Ada sebuah iklan Yamaha di tanah air yang membela “keborosan” motor Yamaha. Memang di kelas bebek yang diiklankan itu, Yamaha paling kencang. Namun, kalau mau kencang biasanya harus rela keluar duit lebih buat melayani dahaga mesin dong… Untuk membenarkan bahwa keborosan itu tidak sia-sia, si bebek Yamaha ditampilkan berlari sangat kencang (bahkan berlebihan), tetapi di sisi lain calon konsumen tidak perlu takut, kan “bedanya cuma sesendok”…
Bagaimana dengan Superbikenya si R1? R1 memang punya nama besar, meskipun sampai saat ini belum sekalipun Yamaha memenangkan mahkota juara dunia WSBK. Tahun ini sempat timbul harapan, R1 akhirnya bisa menjadi juara dunia WSBK dengan Ben Spies, tetapi seiring waktu harapan pun memudar. Ben Spies tertular penyakit Haga di tahun-tahun sebelumnya yang punya ciri “tipis antara menang dan jatuh”.
Kembali ke R1! Apakah R1 Superbike terboros seperti yang saya tulis di judul? Apakah borosnya sesuai dengan performanya? Itu yang ingin kita bahas di sini. Kita mulai dari data tahun lalu. Kenapa tahun lalu? Karena untuk komparasi kita butuh data motor Superbike lainnya dong, berhubung Fireblade dan ZX-10R tahun ini sama dengan tahun lalu, jadi datanya bisa kita pakai. Biar enak, saya lampirkan juga data Gixxer dan R1 tahun 2008:
Konsumsi Bahan Bakar per 100 Km:
1. Fireblade=5,5 liter
2. ZX-10R=5,7 liter
3. Gixxer=6,0 liter
4. R1=6,4 liter
Tuh paling boros kan R1 tahun lalu… Apakah seimbang dengan performanya? mari kita lihat..
Top Speed:
1. ZX-10R dan Gixxer= 294 Km/jam
2. Fireblade=290 Km/jam
3. R1= 284 Km/jam
Akselerasi 0-200 Km/jam
1. Gixxer=8,1 dtk
2. Fireblade=8,3 dtk
3. ZX-10R=8,4 dtk
4. R1= 8,5 dtk
Tenaga di Kruk As
1. ZX-10R=183 PS @ 12000 rpm
2. Fireblade=179 PS @ 12500 rpm
3. Gixxer=178 PS @ 12000 rpm
4. R1=170 PS @ 12500 rpm
Itu data tahun lalu lho.. Nah dari data ini, jelas kan kenapa Fireblade dinobatkan sebagai Superbike Jepang terbaik, bahkan kalau faktor harga diikutsertakan, Ducati 1098s harus menyerahkan gelarnya ke Honda! Bagaimana dengan R1? Apakah borosnya sepadan dengan performanya? Situ bisa jawab sendiri lah….. Namun, itu kan data tahun lalu, bagaimana tahun ini? Kan R1 baru.. Gixxer juga baru… terus ada Duke 1198
Tenaga di Roda Belakang, bobot full tank plus akselerasi 0-200 Km/jam:
1.Gixxer K9= 163 Ps @ 251 Km/jam, 208Kg, 7,6 detik
2.R1= 159 PS @ 263 Km/jam, 214 Kg, 7,5 detik
3. 1198= 158PS @ 264 Km/jam, 202 Kg. 8,1 detik
Bagaimana harganya? Sudah pasti Ducati paling mahal dengan 17790 Euro. Gixxer baru pun dijual lebih mahal dari tahun lalu, yakni 13890 Euro. Harga ini bisa dimaklumi, mengingat Gixxer menawarkan mesin gress plus penampilan gress yang sayangnya kurang sreg di hati saya pribadi hehe… kelebaran dan agak aneh.. Harga Gixxer K9 ini lebih mahal dibandingkan Fireblade non ABS yang dilego 13760 Euro.
Bagaimana dengan R1, motor paling berbobot (berat-red) di kelasnya? Harganya juga paling mahal Bro di antara moge superbike Jepang.. 14895 Euro! Artinya jika Fireblade diperlengkapi ABS pun (tambah 1000 Euro dan bobot fulltanknya naik 10 Kg hingga 208 Kg), R1 tetap paling mahal dan paling berat!
Weits, lupa nih, kita lagi ngomongin konsumsi bahan bakar ya.. oke begini hasilnya (tapi hasilnya agak berbeda dengan pengukuran tahun sebelumnya lho.. maklum, dua majalah berbeda, beda waktu, dan mungkin beda alat ukur dan metode, jadi dibandingkan dengan yang satu kloter test saja ya..):
Konsumsi Bahan Bakar per 100 Km:
1. Gixxer K9= 7,8 liter
2. 1198= 9,1 liter
3. R1= 9,4 liter
Kesimpulan: Benar, R1 terbukti sebagai Superbike paling boros!
Harga paling mahal, performa biasa di kelasnya, bobot paling berat, minum bensinnya paling kuat, tetapi tetap laris manis??? Artinya yang bermain adalah faktor desain, gengsi dan emosi… Desain R1 yang dijuluki 916nya Jepang memang paling agresif dan sangat hati-hati sekali dipermak oleh Yamaha, karena sudah ketemu bentuk klassiknya! Gengsi, jelas, pabrikan juara Motogp! Emosi?? Banyak sih, mungkin penggemar Rossi, mungkin babenya dulu punya Yamaha, mungkin cewe incerannya dulu disambet penggeber R1 dan masih banyak alasan lainnya… Situ tahu lah, kalau di film Titanic dibilang hati wanita sedalam samudera, maka hati bikers semisterius jagad raya…..
Sumber:
PS Das Motorrad Magazine April 2009
Motorrad News Juli 2008
Foto: HP-Klassikku