Kalau ketemu moge di jalan, kadang kita betah-betahin ngekor di belakangnya. Kalau ketemu doi di parkiran, kita sempat-sempatin foto-foto. Kalau ada yang punya kita sempatin minta izin buat nyemplak, ya biar tahu saja rasanya menunggang moge. Ketika nyemplak doi, sering terbersit keinginan untuk menggebetnya. Ini terlihat dari muka-muka penyemplak yang mupeng dan senyum-senyum mengkhayal nggak jelas! Kalau kantong pas-pasan, maksudnya cuma pas buat beli moge second, kepikiran juga pajak dan onderdilnya. Lebih berat lagi kalau yang kita taksir moge balap. Namanya berarwah racing, pasti lebih mahal kalau sampai kenapa-kenapa. Lalu, apakah harus ragu dan takut melangkah ke jenjang selanjutnya?

Sebenarnya, kalau ada rejeki, tidak perlu ragu untuk membeli moge tahun 95 dan tahun-tahun lebih muda lagi. Apalagi di Indonesia, dimana moge sport rata-rata jarang digeber beneran di sirkuit. Digeber di jalan pun hanya sesekali, intinya mesin seharusnya tidak perlu diragukan keadaannya (asalkan pemilik menggunakan oli yang tepat dan memperhatikan perawatannya).

Apa yang harus diperhatikan?

Pada intinya sama saja dengan membeli motor biasa. Cek fisiknya, kelurusannya, nomer mesin dan rangka, suara mesin, adakah baret di sisi kiri atau kanan gerabox,  suspensi, komstir dsb. Yang penting juga dicek adalah kelistrikan. Kalau bisa, diperhatikan juga, apakah kelistrikannya masih standard, sebab bagian ini yang biasanya KO duluan akibat keteledoran si pemilik, bukan mesinnya yang KO duluan! Di Jerman, daya tahan motor-motor Superbike Jepang mendapatkan ancungan Jempol! Honda sejak dulu terkenal bandel dan “matang” dalam keseluruhan hal. Yamaha R-Series pun sudah dianggap memiliki mesin yang tahan banting, 100 ribu kilometer bukan masalah baginya! Nah, Sekarang coba Bro pikir, apa motor-motor Superbike 2nd di tanah air sudah menempuh jarak sejauh itu? Dan, kalau kilometernya misalnya lebih dari 30 ribu, apakah 30ribu itu dilalui dengan digeber di jalanan kaya jalanan di Eropa sana yang bisa seenak-enak jidad dalam menyalurkan adrenalin balap? Kalau Bro masih merasa sangsi, silahkan pilih Superbike yang paling bandel mesinnya. Di Jerman, predikat Superbike dengan mesin berdaya tahan tertinggi dipegang oleh Gixxer! Nah, jadi jangan takut menggebet moge racing dari Pabrikan Suzuki ini! Di Jerman sendiri Gixxerlah Superbike favorit dan paling banyak dijumpai di Sirkuit-sirkuit di Jerman. Dengan kebandelan mesinnya, tak heran, Gixxer merajai balap ketahanan Le Mans.

Peranti Racing Haram!

Dapat tawaran motor Superbike berspek racing? Jangan takut… Knalpot racing, power comander, koil dan nosel racing, dkk tidak terlalu membebani daya tahan mesin, apalagi kalau cuma dipakai berweekend ria di Jakarta! Hanya ada satu peranti racing yang perlu diwaspadai, yakni Quickshifter. Kalau si moge sport sudah dipasangi komponen ini, berhati-hatilah meminangnya!

Quickshifter sebenarnya di indonesia pun bukan barang baru, tetapi sudah sejak awal 2000an digunakan dalam ajang drag race motor! Dengan peranti ini, perpindahan gigi benar-benar sangat singkat. Di salah satu website produsen Quickshifter dijelaskan, dengan peranti ini, pembalap bisa sangat mudah dan cepat memindahkan gigi saat berakselerasi. Dengan bantuan Quickshifter, pembalap tidak perlu pakai acara pencet kopling segala yang bisa menurunkan tenaga mesin! Gas juga bisa tetap dibuka penuh! Artinya, saa klep sedang terbuka maksimum pun pembalap tetap bisa pindah gigi! Bayangkan, gas tidak perlu turun, layaknya motor matic saja. Quickshifter dengan segenap snsor dan mekanismenya membuat pembalap cukup menyentuh tuas gigi saja. Peranti ini akan memutus arus sepersekian detik saat pindah gigi, sehingga perpindahan bisa cepat dan sangat mudah. Jadi ingat ketika di Sachsenring lalu, saya dengar sendiri bagaimana M1 mengeluarkan ltupan-letupan keras dan menggelegar saat perpindahan gigi, sementara gas tetap bisa dipanteng, hanya terputus extra singkat dengan letupan-letupan keras itu.

Kenapa Quickshifter haram? Maksudnya tidak disarankan untuk membeli moge 2nd yang sudah memakai atau pernah memakai peranti ini? Berdasaran pengalaman, peranti rada ajaib ini seringkali merusak gearbox Bro… Apapun merk motornya, Gearboxnya cepat rusak kalau pakai Quickshifter! Nah Ente pikir sendiri sekarang kalau si Superbike dambaan yang rusak Gearboxnya!

Foto: HP-Klassikku