You are currently browsing the monthly archive for Januari 2019.

20180308_182346

Apa yang terbersit begitu mendengar kata “Halim”? Kebanyakan sepertinya terpikir bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta atau ya daerah Halim ya.

Ada terbersit Halim merupakan salah satu nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى . dari 99 Asmaul Husna? Mantebs kalau berpikirnya ke arah situ… Buat saya ini ilmu baru. Mungkin saya pernah dengar, tetapi tak sampai tersimpan dalam ingatan.

Jadi suatu hari saya duduk di mesjid menunggu Isya. Ketika itu, sekumpulan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan jurusan membuat semacam majelis kecil di mesjid. Saya tak bergabung, tetapi saya nguping hihihi… Salah satu tema yang diangkat ya tentang “Halim” ini. Mungkin nama Halim tak terlalu dikenal sebagai nama Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, tetapi mendengar artinya, wah..buat orang banyak dosa seperti saya, saya merasa tersentuh.

Sifat Allahسُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى yang tertanam di dalam nama “Al Halim” ini dikatakan “tak mudah marah”, “sabar karena saking besarnya kasih sayangnya”, ya kira-kira itulah yang para mahasiswa itu sebutkan.

Dan apa yang mereka bahas mengena banget di saya. Ternyata sifat di dalam nama Halim inilah yang membuat orang yang banyak dosa seperti saya masih bisa hidup dan tak kurang apapun, meskipun ada saja pelanggaran dan setelah itu saya bertobat. Terjadi lagi..tobat lagi..terjadi lagi, tobat lagi…bikin dosa lagi..tobat lagi.. kalau tak ada sifat Halim ini, niscaya sudah hancur ga karu-karuan saya akibat kelakuan saya sendiri.. Kalau Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى  tak punya sifat Halim, setiap hamba melakukan dosa, bisa-bisa balasannya langsung dituai ga pake lama..

Semoga ke depannya yang tersesat ke sini bisa semakin memperbaiki diri.. Kalau sampai buat dosa, lekaslah bertobat dan berusaha tak mengulanginya lagi.. dan jangan sekali-kali berhenti karena malas atau terlalu bodoh untuk berhenti minta ampunanNya…

Blog Sesat sebenarnya sadar, banyak artikel yang kami terbitkan terkesan tak serius dan kurang bermanfaat. Membaca Blog Sesat membuat yang tersesat tak bertambah cerdas dan kadang bingung membedakan canda dan realita.

Rapat para pemegang saham Blog Sesat pun mendengar keluhan ini dan bertekad untuk meningkatkan keseriusan Blog Sesat dalam menjaga bobot tulisan. Nah, salah satunya kami hadirkan dengan artikel ini. Daripada sibuk tereak-tereak NKRI, pakai banyak atribut NKRI, tapi tak menyadari cara ini malah bisa menyinggung dan membuat orang lain seakan-akan tak mencintai NKRI, lebih baik kita berbuat langsung yang nyata toh..

Nah, salah satunya dengan memelihara Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa Persatuan dan Bahasa Nasional. Hadirnya KBBI V sejak 2016 dan diresmikan saat Sumpah Pemuda 2016 lalu menjadi bukti komitmen Badan Bahasa untuk melestarikan Bahasa Indonesia. Sayangnya, rencana untuk menerbitkan KBBI V dalam bentuk cetak hingga masuk 2019 ini tak juga terwujud. Ya bisa dipahami, versi cetak tebalnya bakal terlalu tebal, berat.. Dilan saja tak sanggup.. Kamus extra tebal tentu bakal mahal.. Memangnya Dilan tega jual CB 100nya demi KBBI V?

Di kalangan pelajar dan akademisi, KBBI V dijadikan acuan, apakah sebuah kata memang ada dan baku serta dianggap kosakata Bahasa Indonesia. Ya, pendapat ini bisa diperdebatkan, sebab banyak sekali kata di KBBI V ini yang bisa disebut kata-kata bahasa daerah. Namun, daripada berdebat tak berujung, ya KBBI V sering dijadikan wasitnya!

Oh ya, KBBI V terus bertumbuh. Ada badan-badan di bawah Badan Bahasa yang terus melengkapi kosakata kamus elektronik ini. Sebagai pengguna biasa, kita juga bisa daftar dan bahkan mengajukan kosakata yang belum tercantum dalam KBBI V.

Oh ya, meskipun begitu banyak kata terkandung dan kamus ini terus bertumbuh, masih ada juga pastinya kekurangannya. Bahkan kadang sesuatu yang tak kita duga. Banyak kata yang tak umum dikenal tercantum, tetapi banyak yang umum dipakai, tak tercantum. Untuk yang minat pada ungkapan dan idiom, KBBI V juga bisa jadi rujukan. Di situ bisa dicek, apakah sebuah ungkapan umum dikenal atau dipakai penutur jati Bahasa Indonesia. Namun, kadang kita akan takajuik…

Oke, Blog Sesat akan tunjukkan contohnya ya:

20181219_154733

Kalau diketik “main hati”, ternyata entri tidak ditemukan.

20181219_154808

dan…”main perasaan” juga belum tercantum di KBBI V.

Padahal kalau kita cari di http://www.google.com per 9 Januari 2019:

main hati: About 166.000.000 results (0,58 seconds)

main perasaan: About 23.500.000 results (0,35 seconds)

Cukup aneh kan.. sangat sering dipakai, tetapi belum tercantum di KBBI V.

Blog Sesat pun menarik kesimpulan:

  1. Tak ada di KBBI V bukan berarti bukan kosakata Bahasa Indonesia.
  2. Jangan “main hati” dan “main perasaan” karena belum tercantum di KBBI V. Jangan-jangan nanti dituduh tidak menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 

Semoga bermanfaat dan semoga Blog Sesat tidak dikriminalisasi

Buat yang kelahiran 80an dan tahun 90an sudah doyan motor, kalau ingat ZX750 pasti ingatnya Kawasaki. Dan kalau sudah ngomong 750 ya keingetnya yang versi Rnya alias balapnya, yakni ZX-7R. Motor yang tahun 1993 jadi juara di tangan pembalap USA, Scott Russel ini memang legendaris dan bertahun-tahun lamanya jadi satu-satunya prestasi membanggakan Kawasaki di era WSBK masih maximum 750cc untuk mesin 4 silinder atau 1000cc untuk mesin 2 silinder.

Kalau anak sekarang, mungkin mereka sudah tak pernah dengar. Kalau dengar ZX 750, mereka lebih kepikiran sepatu Adidas ZX 750. Saya baru tahu ya akhir tahun lalu kala sedang ngantri. Di depan saya ada orang yang pakai.

20190107_233557

Setelah coba digoogling, wow, banyak pilihannya ternyata. Mulai dari warna kalem, sampai warna warni juga ada.

Nah, buat yang mau gabungkan romansa ZX 750 dengan Kawasaki ZX-7R, ada pilihan warna yang Kawasaki banget lho.. Ini dia:

20190107_233928

Keren juga kaaaan…

Motor BMW apa yang paling terjangkau saat ini? Pelan-pelan sudah bukan BMW R25 lagi Bro, tapi mulai jadi BMW G310R. Apalagi kalau sudah harga second. Tertarik untuk meminangnya? Memang sih ada TVS Apache 310 RR yang merupakan saudara se-DNA dan satu rahim, tapi tetap saja BMW ya BMW.

Di Jerman sendiri kehadirannya di satu sisi disambut gembira karena akhirnya ada BMW kapasitas kecil lagi yang punya sisi ekonomis yang mampu menggempur pasar Asia dan Amerika Selatan. Bagi biker pemula, G310R tentu jadi angin segar tersendiri. Namun, di sisi lain mendatangkan pandangan skeptis terhadap motor singel silinder 313cc bertenaga 34 PS ini. Kualitasnya dipertanyakan! Maklum, tak lagi dibuat di Jerman, melainkan di India dengan menggunakan tenaga TVS, tentu ada konsekuensi tertentu. Dan terbukti, terutama di serial awal.. Motor yang dijadwalkan hadir awal Oktober 2016 ngaret! BMW dikabarkan menghentikan produksinya karena ada masalah parts dari vendor yang dinilai BMW tak memenuhi tuntutan kualitas mereka. Pertengahan April 2017 bahkan BMW sempat merecall motor karena kesalahan pemilihan 4 baut setang dan perlunya perbaikan dudukan kaliper rem depan.

120_BMW G 310 R Modelljahr 2016 Produktion in Indien.jpg.4588958

Nah, bagaimana performanya? Dipakai untuk touring, ini motor dinilai enak banget. Lincah, tenaga cukup. Jalan konstan 140 Km/jam bukan masalah untuknya. Keiritannya juga dipuji. Dengan tanki bensin berkapasitas 11 liter penuh, jalan 200 Km dijamin aman, bahkan di jalur pegunungan dites aman bisa tempuh 270 Km.

Touring lewat puncak dingin-dingin, tangan biker bisa tetap hangat karena doi seperti motor-motor BMW modern lainnya, dibekali dengan pemanas hand grip. Minusnya, doi terhubung langsung ke aki. Jadi, jangan sampai lupa mematikannya selesai digunakan, salah-salah akinya habis.. Wah berabe juga kalau dipencet-pencet bocah ya..

Redaksi Motorrad yang mengetes motor ini sejak awal hingga puluhan ribu kilometer dan mengupas plus minusnya setelah dipakai lama menyatakan, tenaganya lumayan. Bahkan setelah diukur naik 2 PS dibandingkan tenaga yang dijanjikan, lumayan jadi 36 PS. Tenaga segini dinilai cukup untuk membuat motor berbobot 162 Kg ini bisa diajak bersenang-senang.

Motor yang mesinnya doyong 13 derajat ke belakang dan lubang exhaustnya menghadap ke belakang ini dinilai cocok untuk jadi kendaraan harian dan dipakai di perkotaan. Namun, kopling dinilai kurang halus dan setang dirasa terlalu lebar untuk di perkotaan. Kritik lainnya ada di karakternya yang susah dinyalakan dari keadaan dingin. Bahkan di pagi hari di musim panas, motor ini dinilai agak susah dinyalakan.

Oh ya, yang paling dikeluhkan adalah rem depannya yang mengandalkan Bybre alias By Brembo, perusahaan yang merupakan anak asuh Brembo yang lahir dan berkarya di India. Performa rem depan ini setelah 10.000 Km makin hari dinilai makin nehi nehiiii… Diganti minyak rem pun dinilai tak membantu. Disarankan ganti kaliper dan cakramnya hihi…

Gimana Bro? Ada yang minat meminang BMW entry level ini? Ga gampang juga sih cari secondnya ya.. Namun kalau berharap ini motor akan jadi motor klassik, rasanya sih ga bakalan hehe.. jumlahnya yang banyak, dibuat di India dan imagenya yang tak dianggap motor spesial membuatnya susah untuk suatu hari menjadi motor klassik.

sumber:

https://www.motorradonline.de/motorrad-dauertest/bmw-g-310-r-im-50000-kilometer-dauertest.851494.html

 

 

Judulnya aneh ya? Ya memang aneh.. Bagi yang jeli dan ingat, V4 di sini bukan motor, tetapi sepatu, tepatnya Puma Axis V4 yang kira-kira sudah setahun ini saya pakai. Kondisinya setelah setahun sudah mulai usang, sol mulai ada yang botak hehe.. Ya ibarat ban kendaraan saja, maklum, sehari bisa sampai lebih dari 3 Km. Saya di sini jalan kaki lumayan jauh dan sering mondar mandir.

2019-01-01-16-20-35

Untuk bagian sol, saya anggap oke. Sempat kuatir karena licin saat kena air kala masih baru, rupanya itu hanya di awal-awal saja, setelah itu sepatu ini lumayan punya grip. Karakternya dengan bahan berteknologi clima cool memang manteb memberikan pendinginan di kaki. Namun, dilema juga kalau dipakai di musim dingin, jelas tak cocok. Berhubung tak ada pilihan sepatu lain yang memadai, saya tetap pakai berdingin-dingin ria hehe.. Minus lainnya, sepatu ini mudah basah dan tembus langsung basahnya ke kaos kaki. Tak cocok dipakai saat hujan. Namun, bagian dinding sepatu yang basah itu juga cepat keringnya.

Oh ya, bagian dinding dengan bahan clima cool itu yang pertama kali rusak. Bisa dilihat kan.. Kalau pakai kaos kaki hitam, kelihatan jelas. Ya makanya saya sering pakai kakos kaki abus-abu biar samar. Merasa umur sepatu ini tak lama lagi, tentu saya harus mulai pesan penggantinya. Nah, rapat pengadaan barang Blog Sesat memutuskan melirik sepatu merk sebelah.. Merk Jerman juga: Adidas. Yup, Adidas dan Puma memang saingan berat, lucunya yang punya kakak beradik yang pecah kongsi dan bikin merk sendiri-sendiri.

Oh ya, karena ketemu fakta Puma mendukung kaum-kaum itu deeeeh, Blog Sesat memutuskan untuk tak melirik merk ini lagi. Padahal produk mereka jujur lebih menggiurkan dibandingkan Adidas secara desain hehe… Logonya juga mantab, tak bisa beli mobil Jaguar, ya beli sepatu Puma saja, mirip-mirip kan wkwk…

20190104_151112

Penggantinya adalah Adidas Tubular Shadow BY3573. Alhamdulillah dapat dengan harga di bawah 35 Euro. Eh besoknya naik jadi hampir 39 Euro wkwk.. rejeki.. Oh ya, aslinya sepatu ini dihargai hampir 100 Euro. Ya di Indonesia kalau disamakan bisa di 1,7 juta. Terlalu mahal kalau buat saya di harga segitu. Nah, mumpung di Jerman dapat yang murah, kapan lagi wkwk… Toh ini juga kebutuhan.. Pakai sepatu beginian di Jerman mah ga ada bangga-bangganya Bro..

20190104_151300

Ini dia tampilannya.. Ada macam-macam warna sih.. Saya pilih yang hijau, seperti buaya wkwk… Ya selain itu biar tak terlihat cepat kotor, sebab Adidas Tubular lainnya bersol putih… Ini satu-satunya pilihan sol berwarna gelap.

20190104_151346

Adidas Tubular Shadow unik-unik pilihannya. Tak hanya warna, tapi bahan sepatunya juga berbeda-beda. Nah, si “buaya” ini seperti karpet hihi.. Kayanya sih tak seadem si Puma Axis V4. Kalau soal bobot, saya rasa sekelas lah dengan V4, sama-sama terbilang ringan. Soal kerapihan, hmmm si “buaya” dari dekat terlihat ada sedikit lem beleber hehe… Jangan-jangan ini sepatu reject ya makanya murah wkwk..

Bagaimana performa si “buaya” yang merk Jerman tapi made in Vietnam ini? Tunggu saja.. Tunggu V4 jebol total dulu ya, baru saya pakai si “buaya”. Mungkin bulan depan, mungkin 2 bulan lagi, mungkin lebih hihi…

Sebelum kita lanjut, saya mau bertanya. Apakah parkiran motor biasa (bukan ada event, bukan tempat penitipan) macam tempat makan biasa, ruko dan swalayan tarif parkirnya masih Rp.2000?

20180926_084216-1

Saya pikir masih segituan sih. Kan waktu sepekan di awal Desember 2018 lalu saya muter-muter di kitaran Depok-Bogor-Jakarta. Dan yang jadi andalan si gesit irit Suzuki Smash hehe.. Tau sendiri kan ini motor murah, terbitan 2003, sama sekali tak akan dianggap motor orang dengan duit berlebihan. Namun, naik Smash pun tak membuat saya selamat dari tukang parkir zaman now hehe..

Jadi ada suatu hari, bahkan dalam suatu malam saya mengalami pengalaman yang gimana gitu… Yang pertama saya parkir di parkiran ruko-ruko di Margonda, ya makan malam di salah satu restoran di situ sih. Parkiran sepi, tukang parkir tak perlu repot-repot lah jaga dan menggeser-geser motor. Setelah sekitar satu jam parkir, saya bayar dengan uang selembar 10 ribu rupiah. Daaan..dikembalikan 5000 tanpa rasa bersalah.

Saya diam saja lah…wkwk… padahal ada niat tadinya mau saya kasihkan saja semuanya kalau dia kembalikan sesuai tarif biasanya (yang menurut saya 2000). Namun, setelah dikembalikan segitu dan tanpa komentar, misalnya bilang tak punya kembalian, ya sudah saya kantongi saja hihi..

Dari situ saya ke Superindo di daerah belakang UI. Sudah malam, Superindonya sudah mau tutup, tetapi saya masih bisa lah beli bekal buat saya bawa ke Jerman. Singkat kata, pas bayar parkir, saya kasih uang selembar 5000. Dan kembalinya selembar 2000 tanpa komentar apa-apa juga seakan parkiran yang tak sampai 20 menit itu ditarifkan 3000 rupiah.

Hmmm.. apa saya yang salah ya.. Uang segitu sih memang ecek-ecek, tapi kalau normalnya 2000 terus dinaikkan sesukanya seperti itu, kok miris ya.. Itu uang sedikit hasil perolehan macam itu statusnya gimana ya?? Kalau mark up-mark up sering dikerjakan koruptor, masa di parkiran beginian mentalitasnya juga mulai gitu..

Atau saya yang salah ya? Mungkin parkir motor sekarang sudah 3000 rupiah hihi.. Padahal saya tak naik motor baru, tak naik motor fairing, apalagi naik moge..Mungkin gara-gara sticker BMWnya, si Smash dipikir BMW Smash 1000 RR wkwkwk…

Mulai pekan lalu ada komoditas musiman yang dijual di salah satu swalayan tenar dekat tempat tinggal saya. Yup, petasan! Tak ada waktu lain kita bisa temui petasan di sini selain menjelang tahun baru.

20181228_194225

Soal pilihan, wah banyak Bro.. Puas deh milihnya. Karena tak ada abang-abang penjualnya, deskripsi tiap-tiap jenis petasan terhitung detail. Misalnya bagaimana ledakannya, seberapa lama ledakannya dan berapa banyak ledakan yang dihasilkan suatu produk petasan hingga seberapa tinggi petasan itu melesat.

20181228_194305

Soal harga variatif tentunya, mulai dari di bawah 2 Euro sampai hampir 30 Euro! Hmm.. dulu sih saya senang melihat petasan, sekarang lebih sadar saja bahwa ini banyak sia-sianya. Biar orang lain saja yang beli hihi..

Sepengamatan saya yang sesaat, yang semangat beli petasan malah anak-anak muda dan bapak-bapak Arab.. Agak miris juga sih.. apalagi kalau mereka mungkin punya latar belakang pengungsi ya.. Oh ya, di depan tempat tinggal saya banyak hidup orang-orang yang sepertinya dari daerah Arab. Seorang teman yang dulu sempat satu asrama sempat bilang, mereka pengungsi. Entah benar-entah tidak, tapi kalau lihat sosoknya ya benar. Bahasanya pun masih pada berbahasa Arab.

Yang ironis sih, pas malam pergantian tahun itu buanyak banget petasan di lapangan antara asrama saya dan tempat tinggal mereka. Ya, mungkin bukan mereka ya.. Saya coba beranggapan positif saja.

Setengah jam petasan meledak-ledak dengan intensifnya.. Wah, banyak banget tuh bakar duitnya ya… dan itu pun masih berlanjut terus..

20181228_194417

Kalau lihat kembang api dari bawah indah sih, tapi kamar saya yang di lantai atas dekat sekali dengan ledakan-ledakan petasan ini..ngeri-ngeri sedep hihi.. Dan asep petasan tentunya bukan zat yang baik untuk dihirup kan.. Jadi tutup jendela demi keselamatan paru-paru dan telinga hehe..

Oh ya, di Jerman secara umum petasan tak dilarang. Namun, tak di semua lokasi. Ada lokasi-lokasi tertentu di kota yang tak boleh ada petasan, misalnya di kitaran Katedral kota Cologne alias Koelner Dom dan di daerah kota tua Duesseldorf.

20190101_144627

Dan besoknya bisa dilihat sampah proyektil petasan di sana-sini… Kalau mau lihat Jerman lagi jorok-joroknya ya di 1 Januari. Belum lagi botol-botol mirasantika yang bisa mudah ditemui di berbagai penjuru jalan yang dekat keramaian.

Oh ya, banyak juga kejadian negatif dengan petasan. Banyak juga kasus cedera atau tindakan anarkis pemasang petasan. Kadang mereka mengarahkan ke bangunan, membakarnya di atas mobil orang dan sebagainya.

20190101_144927

Di tempat saya, malah yang jadi sasaran tempat penampungan baju dan sepatu bekas. Ada yang membakar petasan sengaja diarahkan ke tempat ini. Untung tak sampai terbakar ya..mungkin terbantu dengan cuaca yang sebelumnya banyak turun hujan.

Ya begitulah kalau eforia ketemu alkohol.. Banyak orang-orang bertindak aneh-aneh..

tersesat muter-muter

  • 2.456.431 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Velg Jari-Jari Lebar Honda…
arieslight pada Huruf “G” di Blok…
retrocustomento pada Velg Jari-Jari Lebar Honda…
ardyyy pada Huruf “G” di Blok…
arieslight pada Terong Susu Hehe…

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com