You are currently browsing the monthly archive for Maret 2013.

Begitulah siaran singkat yang kemarin sempat tersiar di TVone. Demo yang katanya mau besar-besaran tidak jadi, yang jadi malah demo karyawan KMI. Hmmm kebetulan ada beritanya nih di

http://metro.news.viva.co.id/news/read/143341-pegawai_kawasaki_motor_demo_tuntut_upah

VIVAnews – Sekitar 800 karyawan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) demonstrasi di halaman kantor perusahaan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Senin 12 April 2010. Mereka menuntut kenaikan upah dan tunjangan.

“Kami hanya meminta kenaikan gaji hanya Rp 100 ribu setiap tahun,” kata Slamet, salah satu pegawai yang sudah 15 tahun mengabdi dan upahnya hanya Rp 1,5 juta tiap bulan.

Menurut Slamet upah sebesar Rp 1,5 juta sudah tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan hidup Jakarta untuk saat ini. “Untuk menutupi kebutuhan keluarga, seluruh karyawan banyak yang terlilit hutang,” katanya.

Permasalahan gaji, kata Slamet, sudah disampaikan ke Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara. Tetapi, hingga kini belum ada perkembangan positif.

Ratusan karyawan perusahaan bertekad terus menggelar unjuk rasa sampai perusahaan memberikan jawaban terhadap tuntutan mereka.

Arnes Ritonga | Jakarta Utara

Wah, kenapa ini mendadak ada demo… Apakah karyawan sudah merasa ada ketidakadilan dengan melesatnya penjualan KMI yang tidak dibarengi kenaikan gaji. Atau jangan-jangan di belakangnya ada keterkaitan dengan desas-desus Bajaj yang mau melakukan jurus pamungkas keluarga Sautome dalam kartun Ranma 1/2, yakni jurus langkah seribu?

Kok Karyawan Bajaj malah tidak ada bunyinya yah… Hmmm… the truth is out there..

Yang pasti, kalau memang Bajaj mau ambil langkah seribu dari tanah air, bagi industri rumah tangga yang mau bikin komponen khusus Bajaj, sudah jelas ada pasarnya di sini… (sayang ane tidak punya modal huhuhu…)

Iklan

DSC09986

Sebagai salah satu negara awal yang berjasa mengembangkan permotoran, Inggris pastinya punya pabrikan-pabrikan produsen motor yang legendaris. Nama macam Norton, Triumph, BSA, Ariel, AJS, Vincent dan Matchless hanya segelintir saja yang masih akrab dikuping dan bahkan untungnya masih ada yang bisa survive akibat gempuran motor Jepang, terutama kehadiran Honda CB 750 yang meluluhlantakkan jagad produsen motor Britania.

DSC09985Di tanah air, motor Inggris lumayan banyak juga, hanya saja yang bentuknya original dan bersurat sudah sangat sulit didapat. Harganya yang lumayan melambung pun membuat perpindah tanganan motor-motor ini melambat. Maklum, harga gila-gilaan butuh orang-orang berdompet tebal dan cukup terbukti kecintaannya. Apa maksudnya cinta? Maksudnya siap juga menerima kekurangan-kekurangan motor Inggris. Oli meler dan ancaman ngadat mendadak memang jadi momok mengerikan bagi mereka yang ingin gebet motor Inggris. Orang-orang yang masih mikirn spare parts jelas tak cocok dengan motor Inggris, butuh kekuatan iman dan kesabaran level dewa plus jaringan sosial yang kuat! Kalau tak punya itu, jatuhnya ya streeeeess..

Namun, mendengar dentuman suaranya, merasakan getar mesinnya, menikmati hawa panas dan merasakan sensasi berkendara membuat para penggemar motor Inggris bisa melupakan semua kekurangan itu, bahkan sekaligus melupakan sejenak permasalahan hidupnya.. Hmmm… jadi pengen punya motor Inggris nih, syukur-syukur dapatnya Norton Manx wuidiiiiiihh…

yes sehari 3 artikel… (stress berat detected)

DSC09971Pernah terbayang sulitnya jadi anggota Polizei yang baik????

Di satu sisi, kita ingin Polizei tegas menegakkan aturan lalu lintas, di sisi lain kita sendiri lebih suka sama yang bisa “membantu” dan “cinta damai”.

Di satu sisi, kita tak ingin Polizei pandang bulu, di sisi lain, kita senang bisa lepas dari jerat hukum karena kita adalah siapanya siapa gitu alias punya koneksi tertentu dengan “orang besar”.

Di satu sisi, si Polizei ingin melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan sesuai undang-undang, tapi di sisi lain ada oknum atasannya memberi contoh sebaliknya dan bahkan membahayakan dirinya sendiri, kalau doi melawan arus atasannya itu.

Susah ya jadi Polizei itu… Mudah-mudahan lebih banyak Polizei yang diberikan hidayah dan kekuatan untuk menjadi Polizei yang baik (meskipun bingung mendefinisikan: Apa itu Polizei yang baik?)

DSC09968Suatu hari saya main ke rumah teman dan kebetulan membaca rubrik sms pembaca yang berjudul “berkendara semaunya”.

Isi keluhan pembaca itu ternyata tertuju ke penggemar Vespa yang bisa dibilang tak peduli pada kondisi kendaraan dan memodifikasi kendaraan tanpa memperhatikan aturan.

DSC09969Sebagai penggemar motor, saya pribadi juga menyukai motor yang keluar dari pakem standar. Melihat motor modifikasi memang menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi penikmatnya. Memodifikasi motor pun merupakan tempat penyaluran kreativiotas dan menjadi manifestasi unjuk diri. Orang punya kebutuhan untuk diperhatikan, diakui, dan bisa menunjukkan, siapa dirinya. Namun, entah apa bisa dibilang oknum atau tidak, ada anak-anak Vespa yang memang aliran modifnya extrem total… Jika dilihat di siang hari, menarik sekali, tapi di malam hari sayangnya banyak yang tak pakai penerangan, minimal lampu rem lah… Hmm.. apa ini bentuk pemberontakan pada aturan dan keteraturan yang memang kacau ya… Sebab bisa dimengerti demikian.. Banyak institusi ataupun orang di negeri ini yang seharusnya memberikan keteraturan, tetapi malah menyalahgunakan atau dengan bangganya berdiri di atas aturan-aturan. Mengingat hal itu, sikap antiotoritas anak-anak Vespa aliran ini bisa dipahami…

Di sisi lain, tentu yang melihat sifat dan bentuk kendaraan urakan ini merasakan ketidakadilan di sini. Maklum, Polisi dirasa segan berurusan dengan anak-anak Vespa, yup, banyak Vespa tak berSTNK, tak hidup suratnya, dan yang berbahaya, tak dilengkapi lampu dan perangkat keselamatan berkendara lainnya, bisa dengan tenang melenggang di jalan raya. Mereka-mereka yang menyukai lifestyle ini pun tentu membeli Vespa…. Rasa braderhut malah bias disini… Braderhut hanya sebatas saling menghormati dan bersaudara dengan orang-orang yang menggunakan merk motor yang sama… menyedihkan, tapi begitulah jadinya arti braderhut bagi beberapa gelintir orang..

DSC09970Sebagai anak Vespa (eh bukan deng…udah tua, bukan anak-anak lagi hihihi…) saya bisa mengatakan, bagaimana Vespamu adalah pilihan..

Mau jadi pengendara yang  bersahabat bagi sesama pengguna Vespa dan pengguna jalan lainnya, atau mau jadi anak Vespa yang butuh pengakuan:Kau anak Vespa sejati…anti kemapanan…petualang..cool, cuek… (tapi di sisi lain meremehkan dan bisa mencelakakan pengguna jalan lainnya). Jadi, apakah  mereka anak Vespa yang butuh pengakuan dengan menonjolkan gaya cuek dan antikemapanan plus antiaturannya?

Atau ane masih belum memahami pola pikir mereka-mereka ini? Maklum, rasanya ane bukan anak Vespa..toh make Vespa sebulan sekali juga belum tentu hihihi………Ya semoga pada diberi keselamatan, anak Vespa asik-asik kok, naik motor apa lagi yang paling bikin kita saling bertegur sapa dan lempar senyum kalau bukan naik Vespa?

DSC09992

Tersesat ke website otomotif.net, ada kabar yang mungkin sudah ditunggu lama bikers tanah air: kehadiran motor listrik nasional! Bapak Dahlan Iskan yang sudah banyak meraih simpati dengan gebrakan-gebrakannya akhirnya melirik lahan yang memang seharusnya lebih dulu diuber sebelum punya mobil nasional.

Gebrakan motor listrik memang yahud dan tepat, sebab kalau memaksa menggebrak dengan motor bensin, habislah motor nasional kalau harus berduel dengan raksasa macam AHM dan YIMM, kabur sebelum bertempur urusannya…

Dari informasi yang sudah dipaparkan, motor listrik yang katanya dikembangkan di Bandung ini sudah ditest oleh Dahlan Iskan sendiri, katanya sih tak ada masalah… Info penting lainnya adalah harganya yang 22 juta. Hmm.. terlalu mahal kalau mau menggebrak pasar motor nasional dengan harga segitu, pasalnya motor listrik masih dianggap mainan, dan desain yang ditawarkan kabarnya:bebek!

Soal harga, memang diakui mahal, ini dikarenakan kita masih tergantung dalam pengadaan baterainya. Yang ingin dibahas Blog Sesat adalah bentuk dasarnya yang mengacu ke motor bebek…

Maaf-maaf aja nih, kenapa harus bebek? Sebab dipastikan sulit jika harus membuat wujud bebek yang keren… Desain harus jadi andalan utama di sini, sebab menggoda masyarakat Indonesia memerlukan desain yang aduhai, ya seperti yang sudah kita bahas-bahas selama ini. Motor listrik nasional tidak bisa sebatas mengandalkan fungsionalitas, tetapi harus mengincar sisi lemah calon konsumen: Lifestyle! Gengsi! Nah, lumer tuh banyak hati orang Indonesia jika sebuah produk sudah identik dengan lifestye..

Desain kendaraan lebih baik seperti sepeda dan seringan mungkin, toh yang diperlukan disini adalah daya tempuh kendaraan dan kepraktisan, akselerasi dan top speed jelas belum jadi tuntutan utama seandainya motor listrik nasional ini jadi.

Hal lain yang perlu dipikirkan tentunya garansi dan jaminan ketersediaan suku cadang. Mungkin harus dicoba dengan pelayanan ala mobil mewah, yakni ketika kendaraan rusak, kendaraan dijemput ke rumah, syukur-syukur diberikan kendaraan motor listrik pengganti sementara.

Hmm, kita lihat nanti deh, semoga desain benar-benar diperhatikan dan segera bisa kita lihat wujudnya si motor listrik ini nantinya..

DSC09977Membuat tampilan bermotor dengan cara cepat dan modal cekak adalah dengan menggunakan sticker.

Biar tampil beda, cutting sticker atau memesan sticker tentu jadi pilihan. Sayangnya, tidak semua tempat mau melayani pembuatan sticker eceran, minimal 10 lah, 20 lah…pusing deh… Namun, bisa dimaklumi, sebab jika tidak, mereka bisa-bisa tidak balik modal. Ingat, tukang cutting sticker bukan yayasan sosial!

DSC09975

Saya sendiri juga terkadang pusing kalau ditolak sana-sini. Maklum, maunya ketengan hihihi.. Akhirnya, mau-tak mau harus kreatif.

Buat Bro yang jago otak-atik gambar di computer dan mencetak sticker sendiri tentu tak ambil pusing, beda dengan saya yang super gaptek ini. Namun, semangat 45 tak padam karena keterbatasan. Berpegang pada keyakinan keterampilan gunting-menggunting kertas lipat di TK dulu, saya beranikan diri beli kertas sticker scotlight di tukang cutting sticker. Murah Bro, setengah meter (50cm x 40 cm) hanya 8000 rupiah. Bahkan abangnya bilang, beli 1000 aja juga boleh hihihi…

Bermodal gunting dan hasil print, saya pun mulai membentuk huruf-huruf yang diinginkan. Bisa dicetak dulu dengan ballpoint, atau yang paling aman dengan menggunting kertas hasil print dan menempelkannya di bagian belakang kertas sticker.

DSC09983Nah, setelah itu kertas sticker digunting mengikuti pola kertas print yang sudah digunting. Sesudah itu ya tinggal tempel di bagian yang ingin dirias, tentunya dibersihkan dulu permukaan body motornya.

Hasilnya lumayan bikin ane cekakak-cekikik… Cuma menghabiskan 4cm x 40 cm (untuk membuat 3 sticker tulisan R6) alias Rp. 500 dan total 1 jam kerja, odong-odong bisa tampil sedikit lebih hidup hihi… Terima kasih Bu guru TK……..

DSC09967Suatu hari nyokap bilang ke ane: “Buka deh jendela kamar kamu, terus lihat ada apa…”

Aneh ya, punya jendela kamar jarang dibuka, maklum, pulang ngojek kan malam, jadi rasanya aneh kalau harus buka jendela dan gorden malam-malam, salah-salah ntar ntar yang nongol kuntilanak…Ih ngeriiiiiiii..

Akhirnya, ketika hari libur, saya buka jendela…wow, tanpa diapa-apain sudah penuh tanaman rambat. Ketika diperhatikan lebih seksama, ada buah yang aneh, rasanya belum pernah lihat buah macam itu dari tanaman rambat di swalayan/ pasar.

DSC09966Nyokap pun mengatakan itu buah markisa, malah sudah ada yang dipetikkan meski masih hijau. Takut keburu diembat orang katanya hihiihi…

Saya pun dipaksa makan satu, biar ga pilek katanya… Rasanya sensasional, permen super zuper yang sempat ada waktu zaman saya sekolah kalah asemnya… extra asem karena masih mentah barangkali… Kacauuuu…

Namun, kalau diingat-ingat, minggu-minggu lalu bisa saya lalui dengan sehat, meskipun di tempat kerja dan di rumah banyak yang kena flu parah dan bahkan harus pakai acara ke dokter segala. Hmmm… mungkin karena vitamin C dari markisa dan doyan minum lemon tea hangat membuat ane bisa melewati musim flu dengan lancar djaja……

Sekarang ane sering buka jendela kamar saat mentari bersinar, Alhamdulillah ya… lihat tanaman markisa yang tumbuh dengan sendirinya tanpa diapa-apain ternyata bisa membuat suasana hati bahagia dan merasa jadi orang yang beruntung.

Sudah lama juga Blog Sesat tak melakukan komparasi, maklum, bisnis kucing ngepet memang sedang lumayan menyita waktu.

Duel keli ini kita buat layaknya main bola, tek peduli betapa indahnya sebuah gol, tiap gol hanya bernilai 1 kan… Jadi sistem penilaian yang sama akan kita pakai di sini…

DSC09961

1. Faktor Show off

K 100 GL gini-gini doyan mencuri perhatian bikers di jalan maupun orang-orang yang nongkrong di pinggir jalan, namun, dengan bodynya yang extra besar, apalagi suara standardnya saja yang menggelegar, Shovel menang telak di sini. Maklum, sura besarnya bukan cuma membuat orang di pinggir jalan melirik, yang di dalam rumah pun akan terpanggil penasaran mendengar debuman suaranya. 1:0 untuk Shovel!

2. Faktor Harga dan Investasi.

Shovel tahun 70an ini konon dijual 250 juta saja laku, sedangkan K 100 GL dijual 7,5 juta saja pasti banyak yang nawar ala AFGAN dan ROSSA. Untuk segi investasi, K 100 GL diam-diam menunggu peruntungannya, sedangkan Shovel pastinya merangkak naik… 2:0 untuk Shovel!

Wow, 2:0 tanpa balas Bung…

3. Faktor Wibawa

Ga usah dibahas, 3:0! Wah, tanpa perlawanan berarti Bung….

4. Faktor Bobot

K 100 GL dijamin menang telak di sini, doi hanya berbobot di kisaran 100 Kg, enteng pol, sedangkan Shovel amit-amit beratnya, kaki ane ampe nyaris keram mencoba memarkir ini motor, mesti sepenuh hati dan sepenuh tenaga untuk menggerakkan Shovel. 3:1 Bung…….

5. Faktor Konsumsi Bensin

Mesin twin 1200 cc tahun 1977 Vs mesin singel 100 cc keluaran 1987, K 100 GL jelas-jelas jauuuuuuuhhhhhh lebih irit.

Pelan-pelan mulai mengejar Bung…3:2!

6. Faktor Panas Mesin.

Sampeyan pasti tahu siapa yang menang kan…Naik Shovel satu jam bisa membakar kalori lebih banyak dibandingkan melakukan lari-lari kecil di dalam mimpi… 3:3

kedudukan mulai berimbang Bung….

DSC09959

7. Faktor Pajak.

K 100 GL cuma kena 81000 per tahun, jadi dipastikan doi membobol gawang Shovel untuk ke-4 kalinya…3:4!

Kubu Shovel pun mulai gusar dan merasakan ada yang tidak beres di duel kali ini….

8. Faktor Perawatan

K 100 Gl cuma minta jatah oli seliter tiap pergantian, dengan 350 ribu rupiah pun sudah dapat satu set ban depan-belakang berikut ban dalamnya. Sedangkan ban depan Shovel 1 juta saja masih kurang banyak… 3: 5 untuk K 100 GL!

Kubu Shovel tampak tak tenang Bung, mereka melakukan protes keras…

Dan akhirnya meninggalkan area pertandingan…

 

Pemenangnya bisa kita katakan BMW K 100 GL YEAAAAAAAAHHH………

 

DSC09948Sebelum ngomongin harga bawang, kita ngomongin kucing dulu yuk…

Buat ente-ente yang piara kucing, pasti tau, masa si anak kucing lagi doyan-doyannya nyusu sampai perutnya ndut-ndut adalah masa-masa dimana mereka bisa tumbuh cepat dan memang lagi lucu-lucunya.

Namun, nyusu tak bisa selamanya, sebab si mbok kucing akan marah kalau si anak kucing sudah agak besar, atau mungkin juga si mbok kucing hamil lagi karena tidak bisa menjaga diri…. hadeugh… -__-‘ memalukan nama keluarga saja…..

Nah, masa setelah si anak kucing itu disapih paksa oleh induknya adalah masa-masa rawan, banyak anak kucing yang mati di masa ini… Biasanya karena mereka tidak bisa atau tidak mau makan… anak-anak kucing yang cuma ngandalin susu saja pelan tapi pasti akan pindah ke alam lainnya…(BTW ada akheratnya kucing ga ya???)

Nah, sekarang kita beralih ke bangsa ini yang rakyatnya ibarat anak kucing yang masih nyusu terus… Yup, sudah sebesar ini bangsa kita, tapi nyusu jalan terus… Banyak anggota masyarakat yang merasa hidup ini baik-baik saja, padahal kalau ada sedikit saja kejadian tertentu, bangsa ini dan masyarakatnya bisa keos…

Yup, ini akibat kebanyakan nyusu terus…enak ngimport barang terus dengan alasan lebih murah, bahkan kualitas lebih bagus. Okelah kalau barang macam alat elektronik atau barang otomotif, tapi kalau barang macam cabe bawang, garam dan buah-buahan harus import terus, ya pasti ada yang salah lah… Siapa tuh menteri pert*****n???????? Ngapain aja doi dan jajaran di bawahnya selama ini??? Hmmm.. pasti ada itu ituan tuh… nyusu terus ampe mabooook…..

Naiknya harga bawang yang gila-gilaan pasti dirasakan langsung pedagang, penjual makanan dan ibu rumah tangga. Nyokap ane cerita, bawang dari 20 ribuan kok jadi 40 ribuan… Edannya, bahkan di Jember dikabarkan sampai 90 ribuan!

Naiknya harga ini dikatakan akibat pemerintah yang menyetop impor bawang. Inilah akibat ambil keputusan drastis… harusnya ya pelan-pelan dikurangi dengan diimbangi sokongan kepada orang-orang yang berkecimpung di bidang agraris…

Importir pemegang modal juga bisa kok diajak kerjasama, ya, dari importir diarahkan jadi produsen dong… Harga yang naik di awal sebenarnya perlu pemakluman juga, ya sekali-kali bagi-bagi rejeki ke petani lah… beli gadget mahal aja pada bangga, masa beli makanan pokok hasil bangsa sendiri ngeluhnya ampe berbusa-busa…

Ada pelajaran apa yang diperoleh dari kenaikan harga bawang ini? (untung bawang aja, itupun menaikkan inflasi juga lo dan memicu naiknya harga barang lainnya). Pelajarannya, bangsa ini harus berhenti nyusu, mulai pelan-pelan makan dan cari makanan sendiri. Kurangi import bertahap dan mulai coba produksi sendiri! Apa jadinya kalau mendadak bangsa ini kena embargo? Kelimpungan semua tuh rakyat kecil… Bahaya kalau mayoritas rakyat sudah kelaparan, ngeri……

Semoga anak-anak bangsa ini lekas sadar… kalau anak-anak kucing nggak nyadar juga ga papa..nyusu terus ampe gede…….

DSC09949

 

DSC09929DSC09931

 

tersesat muter-muter

  • 1,828,110 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com