You are currently browsing the category archive for the ‘Ngelantur’ category.

Sebenarnya tak cocok dibilang victory lap, sebab bukan kemenangan yang dirayakan, tetapi sebuah penerbangan jarak jauh terakhir Maskapai Air Berlin.

Saat diberangkatkan dari Fort Myers Miami, pesawat berbadan lebar ini dilepas dengan hujanan air dari water canon, sebuah pemandangan yang sebenarnya sudah tidak normal. Ya, biasanya sih setau saya, kalau pesawat baru diproduksi tiba, seremonialnya juga disemprot dengan water canon. Nah, kini perpisahannya pun dengan water canon.. mungkin kalau dengan digetok kendi air kurang instagramable hihi.. Ini dia pelepasan A330 sebelum tinggal landas menuju Duesseldorf, Jerman:

Daaaan, ketika hendak landing di Duesseldorf, ternyata pesawat sengaja melintas sekali dengan sangat dekat runway dan bangunan airport, sebuah aksi dan pemandangan yang biasanya hanya dilakukan pesawat tempur. Ini dia aksi maskapai yang sebenarnya sempat berjaya dan bahkan mencaplok maskapai-maskapai kecil lainnya, Hmmm leh uga pilotnya:

Sang pilot berterima kasih kepada para penumpang dan crewnya. Doi mengatakan Tschuess, bukan auf Wiedersehen. Sebenarnya kedua ucapan itu bisa-bisa saja dipertukarkan. namun, dalam konteks ini, auf Wiedersehen tak dipakai karena lebih berarti sampai jumpa yang mengisyaratkan akan ada pertemuan kembali, sedangkan Tschuess di konteks ini lebih berarti selamat tinggal.. meskipun di konteks lainnya bisa berarti sampai jumpa juga.

Bikin baper euy…

Yang lucu sih di video yang di airport merasa ketakutan sesaat melihat pesawat melenceng dari runway.

Dengar-dengar, manuver ini sempat dipertanyakan keabsahannya dan pilot akan dimintai pertanggungjawabannya… Hmm, tapi ada yang bilang diizinkan.. Ya, pastinya sih, komentar-komentar lebih membela manuver perpisahan Air Berlin ini.

Ini pemandangan dari dalam kabin:

Iklan

Hari gini kalau lihat anak-anak muda selebgram ataupun youtubers, banyak juga yang hobinya unboxing ataupun kupas barang mewah. Makin mahal harganya, makin gimana gitu… Akhirnya harga mahal menjadi daya jualnya, bukan sebatas kualitas barangnya.

Nah, salah satu yang sering dikupas adalah sepatu! Yang bikin anak muda zaman dulu macam saya bingung, mereknya sebenarnya merek yang biasa-biasa saja..maksudnya terkenal secara internasional, tetapi bukan dianggap sebagai produsen produk barang mewah! Nike dan Adidas original gitu memang buat ukuran orang Indonesia secara umum, mahal Bro.. tapi ya bukan dalam artian ga kebeli.. Namun, kini mereka juga membuat versi terbatas dan lux dengan cerita-cerita atau kisah tertentu. Hasilnya, harga puluhan juta untuk sepatu buatan mereka jadi hal lumrah..dan ada aja yang beli hihi.. kalau di bawah 5 juta ya okelah, tapi kalau sudah 40 jutaan, 70 jutaan, bahkan lebih..wah..di situ saya sadar, segila-gilanya kita main motor, ga ada apa-apanya dibanding kegilaan yang main sepatu!

Beberapa bulan lalu saya sempat beli sepatu.. bukan apa-apa, memang perlu sepatu yang lebih layak karena 2 pasang sepatu yang saya punya sudah baret-baret, bahkan sudah tersentuh lem haha.. maklum, dipakai jalan terus, jadi ada bagian yang rada mangap! Saya pun kepikiran untuk beli yang bagusan dikit, biar enak dipakai dan awet! Jadi ga sering-sering ganti sepatu, kan malah mencemari lingkungan kalau kebanyakan ganti-ganti sepatu. Jadi prinsip saya, beli barang itu yang mahal demi kelangsungan yang lebih lama. Dan inilah dia:

20171017_115210

Maunya sih punya impian sepatu seperti masa kecil dulu..bisa pakai Nike Air Jordan, Reebook Pump atau LA Gear hihi, tapi berhubung lagi butuh yang formal dan dana terbatas, ya ditunda untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

20171017_115337

Dari dulu pun sebenarnya sudah ingiiiin punya sepatu merk ini. Namun sayang duit haha.. Alhamdulillah kesampaian. Pas dapat yang modelnya dan warnanya saya suka. Oh ya, belinya online.. Maklum, kalau masuk toko, saya takut..ih ngeriiii harganya pasti serem..

20171017_115353

Sesampainya sepatu ini, wah senang, sesuai dengan harapan lah… Kalau saya tak benar-benar butuh untuk dipakai, mungkin cuma dijadikan pajangan saja.. Maklum, saya kan ndeso wkwk..norak lah pokoknya.. ibarat kalau jadi bikers awam, terus mendadak bisa beli Ducati, pasti awal-awalnya ada norak-noraknya dikit…

20171017_115414

20171017_115317

Nah.. senangnya hanya di menit-menit awal saja.. Ketika saya pakai, perasaan mulai ga enak haha…

Bukan masalah ukuran.. Ukuran sih pas banget.. Rupanya solnya kerasnya luar biasa! Rasanya seperti kayu wkwk.. bunyi bletak bletok kalau jalan..ampun deh.. nyari perhatian banget nih sepatu.. ga cocok dengan keinginan saya yang butuh sepatu yang senyap! Dan rasanya ga nyaman, mungkin gitu ya saking formalnya… Namun, jauh meleset dari perkiraan saya yang menganggap sepatu merk mahal itu pasti dipakainya enak.

Pelajaran, jangan beli sepatu secara online kalau belum kenal sepatunya! Salah-salah ya ga cocok! Saya pikir bakal keren dan nyaman..tak taunya keren saja, nyamannya tidak.. Dan saya harus pakai sepatu ini selama 2 minggu tersesat ke Jakarchaaa.. Harus saya pakai sana-sini.. Akibatnya, kaki berasa sakit hikshiks..kapok Bro.. Si sepatu yang memang tak cocok dipakai jalan jauh-jauh pun ikut kena imbasnya: patah wkwk.. Ini dia:

20171017_115607

20171017_115523

Kan patah hikshiks… KZL! Namun, alhamdulillah.. dapat pelajaran, dan untungnya gak mahal.. Karena ini cuma sepatu bekas wkwk.. Masih bagus kok, tapi mungkin karena usianya sudah lama, jadi getas ya.. Ya memang sepatu tak seperti motor yang bisa jadi barang simpanan, barang investasi dan harus digunakan juga agar tetap terjaga. Kalau sepatu, kalau dipakai-pakai hancur, tak dipakai pun getas.

Dengan tulus saya akui saya banyak dapat pelajaran tentang sepatu.. Dengan tulus, saya relakan 30 Euro untuk si sepatu bekas ini hihi.. hanya bertahan 2 minggu, bikin kaki bengep, tetapi alhamdulillah misi tercapai hihi..Untung beli bekas, kalau beli baru, beraaat untuk tulus menerima hal ini..

20171014_134335

Judulnya sedih ya????

Bagaimana keadaan saat memasuki tahun ke-9 ini? Kalau secara hits, jelas nyungsep! Yup, zaman jaya-jayanya, tak menulis artikel pun, ada 1000 an yang tersesat ke sini. Sekarang, seminggu menulis beberapa artikel, pengunjungnya paling 600an-700an per hari hihi..

Kalau untuk ukuran perusahaan, jelas kemunduran wkwk… Namun, alhamdulillah masih ada yang bersedia berkomentar di Blog Sesat. Meskipun secara kualitas dan kuantitas konten saya akui menurun.. Maklum, semangat naik-turun, plus faktor prioritas, jadi harap maklum ya.. Belum lagi saya lagi jadi suku terasing haha..

20170707_213507

Problematika itu berakumulasi tentu berdampak pada redaksi Blog Sesat. Apa hubungannya dengan musim gugur dan senja??? Apakah Blog Sesat segera menutup mata???

Tenang saja, selama saya butuh tempat curhat, Blog Sesat InsyaAllah tetap sesat tetap semangat! Btw, saya senang kok sama musim gugur dan senja, hawa bapernya lebih maksimal haha….HAHAHAHA….HAHAHAHA…HAhahahahh…*fade out

Terima kasih sudah tersesat ke sini dan sengaja menyesatkan diri kembali ke sini, tiada kesan tanpa kehadiranmu…………

20170304_103438

Gixxer 1000 anyar di atas kertas memang menjanjikan, dan terbukti sudah di berbagai ajang balap superbike nasional dan regional. Prestasi terbaiknya mungkin bisa dibilang tahun ini menjuarai Isle of Man Senior TT di tangan selangkangan Michael Dunlop!

Kalau melihat sejarah, juara Senior TT di Isle of Man jelas sangat bergengsi dan menaikkan pamor sebuah motor dan merk pabrikannya. Dulu, bahkan Honda yang menempuh cara ini. Karena di Jepang sendiri setelah PD II kalah dibandingkan Yamaha yang mengandalkan 2 tak, Honda potong kompas untuk jadi juara. Buat Honda, juara dunia ya juara di Isle of Man, buat apa juara di Jepang saja. Lucu juga ya, logikanya aneh.. Kesannya lebih gampang juara Isle of Man dibandingkan jadi juara nasional. Ya, ini tak lepas dari keinginan Soichiro Honda yang tetap ingin mengandalkan mesin 4 tak. Eiits, kok jadi ngomongin Honda, Kita balik lagi ke pabrikan yang awalnya produksi mesin tenun, Suzuki!

20161008_145413

Nah, juara Isle of Man memang gengsinya tetap edan! Namun, Isle of Man itu imagenya yang menang pembalap jago, bukan motor hebat! (Ini hasil survey Blog Sesat dengan metode lethal counting on the sky).  Kalau mau mendunia dan diakui motornya, ya harus juara WSBK! Kawasaki sedang asik-asiknya di WSBK! Namanya naik daun tidak terkira.. ZX-10RR pun dilabeli motor juara. Pertanyaannya, apakah Jonathan Rea yang sudah juara 3x berturut-turut WSBK dan mencetak sejarah jadi dianggap legend dan skillnya tak terkalahkan??? Rasanya tidak ya..

Nah, kalau kuota banyak, coba tonton video duel motor superbike MCN itu. Hasilnya mungkin mengejutkan haha… Kita fokus ke Gixxer ya. Di video itu, Gixxer hanya di posisi ke-4! Padahal untuk akselerasi 0-100 juara! Satu-satunya yang bisa di bawah 3 detik untuk 0-100Km/jam! Tepatnya hanya butuh 2.99 detik meninggalkan BMW S1000RR di posisi ke-2 dengan 3.10 detik! Untuk drag 402 meter, Gixxer 1000 juga numero uno, bisa di bawah 10 detik! Gixxer 1000 mencatatkan 9.98 detik, dan tempat ke-2 S1000RR dengan 10.10 detik! Artinya, secara akselerasi, Gixxer memang seng ada lawan!

Apa kelemahan Gixxer sehingga tak juara di test itu? Untuk performa, top speednya paling rendah rupanya dibandingkan superbike Jepang lainnya! Untuk power, doi tak sedahsyat klaim pabrikan… R1M dan ZX10RR masih lebih besar! Di sini, Suzuki hutang budi pada Honda yang powernya masih lebih rendah, bahkan terendah dibandingkan semua kontestan! Tapi tetap Honda juara test keseluruhan..memang, bagaimanapun juga, Honda lebih unggul wkwkwk…

Kelemahan Gixxer lainnya adalah pengeremannya yang paling buruk dibandingkan semua kontestan! Hmmm.. padahal sudah Brembo ya hihi.. namun, katanya paling ga gigit! Entahlah, harus dilihat lebih rinci lagi sih speknya, merk sama-sama Brembo, tapi tipe belum tentu sama kan…Gixxer juga ga juara karena dinilai mahal.. Malah CBR1000RR yang dianggap paling ekonomis harganya. Enaknya, lihat sendiri videonya, sekalian latihan bahasa Inggris hihi…

Blog Sesat sendiri merasa gemezz ingin melihat Gixxer 1000 ini turun di WSBK, meskipun ga optimis-optimis amat bisa langsung bertarung di podium sih, ya berkaca dari CBR1000RR dan R1M lah.. Namun, WSBK harus dijajal, apalagi tahun ini di MotoGP bisa dibilang sebagai tim paling mundur! Ianone pun kalau disurvey bisa dibilang pembalap tergagal hihi.. suksesan Lorenzo malah! Benar-benar pupus harapan, apalagi sempat diprediksi lebih buas dari Vinales..

Oke, gitu dulu Bro.. semoga Gixxer bisa turun lagi dan sesukses zamannya Troy Corser, Max Biaggi dan Max Neukirchner geber superbike asal Hamamatsu ini!

Blog Sesat sempat kepikiran, acara apa yang bisa dilakukan nanti sepulangnya ke tanah air setelah terlibat sebagai satu-satunya orang Indonesia yang terpantau melakukan percobaan pembuatan salted eggs on the sky yang tergolong proyek prestisius ambisius karena dilakukan tanpa meninjau metode yang sudah termanifestasi dalam memori kolektif sesuai dengan statusisasi dogma-dogma yang terhilirisasi di masyarakat marginal.

Blog Sesat terpikir untuk untuk menyelenggarakan lomba makan Kitekat sepuasnya. Daftarnya 5000 rupiah saja, boleh makan Kitekat sepuasnya! Yang menang boleh membawa pulang Kitekat peserta lain yang tidak dihabiskan! Mau ikutan Bro?

20170909_142613-1

*Teliti sebelum mendaftar!

Image result for motorklassikku ninja250

Penjualan Kawasaki Ninja 250R dua bulan belakangan ini kembali memuncak. Yamaha R25 dan CBR250RR dengan teknologi yang lebih canggih, power jelas-jelas mempecundangi Ninja 250, handling lebih lincah dibandingkan Ninja 250, harga bahkan terhitung ekonomis dibandingkan Ninja 250, desain lebih modern dan bengkel jauh lebih banyak, semua itu tak bisa menundukkan penjualan Ninja 250 setelah masa-masa bulan madu produk sayap kepak dan garputala berlalu.

Blog Sesat melihat ada banyak faktor, kami kasih 10 sajalah hihi…

1. Desain dan Ukuran!

Jujur, siapa yang paling besar dan memberikan aura moge? Ninja 250 kan? Yamaha R25 dan CBR250RR yang berkiblat ke desain Ducati justru malah terlihat kurang elegan! Yang suka desain modern memang suka, tetapi lebih mengincar anak muda yang agresif. Mereka-mereka yang lebih matang, melirik Ninja 250R. Masalahnya, yang matang itu yang lebih megang duit hihi…

2. Nama Besar

Naik Ninja! Itu jauh lebih menjual dibandingkan “Naik CBR” atau Naik R25″. Hmm mungkin seperti: “Naik Mercy” atau “Naik BMW” dibandingkan “Naik Audi” atau “Naik VW”. Meskipun semuanya asal Jerman dan setara, bahkan Audi punya produk lebih mahal, nama Mercy dan BMW sudah punya nama besar.

3. Karena Bukan Dirakit di Indonesia?

Percaya atau tidak, R25 dan CBR250RR yang dirakit di Indonesia lebih tidak menjual dibandingkan Ninja 250 R karena Ninja rakitan Thailand. Nasionalisme masih nomor sekian kah???

4. Variasi dan Parts

Buat yang doyan modif, faktor ini penting banget Bro… Menggulingkan Ninja tentu sesulit menggulingkan Yamaha Mio hihi..

5. Power Paling Kecil di Kelasnya

Yup, justru karena powernya paling kecil dan sudah terbukti kalah performa standardnya, naik Ninja 250 R tak butuh kebut-kebutan nguber R25 ataupun CBR 250RR. Hidup jadi lebih santai wkwk…

6. Bengkelnya Dikit!

Kesannya, Ninja 250 awet! Jarang ke bengkel!

7. Tidak Dijual Bebas!

Karena dealernya dikit dan tak buka stand di mana saja, kesan eksklusif pun terjaga..

8. Efek Sinetron!

Suka gak suka, jelas ini mempengaruhi demand!

9. Bebas Isu Recall

Dibandingkan R25 da kasus yang belakangan menimpa CBR250R, Kawasaki Ninja 250 terkesan bebas problema..

10. Secondnya Tetap Ludes

Banyak kan kabar tentang ini di berbagai media? Risiko membeli Ninja 250 pun menurun karena potensi dijualnya lebih mudah dan harga relatif bertahan.

20170625_172756-1

20170625_172741

20170625_172812

20170625_172704

Bagaimana tampilan foto-foto di atas? Buat orang Indonesia, mungkin menarik ya, tapi buat orang Belanda atau orang yang biasa di negara-negara Eropa barat, kota ini biasa saja. Ya, inilah kota yang sebenarnya sangat biasa dan kecil, tetapi penggemar MotoGP pasti kenal: Assen.

Kota Assen yang bisa dibilang tidak memiliki keistimewaan tertentu begitu mendunia namanya dan bisa hidup perekonomiannya karena adanya sirkuit Assen TT yang menyelenggarakan balap level teratas, yakni MotoGP dan WSBK. Belum lagi event-event balap negara-negara Eropa yang biasa diselenggarakan juga di negara Eropa lainnya. Sebut saja kejuaraan superbike Jerman yang salah satu sirkuitnya adalah Assen selain sirkuit-sirkuit di Jerman dan beberapa negara tetangga Jerman lainnya.

2017-09-22-21-28-50-1

Melihat begitu besarnya manfaat sirkuit untuk suatu wilayah, tak heran sekarang banyak pemda di Indonesia yang memang membangun sirkuit. Ya tentu jangan terlalu berkhayal ketinggian, untuk bisa sampai selevel sirkuit penyelenggara GP dan punya status legenda butuh upaya sangat besar dan berkesinambungan. Sirkuit saja tak cukup tanpa akses transportasi yang memadai kan.. Kecuali kalau sampai seperti Isle of Man ya wkwk.. Ini sih memang dahsyat, meskipun terpencil di pulau antara Irlandia dan Inggris, ribuan orang tak sungkan pergi ke sana untuk menyaksikan balapan tergila yang ada di muka bumi. Para pencinta balap tak sungkan pergi mengendarai motor ke sana dan tentu menghabiskan uang mereka di sana.

Kalau lihat sejarahnya, memang wajar.. balapan yang sempat dilarang ini memang sengaja dihidupkan lagi dengan segala kontroversinya demi meraih keuntungan finansial juga. Makanya namanya Tourist Trophy kan? Kan memang balapannya diselenggarakan dengan motif ekonomi untuk mengundang turis yang tentunya akan membawa keuntungan finansial bagi lokasi dan masyarakat sekitar tempat penyelenggaraan berlangsung. Memang justru sirkuit yang berbahaya dan balapan kontroversial itu punya daya pikat… Berhubung bisa dibilang Isle of Man tak ada saingannya, tak heran event ini tak perlu takut kekurangan minat pengunjung! Apalagi mereka juga mengizinkan pengunjung yang hampir pasti bikers tulen dan datang jauh-jauh dengan motornya untuk menggeber motornya di Mad Sunday, sebuah hari minggu yang membolehkan pengendara awam menggeber kendaraannya di lintasan TT tanpa batas kecepatan. Bahkan gara-gara Mad Sunday ini, ada polisi bermotor Jerman yang juga ikut siaga saat Mad Sunday untuk jaga-jaga kalau ada kecelakaan yang melibatkan orang Jerman.

Segitunya ya..pertanda memang event ini begitu besar! Dan itu hanya bisa ada kalau suatu tempat punya sirkuit! Eh, Isle of Man aja sirkuitnya jalanan umum doang kan hihi… Artinya, sirkuit pun harus dihidupkan dengan event-event yang banyak melibatkan segala lapisan! Kalau ada sirkuit, tetapi yang bisa pakai hanya kalangan berdompet tebal saja, ya masih banyak yang akan merasakan belum memiliki sirkuit sehingga menjadikan jalan umum jadi sirkuitnya..

Berburu tanda tangan sebenarnya mudah, asal ada duitnya. Nah, berhubung Blog Sesat yang makin menurun drastis hitsnya termasuk Blog Dhuafa Wa Fakir, tentu harus selektif dan mencari yang murah-murah saja.

Alhamdulillah, kalau rejeki memang ga ke mana.. dapat tandatangan Max Biaggi, pembalap yang bagi saya identik dengan Yamaha YZR 500 livery Marlboro Yamahanya, meskipun doi sempat jadi pembalap Camel Honda, Repsol Honda, Aprilia, Ducati, Suzuki WSBK, belum lagi Honda dan Aprilia di kelas 250cc.

20170920_145603

Nah, kartu bertandatangan Max Biaggi ini termasuk sudah tua, jadi bisa dibilang langka juga. Isinya seperti sebuah poster film. Tertulis MAX BIAGGI presents “The Max”: The Best Motorbike Show of the Year

Max Biaggi: first actor, Honda NSR 250: Co-Protagonist, Marlboro Helmets: Producer, In associate with Erv Kanemoto, On the Best Tracks of the World

20170920_145739

Berdasarkan motor yang digunakan, yakni Honda NSR 250 kilikan Erv Kanemoto, maka ini dibuat untuk musim 1997, setelah 3 musim sebelumnya, Massimiliano Biaggi alias The Roman Emperor berjaya di kelas 250cc sebagai juara dunia menunggangi Aprilia RS 250.

Yang menarik, ada nama-nama sirkuit untuk GP tahun 1997 itu. Dan, yup, ada Sentul, Indonesia! Dan di Sentul 1997 pun Biaggi berhasil menjadi yang terdepan dan di tahun yang sama pun berhasil menjadi juara dunia GP250, sebelum tahun 1998nya naik ke GP500 dan debutnya di race pertama GP Suzuka sangat impresif. Maklum, baru naik ke 500cc, langsung pole, fastest lap, dan juara menggeber Honda NSR 500 kilikan Erv Kanemoto.

Tak sengaza melihat poster ini yang menampilkan antara lain seorang DJ bernama DJ Bol, maka Blog Sesat tertantang untuk menerbitkan daftar nama DJ terbaik ala Blog Sesat. Well, Bro tentu paham, nama bagi seorang DJ harus khas, menjual dan mudah diingat. Maklum, bagi DJ, musiknya kan susah diingat wkwk…

20170920_205129

  1. DJ Gaal
  2. DJ lake Inn
  3. DJ Dott Inn
  4. DJ Rock Inn
  5. DJ Lace Inn
  6. DJ Moore
  7. DJ Buck
  8. DJ Tack
  9. DJ Raath
  10. DJ Lanin Adschaa

 

*Nama-nama yang ditampilkan bisa dipakai tanpa bayar royalti ke Blog Sesat.

Setelah percobaan pembuatan telur asin secara otodidak tanpa baca apapun gagal di pekan ke-2, sebenarnya masih ada 5 butir lagi yang tersisa dan terus terendam di air garam. Setelah percobaan yang 2 pekan asinnya rasa halusinasi, saya tambahkan garam lumayan banyak ke telur yang masih terendam. Di pekan ke-3, saya ambil lagi sebutir, dan rasanya, nyaris tak ada asin-asinnya alias tak ada perkembangan.

20170916_065311

Tak menyerah, saya tambahkan garam lumayan banyak. Setelah 4 pekan, bahkan lebih, saya lihat telur-telur tersisa mengapung. Wah, saya pikir, harus segera dikonsumsi sebelum jadi mubazir. Deg-degan juga sih, sayang kan buang telur 3 butir. Ternyata 3 butir telur ini berhasil terasa asinnya dengan jelas haha…

20170917_192309-1

Beda dengan yang tak terasa asin, yang berasa asin repot dikupasnya karena putih telurnya jadi menempel ke cangkang telur. Kuning telur pun beda, terlihat jauh lebih gelap. Rasanya ya lumayan Bro.. sudah bisa dibilang telur asin, meskipun belum layak jual…

Nah, dari pengalaman-pengalaman tadi, saya coba buat generasi ke-2nya hihi… Ini dia:

20170919_113352

Telurnya beda warna..beda merek soalnya wkwk.. Namun, sama-sama telur ayam. Bedanya, kali ini saya gosok dengan spon kasar cuci piring dan air garamnya saya buat jauh lebih pekat hingga air tak lagi berwarna bening. Tingginya kadar garam terlihat, ketika telur dicelupkan, telur-telur itu pada mengambang, padahal di air tawar saya test, telurnya tenggelam lho. Supaya telur tercelup, saya ganjal deh atasnya dengan spon dan saya tutup. Nah, kali ini, saya optimis berhasil jadi telur asin dalam 3-4 pekan hihi…

tersesat muter-muter

  • 1,828,110 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com