You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2009.

Kembali ngabuburit bersama Ninja RR! Masih ingat artikel dan foto-foto dari MotoGP Sachsenring lalu? Ada foto-foto dari area pit dan bisa Bro lihat motor-motor yang berlaga di 3 kelas GP. Adakah yang bertanya-tanya, dimanakah foto pembalapnya? Masa sudah masuk pit, tetapi tidak ada pembalapnya? Kalau Bro juga membaca komentar saya di artikel itu, Bro bisa tahu mengapa….
Saya ulang sedikit: Acara Pitwalk itu tadinya akan diselenggarakan Dorna di hari kamis. Tiketnya sudah saya beli sejak-kalau tidak salah- bulan Maret lalu. Cukup lama memang saya menantikan moment pertama saya nonton langsung MotoGP dan bisa bertemu langsung para idola. Bahkan sempat timbul niat menjambak si kribo Simoncelli hehe…(gemes aku…). Namun, pada bulan Mei datang surat, bahwa acara diundur jadi hari Jumat. Singkatnya bentrok sama Jumatan! Setelah cek jadwal kereta, lokasi mesjid terdekat dsb., ternyata saya memang harus balik ke Jena kalau mau Jumatan. Acara Pitwalk sendiri berlangsung pukul 9.30-11.00 dan baru di 15 menit terakhir pembalap pada keluar dan memberikan tandatangan atau foto bareng. Di sisi lain, saya harus meninggalkan lokasi sekitar pukul 10.10 kalau tidak mau ketinggalan kereta ke Jena.
Sejak bulan Mei itu hingga penyelenggaraan MotoGP di bulan Juli, saya sering berpikir dan mengalami dilema:
1.Udah… ga usah Jumatan, toh cuma sekali seumur hidup…tahun depan kan ga di Jerman lagi..
2.Musafir… musafir…(padahal musafir ga penting ya hihihi…terus musafir mesti Jumatan juga kan??? musafir nonton balap maksudnya…)
Bahkan saya sampai sempat minta saran teman saya, gimana ini??? Di satu sisi pingin banget ketemu langsung para idola balap, di sisi lain konsekuensinya harus meninggalkan Jumatan (dengan sengaja). Teman saya bilang: tidak dianjurkan! Nah anjuran dia ini yang menguatkan niat saya: Jumatan ga boleh dikorbankan, untuk MotoGP yang mungkin buat saya sekali seumur hidup sekalipun!
Satu yang melintas dipikiran saya saat itu: arti dunia! Kalau tangan dicelupkan di lautan dan kemudian diangkat, dan air yang menetes dari ujung jari adalah dunia, sedangkan yang tersisa di lautan adalah akhirat, apakah arti sebuah seri MotoGP itu???????? Sebuah dilema berat sekali rasanya saat itu Bro… Namun, kalau mengingat arti akhirat, mudah-mudahan kita tetap di racing line kita menuju akhirat. Andai dalam setiap langkah dalam mengambil keputusan kita selalu ingat arti dunia…
Memang air yang menetes dari ujung jari tidak ada apa-apanya secara jumlah jika dibandingkan dengan air yang tersisa di lautan, tetapi kualitas air yang menetes dari ujung jari itulah yang akan menentukan kualitas air yang tersisa di lautan. Nah, berhati-hatilah dengan apa yang kita lakukan dengan air yang sedikit itu.
Namanya belajar balap motor, dari mana lagi yang paling pol kalau tidak dari Valentino Rossi, legenda balap motor dunia yang sejak hampir 15 tahun masih aktif dan masih terus berusaha melampaui rekord Agostini. Trik-trik Rossi dalam balap terus berubah seiring perkembangan dari zamannya GP500, 990 cc hingga 800 cc saat ini. Doi terbukti sebagai pembalap yang paling bisa menyesuaikan diri (atau motornya yang menyesuaikan dengan kehendak Rossi???) dengan segala perubahan karakter motor dan perkembangan teknologi.

Teknik balap Rossi ini dibahas cukup panjang di majalah PS yang berkesempatan “diajarin” langsung oleh the Doctor di Donington Park yang tahun depan tinggal sejarah bagi MotoGP. Oleh karena itu, daripada membuat malu nama negara dengan terus menerus membaca gratis, akhirnya setelah mengadakan sidang darurat yang cukup sengit dengan segenap menteri dan direksi, saya putuskan membeli majalah ini (dumplang!!!! Beli majalah aja kaya mau beli Sukhoi).

Berhubung teknik balap cukup banyak plus komentar dari maestro lainnya seperti Doohan dan Schwantz, maka artikel “Teknik Balap Rossi” akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pada kesempatan kali ini, kita bahas trik mengeremnya.

Menurut Rossi, secara umum membawa motor 880 cc saat ini tidak bisa seagressiv era 990 cc atau 500 cc, dimana tangan kanan pembalap menjadi satu-satunya traction control alami. Jika pembalap tidak cermat menjaga speed dan racing line, ya say goodbye pada pembalap lainnya yang lebih cepat di lintasan. Mengerem, rolling di tikungan dan gas pol menjadi sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan! Masa peralihan dari mengerem, menikung dan berakselerasi di kelas 800 cc harus halus dan menuntut kepekaan sang riders.

Bagaimana cara Rossi mengerem? Rossi mengerem dengan 3 jari secara habis-habisan (dengan 2 jari, Rossi merasa kurang yakin), baru sesaat sebelum masuk tikungan rem sedikit dikendurkan dan bersiap-siap untuk rebah. Saat mengerem habis di fase awal, tangan diluruskan untuk menahan gaya kinetik. Badan (pantat-red) dimundurkan hingga mentok ke belakang untuk menjaga kestabilan roda belakang. Saat sebelum memasuki tikungan, tangan dan kedua lutut diregangkan keluar untuk membantu pengereman. dengkul di arah yang berlawanan dengan tikungan dikeluarkan untuk membantu pengereman (rem udara kali ya???), sedangkan kaki sebelah dalam diturunkan layaknya balap Supermoto. Menurut Rossi, trik ini sebenarnya bagi dia sendiri hanyalah sebuah refleks, belum ada penelitian yang mengatakan trik ini membuat pembalap dapat lebih singkat dan membutuhkan jarak lebih sedikit dalam pengereman. Ia juga menambahkan, trik ini membuatnya merasa dapat mengerem lebih keras.

Stoner dan Pedrosa pun mengatakan hal yang sama. Hanya saja, Stoner mengakui teknik ini juga mempengaruhi keseimbangan dan titik berat. Pedrosa sebaliknya tidak banyak komentar layaknya the Doctor. Kata Pedrosa, cuma refleks dan membantu dalam pengereman keras dan lebih dekat dengan tikungan. Ketika ditanya lebih lanjut, kenapa tidak dari tahun-tahun kemarin ia menggunakan trik ini, Pedrosa menjawab: Sekarang kami mengerem lebih dekat dengan tikungan, tambah dekat…. (berarti tahun-tahun kemarin ga serius dong??!!!! Apa tidak mau ngaku ikut-ikutan Rossi??!!!).

Lanjut Bro…
Rossi mengatakan, doi mengerem 95 persen dengan ban depan dan 5% dengan ban belakang, Beda dibandingkan saat 500cc dan 990cc, saat itu dia menggunakan juga rem belakang untuk menstabilkan motor, sedangkan di zaman 800 cc, tugas ini diambil alih peranti elektronik. Yang 5 % itu di kelas 800 cc ya porsi remnya, sedikit memang, tetapi dibandingkan 0% lebih baik kan? Intinya, di kelas 800 cc rem belakang berfungsi untuk pengereman yang 5 % itu, sedangkan masalah stabilitas diambil alih peranti elektronik. (kita tinggalkan bagian agak membingungkan ini….)

Saat mulai memasuki tikungan, rem sebisa mungkin dilepas sedini mungkin, tentunya tanpa harus keluar dari racing line. Berbeda dengan 990 cc yang bisa mengerem hingga masuk dalam tikungan, 800 cc menuntut teknik balap berbeda. Jika teknik mengerem hingga masuk dalam tikungan di kelas 990 cc masih digunakan, pembalap di kelas 800 cc akan kehilangan kecepatan di tikungan. Di kelas 990 cc, hilangnya rolling speed akan dikejar dengan akselerasi yang lebih brutal dibandingkan kelas 800cc. Karena itulah, kecepatan di tikungan untuk kelas 800 cc lebih penting, dan lebih sesuai dengan karakteristik motor keseluruhan. Makanya pembalap yang over agressiv dengan gaya balap superbike tidak terlalu berkembang di kelas 800 cc!

Menurut Rossi, untuk bisa cepat di tikungan, dirinya berusaha mencari batas dimana ban depan tidak kehilangan traksi saat menikung sambil mengerem. Di kelas 800 cc, pembalap tidak bisa menggunakan teknik sliding dengan ban depan untuk mengurangi kecepatan, ya karena itu tadi, pada intinya motor 800 cc tidak mengerem ke dalam tikungan sedalam motor 990 cc. Kalau masih ngotot, ya kecepatan di tikungan terlalu turun! Rossi menambahkan, momen saat mulai melepas tuas rem sangat menentukan, sebab terlambat 10 meter saja, maka hilanglah kecepatan maksimal di tikungan (kalau kecepetan, ya jadilah kaya DePuniet tahun lalu yang hobi nge-gravel). Jadi, sebisa mungkin tuas rem dilepas sedini mungkin, sebab di kelas 800 cc yang paling menentukan adalah kecepatan saat motor rebah! Nah makanya Yamaha berjaya di 800 cc!

Ketika memasuki tikungan, tangan harus rileks dan berusaha untuk menemukan line yang tepat. Saat merebahkan motor menjadi moment yang menentukan, apakah linenya didapat atau tidak. Untuk dapat mempertahankan motor di line balapnya, Rossi menggunakan badan dan dengkulnya. Nah bagaimanakah Rossi menaklukkan tikungan? Tips-tips apa yang digunakan the Doctor untuk membuatnya menjadi sosok yang paling ditakuti pembalap lain di tikungan? Adakah tips dari Rossi yang bisa dipraktikkan saat mudik? Tunggu saja minggu depan……..

Kata Wayne Rainey, sang juara dunia 500cc 1990, 1991 dan 1992 (pada tahun 1991):

Di kelas 500 cc tidak ada engine brake, ban depan sliding saat memasuki tikungan, jika saya memasuki tikungan itu terlalu cepat. Pada intinya, begini cara kerjanya: kamu rebahkan motor dan berusaha untuk mendapatkan feeling yang bagus di roda depan. Kalau kamu merasakan bagian depan bergerak dan ban depan perlahan menjadi tidak stabil, lebih jatuhkan badan kamu sedikit ke dalam tikungan. Ban depan akan sliding, dan kecepatan akan berkurang.

Untuk “menangkap” ban depan yang sliding memang agak “tricky”. Saya harus mengerahkan semuanya: rem belakang, lutut saya dan tubuh bagian atas saya.

Kata Mick Doohan, sang juara dunia 500cc 1994-1998 (pada tahun 1991):

Beberapa pembalap merebahkan motornya tanpa benar-benar menikung, meskipun motornya rebah, arahnya tetap saja lurus. Di atas 500 cc pada intinya sliding lebih banyak terjadi di roda belakang. Jika roda depan sliding, topang badan kamu dengan lutut (di atas lintasan) dan berusaha untuk tetap tenang. Untuk dapat menjaga motor tetap pada racing line, selama rebah kamu harus “menggantung” ke setang dan mengarahkan arah roda depan ke arah luar/ berlawanan dari tikungan. Selain itu, kamu juga bisa mengendalikan dengan memberi bobot ke footstep. Menurut perhitungan saya, peranan tangan dan kaki disini 50:50.

Sumber: PS Das Sport-Motorrad Magazin September 2009

Kalau dengar ABC, pasti pikiran kita sebagai orang Indonesia langsung melayang ke baterai, saos, sambel, kecap, sirup, mie instan dsbnya. Nah artikel kali ini mengangkat ABC yang sebenarnya hadir jauh lebih dulu dibandingkan kesemua barang konsumsi itu. ABC kali ini adalah sebuah sepeda motor tercanggih di zamannya, yakni tahun 1919!

Motor simple ini dijuluki yang paling canggih di zamannya dengan segala fitur yang ditawarkan. Doi sudah termasuk nyaman dikendarai, karena sudah menggunakan pegas di buritan dan di depan plus sadelnya. Jadi, boleh jadi ini motor paling nyaman saat itu.

Motor bermesin boxer ini dianggap sebagai perintisnya mesin boxer yang nantinya diproduksi BMW, yaitu baru pada tahun 1923. Bedanya, ABC masih menggunakan penerus daya rantai, sedangkan BMW menggunakan gardan.

Motor bemesin 398 cc ini termasuk kecil, tetapi dengan bobotnya yang hanya 110 Kg, doi memiliki power to weight ratio yang oke sehingga motor extra klassik dengan 4 tingkat percepatan ini bisa tembus 96 Km/jam.

Yang menarik dari motor yang pada tahun 1919 hingga 1924 diproduksi di Inggris dan kemudian dilanjutkan di Prancis ini adalah tebeng depannya. Doi memiliki engine bar yang dilapis plat sehingga mirip seperti motor bebek di Indonesia. Sama dengan fungsi sayapnya bebek, tebeng ini melindungi kaki pengendara dari cipratan air dan kotoran. Bedanya, karena bertulang, dari pipa besi pula, bisa melindungi kaki pengendara jika motor sampai terjatuh. Jika baterai terendam air, maka lampu akan menyala dan kapten akan berteriak-teriak minta tolong. Awak kabin dan segenap penumpang harap bersabar, berdoa sesuai keyakinan masing-masing dan menunggu perintah kapten selanjutnya. Lho kok jadi ngaco gini… oke Bro.. mo buka puasa dulu nih, jam 8 malem euy…

Sumber: Hugo Wilson: Motorräder, über 300 Klassikker
Trik Pertama: Sebarkan Sketsa Konsep!
Gambar yang Bro lihat disamping adalah sketsa Kawasaki Z-Series anyar yang rencananya akan segera diproduksi untuk membela panji Kawasaki di kancah naked bike. Langkah peluncuran sketsa semacam ini sebenarnya bukan barang baru, bahkan sudah terbukti bisa menjadi bagian hemat, tetapi tetap effektiv dari politik komunikasi pemasaran sebuah kendaraan.
Penyebaran sketsa semacam ini punya dampak besar dalam memancing perhatian bikers, membuat kehadirannya jadi begitu dinantikan dan menahan niat bikers yang ingin menggebet motor baru untuk turut menantikan wujud aslinya nanti. Efek lain yang tidak kalah penting adalah efek seperti yang ditimbulkan sebuah karya tulis semacam novel atau roman. Karena wujud motornya belum ada, sketsalah yang dijadikan ujung tombak. Ketidakberadaan wujud asli itulah yang menjadi ujung tombaknya! Fantasi bikers sedikit banyak dilibatkan oleh trik ini, dan sudah terbukti manjur, sebab kekuatan pikiran biasanya lebih dahsyat dibandingkan apa yang bisa terwujud nantinya. Singkatnya: konsep nyaris selalu lebih dahsyat dibandingkan motor konkretnya nanti! Lihat saja di dunia perfilman! Bukankah banyak yang menilai film biasanya kurang mampu mengangkat fantasi yang ditimbulkan pembaca sebuah novel yang diangkat ke layar bioskop?
Trik Kedua: Hadirkan Motor Konsep di Pameran!
Sebelum diproduksi massal, tentunya harus diperkenalkan dulu ke calon konsumen. Jangan sampai desain barunya mengecewakan dan tidak sesuai bayangan konsumen yang timbul dari sketsa yang dihadirkan sebelumnya. Dengan adanya pameran, produsen tidak hanya “memanaskan” kembali minat calon konsumen untuk segera menggebet calon tunggangan barunya, tetapi juga mencatat kritik dan saran sebelum diproduksi massal nantinya. Ingat, konsumen yang pegang duit!
Kalau dari pengalaman yang sudah-sudah, motor konsep tampil jauh lebih “wah” dibandingkan versi massalnya nanti. Penampilan “wah” ini tidak lain dimaksudkan untuk “memelet” para calon konsumen. Trik menghadirkan motor konsep dan menghembuskan gossip, bahwa si motor konsep nantinya akan diproduksi massal kembali bisa meredam minat bikers yang kesengsem untuk tidak menghabiskan uangnya untuk produk lain. Tidak hanya itu, selama pameran juga diadakan studi, berapa uang yang rela dikeluarkan konsumen untuk membeli si motor yang dipamerkan. Hasilnya akan mempengaruhi polesan akhir, fitur dan bahan-bahan yang akan digunakan. Karena keseringan konsumen mengajukan harga rendah, tidak heran penampilan motor massalnya nanti tidak se”wah” motor konsepnya.
Periode sejak dihadirkannya sketsa hingga motor konsep tidak hanya dimaksudkan untuk “memelet” calon konsumen, tetapi juga memberi mereka waktu untuk rajin menabung. Buat apa toh motor dipuji-puji, tetapi yang bisa beli hanya segelintir? Singkatnya, ketika motor dilaunching, produsen berharap motornya langsung diserbu konsumen.
Trik Ketiga: Test Ride Pura-pura Tertangkap Basah
Trik ini punya dua kegunaan, di satu sisi melanjutkan promosi yang dirintis kedua trik sebelumnya, di sisi lain ya benar-benar mengetes motor baru itu! Test ride semacam ini semakin menegaskan, kalau motor itu kemungkinannya 90% lebih akan diluncurkan! Artinya, para bikers yang mulai gelisah dan kehilangan keyakinan akan peluncuran motor ini, kembali dikuatkan keyakinannya. Artinya, mereka lanjuuuuuut menabung sambil terus menantikan kabar terbaru. Forum di dunia maya pun semakin “on fire” akibat api semangat penantian yang kian membara.
Di segi test ride, tentunya sangat krusial untuk menjamin performa produk nantinya. Test ride di jalanan umum, oleh rider umum, membantu penyesuaian akhir settingan motor. Meskipun motor itu sudah terbit di negara lain, tetap ada banyak hal yang harus dicek ulang: Kondisi jalan, cuaca, suhu dan kelembapan udara, kualitas bensin, kondisi lalu lintas, karakter bikers, berat rata-rata, fitur yang mungkin perlu ditambahkan atau diganti yang lebih sederhana (jadul-red) dsb. Test ini penting untuk mencegah permasalahan yang bisa muncul di kemudian hari, terutama ketika si motor masih dalam masa garansi. Jangan sampai tertangkap adanya kesan tergesa-gesa yang menimbulkan kesan, motornya belum matang atau kualitasnya kurang. Ingat, Goodwill didapatkan tidak dalam sesaat, sebaliknya sangat rentan terhadap gempuran!
Nah, sampai disini Bro jadi teringat Yamaha Vixion dan FZ-16? Ya saya juga sih hihihi…. Banyak yang menyayangkan kenapa FZ-16 tidak diluncurkan sebelum lebaran? Ki Gede Anue yang disampaikan fenomena ini langsung mengangguk-angguk tanda mengerti. Tanpa basa-basi, pria yang beken di dunia keartisan tanah kusir ini langsung melakukan terawang gaib dan menyampaikan beberapa penyebabnya:
“1. Vixion masih laris, buat apa buru-buru.”
“2. Test-ride hasilnya belum lengkap, butuh waktu untuk mengetes ketahanan seekor bison!”
“3. Para direksi dan karyawan banyak yang puasa, males kalau dihujani kebanyakan kerjaan.”
“4. Mau liburan lebaran dulu, baru menyusun strategi peluncuran!”
“5. Pesta peluncuran di bulan puasa: bisa jadi kontroversi: Siang puasa, malam Taraweh!”
“6. Menjelang lebaran, kebanyakan punya kebutuhan yang lebih penting.”
“7. Bulan puasa bikin calon konsumen lebih sabar.”
“8. kalau motor baru dibawa mudik: bisa cepat ancur (bawaan berat, jarak jauh, stop n go di kemacetan, geber habis di jalan kosong, lubang di luar kota yang segede kawah, kualitas bensin di daerah yang terkadang ehem..ehem… dsb.) Apa jadinya selepas mudik nanti banyak keluhan terhadap produk baru itu???? (padahal pemakaiannya yang tidak sesuai).”
“9. Yamaha menuruti wejangan-wejangan saya.” (Ki Gede Anue-red)
Wah… Jadi Ki Gede Anue tidak netral dong.. Bagaimana ini???? Katanya netral?? Situ gimana seeeh Ki???!!!!! Ngaku-ngaku netral padahal situ asem.. apalagi kalo keringetan abis terawang gaib, mmmhh asemnya menebar hingga ke sudut-sudut ruangan dalam radius 13 meter selama 2×24 jam! Mandi dulu sana biar netral!! Asem kok ngaku2 netral!
Trik Keempat: Unjuk Gigi!
Sebenarnya masih buaaaaanyak trik-trik lainnya di bidang politik promosi dan komunikasi. Namun, trik terakhir dalam kesempatan kali ini perihal unjuk gigi saja ya… (Maklum, saya harus kabur sebelum kena sembur Ki Gede Anue yang merasa tersinggung berat dituduh tidak netral). Di dalam trik ini, motor yang baru diluncurkan biasanya banyak yang langsung terlihat di jalan umum. Cara ini merupakan demonstrasi secara langsung kepada bikers. Bahkan terkadang dipakai trik menyewa pembalap amatir! Motor baru digeber kencang untuk memperlihatkan powernya, di tikungan pun dibawa serebah mungkin untuk menunjukkan potensinya. Nah trik semacam ini membuat bikers yang tadinya kepincut dan yang setengah-setengah kepincut yakin: Gw mesti punya nih!
Foto: Repro by HP-Klassikku
Terawang Gaib by Ki Gede Anue
NB: Teks ini dibuat dalam keadaan sadar dan sesotoy-sotoynya
Di bulan Ramadhan, ada kegiatan yang paling dinanti-nanti oleh umat Muslim, apalagi kalau bukan yang namanya buka puasa. Di sini, acara buka bersama diorganisir oleh kita-kita sendiri. Jumlahnya tidak banyak, hanya sekitar belasan orang, atau kurang. Kebanyakan dari kami adalah mahasiswa muslim yang kebetulan sedang kuliah di Jena. Yang menarik bukan hanya kebersamaannya, tetapi juga ada kesempatan mengenal makanan-makanan dari belahan dunia lain yang maknyuzzzzzz… dan tentunya sedikit-sedikit ikutan belajar cara membuatnya (siapa tahu nanti ijk mudik tidak dapat kerjaan, ya jualan nasi bakul arab/usbek/india/afghanistan keliling-keliling lah.. yang penting kan halal, daripada ijk naik bis terus mengaku baru keluar dari penjara dan tidak punya kerjaan, ayah entah dimana, ibu juga entah dimana, tinggal di kampung rambutan rt blabla.. rw blabla.., kebanjiran pula… dan daripada melakukan yang tidak-tidak…).
Alhamdulillah makanan-makanan ini membuat saya serasa di rumah, dan Alhamdulillah kalau waktunya berbuka ya berbuka, makanan itu sudah tersedia. Jangan sampai kita lupa tujuan utama puasa yang mengingatkan kita kalau ada saudara-saudara kita yang menjelang buka pun tidak bisa langsung buka karena kurangnya rezeki. Ayo yang punya klub-klub motor, tidak perlu tunggu hingga menjelang akhir Ramadhan nanti, sesegera mungkin berbakti sosial dengan memberi makan orang yang berbuka puasa. Pahala mereka juga buat orang yang memberi makan lho.. tidak pakai didiskon sepeserpun pahala itu!
Kalau merasa repot mengorganisir klub juga bisa sendiri toh… Kalau masih merasa repot menyediakan makanan bisa ditingkatkan sedekahnya toh… Sekarang pertanyaannya, kalau bersedekah itu sebaiknya dilihat orang atau tidak sih? Bukankah baik misalnya jika klub motor kita terlihat melakukan acara buka bersama dengan anak yatim misalnya. Kan dengan demikian bisa memberi contoh ke klub lain supaya mengikuti kegiatan positif itu…
Nah disini harus berhati-hati Bro… Jadi ibadah atau tidaknya tergantung niat kita. Kalau niatnya memang ingin memberi teladan, ya mudah-mudahan baik dan diterima amalnya. Namun, kalau kita jujur, kadang puji-pujian itu bisa mengotori niat kita dikemudian hari kan….. Jangan sampai sedekahan berikutnya lebih berlandaskan kepada keinginan untuk eksis di masyarakat. Kalau kuatir akan muncul pikiran riya, sebaiknya ya dilakukan dengan diam-diam saja, tidak perlu bawa-bawa atribut lah.. bukannya kita sering dongkol sendiri kalau melihat partai-partai rajin berbagi hanya di saat-saat menjelang pemilu??
Di ibadah lainnya pun kita harus bisa menjaga ketulusan niat kita, misalkan baca Quran. Membaca Quran seharusnya dengan suara yang sebaik-baiknya dan bisa terdengar jelas. Namun, kalau sampai ragu akan timbul niatan untuk pamer, maka sebaiknya bacalah dengan suara yang kecil. Hmmm… tidak mudah memang menjaga niat tetap lurus, trek di dunia ini memang begitu licin……..
Foto: HP-Klassikku

Apa yang kalau ngeliat yang telanjang-telanjang sampai nafsu, tetapi tidak bikin batal puasa? Apalagi kalau bukan melihat naked bike! Terlebih motor street fighter bergaya jadul… Kalau Bro sering hilir mudik di dunia maya, pasti sudah kenal dengan Honda Dream 50R, motor balap kelas capung yang mulai nongol sejak tahun 2004 lalu. Motor yang diproduksi langsung oleh HRC ini memang kecil dan sederhana, tetapi justru itu daya tariknya.
Motor yang berkapasitas hanya 49 cc ini jangan harap bisa Bro temukan di jalanan, sebab doi memang bukan diproduksi untuk jalan raya, tetapi khusus di sirkuit, singkatnya doi tidak punya izin jalan. Motor satu silinder 4 tak dengan 6 tingkat percepatan (close ratio) ini memang secara performa tidak menakutkan, torsi maksimum sebesar 4,41 Nm diperoleh di putaran 10.500 rpm, sedangkan tenaga maksimumnya hanya 7 PS, tetapi pada putaran 13.500 rpm! Untuk urusan pengapian, doi sudah dilengkapi CDI dan karburator berventuri 20 mm. Mesin DOHC yang kalau diperhatikan bentuknya tidak jadul-jadul amat ini sanggup membawa motor berbobot kering 71 Kg ini tembus hingga 65 Km/jam (versi Jepang)/ 90 Km/jam (versi luar Jepang). Tanki bahan bakar yang memanjang layaknya motor balap Honda tahun 60an menampung 6,2 liter bensin.
Di segi kaki-kaki, Dream tampil konsisten dengan gaya jadulnya. Velg alumunium poles DID berukuran 250×18 dibalut Bridgstone Battlax BT32 akan setia mengawal motor berkompresi 11,7:1 ini menelusuri tikungan-tikungan sirkuit. Meskipun bergaya jadul, doi sudah dilengkapi rem cakram depan-belakang lho.. Sebuah fitur yang dianggap canggih oleh mayoritas bikers Indonesia, tetapi menjadi hal yang membuat penggemar oldtimer sedikit menyayangkan pemilihan fitur ini: jadulnya jadi ga pol!
Motor yang di Jerman dijual seharga 6750 Euro, alias cukup untuk beli Ninja 250 R, Yamaha Vixion dan Mio baru ini memang tidak murah toh…. Dengan segala keeksotisannya doi pun menjadi buruan para kolektor. Buat mereka yang tidak puas, HRC pun sudah menawarkan bermacam-macam peranti tuning yang dapat meningkatkan performa dan mengurangi bobot. Kalau lihat video-video di Youtube, performa Dream 50R lumayan juga kok… Performanya yang terbatas lebih digunakan untuk melatih racing line yang maksimal. Bukankah racing line yang maksimal menjadi syarat wajib kalau mau sukses di ajang balap dunia? Pembalap-pembalap kita juga tampak masih jauh dari maksimal racing linenya, ya itulah kalau sirkuit yang memadai jumlahnya kurang dan kompetisi di sirkuit yang sebenarnya masih bisa dibilang minim.
Sehabis kenalan dengan Dream 50 R, semangat saya mau modif motor pun kambuh lagi… Rencananya nanti mau ambil GL-Pro jadul (biar murah Bro, onderdil banyak, pajaknya juga irit). Gaya motor balap jadul sebenarnya paling enak untuk harian, selain sederhana, tidak menuntut banyak biaya modifikasi, dimensinya enak buat nyelip-nyelip di kemacetan dan ringan bobotnya. Pemakaian ban yang kecil pun bisa mendukung niat hidup hemat, tetapi gaya teteeeeeep…..
Foto: Bajak!
Sebelumnya, perkenankan saya beserta segenap awak redaksi, artis, petugas keamanan, kebersihan, paranormal dan paraabnormal yang bertugas mengucapkan selamat beribadah puasa kepada segenap Bro yang menjalankannya. Mohon maaf jika ada kesalahan-kesalahan yang mungkin tercipta secara sengaja, setengah disengaja, maupun benar-benar disengaja.
Mudah-mudahan Ramadhan kali ini bisa menservis total pikiran dan hati kita yang mungkin sudah kotor, sebelum terlambat dan harus ganti baru… Marilah kita berharap, semoga bulan ini memberikan petunjuk dan hikmah yang bisa kita bawa hingga finish dalam balap kehidupan ini. Mudah-mudahan kita diberi petunjuk, apa yang benar di mata sang Pencipta, bukan sebatas dimata manusia.
Sebagai blog yang menganut aliran sesat, blog ini akan berusaha meramaikan dengan artikel-artikel berlatarbelakang pikiran saya sebagai hamba yang berusaha senantiasa mencari jalan yang benar. Untuk itu, akan ada beberapa artikel Ninja RR yang akan dilaunching selama bulan Ramadhan ini. Ninja RR (Nikmati Nuansa Jalanan Renungan Ramadhan) akan membawa kita, terutama saya, untuk menelusuri indahnya race selama Ramadhan.
Kalau Bro takut terbawa sesat, sebaiknya jangan ikut berpacu bersama Ninja RR…. Sebenarnya kita sebagai manusia yang ingin selalu berjalan di jalan yang benar harus selalu bertanya: sesatkah kita? Sesungguhnya orang yang sudah tersesat, tetapi yakin dirinya tidak sesat adalah orang-orang yang merugi. Bukankah banyak yang ilmu agamanya tinggi malah sering terjebak dalam syirik? Bukankah banyak yang sangat indah dalam melafalkan ayat-ayat suci menjadikannya terjebak riya’? Bukankah banyak jago-jago khotbah akhirnya menjadikan berkah itu sebagai tampah untuk menampung harta?
Ingat, setan akan menggunakan beragam cara untuk menyesatkan manusia, hingga finishnya tidak di surga, tetapi di neraka. Dan ingat, setinggi-tingginya iman tidak akan membuat kita lepas dari usaha penyesatan. Jika kita sampai sangat yakin iman kita kuat, maka bisa jadi kita pun sudah tersesat…….bahkan jauh tersesat……….
Teks: Bukan Pujangga
Foto: HP-Klassikku

Foto: HP-Klassikku
Panas dengan kehadiran Ducati Streetfighter, Aprilia pun tidak tinggal diam. Maklum saja, Aprilia Tuono kalah jauh tenaganya dibandingkan seteru senegaranya. Langkah paling mudah tentunya mengikuti jejak Ducati, Aprilia pun menurunkan RSV4 untuk ditelanjangi hidup-hidup dan menjelma menjadi cafe racernya motor zaman modern, yakni model naked bike beraliran street fighter.
Motor yang belum lahir secara resmi ini sementara disebut Tuono V4. Tuono V4 hanyalah RSV4 yang bertelanjang dada dengan sedikit perubahan minor lainnya, misalnya setang baplang dan lampu depan minimalis. Perbedaan lainnya adalah suspensi USD di depan bukan menggunakan merk Öhlins. Kelihatan langkah ini dimaksudkan untuk menekan harga jual. Suspensi extra stabil dan sensitif memang berlebihan untuk motor yang bukan khusus turun balap di sirkuit.
Di segi bobot, motor naked otomatis akan lebih ringan. Ini akan sangat menguntungkan dalam berakselerasi di kecepatan rendah hingga menengah, dan itulah yang dibutuhkan sebuah street fighter bukan? Bobotnya diperkirakan tetap di bawah 200 Kg, tergolong ringan untuk naked bike standard. Bandingkan saja dengan ER-6n yang bertenaga kurang dari setengah tenaga Tuono V4!
Tuono V4 yang dicita-citakan menjadi naked bike terkencang di sirkuit sudah memiliki mesin RSV4 yang dijamin sangat kompetitif. Untuk mengentuti Ducati Streetfighter, Aprilia tidak terlalu banyak menurunkan tenaga Tuono V4. Dalam test yang menjajal berbagai pola enginbe mapping ini, tenaga Tuono V4 diperkirakan berkisar antara 165-170 PS. Dijamin lebih nampol dibandingkan Duke Street Fighter yang mentok di 155 PS.
Aprilia gosipnya meluncurkan Tuono yang jumlah pistonnya dua kali lipat Tuono sekarang ini tidak dalam waktu dekat. Kabarnya jagoan baru ini baru nongol pertengahan tahun 2010 nanti. Hmmm sepertinya takut jatah kue RSV4 kemakan dagangan sendiri tuh…
.
Foto: Repro dari Majalah yang tak kubeli karena apa????????????????
Namanya trik pura-pura ketangkap basah memang bukan barang baru. Setiap tahun pun, selalu trik ini kembali digunakan, maklum, murah dan sangat meriah hasilnya. Apalagi dengan meriahnya jagad perbloggeran bikers, pabrikan bisa ngirit biaya publikasi. Namun, terkadang muncul selentingan tak bertanggung jawab yang menuduh sebuah blog sebagai corong pabrikan. Yang komentar bilang tetangga sebelah, tetapi di blog lainnya bilang tetangga sebelah, yang lainnya lagi ikutan bilang tetangga sebelah waaaaaaa…….yang mana nih??? Saya sih jujur saja: “woooi pabrikan, ijk mau dong jadi corong, bokek nih hihihi……..”
Trik ini pun digunakan oleh Ducati untuk mempromosikan motor barunya. Trik yang membuat para biker jadi tertarik perhatiannya dan memantau fakta-fakta terbaru tentang sang jagoan kali ini digunakan untuk Ducati Cayenne. Pernah dengar nama Cayenne kan? Bukan… bukannya yang nyanyi Titanic, itu mah Cayenne Dion (Gubrak!). Cayenne di dunia otomotif sudah dikenal di produk SUV Porsche. Aneh juga kalau melihat taktik Ducati berkenaan dengan penamaan akhir-akhir ini. Di satu sisi kurang kreatif, di sisi lain mungkin bermaksud membalikkan fakta di lapangan. Mungkin tujuannya untuk menggulingkan nama Porsche dari nama Cayenne. Atau biar gampang nongol di Google??????
Seperti trik yang digunakan di Ducati Street Fighter, Cayenne diproduksi tidak seluruhnya baru. Mesin tinggal dicomot dari 1098. Hanya saja, tenaga yang 155 PS dikorting hingga hanya 140 PS saja. Untuk Cayenne tipe S rencananya akan dicangkokkan Suspensi dari Öhlins yang terkenal sangat mahal sekali deh… Jika kita lihat perawakannya, tampaknya Cayenne diproduksi untuk menantang keperkasaan Triumph Tiger. Atau malah untuk menggantikan Multistrada ya?? Congor Cayenne menegaskan, kalau motor gress ini bertipikal motor penjelajah, ya mungkin juga tersirat dari congor bebeknya yang mirip BMW seri GS.
Hal baru yang ditawarkan Cayenne adalah penggunaan knalpot yang meninggalkan pakem desain Ducati modern. Knalpot undertail dilengserkan knalpot extra pendek seperti motor-motor MotoGP. Secara teoritis sih artinya Cayenne lebih mementingkan putaran bawah dan mengejar bobot yang ringan. Penggunaan knalpot pendek juga dimaksudkan supaya lebih mudah dalam bongkar pasang bagasi nantinya. Motor yang kapasitas tankinya hingga 20 liter ini nantinya diprediksi dilego di kisaran 13000 hingga 14000 Euro, ya sampai Jakarta mungkin jadi 450 jutaan kali ye…. Untuk gambar lebih jelasnya, tunggu saja Milan Motor Show November nanti……
Foto: Repro dari majalah yang tidak kubeli karena Bo##k (you know lah…)

tersesat muter-muter

  • 1,786,402 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com