You are currently browsing the monthly archive for Juli 2013.

Akhir pekan lalu teman saya mengajak saya berburu. Wah ajakan yang menjanjikan pengalaman hidup baru. Namun, bulan puasa begini, berburu pastinya butuh stamina extra. Berburu pun melukai hewan kan? Wah, batal ga ya puasa???? Anehnya, saya yang pencinta hewan seakan terhipnotis dengan ajakannya.

DSC00395Kami pun berangkat… Maaf, bukan berangkat dari Desmo Corner, ini mah lewat doang hehehe…. (belum sampai rejekinya-red)

Berhubung lokasi berburu sekitar 2 jam dari Jakarta, kami naik mobil sajalah… Kalau naik motor, wah, bisa bisa 5 jam lebih, maklum, tidak bisa lewat tol kan.

Setelah sampai di lokasi, kami, Gerombolan Sisesat, langsung sampai di arena perburuan yang jauh di luar dugaan kami (yang ini off the record-red). Kami datang, kami bidik, kami tembak! DSC00398

Hasil buruan pun langsung dimasukkan ke dalam mobil..hehehe..muat coy… Malah bisa muat satu lagi..

Nah, lumayan, sampai usai berburu, waktu sudah menunjukkan pukul 15.00an. Pas banget kalau balik ke Jakarta, sudah tak jauh dari waktu berbuka.

Nah, kalau berbuburunya model gini kan seru, tak ada yang terluka, tak ada yang disakiti, puasa lancar…

Dalam perjalanan menuju Jakarta, di jalan tol kami disalip kendaraan polisi yang entah mau ngapain. Lampu sirene biru bersinar-sinar, klakson polisi bunyi sesekali. Hmm, ketika melintas, rupanya satu mobil saja tanpa ada yang dikawal. Mobil polisi itu mungkin mengejar sesuatu, sebab lumayan kencang. Melihat jalur kanan dan tengah penuh, doi ambil kiri, bahkan ambil bahu jalan. Dan menghilanglah………

Eh, 5 menit kemudian tampaklah pemandangan berikut ini. Barangkali sedang meninjau kondisi rumput jalan tol, apakah kondusif atau tidak.

DSC00401

Dari kita kecil pastinya sudah tau ungkapan “senyum adalah ibadah”

Ungkapan ini memang joss. Dengan senyuman yang ga perlu keluar duit bisa membuat hati si pelempar senyum dan hati si penerima senyum sama-sama selevel lebih happy… Tak jarang happynya ga ilang-ilang dan diabawa sampai ke liang kubur (disenyumin gebetan-red)

Namun, ada kalanya kesulitan-kesulitan hidup membuat orang sulit tersenyum. Kalau sudah begitu, biasanya rejeki menjauh…Kan paling males dekat orang yang tak pernah senyum dan menghargai keadaan orang lain bukan????

Jadi, banyak-banyaklah tersenyum (sesuaikan tempat dan lokasi-red). Kalau perlu, orang kalau lihat kendaraan yang kita pakai ikut tersenyum. Makanya, beli mobil yang tampangnya senyum. Nah, kalau Bro bisa beli mobil kaya di bawah ini, harusnya sih Bro bisa banyak senyum…(ya iyalaaaaaaaaahhhhhhh..punya pohon duit gitu loooooohhhhhhhh……)

DSC00376

DSC00389

Ada dua hal yang tidak berkenan kalau bayar pajak langsung ke polda metro. Yang pertama sebenarnya masalah sederhana: tarif parkir! Muahal…. Walaupun beda 1000 perak doang per jamnya, tapi rasanya kok tidak sesuai dengan niat orang-orang yang sudah taat pajak. Parkir mahal dan tak beratap rasanya tidak menimbulkan kesan: “selamat datang dan terima kasih”.

Hal kedua yang sebenarnya jadi fokus artikel ini adalah kualitas plat nomor resmi. Jauh dari kata rapi! Berantakan catnya… Rata-rata semua begitu dan sudah banyak yang mengeluhkan. Bagi yang ingin tampilan kendaraannya tak rusak, mereka memperbaiki catnya ke tukang plat nomor. Kalau sudah gitu rapih deh… tambah beberapa puluh ribu dan sabar 2 hari hihihi…Tapi… itu sebenarnya melanggar. Kan kata aturannya dilarang memodifikasi plat nomor! Nah, kalau ubah cat (ngerapiin-red) itu jatuhnya gimana yah??????

Nah, sekarang liat perbandingan ini, dua-duanya sama-sama asli bin resmi, hanya saja yang satu dibuat di Polda di daerah, yang satunya made in polda jakarchaaa…Tebak mana yang made in ibukota???

Yup…yang berantakaaaaaan (disinyalir buatnya lebih buru-buru dan terlihat jelas, campuran thinnernya lebih buanyak…)!

Kalangan penggemar motor sport pastinya bisa langsung tebak ini motor apa:

Weir_Yamaha_RZ_500_010.jpg.2226507Nah, pasti Ente yang memang sudah jago menyebut: R6!!!!!!!!!

Namun, kejagoan kita dalam mengenal motor kadang bisa dipermainkan oleh kekreatifitasan seseorang.

Nah, coba lihat sekali lagi spionnya… aneh kan… Kaya motor modifan..

Kalau masih bersikeras itu R6, coba lihat lagi nih:

Weir_Yamaha_RZ_500_110.jpg.2323668Gimana Bro? Masih yakin itu R6? Lihat knalpotnya pasti langsung berubah pikiran ya…

Weir_Yamaha_RZ_500_040.jpg.2226522Ya, sampeyan ada benarnya, tapi juga ada salahnya. Baju dan kaki-kaki memang jelas-jelas R6, tetapi mesinnya bukan mesin R6 yang 600 cc dan 4 tak itu. Mesinnya sudah diganti dengan Yamaha RZ 500! Soal lari rasanya tak kalah. Kalau RZ 500 kena tuning dan dalam kondisi fit, R6 untuk WSS pun bisa dibuat minder. Maklum, 500 cc 2 tak 4 silinder, jelas bukan lawan R6 tulen.

Weir_Yamaha_RZ_500_020.jpg.2226512

Aduuuuuuhh.. ane jatuh cinta sama ni motor…

DSC00383Di dunia roda empat, biasanya kalau sedang membicarakan Mercedes, ada saja pengetahuan rekan-rekan saya soal versi Amerika. Kalau sudah ngobrol dan membeda-bedakan versi Amerika atau bukan, saya nguping aja deh, kan ga tau apa-apa, kata orang Prancis “Dongo” hehehe…

Kalau yang dibicarakan motor, ya masih ngerti-ngerti sedikit deh. Ya, saya cuma kenal satu ciri sih, yakni penempatan mata kucingnya. Kalau di berbagai negara, seperti di Indonesia misalnya, kewajiban kelengkapan mata kucing hanya ada di belakang, jadi kalau terkena sorot lampu dari belakang, lumayan aman terlihat, seandainya lampu kecil di buritan mati.

Nah, kalau di USA sono, kewajiban pasang mata kucingnya lumayan ketat. Di motor-motor yang keluar di sana, ada di belakang, kemudian kiri dan kanan buritan motor dan di kiri dan kanan bagian depan motor (biasanya di sekitar suspensi/spatbor depan). Nih bandingkan Ninja/ CBR sampeyan dengan yang keluar di Amerika Serikat sana:

a57e0db0+Ninja+250R

Ini nih di CBR 250 Rnya:

2011-Honda-CBR250R-ABS2

Ngabuburit bisa ditempuh dengan cepat kalau kita bergibah hihihi… Nah, supaya gibahnya tidak mengurangi pahala puasa, kita gibahin motor baru Yamaha saja yuk. Kalau ramai-ramai gibah motor 125 cc Yamaha di tanah air, ane kasih gibah dari Jerman nih…

Nah, di Jerman, Yamaha akan mengeluarkan motor 125 cc baru di bulan Agustus mendatang. Motor kali ini sepintas Eropa banget… kalau bisa dibilang, Italia banget..mengingatkan pada motor matic keluaran Piaggio/Vespa.

Yamaha menyebut motor bertenaga 7,2 PS ini Yamaha D’elight. Motor yang hanya berbobot 98 Kg ini dirancang sederhana untuk lalu lintas kota yang tak butuh tenaga besar dan performa racing. Tak heran, mesin berpengabut bahan bakar injeksi ini tak perlu radiator. Karena tenaganya mini, di depan cukup cakram tunggal dan di belakang tromol. Oh ya, motor ini dihargai 1995 Euro, murah banget untuk ukuran Jerman. Harga segitu selevel dengan Supra injeksi 125/ Suzuki Shogun 125 injeksi yang juga dijual di Jerman (dengan nama lain tentunya).

Meskipun murah, motornya punya penampilan lumayan banget lho, dijamin ga kalah stylish dengan keluaran Vspa/Piaggio:

040_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330591

 

080_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330611

 

090_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330616

110_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330626

 

120_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330631

 

020_Foto-Show_Yamaha_Delight.jpg.2330581

Motor-motor BMw yang keluar belakangan ini tampaknya makin menggila di segi desain dan teknologi. Dari segi desain, bentuknya semakin aneh-aneh dan lebih membutuhkan waktu untuk memahami kecantikannya, ya meskipun desainnya belum seekstrim KTM…

BMW_Neuheiten_005.jpg.2195279Dari segi teknologi pun BMW lumayan gila-gilaan. Ini membuat BMW memiliki image modern, tetapi di sisi lain bisa dianggap mubazir! Sebut saja pendingin air alias radiator di motor-motor bermesin boxer teranyar mereka. Seperlu itukah radiator? Sebenarnya tidak, sebab mesin boxer sudah terkenal awet dan mudah adem karena konstruksinya yang melintang dan set kompresi yang rendah dan tidak mengutamakan tenaga puncak. Namun, tampaknya BMW menyadari ini. mereka merancang motor yang beraliran simple, tetapi tetap menghadirkan feel BMW. Misalnya yang belakangan ini digosipkan dan dikabarkan kadang tertangkap kamera paparazi, yakni BMW R 1200 Roadster. Motor baru ini kepergok di test di jalan umum didampingi KTM Superduke.

Kalau dilihat tampilannya, ada beberapa catatan. Yang membedakan dengan seri Roadster sebelumnya adalah knalpot yang mengingatkan pada produknya Ducati. Hal lain yang terlihat agak keluar pakem BMW adalah pemakaian suspensi depan. Suspensi telelever yang terkenal maknyus redamannya dilengserkan garpu USD biasa yang disinyalir dicomot dari S 1000 RR. Langkah praktis sih, suspensi ini lebih cocok untuk jalan aspal, lebih dapat feel keadaan jalan, lebih ringan dan biaya produksi jauh lebih murah. Pendinginanpun cukup disokong oil cooler saja, lebih simpel dan minim perawatan!

Kesan minimalis yang ditawarkan motor yang dikabarkan berbobot 225 Kg dan bertenaga 110 PS ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Nih lihat perkiraan sosok R 1200 Roadster yang kabarnya baru akan diperkenalkan resmi beberapa bulan ke depan:

BMW_Neuheiten_001.jpg.2195274

Dari judulnya pasti terdengar provokatif.  Tapi itulah kenyataannya. Ada aja yang nantangin BMW K 100 GL hehehe…. Mungkin karena bentuknya yang sembalap dan banyaknya CB 100/ GL 100 berbulu domba, yakni motor-motor tersebut yang bermesin Tiger/ berkapasitas ala Tiger.
DSC09770Banyaknya CB 100/ GL 100 yang dibore up dan stroke up hingga larinya gila-gilaan membuat banyak orang yang sudah tahu, bahwa motor-motor macam itu tak bisa diremehkan. Salah-salah malah dipermalukan oleh motor tua berdarah muda itu. Kalau sudah begitu kan TEEENGGGSIIIIIIINNN! TENGSIN! TENGSIIIIIN!!!!!!

Picture (2)

Tapi, ada tidak enaknya bagi si K 100 GL. Sepertinya saat bertemu di jalan, beberapa bikers menganggap doi motor buat asoy geboy, padahal doi motor buat menikmati angin sepoy-sepoy, kapasitasnya masih sekitar 103 cc saja… Tak ada satupun piranti racing tertanam di motor ini.

Yang pertama misalnya saat ketemu CBR 150 R Repsol di salah satu kawasan di Depok. Doi yang pake jaket club CBR Depok nyamber K 100 GL, abis nyalib, kecepatannya tidak terlalu ditambah. Sampai di sebuah tikungan cepat, ane iseng kuntit dari belakang. Sang rider CBR bergaya memasuki tikungan secepat mungkin dengan gaya hangig off. Ane cekakak-cekikik saja nguntit di belakang.

Masa ban lebar, monoshock, rangka ala motor sirkuit  masih ketempel di tikungan sama GL 100 standard xixixixi… Ane pun sok sok ngomporin dengan narik gas di tikungan (Stoner style-red). Doi pun ikut tarik gas sambil mengimbangi dengan gaya hanging off hehehe… padahal ane masih bisa nguntit di belakang. Hanya saja saat keluar tikungan GL 100 pasti tertinggal (ya iyaaalah….), tapi akselerasi awal CBR menurut ane  kurang, kalau pakai Tiger yakin kesalip tuh pas keluar tikungan..

Lalu, kasus kedua lebih aneh lagi. K 100 GL yang lagi jalan santai di Pondok Cabe tiba-tiba disamping-sampingin sama Ninja RR. Dia nengok ke ane sambil geber-geber gas ngajak ngetest tarik-tarikan. Ane cuma melirik dan sok-sok ga lihat xixixi… Hadeuuuh… Ninja kok nantangin motor bapak-bapak 100 cc teknologi 70an sih….cabeee deeee………

DSC00302

Salah satu yang membedakan motor zaman dulu dan motor zaman sekarang adalah bisa tidaknya motor itu membawa sespan.

Motor-motor keluaran baru hampir seleuruhnya tak ada yang dirancang untuk membawa sespan. Wajar sih, sebab keadaan lalu lintas juga tidak mendukung untuk membawa sespan. Sisi mobilitas dan kelincahan motor langsung nyaris hilang dan tak ada bedanya dengan mobil, ketika motor itu menggandeng sespan.

DSC00300

Namun, itu kan sisi fungsionalitas. Kalau bicara gaya ya beda lagi… Pasang sespan di motor jelas mendongkrak tampilan. Kalau bagus ya syukur, kalau jelek pun tetap punya daya tarik, minimal memancing perhatian orang.

Untuk motor-motor klassik BMW, sespan menjadi aksesoris yang lebih dari sekedar aksesoris, maklum, ukurannya lebih besar dari motornya sendiri. Melengkapi motor dengan sespan dijamin mendongkrak penampilan, dan bisa jadi mendongkrak harga jual. Untuk sespan yang original dari Bavaria atau dari Jerman, harganya dijamin membuat orang awam geleng-galeng. Maklum, kalau original dan kondisinya mulus, harganya tak jauh dari harga Kawasaki Ninja 250 baru hihihi… Mahal ya.. tapi ini juga harganya ikutan arus inflasi kok, bisa naik terus dan bisa dijual terpisah dengan motor.

Bagaimana sespan lokal? Ternyata untuk motor sekelas BMW tidak murah juga, dengar-dengar tak kurang dari belasan juta rupiah. Hmmm.. ane tergoda juga… Btw, persoalan sespan dipasang di kiri atau di kanan sebenarnya soal mudah. Pertama, tentu sesuaikan dengan motor dulu. Bawaan motornya bagaimana? Apakah dudukan di kanan/di kiri? Sebab merombak-rombak berarti sudah merusak hitungan dari pabriknya sana, belum lagi berisiko merusak dan mengurangi nilai keoriginalan motor.

Untuk lalu lintas di Indonesia, ya enaknya sespan ada di sebelah kiri (kan turun di kiri dan nyalip dari kanan). Ayo ada yang mau pasang sespan??? (buat bawa anak-istri, barang dagangan, narkoba xixixixi…)

DSC00301

//

DSC00001Klakson sebenarnya peranti wajib di kendaraan bermotor, tetapi selama ini tak saya perlukan. Maklum, termasuk orang yang tidak doyan pencet klakson dan tidak senang sama orang-orang yang bentar-bentar klakson gak penting.

Namun, situasi menyebabkan saya akhirnya memutuskan pasang klakson. Bukan…bukan karena lalu lintas yang makin ruwet, tetapi karena penggemar Honda Tua ternyata seperti penggemar Vespa yang suka saling menyapa dengan klakson di jalan. Sudah beberapa kali saya kena klakson tapi tidak bisa balas… Akhirnya, setelah menimbang, mengingat dan memutuskan, BMW K 100 GL pun dilengkapi dengan klakson. Berhubung yang ori di saat itu adanya punya Yamaha, ya pakai Yamaha sajalah…Tidak mahal juga, hanya 30.000 rupiah.

Dan setelah  emblem tanki yang menyalahi kodrat, klaksonnya pun juga malah pakai produk saingan Honda. Tak heran, BMW K 100 GL dinobatkan menjadi Honda GL 100 termurtad se-Jakarta Selatan.

DSC00005

//

tersesat muter-muter

  • 1,786,402 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com