You are currently browsing the category archive for the ‘Ngelantur’ category.

20170330_110500

Beragama itu adalah sesuatu yang sangat kompleks, tetapi juga sesuatu yang sangat sederhana..

Beragama itu bisa sukses dengan rasio yang sangat cerdas, bisa juga dengan rasio yang serba terbatas…yup, Dengan kecerdasan luar biasa, seseorang bisa memahami agama dan mendapatkan ridhoNya, dan banyak juga yang cerdasnya luar biasa, tetapi disesatkan..

Bagaimana yang kurang cerdas? Agama itu bisa juga dipeluk dengan baik oleh orang-orang yang pendidikannya rendah juga kan? Bahkan ada yang tidak berpendidikan, tetapi bisa berhasil menjalankan agamanya.

Yang miris tentunya yang diberi kecerdasan, tetapi justru merasa terlalu cerdas! Kesombongan memang menghancurkan… Yup, otak kita memang diciptakan untuk membuat kita bisa bertahan hidup di dunia dan menyelesaikan masalah-masalah kita, tetapi otak kita tak selalu benar! Orang yang beragama yang murni mempercayai kitab suci yang murni yang belum terkontaminasi pikiran manusia! Ketika sudah ada kontaminasi, pasti ada yang bergeser dan kehilangan kebenarannya.

Intinya, apa yang ada di kitab suci itu adalah kebenaran, tak perlu lagi diragukan, apalagi diubah-ubah, dikritik dan yang tidak sepatutnya dilakukan. Itulah yang disebut mengimani…Manusia diberi otak dan kecerdasan untuk memahami kitab suci itu atau mengatasi hal-hal kecil yang tidak dijabarkan di kitab suci sepanjang zaman itu, bukan mendebat apa yang ada di kitab suci itu.

Kalau ada yang tak sesuai dengan pemikiran kita dengan ada yang ada di kitab suci itu, artinya buah pikiran kita yang salah! Kan Kitab suci itu datang dari Yang Maha Benar! Yakin hasil pemikiran manusia lebih benar dari sumber kebenaran?

Kemampuan berpikir manusia itu kan terbatas, bahkan bisa dimanipulasi. Bro yang mendalami psikologi pasti paham.. Perlu bukti? Coba ya, kita jawab pertanyaan sederhana ini untuk melihat, seberapa cerdaskah kita:

  1. Apakah logam bisa mengambang di atas air? Bisa, tergantung bentuknya kan..hari gini mudah dijawab, karena kapal-kapal berbahan logam itu mudah kita lihat di mana-mana.
  2. Apakah bumi itu datar? Pertanyaan ini rasanya tak perlu dijawab ya, lucunya sih, dengan argumentasi ini-itu, manusia modern pun bisa meragukan, bahwa bumi itu bulat..
  3. Apakah mungkin batu bisa ditumbuhi tanaman? Ini juga mudah dijawab sih..lihat saja foto di atas. Buat saya seperti keajaiban kecil sih, karena tiba-tiba ada tanaman kecil yang muncul dari sela bebatuan di balaikota Bochum…
  4. Apakah logam bisa terbang? Pertanyaan mudah kan..buat kita sekarang sih ya, tapi buat orang 200 tahun lalu????
  5. Apakah logam tanpa sayap dan tanpa baling-baling bisa terbang? Mulai susah? Namun saya yakin, masih ada yang kepikiran jawabannya: roket
  6. Apakah benda tanpa sayap, tanpa baling-baling, tanpa mesin jet, tanpa roket, bisa terbang? Bisa banget Bro… kalau di sini saja mulai bingung jawabnya, artinya otak kita ga cerdas-cerdas amat kan.. Bahkan, anak kecil saja mungkin lebih cepat jawabnya: balon gas

Tiger saya joknya sebenarnya sudah diganti kulitnya, maklum, banyak kucing.. Dan seiring waktu pun, kulit yang baru itu jadi korban kucing-kucing lagi hehe…

Meskipun sudah ganti kulit, bentuknya masih original. Busa hanya dibersihkan sedikit sebelum diganti kulit. Namun, karena sudah terlalu parah dan kebetulan adik saya lagi senang merawat si Tiger Hitam, saya pun menyetujui rencananya mengganti kulit joknya. Nah, akhirnya saya tergoda juga untuk sedikit memodifikasi bentuk joknya. Saya bilang sih, mirip Ducati Monster atau Honda VTR 250 saja hehe…Saya tidak ingin terlalu tinggi, nanti malah norak dan buat boncenger pun tidak nyaman.

Selain itu, saya minta ada dilebihin sedikit bahan joknya untuk menutup kabel-kabel yang menjulur sepanjang rangka motor. Jadi, memang rencanana tidak lagi menggunakan body belakangnya. Dan inilah hasilnya mengeluarkan dana 200 ribu rupiah:

IMG-20170529-WA0023

Ya, lumayan sesuai harapan hehe.. hanya bagian penutup kabel-kabelnya saja yang nanti perlu saya akali lagi, Cocoknya sih diselipkan supaya tidak melambai-lambai hehe.. Kalau ada bagian jok kulit yang melambai-lambai gitu malah bikin ingat tirainya jendela penumpang ┬ábajaj wkwkwk…

IMG-20170529-WA0020-1

Ya begitulah penampilan Tiger Hitam yang beraliran minimalis mengikuti isi dompet yang minimalis hehe… Motor perang saya, harus siap hidup susah, jadi ya begitu deh bentuknya..Jelek-jelek gini disayang Bro wkwk..motor pertama soalnya dari kelas 1 SMA..

IMG-20170529-WA0021

Masih ada pastinya rencana memodifikasi si Tiger Hitam.. Ya, sebisa mungkin sih masih tetap berwujud Tiger karena banyak nostalgianya. Namun, tunggu waktu saja, nabung dulu..sekarang doi bisa hidup saja dan pajaknya jalan sudah alhamdulillah bikin saya senang hehe..

IMG-20170529-WA0025-1

Rem Tiger dari dulu memang sudah ga oke semenjak kalipernya diganti KW.. maklum, kaliper original dulu harganya bikin nangis.. makanya zaman dulu kaliper motor itu termasuk barang yang sangat diincar maling. Makanya orang pada ganti baut kaliper… Kalau sekarang, sepertinya maling malas nanggung ya, main sikat motornya utuh, bahkan berani mencederai bahkan membunuh..hiiii..

Oh ya, kalau rem memang kurang oke biasanya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Saya coba urutkan dari yang termudah, barangkali buat yang awam bisa membantu.

  1. Bersihkan cakram dengan air sabun, sekalian semprotkan air ke arah kalipernya. Ini buat saya cara yang paling mudah, karena kotoran membuat cakram lebih tidak menggigit. Apalagi kalau ada bocoran oli shock depan.. Kalau shock depan silnya bocor, ya buruan ganti sebelum garpu baret dan rem cakram ikutan nyelonong.
  2. Tambah minyak remnya, lalu buang angin… Gunakan beberapa saat, lalu buang anginnya lagi. Bahkan habis servis di bengkel resmi pun dan mengganti minyak rem, dari pengalaman saya, memang butuh dibuang lagi angin palsunya setelah motor dipakai jalan. Kalau ada angin palsu, ngebagel kan, rasanya sudah ditekan kencang tuas remnya, tetapi remnya ga gigit.
  3. Kalau langkah 1 dan 2 sudah dikerjakan, berarti harus coba cek sepatu rem. Kualitas sepatu rem buruk atau umurnya sudah panjang, butuh diganti yang baru. Kalau tidak ya gitu, sepatu rem terlalu keras sehingga kemampuan menggigit cakramnya berkurang.
  4. Masih kurang oke? Kalau sudah yakin kaliper oke dan master rem oke, berarti selangnya. Di kasus Tiger saya, memang selang yang lama variasi juga, tetapi awalnya oke. Nah, makin ke sini makin ga oke.. Karena ada anyaman kawat selang rem yang rusak juga tergerus ban. Akibatnya, kalau direm, tekanan ada yang “terbuang”, ga pakem deh.. Setelah diganti, hasilnya langsung terasa…Kata adik saya yang ngurusin si Tiger sih hihihi..

Jerman bisa dibilang salah satu negara yang disukai pencinta arsitektur modern. Banyak bangunan yang bisa dibilang nyeleneh, hasil dekonstruksi alias membongkar kemapanan desain yang sudah dianggap mapan. Karena itu, banyak bangunan-bangunan di Jerman yang membuat pencinta arsitektur terpukau dan semangat mengamati desainnya.

Di Bochum, bisa dibilang ada beberapa bangunan yang didesain dengan semangat dekonstruksi, salah satunya yang saya tak sengaja temui di daerah pusat kota Bochum. Saya tak pernah melihat gedung ini karena selalu naik U-Bahn yang lewat bawah tanah. Nah, sekali-kalinya lewat situ iseng-iseng jalan kaki, eh lumayan bisa menemukan gedung yang ada di Oskar Hoffmannstrasse ini. Lucunya, bentuknya mengingatkan pada camshaft. Entah itu gedung apa dan apa memang sengaja dibuat berbentuk camshaft. Kalau memang sengaja, ga heran sih, di Bochum dulu memang ada pabrik Opel..sekarang kalau sudah tutup, lumayan menjadi pukulan telak bagi kota ini ketika pelan-pelan pegawai dirumahkan dan akhirnya tutup total.

Ini dia penampakan gedungnya:

20170608_184648

20170608_184941-1

Ketika sedang jalan kaki sore hari, saya ketemu sesosok motor yang familiar. Yup, sesosok Yamaha R6 yang kalau tak salah kelahiran tahun 2004. R6 2004 merupakan R6 terakhir yang masih menggunakan suspensi depan garpu konvensional. Secara desain, ini R6 favorit saya, meskipun sebenarnya yang lebih ideal yang tahun 2005 karena bentuknya sama, tetapi suspensinya sudah USD. Yup, desain ini lebih elegan, sedangkan R6 yang knalpotnya sudah pendek kurang gimanaaaa gitu. Seneng aja melihat knalpot besar titanium R6 ini, jauh lebih gagah dibandingkan yang tipe muffler pendek…

20170608_184958

R6 2004 yang tersesat merupakan Yamaha pertama yang tersesat ke Blog Sesat. Itu pun memecahkan rekord tersesat tersingkat wkwk.. Mungkin tak sampai sebulan hehe…Kenapa begitu singkat? Ada beberapa penyebab sebenarnya. Salah satunya adalah takut mati muda (padahal ga muda lagi wkwkw).

Nyesel ga nyesel sih…ga nyeselnya, alhamdulillah masih selamat, nyeselnya, baru menggeber doi sampai 90an Mph saja, jadi masih penasaran. Rendah memang karena tak pernah khusus sengaja cari jalan lowong untuk geber-geberan. Tenaganya sudah cukup intimidating buat saya pribadi. Motor lain pun malas berurusan dengan doi, makanya justru lebih sering jalan santai sambil menikmati bunyinya.

Yang lucu kadang cuma di dalam rumah, nyalahin mesinnya, gas-gas dikit, nikmati bunyinya, gitu aja sudah senyum ga jelas wkwk… Bahaya emang R6…

Saya termasuk orang Islam yang telat belajar agama, maksudnya adanya keinginan untuk belajar yang muncul dari dalam diri sendiri. Ya, mungkin bisa dibilang baru ada ketika SMP, tapi ya gitu-gitu aja, dan bisa dibilang terlalu pelan progressnya.

Kepikiran untuk sedikit-sedikit menambah bacaan Al Quran untuk sholat pun mungkin baru muncul benar saat SMA dan kuliah.. Itu pun terlalu pelan progressnya, ya malu sih kalau kebayang nanti dimintai pertanggungjawaban, dikasih waktu dihabiskan untuk apa…

Pelan-pelan pun saya coba menghafal surat-surat pendek (dengan progress seadanya alias sangat lama, bahkan itu pun belum memahami maknanya). Salah satu surat yang saya hafalkan adalah At Takatsur. Entah kapan saya mulai bisa menggunakannya untuk sholat. Percaya atau tidak, saya merasa surat ini membawa manfaat bagi saya, mengubah perasaan saya dan cara saya memandang kemewahan.

Waktu SMP-SMA-kuliah, saya masih merasakan, sukses itu artinya banyak uang. Sukses itu adalah kemampuan untuk membuat orang kagum dengan apa yang bisa kita beli, apa yang kita pakai, apa yang kita kendarai, apa yang terparkir di garasi atau ruang tamu kita, berapa yang ada di rekening kita, di mana kita nongkrong, siapa teman-teman kita.. Yup, harta..harta dan harta…

Hingga tiba masa ketika semua yang saya sebut di paragraf sebelumnya menjadi sesuatu yang tak menyilaukan lagi.. Ya, harta itu penting, tetapi alhamdulillah menjadi sesuatu yang tak segalanya lagi, menjadi sesuatu yang bisa dinomorduakan.. Harta itu bukan kebahagiaan, maksudnya harta yang dipamer-pamerkan.. Bukannya harta yang dikeluarkan di jalan yang diperintahkan Allah..

Mari kita refleksikan, apakah benar bermegah-megahan alias bermewah-mewahan itu membahagiakan??? Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto-foto berikut ini:20170409_130734

20170409_130626

Gimana Bro? Bayangkan ruang tamu Bro isinya ini semua… Ini semua saya temukan di Essen Techno Classica, kalau yang lain jualan mobil dan motor klassik, nah yang ini entah jualan apa, hanya ada barang-barang jet zet ini..mulai jam tangan super mewah, motor-motor collector items italian classics yang legendaris, hewan-hewan eksotis yang diawetkan, dan banyak sekali peti-peti Louis Vuitton yang entah berapa harganya..koper Rimowa aja mahal enel wkwk…

Berapa lama benda-benda di atas yang bisa disebut creme de la creme itu membuat Bro bahagia? Monggo dijawab sendiri…

Alhamdulillah saya sekarang tak lagi ternganga-nganga dengan barang-barang ini.. Mungkinkah khasiatnya membaca At-Takatsur?? Saya rasa ya…. apalagi setelah saya baca artinya…baru saya sadar, kenapa perasaan saya yang dulu begitu menganggap harta sebagai sesuatu yang sangat penting banyak terkikis..

2017-06-07-03-36-29

Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto itu.. Atau di garasi Bro terparkir sebuah Koenigsegg Agera dan sebuah Bugatti Veyron. Nah, kalau suatu pagi Bro bangun sakit kepala luar biasa dan tak berhenti-henti apapun yang diminum dan dilakukan dan ternyata Bro divonis kanker otak yang tidak bisa disembuhkan dengan operasi, masihkah supercar-supercar itu bisa membahagiakanmu?

Yup, kita bisa kerja keras, kadang sikut sana-sini, melalaikan apa yang lebih penting demi mengejar harta. Dan ketika kita mau menikmati hasilnya, ada hal-hal yang bisa membuat apa yang begitu kuat dikejar hilang begitu saja…Sudah banyak contohnya kan??

20170602_181029-1

Ini motor biasa saja, tidak ada keistimewaannya. Namun, entah kenapa saya senang memandanginya hehe.. Kok kayanya nyaman ya, gayanya pun simple dan kelihatannya cukup tahan banting.

Entah Yamaha apa ini.. Dari gayanya sih mirip dragstar ukuran mini, tetapi ada unsur Yamaha SR juga sih. Kalau sebatas melihat mesin, mesin pasti 4 tak SOHC, kapasitas paling 125cc, paling besar 250cc lah. Yang paling manteb sih joknya wkwk..ga kalah nyaman kayanya dibandingkan Suzuki VanVan. Apalagi ban belakangnya berprofil tebal, benar-benar mengincar kenyamanan… Gaya klassiknya juga keren, ukuran tankinya pas, lampu bulat chrome, spatbor depan belakang pun chrome.

20170602_181040-1-1

Maaf, ini artikel memang ga penting..saya lagi kangen main motor haha..jadi lihat motor beginian saja sudah girang ga jelas…

Beroda empat..

Bermesin kapasitas besar..

Warnanya disukai anak-anak…

Beroda empat..

Kalo Ente naik ini, dijamin yang lain malas kalo sodok-sodokan lawan Ente..

Ini dia:

20170603_142223

Judulnya kaya lampu merah ya Bro? Hehe.., tapi sampeyan tahu kan saya tidak suka bohong wkwk.. Oke, no picture hoax, ini picturenya:

20170602_142843(1)-1-1-1

Maaf fotonya buram.. Karena diambil dalam keadaan bergerak dan memang si bocah ini jauh. Dia sedang belajar sepeda didampingi ayahnya. Eitsss..serius, lagi belajar sepeda! Memang si bocah belum bisa seimbang sepenuhnya mengayuh sepeda sendiri, jadi perlu bantuan ayahnya, dan tentu butuh alat. Oh ya, ayahnya bukan yang di foto di atas, itu mah orang lain yang juga bersepeda. Ini foto ayahnya:

20170602_142843(1)-1

Haha..saya juga baru lihat ada yang model begini.. Jadi sepeda si anak disambungkan dengan sepeda ayahnya. Anak tetap bisa mengayuh sepedanya juga tanpa harus mengemudikan sepeda. Cara ini tentu lebih aman buat anak yang belum sepenuhnya tahu cara mengendarai sepeda.

20170602_142844-1

Cara ini efektif juga untuk bisa mengajak anak bersepeda dengan aman. Maklum, kalau di lalu lintas perkotaan, anak harus paham juga peraturan lalu lintas, kapan harus berhenti dan di mana lajurnya sepeda. Di Jerman, melanggar aturan sepeda pun bisa berurusan dengan polisi. Bersepeda di malam hari tanpa lampu belakang ataupun ketahuan kadar alkohol terlalu tinggi saat bersepeda, bisa berurusan dengan Polizei lho..

Salah satu jenis binatang yang ada di kebun binatang Olderdissen adalah kelinci. Sebenarnya setahu saya di Jerman ada dua hewan yang kita kenal dengan istilah kelinci, yakni Hase dan Kaninchen. Hase adalah kelinci liar, yup, bisa dijumpai di Jerman dengan mudah di lapangan rumput yang ada semak-semaknya. Bahkan dulu kalau malam hari saya melihat ke luar kamar, di halaman kadang ada kelinci liar yang mencari makan. Kaninchen adalah kelinci yang sebenarnya ada yang liar juga, tetapi lebih banyak yang jadi peliharaan karena dibandingkan Hase, Kaninchen geraknya lambat. Untuk tahu bedanya, coba google gambarnya hehe..Di Indonesia mungkin ada istilahnya sendiri, tetapi saya tidak tahu.

20170318_112022

Nah, di kebun binatang ini, ada satu bagian yang berisi Kaninchen. Lucunya, kok awalnya sedikit, tapi tanpa disadari semakin bertambah, seperti sulap..eh tak tahunya di bagian tepi kiri rumah ada lubang tempat kelinci keluar masuk hehe..

20170318_112539

Lucu juga sih lihat kelinci-kelinci ini berkeliaran, bahkan beberapa cukup jinak dan senang dielus… Lucu juga sih, tak perlu pelihara hewan-hewan eksotis, tetapi sudah bisa jadi kebun binatang. Di bagian lain, domba, keledai, dan berbagai ayam bisa dijumpai. Memang kelihatannya ga penting ya, tapi dengan cara inilah anak-anak diperkenalkan dengan hewan, bisa dekat, menyentuh dan diharapkan muncul kepedulian pada hewan.

20170318_112201

20170318_112421

20170318_112341

20170318_112123

Lucu kan Bro…Gemezzzzzzzzz……hihihi…

 

tersesat muter-muter

  • 1,741,640 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com