Kecewa… Itulah yang terbersit di benak ini mengetahui bahwa Yamaha tidak memilih Indonesia sebagai salah satu negara yang berkesempatan mencicipi roller elektrik mereka untuk pertama kalinya. Namun, setelah dibaca lebih lanjut, tampaknya Yamaha hanya memberikan kesempatan ini ke beberapa negara Eropa saja.

Salah satu negara yang beruntung mencicipi Yamaha EC-03 adalah Jerman. Motor yang pertama kali diperkenalkan di ajang Intermot 2010 lalu, mulai Februari ini bisa digebet. Soal harga, lumayan mahal sih, tetapi bisa dibilang murah juga lho..

Bingung? Mahal, karena memang harganya lebih mahal dibandingkan Supra Injeksi yang di Jerman sana dikenal dengan nama Honda Innova 125. Murah, karena bedanya tipis, sekitar 200 Euroan. Artinya, kalau dijual di Indonesia, seharusnya masih di bawah 19 juta rupiah.

Motor listrik bergaya klassik ini lumayan untuk memenuhi impian mereka-mereka yang butuh motor yang zero emission dan ringan. Motor yang katanya tahun 2012 nanti baru beredar luas ini hanya berbobot 56 Kg! Masih bisa digendong kemana-mana tuh…

Kelemahan motor listrik ini seperti motor listrik harian umumnya: teknologi baterai yang masih terbatas. Baterai Lithium ion hanya mampu membawa doi pecicilan sejauh 46 Km saja, itu pun dengan mode standard, yakni kecepatan terbatas hingga 30 Km/jam. Kalau mau lebih bertenaga, bisa pilih mode “Power-modus”. EC-03 langsung naik top speednya jadi 45 km/jam, cukup kencang tuh untuk macetnya perkotaan. Namun, konsekuensi Power modus ini adalah jarak tempuh berkurang jadi 20 Km saja!

Untuk mengisi ulang cukup mudah, EC-03 hanya butuh stop kontak biasa, tinggal colokin deh… Untuk mengisi penuh, butuh waktu masih lumayan lama, yakni 7 jam. Mudah-mudahan saja masa percobaan 2011 ini memberi banyak input baik, hingga tahun 2012 nanti kita bisa menikmati EC-03 yang lebih superior, terutama di soal jarak tempuh dan waktu yang diperlukan untuk mengisi baterai.