You are currently browsing the monthly archive for Februari 2016.

Yamaha Scorpio yang sudah disuntik mati dalam pemantauan Blog Sesat cukup malang nasibnya. Jika Tiger banyak yang masih mewacanakan dibangkitkan kembali, Scorpio kok rasanya belum pernah dengar… Ya ini tak lepas dari image Scorpio yang tak sekuat Tiger, dianggap bukan legenda karena gagal menggantikan legenda, yakni RX King.

Yup, Scorpio dilahirkan sebagai motor penerus tongkat estafet RX-King, tugas yang kelewat berat! Sebenarnya motor ini baik-baik saja jika tak sebegitunya dibebankan tugas itu. Belum lagi image sebagai motor batangan Yamaha yang tidak laku (meskipun ada motor Yamaha yang jauh lebih dikit lagi lho penjualannya-red).

Well Blog Sesat merasakan kesedihan si Kalajengking. Padahal kalau mesinnya dinaikkan jadi 250 cc, kakinya diganti kaki Xabre, diberi oil cooler, mesin dibuat twinport seperti Thunder 250, tetapi body tetap klassik dengan perbaikan bentuk supaya tak kelihatan seperti motor garuk tanah yang dipaksakan mengaspal, Scorpio bisa sangaaaaat menggoda. Ya, kira-kira kalau kiblatnya seperti XJR 1300 di bawah ini bagaimana hayo…

020_klein_yamaha_xjr_1300_yard_built.jpg.4819724

030_klein_yamaha_xjr_1300_yard_built.jpg.4819742

080_klein_yamaha_xjr_1300_yard_built.jpg.4819796

Sumber:

http://www.motorradonline.de/motorraeder/klein-yamaha-xjr-1300-im-yard-built-wettbewerb/711978?skip=4#6-711998

 

Pelan-pelan produk TVS mulai menancapkan kukunya, tetapi terlalu pelaaaaaaaaaaan.. Gregetan melihatnya. Kritik Blog Sesat terhadap TVS adalah desainnya yang terlalu India..terlalu sok futuristis, tapi buat selera orang Indonesia keramean…  Soal mesin sih kebanyakan memuji kan.. Nah, Minerva sudah pernah membuktikan lho bahwa kekuatan desain bisa membutakan banyak bikers..ya walaupun akhirnya nyadar sih hihihi..

Oke, kalau masih ingat motor kolaborasi BMW-TVS yakni G 310 R, kini tukang insinyur TVS berusaha membuat motor konsep berbasis BMW-TVS G 310 R itu. Dan ini tergolong edan, karena tidak semata memakaikan fairing yang berdesain hybrid ala Yamaha R6, Ducati Panigale dan BMW S1000RR, tetapi parts carbon yang digunakan kaga nahaaaan..Kabarnya lebih ringan dibandingkan G 310 R Bro…Diklaim lebih ringan 28 Kg! Ini berkat fairing, tanki, spatbor, body dan silencer carbonnya! Ya, kalau memang nanti diproduksi massal ya berat juga sih harganya, kecuali mereka menemukan cara memproduksi carbon yang jauh lebih murah hehe…

010_BMW-Akula-310-Studie_TVS_BMW-G-310-R_Indien_1024.jpg.4830304

Kabarnya akhir tahun ini motor tanpa ABS berbobot hanya 130 Kg ini akan diproduksi massal. Ya, pastinya sih beratnya bakal naik lah tanpa parts carbon itu… Hmm Kalau mau cerdas dan jualan di Indonesia, harusnya sih bisa dibuat turun jadi 250 cc ya..,tetapi dengan kemungkinan sangat mudah dan ekonomis untuk dikembalikan kembali jadi 310 cc tentunya..Kalau sampai kejadian, dipastikan Blog Sesat sangat tergoda beli hihihi…

20160220_181103Sebenarnya ini tidak akan terjadi kalau saya tidak 3 kali ditolak di berbagai tempat tambel ban. Yup, berbekal rasa menyayangkan terjadinya penolakan ini sekaligus penyadaran bahwa buat pengendara Vespa yang bocor ban tidak bisa langsung merasa lega jika melihat tukang tambal ban, saya mencoba kembali melakukan malpraktik yang sudah cukup lama saya tinggalkan.

Ternyata tak sesulit yang saya kira. Tinggal buka tepong kiri, melepaskan mur-mur dengan kunci busi, maka ban serep pun bisa lepas dari dudukannya. Nah, selanjutnya lebih mudah lagi, tinggal buka mur-mur di velg dengan bagian belakang kunci busi Vespa yang ternyata memang dirancang untuk bongkar/ganti ban (maaf, baru tau euy hihihi), maka velg F.A. Italia berbahan alumunium itu pun terpisah 2. Tinggal keluarkan saja ban dalamnya.. Wah, ternyata ada robek kecil…

20160220_181815Dan, setelah saya cuci dan raba bagian dalam ban luarnya, saya bisa menemukan paku kecil ini. Setelah memastikan tak ada benda asing lainnya di dalam bagian ban, baru deh tenang… Apalagi mengetahui bahwa bongkar ban Vespa ternyata malah lebih mudah dan tak perlu keluar banyak tenaga atau berisiko merusak velg. Makanya saya masih bertanya-tanya, kenapa banyak tukang tambal ban yang menolak ya…

Oh ya, karena bannya robek kecil, saya putuskan beli ban dalam baru ring 10 di bengkel yang saya sudah kenal lama dan yakini jual parts Vespa. Alhamdulillah ada, satunya rp. 35 ribu. Tinggal isi angin dan pasang deh nanti… nanti kalau sempat wkwkwk…

 

Seminggu lalu New Thunder 125 keluarga Sesat ngejogrok saja di rumah. Mesin mulai dirasa terlalu berisik dan didiagnosis berasal dari rantai keteng. Akhirnya hari Minggu lalu, doi dibawa ke bengkel resmi Suzuki di kawasan Depok, daripada rantai sampai melejit dan pengapian kacau… Syukur kalau cuma tak mau hidup, kalau klep-klepnya sampai kena kan bakal mahal…Saya rasa penyakit rantai keteng berisik ini tergolong cepat muncul, sebab motor baru memasuki usia 35.500 Km dengan pemakaian harian yang relatif halus. Atau mungkin karena lumayan sering di wilayah macet kali ya..

20160221_132217Berapa biaya penggantian di bengkel resmi itu? Kalau tak salah seingat saya setelah saya baca bonnya  270 ribuan. Harga rantai ketengnya sendiri sekitar 180 ribu (saya lupa pastinya). Jasa rp.45.500, sil rp. 19 ribu sekian. Ya hanya ada ketiga komponen itu sih. Mungkin setelah itu masih dikenai pajak 10% ya sehingga jumlah total menjadi 270 ribuan.

Saya dengarkan suara mesinnya kembali normal. Sayang sebenarnya masih harus ada paking mesin yang rembes dan harus diganti, tetapi si bengkel resmi tak ada barangnya wkkwkwkw..

Gambar (5)

Kejadian berawal dari hari Kamis lalu.. Saat hendak ke Samsat, ban belakang Excel Rose kempes pas masih di rumah. Anehnya, saya tak menemukan paku atau benda asing yang menyebabkan ban mendadak kempes di rumah. Langsung saja saya pompa dan hendak membawa ke tukang ban terdekat. Nah, sempat berhenti sekali di tukang tambal ban, tetapi doi ternyata tidak bisa bongka ban Vespa huhuhu..

Saya pun jalan terus, eh bannya tidak kempes-kempes… Bahkan sampai esok harinya pun masih normal-normal saja. Hingga saat Jumat malam saya sedang hendak menuju Margonda dan tiba-tiba ban belakang Excel Rose kempes… Rasanya kacaaaaaaaauuu…ngesot-ngesot ga karuan dan tak mau jalan. Bahkan dituntun dengan mesin hidup pun susahnya setengah mati, beda dengan motor batangan atau bebek yang kalau kempes ban belakang masih bisa jalan…Vespa kalau sudah kempes total ban belakangnya langsung jadi keong tak berdaya huhuhu..

Eh baru saja balik arah untuk menuntun Excel Rose pulang ke rumah ada Vespa yang ngklakson dan langsung berhenti. Mereka tanya kenapa dan dengan sigap langsung menggantikan ban Excel Rose, cekatan dan dengan keterbatasan alat, ban bisa diganti dalam 20 menitan. Mereka bawa alat… ternyata dengan bagian belakang kunci busi Vespa, itu kunci 13 memang digunakan untuk mengganti ban wkwkw..Saya baru tau, pantas saja kok bentuk kunci businya agak aneh…

Mereka bernama Bro Aji dan Bro Tias, masih muda, saya jauh lebih tua huhuhu.. Kesigapannya membantu dengan tulus benar-benar mengesankan saya.. Saya yang cuma bisa bengong saja jadi malu sekaligus terkesan dan sangat berterima kasih.. Maklum, saya cuma pemakai, bukan pengedar Vespa.

Di sini saya mengalami masalah… Dengan masalah ini saya merasakan indahnya semangat persahabatan dan ketulusan tolong menolong, bahkan orang yang sama sekali tak dikenal dan untuk menolong itu kedua pemuda ini rela korban waktu,keluar tenaga, kotor-kotoran dan mengamalkan ilmu.. Semoga Tuhan kan membalas semua kebaikannya dan tetap dijaga plus ditambahkan kebaikannya..amiiin

Sabtu lalu saya tancap gas naik Si Gesit Irit ke Samsat Jakarta Selatan, rencananya mau perpanjang STNK Excel Rose..eh kelupaan bahwa setiap 5 tahun harus ganti plat dan melalui cek fisik… Ya Karena tidak bawa motornya, saya beli formulirnya rp.10.000. Katanya sih boleh digosok sendiri.. Dalam hati, gampang lah itu wkwkw…

20160213_162742

Eh pas mau dipraktikkan, saya mati gaya.. Tidak tahu pasti apakah harus dikelet dulu stickernya dan ditempelkan, kemudian digesek atau tanpa dikelet, langsung digesek.. Salahnya, saya tak perhatikan bagaimana petugas di Samsat melakukannya. Saya pun tetap nekad… menggunakan pensil dan tanpa mengeletnya..Hasilnya jelek hehe… Untuk bagian body saja yang terbuka dan hanya cukup buka tepong, saya sudah kesulitan…

20160213_165414

Yang lebih parah lagi menggesek nomor mesinnya… Kalau menggunakan pensil biasa, motor harus dimiringkan dan nyaris tidak mungkin tanpa mencopot knalpot pikir saya saat itu. Nah, karena saya malas copot knalpot dan penasaran juga, bagaimana cara menggesek nomor mesin dan nomor rangka yang benar, akhirnya saya bawa Excel Rose ke Samsat Jakarta Selatan.20160218_102847

Sampai Samsat sekitar jam 10 pagi, langsung menuju belakang gedung tempat biasa membayar pajak STNK, lebih dekat dan praktis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Nah, beli formulir dulu rp. 20.000. Kok lebih mahal??? Entah, mungkin karena yang ini digosokkin, sedangkan yang saya beli minggu lalu formulir dari loket 1 kalau mau gosok sendiri..ini barangkali lho ya..

Nah, ternyata cukup buka tepong, bersihkan sedikit bagian yang mau digosok, lalu ternyata stickernya dikelet dulu dan ditempelkan, makanya lebih rapih dan mudah.. Petugasnya pun saya lihat tak pakai pensil, tetapi pakai besi antena radio gitu wkwkw.. Doi pun tak perlu buka-buka knalpot segala.. Setelah itu doi isi formulir, dan formulir saya masukkan loket 5, kemudian Excel saya parkir di parkiran motor. Pas kembali ke loket 5 setelah 10 menit, saya peroleh form dan langsung deh bayar seperti biasa…

Ternyata bayar STNK dan TNKB baru harus keluar 169 ribu rupiah.. Pajak tahunannya naik sedikit. Oh ya, sebaiknya sediakan uang pas, sebab 1000 rupiah oleh mbak-mbak petugas bank DKInya di tempat ga dianggap, jadi dia tidak kembalikan..bilang maaf tak ada kembalian juga tidak..payaaaaaaaah… bukan masalah nominal, tapi masalah etika..di Jerman sih yang beginian jelas korupsi! Ente ga bakal nemuin beginian di Jerman wkwkw.. puas-puasin deh makanya selagi di Indonesia…

Gambar (4)

Setelah 3 hari bermalam di Yogyakarta, saya pun pulang kembali ke Jakarta. Karena memang lebih ingin bertualang, kali ini ganti rute, walaupun jalur selatan lebih dekat dan jalanannya cukup menyenangkan.

Sama dengan waktu berangkat, saya butuh 2 hari menggunakan Excel Rose. Berangkat dari daerah Stasiun Tugu Yogyakarta sekitar pukul 09.15, saya melalui Magelang, Ambarawa, Ungaran dan Semarang. Jika dulu saya menempuh Surakarta-Semarang di tengah malam dalam waktu 2 jam, Yogya Semarang via Magelang butuh waktu lebih lama, baru jam 2 siang saya sampai di Semarang. Cuaca pun dari panas, mendung, hujan, panas lagi… Namun, kali ini secara mental saya lebih tenang hehe… Di Magelang saya sempat isi bensin, kemudian di Semarang kembali isi bensin. Setiap isi bensin, saya habiskan 20 ribu rupiah. Perjalanan saya lanjutkan hingga memasuki daerah Batang. Nah, jika biasanya paling kencang saya geber sampai 110 Km/jam saja, di salah satu lokasi menuju Batang Excel Rose tembus lebih dari 125 Km/jam, ya kira-kira, karena spidometernya kan hanya sampai 120 Km/jam wkwkw.. Jalanan yang mulus, lebar dan agak menurun memungkinkan itu. Sebenarnya motor masih mau lebih kencang, tapi saya masih ingat kok kalau remnya itu rem orang-orang yang penyabar hehe…

Selepas Pemalang saya kembali isi bensin, itu sudah Magrib. Istirahat sedikit sambil sholat Magrib dan kemudian mengisi bensin lagi Rp. 20.000. Cuaca pun kembali hujan… Saya pakai lagi jas hujan merek Krisbow yang saya beli di Ace Hardware lebih dari setahun lalu…jas hujan ini layak banget lah direkomendasikan.. Oh ya, saya menginap di Tegal kota Bahari.. Sampai di Tegal sudah jam 7an malam dengan cuaca hujan deras…

Keesokan harinya pun saya baru berangkat meninggalkan Tegal pukul 08.30… Lewat Cirebon juga lho..ada razia juga lho…untung di arah sebaliknya wkwkw…

Karena saya sedang iseng, saya keluar dari jalur Pantura, saya lewat Majalengka.. Tadinya mau lewat Rajagaluh kampungnya Nunoe, tapi nyasar…lewat Jatiwaringin akhirnya…Nah, isi bensin lagi di situ 20.000. Selesai isi bensin dan menunggu sebentar sampai masuk Ashar, setelah itu langsung tancap lagi ke Sumedang. Nah, dari Sumedang saya tak ke Bandung, tetapi melewati Subang. Jalurnya keren Bro buat touring..pegunungan indah…(yang saya tampilkan di foto), sayang memasuki pegunungan kabut parah dan akhirnya hujan, tetapi sudah lewat, tinggal rintik-rintik dan super becek saja… Di akhir pegunungan sebelum masuk Subang, saya isi bensin lagi, kali ini 10.000 saja. Nah selepas itu hujaaan deras, pake jas hujan lagi deh…

Masuk Subang, jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Saya sholat Ashar dan isi bensin lagi 10.000 rupiah, tanki Excel hampir penuh, kan sebelumnya baru isi 10.000 rupiah juga. Dari situ saya melaju menuju Purwakarta. Sebelum masuk Purwakarta hujan lagi lumayan deras, saya pun isi bensin lagi 10.000 sekalian nanya-nanya jalan. Maklum, mulai gelap karena cuaca buruk, sudah jam 5 sore, dan badan mulai lelah, jadinya, kalau nyasar nggak lucu deh hihihi…

Habis itu saya lanjutkan perjalanan. Di Purwakarta hujan sederas-derasnya…Itu hujan terderas seumur hidup saya, jalanan seperti sungai, jarak pandang pun sangat parah, hanya 3 meter..asli 3 meter…Kendaraan pun hanya jalan gigi 1-2 saja wkwkwk… Sempat melewati jalan seperti sungai, ih ngeriii, takut hanyuuut.. Untung Excel Rose termasuk tangguh…Akhirnya saya geber terus Excel Rose dari sebelum memasuki Purwakarta ke Cikampek, Karawang, Tambun, Bekasi dan akhirnya jam 9 memasuki Kalimalang…yeaaay.. Badan sudah mau rontok rasanya 12 jam lebih riding dengan 60% lebih hujan deras dan jarak pandang terbatas membuat lelahnya jadi berlipat…Belum cukup dengan berjibaku dengan motor-motor di pingggiran Jakarta yang pada ala-ala wet race,eh, masih kena 2 kali lubang di Kalimalang yang sedang banyak proyek pembangunan itu..remek rasanya sendi-sendi pas Excel Rose terhantam lubang..”Tenggelemin aje aye di Kalimalang” teriak ane dalam hati huhuhu..

Alhamdulillah jam 10 malam sudah kembali bisa membuka pagar rumah Keluarga Sesat hihihi…

 

Hari ke-2 di Yogyakarta saya tancap Excel Rose ke Kaliurang, ya tanpa banyak google dulu, intinya mau coba sementok-mentoknya saja. Nah, sampai deh saya ke Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. Cerita tentang yang ini belakangan saja.. Jam duaan, saya kembali ke Yogyakarta..tapi di tengah jalan malah mau ke Borobudur.. Eh, baru sampai perbatasan Jawa Tengah, saya memutuskan kembali lagi ke Yogyakarta karena sudah jam 3 dan mau janjian sama Mas Irawan Kurnianto, pemilik, pemegang saham dan penasehat spiritual Blog http://blackcat200.com/

20160205_063849

Akhirnya setelah Isya bisa ketemuan dengan pemilik Blog yang sering saya kepoin diam-diam karena original dan banyak tipsnya bagi yang benar-benar doyan otak-atik motor sendiri. Insting paranormal saya benar, Mas Irawan tidak akan datang sendiri dan akan datang dengan Tiger Scramblernya hehe… Akhirnya kita ketemuan di Alun-alun Bantul. Mas Irawan on Tiger Scrambler dan Mas Gora dengan Pulsar 180 Scramblernya Mas Hadiyanta.. Melihat dua Bro ini datang sungguh penghargaan dan kehormatan bagi saya.. Diajak dan ditraktir makan Sate Klethek Pak Pong pula yang terkenal dan mahal itu heheeh.. (Maaf, misi rahasia, tak ada fotonya wkwkw).

Biar artikel ini ada fotonya, saya kasih foto-foto beberapa tempat yang saya kunjungi atau lewati di Yoga ya…

20160204_093846

20160204_135853-1

20160203_190402

20160204_094214-1

IMG-20160208-WA0057

Lanjut ah.. Selepas berteduh dari hujan deras dan tidur-tidur ayam dari jam 10 malam di sebuah pom bensin di Majenang, saya melanjutkan perjalanan selepas sholat Subuh, ya sebelum jam 5 pagi sudah jalan lah. Istirahat sangat membantu ketahanan fisik dan mental saya, tuh tangan saya pas malam sudah begitu warnanya hehe…hujan seharian plus naik motor seharian membuat tangan mirip tangan mayat hehe…

20160202_211008Masih tak jauh dari daerah Majenang, Excel Rose menghajar lubang lumayan parah… Tepong Vespa sebelah kanan sampai terbuka sedikit. Dan setelah saya cek, lubang tepong sebelah kiri dan kanan mengalami retak hikshiks….

Perjalanan subuh-subuh itu lumayan mendebarkan, sebab jalan masih licin, gelap dan bumpy…sangat tak enak ditempuh dengan Excel, terlalu mental mentul..dan OMG…ibu-ibu bermatic dengan bakul dagangan berkendara santai dan bisa lebih cepat dari saya yang tak hapal medan jalan hahah..harga diri lumayan runtuh wkwkwk…

20160203_093746Perjalanan mulai enak saat sudah memasuki daerah Banyumas, sebab mulai terang dan tidak hujan. Wah, seru ya, lewat daerah asal teman-teman blogger motor lainnya. PAs lewat Banyumas ingat mas Triyanto, pas lewat Cilacap ingat Pakde Maskur, pas lewat Kebumen ingat pas touring dengan BMW Edan Club, pas mau memasuki Yogya apalagi hehe…

Oh ya, foto di atas saat sudah mengambil jalan alternatif setelah melewati Kebumen. JAdi saya tidak lewat Purworejo. Jalannya awalnya sangat menyenangkan karena sepi dan mulus…

Sampai akhirnya lama-lama semakin hancur dan kecil… Dan kemudian tiba di jalan besaaaar dan sepi..hampir tak ada yang lewat..tetapi jalanannya hancuuur… Dan memang sedang dalam perbaikan. Jalanan ini menyusuri pantai Selatan Jawa. Setelah saya lihat-lihat di google maps, ini jalan Daendels.. Wah untung tak malam-malam… Sebab jalanan rusaknya puaaaanjaaang… Siang-siang saja tak kelihatan ujungnya. Benar-benar melelahkan fisik, ya mungkin karena Excel juga tak bersahabat dengan jalan rusak. Tiap kena goncangan lama-lama paru-paru saya mengeluarkan udara sendiri, jadi tersengal-sengal sedikit hehe..  Padahal lumayan menyiapkan fisik sih dengan lari-lari dari kenyataan sebelum perjalanan ini.

Alhamdulillah menjelang Yogya jalanannya jadi mulus… Meskipun panjang, muluuus, kebayang kalau naik S1000RR atau Hayabusa…Saya pun menuju Yogya via Bantul.. Jaanan menyusuri pantainya sungguh menyenangkan… Mantabs… Sekitar jam 1 siang, saya tiba di Yogya..yeaaay…

20160204_092026

Saya enggan menyebutnya sebagai touring, saya lebih senang menyebutnya sebagai sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan yang harus saya tempuh sendiri, berteman dengan ketidaktahuan dan sedikit ketidakpastian. Yup, saya belum pernah sendirian naik motor sejauh ini, dan pastinya belum pernah naik Vespa. Oh ya, saya bukan anak Vespa juga, jadi kalau si Excel Rose kenapa-kenapa, saya juga tak tahu harus ngapain hehe.. Intinya, perjalanan yang semigila bagi seseorang minim pengalaman seperti saya.

Gambar (6)Tantangan pertama adalah cuaca. Yup, hujan terus kan minggu-minggu ini. Saya berangkat dari pinggiran Jakarta pukul 9 pagi (Maaf kesiangan… hehe). Cuacanya mendung habis hujan, pokoknya kata anak sekarang bisa bikin mager…aka males gerak, tapi tekad sudah bulat…

Berangkat dari rumah, tripmeter Excel Rose menunjukkan 88.031. Langsung tancap gas via Jalan Raya Bogor menuju ke Cisarua Bogor. Memasuki kawasan puncak ada razia motor.. Waduh..deg-degan juga, tetapi berhubung Excel Rose lengkap, lampu menyala, plus tak perlu ngumpet-ngumpet, Excel Rose tak dihentikan… Alhamdulillah sih di beberapa razia yang dilewati, Excel Rose tak pernah dihentikan…mungkin karena Excel Rose dianggap moge kwkwkw…

Dengan kecepatan cruising 70-80 Km/jam, sesekali digeber hingga 100-110 km/jam, Excel Rose tiba di Bandung tengah hari. Dari rumah saya berangkat dengan tanki penuh, nah isi bensin di puncak 15.000 sehingga penuh kembali. Ya, lumayan irit buat ukuran Vespa lah. Oh ya, sampai Yogya melalui jalur selatan habis bensin rp.100.000 (tanki kembali penuh).

Tripmeter menunjukkan 88.695 di daerah Pasar Kembang (dekat Malioboro dan Stasiun Tugu). Berarti total jarak tempuh 664 Km. Namun, itu saya sempat muter-muter sedikit di Tasikmalaya. Rencananya mau lihat menara Eiffel bambu itu. Namun, sampai di sana hujan besar dan sudah mulai malam. Sambil makan mie ayam bakso di Tasikmalaya pun saya menanyakan menara itu, kata yang punya warung sih sudah roboh/dirubuhkan..(entah benar atau tidaknya)..katanya juga banyak mistisnya, ya entahlah..padahal saya sempat berputar-putar juga ditengah guyuran hujan deras, apa daya, belum rejeki…

Saya pun melanjutkan ke Jawa Tengah dan jam 10 malam sampai di salah satu pom bensin di Majenang. Singkat kata, karena habis kehujanan dan daripada kenapa-kenapa, saya pun nginep di hotel kuda laut aka pom bensin wkwkw…

Bukan kenapa-kenapa Bro, kendaraan kencang-kencang..Excel Rose sih bisa mengimbangi, tetapi karena lampunya kriyep-kriyep dan kemampuan mengeremnya Asal Berhenti Syukur (ABS), jalanan kadang lubangnya berbahaya, kondisi cuaca hujan, lebih baik cari aman saja…

Besoknya saya pun melanjutkan perjalanan… Besok saja lanjut ceritanya ya…

20160203_093746

tersesat muter-muter

  • 1,741,640 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com