pun sepertinya masih bisa nguber, karena bobot motor klassik ini sampai 210 Kg!
20160808_110323
Si biru cakep ini saya jumpai di kota Köln beberapa bulan lalu. Wah melihat kondisinya yang kinclong, tak kelihatan kalau umurnya sudah tembus lebih dari 30 tahun. Entah doi sudah restorasi lagi atau masih original begitu.. Maklum, di sini motor jadul awet-awet Bro…
20160808_110345
Untuk perawatan, gampang lah.. Motor dengan putaran mesin rendah dan bertenaga kecil mah pasti awet. Meskipun mesinnya terlihat sebesar itu, penggantian oli periodik tanpa penggantian filter hanya butuh 2 liter oli 20W-50. Kalau dengan penggantian filter, tambah sedikit lagi, jadi 2,25 liter. Sedangkan oli gearbox cukup 800 ml oli SAE 90 Gl-5 dan di gardan tinggal tambahkan oli yang sama sebanyak 250 ml.
Untuk menjaga kenyamanan, tentu oli suspensi depan perlu diganti juga dengan oli SAE 5W/10W sebanyak 250 ml per tabung. Untuk busi, bisa pakai NGK BP7ES dan NGK BPR7EIX. Sama dengan BMW jadul 1 silinder, boxer juga stasionernya rendah, cukup di 700 rpm, +- 100 rpm lah… Bukaan udara karburator cukup 1-1,5 putaran. Sedangkan untuk ukuran kerenggangan klep masuk saat dingin 0,15mm, klep buangnya 0,20mm.
Oh ya, sama dengan motor-motor BMW pada umumnya, doi dibekali tanki berkapasitas besar. Kalau diisi fulltank tembus 22 liter. Manteb nih buat touring jauh, atau sekedar jalan-jalan dalam kota.

Bro sekalian… BMW dengan mesin boxernya memang legendaris. Di dunia balap pun sempat sukses, maklum, dulu kan motor Jepang belum ganas, paling musuhnya sesama motor Eropa, terutama dari Inggris dan Italia. Nah, dulu juga boleh pakai kompresor hehe, makanya BMW sempat jaya di ajang balap motor jalanan.

Hari gini, mesin Boxer paling powerful ya cuma BMW HP-2 yang pernah kita bahas. HP-2 dikabarkan mempersiapkan penggemar BMW untuk tak kaget saat BMW S1000RR lahir, yup, akhirnya BMW punya mesin real superbike. Mesin boxer memang tak akan bisa kompetitif untuk balap superbike modern, karena terlalu berat dan terlalu lebar! Powernya pun tidak meledak-ledak karena rpmnya tergolong rendah! Lebarnya membuat mesin boxer tak aerodinamis dan membuat level kemiringan motor jelas sangat terbatas.

Meskipun begitu, untuk touring, ini juaranya.. Maklum, karakternya mantab, lembut bertenaga daaan panjang umur! Titik berat yang rendah pun membuat motor bermesin boxer relatif tak mengintimidasi saat diduduki bikers yang kurang tinggi badannya. Ya, kecuali memang motornya tinggi macam GS hehe…

Yang keren sih ketika boxer dibuat seminimalisir mungkin ala-ala boxer balap..wah, ganteng… Inilah yang banyak dilakukan oleh penyedia parts aftermarket spesialis BMW macam Wunderlich dan Hornig. Melihat kesuksesan mereka, tak heran, BMW sendiri makin ke sini makin senang menjual varian R NineT dengan turunannya…

20161008_113015

20161008_113007

20161008_113854

20161008_114106

20161008_113911

Posisi 10: Yamaha YZF-R6 : 100 unit.

Motor andalan Yamaha dan juga pernah digeber Doni Tata di WSS cukup cerah masa depannya. Dengan segala pembaruannya, doi bisa berharap, tahun depan dapat posisi lebih baik dibandingkan posisinya tahun ini. Cukup sulit memang bertahan di kelas 600cc yang semakin tak dilirik ketimbang motor 1000cc. Yang membuat motor ini tetap diminati selain harganya yang ekonomis adalah kelincahannya.

Platz 9: Kawasaki Ninja ZX-6R 636 - Neuzulassungen Januar bis September 2016: 114.

Posisi 9: Kawasaki Ninja ZX-6R 636 :114 unit

Menyandang nama besar Ninja dan punya kapasitas lebih besar dibandingkan rival-rivalnya, jelas doi yang paling kencang di lintasan dibandingkan motor balap 600cc pabrikan lain. Karakter mesin dan handlingnya juga dipuji media. Tak heran, doi lebih laris sedikiiiit dibandingkan Yamaha R6!

Platz 8: Honda CBR 600 RR - Neuzulassungen Januar bis September 2016: 135.

Posisi 8: Honda CBR 600 RR : 135 unit.

Bagaimanapun Juga, Honda memang lebih unggul! Slogan yang selalu membuat crew Blog Sesat ngakak dan sering digunakan untuk meledek brand lain saat si sayap kepak menang. Di antara motor 600cc lainnya, CBR600RR bisa dibilang paling menang besar. Bukan hanya di puncak penjualan kelas supersport, tapi dengan segala kekurangannya, doi lebih laris dibandingkan kompetitor. Bukan yang terbaru, bukan yang tercepat, bukan yang terbesar tenaganya, tapi bisa juara dalam hal penjualan. Inilah yang namanya image yang terbentuk dari segala keunggulannya begitu menentukan! Honda dikenal sebagai produsen motor matang, nyaman, memperhatikan seluruh aspek! CBR600RR pun bisa melangkah keluar dari pertarungan 600cc sebagai legenda, yup, juara di penjualan di tahun terakhirnya dijual karena Honda enggan membuat versi Euro4nya.

Platz 7: Ducati 959 Panigale - Neuzulassungen Januar bis September 2016: 193.

Posisi 7: Ducati 959 Panigale : 193 unit

Motor selanjutnya adalah si sexy yang bikin pemilik CBR250RR ingin mencat merah polos motor mereka dan mengganti knalpotnya supaya mirip. Panigale versi junior ini memang aneh ccnya, diciptakan untuk jualan memang, sebab tak bisa dilombakan di WSS maupun WSBK! Keoptimisan Ducati terbayar, di Jerman, penjualannya masuk kategori membahagiakan!

Posisi 6: Honda CBR 1000 RR : 274 unit

Sekali lagi…Bagaimanapun juga, Honda memang lebih unggul!  Memang CBR1000RR ada di papan terbawah kelas 1000cc, tetapi mengingat motor ini sudah terbit nyaris tanpa evolusi besar sejak 2008, kurang menang besar apa coba???? Tahun 2008, CBR memang superbike terbaik, nah tahun ini, dia mah apa atuh? Namun, tetap saja lebih laris daripada motor supersport. Ini menandakan, memang superbike pasarnya lebih besar dibandingkan supersport. CBR si motor puritan tentu bisa berharap lebih tahun mendatang, generasi terbarunya yang lebih ringan belasan Kg, lebih bertenaga, dan yang pasti sudah manteb riding assitentnya telah lahir! Blog Sesat memprediksi, doi tahun depan akan masuk 3 besar penjualan superbike di Jerman!

Posisi 5: Aprilia RSV4 : 305 unit

Cukup mengejutkan adalah Aprilia RSV4 di posisi 5! Motor superganteng yang lumayan mahal ini cukup membahagiakan penjualannya! Kalau dipikir-pikir, sebenarnya posisi 5 wajar sih. Sebab doi satu-satunya motor superbike bermesin V4 dengan harga terjangkau di pasaran saat ini! Pernah menjadi motor juara WSBK dan terbukti mendapat pujian media untuk performa mesin dan handlingnya, plus senantiasa di-upgrade, RSV4 layak banget ada di 5 besar!

Posisi 4: Yamaha YZF-R1 :352 unit

Jualan Yamaha R1 di Jerman termasuk gampang, maklum, banyak fansnya. R1 dikenal sebagai superbike bermesin tahan banting dan menyenangkan dikendarai. Motor yang baru 1 kali juara WSBK ini terbantu penjualannya dengan revisi besar-besaran dibandingkan R1 generasi sebelumnya. Karakter mesin yang ganas dan menjanjikan 200PS, mirip M1 MotoGP, riding assistent mutakhir, wajar saja motor ini laris! Sebuah bukti, bahwa motor superbike memang harus selalu update! Contoh yang ga update dihukum pasar ya Suzuki! Gila kan…Gixxer 1000, Gixxer 750 dan Gixxer 600, tak satu pun masuk top 10 penjualan! Namun, tahun depan beda cerita Bro… Kan Suzuki sudah kembali berinovasi hehe…

Posisi 3: Kawasaki Ninja ZX-10R: 376.

Masuk 3 besar! Motor juara WSBK dan dominator baru di WSBK sangat layak berada di posisi 3. ZX-10R kini tak lagi dikenal sebagai motor berpower terbesar saja melanjutkan tradisinya, tetapi kini tampil matang di semua lini! Dengan harga termasuk bersahabat dengan kualitas juara di semua lini, rasanya sih Ninja harusnya bisa ada di posisi ke-2! Yang Blog Sesat bisa kritisi dari Ninja adalah: warnanya…Sudah terlalu lama monoton!

Posisi 2: Ducati 1299 Panigale : 443 unit

Kaget ada Panigale di posisi ke-2? Jangan kaget Bro.. buat mayoritas bikers Jerman, bunyi V2 itu lebih indah dibandingkan bunyi inline 4! Apalagi desain plus nama besar plus tradisi Ducati sebagai motor yang juga mengedepankan estetika dan eksotisme… Tak heran, inilah yang begitu digilai di Jerman! Kalau bicara desain, mayoritas pasti tunjuk Ducati! Soal daya tahan dan perawatan, itu nomor dua! Oh ya, Ducati termasuk motor dengan nilai penyusutan yang kecil di Jerman. Tampaknya bikers Jerman beranggapan, tak ada Ducati yang akan jadi sampah! Yup… Saat motorsupersport/superbike Jepang setelah belasan tahun harganya bisa di bawah 3000 Euro, Ducati tetap jauh di atas itu!

Posisi 1: BMW S 1000 RR : 968 unit

Mau paling kencang di trek lurus? Ini jawabnya!  Itu saja sudah cukup menjelaskan, mengapa BMW S1000RR ada di posisi teratas jauh meninggalkan angka penjualan Panigale di posisi ke-2! Tentu tak cuma kencang, secara elektronik, BMW bisa dibilang salah satu yang terlengkap! Btw, orang Jerman kenapa senang banget dengan produk Jerman? Bukan nasionalisme buta Bro, tapi memang buat mereka kehandalan dan presisi itu penting banget! Dengan tingginya minat terhadap S1000RR, tak heran juga, harga secondnya termasuk tinggi, sama lah dengan produk BMW lainnya..

Sumber foto dan jumlah penjualan:http://www.motorradonline.de/motorraeder/top-10-neuzulassungen-januar-bis-september-2016-supersportler.792402.html?backlink=mrd-792400#gallery-2

Alpha Technik bagi bikers pencinta balap di Jerman jelas bukan nama yang asing. Banyak memang bengkel tune up plus parts di Jerman yang bisa bikin motor kompetitif dan bertenaga besar, kadang bisa juga bikin motor yang lebih bertenaga dibandingkan apa yang dibuat Alpha Technik, tetapi soal kematangan dan konsistensi, doi numero unonya.

Menjuarai balap superbike Jerman sih makanan sehari-harinya. Dengan pengalaman, fasilitas dan tenaga ahli yang mumpuni, tak heran, mereka sempat juga mencicipi WSBK. Yup, Alpha Technik dipercaya BMW untuk mempersiapkan BMW S1000RR di WSBK beberapa tahun lalu.

Mari kita lihat sebagian karyanya yang dipamerkan di Intermot 2016:

20161008_113508

Lihat..S1000RR kurang enteng? Kurang stabil? Kurang nendang? Tuh lihat parts yang tersedia untuk membuat si Picek nan Ganteng semakin tak tersentuh!

20161008_113737

Kalau tak salah ini Gixxer 750 yang pernah diturunkan di balap Macau! Jadul ya.. Ini sepertinya zamannya WSBK masih 750cc! Belum lahir tuh Gixxer 1000..

20161008_113653

Ini gacoan mereka sekarang di IDM Superbike: Yamaha R1M

20161008_113616

Sexy..warna kuningnya juga classic Yamaha banget, ala-ala Kenny Roberts!

20161008_113823

Ini CBR600 RR.. motor legendaris WSS!

20161008_113928

Nah, ini motor langka… Motor yang dibuat Yamaha benar-benar hanya untuk balap! Motor dengan karakter mesin yang galak, tapi power deliverynya jelek.. Noriyuki Haga pun gagal menjadi juara WSBK menggunakan mbahnya R-Series Yamaha ini: Yamaha R7!

20161008_113954

Yup, BMW S1000RR nomor start 33, siapa lagi kalau bukan MM, Marco Melandri!

20161008_115917

Zaman dulu paling gampang kalau disuruh taruhan, motor mana yang lebih kencang, MotoGP atau motor WSBK. Bahkan di tahun 2007 saat motor MotoGP yang tadinya 990cc dikecilkan kapasitas mesinnya jadi 800cc, kecepatan motor MotoGP masih 1 hingga 2 detik lebih unggul! Padahal sih katanya power mesin motor WSBK 1000cc sudah lebih besar dibandingkan motor MotoGP! Kalau dipikir-pikir logis sih, toh MotoGP jauh lebih ringan! Motor MotoGP pun jauh lebih mahal..entah seberapa jauh, sebab siapa sih yang tahu pasti harga motor MotoGP? Yang pernah saya baca justru harga motor WSBK. Ten Kate jualan motor dengan spek sama dengan motor sang juara dunia, James Toseland! Ten Kate menjual CBR1000RR Ten Kate spek WSBK seharga 80.000 Euro. Sebagai pembanding, Ducati Desmosedici yang dijual di pasar bebas dibanderol 61500 Euro! Kalau spek racing mah jangan tanya hehe…

Nah, sekarang bagaimana? Mulai susah ya untuk memprediksi, tak ada jaminan MotoGP pasti lebih kencang, terlebih habis ramai berita minggu ini, saat ZX10R Rea lebih kencang dari catatan waktu motor MotoGP papan menengah ke bawah yang sama-sama test di Jerez. Namun, dibandingkan dengan best lap Valentino Rossi di race, catatan Rea lebih kencang! Meskipun dibandingkan best lap Jorge Lorenzo masih kalah…

Ujung-ujungnya, susah juga membandingkannya kalau kedua motor tak diduelkan dalam saat dengan kondisi yang sama. Kita kan mau tau juga, selayak apa sih ngabisin duit banyak banget untuk motor MotoGP, kalau catatan waktunya sudah tak lebih baik dibandingkan WSBK?

20161008_150747

Tentu tak semudah itu… Blog Sesat tetap yakin, MotoGP lebih kencang, hanya saja seberapa jauh lebih mahal memang tanda tanya. Yang menghambat MotoGP adalah regulasinya (meskipun WSBK juga punya regulasi). Untuk itu, harus dibaca benar tuh regulasi, masalahnya, saya sibuk wkwkw….

Sebagai hiburan, kita bandingkan saja harganya sekarang ya. Patokan kita tentu Honda RC213V-S yang juga dijual bebas.

20161008_133552

RCV ini dengan racing Kit menghasilkan tenaga 220 PS, ya kalah lah dengan motor WSBK ZX-10R yang 240 HP lebih..itu data tahun 2013! Sekarang bisa jadi sudah mendekati 250 HP! Berapa harga motor ZX-10R milik Johny Rea? 250.000 Euro Bro… sudah 50.000 Euro lebih mahal dibandingkan RCV plus racing kit! Dan ini baru wajar sih, karena RCV versi jalanan tak pakai klep pneumatic dan tanpa seamless gearbox, dua hal yang bikin harga motor MotoGP melambung tinggi.

Nah, kalau melihat perbandingan ini, ya jelas kan, kalau memang kedua motor dari WSBK dan MotoGP semakin selevel. Toh harga motor WSBK yang tanpa klep pneumatic dan seamless gearbox di level yang sama.

Pastinya ZX-10R memang motor juara! Dengan pembalap berparas dan karakter berbeda, motor ini bisa juara dunia. yup, Rea yang kaya Jorge Lorenzo dengan gaya cornering speed yang tinggi dan Sykes dengan gaya mengerem brutal dan cepat buka gas bisa difasilitasi oleh sang dominator baru: Kawasaki Ninja ZX-10R.

20161008_112125

Kalau biasanya ngomongin Piaggio, kita langsung teringat Vespa. Kalau ingat Vespa, ingat asap 2 taknya hehe, nah, Piaggio yang ini dijamin sehat banget! Tidak bisa dibilang motor listrik karena bentuknya masih sepeda banget, dan memang masih bisa berfungsi seperti sepeda pada umumnya!

20161126_124929

Kalau Bro googling ke websitenya Wi-Bike, wah pasti terpukau! Ini sepeda listrik memang keren banget fiturnya dan dipasarkan dengan penuh pemikiran! Yup, penuh pemikiran! Bukan cuma mengedepankan ramah lingkungan, tetapi ketika Bro sambungkan dengan HP dan download softwarenya, doi bisa jadi alat olahraga juga dengan fitur personal trainer, jadi ketahuan kalau digenjot membakar berapa kalori! Belum lagi ada fitur keamanannya, jadi doi bisa dilacak di mana keberadaannya, ya kalau sampai digondol maling sih..

20161008_111527

Sepeda ini ditawarkan dalam dua desain, yang model sport dan model comfort. Cerdiknya Piaggio, mereka juga sudah siap dengan segala aksesorisnya Bro! Benar-benar menjual life style sih… Kalau dijual di Indonesia, pasti laku deh, sebab memang jualan life style, berapa juga dibeli hehe…

Oh ya, sepeda listrik ini juga tak kalah dengan CBR250RR, punya 3 riding mode juga haha… Padahal top speednya hanya 25 Km/jam. Lumayan lah, namanya juga sepeda! Dengan pengisian baterai lithium ion buatan Samsung selama 3,5 jam, pemiliknya bisa bebas tak perlu menggenjot hingga 100 Km!

Soal harga, masih bisa dibilang lumayan bersahabat. Mahal memang, tapi wajar dengan fitur itu dan merek Piaggionya! Masih lebih murah dari Vespa Primavera 50 yang dijual 3550 Euro. Wi-Bike dipasarkan mulai 2899 Euro! Ya artinya bakal bisa ditekan seharga motor 150cc full fairing sih jika dibandingkan dengan harga Primavera 50…

Salah satu motor yang masuk kategori super mahal di Intermot, selain RC213V-S tentunya, adalah BMW R66.

20161008_131428

Dan yang namanya motor klassik, dipastikan akan tambah mahal. Kalau kita sedang mengamati motor klassik, selain mengamati keindahan, material dan teknologi di zamannya, ya ibarat baca prasasti hehe.., kita juga melihat tingkat orisinalitasnya.

20161008_113149Kalau motor yang satu ini tak perlu dipertanyakan orisinalitasnya, lah punyanya BMW sendiri gitu lho.. Toh kalau dibuat parts setelahnya di dalam pabrik BMW, kan tetap dibilang orisinal BMW hehe…

20161008_113216-1

BMW memperkenalkan R66 tahun 1938 bersama beberapa BMW bermesin boxer lainnya, yakni R51, R61 dan R71. Yup, rangkaian motor besar berkapasitas 500 hingga 750 cc ini memang moge di zamannya.

20161008_113255

BMW R66 berkapasitas 597 cc dari dua piston yang tertanam di dalam mesin khas BMW, yakni mesin boxer. Tenaga yang dihasilkan termasuk besar di zamannya, yakni 30 PS @5300 rpm, cukup untuk menggerakkan motor berbobot 187 Kg ini untuk mencapai top speed hingga 140-145 Km/jam.

20161008_113144

Motor yang mulai dipasarkan tahun 1939 ini, meskipun hanya segitu top speednya, doi sudah menjadi motor dengan top speed tertinggi di antara motor BMW lainnya yang diproduksi sebelum PDII.

20161008_131440

Motor dulu dijual seharga 1669 Reichsmark. Hmmm, yang pasti sih tetap bisa dibilang barang mewah di zamannya.. Motor ini juga menawarkan inovasi lho, yakni suspensi belakangnya hehe.. ingat, tahun segitu masih banyak motor rigid Bro.. Jadi bisa dibilang, ini motor rajanya nyaman di kala itu.

20161008_113234

Oh ya, ada 2 kesamaan besar antara BMW R66 dan Suzuki Smash milik keluarga Sesat. Sama-sama 4 percepatan dan rem tromol depan belakang hehe…

Judul yang aneh? Buat kita sih ya..toh pabrikan Jepang sendiri tampak belum siap untuk memproduksi motor listrik alias motrik dengan kapabilitas yang bisa sangat bersaing dengan motor bermesin konvensional, terutama dalam urusan harga dan jarak tempuh! Namun, kita sudah bisa lihat itu akan terjadi, ya kalau Jepang tak siap-siap dan segera mematangkan motrik mereka… Yup, judul yang aneh karena memang masih imajinasi hehe..

20161008_112301

Nah, di sini Cina tampak selangkah lebih maju. Bukan dalam urusan teknologi sih, tentu tak semudah itu, tapi paling tidak mereka sudah mulai banyak produksi dan menjual motrik! Harganya pun terbilang ekonomis dan menawarkan keunggulan ekonomis dan ekologis bagi pembelinya! Buat pasar Asia tentu masih sulit tembus, sebab paradigmanya, beli motor ya yang kencang, irit, ga aneh-aneh, sedangkan motrik masih dianggap belum bisa menggantikan peran motor konvensional. Bahkan kadang masih tampak seperti mainan… Artinya, yang kelebihan rejeki aja yang akan beli motor listrik!

20161008_112545

Bagi Cina tentu mudah membuat motor listrik murah, toh bahan baku berlimpah dan mereka punya sumber daya manusia yang berlebih. Kirim saja banyak mahasiswa belajar teknologinya ke negara-negara maju yang universitasnya punya koneksi bagus dengan industri… Nah, tanpa banyak perlu keluar dana untuk riset, Cina sudah punya teknologi yang terhitung matang..lah, kan sumber pengetahuannya dari universitas hehe..

20161008_112512

Seberapa lebih majunya Cina secara kuantitas dibanding Jepang, bisa disaksikan di hall khusus motrik di Intermot 2016.

20161008_115055

20161008_113131

Entah benar atau tidak, tampaknya memang BMW mulai menjaga imagenya dan keterikatan dengan pelanggan loyalnya dengan menyediakan parts original BMW untuk motor-motor BMW yang sudah tergolong klassik, tapi bisa dibilang sudah di atas tahun 70an.

Ini langkah maju tentunya, sama dengan Mercedes yang juga punya bagian khusus yang menjual parts original untuk mobil-mobil klassiknya. Namun, saya tak sempat memastikan dan tanya-tanya sih, tapi foto di atas cukup menjelaskan kan? Jadi, di Intermot 2016, BMW juga pamer BMW klassik R66 dan ada bagian yang saya foto ini. Salahnya sih, saya tak tanya-tanya lebih lanjut tentang ini.

Kalau untuk penggemar BMW Klassik, ini tentunya angin segar, tapi harganya sepertinya juga akan sangar hehe… Toh tanpa BMW menjual parts original, parts BMW klassik banyak yang jual, ada yang new old stock, ada yang KW, aman deh, tinggal sesuaikan uang punya berapa aja… Kalau kebun duit lagi kena kemarau atau hama wereng, ya beli yang KW saja hehe…

Kalau dipikir-pikir, ada bagusnya dan tetap ada peluang juga bagi BMW, sebab harga parts NOS juga mahalnya ga karu-karuan, maklum, langka banget, dan belum tentu cocok dengan tipe motor yang diperlukan.

20161008_114726KTM RC250 GP memang motor imut-imut dengan prestasi raksasa. Ini motor jelas NSR500 atau RC211Vnya Honda, yup, super dominan di kelas Moto3! Aprilia yang tadinya merajalela dengan RS125 pasti KZL dan ZBL melihat tahtanya sekarang direngkuh KTM.

20161008_114934

Entah berapa harga pasti motor production racer ini, ada yang bilang 40.000 Euro (ya bisa dapat 2 motor superbike anyar! Masih kembali malah…), ada juga yang bilang US $55000 , dan perlu nambah US $37000 kalau mau mendapatkan race kit KTMnya, artinya, buat motor saja kudu sedia nyaris 90.000 US dollar Bro..

20161008_114613

Namun, dengan duit segitu, Bro akan dapat motor dengan performa mencengangkan. Bobotnya saat ini sudah bisa di 80 Kg, bahkan katanya tak sampai 80 Kg. Di brosur yang saya baca di Intermot sih, motor Brad Binder ini beratnya 80 Kg. Nah, karena itulah bahkan ada pembalap yang motornya perlu diberi pemberat agar sesuai aturan bobot minimal motor plus pembalap saat race Moto3.

20161008_114608

Soal tenaga, tak perlu disangsikan, sudah tembus 51PS Bro..katanya bahkan masih bisa dinaikkan 5 PS lagi. Wah, 80 Kg dengan tenaga 50 PS lebih, siap turun drag banget di kelas FFA 250cc! 7 detik untuk 201 meter sih pasti dapet!

20161008_114909

Soal kenyamanan jangan ditanya, pasti ga nyaman. Lihat saja joknya lebarnya cuma sejengkal hehe… Ukurannya yang mini memang bikin gemezzzzz…

20161008_114557

Meskipun mini, yang namanya motor balap beneran pasti memikirkan desain fairing dengan benar. Apalagi aerodinamika sangat penting untuk motor dengan tenaga “pas-pasan”! Kalau kita merunduk di balik fairingnya, winshield cukup tinggi untuk membuang angin ke atas helm. Yup, fungsional, bukan cuma buat lucu-lucuan…

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com