Vespa berhasil membuat image: naik Vespa = life style. Image seperti ini mahal Bro.. tidak bisa didapat setahun-dua tahun, tak bisa didapat dengan main keluar atau investasi duit jor-joran. Ingat, selain faktor produk itu sendiri, faktor komunitas dan invisible hand main peranan di sini.DSC00415

Semenjak Vespa berani jualan yang buatan Vietnam, jelas terlihat mereka semakin laris manis, maklum, harga terjangkau. Namun, seterjangkau-terjangkaunya modern Vespa, tetap tidak ekonomis dibandingkan dengan matic-matic keluaran negeri sakura.

Di satu sisi ini tentu baik bagi Vespa, sebab income semakin banyak dan orang yang merasakan produk mereka semakin banyak. Tak kenal maka tak sayang kan… kalau orang sudah jatuh cinta, pasti dia akan bilang: terimalah kekuarangannya.. Atau Vespa tuh life style…

Mengkritik Vespa sama saja tak kenal life style dan ga punya sense of style wkwkwk… Sampeyan bakal kelihatan dongo kalau membanding-bandingkan Vespa dengan matic Jepang, kalau ukurannya ekonomis. Vespa sudah begitu menguasai mind set banyak scooterist dan bikers. Nah, kebayang nggak kalau Honda Scoopy atau Fino keluaran Vespa? Dijual 50 juta juga ludes!

Ada satu yang enak dari modern Vespa, ketika pengguna mengkritik produk ini, relatif aman dibandingkan mengkritik produk Jepang. Si pelempar kritik tak akan kena cemooh atau dituduh fans fanatik. Itulah enaknya, kalau pemilik produk ini rata-rata lebih berpendidikan dan tingkat ekonominya sudah lumayan. Naik motor bukan cari murah, tetapi cari feeeeeeel……..

Enak banget ya sekarang jualan Vespa… meskipun begitu, tak bisa selamanya mengandalkan jualan life style. Vespa harus bisa terus inovasi dan meningkatkan kualitas produknya. Masalah-masalah modern Vespa pelan-pelan mulai muncul. Salah satunya saya lihat sendiri kemarin. Entah ini bawaan pabrik atau bukan, ada Vespa S yang lampu belakangnya ngecembeng air! Saya ngelihatnya sampe ilfeel sama motor yang satu ini, padahal sempet naksir juga sama yang type S. Mungkin sempat dibongkar, tetapi masangnya yang tak benar ya???

Masalah sambung-sambungan body kedepannya juga perlu diperhatikan. Ada teman yang kepincut Primavera, tetapi sampai di showroom dan melihat di bagian tengah bawah, doi mengurungkan niatnya. Katanya sih: kurang rapih! Gue tunggu yang Super aja keluar.. Nah, sekarang yang Super sudah keluar, tetapi saya belum ketemu dia lagi.

Mengenai Vespa=Life Style, sekarang juga sudah berubah. Vespa tua itu life style karena memang life style murni… sedangkan modern Vespa itu life stylenya sudah bercampur duit! Life style=berduit, tajir! Brotherhood di kalangan modern Vespa dan Vespa tua juga ada saja lho yang mempertanyakan…

rs123_rossi

Mata pelajaran sejarah adalah mata pelajaran yang biasanya tidak menjadi mata pelajaran favorit para pelajar di kota manapun dan di tingkat manapun dengan berbagai latar belakang sosial manapun (lebaystyle.de)

Namun, tidak tahu sejarah bisa membuat kita terlihat dongo de la dodol… Tak usah lah sejarah bangsa yang jelas-jelas penting, sejarah permotoran yang baru beda satu dasawarsa saja sudah mulai dilupakan, padahal ngakunya anak motor, anak balap, anak racing dan anak berpendidikan.

Salah satu motor yang super duper terkenal di jamannya dan mulai terlupakan adalah Aprilia RS 125. Padahal motor ini di daswarsa ini masih terbit! Ya, tetapi bisa dimaklumi, sebab yang terbit sekarang tak seganas dulu akibat restriktor, katalisator demi terciptanya motor yang ramah lingkungan. Motor 2 tak dibuat ramah lingkungan, tentu jelas habislah si motor 2 tak itu, sebab keunggulannya di soal power pasti terkebiri.

Keterlupaan ini ditambah lagi tayangan yang hanya menampilkan kelas Moto2 dan MotoGP, sedangkan Moto3 terabaikan. Kalau zaman dulu, selain kelas 250 cc a tak ditayangkan, kelas 125 cc 2 tak juga masih ditayangkan, meski dipotong-potong durasinya. Banyak ABG sekarang sudah tak kenal motor 125 cc 2tak, meskipun mereka mengidolakan Valentino Rossi. Sebagai fans, kalau saja mereka mengulik-ngulik sejarah sedikit, tentu tahu, RS 125 pernah digeber Rossi dan membuat the Doctor mengumandangkan lagu kebangsaan Italia di Sentul 1997. RS 125 memang begitu berjaya saat itu, hanya bisa sesekali saja ditandingi Honda RS 125 (kalo ga salah), sedangkan TZR Yamaha seperti buat lucu-lucuan saja, beda jauh dengan ganasnya YZR 500 di kelas tertinggi.

 

Picture (7)

Nah, minggu lalu saat tersesat ke tempat mal praktik Mbah AAL di Depok, saya ketemu salah satu piaraan Mbah AAL, sesosok RS 125 dengan mesin Rotax 123. Mesin ini standarnya bertenaga 31,27 PS / 21 Nm dan hanya membopong motor berbobot kosong 144 Kg. Kalau lihat di Wikipedia, top speednya hanya 155 Km/jam. Eitss… berhubung ini Wikipedia Jerman, 155 Km/jamnya saya rasa jujur hihihi….

Melihat fitur dan merk-merk vendor yang menempel di RS 125, jelas, ini bukan barang murah. USD, velg lebar, rem cakram lebar, lengan ayun alumunium kekar dan frame alumunium berbobot kalau tak salah hanya 8,75 Kg, semuanya membuat pencinta motor balap ngiler-ngiler. Ga heran, kalau sudah turun di trek GP 125, bobotnya 90 Kg an dengan power mencapai 50 PS!

Kalau Bro punya duit 40 juta dan ingin tampil eksklusif, gagah plus power mumpuni, RS 125 layak banget diuber. Tak perlu takut soal parts dan perawatan, sebab ini motor bejibun di Eropa sana dan partsnya mudah didapat. Kalau mau service atau cari parts bisa langsung hubungi AAL (0856 838 0856). RS 125 memang piaraannya sehari-hari, jadi sudah kenal dengan cabe paprika berasa cabe rawit ini…

Picture-4

NAh, kembali kenapa belajar sejarah itu penting. Ada suatu kejadian saat Aal sedang di sebuah bengkel dan disana ada anak muda gaya penunggang Ninja 250 yang tertarik sama sosok RS 125 Aal.

Si pemuda (P) itu bertanya: berapa cc mas?

A: 125 cc…

P: Ah yang bener? Ga kegedean badan nih? Kan ccnya kecil?????

A: Kenceng kok.. mau test?

Mekanik yang ada di bengkel itu pun nyeletuk: awas, kenceng tuh…

Singkat kata adu drag Ninja 250 dan RS 125 pun terjadi. (RS 125 sudah pakai knalpot Arrow lho…)

Daaan……… Ninja 250 tertinggal lumayan jauh di trek lurus itu…

Saat kembali ke bengkel, si pemuda tampak terkejut dan terkesima.. motor yang kapasitasnya 2x lipat dan 2 silindernya dibuat tak berkutik.. Doi pun kembali bertanya dengan antusias:

P: Kok kenceng banget ya?

Aal pun menjawab: kan ccnya kecil………

 

*Begitulah ceritanya, entah benar entah tidak atau saya salah memahaminya…..

010_Ariel-Ace_1024.3343058.jpg.3343482

 

Pabrikan motor Inggris yang bernama Ariel Motor Company memang legendaris. Tentunya legendaris, sebab produk mereka di kalangan penggemar motor klassik lumayan digemari dan punya nama. Apalagi di Indonesia, kehadiran Ariel semakin dikenal berkat Ariel yang satu itu hihihi… Kalian biasa ajaaaaaaa………

020_Ariel-Ace_1024.jpg.3343500

 

Pabrikan yang sudah 50 tahun lebih tak mengeluarkan produk roda dua kini kembali menggeliat. Tentu produknya harus luar biasaaaaaaa…….. Beda dengan Vincent yang masih menawarkan aura klassik, Ariel Ace punya perawakan jauh berbeda dari Ariel Square 4, motor yang terakhir kali diproduksi oleh Ariel. Ini sebuah langkah yang cukup berani, mengingat pabrikan macam Vincent, Norton dan Royal Enfield beraninya mengandalkan gaya klassik.

030_Ariel-Ace_1024.jpg.3343518

Ariel Ace ditawarkan sangar dan futuristik. Tenaga mesin V4nya pun tak tanggung-tanggung, kabarnya sampai 173 PS. Mesin ini dijamin tahan banting, maklum, mesin berkapasitas 1237 cc ini sudah dikenal pasar cukup tangguh, maklum, ini mesin Honda VFR 1200 hihi… Langkah yang sebenarnya cukup praktis, sebab bakal mahal sekali kalau sebuah pabrikan kecil mencoba membangun mesin modern dari awal. Hmmm langsung mengingatkan kita pada BIMOTA ya, bedanya, Ariel Ace sangar banget… Bahkan aura Ducati Diavel atau BMW  R Nine T langsung redup kalau dibandingkan dalam hal gahar-gaharan.

110_Ariel-Ace_1024.jpg.3343662

Motor yang katanya baru akan dicoba dibuat 150 unit ini akan banyak dijejali parts eksotis, jadi jangan harap harganya bakalan murah. Kabarnya sih mulai dijual dari harga 20 ribu Poundsterling alias 25 ribu Euroan.

180_Ariel-Ace_1024.jpg.3343788

Mulai 25 ribu Euroan, artinya memang itu versi termurahnya. Motor ini nantinya super eksklusif, meskipun ada 149 motor lainnya, belum tentu sama lho. Wajar, sebab parts yang dipasang nanti bisa disesuaikan minat si pembeli, mulai dari suspensi depan, apakah mau tipe seperti telelever atau USD biasa. Body, foot step, setang, knalpot, jok dan berbagai parts lainnya bisa disesuaikan, jadi nantinya akan ada yang mengarah ke cruieser, naked bike dan sportster.

150_Ariel-Ace_1024.jpg.3343734

Bagian yang menurut Blog Sesat super keren adalah rangka Ariel Ace! Rangka alumunium ini benar-benar menggabungkan dua selera, hybrid bingitz…. Rangka twin spar dibuat dengan konstruksi menyupai rangka teralis, kereeen… Serunya lagi, sudut rake juga bisa divariasikan sesuai pesanan pembeli, antara 61,6 dan 68,2 derajat! Rangka ini nanti akan dikawinkan dengan suspensi trapesium/USD dan dibelakang dengan pro arm. Tenaga VFR 1200 F pun akan disalurkan dengan gardan… hmmm..

Soal keamanan berkendara tentu juga jadi perhatian Ariel. Peranti standard motor besar modern macam ABS dan traction control sudah tersemat di Ariel Ace kok. Jadi Ariel ini bisa dikendarai dengan lebih aman. Repot kalau motor secantik ini sampai jatuh, maklum, untuk operasi Ariel Ace pasti mahal… walaupun mungkin tak semahal operasi plastik A**el hihihi…(Gibahclub.de)

170_Ariel-Ace_1024.jpg.3343770

Picture (3)-2

Hari gini jumlah motor 250 cc yang siap untuk dijadikan pacuan balap seperempat liter sudah lumayan banyak. Honda new cbr 250 R semakin menjanjikan. Kawasaki pun kini punya dua pilihan, mau mengandalkan yang mono atau yang stereo. Yamaha pun sekarang sudah di atas angin dengan hadirnya R25. Yamaha kini bebas dari bullying seputar motor 250 cc dan teknologi dohc.

Dari komparasi motor 250 cc yang disebutkan, dalam kondisi standar, R25 jauh mengasapi Ninja 250 fi di Sentul, bahkan dengan konfgurasi mesin sama-sama250 cc, ninja dibuat terlihat kuno secara performa mesin dan handling. New cbr standar sesuai prediksi juga blm cukup kuat. RR mono yg superior dalam akselerasi dibuat jadi urutan terbuncit dlm hal menaklukkan Sentul.

Namun, itu kan standar. Belum dalam urusan kelas bebas alias free for all. Masih banyak faktor lain yang bakal ambil peran di sini. Yang sudah-sudah memang ada regulasi, tetapi karena yang menang cbr, tentu banyak isu negatif yang malah menyerang Honda.

Untuk menghindari hal macam ini, aturan harusnya tak mekbatasi peserta. Biarkan motor yang paling kompetitiflah yang jadi pilihan peserta balap. Ini ya kalau tujuan utamanya untuk mencari bibit pembalap terbaik. Ujung-ujungnya bisa saja nantinya ffa menjadi seperti one make race. Di Jerman dan banyak negars Eropa, Kelas pemula banyak diisi pembalap yg mengandalkan Aprilia RS 125. Wajar.. kan memang yang paling kompetitif dengan budget terjangkau ya motor ini. Di kelas pemula yang konsen mencari bibit, tentu butuh aturan agar kekuatan finansial tak banyak berkutik. Di Jerman misalnya, batasan simpel saja: motor dan pembalap minimal 135 kg dan power maksimal 35 PS. (Kalau ane tak salah ingat). Ban dan suspensi pun harus bawaan pabrik.

Dengan regulasi macam ini, pembalap yg terbaik dgn team dan setting terbaik yang akan menonjol, bukan team kaya… Aprilia cuma ambil untung saja dari sini…

Namun itu dulu sih, semenjak era 4 tak 250cc, yang  panen Ktm…

 

Ramadan sudah di depan mata, ibarat balapan endurance, lampu start sudah menyala..masing-masing pembalap sudah ada di grid dan di benaknya sudah penuh perencanaan. Race kali ini harus lbh baik dari race sebelunnya, begitu pula Ramadan.

Tak bisa semua pembalap mendadak jadi nomor satu, tetapi semua berpeluang besar dapat posisi lebih baik dari sebelumnya, begitu juga yang berpuasa di Ramadan.

Race endurance begitu panjang dan melelahkan. Kemampuan berkonsentrasi senantiasa tinggi, menjaga stamina, berjuang gigih dengan napsu terkendali menjadi kunci menggapai hasil lbh baik, begitu pula untuk Ramadan.

Start akan dimulai… godaan pertama adalah race Motogp Assen vs Teraweh berjamaah di mesjid. Can you have a good start?

Picture (6)-1

Minggu lalu tersesat ke bengkel Aal di dekat RTM Kelapa Dua, Depok. Doi cerita tentang satu unit CBR 250 yang tersesat. Tersesat bukan tanpa alasan, tentu tersesat dengan keluhan, keluhan yang ditanggapi kurang baik oleh bengkel resmi.

Rupanya si pemilik merasa terganggu dengan bunyi mesin VFR 1200 mini ini. Bunyi mesin yang menurut si pemilik jadi agak kasar dianggap wajar oleh mekanik bengkel resmi.

Setelah dianalisis, rupanya motor yang sudah 30 ribu km-an ini memiliki problema di daerah rantai keteng yang mengendur. akhirnya disepakati untuk mengganti setelan tensioner si CBR.

Setelah setelan tensioner itu diganti (lumayan juga, 300 ribuan kalau tak salah), kerenggangan klep kembali disetel. Yang menyenangkan, pemiliknya katanya girang, CBRnya kembali maksimal tenaganya.

 

Picture (5)

Part lain yang perlu dicek kalau CBR 250 sudah masuk 30 ribu km adalah kanvas rem. Lumayan seru juga harga kanvas rem CBR 250, 400 ribu! Kalau mau agak hemat masih ada alternatifnya sih hihihi…

Kesannya 400 ribu mahal ya? Namun, untuk motor yang barunya 40 jutaan, wajar saja. Saya jadi ingat waktu Tiger Hitam masih baru dulu. Saat Tiger baru saat itu 12 jutaan, kanvas rem depannya dijual 75ribu.

Buat Bro yang keluhannya merasa kurang ditanggapi bengkel resmi, Mbah AAL bisa memberikan konsultasi. Karena jam praktiknya perlu kesepakatan, kontak-kontak dulu saja di 0856 838 0856

 

Picture (3)-1

Pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab bukan?

Yang sepertinya paling banyak ditiru bisa dibilang Honda CB100, itu menurut penelitian lapangan BloG Sesat yang menggunakan studi kasus, observasi dan interview yang seperti biasa pertanggungjawabannya tak berlaku di dunia dan akherat.

Kenapa CB 100? Mudah saja, tampangnya manis, kecil, dan harga untuk mewujudkan motor ala CB 100 itu terhitung murah.

Bahan yang digunakan biasanya Honda GL100 pun terhitung mudah didapat dan murah. Untuk nguber tampang CB 100 tinggal beli tanki, dop kiri-kanan, jok, lampu-lampu, spatbor depan dan belakang. Dengan barang-barang replika, semua itu bisa didapat kurang dari 1,2 juta rupiah. Kalau mau lebih mirip lagi, ganti sekalian knalpot dan spidometernya. Knalpot CB 100 KW juga murah Bro, di tempat langganan ane sih hanya 150 ribu!

Picture (4)-2

NAh, kalau modalnya lebih gede, biasanya model yang diuber adalah Honda Dream macam CP77. Honda Dream banyak wira-wiri di jalanan, tentu replikanya heheh… Kalo korban CB 100 rata-rata GL 100, maka korban yang dijadikan Dream rata-rata Honda Tiger.

Wajar sebenarnya fenomena ini, sebab secara harga memang lebih tinggi. Untuk membuat motor jadi bertampang Dream, dana yang keluar perlu lebih banyak. Yang paling makan banyak dana tentunya tanki yang memang lebih mahal dari model CB100. Model Dream ane tanya di Lenteng Agung dibanderol 600 ribu rupiah.

Kalau yang modif mau lebih maksimal lagi, tentu bisa juga ganti head tigernya dengan yang model twinport. Ya modal 1 juta lagi lah plus knalpot dan ongkos pasang, ya total-toal 1,5 juta, Dream KW akan bertampang ala motor twin pararel.

NAh, di urutan ketiga yang suka dicopy tentu BMW R25.

Kenapa tak banyak yang mau membuat replika R25? Mudah saja, sebab bakal banyak keluar dana paling banyak! MAklum, komponennya hampir tak ada yang bold on! Kalau mau bikin tentu mahal! Kalau mau beli yang KW BMW (BAndungische Motorenwerke) juga lumayan mahal Lho…. Kalau Knalpot CB 100 KW bisa ane beli 150 ribu, knalpot motor model R 25 produksi Paris van Java harganya hampir 10 kali lebih mahal hihihi….

Jadi kesimpulannya, selain harus manis, motor yang layak dicopy juga harus ekonomis untuk dijiplak.

Oliver Kahn Elvi Sukaesih…

Sekian dan terima kasih….

Picture (4)-3Tenang…tenang Saudara-Saudari…Bro dan Bra… saya tidak sedang mau membicarakan kampanye atau debat capres…

Yang bocor kali ini bukan APBN atau dana apapun, tetapi tanki bensin!

Ruang tamu Keluarga Sesat yang telah berfungsi menjadi garasi motor karena tak punya garasi dan tak punya tamu beberapa hari ini bau bensin.

Makin lama baunya makin terasa sehingga bangun tidur jadi mabok bensin dan mulai membuat mual. Kalau biasanya yang doyan bocor si Tiger Hitam, kali ini tidak lagi. Wajar, Tanki si Tiger Hitam kan sudah ganti baru, selain itu doi juga sudah seperti motor pajangan hihi… Dipakai kalau GL out fo order saja atau mau ada yang dibonceng..

Kali ini yang KO tankinya adalah si Thunder 125! Heran??????? Sama…

Selama wara-wiri di dunia maya dan perbengkelan tanah air, belum ada yang mengeluhkan tanki Thunder 125 bocor! Artinya tanki motor ini memang yahud! Kalau diketok-ketok, ketara lebih tebal dari punya Tiger. Nah, apa yang membuatnya KO?

Picture-2

Ternyata pemasangan cutting sticker yang menutupi seluruh tanki dan pergesekan dengan jok menimbulkan masalah!

Cutting sticker atau tank pad kualitas payah memang rawan jadi tempat ngumpet air Bro… Bahkan Tiger Hitam tanki lamanya bisa rembes dari bagian atas! Rupanya dibalik tankpad, karat hepi-hepi dan membuat tanki pun bolong halus!

Nah, di Thunder 125, akhirnya kena hal yang sama! Bedanya kebocoran itu akumulatif akibat cutting sticker yang menyembunyikan air dan gesekan dari jok.Tanki motor terbitan 2008 itupun akhirnya KO juga…

Adik saya sudah tanya bengkel besar, rupanya tak ada stock tanki Thunder 125. Hmm.. pertanda tanki Thunder 125 memang kuat dan barangkali tak ada demandnya, beda dengan Tiger, pasti ada wkwkwkw…

Adik saya ke tukang las, eh tukang lasnya pemalas hihi… Mungkin adik saya harus inden dulu atau lebih rajin lagi mencari bengkel yang jual tanki Thunder 125. Kata dia sih liat liat di online harganya 1 juta… hmm..lebih mahal dari Tiger yang 600 ribu dong.. Namun, wajar dengan kualitasnya. Saya sempat kompori dia agar ganti dengan yang punya new Thunder 125, maklum, lebih keren, besar dan tutupnya sudah tak model jadul. Sempat saya kompori saja: pake punya variasi honda-honda tua macam Dream hehe… Dia juga sempat tanya-tanya harga kalau bikin tanki modif..

GAlau juga doi sepertinya… ya lihat saja lah…sementara ini kebocoran ditutup dulu dengan sabun colek dan isolasi hihi..

Picture (4)Melihat onggokan besi ataupun logam lainnya di samping ini, sebagian besar orang pasti langsung cari tukang loak atau menukarnya dengan piring/gelas. Yup, kalau tidak tahu itu apa, ya begitulah nasib serangkaian besi tua ini.

Kalau ada yang mau menukar besi tua ini dengan uang 2 juta, ane juga berani jamin, 99% orang awam langsung setuju tanpa mau pusing-pusing mencari tahu, apa sih besi-besi tua ini…

Kalau ada pepatah mengatakan : Wissen ist Macht, alias Knowledge is power, nah tak salah itu… Di tangan orang yang tahu, benda-benda dan fungsi besi-besi tua ini, maka si pemiliknya bahkan tak hanya dapat 2 juta rupiah, tetapi jauh lebih banyak. Asalkan: sabar hihihi… Selain harus tau, itu bagian motor apa, tentu harus sabar juga menunggu jodohnya. Kalau semua barang ini ketemu jodohnya, beli Yamaha MioJ baru aja sih dapat hihi..

Kerjasama TVS dan BMW sudah kelihatan jelas ujungnya. BMW yang sejak awal sudah mengatakan, tak mau membuat motor kapasitas kecil tetap bersikeras dengan tekadnya. Namun, pasar Asia yang menggoda iman membuat BMW goyah. Nah, dicarilah cara lain untuk mendapatkan keuntungan dari situ tanpa harus melanggar tekad sendiri.

Kerjasama dengan TVS tentu jalan yang sangat baik. Untuk Indonesia, image TVS sudah lumayan, hanya saja marketingnya belum optimal. Tentu tak ada guna kalau marketing optimal, tetapi produknya cupu! PRoduk-produk TVS yang hadir selama ini rasa-rasanya tak banyak yang mengeluhkan mutunya, tetapi desainya itu lho yang gimanaaaaaaaaa gitu… bahkan TVS Max 125 cc yang ditawarkan di PRJ 2014 gini kayanya gimanaaaaaaaaa gitu.. sayang sekali bung!

Namun, kerjasama dengan BMW dan TVS Drakennya patut diwaspadai. Desainnya lumayan kental campur tangan TVS dan BMW. Untung unsur BMWnya lebih banyak. Nilai yang bisa dibilang plus… tetapi ingat, BMW kadang terlalu nyeleneh dan tidak dikenal sebagai produsen motor cantik!

Desain S1000RR yang pernah kita bahas, ternyata sangat filosofis… entah deh desain Draken yang sekarang. Motor yang berkapasitas 250 cc dan bertenaga lebih dari Yamaha R25 ini memang patut dinantikan, terutama harganya berapa! Tampang BMW, performa BMW, kalau harganya BMW juga, ya bubar grak dengan kapasitas hanya 250 cc. LAin cerita kalau tampang BMW, teknologi BMW, dibuat TVS dan harga juga TVS! Andai Draken diproduksi di tanah air dan harga tak menyentuh 40 juta, wah, bisa lumayan gonjang ganjing kelas 250 cc domestik nih…

Mungkin yang perlu diperhatikan lebih adalah desain! Sampai saat ini, belum ada satupun desain TVS yang disambut positiv mayoritas bikers tanah air. Draken lumayan dianggap positif, tetapi itu karena belum mengancam gacoan-gacoan 250 cc pabrikan Jepang lainnya. Andai benar-benar jadi turun ke pasar domestik Indonesia, tentu harus lebih kalem dan hati-hati. Sebut saja head lamp yang cuma sebelah kiri! Nanti dibilang picek/ cacat! Di kiri juga sebenarnya tak cocok, sebab kita lalu lintas setir kanan, jadi lampu ya harusnya kalau mau di satu sisi saja ya di kanan. Ane yakin, TVS dan BMW pasti juga sudah memikirkan ini.

Bonus: Foto Draken:

TVS-Draken-250cc-motorcycle-conc-4

Picture-2 (1)

tersesat muter-muter

  • 796,075 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 95 pengikut lainnya.