Yang mengikuti proses pembuatan telor asin tanpa pengalaman dan ilmu yang jelas di Blog Sesat mungkin gemez, kesannya kok buang-buang waktu ya hihi.. Sebenarnya saya tak buang-buang waktu, apalagi waktu untuk menunggunya jadi.. ya tau-tau jadi haha..

Yang generasi pertama, rasa asinnya setipis halusinasi..sulit untuk mengatakan kalau telur benar-benar asin. Generasi ke-dua, jelas ada perbaikan. Asinnya berasa setelah jumlah garam saya lebihkan dan waktu tunggu sedikit lebih lama. Namun, asinnya belum seperti telor asin di level pedagang.

Nah, bagaimana generasi ke-tiga yang pakai digosok dulu kulit telornya dengan spon cuci piring, ditambahkan lagi garamnya, diganjal spon hingga memastikan telor benar-benar terendam air dan ditunggu kira-kira 4 minggu. Ini dia hasilnya:

20171020_224431-1

Jelas asinnya haha..yes.. lumayan, kalau-kalau dipetjat, saya bisa iseng-iseng bikin dan jualan telor asin ya.. Apalagi kalau saya labeli TÜV, ISO N90N0, Ariesesat Industries, Cutting Edge German Technology wkwk…

*Ga bisa bikin roket, bisanya bikin telor asin (hiks…)