You are currently browsing the monthly archive for Maret 2017.

Ini bisa jadi salah satu hadits yang paling populer. Biasa saya dengar untuk saling mengingatkan agar menjaga niat demi diterimanya ibadah kita sama Allah. Nah, hari ini saya dengar hadits ini diucapkan langsung, tetapi mendengarnya malah membuat sedih..

Bukan karena lagi memamerkan kebaikan terus ditegur dengan menggunakan hadist ini, tapi begini ceritanya.

Saat menjelang Dzuhur tadi, saya masuk ke ruang tempat sholat di universitas Bochum yang ada di fakultas ilmu pengetahuan alam (Naturwissenschaft/NA). Tempat ini lumayan besar dan memang dipakai Jumatan juga.

Nah, saat masuk, saya masih harus wudhu, tetapi anehnya sudah ada yang sholat berjamaah 3 orang. Yang jadi imam saya rasa tak pernah saya lihat sebelumnya. Yang jadi makmum pun juga.. ya mungkin waktu sholat kita tidak berbarengan.. Nah, yang anehnya, ada beberapa yang tidak ikutan sholat. Yang tidak ikutan sholat ini yang saya kenal tampang dan setahu saya orangnya baik dan punya ilmu agama yang baik. Dia pun tidak segan menegur, jika memang ada yang salah. Melihat dia dan beberapa belum sholat, dan saya rasa waktu pun belum masuk, saya santai saja berwudhunya.

20170330_135814

Setelah sholat berjamaah itu selesai, orang ini mengucapkan salam kepada imam dan 3 orang yang akhirnya ikut sholat (satu orang datang belakangan dan langsung ikut sholat). Mmm, salamnya tak dibalas.. Mungkin imam dan makmumnya kaget..

Lalu diberitahukanlah bahwa waktu sholat belum masuk.. Seingat saya, mereka sholat sekitar 13.34, saya masuk sudah mulai rakaat pertama atau kedua. Dzuhur hari ini mulai 13.38. Beda singkat sekali kan? Kalau lihat internet, ada kemungkinan juga melenceng 2-3 menit.

Namun, imamnya membela diri: “Kami ada kuliah.”

Yang berbaik hati dan berani menegur pun menunjukkan jadwal yang tertempel di dinding ini (di foto), tetapi yang ditegur mau melihat pun tidak.. Dia berkilah lagi: “sudah jam 1, dan kami ada kuliah”

Yang menegur mengingatkan: “Kalau belum masuk waktunya, ya tidak bisa. Kamu masih punya waktu sampai jam 5 sore nanti” (Ashar hari ini pukul 17.08).

Yang ditegur pun mengucapkan judul artikel ini: “Innamal a’maalu bin niyyah”

Yang menegur pun masih mencoba menasehati..ya tapi memang yang ditegur dari awal tak mau menerima, di situ saya yang hanya menonton merasa sedih… Hadits yang mulia yang mengingatkan betapa pentingnya melakukan hal-hal yang baik karena Allah digunakan tidak semestinya.

Makmumnya cuma bisa bengong. Yang datang belakangan pun akhirnya memutuskan sholat ulang karena memang sholat di luar waktunya ya tidak sah.

Ya, sekedar mengingatkan diri sendiri saja, kalau ada yang menegur kita, kita harus coba mendengar dan berterima kasih, barangkali kita memang salah atau belum tau. Tidak semua orang berani menegur karena memang menegur itu bukan hal yang mudah…

Kalau dulu produsen hanya membuat motor besar seukuran tertentu saja, dan biasanya berkiblat ke ukuran tubuh orang Amerika atau Eropa yang tinggi besar, kini menurut observasi Blog Sesat sudah ada perubahan paradigma. Apa yang menyebabkan perubahan ini? Sudah pasti pasar Bro… Kalau dulu yang senang dan sanggup bermoge orang-orang Amerika Utara dan Eropa, kini pasar Asia dan Amerika latin semakin menggiurkan. Belum lagi bertambahnya bikers wanita yang jelas-jelas berpostur lebih kecil. Nah, untuk memperluas pasar, tentu ukuran motor perlu disesuaikan. Maknya, makin ke sini, moge pun ukurannya makin kompak dan kecil. Yang ketara banget pendek-pendek tinggi joknya misalnya Yamaha dengan MT dan XR seriesnya.. Kecuali MT-10 yang tetap bongsor dan mungkin MT-09. Kawasaki dengan Z-series pun mengikuti paradigma tinggi jok rendah. Z900 ketara banget nyaman bagi yang tingginya 170cm, bahkan tinggi 165 cm masih bisa tenang menopang Z900 dalam keadaan diam.

20170304_110555

Moge Eropa pun juga melihat ini. Ya, kalau BMW sih tidak ambil pusing, karena memang pasarnya kuat.. Untuk mogenya, BMW tetap nerukuran besar dengan tinggi jok tetap tinggi. Namun, varian laris manis macam R-NineT dibuat rendah lo joknya. Untuk motor-motor kapasitas kecilnya, saya merasakan memang tinggi jok dibuat  rendah.

Nah, di Ducati, saya melihat terobosannya. Misalnya di Ducati Scrambler yang memang dibuat imut, bahkan di Dortmund, mereka buatkan khusus booth untuk Scrambler.. Ya, minimal ada 5 Scrambler dipajang dan bisa dinaiki di sana! Ya, itu kacang gorengnya Ducati.

20170304_110611

Bagaimana dengan legenda naked bike mereka, Ducati Monster? Saya rasa Bro bisa mengerti yang tertulis di tanki. Tinggi standarnya hanya 805 mm, aman buat saya yang 170cm, bisa menjejakkan kedua kaki dengan cukup menjejak.

Nah, untuk mereka yang berpostur kecil, Ducati sudah menyiapkan pelengkapnya sehingga bisa dibuat tinggi jok berkurang hingga 20mm menjadi 785 mm atau setara Suzuki GSX-R125! Nah, buat yang bongsor, tinggi jok bisa dibuat lebih tinggi 25 mm sehingga menjadi 830 mm! Saya rasa kedepannya makin banyak motor yang ditawarkan dengan pilihan seperti ini…

Debut Joan Zarco sebagai seorang juara Moto2 2 kali berturut-turut yang memimpin beberapa lap di MotoGP Qatar minggu ini memang memukau. Sayang, semangatnya yang menggebu-gebu belum dihadiahi dengan kemenangan atau podium. Namun, publik Prancis bisa berharap banyak sejak terakhir kali ada juara kelas pararaja masih di zamannya GP500, yakni Regis Laconi. Ya, minimal selepas Randy DePuniet ada pembalap Prancis yang lebih greget lah… Maklum, Sylvain Guintolli gagal mengharumkan Prancis di ajang MotoGP.

20170304_140521

Nah, di Dortmund lalu, saya jumpai stand Kalex yang jualan merchandise, terutama t-shirts dan jaket. Berhubung saya tidak bawa duit banyak, saya tidak niat belanja hehe.. Saya pun langsung mendekat pada daya tarik utama booth Kalex, yakni motor Moto2 yang tahun 2015 dan 2016 mengantarkan pembalap yang terkenal merayakan kemenangannya dengan bersalto flip back, Joan Zarco, menjadi rajanya balapan yang menggunakan mesin Honda CBR600RR yang di tune up ini.

20170304_140436

Maaf, sebenarnya fotonya kurang banyak, soalnya yang jaga booth ibu-ibu berwajah garang hehe.. Saya pun tidak beli apa-apa, jadi fotonya buru-buru dan langsung mengeluarkan jurus andalan keluarga sautome: jurus langkah 1000 alias kaboooor…

20170304_140444

Soal spek, jelas mesin CBR600RR bertenaga sekitar 135 PS @ 15.800 rpm menjadi dapur pacu motor berbobot 138 Kg ini. Wow, manteb ya, cuma setara motor 150cc full fairing beratnya, tapi tenaganya hampir 8-9 kalinya. Oh ya, sesuai aturan, ditambah rider, berat minimal keduanya harus 215 Kg. Dengan bobot dan tenaga seperti ini, top speednya dikatakan sekitar 290 Km/jam.

20170304_140452

Melihat komponen yang terpasang di motor, jelas kelas numero uno, ya, minimal numero due lah kalau numero unonya MotoGP hehe…Kalex membuat sendiri rangka, lengan ayun dan lain-lainnya. Untuk parts alumunium, diproses dengan mesin CNC. Fairing dan bodi dibuat dari carbon aramid composite. Buritannya bahkan tak perlu dibuatkan rangka..yah, namanya juga materialnya kuat. Rangka alumuniumnya cukup sampai daerah jok saja.

20170304_140556

Velgnya ukuran 3,75 x 17 di depan dan 6,0 x 17 di buritan dibalut dengan ban depan Dunlop ukuran 125/75 – 17 dan di buritan 195/75-17. Velg bermaterial alumunium tempa ini dikawal Brembo monoblock P4-34/38 di depan dan P2-30 di belakang. Untuk suspensi, depan belakang dikawal suspensi Öhlins yang sudah seperti tanpa saingan untuk level GP.

Untuk knalpot, bebas pilihan team balapnya apa, selama tak lebih berisik dari 115 dB. Stabilizer setang pun juga bebas sesuai kemauan team.. Sama dengan kemauan anggota team, mau pakai qunut atau tidak, bebas…

20170304_140418

Soal elektronik, tentunya spul dan injektor dari HRC, peranti selip kopling, dan pastinya quickshifter. 2D Datarecording dan 2 D Dash Board turut bersumbangsih di sini.. Hmm standar bawaan Moto2 lah..

Gimana Bro, ada yang mau dibuatkan motor Moto2 juga? Kalex sudah terbukti paling sukses hingga saat ini di Moto2. Mereka juara Moto2 tahun 2011 bersama Stefan Bradl, 2013 bersama Pol Espargaro, 2014 bersama Esteve Rabat, 2015 dan 2016 bersama Joan Zarco. Seingat saya, mereka hanya kalah pertama kali tahun 2010 di tahun pertama Moto2 yang saat itu dijuarai Toni Elias yang menggeber Moriwaki dan di tahun 2012 yang direngkuh Marq Marquez yang menggeber Suter.

Minat? Hubungi +49 8234 6063 317 atau 318. Bisa juga via email, kontakt@kalex-engineering.de

Kunjungi juga http://www.kalex-engineering.de

Kalau mau dapat diskon, bilang saja kenal sama Arie Slight. Niscaya tidak ada karomahnya wkwk…

20170316_130708

Waktu tersesat ke Mannheim dan ikut seminar, saya juga sebelumnya melakukan terawang gaib untuk mencari masjid terdekat. Via google, terawang gaib berhasil menemukan sebuah mesjid di kota Mannheim yang memang kecil dan seperti pulau itu karena diapit dua sungai besar. Kalau tak salah, mesjid Sultan Selim ini memang satu-satunya yang ada di Mannheim. Alhamdulillah, mesjid Turki, dan mudah dijangkau naik tramp. Sampai di sana, sayangnya waktu sholat Dzuhur sudah lewat, bahkan cukup lama sehingga tak seorang pun ada di ruangan sholat.

20170314_134825

Setelah wudhu di lantai bawah yang juga ada toilet dan kantin, saya naik ke lantai 2 yang tak seorang pun ada di sana. Masuk-masuk, saya langsung melihat mimbar dan mike seperti yang bisa dilihat di foto di atas. Saya pun langsung solat tahiyatul masjid di belakang tiang yang saya foto ini. Saat sedang sholat, ada orang yang masuk, dia berjalan melewati saya.

Usai sholat tahiyatul masjid, saya mau solat Dzuhur. Saat saya melihat orang yang masuk tadi, OMG!!!!!!!!!!

Bukan menghilang Bro… tenang-tenang…saya tidak mau menyesatkan Bro ke neraka dengan cerita-cerita penampakan hehe…

Pria itu sedang sujud, dan saya ternyata salah menghadap kiblat hehe..kacau… Kalau sholat salah kiblat ya harus diulang. Kalau orang itu memberitahukan saya salah kiblat saat saya sedang sholat, sebenarnya cukup berbalik arah saja tanpa harus membatalkannya.

20170314_140436

Nah, rupanya bagian depan masjidnya ini wkwk… Saya benar-benar merasa tersesat saat itu. Ga habis pikir bisa masuk masjid terus salah ngadep kiblat. Hanya karena melihat mimbar kecil dan mike, saya langsung mengira itu bagian depannya.

20170314_134847

Waktu malamnya saya datang lagi untuk solat Magrib dan menunggu Isya, baru saya paham, apa gunanya mimbar itu. Jadi muadzin menyerukan azan dari mimbar di belakang itu. Bahkan sholat pun bersama beberapa orang di mimbar itu, sementara di depan paling hanya ada 2 baris dan sisanya melompong.

20170314_134839

Ya, begitulah pengalaman tersesatnya saya di masjid. Rasanya ga enak banget, untung saksinya satu orang saja hihi… Namun, untung juga di saat sudah sepi itu masih ada yang datang sholat juga, jadi sholat saya tidak salah kiblat. Jadi, kalau tersesat ke Jerman dan ke mesjid Turki, cek dulu benar-benar kiblatnya. Mimbar dengan mike belum jadi jaminan itu tempatnya imam.

Kalau diduelkan di sirkuit, jelas Gixxer 1000 akan menang, meskipun untuk meninggalkan Gixxer 750 sampai 2 detik per putaran di sirkuit rata-rata bukan hal mudah. Untuk mereka-mereka yang hobi balap, Suzuki Gixxer 750 justru lebih menyenangkan, karena teknik balap rider lebih bisa dieksplorasi ketimbang mengeksplorasi menggunakan superbike 1000cc. Yang ingin saya bandingkan justru tampilannya. Secara tampilan, belum tentu lho Gixxer 750 kalah. Coba kita lihat lagi foto-foto yang sebenarnya sudah pernah ditampilkan.

Desain lampu depan memang masalah selera. Yang senang mata belo, Gixxer 750 tentu lebih memikat. Buat saya, desain Gixxer 1000 lebih manis. Mungil dan punya kesan mahal hehe..seperti batu mulia.. Dari desain dan ukuran headlamp, kita bisa lihat bahwa Gixxer 1000 memang performance oriented. Gixxer 1000 memang desain headlampnya dibuat kecil supaya intakenya bisa memberikan suplai sebanyak-banyaknya yang diteruskan air duct ke injector.

20170304_104114

Bagaimana desain lampu seinnya? Gixxer 1000 keren dengan lampu sein mungilnya. Namun, saya yakin banyak yang menganggap sein menyatu dengan spion sebagai nilai plus!

Buritan juga beda jelas. Gixxer 1000 mirip dengan moge Yamaha R1 dan R6, hanya saja, tidak diberi air scoop sehingga terlihat mungil. Yup, sejengkal saya lebih lebar dibandingkan ujung buritan Gixxer 1000. Lebih lucu lagi, knalpot Gixxer 1000 segede nangka haha.. Sangar memang jadinya, namun saya lebih pilih Gixxer 750 yang masih mempertahankan lampu belakang 2 buah mendatar..masih kaya Gixxer 1991 yang juga mengandalkan 2 lampu belakang mendatar, tetapi berbentuk kotak. Lampu sein belakang Gixxer 750 pun menyatu ke body belakang, terlihat lebih solid. Knalpot pun ukurannya pas lah, tidak mengganggu estetika.

Terakhir spidometernya. Memang motor sekarang full digital. Namun, Blog Sesat memilih perpaduan analog dan digital, lebih terlihat cantik dengan desain asimetrisnya.

Jadi, secara fisik, Blog Sesat memberikan penilaian lebih untuk Gixxer 750. Motor berbobot 190 Kg bertenaga 150 PS dan top speed 280 Km/jam ini punya peluang untuk tetap eksis. Sebagai pembanding, Yamaha R6 2017 pun bobotnya sudah mendekati 190 Kg dan tenaganya malah drop di bawah 120 PS karena standar Euro 4! Dan, R6 dijual nyaris 14000 Euro, sedangkan Gixxer 750 dilego 13790 Euro, masih lebih murah lah dibandingkan Yamaha R6. Hayo, jelas-jelas Gixxer 750 bisa tetap optimis kan..

20170304_123416

Maaf, fotonya pakai Yamaha R6 2017 saja ya, daripada comot hak orang hehe..

Memang indent online jadi strategi terkini semenjak pabrikan yakin bahwa mayoritas calon konsumen mereka punya akses internet dan mampu menggunakannya untuk memesan motor baru ini.

Apa yang ingin diraih dengan cara indent online? No 1 ya pasti promosinya… Cuma membuka program ini saja, yang memberitakan di blog sudah banyak kan.. Biasa, kasih spy shoot sebagian..kasih yang utuh, baru deh dikasih test ke media..tentu mayoritas akan berkata yang baik-baik..bahkan mencoba mempengaruhi pembacanya dengan istilah-istilah memuji motor atau jebol iman, jebol tabungan dan sebagainya…ya, itulah cara mensugesti kan hehe…

No.2, tentu bermain-main dengan waktu. Untuk produksi massal mungkin kapasitasnya masih terbatas dan belum semua bengkel resmi ditraining untuk menangani produk baru ini, nah dengan cara ini, produk sudah bisa dikenal dan dihadirkan ke masyarakat tanpa berisiko membuat tudingan kapasitas pabrik dan bengkel resminya belum siap!

No.3, Rangkaian dari spy shot hingga indent online ini tentunya tak bisa lepas dari strategi menyerang sedini mungkin produk kompetitor. Penting Bro, arus informasi harus bisa menutupi sebisa mungkin informasi tentang produk lain.. Simpel saja sebenarnya, intinya ya mempengaruhi pikiran calon konsumen, karena tindakan itu dimulai dari pikiran kan.

No.4 Ketika indent, terutama yang dibuat terbatas jumlah motornya, maka ini akan diberitakan lagi. Selain faktor pemberitaan, produsen akan mendapatkan keuntungan karena mengesankan produknya laris dan diperebutkan. Makin cepat sold out, makin baik!

Kalau dilihat rentetan 1-4, bisa dibilang strategi Yamaha sekarang jitu, meskipun bukan sesuatu yang baru secara strategi. Nah, bisa kebaca juga, sekarang Yamaha akan mengincar: Sold out dalam waktu secepat mungkin.

Nah, kenapa hanya 155 untuk motor “cuma” 34,5 juta???? Ya biar cepat sold out itu! Syukur-syukur hanya dalam waktu 155 menit haha..paham kan maksud saya..

Kalau mau suudzon sih, ya hanya mematok 155 unit itu lebih mencerminkan ketidakpedean Yamaha untuk bisa menjual dalam jumlah banyak dalam tempo yang singkat. Misalkan dikasih 500 unit, kalau ludesnya dalam 1 minggu, ya tentu itu tidak menyenangkan untuk marketing. Bandingkan judul-judul artikel media nanti:

Yamaha R15 V3 Sold Out Dalam Hitungan Jam

Yamaha R15 V3 Sold Out Dalam Seminggu

Tentu nomor 2 yang bombastis kan… Makanya, lebih aman membatasi jumlah produk itu sedikit. Dan, semakin sedikit, maka kesan eksklusif akan semakin muncul dan yang memang sudah naksir dengan motor ini pasti lebih bela-belain indent secepatnya. Saya prediksikan, banyak yang bergadang menanti 1 April demi Yamaha R6 mini ini..

 

Inilah satu-satunya motor warisan WSBK zaman dulu, masih 750cc 4 silinder. Kalau standarnya dulu di tahun 90an tenaganya setara motor supersport sekarang, sekitar 120 PS, maka seiring perkembangan zaman, tenaga Gixxer 750 turut meningkat, kini sudah 150 PS @ 13200 rpm dan torsi maksimum 86,3 Nm @ 11200 rpm.

20170304_104114

Tenaga segitu jelas cukup banget untung mengasapi motor 600cc modern, maklum, beda 20-30 PS dengan bobot setara, yakni 190 Kg.

Meskipun tidak ada lagi kelas balap yang mempertandingkannya, Gixxer 750 di Jerman tetap laris manis! Kalau 1000cc terlalu mahal karena mengikuti perlombaan perang bintang di kelas superbike, maka Suzuki bisa merdeka di kelas 750cc ini, tidak perlu jor-joran fitur sehingga harganya pun tak menggila.

20170304_104043

Saat ditest di sirkuit pun, Gixxer 750 biasanya tertinggal hanya sekitar 2 detik, tak jauh kan.. Buat harian, ya lebih tak ketara lah, paling kalahnya di straight yang panjang. Percayalah, memompa 150 PS di jalanan umum itu rasanya serem!

20170304_104203

Saya memang hanya coba nyemplak dalam keadaan diam. Namun, dari situ saja saya pasti pilih Gixxer 750 dibandingkan Gixxer 1000. Posisi riding Gixxer 750 terasa lebih santai dan kedua kaki bisa menapak mantab.. Kalau naik Gixxer 1000, dengan tinggi 170cm kaki saya memang menapak, tetapi kurang mantab. Buat mendorong maju mah simple, tapi kalau buat memundurkan motor, haha, susah itu..

20170304_103949-2

Secara tampilan, buritan Gixxer 750 pun masih mempertahankan ciri khas lampu rem dobelnya..ya dari tahun 90an masih dipertahankan trendnya. Lampu rem Gixxer 750 terwarisi di Suzuki yang diiklankan Irfan Bachdim ya, yakni Suzuki Hayate.

20170304_104301

Suzuki tampak menekan harga Gixxer 750 supaya tetap ekonomis dan mudah terserap pasar. Bisa dilihat dari penggunaan parts yang terpasang. Misalnya master rem dipasang Nissin.

20170304_104131

Nah, Kaliper remnya Brembo hehe..belang ya, tapi oke lah…toh lebih terlihat dibandingkan pasang master Brembo, tapi kaliper Nissin kan…

20170304_104030

Cockpit Gixxer 750 pun masih klassik, yup belum full digital. Ya sama lah sama Yamaha R6 gress…buat saya, justru ini yang lebih dapet racing feelnya hehe..Lebih gimana gitu..toh di MotoGP pun tak semua pembalap menyukai yang full digital..coba lihat lagi bahasan kita tentang motor Cal Cruthlow yang dibandingkan dengan RCV Marc Marquez.

20170304_104315

Di depan, lampu depan agresif khas Gixxer yang diturunkan ke Satria FU generasi menengah pun masih dipertahankan.. nanti kita bandingkan lagi di artikel selanjutnya dengan Gixxer 1000.

20170304_104125

Oh ya, konsumsi bensinnya diklaim Suzuki 5,2 liter untuk menempuh 100 Km. Hampir 1:20 Bro, irit banget lah buat mesin moge balap berkapasitas 750 cc. Dengan tanki 17 liter, Gixxer 750 bisa keluyuran dengan tenang hingga 300 Km.

Melihat fitur, performa dan merasakan kenyamanannya dalam kondisi diam, saya paham kenapa ini motor memang masih dipertahankan Suzuki dan punya pasar tersendiri.

Kalau ada motor yang paling banyak dikerubuti dan menarik perhatian makhluk halus, maka menurut pengamatan sesat sesaat Gixxer 1000lah juaranya. Ini hasil observasi dan dokumentasi untuk membuktikan keobjektivan hipotesis hasil tinjauan lapangan yang dilakukan sepenuh statusisasi hati:

20170304_103302

20170304_103929

20170304_103536

20170304_103900

20170304_103438

20170304_104223

20170304_103743

20170304_103515

20170304_103502

20170304_103422

20170304_103828

20170304_103612

20170304_103728

20161008_145503-1

20161008_145529

20161008_145536

20161008_145446

20170314_145137

Dari tanggal 14-16 Maret, saya mondar-mandir Ludwigshafen-Mannheim dan ikut seminar di Rosengarten alias kebon mawar hehe… Dari luar kelihatan artsy dan jadul, tetapi di dalamnya modern dan ada beberapa ruangan luas khusus konferensi. Yang buat  saya takjub sih kualitas soundnya..wah, keren, bening abis, tidak menggema dan super jernih tanpa ada dengung-dengung sedikitpun.

20170314_171952

Mannheim bagi saya keren, lebih keren daripada Bochum pastinya..maklum, tergolong kota modern berukuran besar. Namun, semodern-modernnya, mereka mempertahankan bangunan lama. Beda dengan banyak kota di Indonesia yang kadang main robohin saja tanpa melihat sejarah suatu tempat.

20170316_111233

Kesan saya sama kota yang ramai ini adalah: hedon hehe.. Banyak kendaraan mewah dan suara knalpotnya juga besar-besar. Entahlah bagaimana aturan lalu lintasnya hehe..

20170314_171404

20170316_170800

Kota ini letaknya strategis juga, diapit oleh dua sungai besar, yakni Neckar dan Rhein. Enaknya, memang sejak zaman dulu sungai itu masih dipakai untuk memperlancar transportasi. Jadi banyak kapal penumpang atau barang lalu lalang di kedua sungai ini. Sepanjang sungai pun jadi tempat yang bisa menarik turis dan menghibur penduduk kotanya. Bagi mereka yang senang jalan kaki dan main sepeda, sepanjang sungai memang disediakan jalurnya.

20170316_135131

20170316_135227

Atau yang sedang galaupun bisa kepinggir sungai. Bukan loncat, tapi bisa kasih makan bebek dan angsa hehe… Buat cewe-cewe yang galau, coba dicium bebeknya, kali aja jadi pangeran wkwk…

20170316_165934

20170316_170128

20170316_140927-1

20170316_170447

Segitu saja ah ceritanya..bentar lagi Jumatan hehe..

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com