You are currently browsing the monthly archive for Februari 2017.

Biasanya ketemu motor Jawa yang bukan van Java ukurannya cukup besar. Namun, kali ini, saya ketemu motor asal Cekoslowakia ini dalam ukuran mini. Mesin tidur 2 tak entah kapasitas berapa memang mirip dengan motor-motor Jerman Timur sejenis dan sezamannya. Velgnya pun juga sama mininya, mungkin ukuran ring 14. Hmmm, lumayan buat inspirasi kalau ada yang mau modifikasi Honda Win atau Suzuki A100. Yang seru sih kalau buat modifikasi Suzuki A100 karena sama-sama 2 tak, dan korek dikit, maka kecepatan 120 Km/jam relatif mudah diraih hehe.. Ini dia penampakannya:

20170226_124143

 

20170226_124157

20170226_124125

20170226_124101

20161008_133449

Waktu ketemu Honda VFR800F ini di Intermot Köln 2016, saya merasa ini motor kalem sekali dan biasa saja. Maklum, di dekatnya ada RC213V-S dan Fireblade anyaaaar.. Saya baca-baca, motor yang dibanderol 1190 Euro ini tak mudah dijual, bahkan ketika harganya lebih murah 350 Euro dibandingkan model sebelumnya. Bukan karena VFR 800 F yang sekarang generasi ke 6 ini ada saingannya, yakni BMW F800 GT dan Triumph Sprint GT plus Kawasaki Z1000SX. Belum lagi saingan dengan motor bekasnya haha..maklum, di Eropa kabarnya ada 75000 unit VFR yang generasi terbarunya ini punya sebutan lain RC79.

20161008_133500

Sebenarnya kalau dilihat-lihat keren juga sih, masih ada arwahnya RC30 atau RC45 di motor ini. Dan bahkan saudara jauhnya, NR750 pun juga mengusung mesin V yang saat ini versi racingnya tentu ada di RCV. VFR800F yang kapasitas tankinya dikecilkan 0,5 liter jadi 21,5 liter tetap diklaim bisa menempuh jarak yang sama, diklaim 457 Km! Yup, motor berteknologi V-TEC ini memang irit. Di bawah 7000rpm, hanya 2 klep per silinder yang terbuka demi efisiensi, pas menembus 7000 rpm, baru ke-empat klep per silinder melayani dahaga ruang bakarnya. Oh ya, perawatan spesial VTEC ini perlu tiap 25000 Km dan dikatakan makan waktu sampai 5 jam. Hmmm.. ga murah berarti… Tapi, untuk sampai 25000 Km, di Jerman mah makan waktu bisa bertahun-tahun.

Meskipun motor touring, powernya yang 106PS@ 10.250 rpm dan torsi maksimum 75Nm @8500 rpm ini cukup banget lah. Kapasitas mesin 782 ccnya sanggup mengantarkan motor berbobot 245 Km ini dalam 3,6 detik dari 0 ke 100 Km/jam. Top speed 242 Km/jam pun dirasa cukup buat motor yang dianggap supernyaman ini.

20161008_133528-1

Oh ya, motor berkopling hidolik, jok bisa ditinggi-rendahkan dan berteknologi fly ride by wire ini dikenal rapi dan manteb finishingnya. Masih ingat kenapa saya bilang GSX-R125 buatan Suzuki di Tambun tidak rapih? Nah, itu gara-gara sebelumnya saya habis ngulik RC79 ini! Lihat sendiri, haluuuus bin rapi… Oh ya, kualitasnya cukup awet, coba nih bandingkan dengan satu-satunya moge yang ada di Hamm Oldtimermarkt kemarin:

20170226_113810

Entah, apakah ini generasi pertama (RC46) atau bukan… Namun kelihatan banget ya masih kinclong dan segar!

20170226_113816-1

Sampai kaca-kacanya masih bening kaya ga pernah kena hujan haha.. Soal mesin mah jangan ditanya. VFR series dikenal awet Bro, umur mesin yang bisa sampai 200.000 Km lebih bukan hal aneh buat penerus RC-series ini.

*Data VFR800F yang saya ambil dari sumber adalah edisi 2014, belum tentu sama dengan yang di foto.

Sumber: http://www.motorradonline.de/einzeltest/honda-vfr-800-f-im-top-test.562746.html

Minggu 26 Februari lalu, saya tersesat ke Hamm-Oldtimermarkt di kota Hamm, ya hanya 40 menit lah naik kereta dari Bochum melewati Dortmund. Lumayan banget karena saya mulai suntuk hehe, tiket pun harga mahasiswa hanya 4 Euro saja. Terbayang serunya waktu acara Oldtema Erfurt dulu yang lumayan ramai dan berskala besar. Nah, sesampai di lokasi seteah jalan kaki dari stasiun selama 30 menitan (malas nunggu bus yang juga ada tiap 30 menit), sampailah saya di lokasi. Tadaaa

20170226_113800

Memang saya tau tidak akan terlalu besar, tetapi tidak menyangka juga sekecil ini hehe…

20170226_124226

Motor pengunjung pun hanya ini, tidak ada moge-moge layaknya acara di Erfurt 8 atau 9 tahun lalu haha… Yang hadir motor-motor 2 tak terbitan Jerman Timur. Tak ada pengunjung-pengunjung yang naik motor BMW, Ducati klassik atau Harley..

20170226_115158

Pas masuk ke dalam, untungnya ada beberapa mobil yang dipamerkan dan dijual. Ada beberapa motor juga..Yang menyelamatkan acara ini adalah standnya Motoguzzi. Nanti saya tampilkan di artikel lainnya ya..

Yang doyan miniatur, bakal lumayan puas di sini. Beberapa menjajakan miniatur dan juga majalah-majalah kendaraan oldtimer.

Banyak juga yang jual parts mobil dan motor klassik. Tentunya harus benar-benar jeli di sini dan sabar ngubek-ngubek satu persatu stand penjual. Wah, sekilas saya merasa seperti di pasar loak macam Poncol di Pasar Senen hehe…Ya, lumayan lah buat ganti suasana..

20161008_132149

Karena ada kewajiban lain yang perlu konsentrasi dan waktu yang cukup, ngeblog dalam situasi ini menjadi aktivitas yang kurang baik bagi saya. Maunya nulis artikel, tetapi berisiko menelantarkan yang lain. Untuk itu, 10 hari kedepan, Blog Sesat berhenti mengebul dulu asap knalpotnya…

20160929_152420

Sampai jumpa lagi……

Profesor biasanya memberikan ilmu yang bisa membuat kemampuan kita meningkat. Petunjuk profesor memberikan arah dalam penelitian sehingga lebih terjamin, penelitian sedang berjalan efektif dan tidak tersesat. Nah, suatu hari profesor saya memberikan sesuatu yang berbeda. Dari nominal jelas tidak ada harganya, harganya hanya 200 rupiah. Namun, dari 200 rupiah itu, ada banyak cerita. Orang-orang Indonesia yang lahir di tahun 80an dan sebelumnya pasti masih punya kenangan tersendiri dengannya. Ini dia pemberian itu, sesuatu yang beliau dapat saat pernah tersesat ke Indonesia dulu:

20170211_000533

Memang bukan favorit kita dulu, koin 100 rumah gadang yang bisa buat kerokan wkwk… Namun, ada rasa yang berbeda bisa ketemu koin 50an lama yang materialnya masih lebih berbobot dibandingkan koin sekarang…

Dua hari ini langit sangat cerah, matahari bisa leluasa melepaskan cahayanya ke permukaan bumi. Suhu Yang meningkat hingga belasan derajat membuat orang-orang yang senang naik Motor melepaskan kerinduannya. Di musim dingin, sangat jarang orang naik Motor di Jerman. Kalaupun ada, itu yang benar-benar bikers super,  atau terpaksa keadaan hehe..atau yang banyak keluar cuma skutik-skutik kapasitas kecil saja. Nah, begitu cerah, deru-deru moge pun mulai terdengar hehe..Ini Salah satu contohnya:

20170214_155115-1

Kalau Honda punya CB, Yamaha dulu punya Fazer. Motor yang digunakan dari R-series yang diperjinak, rangka deltabox dan Kaki-kaki balap pun ditanggalkan. Hasilnya, moge harian yang jinak, ekonomis, tetapi daya tahan mesinnya tak perlu diragukan.

20170214_155010-1-1

Fazer bisa dibilang lumayan khas tampilannya. Jauh dari kata garang sih dibandingkan R-Seriesnya. Lampu depannya mirip Honda NR750 yang buat ukuran sekarang terlihat biasa saja dan tidak ada kesan agresif. Buat saya pribadi sih, yang paling keren dari motor ini adalah desain lampu remnya! Dan desain ini bisa saya nominasikan sebagai salah satu lampu rem terkeren di moge nonklassik.

mrd232016interview-suzukijpg

Wawancara Toshihiro Suzuki, bos baru Suzuki sejak musim panas tahun lalu yang menggantikan Osamu Suzuki, membocorkan pergerakan Suzuki kedepannya. Si bos mengakui, Suzuki sedang butuh waktu untuk “menyembuhkan dirinya” selepas masa krisis moneter. Doi menjelaskan, memang saat ini omset Suzuki roda dua dibandingkan roda empatnya kecil, cuma 8%! Kebangkitan Suzuki akan fokus ke GSX series, S-series, V-Strom series dan Burgman series. Suzuki pun menyadari, Saat krisis moneter, justru pasar motor di Indonesia, India dan beberapa negara Asia meningkat. Doi pun menyebutkan ingin memanfaatkan kesempatan ini dan menyediakan motor-motor sesuai dengan kebutuhan pasar. Untuk Eropa, mereka sadar untuk menyediakan motor yang lebih sporty, makanya mereka melahirkan Gixxer 1000 anyar dengan segala kecanggihannya sebagai flagship mereka.

Saat ditanya, apakah Suzuki akan mengembangkan mesin 3 silinder, si bos bilang, tertarik, tetapi Suzuki masih dalam masa penyembuhan hehe.. Saat ditanyakan, apakah mereka akan mengeluarkan motor retro, si bos menjawab, Suzuki sedang mempelajari segmen ini dengan intensif.

Nah, di sinilah Blog Sesat mau mengompori! Buat apa tunggu lama-lama, motornya sudah ada! Kalau paling gampang ya keluarin TS 125 lagi wkwk..tapi tentu sulit, karena itu Motor 2 tak. Nah, Suzuki masih punya VanVan 200 dan 125 lho!

280suzuki-preise-2017suzuki-van-van-200jpg

Suzuki VanVan 200 di Jerman dilego 4390 Euro, lebih murah 100 Euro dibandingkan Suzuki GSX-R125 yang dibanderol 4490 Euro! Coba, masa VanVan 200 kalau dilepas di harga 27 jutaan tidak laku? Memang bakal tak laku banyak, tapi Vanvan sebagai Motor hobi akan membawa naik nama Suzuki! Yang doyan motor laki klassik dari pabrikan Jepang kan saat ini hanya difasilitasi Kawasaki dengan Estrella. Masalahnya, Estrella harganya dianggap selangit!

Atau, kalau masih kurang murah, Suzuki masih punya VanVan 125. Harganya hanya 3590 Euro saja! Soal keren, tak kalah lah sama yang 200ccnya:

290suzuki-preise-2017suzuki-van-van-125jpg

Sumber: http://www.motorradonline.de/vermischtes/interview-mit-toshihiro-suzuki.793066.html

Harga Suzuki GSX-R 150 di Indonesia yang tidak sampai 28 juta rupiah di masa promo pasti membuat anak-anak Jerman iri pol! Maklum, di Jerman, motor yang dijual versi 125cc plus ABSnya ini dibanderol lumayan mahal ternyata.

20170213_173122

Peminat Gixxer berkapasitas paling kecil ini harus keluar duit sebanyak 4.490 Euro Bro! Kalau kita pakai kurs 1 Euro 14000 rupiah, artinya setara Rp. 62.860.000! Yup, setara motor 250 cc anyar 2 silinder lho di Jerman!

Memang ini di Jerman ya, tapi coba saya bandingkan dengan harga Yamaha R3 ya yang sama-sama asal Indonesia. Jadi, setelah membandingkan, Bro akan paham, kenapa yang beli Gixxer 150 sekarang ini bisa dibilang beruntung, maksudnya ga bayar produk yang 0verpriced!

20170213_173302

Tuh, harga Yamaha R3 di Jerman adalah 5695 Euro. Dengan kurs 1 Euro 14000, maka satu unit Yamaha R3 di Jerman setara 79.730.000 rupiah!

Btw, dengan duit 4000 Euroan di sini sudah bisa dapat 3 unit Honda CB200 lho hehe…

Ya begitulah, lain padang lain belalang…

 

Honda NR 750

Judul itu mencerminkan kebingungan saya, ini motor mau dikategorikan sebagai motor apa. Mau dibilang klassik, terpenuhi banyak kriteria, kecuali umurnya yang masih relatif muda. Yang paling bikin aneh kalau dibilang klassik tentunya teknologi yang dia miliki. Teknologi kaki-kaki yang sampai hari ini secara nama tak bisa dibilang lebih canggih: lengan ayun pro arm dan suspensi USD. Fairing pun dari carbon fibre. Setang piston pun sudah titanium dan masih banyak lagi. Bahkan di samping RC213V-S pun, NR 750 yang harganya dulu 100.000 DM di Jerman ini mash terlihat ga malu-maluin secara teknologi dan desain! Motor yang di foto ini milik seorang kolektor yang mengundang wartawan Motorrad untuk mencobanya. Tentu sebuah keberuntungan mengetest motor yang hanya ada 300 unit ini. Kata si pemilik, motor semacam ini jelas sangat sulit untuk diproduksi lagi. Berdasarkan perhitungan doi, harga 100.000 DM itu sebenarnya murah, bahkan dia bilang, Honda rugi bisa 100.000 DM per unitnya! yup, menurut dia, motor ini layak dibanderol 200.000 DM!

Si pemilik ini berhasil mendapatkan motor yang nilainya makin lama makin mahal ini dari Italia. Wajar, hanya 300, dan untungnya sih katanya dari 300 unit itu kondisinya hampir bisa dipastikan bagus semua, maklum, para pemiliknya terlalu sayang menggunakan motor yang teknologinya lebih edan bahkan dibandingkan motor superbike dan GP500 saat itu. Bahkan, ban yang terpasang masih original haha…

Motor V4 750cc ini sebenarnya ide kelahirannya sudah sejak tahun 70an. Tahun 1978, Honda menciptakan NR500 untuk terjun di ajang GP500. Melawan motor 2 tak yang bertenaga 2xnya motor 4 tak dengan kapasitas yang sama di putaran mesin yang sama. Nah, supaya tenaga 4 taknya bisa nguber, Honda berpikir untuk membuat motor 4 tak dengan rpm tinggi untuk mengejar power 2tak. Untuk itu, Honda merasa butuh jumlah silinder 2xnya 2 tak, nah, berarti Honda butuh mesin 8 silinder 500cc untuk melawan mesin 4 silinder 2 tak. Masalahnya, regulasi GP500 membatasi jumlah silinder maksimal hanya 4 silinder!

Untuk itu, Honda mengakalinya dengan membuat motor berpiston oval, jadi ceritanya 2 piston disatukan dalam 1 silinder. Honda pun berhasil membuat mesin ini dan mengatasi permasalahan kebocoran kompresi yang muncul ketika desain piston itu tidak bundar. Mesin NR 500 berupa V4 dengan 8 klep dan 2 busi per silinder. Satu piston pun diteruskan tenaganya oleh 2 setang piston. Dengan stroke pendek yang memungkinkan putaran mesin tinggi, mesin NR 500 mampu menghasilkan 115 PS/ 17.500 rpm. Meskipun begitu, NR 500 gagal menghadapi keperkasaan mesin-mesin 2 tak 500cc.

Gagal di tahun 1978, Honda balik lagi tahun 1987 dengan NR 750 yang merupakan pengembangan NR 500. Kali ini bukan di GP500, tetapi di balap Le Mans yang merupakan balap motor yang mementingkan ketahanan motor. Dengan tenaga hampir 160 PS/ 15.500 rpm, NR 750 memperoleh tempat start ke-2. Tenaga segitu jelas di atas rata-rata para pesaingnya yang baru mampu memiliki power sekitar 130PS. Hanya saja, saat balap, NR 750 mengalami kerusakan. Meskipun begitu, keperkasaannya sudah sempat disaksikan di balapan ini. Karier balap NR 750 pun diakhiri oleh FIM yang melarang penggunaan piston oval tak lama setelah itu karena dianggap terlalu tampan.

Nah, mesin V4 750cc ini akhirnya dijadikan mesin untuk motor jalanan. Versi masalnya cukup diberi kemampuan 125 PS/ 14000 rpm dan bobot 230 Kg. Melihat power dan bobot, jelas NR 750 bukan lagi menjadi motor balap murni. Orang lebih melihatnya sebagai motor touring. Yup, masih ada Honda CBR 900 yang bobotnya belasan Kg lebih ringan dan tenaga lebih besar. Lagi pula, NR 750 harganya bikin dompet orang tajir pun bisa ketar-ketir. Makanya, motor yang disebut juga RC40 ini pun lebih sering dijadikan pajangan.

Sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/honda-nr-750-im-fahrbericht.793152.html

20170210_115906

Waduhh.. apalagi nih? Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan wacana untuk menerapkan pajak berdasarkan angka emisi karbon yang dihasilkan oleh semua kendaraan bermotor. Jadi, motor atau mobil yang knalpotnya berasap bakal kena tilang berupa pajak emisi.

Pernyataan itu seperti dikutip dari detik.com. “Pajak kendaraan berdasarkan emisi karbon? Nantinya akan berlaku untuk semua kendaraan. Memang nanti yang memutuskan itu Kementerian keuangan. Tapi paling tidak dari kami memberikan usulan saja, kalau boleh struktur pajaknya seperti ini (menerapkan pajak berdasarkan emisi karbon yang dihasilkan),” kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Putu, di kantor Kemenperin Jakarta.

Namun ini baru sekadar usulan. Kata Putu, usulan ini tidak akan merugikan Agen Pemegang Merek (APM) dan negara yang menerima pajak. Jadi, siap-siap saja motor yang knalpotnya berasap bakal kena pajak emisi. (www.motorplus-online.com)

Itulah Yang terpampang di motorplus-online hari ini. Bagaimana reaksi Blog Sesat menghadapi wacana ini?

Hmmm… ada beberapa hal yang bisa dipertanyakan di sini.

Waduhh.. apalagi nih? Baru-baru ini pemerintah mengeluarkan wacana untuk menerapkan pajak berdasarkan angka emisi karbon yang dihasilkan oleh semua kendaraan bermotor. Jadi, motor atau mobil yang knalpotnya berasap bakal kena tilang berupa pajak emisi.

Jika berdasarkan angka emisi karbon yang dihasilkan oleh semua kendaraan bermotor, mengukurnya berarti satu persatu kan. Apakah tiap perpanjangan STNK nanti kendaraan akan dikukur emisinya???? PR kepolisian sudah banyak lho Yang belum dikerjakan dengan konsisten, ini mau ditambahkan lagi PRnya???

Kalau dikatakan, motor atau mobil yang knalpotnya berasap bakal kena tilang berupa pajak emisi, waduh, PR kebisingan knalpot saja belum diselesaikan. Bagaimana implementasinya nanti di lapangan? Lalu, motor 2 tak bagaimana?

Kalau memang berdasarkan emisi karbon, amannya ya dari baru sudah ditentukan pajaknya berdasarkan pengukuran emisi kendaraan itu ketika masih baru. Artinya, satu jenis kendaraan ya harus sama rata kalau mau ada pajak emisinya.

Ah sudahlah wkwk..Yang pasti yang paling dirugikan oleh artikel Motorplus kali ini adalah Yamaha! Lihat saja fotonya…Sebagai media profesional, harusnya mereka bisa memakai foto yang tidak provokatif dan hasil jepretan wartawannya sendiri.

http://read.motorplus-online.com/read/gfz/17/0/Knalpot-Berasap-Bakal-Kena-Tilang

 

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com