You are currently browsing the monthly archive for Desember 2009.

Sehubungan dengan situasi perusahaan yang semakin tidak menentu, rapat direksi dan pemegang saham Blog Sesat ini akhirnya memulangkan segenap karyawan, petugas keamanan, kebersihan, paranormal, paraabnormal, parahampirnormal dan sebagainya. Blog sesat akan tutup hingga jangka waktu yang tidak ditentukan. Mohon maaf atas kesesatan-kesesatan yang pernah ditimbulkan. Segenap pengurus Blog Sesat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bro-Bro sekalian yang telah tersesat kemari. Tetap Sesat Tetap Semangat!!!!!!!!!!!!!!!

Keterangan foto: Salah satu karyawan Blog Sesat yang stress dirumahkan dan menghabiskan waktu dengan mabuk-mabukan mengkonsumsi “miras” (minuman rasa pedassss).

Tenang… Blog Sesat tidak sedang meniru Blog Semprulnya Lekdjie. Judul diatas semata-mata memenuhi request Bro Lekdjie yang pernah minta artikel Suzuki Katana 1100 dan 1000, tetapi saya tulis yang 1100 saja ya, sebab inilah biangnya Katana. 

Seperti Bro tahu, Katana adalah pedangnya Samurai yang terkenal sangat runcing dan memiliki paduan kekuatan dan kelenturan yang luar biasa (yang asli lho-red). Nama Katana ini sesuai dengan desain Suzuki Katana yang memang mencincang norma-norma superbike Jepang yang sudah eksis sebelumnya. 

Katana tampil mendobrak dengan desain tanki yang menyatu dinamis hingga buritan dan sudah dilengkapi dengan windshield. Motor yang dirancang tim Target Desain asal Jerman yang dulunya merancang BMW R 90 S ini sebenarnya berbasis GSX 1100. Hanya saja, desain orang-orang Jerman membuat penampilannya sangat sporty dan menyapa imajinasi bikers pencinta sport dan desain exotis.
Berbeda dengan GSX 1100 yang masih konservatif layaknya motor sekelasnya zaman itu, Katana 1100 dirancang agresiv dan memenuhi nafsu para pencinta motor sport. Posisi pengendaranya tidak lagi tegak, tetapi cukup membungkuk. Ini didapatkan dengan mengganti segitiga setang GSX 1100 dengan yang baru yang desainnya memungkinkan penempatan setang lebih rendah. Posisi pengendara seperti ini ditambah dengan adanya windshield semakin memaksimalkan top speed Katana perdana ini.

Tentunya pengendara motor sport tidak akan puas dengan desain agresif saja. Karena itu, Suzuki pun memperbaiki performa mesin GSX 1100. Modifikasi airbox, karburator, kem buang dan penggunaan spul yang lebih ringan membuat tenaga mesin melonjak 11 PS lebih kuat, tepatnya hingga menjadi 111 PS @8500 rpm. Motor berbobot full tank 247 Kg ini memiliki torsi yang besar dan power band yang luas. Ini tidak lepas dari teknologi TSCC (Twin Swirl Combustion Chamber) yang juga bisa dijumpai di Thunder 250. 

Dalam keadaan diam saja, desainnya sudah menunjukkan, ini motor cepat! Saat dikendarai, ternyata lebih cepat lagi! Akselerasinya membuat bikers tercengang dan langsung rajin menabung untuk menggebetnya. Top speed asli mencapai 225 Km/jam termasuk sangat dahsyat untuk ukuran tahun 1982, saat motor ini diluncurkan.
Suzuki pun tidak sebatas mengupgrade mesinnya saja, suspensi turut mendapatkan perhatian. Setelan suspensi belakang yang lebih keras membuat motor ini memiliki kestabilan tinggi di tikungan. Terlebih lagi desain dan bannya memungkinkan motor bongsor ini untuk diajak menaklukkan tikungan dengan posisi lumayan rebah untuk ukuran saat itu. Di sektor depan, bikers sport pun dimanjakan dengan suspensi dengan anti dive system yang katanya sama dengan yang dipakai di motor GP 500 Suzuki! Tentunya, suspensi dengan setelan sport memang punya konsekuensi. Motor jadi kurang nyaman dipakai harian dan suspensi terasa terlalu keras. Meskipun demikian, bikers menerima Katana apa adanya. Memang motor ini lebih dilihat sebagai motor untuk dinikmati karakternya ketimbang untuk kenyamanan dipakai sehari-hari.
Katana pun menuai sukses besar. Tidak hanya karena desain dan performanya, tetapi juga harga ekonomis yang ditawarkan Suzuki. Karena banyaknya penggemar, Katana pun dikeluarkan dalam kapasitas yang lebih kecil, sebut saja yang 1000 cc. Di pasar Jepang bahkan dikeluarkan replika dalam kapasitas 250 dan 400 cc.
*Untuk Saudara Lekdjie: Segera setor 1 juta dollar ke Rekening ijk di Swiss sebagai biaya request dan administrasi (sudah termasuk PPN).
*Untuk Saudara Nunoe: Mana??? Katanya mo transfer segera??? Ijk relakan saja lah itu 1 juta dollar hihihi….

Sumber: Roland Brown, Motorräder, Faszination und Abendteuer
Foto: http://www.bikersjournal.de/news/hersteller/ansicht/datum/2003/12/22/die-suzuki-katana-story/seite//3.html 

Foto Katana 1100 velg jari-jari: Repro dari buku Roland Brown

Sewaktu membahas motor 4 tak massal pertama Yamaha, yakni Yamaha XS-1, Bro Angga merequest pembahasan motor 4 tak Suzuki yang menurut Bro asal Garut ini agak telat nongolnya. Nah, daripada membahas sebatas motor 4 tak pertama Suzuki, kita bahas langsung saja motor superbike pertama Suzuki, yakni Suzuki GS 750.

Sepertinya memang Suzuki suka agak telat mengeluarkan produk yahud (tetapi kalau di Indonesia suka kecepetan ya???), ya singkatnya, Suzuki masih harus banyak belajar, kapan saat yang tepat untuk meluncurkan jagoan barunya.
Motor Superbike pertama mereka pun termasuk motor yang telat diluncurkan. Kalau Honda memulai era superbike dengan CB 750 sejak tahun 1969 dan beberapa tahun kemudian diikuti Kawasaki dengan Z1-nya, maka Suzuki baru mengeluarkan superbikenya di tahun 1977! Motor 4 tak 4 silinder ini menggantikan motor 2 tak 750 cc mereka yang terkenal di dunia bikers, yakni Suzuki GT 750. Bedanya, GS 750 tampil tidak semencolok GT 750. GS 750 tampil konservatif dan kalem.
Motor yang muncul telat ini memang secara tampang tidak terlalu mencolok, tetapi performanya bisa dibilang matang dan dikenal memiliki mesin yang bandel, sama dengan Gixxer yang hingga saat ini dikenal sebagai motor superbike yang mesinnya panjang umur. Motor berkapasitas 748 cc ini menggunakan konstruksi 4 silinder sejajar dan sudah DOHC, sebuah resep yang tinggal lihat dari pendahulunya, yakni Kawasaki Z900. Mesin bertenaga 68 PS ini pun menjadi mesin paling perkasa di kelas 750 cc!

Motor bergaya konservatif ini pada awalnya hanya dilengkapi sebuah rem cakram di depan dan sebuah rem cakram di belakang, meskipun demikian, performanya dianggap masih mumpuni. Jika melirik suspensinya, tampaknya tidak ada yang inovatif. Satu-satunya hal yang inovatif di motor ini hanyalah penunjuk posisi gigi yang sudah digital! Namun, yang meremehkan motor ini dan hanya menilai dari tampangnya saja akan segera mengubah penilaiannya begitu mengetahui performanya. GS 750 yang hanya mengandalkan rangka pipa baja dan suspensi yang terlihat konvensional ternyata memiliki handling yang di atas rata-rata. Motor dengan top speed 200 km/jam ini tidak hanya perkasa di trek lurus, tetapi juga sanggup dikendalikan secara stabil di trek penuh tikungan. Motor berbobot 229 Kg ini sudah bisa digeber dari putaran 2000 rpm, dan memasuki 6000 rpm, tenaga tersalur mantabs dengan lembutnya hingga menyentuh zona merah di 9500 rpm.

Kombinasi dari stabilitas, kelincahan plus kepresisian handling serta tenaga yang besar membuat GS 750 menuai sukses besar di pasar. Sesuai prediksi, GS 750 tidak hanya bisa bikin pesaingnya ketar-ketir, tetapi angka penjualannya bisa bikin para petinggi Suzuki nyengir-nyengir kegirangan. GS 750 pun sanggup memberikan Suzuki predikat sebagai pabrikan produsen Superbike yang disegani. Pada tahun 1979, GS 750 pun di make over dengan dihadirkannya warna-warna baru, velg palang (opsional -red) dan rem cakram depan menjadi dobel.

Nah, untuk mengingat arti singkatan GS, saya kutipkan langsung dari artikel lama: Tak Serumit Da Vinci Code

Suzuki

Pabrikan yang didirikan Michio Suzuki ini tidak neko-neko dalam memberi nama motor. Kodenya menyimbolkan spesifikasi teknis si motor. Namun, kalau kita tidak mengerti rahasianya, susah juga kan. Begini lho: G itu bukan plat kendaraan Tegal, tapi digunakan untuk motor yang habitatnya di jalan aspal. S sendiri mewakili mesin-mesin 4 tak. X berarti mesin motornya memiliki 4 klep per silinder. Nah, R itu paling gampang, Racing! Jadi GSX-R artinya….tahu sendiri lah, gabungin aja semuanya.. Namun, pasti Bro yang kenal sama motor-motor Suzuki lainnya merasa ada kejanggalan. Memang, ada yang tidak konsisten lho…misalnya, Suzuki TS..apakah S untuk mesin 4 tak??!!! Contoh lainnya di jajaran Suzuki Bandit/ GSF, ga ada X-nya kan? Padahal Bandit satu silindernya punya 4 klep juga lho.. (eh betul ga???) Nah kalau F di Bandit itu singkatan dari Four, jumlah silindernya.

 

Sumber: Roland Brown, Motorräder-Faszination und Abendteuer

Foto: http://www.suzukicycles.org/1970-1979/1977a.shtml

GS750 versi perdana: repro dari buku Roland Brown
Bro penggemar balap motor pasti kenal dengan motor yang satu ini, Yamaha YZF-R7 OW-02, salah satu motor balap exotis di muka bumi. Pertama motor ini muncul, pasti banyak yang langsung jatuh hati dengan kegagahan dan warnanya yang extra sporty. Ditambah lagi dengan spek yang ditawarkan, banyak pencinta balap motor yang langsung susah tidur. Terlebih lagi saat mengetahui motor ini hanya diproduksi 500 unit saja untuk memenuhi homoglasi.
Saat R7 dilahirkan, pabrikan Jepang memang masih berkiblat kepada paham: motor juara, speknya harus pol! Akibatnya banyak dilahirkan motor-motor mahal untuk menggempur arena WSBK. Sebut saja Honda RC 45 yang masih lebih berprestasi dibandingkan Yamaha R7. Ya memang sih R7 hanya beroperasi selama 2 tahun, tetapi yang namanya tanpa gelar juara dunia ya tanpa gelar! Berbeda dengan RC45 yang ditahun 1997 berhasil menikmati sejuknya udara dari podium tertinggi bersama John Kocinski.
Berbeda dengan RC 45 yang terasa kurang sembalap, R7 benar-benar dirancang tidak kenal kompromi. R7 benar-benar dirancang untuk balap. Terlihat dari karakternya yang memiliki gigi satu sangat panjang dan tenaganya yang baru keluar di 8500 rpm. Motor yang lahir tahun 1999 dengan harga 55000 DM inklusif race-kit ini benar-benar letoy di bawah rpm tersebut, bahkan di putaran mesin rendah mesinnya dijuluki fuel-to-noise-converter! Harga yang extra mahal ini akibat penggunaan komponen-komponen yang memang siap turun balap, sebut saja 5 klep titanium per silinder, setang piston titanium dan piston extra ringan yang siap menghasilkan tenaga hingga 132 PS @ 13300 rpm dan 77 Nm @10700 rpm (sudah pakai racing kit). Tanki yang besar (23 liter!) dan dirancang untuk dapat diisi bensin dengan cepat juga menunjukkan totalitasnya untuk balap. Bikers yang berniat menggunakannya sebagai motor harian pun biasanya berpikir ulang, maklum, sangat tidak nyaman untuk harian! Bayangkan, posisi setang hanya 15 mm lebih tinggi dibandingkan tinggi jok! Tanki yang besar dan panjang pun semakin memaksa bikers untuk menggeser posisi duduknya ke belakang yang berakibat tukang urut langganan semakin sumringah kalau si pelanggan menggebet R7.
Karakter tenaganya yang terus menerus meminta putaran mesin tinggi membuat motor ini samaa sekali tidak cocok dipakai di jalan raya ataupun jalan yang penuh tikungan patah-patah. Pembalap pun pada kesulitan menggali potensi R7, hanya Noriyuki Haga saja yang terbukti paling sanggup memacu sang monster ini. Itu pun dengan semboyan: piala atau klinik! R7 bakal keteteran kalau bertemu tikungan patah-patah, disini pembalap harus main selip kopling dan pintar menjaga putaran mesin. Tenaga yang dikeluarkan pun terlalu menggebu-gebu, tetapi lucunya bisa turun juga saat dipacu, misalnya dari 8500 rpm naik terus hingga 11000 rpm, eh turun hingga masuk 12000 rpm, baru selepas 12000 rpm naik lagi hingga meraih tenaga maksimum di 13300 rpm. Sulit memang untuk bisa menang menggunakan R7 yang sama sekali tidak rider friendly.
Meskipun demikian, dengan segala fitur dan kemolekan desainnya, R7 punya tempat tersendiri di hati maniak balap motor. Desain dan warnanya yang khas tidak bisa dilupakan begitu saja. Akibat jumlahnya yang terbatas, motor ini pun bisa dibilang sebagai motor para kolektor (dan tentunya di kemudian hari menjadi motor klassik). Yamaha R1 tidak akan sesempurna ini tanpa kehadiran R7. Banyak jurus-jurus R7 yang diterapkan di R1. Soal harga, R1 jelas lebih ekonomis. Soal performa pun demikian. Tidak heran R7 pada akhirnya hanya menjadi motor yang sering dielus-elus ketimbang digeber habis-habisan. Sebagai perbandingan: Akselerasi 0-100 Km/jam R7: 4,4 detik, sedangkan R1: 3,2 detik. Tampaknya semboyan time is money sangat terlihat disini. Motor yang dulunya extra mahal akan tunduk kepada motor yang jauh lebih murah, waktu lah yang memungkinkannya……..
Pemerintah DKI Jakarta pada Oktober ini akan menerapkan aturan uji emisi pada kendaraan bermotor. Bagi yang tidak lulus uji emisi ini akan didenda dengan pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp 50 juta.Kewajiban berdasarkan Perda No.2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Dalam pasal 19 disebutkan Kendaraan Bermotor Wajib Memenuhi Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

Tulisan bergaris miring diatas saya ambil dari sebuah artikel di website Motorplus. Kaget euy… Bayangkan, tidak lulus emisi dikurung 6 bulan atau didenda 50 juta rupiah! Sebesar itukah kejahatan pengendara yang kendaraannya tidak lulus emisi, tetapi tetap dibawa beroperasional? Entahlah bagaimana pelaksanaannya di lapangan kelak (atau sudah mulai wajib ya?). Jika aturan ini benar-benar ditegakkan, dan yang melanggar benar-benar kena denda sampai 50 juta rupiah, itu artinya: meletus balon hijau DUAAAAAAAAAARRRRRRRR…….

Yang namanya balon, kan kalau ditiup terus menerus pasti meledak! Sama dengan jumlah populasi motor yang membengkak akibat impotennya aparat-aparat terkait dalam mengendalikan laju pertumbuhan kendaraan. Di satu sisi, pastinya ATPM banyak diuntungkan dalam hal ini! Ya bisnis penjualan motor baru sepertinya bisa tetap bernafas lega. Yang namanya konsumen kan tidak mau repot dan was-was kalau motornya tidak tembus uji emisi, jadi secara tidak langsung, banyak yang lebih menoleh ke motor baru dibandingkan motor bekas, terutama saat menjelang dan awal diberlakukannya aturan yang dendanya ajaib itu. Apa artinya denda sejahat itu???? Artinya, ada niat untuk mengurangi jumlah kendaraan di jalan raya secara signifikan. Di satu sisi, lingkungan hidup memang sangat butuh perhatian. Di sisi lain, ketahuan kalau kemacetan lalu lintas tidak bisa lagi ditolerir banyak orang (terutama kaum elit-red). Nah, lingkungan hidup yang seharusnya dari dulu diperhatikan pun dijadikan senjata untuk mengurangi jumlah kendaraan!
Para produsen sih senang… dengan adanya aturan uji emisi semacam ini, tidak sebatas penjualan motor baru saja yang mendapat angin, tetapi juga komponen mesin. Memang sudah seharusnya kita selalu menjaga kondisi motor kita, tetapi tentunya akan ada motor-motor tertentu yang akan kesulitan untuk mengikuti aturan ini, yakni yang onderdilnya susah didapat atau harganya lumayan bikin geleng-geleng walaupun tidak ada musik ajep-ajep! Belum lagi masih simpang siurnya batas-batas emisi untuk motor-motor tertentu, terlebih lagi untuk motor-motor 2 tak (silahkan dibaca artikelnya di website Motorplus).
Ada kejadian, tentu akan ada efeknya! Tujuan uji emisi yang ingin menyehatkan lingkungan mudah-mudahan tercapai….. Namun, tujuan terselubung yakni mengurangi jumlah kendaraan belum tentu! Adanya aturan ini bisa dimanfaatkan oleh produsen yang bisa bergerak cepat dan berani ambil risiko investasi. Dan gerakan cepat itu adalah: Meluncurkan motor listrik di Indonesia, terutama di Jakarta yang terkena aturan itu! Masa motor listrik mau diuji emisi????? Enak toh yang nanti punya motor listrik! Kalau harga motor listrik ekonomis dan terbukti banyak menguntungkan konsumen, ujung-ujungnya ya pada beralih ke motor listrik! Kalau persyaratan kreditnya mudah dan harganya terjangkau, ya artinya akan banyak permintaan yang berujung pada semakin membengkaknya populasi motor! Artinya, tujuan untuk mengurangi jumlah kendaraan GAGAL!
Apakah kalau nantinya jumlah motor listrik bisa meningkat hingga 10 % dari jumlah si roda dua lingkungan hidup kita akan jadi sedikit lebih baik? Tidak semudah itu Bro…. Kalau listrik yang jadi sumber tenaga si motor masih dihasilkan PLN dengan generator berbahan bakar solar (sotoy nih-red), ya artinya sama aja bohong! Pencemaran udaranya tetap ada/ tidak berkurang secara signifikan! Kalau memang mau pencemaran udaranya menghilang, jumlah kendaraan yang menggunakan tenaga listrik harus diimbangi dengan sumber-sumber tenaga listrik yang dihasilkan dengan teknologi ramah lingkungan: tenaga air kek, tenaga angin kek, tenaga surya kek, tenaga surya saputra kek, tenaga dalam kek…………
Foto: HP-Klassikku
MotoGP Jorge Lorenzo ist derzeit auf Promo-Tour. Vorletztes Wochenende weilte der Spanier in Jakarta, der Hauptstadt Indonesiens. Dort präsentierte der MotoGP-Vizeweltmeister die neue Yamaha Jupiter Z. Lorenzo war so begeistert, dass er eine Rückkehr des Landes in die Motorrad-WM begrüssen würde. “Es ist immer schön, wenn einen Fans begrüsen. Aber als ich hier vor der Menge stand, bekam ich eine Gänsehaut.” Indonesien war zuletzt 1996 und 1997 WM-Gastgeber. Gefahren wurde in Sentul.
Tenang-tenang…. Blog ini bukan mau mengganti target korban penyesatan, tetap setia di bahasa Indonesia kok… Bagian diatas itu hanyalah sebuah berita singkat yang termuat di dalam tabloid Motorsport aktuell edisi 8 Desember 2009. Kalau saya terjemahkan harafiah judulnya: Di Indonesia Lorenzo mendapat Kulit Angsa. Bingung kan… Ya itu sebuah ungkapan saja Bro..artinya kalau dalam bahasa kita: merinding / berdiri bulu kuduknya! Biar lebih enak, begini arti artikelnya:
Jorge Lorenzo saat ini sedang dalam promo tour. Akhir pekan dua minggu lalu, si orang Spanyol ini berkunjung ke Jakarta, ibukota Indonesia. Disana, si wakil juara dunia MotoGP mempresentasikan Yamaha Jupiter Z baru. Lorenzo sangat bersemangat, kalau negara ini bisa kembali menjadi tuan rumah penyelenggara MotoGP: “Selalu menjadi perasaan yang menyenangkan saat disapa penggemar. Namun, saat saya tampil di depan publik di sini, saya merasa merinding.” Indonesia terakhir kali menjadi tuan rumah MotoGP pada tahun 1996 dan 1997. Balapan diselenggarakan di Sentul.
Ya, memang beritanya singkat, tetapi buat saya ada perasaan yang beda jika bertemu artikel tentang Indonesia yang sampai ke negara ini yang kini musim dingin/ saljunya berubah menjadi musim hujan (efek global warming). Langkah YMKI mendatangkan bintang-bintang balap Yamaha di dunia internasional tentunya –terlepas dari naik motor merk apa– sangat patut mendapat ancungan jempol dari pencinta balap motor tanah air pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Sebab, bukan hanya produk Yamaha saja yang bisa terbawa, tetapi juga negara kita! Dengan segala langkah touching your heartnya, Yamaha Indonesia terbukti bisa memberi pukulan keras yang membuat dominasi Honda rontok.
Langkah mendatangkan para bintang balap dunia ini bisa dibilang langkah mahal, bahkan sangat mahal! Namun, langkah ini sangat awet kesaktiannya! Lha, bukannya setelah bertahun-tahun orang masih akan membawa-bawa cerita tentang datangnya sang bintang ke tanah air? Bandingkan jika hanya promosi sebatas one make race! Anggaplah sekali mendatangkan bintang menghabiskan dana yang setimpal dengan 3 kali penyelenggaraan one make race, tetapi apa efeknya? Apakah sebuah event one make race akan menjadi buah bibir hingga bertahun-tahun??????? Bro tahu sendiri lah jawabannya….
Woiiiiiiiiiiii Honda, datengin dong…. Pedrosa atau Dovizioso…Max Neukirchner aja juga dah lumayan kok… Doi liburan Natal dan Tahun baru di Malaysia tuh..pake duit sendiri dan dia bilang karena banyak hotel bagus ngasih diskon! Mumpung belom mahal tuh….
Woiiiiiiiii Suzuki, mana Loris Capirossinya????????!!!!!! Alvaro Bautista juga boleh lah…….
Woiiiiiiiiii Kawasaki……. Vermeulen didatengin doooong!!!!!!!!!



Kalau dulu blog sesat ini mendapat petunjuk gaib dari Bro Petromaxx tentang eksistensi Suzuki Madura, barusan tadi Bro Lutfan, mahasiswa Indonesia yang baru semester ini ada di Jena memberitahukan adanya kemunculan desain mobil yang juga menggunakan nama Madura, tepatnya Lamborghini Madura. Design ini diotaki seorang mahasiswa berusia 21 tahun yang kuliah di München bernama Slavche Tanevsky. Sebenarnya rancangan ini timbul dari proyek material mentah Lamborghini yang dipimpin oleh Prof. Othmar Wickenheiser, dimana semua mahasiswa bisa berpartisipasi.

Penampilan asli Lambo Madura tidak bisa dinikmati dalam waktu dekat, sebab sebenarnya baru berstatus proposal. Kalau semuanya lancar, Lambo Madura akan menjadi mobil hybrid Lamborghini pertama dan diluncurkan pada tahun 2016 nanti ( lama amaaaaaat!!!!!). Image mobil hybrid yang terkenal ramah lingkungan dan relatif bertenaga lemah akan semakin digoyang oleh kehadiran Maduranya italiano ini. Lamborghini gitu lho… soal tenaga dan kecepatan bukan untuk ditawar-tawar! Desain pun dibuat agresif dan memberikan kesan lebar. Ini didapat salah satunya dengan menggunakan bentuk lampu depan melebar dan pipih. Mobil sport mahal ini pun dirancang memiliki sumbu roda yang pendek, tujuannya ya seperti situ tahu: handling yang lincah.

Kalau dulu Suzuki memilih nama Madura karena desain motornya yang mengingatkan pada clurit sebagai senjata tradisional Madura, maka nama Madura kali ini diambil dari hal lainnya yang menjadi ciri khas Madura. Lamborghini yang menggunakan lambang banteng karena penghargaan dan kecintaan Feruccio Lamborghini atas kebudayaan Spanyol terutama olahraga awas keseruduk banteng dan balapan banteng (bingung namanya heheh…) memang memilih nama-nama berbagai jenis banteng atau tempat-tempat yang berhubungan dengan banteng. Dan yang kali ini kebagian jatahnya adalah Madura yang terkenal dengan karapan sapinya! BTW, kenapa namanya bukan karapan banteng ya??? Apakah Bro yang punya petunjuk gaib? Kalau sampai proyek ini tembus dan nama Madura digunakan, tentunya secara tidak langsung bisa menguntungkan negara kita dalam segi promosi pariwisata. Apalagi produk ini merupakan mobil Hybrid pertama Lamborghini, sebuah perusahaan mobil supercar yang pada tahun 1994-1997 dimiliki Setiawan Djody dan Tommy Soeharto.


Sumber dan Foto:
http://www.worldcarfans.com/109120823436/lamborghini-madura-student-design-project
http://slavche.deviantart.com/art/Lamborghini-Madura-145393587
http://en.wikipedia.org/wiki/Lamborghini

Ni jalan pintas kalau mau baca lagi tentang Suzuki Madura:
http://motorklassikku.blogspot.com/2009/04/tak-sepopuler-sate-dan-karapan-sapi.html

Bukan… Kali ini bukan mau membahas Ducati Multistrada 1200 yang akhirnya tidak jadi dikasih nama Ducati Cayenne walaupun gosipnya orang dalam Ducati tidak ingin menggunakan nama Multistrada karena imagenya yang kurang oke (di sini lho…bukan di Indonesia), kita akan membahas tentang test ride yang diselenggarakan pabrikan untuk memperkenalkan motor barunya. Saya pakai gambar ini karena produk ini produk gress. Yang namanya produk gress kan selalu di test ride oleh media….
Seperti yang bisa Bro pantau di blog-blog motor terkemuka tanah air, ada satu hal yang kurang saat YMKI mengundang para blogger papan atas tanah air jika dibandingkan dengan yang dilakukan AHM: test ride! Yup, kali ini kita akan membahas secara singkat dan sesat, kenapa sampai YMKI tidak memberikan kesempatan test ride Jupiter Z anyar. Apakah itu alasan waktu? Alasan biaya? Alasan keterbatasan prasarana? Alasan ilmu pirit-pirit? Atau main aman?
Dalam terawang gaibnya, Ki Gede Anue melihat alasan terakhir menjadi alasan yang paling kuat. Di satu sisi, langkah YMKI dan AHM menjalin simbiosis mutualisme dengan blogger di dalam terawang gaib beliau dianggap sebagai langkah jitu! Yang namanya bersahabat, tentunya banyak hasil positif yang bisa diperoleh. Kalaupun ada yang minus, blogger tentu tetap akan “menyentil”, tetapi bukan “menampar”. Tentunya sebuah point besar sudah dikantongi produsen melalui langkah semacam ini.
Kita menuju ke “main aman”. Ada hal yang bisa jadi dipelajari YMKI dari hasilnya AHM memberikan kesempatan test ride kepada blogger. Hasil tulisan blogger yang mungkin saja berupa komentar yang bernada negatif tentunya bisa merugikan sebuah produk baru. Jika produsen hanya menyajikan desain dan fitur seperti yang dilakukan YMKI, tentunya itu pun bisa disaksikan melalui foto dan artikel oleh para pengunjung blog, sedangkan kalau mengenai test ride, pengunjung blog harus menyerahkan tugas ini kepada si blogger, yakni mengukur karakteristik sebuah motor. Nah, disinilah ada kemungkinan, dimana si blogger akan mengkritik salah satu atau beberapa sisi karakter si motor baru. Dalam hal inilah muncul dilema:
Subjektivitas! Bukan…bukan meremehkan kemampuan blogger untuk menilai sebuah produk secara objektif. Namun, kalau saya mengacu pada teori para penganut aliran konstruktivisme, intinya di dunia ini orang tidak bisa mengukur segala sesuatu secara objektif. Semua yang diterima oleh panca indera manusia selalu tergantung dengan panca indera, pengalaman dan faktor individu si penerima input. Hal yang paling menentukan disini adalah yang disebut Lebenswelt atau lingkungan/ tempat hidup. Contohnya begini:

Di dalam artikel majalah PS bulan Desember yang membahas Kawasaki Ninja sejak generasi awal hingga teranyar, Kawasaki Ninja 250 R dianggap sebagai motor yang mengubah image Ninja, karena bertenaga kecil dan murah. Motor yang dibilang memiliki handling top ini dibilang tidak ada peranti aftermarket dan pilihan bannya. Nah, itu kan dari sudut pandang direksi Jerman untuk pembaca Jerman, makanya ada pernyataan murah, bertenaga kecil, peranti aftermarket /ban tidak ada! Kalau di Indonesia, beda lagi dong…. Meskipun berbeda 180°, tidak bisa kan kalau dibilang redaksi Jerman ngaco, sebab Lebenswelt-nya dia memang begitu.

Wah, kalau semua itu subjektif, bisa kacau dong dunia ini! Menurut teori aliran konstruktivisme, dunia itu tidak kacau karena adanya konvensi atau kesepakatan, ya misalnya adanya ukuran satu liter itu berapa, 2×3 itu berapa, akselerasi motor itu berapa detik dan sebagainya (ya, yang namanya teori pasti ada titik lemahnya lah…). Nah, kalau menilai motor itu tarikannya kuat atau tidak, posisi duduk atau tangan enak atau tidak, kan itu sangat tergantung dari Lebenswelt dan pengalaman hidup si pembuat berita!

Tidak semua blogger sehari-harinya mengendarai motor bebek kan… Tentunya ini bisa menjadi faktor yang riskan, sebab motor bebek rata-rata tenaganya tidak sebesar motor batangan. Artinya akan ada risiko munculnya komentar misalnya: Tenaga kurang…tarikan di putaran atas kurang responsif. Dari posisi duduk pun bisa jadi permasalahan. Misalkan ketika saya biasa membawa Tiger dengan setang pendek dan menjajal Suzuki Smash, maka hal pertama yang saya rasa kurang nyaman adalah posisi duduk dan posisi tangan. Kalau bloggernya biasa naik matic atau motor lainnya yang mesinnya extra halus, bisa jadi dia akan tulis: “mesin terasa agak kasar!” Di dalam test ride, bisa saja ada blogger yang menuliskan demikian. Bukannya si blogger tidak berusaha objektif, tetapi Lebenswelt-nya si blogger membuatnya berkomentar demikian (subjektif)–yang dari sudut pandang si blogger objektif! Bingung???? Pegangan…..

Terus apa ada jalan keluarnya? Ada dooong… Berikan saja motor bebek sebagai pembanding! Dari perbandingan, ruang “subjektivitas” ini akan terbatasi. Supaya enak dan etis, silahkan bandingkan dengan Jupiter Z lama misalnya. Dan biar lebih safe lagi, sediakan instruktur atau pemandu yang bisa menjelaskan, ubahan apa saja yang semakin membuat Jupiter Z anyar lebih baik dan sreg di hati dibandingkan versi sebelumnya. Namun, sebagai blogger, tentu saja akan berusaha mencari titik lemah sebuah produk. Kalau si produsen jantan, itu tentunya menjadi masukan bagus dan pengunjung blog sendiri belum tentu selalu sependapat dengan si bloggernya kan…

Terawang gaib by Ki Gede Anue

Foto:



Jika Blog-blog tanah air mengangkat kemungkinan Honda memasukkan Honda PCX 125 untuk mengangkat dan memperbaiki image Honda dalam hal teknologi dan motor matic, maka blog sesat ini tersesat ke arah yang lain, yakni ke senjata termutakhir BMW: BMW Concept 6. Concept 6 sendiri yang mendadak nongol tanpa gosip-gosip sebelumnya berhasil menjadi primadona di ajang Milan Motorshow EICMA November lalu. Hmmm… belum usai heboh dengan BMW Lo Rider dan S 1000 RR, BMW langsung keluar jurus sakti lainnya, SADEEEEEEEZZZ!

Siapa yang tidak terpukau melihat otot dan teknologi yang ditawarkan. Desain ala cafe racer yang terbukti ampuh menyatukan bikers pencinta superbike modern dan motor klassik pun berhasil menjaring perhatian bikers berbagai aliran. Mesin 6 silinder yang sudah menjadi tradisi di BMW roda 4 berpindah ke BMW roda 2. Dengan teknologinya, mesin dibuat sangat minim getaran sehingga sangat cocok dengan konsep motor touring eksklusiv yang diusungnya. Mesin 6 silinder sejajar yang benar-benar gress dikembangkan BMW ini memiliki lebar yang masih setaraf dengan mesin 4 silinder sejajar! Bahkan dari segi bobot pun juga demikian!

Soal tenaga, jangan ditanya! Bisa saja BMW memberikan tenaga extra kuli pada motor ini, tetapi tentunya tenaga terlalu besar malah bisa makan tuannya sendiri. BMW merancang motor ini sangat bertenaga di putaran rendah dan tentunya membuat motor jadi mudah dikendarai dan mempunyai umur relatif lebih panjang. Pada rpm 2000, motor berkapasitas 1600 cc ini sudah menghasilkan tenaga 130 Nm! Tenaga maksimal juga dianggap sangat cukup untuk ukuran motor touring, yakni 170 PS. Memang soal tenaga masih bermain di kelas motor 1300 cc mereka sekarang, tetapi tenaga itu diraih dalam putaran mesin yang rendah, yakni kurang dari 9000 rpm, mantebsss toh, persis karakter mesin mobil… Ya, memang dasarnya seperti mesin mobil yang dipindahkan ke rangka motor berbahan logam ringan. Sumbu roda yang panjang menjamin stabilitas motor yang tampil sexy dengan lengan ayun tunggal ini! Hayooo, yang gila modif, kalau pro arm NSR SP dari segi harga kurang nampol, sikat tuh lengan ayun Concept 6 (ta jamin modiaaaaaaaarrr sampeyan…).

Para bikers yang ngiler-ngiler melihat sosok motor yang satu ini sepertinya tidak perlu menunggu lama. Tahun depan kabarnya motor ini bisa dipasarkan dan akan menggantikan BMW K 1200 LT yang dihentikan produksinya. Concept 6 nantinya diperkirakan dinamai K 1600 LT (Kode K digunakan untuk motor-motor BMW bermesin tegak-red). Concept 6 diprediksi nantinya ditawarkan dalam konsep touring luxus, sport touring dan juga power roadster (yang paling mirip dengan Concept 6 sekarang). Kita tunggu saja harganya! Melihat pesonanya yang extra memikat, gagah dan ekslusif, sepertinya motor ini juga akan mendarat di tanah air! Ki Gede Anue yang melakukan terawang gaib dengan yakin menyampaikan, pemiliknya pasti bukan Arie Slight!

Terawang Gaib by Ki Gede Anue

Sumber dan Foto:

http://www.focus.de/ (foto Hendrik von Kuenheim, si Bos BMW Roda Dua)


Maksud judul di atas, anak bawang diantara motor-motor 4 silinder Bro… CB 350 adalah adiknya si first Superbike, yakni CB 750, makanya bentuknya mirip. Motor yang hanya diproduksi selama dua tahun ini merupakan motor jalanan bermesin 4 silinder SOHC berkapasitas paling kecil di tahun 1970an. Mesin gagah bersuara sopran ini memiliki kapasitas tepatnya 347cc dan bisa menghasilkan tenaga hingga 32 PS @9500 rpm. Dengan tenaga sebesar itu, motor berbobot 169 Kg dan per silindernya disuplai masing-masing sebuah karburator ini bisa dipacu hingga 155 Km/jam, lumayan banget kan buat jalan-jalan di dalam kota.
Karena kapasitasnya yang kecil, motor ini kurang mendapat sambutan di Amerika Serikat. Di Inggris yang saat itu masih lumayan jaya dengan motor nasionalnya, si anak bawang pun sangaaaat sulit dijumpai. Atau malah sama sekali tidak bisa dijumpai di Inggris ya? Maklum, CB 350 tidak diekspor ke Inggris. Honda berkonsentrasi memasarkan CB 350 ke Eropa daratan saja yang memang meminati motor dengan kapasitas 350 cc kebawah. Di Belanda dan PRancis pun bahkan bisa ditemukan versi polisinya. Pada tahun 1974, CB 350 pun harus keluar dari dunia keartisan, maklum, produksinya dihentikan. Honda menggantinya dengan CB 400F yang memiliki mesin 408 cc. Berbeda dengan CB 350, sang penerus menggunakan konfigurasi knalpot 4 in 1. Keputusan Honda tidak salah, CB 400 F laku keras dan terus diproduksi hingga tahun 1979.

Harga motor Jepang yang satu ini lumayan bikin puyeng orang-orang yang keburu jatuh cinta dengan gaya klassiknya. Jika di Jerman BMW R 25 berkondisi top abis dijual dengan harga 6900 Euroan, maka si CB 350 yang terpampang dihadapan Bro dilego 11000 Euro saja! Bandingkan, Kawasaki ZX-10R tahun 2008 dan Yamaha R-1 tahun yang sama saat ini diobral 10000 Euro saja! Bahkan Suzuki membanting harga Gixxer 2008 hingga 9500 Euro! Nah, bingung kan pilih yang mana…. Yang pasti sih, kalau orientasinya bisnis, pasti pilih motor klassik………

Breaking News! (Berita Ancur!)

Tidak terasa besok saya akan disidang… Selama di Bochum dan saya baca-baca lagi, tugas akhir saya banyak salah tulis, konyol! Maklum, di saat-saat akhir ada beberapa kejadian luar biasa yang membuat perhitungan awal meleset hikshiks…. Rasanya kaya mau maju perang, tetapi pansernya sudah keburu babak belur! Tidak siap perang euy…Ya.. risiko lah, inilah akibatnya keseringan males-malesan hahaha… Ya, saya terima kesalahan saya, yang terjadi, ya terjadilah, toh semua orang akhirnya mati-mati juga kan…(ngaco mode: on fire)

“Pemirsa, doakan saya ya!!!!!”

“Saya pasti bisa!!!!!!!!!”


Pilihlah Jawaban yang menurut Anda Paling Benar!

Di dalam sidangnya nanti, Arie Slight pasti bisa …………………………………………………. .

a. diam seribu bahasa.

b. banjir keringat, walaupun saat ini musim dingin.

c. dimaki-maki para penguji.

d. pingsan.

e. jawaban a-d terjadi semua.

Foto: HP-Klassikku

tersesat muter-muter

  • 1,739,962 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com