You are currently browsing the monthly archive for Desember 2012.

0402813_jpg_2063270

Pemirsa…….. akhir tahun banyak orang-orang dengan kemampuan meramal / membual kebanjiran job untuk meramalkan apa yang akan terjadi di tahun depan. Demikian juga Blog Sesat akan mencoba memberikan sedikit ramalan akan apa yang terjadi di 2013 mendatang. Tenang saja, membatja ramalan Blog Sesat tidak akan menghilangkan amal kebajikan ente-ente sekalian selama 40 hari kedepan…

Dua pihak yang bercerai, Ducati dan Rossi, pasti ingin menyusun hidup mereka kembali yang agak berantakan. Yang banyak dinanti-nanti tentu performa Rossi di Yamaha. Prediksi akan sanggupkah doi bersaing dan jadi juara dunia lagi, ramai jadi bahan diskusi (baca:ramalan-red). Banyak yang menakutkan rivalitas Rossi-Lorenzo terulang, tetapi banyak juga yang memprediksi, ini alah bagus untuk Yamaha. Yup, dengan dua rider bersaing ketat dalam satu tim, kemampuan motor dan mekanik tentu lebih terjelajahi dengan mendetail dan dipastikan menembus ekspektasi. Rossi diharapkan mengulangi apa yang pernah terjadi pada Gibernau. Ingat tahun pertama Gibernau pindah lagi ke Honda dan naik RC211V? Terlepas dari semangat akibat kehilangan tema matenya, Daijiro Katoh, Gibernau seakan menjadi pembalap yang buas, sebab kemampuan sebenarnya selama ini terbungkam dan dipaksa meningkat oleh Suzi GSV-R yang saat itu sudah 4 tak 990 cc, tapi performa masih serasa 500 cc 2 tak lebih dikiiit…Nah, bisakah Rossi seperti itu?

Lorenzo sendiri menganggap Rossi pembalap yang komplet dan mengaggap kembalinya Rossi menguntungkan Yamaha. Ia merasa terpacu dan semangat untuk tampil baik. (atau jangan2 dendam lama yang ingin dibalaskan nih.. yup, mengalahkan Rossi di motor yang sama tentu menjadi pembuktian Lorenzo, bahwa dirinya kini memang lebih baik dari Rossi). Giacomo Agostini yang juga orang Italia malah melihat calon Juara Dunia 2013 ada di Lorenzo. Menurutnya, Rossi paling mewarnai podium dan mencuri sesekali kemenangan. Lawan terberat justru Pedrosa, kalau Pedrosa bawa motornya layaknya di akhir-akhir musim 2012 ini.

Bagaimana dengan Ducati? Wah…ini pabrikan memang dalam posisi yang tidak menguntungkan. Melihat line up pembalapnya, tampaknya Ducati harus berharap, mukjizat layaknya Stoner terjadi lagi! Mereka harus punya pembalap yang gila dan bisa menaklukkan Desmosedici. Dovisiozo??? Sepertinya doi bukan pembalap begitu… Ducati hanya punya harapan di Spies dan Ianone.

Bagaimana dengan Desmosedici? Wah, gelap tuh…Kabarnya sih, Ducati sepertinya berusaha membangun sendiri motor ini. Suter yang ahli membuat rangka dan badan motor baru-baru ini menampik kabar, bahwa Suter dan Ducati bekerjasama membangun Desmosedici. Doi membantah, Suter ditugaskan membangun rangka Desmosedici. Desmosedici sendiri tampaknya memang belum banyak diutak-atik, sebab manajemen Ducati baru-baru inilah yang sibuk diotak-atik. Menurut Suter, kemungkinan kerjasama Suter dan Ducati itu ada. Apalagi Bernhard Gobmeier akan memimpin divisi racing Ducati di 2013 nanti. Suter yang pernah bekerjasama membangun rangka BMW bersama Gobmeier menyambut positif posisi Gobmeier tahun depan, sebab dengan kerjasama yang pernah terjalin sebelumnya dengan Gobmeier, bisa jadi mereka akan kerjasama lagi. Pastinya, kalau Ducati gagal maning tahun ini, wah… bisa-bisa lesu darah dan mengikuti jejak Suzuki…

DSC09684Pertengahan 2010 lalu ketika kejatuhan durian dengan menggebet R27, ada beberapa hal yang kepikiran.

R27 saat itu didapat dengan harga yang kira-kira selevel lah dengan Kawasaki KLX 250 baru, sebuah harga yang lumayan fantastis untuk sebuah motor tua, terlebih buat saya yang sehari-hari ngojek dan jual gorengan hihihi..

Harga segitu untuk motor tua memang sepintas tidak logis, secara performa, jelas R27 bukan saingan KLX 250! Secara tampang, efek show off KLX 250 mungkin bagi lebih banyak bikers lebih memberi efek WOW!

Untuk happy2, jelas KLX 250 lebih seru diajak melibas jalan mulus maupun off road.  Belum lagi si KLX 250 jelas-jelas dengan harga segitu dapat yang baru, artinya minim perawatan dan 3-5 tahun kedepan tidak akan dihinggapi masalah yang aneh-aneh.

DSC09685Kalau bercermin dan berpandangan begitu terus, pastinya kita jadi tidak bersyukur…

Pelan-pelan dapat juga nikmatnya memiliki R 27. Ternyata efek WOW tak kalah.. malah motor ini lebih diterima di berbagai lapisan sosial masyarakat. Yang mengerti motor tahu ini motor berkelas. Yang tidak mengerti motor pun tahu, ini motor banyak anehnya. Banyak yang melihat dan tersenyum, terutama melihat sistem penggerak gardannya. Banyak yang heran, motor tahun 60an kok sudah canggih ya..belum tahu dia hihihi…

Untuk kalangan penggemar motor, ternyata R27 menjadi motor impian banyak orang. Alhamdulilah, saya yang tadinya biasa-biasa saja, makin lama makin bersyukur. Untuk pecicilan di area yang kurang mamur pun, R 27 bisa tampil tenang. Yup, di kalangan masyarakat dengan tingkat perekonomian belum mapan, kecemburuan sosial tidak timbul, sebab mereka melihat, motor ini motor tua. Secara bunyi, R 27 pun termasuk sangat sopan. So, kesan arogansi bakal jauh dari motor yang satu ini.

Nah, ada satu hal yang sebenarnya membuat pemilik motor klassik bisa tersenyum dibandingkan pemilik motor baru atau sport balap. Investasi! yup, mainan motor klassik bisa dibilang investasi! Sekarang Bro lihat, berapa harga R 27 ditawarkan di pasaran. Yup, sudah bisa dapat 2 KLX 250 second, padahal KLX 250 termasuk motor yang harganya tidak drop parah! Dan, ini baru berjalan 2 tahunan!

Di satu sisi, saya bersyukur punya motor yang harganya ikutan arus inflasi hihihi.. (Senangnyaaaa…) di sisi lain, waduh, ngeri euy naik motor mahal-mahal..(tidak senang bin galau…) maklum, belum pantas rasanya naik motor mahal…Ingin sekali bisa sehari-hari naik BMW, tetapi mengingat risiko di jalanan yang terlalu besar dan kurang praktis untuk berdesak-desakan dan baret-baret di parkiran, saya harus merelakan R 27 relatif menjablay huhuhu… Untuk itu saya pun minta petunjuk Ki Gede Anue sebagai penasehat Spiritual Blog Sesat, bagaimana caranya bisa sering naik BMW tanpa merasa was-was… Dan, solusinya adalah:

Picture (2)

DSC09724Kedengarannya memang bisa dibilang gila atau jangan-jangan tidak tahu motor klassik, kalau ada orang yang memodifikasi motor yang hitungannya klassik. Terlebih lagi kalau harga motor itu sudah puluhan juta. Yup, sayang Bro, sebab harga gila-gilaan motor klassik itu salah satu kriteria terdepannya adalah originalitasnya.

Nah, salah satu anggota BMW Edan Club ternyata melakukan itu pada BMW R25nya. Motor yang dalam keadaan utuh dan bersurat sudah pada di atas 50 jutaan ini malah dimodifikasi, bukannya direstorasi ke originalnya!

Kebanyakan duit????? Ga sayang motor??? Ga menghormati motor klassik?????

Weits tunggu dulu… Motor yang menjadi salah satu motor yang ikut tersesat dan ngegelinding Jakarta-Bali Jakarta ini wajar saja dimodifikasi, toh dapatnya memang sudah modifan. Jadi, ga rugi dan tidak merusak motor!

DSC09723Modifikasi mudah saja, toh bahannya juga memang BMW R 25 modif chopper. Tanki yang nempel direndahkan sehingga duduk lebih sesuai line desain R 25 dan jadi manis tentunya. Spatbor belakang yang memang bukan bawaannya pun dipotong sedikit lagi. Lampu variasi yang tadinya nongol di atas spatbor pun ditugaskan mondok di bawah spatbor, jadi dari samping dan atas motor terlihat clean dan simpel. Risikonya ya, kalau hujan muncrat… tapi katanya sih tidak sampai kena pengendara.

Jok pun turut dapat perhatian, ketapel jok dipakai yang bentuknya seperti bawaan original R 25, ya, jadi sedikit lebih tinggi dibandingkan yang nempel sebelumnya di motor. Touring jarak jauh pun dipastikan lebih nyaman, sebab kaki jadi tidak terlalu tertekuk akibat posisi footstep yang terlalu dekat dengan jok.

Kaki-kaki mengandalkan apa yang melekat di R25 ketika didapat. Sepasang velg TK ring 18 menggusur Velg Weinmann alumunium bawaan R 25. Kalau situ berpendapat Velg TK Japan mahal, nah, Velg Weinmann dipastikan lebih mahal lagi hiii..ngeri…

DSC09720Soal suspensi, yang belakang tentu tetap original, sebab memang dari sananya adanya itu. Sedangkan di depan menggunakan kaki-kaki Kawasaki Ninja. Tidak heran motor ini enak dibawa ng4l4y, toh remnya jelas pakem dengan daya redam suspensi depan motor masa kini.  Untuk kaki-kaki, rencananya sih ganti ban yang lebaran dikit supaya lebih anissa gahar! Katanya, mau dibuat tubless, terlebih lagi ban belakang, sebab repot nanti kalau ban belakang belum tubless. Repotnya kalau harus menambal ban. Dengan ban tubless, tidak harus copot velg segala!

Cat pun tidak boleh standard BMW. Kalau sebelumnya R 25 modif ini mengenakan cat bawaannya ala BMW klassik, kini warnanya digusur warna abu-abu metalik gelap dengan stripping ala BMW klassik. Bedanya, stripping yang tadinya putih, kini berwarna hitam.

Soal mesin, cukuplah… Walaupun ada niat pesan paket krukas dari jerman, biar jadi 300cc gitu hihihi… Torsi besar, pasti akselerasinya bikin senyum-senyum sendiri kan… Tapi, nanti lah…

Nah, bagaimana? Ada yang mau ikutan merombak BMW klassiknya? Not recommended Bro… Ini motor nantinya juga mau balik ke original lagi. Berhubung ngumpulin barangnya mesti sabar (kalau ga sabar dompet dijamin terkoyak-koyak) dan butuh waktu lama, makanya si pemilik iseng merombaknya, ya, sampai semua barang yang dibutuhkan terkumpul, nantinya R 25 ini akan kembali ke fitrahnya… Sekarang, doi tampil beda dulu ya, dijamin, efek show di jalan lebih wow..dan di acara BMW pun, bahkan sebelum didandanin sudah menjadi daya tarik sendiri..maklum, BMW modif kan termasuk aliran sesat xixixi…

DSC09722

DSC09681Thunder 125 memang motor yang sebenarnya diciptakan untuk bisa ekonomis dan irit, tetapi tetap berpenampilan maskulin. Sayang, desain yang tanggung dan mesin yang terlalu kecil membuat doi jadi objek bulan-bulanan. Ya, begitulah dunia, motor buat ngirit-ngirit dibandingkan dengan motor lain yang secara kapasitas saja jauh lebih besar.

Sebenarnya Thunder 125 tidak lemot-lemot amat, hanya saja karakternya yang bertorsi kecil dan lebih bertenaga di putaran atas, membuat orang-orang yang baru sebentar mencobanya langsung ilfeel. Yup, belum explorasi dalam, keburu ilfeel. Maklum lah, tenaga puncaknya kan baru diatas 9000 rpm, sedangkan banyak motor SOHC lainnya sudah mencapai puncak di 8000 rpm-an, belum lagi torsi yang kecil karena memang kapasitas mesinnya yang kecil.

Alkisah adik saya mengganti karburator standardnya dengan Keihin PE 28 yang biasanya menyuplai NSR 150 SP. Alasan dia ganti sih sebenarnya bukan semata mengejar power lebih besar, tetapi demi kenyamanan. Ya, jadi karburator vakum bawaan motornya memang sudah eror. Payah juga ya, motor belum tua kok sudah eror karbunya. Tapi, dengar-dengar, ya begitulah kelemahan karburator vakum. Selain kurang galak di tarikan awal, kalau karet vakum sobek atau ada yang eror, wah, dijamin riding terasa menyiksa, maklum, ngempos, atau sering sekali mati/malah menggerung di kemacetan.

Singkatnya, karbu yang extra irit dan selevel iritnya di bawah injeksi ini pun lengser. Karbu Keihin PE 28 ini rasanya KW, maklum, cuma 200 ribuan lebih..lupa berapa pasnya. Untuk instal PE 28 ke Thunder 125 tak perlu penyesuaian apa-apa, tinggal pasang, maka PE 28 duduk manis menggantikan karbu ori Thunder 125. Yang perlu dibeli mungkin throttel gas baru…ya, seratus ribuan sudah dapat lah yang sederhana.

Tanpa setting main jet ataupun pilot jet, PE 28 (yang sepertinya KW ini), ternyata Thunder 125 kata adik saya fine-fine aja, tidak banjir… PAdahal logikanya banjir kebanyakan bensin ya…Doi sendiri puas..motor jadi handal dan penyakit mati-mati atau ngegerung gara-gara karbu vakum eror pun tuntas. Akselerasi awal terasa jelas meningkat, hanya saja, menurut dia, secara top speed rasanya sama-sana saja dengan yang sebelumnya. Ketika dijajal, setara lah tarikannya dengan Yamaha Vixion dari gigi1 ke gigi 4 (tapi Vixionnya boncengan wkwkwkwk), Nah, memasuki gigi 5..Wuzzzzzzzzz……….

Vixion ngacir tak terkejar lagi wkwkwk… Ya, lumayan lah peningkatannya, yang penting motor mati-mati jadi bukan masalah lagi. Namun, konsumsi bensin meningkat. Katanya sih kira-kira 2 kali lebih boros… ampun deh… Mungkin dengan setting main jet dan pilot jet yang sesuai, harusnya Thunder 125 bisa sedikit lebih irit dari yang sekarang. Pesan dari artikel ini: Kalau mau kencang pakailah motor dengan kapasitas yang lebih besar.. Biarkan Thunder 125 tetap jalani kodratnya sebagai motor laki buat irit-iritan…

a

DSC09662Beli motor itu tak selalu penuh rencana, Ada kalanya terwujud dalam waktu tempo sangat singkat. Ya, seperti kisah Vespa Excel satu ini yang kini mengisi garasi salah satu kamar di rumah Keluarga Sesat.

Awalnya sih hanya dari wacana dua tahun lalu selepas touring ke Bali bersama BMW Edan Club yang belum kesampaian nyicipin pasir Bromo. Nah, rencana yang sudah tersusun itu mundur setahun akibat salah satu anggota BMW Edan Club harus merantau ke Sumatera demi menjaga knalpot motor tetap mengebul.

Mundur setahun, tahun depannya lagi rencananya berubah. Tempat masih tetap Bromo, yup tujuan banyak bikers dan wisatawan plus orang pengen ngelmu! Namun, kendaraan ganti tema: VESPA! Yup, tidak jadi naik BMW, kali ini harus naik Vespa. Jadi, Touring dalam rangka liburan dan menyambut tahun baru 2012 lalu, ketiga anggota BMW Edan Club memutuskan harus naik Vespa!

DSC09661Buat teman-teman saya tidak masalah, sebab mereka yang memang baru keranjingan Vespa itu punya Vespa. Nah saya kan tidak punya.. Jadi, dengan semboyan 1 Vespa 1000 Brothersnya, teman saya bilang ke saya:” Loe mau ga jadi Brother gw? Sana beli Vespa!”

Berhubung bingung mau beli Vespa apa, cobalah berbagai Vespa. Saya sih naksir dengan Vespa S90 teman saya, sebab ukurannya yang kecil, lincah dan ringan plus tenaga cukuplah, sesuai dengan selera. SAYANGNYA, harganya tidak sesuai di kantong, yoi, sudah masuk belasan juta di tahun 2011 itu. Pada suatu saat, jatuhlah Vespa Excel ke tangan saya.  Secara bentuk, ini Vespa paling jelek yang saya lihat. Namun, beberapa faktor mengubah pendirian saya:

1. Powernya mantabs…

2. Handling lumayan..

3. Usia relatif belum terlalu tua, lumayan buat ngirit biaya ganti-ganti komponen

4. Lumayan nyaman dan rem relatif agak pakem..

5. Harganya masih terjangkau…(apalagi yang starter elektriknya nihil alias is gone…)

DSC09686Jadilah di Desember 2011 itu saya keluyuran di dunia maya mencari mangsa… Dan dapatlah juga akhirnya dengan harus menggelinding rolling thunder (asli jalan malem2 dan kena gerimis plus petir-petir dikit) ke luar Jakarta sedikit… Berpindah tanganlah si Excel berwarna aneh ini hihihi..

Asik memang tarikannya… itu kesan saat membawa doi pulang ke rumah keluarga Sesat. Yes, akhirnya punya juga Vespa demi menuhin target tema touring harus pakai Vespa. Dan tak lama pun doi saya beru nama: Excel Rose, maklum, saya fans beratnya Gun n Roses xixixi…….. Tak ada Axl Rose, Excel Rose would be fine…

Dan supaya siap touring lumayan jauh, si Excel Rose pun dibawa ke dukun Vespa…Ntar aja deh ceritanya ya… Intinya, di penghujung tahun 2011 itu pun akhirnya kami …

BATAL BERANGKAT GGGGRRRRRRRRHHHHH>…………?>$%&<$%@&<%>$%<&

Gara-gara teman saya harus mematuhi kata Bu Jendral alias pacarnya! WKWKWKWKW…. Ya, begitulah kisah hadirnya Excel Rose di rumah keluarga Sesat..

0250627_jpg_2057569

Fans MotoGP banyak yang tidak sabar menanti mulainya kompetisi MotoGP 2013. Memang tidak lengkap tanpa Stoner, tetapi kembalinya The Doctor yang gagal total praktiknya di Ducati menjanjikan hiburan ala Rossi yang sering menyajikan aksi salip-salipan yang membuat jantung kadang turun ke perut.

Dari segi motor, dengan penggunaan mesin 1000 cc, Yamaha semakin diuntungkan sebenarnya. Apalagi kalau rencana pembatasan perangkat elektronik dan ECU tunggal diberlakukan, Yamaha tampaknya yang paling bisa memetik keuntungan dari pembutungan kemampuan motor. Yup, dengan handling terbaik, dipastikan Yamaha punya peluang besar, sebab pembalap mereka lebih terkontrol mengail potensi mesin motornya. Selain itu, duet Lorenzo dan Rossi terbukti maut, kedua pembalap ini punya karakter pejuang dan ahli memaksimalkan motor tanpa banyak berbuat kesalahan. Jadi, akankah 2013 menjadi milik Yamaha?????

You orang tahu lah, Rossi dan Lorenzo bisa jadi senjata yang mematikan kalau dihunuskan ke lawan. Tetapi, bagaimana kalau hunus menghunus senjata terjadi di dalam tim? Inilah kekuatiran yang sempat terlontar dari mulut Furusawa baru-baru ini. Meskipun katanya sih tidak akan ada lagi sekat bak tembok Berlin di garasi Yamaha, Furusawa mengkhawatirkan rivalitas rekan satu team ini kembali kambuh dan ngrinya lepas kontrol. Maksudnya, Yamaha sendiri tak bisa lagi mengontrol rivalitas kedua ujung tombaknya.

Furusawa terkenang eskalasi konflik di tubuh Yamaha 2010 lalu. Menurutnya, di situ ada kesalahan manajemen juga. Tadinya, si Bos team Yamaha, Masahiko Nakajima, sangat menyukai Valentino Rossi. Kesalahan terjadi, karena Nakajima dinilainya terlalu cepat menyukai dan mengutamakan Jorge Lorenzo. Nakajima melakukan itu, karena kadang sulit juga untuk berkomunikasi dengan Rossi. (Maklum, superstar kali ya, jadi kadang agak sulit untuk diatur-atur-red). Si anak baru, Lorenzo yang lumayan kencang dan bersinar sebaliknya sangat mudah untuk diajak berkomunikasi dan sangat kooperatif (mudah diatur-red). Tak heran, Nakajima pun berpindah kelain hati. Nah, Valentino yang merasakan ini jadi meradang…begitulah kira-kira awal mulanya. Akhirnya pindahlah Rossi ke Ducati, yang tahun 2011 itu pun langsung disesali sendiri oleh the Doctor.

Kok bisa Rossi balik ke Yamaha??? Ya, selain memang M1 adalah babynya Rossi dan segala kenangan manis dan prestasi yang diraihnya dengan Yamaha, ternyata ada faktor lain juga tuh.. Kabarnya, Rossi bisa balik ke Yamaha karena tak langsung akibat tindakan Lorenzo sendiri. Jadi, di awal 2012, Lorenzo mulai lirik-lirikan sama Honda dan berunding dengan Honda. Aksi mulai main serong Lorenzo ini bikin gempa lokal di kubu Yamaha. Nakajima yang merasa happy2 aja dan merasa semua berjalan lantjar djaja merasa dikhianati. Pikiran dan perasaannya pada Lorenzo pun berubah. Lorenzo yang dipikirnya loyal dan setia ternyata sama saja dengan pembalap lain. Ya, manusiawi lah..tiap pembalap kan memang cari masa depan yang pasti dan kalau bisa lebih baik. Sakit hatinya Nakajima atas Lorenzo inilah yang akhirnya membuka wacana untuk kembalinya Valentino Rossi di Yamaha.

Kembalinya Rossi ke Yamaha memang membuat pencinta GP sedikit bergairah. Tetapi Burgess melihat hal lain. Valentino Rossi yang hijrah kembali bersama dirinya dan krunya tentu menggeser orang-orang yang bekerja sebelumnya di Yamaha. Yup, harus ada beberapa orang yang kehilangan pekerjaan di Yamaha. Yah, begitulah kisah di belakang panggung, yang di panggung alias sirkuit masih harus tunggu beberapa bulan lagi ya…

 

 

 

Kemunculan Honda CB150 R yang berbasis masin CBR 150 R tentu mengguncang jagad permotoran tanah air, terlebih ketika harga on the roadnya sudah diumumkan. Yup, kurang dari 23 juta rupiah! Namun, apakah bisa mengancam eksistensi Satria FU yang sama-sama bermesin DOHC 150 cc dengan power yang bisa dibilang identis hampir meraih 17 PS? Jika menilik harga, sepertinya sedikit beda. Jenis motor pun beda, yang satu batangan, yang satu bebek edan. Mari kita lihat performanya di jalan. Memang belum ditest duel sih, tetapi dengan menilik bobot, jelas sudah Satria FU tak perlu takut tersalip di jalanan. Apalagi FU sudah hadir jauh lebih dulu, dan otomatis parts racing dan bengkel sudah banyak yang memahami cara-cara melonjakkan power mesin FU.

Kedepannya, tampaknya hal ini tak berlangsung lama. Harga dan target AHM mengindikasikan, CB 150 R akan segera mewabah dan laris sebagai kacang goreng, siap menjungkalkan Vixion dari singgasana penjualan motor sekelasnya. Motor banyak, pertanda ada lahan bisnis terbuka. Perlahan tapi pasti, parts aftermarket baik yang racing maupun racing wannabe pasti menggoda pemilik CB 150 R. Rasanya tak butuh waktu lama juga, hingga banyak motor CB 150 R yang memiliki performa yang siap menantang FU. Namun dari segi bobot bagaimana? Pasti tetap kalah tuh CB 150 R. Hmmm jangan lupa Bro, ada si ini nih:

DSC09677 Nah, kalau parts CB 150 R sudah merajalela, si CS-1 akan diuntungkan bukan? Menggunakan silinder CBR 150 yang termasuk eksotis dan butuh biaya besar kedepannya tentu akan menjadi hal yang lumrah. Pastinya onderdil si CB 150 R ini tak akan setinggi harga CBR 150 R kan.. Nah, siap-siaplah trend ganti silinder satu set mewarnai CS-1 yang wara-wiri saat ini. Hmmm kalau FU dan CS-1 sudah sama-sama 150 cc, rame toh..belum lagi MX yang juga diuntungkan adanya Vixion. Ih ngeriii… Buat Bro yang doyan kecepatan, ride responsibly!

Dari pengamatan pribadi dan beberapa interview yang saya lihat, banyak juga bikers yang berdandan supaya terlihat sangar dan macho. Mereka yang ingin terlihat sangar dan macho plus punya duit cukup banyak yang melirik HD untuk mewujudkan keinginannya. Mereka-mereka yang duitnya tak terlalu banyak pun masih bisah melirik motor-motor batangan dan membeli aksesoris plus jaket yang bisa mengeluarkan kesan sangar dan macho.

Soal macho, oke lah… Apalagi kalau masih pada jomblo, penampilan macho menjadi senjata untuk menggaet “makhluk halus”. Bagaimana dengan sangar? Wah, yang ini nih memang terserah sih… Sayangnya banyak yang sengaja tampil dan dandan sangar n macho dengan tujuan biar tidak diganggu di jalan atau disegani di jalan. Sebatas ini masih oke, yang penting kelakuan riding harus tetap sopan.

Sayang banyak juga yang ingin tampil sangar dan macho supaya disegani dan tidak ada yang ngelawan kalau mereka berkendara layaknya preman dan penguasa negeri ini. Tidak hanya mereka yang pakai motor kapasitas besar, yang kapasitas kecil dan tenaga pas-pasan pun ikut-ikutan ketularan. Menyedihkan…. Mungkin di kesehariannya selalu tertekan dan tidak dianggap, sehingga ketika berkendara berkelompok di atas motornya langsung merasa bebas dan tak tersentuh norma-norma.

Cukuplah orang-orang semacam ini. Kita-kita tak perlu lah ampil sok macho dan sok sangar… Jadikan jalanan juga sebagai tempat yang nyaman. Jadikan jalanan bukan sebagai medan perang dan adu keras-kerasan atau sangar-sangaran. Asik juga kok naik motor dengan penampilan dan wajah yang bersahabat…

Nah, kalau sampeyan memang lagi merasa galau dan ingin tampil sangar dan macho di atas motor besar dengan suara menggelegar tidak cukup. Pakai kendaraan yang ini, dijamin motor, mobil, angkot dan bis pun sungkan berurusan dan dekat-dekat Ente hihihi:

Hasrat punya motor yang tampil beda memang lumrah. Namnya manusia, sedikit banyak punya kebutuhan untuk eksis.

motorrad_rumi_gobbetto_mme092_jpg_1944846

Pesona motor jadul memang bervariasi dan membuat banyak orang yang baru mengenali dunianya pelan-pelan terbuka matanya. Salah satunya saya. Melihat desain motor Italiano yang satu ini, langsung muncul hasrat untuk cari motor dan memodifikasinya. Konstruksi mesin tidur ala bebek memang masih relatif jarang untuk diubah jadi motor batangan. Selain biaya, waktu pengerjaan juga relatif lebih lama. Belum lagi kalau tukang bikin rangka asal-asalan. Risiko motor tidak stabil bisa mengancam.

gobbetto_drehzahlmesser_mme092_jpg_1944826

Kalau keyakinan sudah kuat, tentu butuh referensi gambar dan model yang perlu dicontoh. Semata-mata mengandalkan penjelasan lisan bisa riskan. Bisa jadi apa yang diinginkan beda dengan apa yang diterima dan dimengerti si modifikator. Nah, silahkan cari deh gambar atau foto motor yang hendak dijadikan inspirasi. Salah satunya ya Rumi Gobetto ini. Yang paling menonjol tentunya desain tanki yang menyatu dengan dasbor, manis dan memunculkan kesan clean.

gobbetto_lenker_mme092_jpg_1944831

Syang info yang diperoleh tentang motor ini sedikit. Namun, dari sedikit keterangan yang ada, motor ini termasuk ke motor yang berperforma tinggi di zamannya. Yup, laksana telor yang bisa ditunggangi dan diajak ngebut. Soal mesin, seandainya memang fit dan direbuilt total, tampaknya menjanjikan power yang cukup menjanjikan. Maklum, meski kapasitas hanya 125 cc, Rumi yang tak kalah cantik dari Arumi Bachsin ini bertipe 2 tak dan memiliki 2 silinder. Tiap silinder pun dilayani masing-masing dengan sebuah karburator, dijamin puas tuh mesin… Yang seru sih barangkali bunyinya ya..Lihat saja, kebayang kan kalau mesin 2 tak diberi kenalpot layaknya motor drag 4 tak!

gobbetto_zylinder_mme092_jpg_1944841

Honda-VTR1000_SP-1_jpg_1970462

Sampeyan yang doyan motor balap pastinya familiar dengan tampang superbike Honda yang satu ini. Pertama kali saya ketemu motor ini adalah saat saya tersesat di kota ADAM Amsterdam. Saya ingat sekali tanggalnya, maklum, pas dengan tsunami 2004. Yup, 26 Desember 2004. Alkisah dengan modal 18 Euro, saya bisa menyesatkan diri ke kota 1000 museum itu. Tersesat pula sampai ke red district wkwkwk (asli tersesat, tak ada niat). Di salah satu gang nyempil doi di kegelapan gang (padahal waktu itu masih sore). Wow… saya mau salto gitu lihatnya, sexy banget… Bohay dan knalpot twin kanan kiri menjulang memberikan impuls tersendiri di otak.

VTR-SP1 bisa dibilang motor yang menyenangkan. Tapi cemoohan-cemoohan miring membuat orang agak segan memilikinya. VTR-SP1 yang muncul tahun 2000 bisa dibilang buah rasa frustasi Honda yang gagal maning mempecundangi Ducati dengan mesin Twin 1000 ccnya. Honda dengan RC45nya hanya sekali saja berbuah manis di tangan John Kocinski, sisanya Aaron Slight, bahkan Carl Fogarty sendiri gagal maning menaklukkan RC 45 untuk menundukkan kubu Ducati. Akhirnya keluarlah motor dengan konfigurasi mesin yang selevel, sama-sama V-twin, sama-sama 1000 cc. SP1 pun sukses di tangan Texas Tornado dan menjadi juara dunia WSBK.

Honda_VTR_1000_SP-2_jpg_1876630Di kalangan bikers, sialnya motor ini sedikit fansnya. Bisa jadi karena harganya mahal. Apalagi Honda sendiri juga punya CBR 1000RR  yang jelas-jelas lebih powerfull dan harganya ekonomis. Berhubung waktu itu di WSBK mesin 4 silinder maksimum 750 cc, CBR pun hanya jadi raja jalanan. Namun, sebagai bikers, buat apa beli motor sport yang lebih mahal tetapi lebih lemot???? Nyungseplah penjualan SP1 di pasaran.

SP1 yang berkapasitas 999 cc bertenaga 132 PS@ 9500 rpm pun dilengserkan oleh SP2 yang bertenaga lebih besar, yakni 135 PS@ 10.000 rpm. Torsinya SP2 memang sama, yakni 102 Nm, hanya saja, diraih lebih rendah 500 rpm dibandingkan pendulunya yang bertorsi maksimal di kitiran 8500 rpm. Top speed SP2 pun meningkat, dari 269 menjadi 278 Km/jam. Bobotnya pun menyusut, dari 221 Kg menjadi 217 Kg (fulltank), menjadi semakin lebih ringan sebenarnya dibandingkan CBR 1000 RR.

Honda_VTR_1000_SP-1_Sp-2_jpg_1998155

Kalau kita perhatikan, SP1 dan SP 2 tergolong motor yang mudah dikenali, bahkan ketika ditelanjangi sekalipun. Yang menonjol adalah kedua knalpotnya yang puanjaang dan beszaaar… Tampaknya Honda berusaha meraihpower  putaran atas lebih maksimal. Konsekuensinya, tentu bobot yang bertambah dan distribusi berat yang jadi tidak fokus di tengah. Belum lagi kalau kena tangan pas puanas… dijamin jossss… Faktor yang paling mudah mengenali SP1 dan 2 tentunya radiator yang letaknya malah di samping…

Bagi bikers yang ingin tampil prima di jalanan, sebenarnya SP1 dan 2 bisa jadi pilihan tepat. Ketika motor-motor balap baru semakin kencang, doi santai-santai saja, toh, selama bukan di sirkuit, SP 1 dan 2 menawarkan akselerasi bawah yang mumpuni. Belum lagi bobotnya masih setara superbike-superbike keluaran gress. Soal akselerasi 0-100 Km/jam, doi masih punya catatan waktu 3,1 detik saja, ya artinya setara dengan supernike-superbike terbaru saat ini. Permasalahan suspensi depan yang dinilai agak liar pun bukan masalah, toh di jalanan umum tak perlu rebah parah toh… Dengan sedikit setting dan modifikasi garpu USDnya, bahkan SP 1 dan 2 sudah punya handling top.

Namun, karena selentingan-selentingan miring yang mengatakan, SP 1 dan SP 2 sebagai Ducatinya orang kere, banyak yang enggan meminangnya… Maklum, bukan harga barunya yang beda jauh dengan Ducati, tapi SP 1 dan SP 2 tahan banting, beda dengan Ducati sejamannya yang doyan jajan. Kerewelan Ducati ini tentu menuntut pemiliknya untuk siap dengan dompet yang tidak boleh tipis. Yup, aneh, lebih handal malah lebih dihina-hina wkwkwk…… Doi memang tak bisa lepas sebagai predikat motor yang khusus diciptakan untuk mematahkan dominasi Ducati di WSBK.. Hina-hinaan motor itu ternyata universal ya wkwkwk… Mau sekeren apa, sehandal apa, ada saja alasan untuk menjatuhkannya..

tersesat muter-muter

  • 1,783,631 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com