Ini bisa jadi salah satu hadits yang paling populer. Biasa saya dengar untuk saling mengingatkan agar menjaga niat demi diterimanya ibadah kita sama Allah. Nah, hari ini saya dengar hadits ini diucapkan langsung, tetapi mendengarnya malah membuat sedih..

Bukan karena lagi memamerkan kebaikan terus ditegur dengan menggunakan hadist ini, tapi begini ceritanya.

Saat menjelang Dzuhur tadi, saya masuk ke ruang tempat sholat di universitas Bochum yang ada di fakultas ilmu pengetahuan alam (Naturwissenschaft/NA). Tempat ini lumayan besar dan memang dipakai Jumatan juga.

Nah, saat masuk, saya masih harus wudhu, tetapi anehnya sudah ada yang sholat berjamaah 3 orang. Yang jadi imam saya rasa tak pernah saya lihat sebelumnya. Yang jadi makmum pun juga.. ya mungkin waktu sholat kita tidak berbarengan.. Nah, yang anehnya, ada beberapa yang tidak ikutan sholat. Yang tidak ikutan sholat ini yang saya kenal tampang dan setahu saya orangnya baik dan punya ilmu agama yang baik. Dia pun tidak segan menegur, jika memang ada yang salah. Melihat dia dan beberapa belum sholat, dan saya rasa waktu pun belum masuk, saya santai saja berwudhunya.

20170330_135814

Setelah sholat berjamaah itu selesai, orang ini mengucapkan salam kepada imam dan 3 orang yang akhirnya ikut sholat (satu orang datang belakangan dan langsung ikut sholat). Mmm, salamnya tak dibalas.. Mungkin imam dan makmumnya kaget..

Lalu diberitahukanlah bahwa waktu sholat belum masuk.. Seingat saya, mereka sholat sekitar 13.34, saya masuk sudah mulai rakaat pertama atau kedua. Dzuhur hari ini mulai 13.38. Beda singkat sekali kan? Kalau lihat internet, ada kemungkinan juga melenceng 2-3 menit.

Namun, imamnya membela diri: “Kami ada kuliah.”

Yang berbaik hati dan berani menegur pun menunjukkan jadwal yang tertempel di dinding ini (di foto), tetapi yang ditegur mau melihat pun tidak.. Dia berkilah lagi: “sudah jam 1, dan kami ada kuliah”

Yang menegur mengingatkan: “Kalau belum masuk waktunya, ya tidak bisa. Kamu masih punya waktu sampai jam 5 sore nanti” (Ashar hari ini pukul 17.08).

Yang ditegur pun mengucapkan judul artikel ini: “Innamal a’maalu bin niyyah”

Yang menegur pun masih mencoba menasehati..ya tapi memang yang ditegur dari awal tak mau menerima, di situ saya yang hanya menonton merasa sedih… Hadits yang mulia yang mengingatkan betapa pentingnya melakukan hal-hal yang baik karena Allah digunakan tidak semestinya.

Makmumnya cuma bisa bengong. Yang datang belakangan pun akhirnya memutuskan sholat ulang karena memang sholat di luar waktunya ya tidak sah.

Ya, sekedar mengingatkan diri sendiri saja, kalau ada yang menegur kita, kita harus coba mendengar dan berterima kasih, barangkali kita memang salah atau belum tau. Tidak semua orang berani menegur karena memang menegur itu bukan hal yang mudah…

Iklan