You are currently browsing the category archive for the ‘Ngelantur’ category.

Terima kasih sebelumnya sudah menyesatkan diri ke Blog Sesat. Untuk sepekan ke depan atau lebih, Blog Sesat berhenti dulu menyajikan artikel..

IMG-20181201-WA0003

Kalau ada kesempatan, Insya Allah kita jumpa lagi…

Tetap sesat, tetap semangat!!!!!!!!!

Iklan

Jangan melongo Bro.. Judulnya bukan hoax kok hihi…

Di sebuah acara yang mengangkat tema “pekerjaan berpenghasilan besar tanpa kuliah”, salah satu pekerjaan yang dikedepankan adalah tukang sampah. Suatu hal yang di Indonesia bisa dibilang tak bakal keluar ya kan.. Kalau di Indonesia, pekerjaan tanpa kuliah yang berpenghasilan besar bisa jadi yang keluar: pedagang, juragan kos, punya cafe, jadi artis dsb.nya hihi..

20181205_211452

Nah, apa yang membuat jadi tukang sampah di Jerman dianggap pekerjaan yang disukai. Tuh lihat gajinya: sebulan bisa dapat 3000-3500 Euro! Untuk ukuran Jerman pun gaji segitu termasuk besar.

Pekerjaan ini juga diminati karena jam kerjanya yang tak panjang. Syuting ini diambil di Hamburg. Di sana, jam kerja dimulai dari pukul 6 pagi, pukul 2 siang, para tukang sampah ini sudah bisa kipas-kipas Euro hihi.. Dalam setahun pun mereka dapat jatah libur 30 hari selain libur akhir pekan.

Tak heran tukang sampahnya kelihatan menikmati profesinya.. Apalagi di Jerman selentingan tentang pekerjaan tertentu dianggap rendah itu sangat minim. Saya pribadi tak pernah dengar di Jerman orang dihina atau diremehkan karena profesinya..

Ada kebanggaan tersendiri mengetahui ada buatan Indonesia yang menjadi bagian di pesawat komersial terbesar dan juga salah satu yang tercanggih saat ini, yakni Airbus A380. Selama ini kan taunya ini pesawat buatan Eropa saja, ya Prancis, Jerman dan Spanyol lah…

20181009_183616

Telat banget ya Blog Sesat baru tau sekarang hehe.. Ya baru taunya juga tak sengaja melihat salah satu cuplikan berita dalam negeri di Youtube. Wah, bahkan beritanya dari tahun 2016.. Ketahuan Blog Sesat kurang up date hihi..

20180922_142709

Tentu pembuat komponen untuk pesawat tak bisa sembarangan. Kualitas harus dipastikan nomor satu! Apalagi yang dibuat ini bagian depan sayap, harus kuat lah… bagian dari alumunium ini tentu harus dibuat teliti dan super presisi.

Siapa lagi kalau bukan PT. Dirgantara Indonesia yang punya kemampuan untuk melaksanakan tugas ini. PT. DI dipercaya Airbus untuk membuat bagian inboard outer fixed, leading edge dan drive rib sayap A380.

20181009_105644

Tak cuma itu, PT. DI juga punya andil membuat komponen sayap Airbus A320, yakni bagian leading edge skin (bagian depan sayap yang bisa turun ke bawah itu lho kalau pesawat mau take off atau landing), engine pylon (bagian yang menghubungkan mesin dengan sayap), dan drop nose (bagian pangkal sayap).

Dan terkejutnya lagi, PT DI sudah sejak 2002 terlibat ya.. Sejak 2002-2015 mereka sudah menyuplai 230 set komponen sayap A380. Hmmm.. Blog Sesat benar-benar payah nih intelijennya wkwkwk..

Ga papa lah.. gini aja sudah senang kok.. Di pesawat favorit ternyata ada buatan Indonesianya!

Monggo dicek sendiri ke sini:

 

Menyimpan logam mulia macam emas bisa jadi solusi bagi mereka yang ingin menjaga nilai uangnya atau ingin berhenti membiakkan tabungannya dengan bunga deposito. Nah, kalau emas batangan 100 gramm terlalu tinggi di angan-angan, emas 50 gramm pun masih jauh dari anggaran sekarang, emas 5 gramm pun belum cukup dananya, ada nih emas berukuran besar, 100 ribuan saja dan bisa dimakan wkwk… Maaf tidak nyambung, namanya kan Blog Sesat wkwk…

Ini dia penampakan bola emas itu:

20181121_172250-1

Gimana Bro? Jujur saja saya sempat tergiur ingin mencicipinya. Ya penasaran saja sih, soal rasa mah sama-sama saja sepertinya. Ada ide apa ya Ferrrero Rocher buat coklat Grand Ferrero Rocher yang berukuran besar macam kelapa parut begini? Jangan-jangan pengaruh kuliner Indonesia yang banyak jualan baso berukuran besar dan makin besar dan makin besar…

Namun, menimbang harganya yang lumayan (setara jatah beras Blog Sesat untuk 3 pekan) dan mengingat kalau dimakan langsung sampai habis takutnya bikin keleyengan gara-gara gula darah naik drastis, Blog Sesat memutuskan tak jadi beli..

#Artikelgapenting

 

“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali). Hari ini Indonesia kembali berduka atas kecelakaan pesawat yang terjadi..

Pagi-pagi, kabar inilah yang saya dengar.. Ketika pergi ke balai kota untuk mengambil visa yang sudah jadi, di videotron pun sudah tertayang berita duka ini:

20181029_083352

Ketika mengambil perpanjangan visa pun, si bapak-bapak yang bertugas menanyakan: Sudah dengar kabar pagi ini? (tanpa menyebut di mananya, tetapi karena dia tau saya dari Indonesia, ya saya jawab: sudah). Kami pun bicara singkat tentang keadaan di Indonesia. Menurutnya Indonesia lagi tak tenang..

Saya bilang, ya tenang-tenang saja, tergantung di daerah mana.. Memang sedang banyak bencana alam skala besar. Ditambah kecelakaan pesawat hari ini…

Dia bilang dia khawatir, karena anaknya akan ke Indonesia.. Ya saya bilang, wajarlah..namanya juga orang tua, mau segede apa itu anak juga tetap anak..

20181029_083359-1

Kejadian macam ini tentu sangat berat bagi yang ditinggalkan.. Bahkan bagi banyak masyarakat Indonesia, ini tentu akan tertanam dalam memori kolektif kita. Lebih berat juga tentu bagi yang pernah merasakan ditinggal orang tercinta karena kejadian serupa. Yang punya orang-orang tercinta yang bergelut di bidang penerbangan pun tentu juga akan dihinggapi was-was dan kekhawatiran.

Jujur, saya termasuk yang jadi was-was tiap kali terbang… Aneh, karena saya cinta penerbangan, menikmati dunia penerbangan, naik pesawat jadi hiburan tersendiri. Namun, belakangan ini, kesenangan itu bercampur juga dengan kekhawatiran. Salah satu aktivitas di waktu luang saya adalah menonton video-video aviasi. Yang menarik juga tentu mempelajari bagaimana kecelakaan-kecelakaan penerbangan terjadi. Pengetahuan tentang ini di satu sisi mengurangi rasa takut terbang, tetapi di sisi lain bikin takut juga. Karena hal-hal kecil bisa mengawali terjadinya kecelakaan pesawat. Ketika terbang, justru saya jadi sadar, betapa pemurahnya Allah mengizinkan kita bisa menjelajah bumi dengan sangat cepat. Betapa pemurahnya Allah dengan menjadikan jutaan penerbangan menjadi penerbangan yang selamat dan kita mendapatkan apa yang kita inginkan dengan penerbangan itu.

Oh ya, ada satu ayat yang selalu terlintas di benak saat terbang:

2018-10-29-08-49-43

Kalimat “Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih.” sungguh jadi yang mengingatkan saya jika dalam penerbangan, apalagi saat cuaca buruk, betapa kita semua bergantung pada Allah. Manusia dengan segala teknologi dan kepintarannya tak pernah bisa jadi jaminan keselamatan 100%! Pesawat baru dan cuaca bagus plus pilot berpengalaman pun tak menjamin 100%. Semakin kita tahu bagaimana faktor-faktor kecil bisa menyebabkan maut menjemput sebuah penerbangan, harusnya bisa semakin memudahkan kita memahami kalimat dalam Al Mulk ayat ke-19 ini.

Ayat ini juga yang dikatakan jadi awal Abbas Ibnu Firnas, cendikiawan Muslim pertama asal Spanyol yang memikirkan bagaimana caranya orang bisa terbang, jauh sebelum Leonardo da Vinci mengemukakan ide itu. Bahkan sang Maestro asal Italia itu dikatakan juga terinspirasi Ibnu Firnas.

Semoga yang ditinggal bersabar dan yang pulang ke Tuhannya pulang dalam segala keridhoanNya…

Berapa harga helm yang biasa dipakai pembalap WSBK atau MotoGP? Ya helm balap merk Arai, Shoei dan selevelnya sudah bisa diperoleh dengan harga 600-700 Euroan. Ya di bawah 1000 Euro buanyak lah.. Nah, helm yang akan kita bahas ini jauh lebih mahal. Oh ya, ini helm massal ya, siapa saja bisa beli, bukan helm yang dibuat khusus dan ditaburi batu mulia (kalau ada lho..). Mau lihat tampilannya? Ini dia..

Nah..gitu doang tuh… Helm massal termahal itu ternyata tanpa visor hihi..yup, bayar mahal pun masih kelilipan! Ya bisa diorder sih visornya..

Desainnya retro, sepintas terlihat lumayan sih, tetapi biasa aja kalau harus dijuluki helm termahal. Bikin ganteng juga nggak wkwk..Jangan terpengaruh modelnya yang sepintas mirip MM93 ya..

Der Helmhersteller Veldt hat sich mit dem italienischen Luxusschuhhersteller Berluti zusammengetan.

Kalau kita lihat detailnya, hmm keren juga lama-lama.. Helm ini dibuat kerjasama antara produsen helm, yakni Veldt (sangat awam bagi Blog Sesat) dan produsen sepatu lux asal Italia, yakni Berluti (Ini juga sama sekali belum pernah Blog Sesat dengar).

Herausgekommen ist der wohl teuerste Helm der Welt.

Der Veldt Berluti basiert auf dem Jethelm V-1.

Basisnya adalah Jethelm V-1 yang terbuat dari carbon… Hmm pantas, dari carbon sih, ya okelah jadi mahal.

Bagian dagunya bisa dilepas. Dari jauh seperti helm murah malah ya.. Padahal material carbon itu dilapisi busa dan kulit berkualitas sangat tinggi. Ya namanya juga barang lux..

Untung saja Blog Sesat ga naksir. Kalau naksir, berabe juga. Maklum, helm yang beratnya tak sampai 1000 Gramm ini harganya mulai 3215 Euro! Bisa dapat 4 helm balap selevel Arai atau Shoei..

sumber: https://www.motorradonline.de/motorradhelme/veldt-berluti-teuerster-helm-der-welt.1036788.html

Dengan diluncurkannya BMW S1000RR terbaru di EICMA nanti, BMW juga menyatakan ingin kembali lagi ke ajang WSBK secara lebih serius. Memang sekarang masih ada S1000RR di lintasan dan ga malu-maluin lah dibanding pabrikan besar macam Honda, tetapi tim itu sudah lepas dari campur tangan BMW kan..

Markus Reiterberger ist frisch gekürter Superstock-Europameister.

BMW pasang target tak muluk-muluk, mereka hanya ingin meramaikan barisan depan. Target yang terbilang wajar.. Mengingat yang sekarang saja ada di papan tengah. Pembalap yang diandalkan pun lumayan, mereka mengincar Tom Sykes yang akan hengkang dari Kawasaki. Mantan juara dunia WSBK 2013 ini akan ke BMW setelah membalap 228 kali selama 9 tahun untuk geng ijo.

Sykes akan didampingi juara Eropa tahun ini di kelas superstock, yakni Markus Reiterberger. Di 2016 dan 2017, Reiterberger sudah merasakan persaingan di WSBK, jadi bukan anak bawang juga..

BMW sendiri tak mau terlalu repot mengurusi tim balap mereka di WSBK, untuk itu mereka kerjasama dengan Team Shaun Muir Racing (SMR) yang tahun ini masih mengandalkan Aprilia. SMR akan mengurus logistik dan hospitality plus sebagian besar crew, sedangkan BMW mengambil alih sektor elektronik dan membangun mesin di departemen balap mereka…

Hmmm, patut ditunggu nih.. Blog Sesat jadi tergoda lagi mau nonton WSBK ke Assen hehe..

Sumber:

https://www.motorradonline.de/superbike-wm/bmw-in-der-superbike-wm-2019-mit-sykes-und-reiterberger.1036780.html

Motor nasional…. Hmmm, sudah ada sih.. ya katanya motor nasional.. Sayangnya masih seperti kurang dilirik pihak yang harusnya bisa mensupport, baik dari segi dana, kebijakan maupun pemberitaan.

20181002_110056

Abaikan fotonya ya.. Ini entah motor roda tiga buatan mana.. Masa iya buatan Austria? Ini bukan KTM yang itu kan..meskipun sama-sama oranye hihi…

Namun, motor roda tiga justru lebih logis! Kendaraan ini tentu diperlukan bagi sektor-sektor macam pertanian atau sektor perkebunan. Sektor perikanan pun bisa juga memanfaatkannya kan. Meskipun kendaraan macam ini tak akan jadi kebanggaan, tetapi nilai gunanya lebih bisa dinikmati. Dan persaingan produksi motor roda tiga tentu belum seberdarah-darah roda 2 dan roda 4 kan..

Hanya saja roda 3 seperti masih sebatas motor dengan bak di belakang saja, padahal kalau didesain yang bisa untuk dagang atau transportasi menarik juga. Mungkin bisa lirik-lirik gaya ala Piaggio Ape.

20181002_110108

Lebih bagus lagi tentunya jika ada dukungan untuk pabrikan motor nasional yang menggunakan tenaga listrik. Masa depannya kan ke arah sini.. Ngapain lari dari Monas ke Ancol dulu kalau yang lain-lain sudah mau menuju ke daerah puncak?

Adanya motor nasional macam Gesits sudah oke banget.. Yang semacam ini layak lebih diperhatikan. Perlu didukung kualitas dan pengembangannya. Memang sudah tampak kok dukungan dari pemerintah, tetapi kesinambungannya perlu diperhatikan. Aturan bebas pajak atau pajak rendah untuk motor tanpa emisi ini perlu dipertimbangkan juga agar lebih banyak yang beralih. Kalau pajaknya tinggi seperti motor konvensional ya susah juga..

Di penghujung bulan September 2018, Blog Sesat kembali tersesat ke Yogyakarta. Sempat galau mau naik apa. Maksud hati ingin naik motor, ya mengulang nostalgia dengan si Excel Rose lah, tetapi si Excel Rose sedang dalam keadaan tidak hidup dan lama tak dipakai. Selain itu waktu tempuh yang butuh enaknya 4 hari tak ada, belum lagi di Yogyanya 2 hari. Wah, butuh 6 hari, waktu segitu terlalu banyak saat urusan lain juga masih butuh perhatian. Akhirnya ya naik pesawat haha… Ya pulang pergi 800 ribuan lah.. Kamis sore berangkat, Sabtu malamnya sudah kembali lagi ke Jakarta. Kalau naik motor Excel Rose si Vespa Excel korek harian sih bensinnya plus oli samping sekitar 300 ribuan. Namun, kalau dihitung dengan makan selama perjalanan dan kalau ada biaya nginep, tentu naik pesawat jatuh-jatuhnya bisa lebih murah hihi..

20180927_163826(1)

Berangkat naik Air Asia.. Harusnya sekitar jam 3 berangkat, tetapi pending jadi jam 5an. Ya ga papa sih..kebetulan ga buru-buru.. Di ruang tunggu pun jadi dapat KFC dan air mineral hehe… Ya mending pending di bawah sih, sebab seorang rekan dengan pesawat lain pendingnya muter-muter di udara karena bandara Adi Suciptonya penuh.

20180927_180644

Penerbangan terasa menyenangkan. Cuaca relatif bagus. Dan pilot landing dengan mulus hehe…

Oh ya, serunya di Yogya itu, kita bisa turun dari pesawat tanpa garbarata alias jet bridge. Menyenangkan buat saya yang suka melihat-lihat pesawat.

20180927_181002

Dengan ini, kesempatan untuk foto-foto pesawat pun lebih terbuka. Belum lagi menikmati desingan dan merasakan angin bandara hihi…

20180929_195905-1

Pulangnya saya naik Nam Air. Beda dengan keberangkatan yang dipending, pas pulangnya di Sabtu malam ini justru dimajukan 1 jam hihi.. Alhamdulillah bukan jadi masalah untuk saya. Dan saya menikmati penerbangan dengan Boeing 737-500 ini. Seru juga membandingkan Boeing yang memang kecil ini dengan yang 777. Doi butuh jarak sedikit saja untuk take off. Penerbangan menyenangkan..di udara lumayan lah dapat biskuit dan air mineral hehe..

Saat landing pun mulus… Dan serunya saat landing ada pesawat lainnya yang lebih di depan yang landing di Terminal 1. Seru juga mengamati pesawat lainnya yang sedikit lebih di depan pararel landing dengan pesawat yang saya naiki.

20180929_195959

Oh ya, ini foto yang saya ambil waktu mendarat di Adi Sucipto: Boeing 737-500 Nam Air.. si pesawat khas bermesin gepeng hehe.. Gepeng karena ini pesawat memang dirancang rendah, supaya bongkar muat dan ini itunya tak merepotkan dan bisa menjangkau airport-airport daerah yang peralatannya memang tak biasa melayani pesawat-pesawat besar.

20180927_180549

20180927_180600

20180927_180613

Sampai di tujuan dan bisa memandang pesawat di saat matahari baru terbenam.. wah, buat Blog Sesat itu sebuah rejeki hehe..

Ini dia tampilannya!!!

20180304_123307

Hoax?????

Weitsss…

Kan Blog Sesat bilang bisa jadi hihihi…

Kenapa sebuah barang itu mahal?? Tentu ada berbagai faktor. Kebanyakan karena kelangkaannya. Namun, nilai sejarah bisa juga memberikan nilai nominal di suatu kendaraan. Misalnya kendaraan bekas orang besar atau pernah dipakai untuk acara tertentu oleh orang kenamaan, tentu punya nilai lebih. Sebut saja Honda CB100 yang dipakai untuk syuting Dilan 90, buset dijual 50 juta wkwk… Entah itu hoax atau bukan atau benar dan sudah laku atau belum..

Kembali ke foto.. Vespanya bukan harus Vespa mahal dan Vespa yang ini. Bisa juga Vespa lainnya.. Nah, coba ikuti trik ini..Buat Vespanya penuh tandatangan seperti Vespa di foto. Namun, supaya harganya melambung tentu harus ditandatangani orang penting.

Kalo Sampeyan punya Vespa yang ditandatangani RI1 dari pertama sampai sekarang, dijamin Vespa itu salah satu Vespa termahal di Indonesia.. ya udah ga mungkin toh ada tandatangan RI1 pertama dan kedua…

tersesat muter-muter

  • 2.144.082 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com
Iklan