You are currently browsing the monthly archive for November 2013.

DSC00060Kabarnya awal Desember ini Lorenzo akan  menggeber Yamaha R6 di sirkuit Sentul. Nampaknya sehubungan dengan pemasaran moge yang kini dipasarkan Yamaha di Indonesia. Dalam hal promosi, Yamaha memang paling rajin mendatangkan icon MotoGP ke tanah air. Sebuah aktivitas yang menguntungkan banyak pencinta MotoGP di Indonesia.

Nah, ada satu hal yang saya sangat ingin tahu dari aktivitas geber R6 Lorenzo kali ini, sebab jelas beda dengan promo selama ini yang hanya main bebek di Sentul kecil. Kali ini Lorenzo akan menggeber salah satu motor terganteng di jajaran Yamaha, bahkan salah satu yang terganteng di pasaran.

Yang menarik adalah, apakah Yamaha sekedar meminta Lorenzo asal geber dan hura-hura saja, atau bahkan diminta berhati-hati, atau Yamaha akan meminta Lorenzo menunjukkan skill aslinya dan potensi terbaik R6?

Yang saya harapkan adalah hal yang kedua, dimana Lorenzo sungguh-sungguh menggeber R6 di Sentul. Maklum, penasaran sama catatan waktu yang bisa diperoleh seorang pembalap GP Alien di Sentul. Kalau pembalap supersport tanah air benar-benar sudah ngos-ngosan geber motor supersport yang sudah di tune up dan di setting untuk dapat catatan waktu 1 Menit 32 detik ke bawah, nah Lorenzo dan R6 bisa dapat berapa ya?

Ane rasa, kalau doi serius, dengan R6 standar bukan tak mungkin dapat 1 menit 30 detik. Sulit deh lebih cepat dari 1 menit 30 detik jika hanya pakai motor supersport.

Sebagai pembanding, ketika Sentul di tahun 1994-1997 menyelenggarakan WSBK yang masih 750 cc, RC45 yang bertenaga 180 PS saat itu bermain di 1:27 dan punya rekord di 1:26.

R6 saat ini powernya on the wheel masih di bawah 120 PS, jadi jauh Bro… meskipun di soal bobot dan suspensi sudah mirip. Kondisi aspal Sentul yang katanya sudah diperbaiki tapi masih bumpy tentu juga menentukan.

Btw, sebagai info, roda dua terkencang di Sentul masih dipegang Honda dengan NSR 500 Rnya yang tahun 1997 digeber sang maestro, Mick Doohan. Doohan cetak rekord dengan catatan waktu 1:25:474.

Ya… pastinya Lorenzo akan lumayan kencang lah bawa R6, jangan sampai di atas 1:47, nanti diledekin FBH, masa kalah ama CBR 250 R hihihi.

Judul artikel ini dijamin menjadi judul yang bakal begitu dinantikan penggemar motor sport tanah air. Maklum, motor selevel dengan teknologi dan spek sezaman bisa dipastikan membuat orang berusaha untuk membandingkannya.

Secara performa mesin, kalau melihat sejarah dan yang sudah-sudah, Kawasaki selalu menawarkan power mesin terbesar dibandingkan rival senegaranya, sedangkan Yamaha identik dengan handling terbaik, tetapi secara power terlemot. Namun, image ini perlahan sudah dihapus dengan kemunculan R-Series sejak tahun 1998 dengan R1 yang bertenaga nyaris setara motor-motor Superbike di zaman itu yang masih 750 cc.

launching-R25-1

Bagaimana power R25, apakah dijamin melampaui Ninja 250? Saya tak bisa jamin begitu, sebab katanya ada regulasi batasan power 33 PS. Namun, itu kan di luar sana, nah kalau di Indonesia setahu saya tak ada, jadi Yamaha bisa mengail maximal potensi R25 di sini.

Performa R25 sesungguhnya di atas dynojet pasti begitu dinantikan, sebab penggemar Ninja 250 sebagian merasa was-was hehe… Para FBY dan FBH pun dijamin was-was, siap-siap dengan segala serangan dan pembelaan diri.  FBH pun bisa pelan-pelan menarik diri dan siap-siap ikutan FBK untuk menyerang (kalau R25 lebih inferior powernya). FBY pun tak kalah deg-degan, sebab meski di satu sisi boleh yakin power R25 lebih joss, di sisi lain masih ngeri-ngeri juga hihihi…

Namun, semua itu baru bisa terjawab nanti. Yang pasti, Ki Gede Anue berkolaborasi dengan Ki Jokodongo dan Ki Jokododol sudah meramalkan, R25 akan menyalip penjualan Ninja 250 dalam waktu singkat (jika tak terganjal inden-red). Ini lebih dikarenakan karena kekuatan emosional FBY begitu tinggi. Kenapa begitu, sebab R25 semacam penantian panjang penggemar motor sport, terutama motor sport Yamaha. Yamaha sudah diuntungkan tak hanya dari segi sejarah dan prestasi saja, tetapi mereka punya legenda dan warna-warna legenda macam Fiat Yamaha, Marlboro Yamaha, Red Bull Yamaha zaman Regis Laconi dan McCoy, Yamaha D’Antin Norrick Abe, belum lagi warna klassik macam tunggangan zaman Kenny Roberts dan Agostini.

Lihat saja sebagian contohnya nih, ini motornya sang legenda Yamaha sebelum Rossi, yakni Wayne Rainey:

Yamaha_YZR500_1993

Nah, yang ini Red Bull Yamaha Regis Laconi, dan tinggal ganti nomornya jadi sama dengan geberan King of slide, Garry McCoy. Warna biru gelap dipadu banteng nyeruduk juga menjadi warna dan livery yang banyak digemari.07

Berikutnya, siapa tak kenal dia… kalau tak kenal, berarti pemain baru hihihi.. Almarhum Norick Abe, pembalap Jepang yang juga diidolai The Doctor sehingga doi menyebut dirinya Rossifumi yang merupakan gabungan nama Rossi dan Norifumi. Abe tak hanya dikenal sebagai kuda hitam, gaya rambutnya yang gondrong dan sikap badan tegak di tikungan menjadi ciri khususnya. Livery terakhirnya, yakni di Yamaha D’Antin juga sempat digemari.1999-norifumi-abe-antena3-dantin-yzr500

Berikutnya adalah Livery yang juga bisa dibilang legendaris. Livery Marlboro Yamaha di zamannya Max Biaggi dan Carlos Checa! Memang dengan pembalap dan Livery ini tak sekalipun Yamaha juara dunia yang saat itu didominasi NSR500 dan Doohan, tetapi Liverynya begitu melekat di hati penggemar GP.Yamaha YZR 500 2000

Nah contoh yang terakhir adalah livery Kenny Roberts yang merupakan salah satu livery terbaik dan klassik Yamaha yang akan muncul dan muncul lagi dengan penyegaran-penyegaran minim di motor-motor Yamaha.221182_kenny+roberts+sr+on+track+for+yamaha+in+his+time+as+a+rider-1280x960-may15.jpg._slideshow_169

Nah, itu belum semua, masih ada livery Gauloisses, Camel, Monster energy Tech 3, dan di dalam negeri ada Caltex, dan mungkin saja ada yang mau contoh motor YZR 250nya Doni Tata hihihi…

Di segi ini, jelas, Kawasaki kalah telak…….. Ketika pemilik R25 punya banyak variasi Livery dan warna, pemilik Ninja 250 hanya punya sangat sedikit pilihan.

Mereka identik dengan warna hijau saja, tim balap geng Ijo nyaris tak pernah punya warna legendaris lain. Terakhir kali muncul di MotoGP memang keluar dengan livery hitam Hayate, sayang Marco Melandri kurang menggebrak ketika itu. Jadi, liverynya tidak pernah akan legendaris.

Sulit memang bagi Kawasaki untuk mengimbangi variasi Livery legendaris Yamaha. Kawasaki hanya punya Tom Sykes:

tom-sykes-kawasaki-wsbk-phillip-island

Lumayan sih warnanya, tetapi belum jadi livery legendaris. Sebelum Tom, masih ingat ada si Scott Russel yang berhasil membawa geng ijo untuk pertama kalinya menjuarai WSBK tahun 1993, nih dia:

1994-scott-russell-kawasaki-zx7rr-sbk

Yup, warnanya lagi-lagi hijau…….

Tampaknya Kawasaki memang sudah identik dengan warna hijau, tetapi perlu juga langkah-langkah untuk membuat livery legendaris dengan warna baru. Membuat livery warna baru memang mudah, tetapi untuk membuatnya legendaris, Kawasaki harus mendominasi dan menjadi juara dunia. Barangkali mulai ingin mengubah tanpilan motor Sykes tahun 2014?

Btw, untuk Bro yang kelewatan legenda warna hijau Kawasaki, silahkan lihat artikel lama ini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2011/01/21/sejarah-warna-ijo-kawasaki/

Sebenarnya Kawasaki bisa menggunakan romantisme sejarah sukses mereka di masa lalu. Kawasaki punya legenda, yakni Anton Mang:

Kawi

Yang lupa siapa itu Anton Mang alias Toni Mang, pembalap Kawasaki asal Jerman yang juara di dua kelas sekaligus, yakni GP 250 dan 350 cc, silahkan lihat ke sini:

https://motorklassikku.wordpress.com/2009/01/08/a-tribute-to-kawasaki-return-part-2/

DSC09933

Munculnya Yamaha R25 memang sudah dinantikan sejak lama. Kemunculannya di Tokyo Motorshow dikemas sedemikian rupa, sehingga lumayan WOW… Maklum, selain masih prototipe yang dibuat seidentik banget dengan M1, Yamaha juga menjual Valentino Rossi, mantan Alien yang tetap punya pesona Numero Uno di MotoGP.

Membandingkan BMW R25 dan Yamaha R 25 memang nggak banget, tetapi perlu untuk memperluas wawasan bikers tanah air, bahwa yang namanya R25 itu sebenarnya bukan identik dengan Yamaha, tetapi BMW. Kalau kita sebut R25, ya R25 saja, tak perlu sebut BMW R25.

Namun, kedepannya nama R25 bisa dipastikan direbut Yamaha R25, maklum, motor baru massal yang jumlahnya bisa dipastikan dengan mudah melewati populasi BMW R25. Ditambah lagi generasi muda yang rata-rata pasti lebih mengikuti perkembangan motor baru. Dengan latar belakang ini, Blog Sesat bermaksud mempopulerkan BMW R25 supaya tak begitu saja kehilangan nama. Kalau Bro menyimak blog ini, Yamaha sudah pernah “merampas” nama R7 dari BMW. Yup, kalau sebut R7, bisa dipastikan 99% lebih ingatnya Yamaha R7. Bisa dimaklumi, sebab BMW R7 memang tak populer, sebab memang baru sebatas prototipe.

DSC09932

Baiklah, apa masih mau membandingkan BMW R25 VS Yamaha R25?

Ini saja yang sudah pasti:

Kapasitas mesin BMW R25 249 cc, sama lah dengan Yamaha R25, hanya saja jumlah silinder Yamaha dua, sedangkan BMW cukup bermonogami hihihi…

Pengabutan BMW R25 jelas masih karburator, sedangkan Yamaha bisa dipastikan sudah injeksi.

Bobot BMW 160 Kg, sedangkan Yamaha belum jelas. Kalau berorientasi pada Ninja 250 dan CBR 250, sepertinya Yamaha R25 akan berbobot 160-170 Kg. Hebat kalau bobotnya bisa di bawah 160 Kg.

Soal tenaga, BMW hanya punya 12-13 PS, sedangkan Yamaha R25 dipastikan(menurut Terawang Gaib Ki Gede Anue-red)  menjanjikan di atas kertas lebih dari 30 PS. Soal tenaga, dijamin Yamaha menang telak.

Soal endurance, beda cerita, BMW R25 sudah bertahan sejak tahun 1955, nah, Yamaha masih harus membuktikan itu. Kabar burung yang ane dengar, BMW R25 tak pernah kena masalah overheat, tantangan juga tuh untuk Yamaha hihihi…

Soal sistem penggerak, BMW R25 punya gardan yang jelas-jelas jauh lebih awet dan bebas perawatan, tetapi minusnya adalah berat dan biaya produksinya yang mahal. Hebatnya gardan adalah, dijamin bebas ejekan “kemrosak”.

Harga… Nah, keduanya tak punya harga pas. BMW R25 harganya beda-beda tergantung kondisi, sedangkan Yamaha belum ada kepastian, baru pertengahan kedua tahun depan katanya… Yang pasti, saat ini BMW R25 sudah lumrah buka harga di 70 jutaan. Bayangkan , tahun 98 masih belasan juta saja, tak lebih mahal dariHonda  Tiger baru saat itu. Jelas untuk investasi, BMW R25 lebih unggul. Beda ceritanya kalau butuh duit pinjaman cepat. R25 sebagai motor baru bisa dipastikan banyak yang inden dan mudah dilepas. Sebagai motor baru pun, BPKB Yamaha R25 bisa jadi jaminan di Pegadaian, sedangkan BMW R25 hanya bisa memble dan garuk-garuk tanah parkiran Pegadaian huhuhu…..

Kalau dengar kata yang jadi judul, biasanya yang keluar yang negatif-negatif.. kali ini juga begitu, saya hanya bisa berteriak “TIDAAAAAAAKKKKKK”

*garuk-garuk tanah…nangis…guling-guling….

HP-Klassikku si Sony Ericsson K 610 mendadak jadi Sorry Ericsson!

Tidak bisa upload gambar ke komputer! SUEEEEBBBBBBBBBEEEEELLL! Padahal ada foto-foto yang siap membawa Bro sekalian ke jalan yang lebih sesat.

Ya, tapi kalau error terus, apa boleh buat.  Ane hanya orang awam, gaptek pula dan kebetulan juga rada-rada anti ngupdate gadget (padahal bokek-red)

Jangan-jangan HP-Ane jadi korban perang hacker Indonesia Vs Australia??? (GR-mode: 1000%)

Ya sudahlah, lihat gimana nantinya aja…

DSC00301

DSC00300

 

DSC00302

 

DSC00255

 

DSC00254

 

DSC00253

 

DSC00252

 

DSC00249

 

DSC00010

 

DSC09817

 

DSC09816

 

DSC09791

 

DSC09790

 

DSC09722

 

Picture (2)

yamaha_yzrf-r1_1024.jpg.2742830Tenang…tenang, bukan R1 di Indonesia kok yang kena recall, tapi yang ada di Jerman. Lagipula, yang di Indonesia kan belum resmi dijual Yamaha..

Ada yang menarik sebenarnya dalam kasus recall kali ini, sebab yang kena recall bukan R1 model 2013, tetapi yang model 2010 (RN 221). Menurut Yamaha Jepang, model yang satu ini mesti diinstalasi dengan tambahan kabel body extra.

Hebat ya, masih tanggung jawab pada model yang sudah terbit 3 tahun lalu. Kalau di sini, itu artinya garansi sudah lewat masanya.

Apa permasalahannya? Oh, rupanya masalah kabel body yang saat pengerjaan dan proses pembuatannya dinilai kurang sempurna. Jadi, tahanan kabel body di model ini terlalu besar. Efeknya adalah, putaran langsam yang tidak stabil dan ketinggian. Jadi orang kita bilang gasnya ngebandang/ ngegantung. Yamaha kuatir, ini bisa membahayakan kalau sedang menikung di tkungan tajam atau saat rebah, sebab berisiko ban belakang bisa kehilangan traksi.

Hmm… ribet juga ya motor injeksi, injeksinya sempurna, tapi kalau kabel bodynya ada yang error atau kelebihan hambatan saja, sensornya sudah bisa ngaco.  Beda dengan karbu yang tinggal bersihkan dan setel.

Apa pelajaran bagi kita yang bisa diambil? Ya minimal kita tahu, kalau rpm motor injeksi kita tak stabil atau gas ngegantung, bisa jadi karena masalah perkabelan. Jadi, terutama di musim hujan ini, pemilik motor injeksi harus lebih extra hati-hati dalam menerabas air.

Sebaiknya kita ambil pelajarannya sekarang sebelum terlambat, sebab kalau sudah kejadian, kita hanya bisa ambil hikmahnya (sambil garuk-garuk tanah-red)

DSC00607

Dulu waktu masih kecil, ada beberapa merek mobil yang ane sudah kenal ketika masih TK. Selain Peugeot, Datsun dan Mercedes Benz, salah satu merek mobil yang akrab sama ane: Subaru.

Yup, dulu bokap pernah punya Subaru. Jangan tanya ane Subaru apa dan bagaimana bentuknya. Yang ada di kepala ane cuma warnanya yang kaya kopi susu kebanyakan susu. Dan setahu ane, dulu Subaru hanya merk yang medioker, bahkan papan bawah. Ya setau ane sebagai anak TK lho ya… beda dengan Mercedes yang buat kita anak kecil aja udah tau: mobil orang kaya…

Namun, di tahun 2000an ke atas ada perubahan yang ane rasakan sebagai orang awam. Nama Subaru melesat di tanah air melalui event drag race yang waktu itu begitu menjamur. Untuk mobil-mobil spek joss, Subaru bisa dibilang merajai. Lancer-lancer EVO dibuat kaya mobil KW II oleh mobil-mobil Subaru Impreza yang hadir di ajang drag race yang jam 10 malaman ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta ketika itu. Setelah itu, ane merasakan, betapa merk yang satu ini langsung melejit pamornya di kalangan pencinta mobil drag race. Ditambah lagi prestasinya yang turut gemilang di ajang WRC, lengkap deh…

Subaru yang berlambang 6 bintang ini belum tentu banyak orang yang tau asalnya. Maklum, namanya agak gimana gitu, kurang Jepang ya.. padahal pabrikan asal Jepang lho…  Variannya memang tak banyak, ini bisa dikarenakan, karena dibanding rival-rival senegaranya, doi sangat kecil. Meskipun kecil, Subaru yang merupakan gabungan 6 perusahaan ini tetap punya profit yang berlimpah ruah.

Di Jerman, ternyata ada prestasi Subaru yang  identik dengan mobil All Wheel Drive ini. Di tengah hebatnya pabrikan-pabrikan mobil Jerman, ternyata di ADAC, Subaru dikenal sebagai mobil yang paling memuaskan pelanggannya. Ga tanggung-tanggung, di posisi 1! Malu ga tuh BMW, Mercedes, VW, Audi, Porsche, Opel dll…..

490_BMW S 1000 R Eicma 2013.jpg.2671534Jika kita semata melihat foto S 1000 R di atas, tentu tak ada yang perlu ramai diperbincangkan. Tongkrongan dari sisi samping dan belakang lumayan lah… meski banyak yang lumanyun juga…

400_BMW S 1000 R Eicma 2013.jpg.2671444

Kenapa pada manyun? Jelas saja, BMW seperti setengah hati membuat motor yang satu ini. Head lamp yang dinilai gagal plus body kit dan area setang yang terlalu biasa membuat motor ini seperti motor yang asal lahir. Bertolak belakang parah dengan S 1000 RR saat dilahirkan.

Ketika S 1000 RR lahir, doi dinilai sebagai penggebrak, sebagai resep best of the best Jepang yang dipadu oleh teknologi dan kedetailan orang Jerman. Hasilnya, Superbike yang seakan instan bisa langsung menjadi raja Superbike dengan powernya yang masih terbesar hingga saat ini di kelasnya.

0020_BMW S 1000 R EICMA 2013 Messebilder.jpg.2699162

Namun, semua itu luluh lantak saat S 1000 R yang merupakan versi naked S 1000 RR dilahirkan. Perubahan yang terlalu minor dengan power dikebiri 30 PS membuat S 1000 R jadi motor biasa ajaaaaaaaa…….

Namun, justru di sini lucunya. Di web http://www.Motorradonline.de ada fenomena. Biasanya, apapun motor terbaru yang ditampilkan, tak ada komen satupun! Yup, publik pembaca web ini semuanya passiv, motor macam Panigale pun tak ada dikomentari. Kalaupun ada artikel yang dikomentari, paling satu-dua komentar saja.

Namun, untuk artikel S 1000 R, belasan komentar langsung muncul. Mayoritas biker Jerman kecewa dengan motor down grade S 1000 RR ini. Doi dianggap hanya S 1000 RR yang dikebiri dan ditelanjangi.

Secara desain pun dianggap gagal dan warnanya juga tidak BMW banget… BMW dinilai tak sepenuh hati membuat motor ini. Ya, kalau bercermin pada naked bike BMW yang sudah ada, memang bisa dibilang begitu. K 1300 R saja yang merupakan versi naked K 1300 S tetap tampil extra sangar dengan desain unik. Jauh dari S 1000 R yang terlihat seperti Aprilia dan warna ke4laYan…

Mungkin BMW ingin membidik pasar naked bike dan pencinta motor street fighter ataupun free styler dengan S 1000 R. Tinggal fans BMW sejati saja yang gigit jari dan maki-maki tanpa sasaran..

Makanya, kalau ngarep jangan ketinggian hiihihihi…….

 

DSC00656

Penggemar matic dan big matic pasti kepincut melihat matic di samping ini.

Maklum, tak sebatas eksotis dan gambot saja, tetapi desain dan tanpilannya memang wah banget, bahkan nyerempet-nyerempet Goldwing.

Melihat matic-matic ini di IIMS 2013 lalu, banyak juga pengunjung yang benar-benar penasaran dan menghampiri.

DSC00660

Pengunjung-pengunjung itu sibuk mencari informasi tambahan. Rata-rata dari mereka adalah bapak-bapak yang tampak mapan dan sudah berumur. Hmm, wajar, seusia begini memang rata-rata sudah malas kebut-kebutan. Mereka butuh motor yang santai, praktis dan tetap bisa menunjukkan identitas dan kemapanan. Melihat skutik-skutik eksotis ini, mereka pun terlihat napsu ala puber ke dua hihihi…

DSC00658

Tentu saja motor-motor ini eksotis, soalnya bukan buatan pabrikan macam Honda, Yamaha dan Suzuki yang sudah banyak produk maticnya.

Matic-matic ini buatan produsen Taiwan, yakni SYM. Orang yang tak tau motor dijamin belum pernah dengar, tetapi yang senang motor minimal pernah dengar. Jangan tanya saya soal kualitasnya, saya cuma tau ada produsen motor matic asal Taiwan yang namanya SYM. SYM juga sudah beredar di Jerman lho… ya kalau bisa sedikit diambil kesimpulan sementara, mutunya sudah ada lah…

DSC00657

Melihat desain dan fiturnya dijamin pada ngiler. Sayang saja, di saat itu tak ada satupun sales atau SPG yang menjaga produk-produk yang letaknya di dekat tempat pameran truk-truk dan bis produksi MAN.

Tak ada info soal harga dan brosur tentu membuat banyak yang gregetan…

DSC00659

Untung teman saya yang lumayan iseng berhasil menemukan tumpukan harga-harga motor. Diletakkan di dalam jok motor yang fotonya ada di samping ini!!! Siapa coba yang bisa lihat tanpa membuka joknya???

Setelah melihat harganya, haduh… lumayan mahal. Sampeyan kalau lihat kapasitas mesin, fitur dan harga, sama saja dengan harga produk Jepang. Yup, tak ada kesan lebih murah! Hmm.. jadi berat juga nih kalau mau beli ini motor. Padahal desain sudah joss banget. Finishing juga terhitung rapi. Saya pribadi hanya mempersoalkan kualitas materialnya, sebab di dek matic terlihat baret-baret tersenggol pengunjung yang coba duduk di atasnya. Apakah itu baret rusak atau sebatas kotor saja, ya entahlah… Namun, secara desain, boleh banget kalau mau diseriusin terjun ke pertempuran matic tanah air…

140_Kevin Schwantz .jpg.2646786Lanjut ke pertempuran legendaris Rainey Vs. Schwantz. Kedua pembalap yang masuk ke Arena GP sejak 1988 ini melanjutkan rivalitas mereka tak lagi di tingkat Amerika Serikat, tetapi ke tingkat dunia. Singkatnya, hingga masuk ke tahun 1993, Rainey sudah 3 kali berturut-turut menjadi juara dunia. Schwantz hanya bisa berujar: gagal maning gagal maning son!!!!!

Namun, di tahun 1993 itu, Rainey berurusan dengan Schwantz yang “lain”. Yup, di GP Australia, GP pertama tahun 1993, Rainey menyadari, tahun itu akan sulit menaklukkan Schwantz. Setelah Keok dari RGV 500 Lucky Strike Suzuki, Rainey dan tim Marlboro Team Roberts membalas kekalahan di kedua seri selanjutnya.

Sulitnya Rainey menaklukkan Schwantz tak lepas dari perubahan gagal di Yamaha YZR 500. Yamaha membuat sasis yang terlalu kaku…TERLALU! Semua power tersalur langsung ke aspal…(disinyalir terlalu makan ban-red). Permasalahan ini baru teratasi, ketika Kenny Roberts beli sasi ROC di Swiss (wah, lagi-lagi di Swiss, negaranya Om Eskil Suter). Namun, setengah musim terlanjur berlalu dan poin Schwantz sudah lumayan meninggalkan Rainey.

100_Kevin Schwantz .jpg.2646746

Tak hanya Schwantz yang jadi lebih jago dan YZR 500 yang menjadi kurang sempurna, Suzuki berhasil menyempurnakan RGV 500. Kehadiran Stuart Shenton sebagai Crew Chief yang pindah dari Honda membawa angin segar bagi Schwantz. Motor yang enteng di tekuk, tetapi di pertengahan tikungan mintanya lurus (????????-red) alias ogah mengikuti line diperbaiki. Karakter nurut di awal tikungan saja ini dikarenakan titik berat RGV yang terlalu rendah. Penggeseran mesin lebih naik, ke depan, dan pembenahan poros swing arm membuat handling RGV 500 tak bisa dipandang sebelah mata oleh Yamaha.

020_Kevin Schwantz .jpg.2646666

Setelah pertengahan musim, terjadi perubahan kekuatan. Rainey yang kembali kompetitif dengan Yamaha berusaha mengejar Schwantz. Unggul 22 poin tentu lumayan aman… Namun, di seri Donington, Ooom Doohan mengubah peta kekuatan. Bahkan Schwantz bilang: “Tu Bocah tidur kali yee…”

Wajar saja pria yang sampai saat ini masih melajang begitu berkomentar. Maklum, Schwantz yang baru saja menyalip Barros dan sedang berburu Rainey sedang merasa pede… Sebab di putaran pertama itu hanya ada Rainey di depannya, dan doi bisa mengalahkan Rainey di free practice. Eh, tau-tau Doohan dan NSRnya menghajar Barros dan kemudian Schwantz. Schwantz hanya bisa berteriak “TIDAAAAAAAAKKKK” saat RGV 500nya berputar-putar salto di atas dirinya…

Dan akhirnya, dengan tersisa 4 race ke depan,  Schwantz jadi unggul 3 angka saja di depan  Rainey. Di seri berikutnya di Brno, Rainey kembali Numero Uno, sedangkan Schwantz malah garuk-garuk aspal karena finish ke-5. Rainey pun kembali teratas.

Di salah satu dari 3 balapan tersisa setelah itu, race akan diselenggarakan di Laguna Seca, tempat favorit Rainey. Schwantz tentunya semakin ketar-ketir…Namun, sebelumnya, race diselenggarakan di Misano, Italia.

Di Race ini pun, Rainey juara di Qualifying dan memimpin jalannya race…

Nah, bagaimana kisah selanjutnya… Tunggu saja, atau kalau tak sabar, baca sumber lain hihihi….

 

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com