You are currently browsing the monthly archive for Agustus 2019.

Beberapa bulan lalu, ibu saya mengirimkan foto anak kucing yang diletakkan di atas Jok R27.

MasyaAllah, senang rasanya melihat anak kucing berwaarna hitam dengan kombinasi sedikit warna putih. Ya karena ini termasuk warna favorit saya. Itupun terlihat bulunya yang agak gondrong, ya memang keturunan ke-3 kucing persia sih..

IMG-20190618-WA0001

Tentu tak akan segondrong kucing persia beneran. Oh ya, masih ingat si Bubu kan? Nah, si Bubu yang sudah almarhum itu turunan ke-2 blasteran kampung-persia.

IMG-20190618-WA0002

Nah, yang ini turunan ke-3 lah, jadi si Bubu itu bisa dibilang om-nya. Kucing yang saya harap jadi pengganti Bubu pun perlu diberi nama hihi.. sebut saja namanya Rocky. Nama panjangnya No Rocky No Party wkwk… ya lucu-lucuan aja..

IMG-20190705-WA0015

Alhamdulillah si Rocky masih hidup dan bisa melewati masa kritisnya, ya masa menyusui ke masa mulai makan..

IMG-20190718-WA0007

Hobi tidurnya pun bukan hanya di atas sofa. Dia terpantau mulai nakal juga. Hobi naik motor dan tidur di motor!

IMG-20190725-WA0004

Kalau tak naik ke BMW K100GL alias Honda GL100K termurtad se-Jakarta Selatan, kadang dia naik ke dek Excel Rose dan santai-santai di sana.

IMG-20190803-WA0017

Semoga si Rocky bisa panjang umur. Kata adik saya sih, dia termasuk kucing yang bisa dipegang dan lumayan manja. Ga semua kucing rumah yang nurut suka dipegang lho..

IMG-20190827-WA0011

Semoga bisa jadi penerus Bubu..

Senang rasanya bisa kembali mengudara lagi. Ada 4 faktor yang membuat Blog Sesat hampir sebulan ini kesulitan untuk menyajikan jajanan di warung yang sudah doyong ini:

  1. Deadline yang makin menekan.
  2. Laptop yang super lemot untuk menulis artikel di WordPress, bayangkan kalau tiap kata hang beberapa detik!
  3. Lab Computer yang sekarang jauh, itu pun kadang dipakai untuk kelas.
  4. Ide dan kuantitas bahan menulis otomatis menurun dengan kendala-kendala di atas.

Namun, ada saja yang datang ke Blog Sesat meskipun tak ada hidangan baru, membuat karyawan Blog Sesat tersentuh. Kami coba mengupdate sedikit-sedikit ya. Alhamdulillah ketemu lokasi baru buat ngetik-ngetik di perpustakaan haha… Jadi, kendala nomor 2 dan 3 otomatis gugur!

2019-07-05-14-38-26

Wacana pembatasan umur kendaraan menjadi kegalauan sebulan belakangan ini. Bagi masyarakat yang tergantung dengan kendaraan yang ekonomis, ini tentu paling merisaukan. Maklum, pengeluaran kita untuk transportasi itu rata-rata terlampau tinggi. Ga mungkin kan kalau kerja, tapi penghasilan malah minus? Ya kalau mau polusi langsung turun drastis, Blog Sesat menyarankan penggratisan angkutan kota selama 1 bulan hihi… Dengan cara ini, masyarakat dibiasakan dulu naik kendaraan umum. Oh ya, kendaraan umumnya tentu harus ramah lingkungan juga ya, hybrid atau full elektrik lah.. kalau tidak sih sama aja bohong…

Cara ke dua, reboisasi besar-besaran. Mungkin 1/3 rooftop gedung-gedung Jakarta bisa diwajibkan tertutup tanaman. Nah, kalau begini, kan bukan rakyat jelata yang makin diperas hidupnya.

Cara ke tiga, pengadaan sepeda kota gratis! Jadi di tiap halte disediakan juga sepeda-sepeda milik pemkot. Jangan ribet pakai aplikasi segala lah… Anggap program amal wkwkwk… Hanya saja memang pengawasannya lumayan PR. Bisa dibuat pos-pos di perbatasan kota untuk mencegah sepeda dipakai meninggalkan kota. Dan tentu perlu biaya untuk menjalankan program ini. Tapi lebih bermanfaat kok untuk jangka panjang dibanding bikin hujan buatan.

Bagaimana dengan uji emisi? Ya boleh saja sih. Namun, di sini banyak kecurangan juga lho hihi.. Jadi jangan terlalu mengandalkan uji emisi. Jangan sampai hanya jadi alat pemerah duit juga. Dan jujur saja, emisi kendaraan tua kan perlu diperlakukan dengan adil. Ga mungkin disamakan dengan standard kendaraan sekarang yang sudah pada injeksi. Nah, ini jangan sampai jadi ladang wani piro?

Blog Sesat sebagai penggemar motor klassik sangat keberatan dengan uji emisi di tiap perpanjangan. Sebab kadang kita punya motor klassik dalam keadaan tidak hidup! Mahal juga lho untuk bisa menjaga kendaraan simpenan ini untuk bisa selalu hidup dan bisa dibawa jalan. Meskipun begitu, tetap taat pajak. Perlu dipikirkan juga untuk kendaraan yang berusia di atas 30 tahun misalnya, tak perlu harus cek ini itu sekompleks kendaraan yang relatif baru dan dipakai harian.

Semoga pemegang kebijakan bisa benar-benar bijak… Kendaraan antik juga bisa dilihat sebagai kebudayaan dan cagar budaya lho.. Perlu dipikirkan juga kelestariannya, dan memang perlu pengistimewaan hihihi…

Selama ini baru ketemu Yamaha SR 500 dan SR 400. Motor klassik dan yang keluaran baru pun masih bergaya klassik ini memang menarik. Blog Sesat pun sempat menganggap, ini termasuk motor yang enak untuk dipelihara seumur hidup setelah melihat desain dan simplisitas mesinnya.

20190802_151811

Motor ini rupanya punya yang berkapasitas kecil juga, yakni 250 dan 125cc. Yang 250cc sih belum pernah ketemu. Nah, barusan ketemu dengan yang 125 cc. Gimana, menarik juga kan si Yamaha SR 125 ini? Gaya soft chopper tahun 80an memang membangkitkan nostalgia tersendiri.

20190802_151858

Gaya soft chopper gini asik juga lho. Buat yang bosan dengan aliran motor modern, atau custom culture yang arahnya scrambler, jap style, cafe raser atau brat style, gaya soft chopper gini bisa dilirik juga lho..

20190802_151757

Perawakannya memang mini, tetapi ergonominya memberikan ruang ke berbagai rider dengan ukuran tubuh yang berbeda. Buat yang tingginya hanya 160cm, ini motor oke, buat yang 175 cm, motor dinilai nyaman, buat yang 190 cm pun dikatan motor ini masih mumpuni. Ya ini tak lepas dari tinggi setang dan jok yang luas sih, membuat pengendara bisa geser-geser untuk menyesuaikan sesuai posisi enaknya.

20190802_152031

Kelemahannya memang terletak di mesinnya yang hanya 125cc 1 silinder 4 tak berpendingin udara. Ya itu kalau dilihat dari performa ya, maklum, hanya 12 PS dengan 5 tingkat percepatan. Dengan tenaga segitu, katanya sih masih mudah lari ke 80 Km/jam. Lebih dari situ, mulai berat. Namun, masih mau digeber terus sampai 105 Km/jam, lumayan banget kan buat motor berbobot kosong hanya 115 Kg.

Motor ini ada minusnya juga: Tidak dilengkapi kick starter seperti abang-abangnya. Doi juga tak punya meteran bensin, tachometer dan tripmeter. Motor pun dianggap terlalu ngayun suspensinya…

20190802_151852

Ya, okelah ya kalau minusnya gitu doang. Menarik juga sih kalau punya motor yang blok mesinnya masih punya tulisan made in Japan ini…

tersesat muter-muter

  • 2.456.400 x 1000 rpm

Kata yang tersesat

arieslight pada Velg Jari-Jari Lebar Honda…
arieslight pada Huruf “G” di Blok…
retrocustomento pada Velg Jari-Jari Lebar Honda…
ardyyy pada Huruf “G” di Blok…
arieslight pada Terong Susu Hehe…

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com